Epidemiologi

Kata epidemiologi berasal dari bahasa Yunani ; Epi = pada, permukaan Demos = penduduk, rakyat Logos = ilmu  Epidemiologi : suatu ilmu yang mempelajari timbulnya, perjalanan, dan pencegahan penyakit, terutama penyakit infeksi menular. (W.H. Welch)  Studi tentang distribusi dan determinan tentang keadaan atau kejadian yangberkaitan dengan kesehatan pada populasi tertentu dan aplikasi studi untuk menanggulangi masalahkesehatan (Last)  Suatu studi mengenai terjadinya distribusi keadaan kesehatan, penyakit dan perubahan pada penduduk, begitu juga determinannya dan akibat-akibat yang terjadi pada kelompok penduduk. (Omran)  Epidemiologi digunakan untuk menggambarkan apa, dimana, kapan, mengapa, dan kepada siapa
penyakit dan masalah yang berhubungan dengan kesehatan lainnya terjadi sehingga tindakan pengendalian dapat diidentifikasi dan diimplementasikan (Kethleen MA, 2009).

 Ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan. (Azrul anwar) Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada 3 komponen penting yang ada dalam epidemiologi, sebagai berikut : 1) Frekuensi masalah kesehatan dll) pada sekelompok manusia. 2) Penyebaran masalah kesehatan keadaan tertentu. 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan faktor penyebab pengelompokan masalah kesehatan menurut banyaknya masalah kesehatan (kesakitan, kecelakaan,

dari suatu masalah kesehatan, baik yang menerangkan frekuensi, penyebarannya maupun penyebab timbulnya masalah kesehatan.

3. 2. Patogen akan memperbanyak dirinya dalam tubuh penjamu. .  individu berada dalam keadaan normal/sehat tetapi mereka pada dasarnya peka terhadap kemungkinan terganggu oleh serangan agen penyakit (stage of suseptibility).Dalam bidang kesehatan masyarakat. dan pengaruh penyakit dalam tubuh. dalam arti bibit penyakit masih ada di luar tubuh penjamu dimana para kuman mengembangkan potensi infektifitas siap menyerang penjamu. tanpa intervensi. tetapi interaksi masih terjadi di luar tubuh. TAHAP-TAHAP RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT 1. 1. Perkembangan penyakit dapat dihentikan di titik mana pun. mendeskripsikan hubungan antara dinamika penduduk dengan penyebaran penyakit. Proses penyakit adalah proses penyakit bermula dengan pemajan suatu faktor yang masuk atau akumulasi faktor yang mampu menyebabkan penyakit. epidemiologi mempunyai peran . mengadakan analisis perjalanan penyakit di masyarakat serta perubahan-perubahan yang terjadi akibat intervensi alam atau manusia.  sebenarnya telah terjadi interaksi antara penjamu dengan bibit penyakit. Masing-masing penyakit mempunyai perjalanan alaminya tersendiri jika tidak diganggu dengan intervensi medis atau jika penyakit dibiarkan sampai melengkapi perjalannanya. baik oleh kekuatan respon yang diberikan sistem imun alami tubuh. cara penyakit menyebar. Proses suatu penyakit dimulai dari seseorang yang rentan terhadap penyakit dan diserang oleh agen patogenik yang mampu menimbulkan penyakit. mendeskripsikan pola penyakit pada berbagai kelompok masyarakat. Proses riwayat alamiah penyakit Riwayat alamiah penyakit adalah perkembangan proses penyakit pada individu sepanjang waktu tertentu. Fase prepatogenesis Periode suseptibilitas ( tingkat kerentanan ) Pada tahap ini. setiap patogen dan setiap penjamu mempunyai perbedaaan dalam hal respon pada penyakit. Setiap penyakit. Perjalanan penyakit mulai dari keterpajanan seseorang yang rentan terhadap patogen.

lingkungan. Pada penyakit kronis periode inkubasi disebut periode latensi. radiografik dan metode skrining. sebagai contoh dalam perjalanan penyakit jantung koroner ( PJK ). Pada tahap suseptibel proses penyakit belum terjadi. berakhir dengan waktu maulai timbulnya gejala. Farktor-faktor yang mengisaratkan tentang kehadiran penyakit ini disebut sebagai faktor risiko. manusia. tekanan darah tinggi. Pada periode ini dapat dideteksi perubahan patologik melalui pemeriksaan laboratorium. Selama periode ini penjamu belum menyadari tentang proses penyakit ( perubahan patologik ) yang sedang berlangsung. ditambah kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan penjamu. penyimpangan kadar kolesterol darah yang menyediakan dasar bagi terjadinya PJK telah ada. Meskipun kehadiran faktor ini tidak . bulan. Fase patogenesis Periode inkubasi Dimulai dari masuknya bibit penyakit hingga sampai sesaat sebelum timbulnya gejala. .beda-beda. belum ada tanda-tanda sakit sampai sejauh daya tahan tubuh penjamu masih kuat namun. maka keadaan segara dapat berubah. minggu. pada tahap ini belum ditenukan adanya tanda tanda gejala penyakit. tetapi faktor-faktor yang mendahuli terjadinya penyakit sudah hadir. bahkan bertahun-tahun . Karena penjamu tidak sadar tentang kehadiran penyakit.Periode subklinis Perubahan patologik yang tidak muncul beserta pemajan. beberapa jam. begitu penjamu nya lengah ataupun memang bibit penyakit menjadi lebih ganas. maka tidak ada upaya penjamu untuk mencari pengobatan. Intensitas perubahan belum cukup besar dirasakan untuk menjadi gejala penyakit. Pada tahap ini mulai terjadi ketidak seimbangan antara agen penyakit. hari. tetapi kehadiran tersebut akan memperbesar kemungkinan terjadinya penyakit. Tiap penyakit mempunyai masa inkubasi yang berbeda dalam hadirnya penyakit. 2. sesorang yang berada dalam tingkat rentan belum pernah mendapat PJK tetapi berbagai faktor seperti kebiasaan merokok.

pada tahap ini sudah diharapkan diagnosis dapat ditegakkan secara dini. Pada tahap ini peyakit sudah menunjukkan gejala dan kelainan klinik yang jelas. diperlukan pengobatan yang tepat untuk menghindari akibat lanjut yang kurang baik. Saatnya pula.Umumnya pengobatan pada tahap subklinis ini akan menghasilkan peluang kesembuhan yang lebih besar ketimbang pengobatan yang diberikan pada tahap klinis. a. Periode klinis dari yang ringan samapai tahap yang berat ( tahap dini sampai tahap lanjut ). Tahap ini penjamu memerlukan perawatan dan pengobatan yang intensif. Penderita masih bisa melakukan aktifitasnya. Kelainan tersebut dipandang sebagai kumpulan gejala penyakit. . Selama periode ini penderita mulai menyadari tentang kelainan fungsi dan struktur yang dihasiklan oleh proses penyakit yang dialaminya. Meskipun penderita merasakan adanya keluhan subjektif. istirahat dan perawatan yang baik di rumah (self care). Hal ini tergantung daya tahan tubuh manusia itu sendiri.Periode klinis Ditandai dengan waktu mulai ( onset ) timbulnya gejala penyakit. Tahap akhir Berakhirnya perjalanan penyakit dapat berada dalam lima pilihan . b. Tahap lanjut merupakan tahap dimana penyakit bertambah jelas dan mungkin tambah berat dengan segala kelainan patologis dan gejalanya (stage of clinical disease). setelah diagnosis ditegakkan. mereka tidak selalu mengaggap itu adalah gejala penyakit. sehingga diagnosis sudah relatif mudah ditegakkan. seperti gizi. Tahap dini mulai munculnya gejala penyakit yang kelihatannya ringan. c. sudah mulai menjadi masalah kesehatan karena sudah ada gangguan patologis (pathologic changes). Seandainya memungkinkan. walaupun penyakit masih dalam masa subklinik (stage of subclinical diseases).

2003). c. (2. Studi prognostik yaitu studi yang digunakan untuk mempelajari faktor risiko dan perkiraan akhir penyakit. yakni bibit penyakit menghilang dan tubuh menjadi pulih. antara lain: 1. (4. . sehat kembali. dikarenakan terdapat: a. dalam arti tidak bertambah berat dan ataupun tidak bertambah ringan. Karier. bukan karena sembuh. Studi etiologi yaitu studi yang digunakan untuk menemukan penyebab penyakit. b. meninggalkan bekas gangguan yang permanen berupa cacat. pencegahan sekunder. namun bibit penyakit masih tetap ada dalam tubuh tanpa memperlihatkan gangguan penyakit. tetapi karena penjamu meninggal dunia. karena pada dasarnya penjamu tetap berada dalam keadaan sakit (5. Keadaan yang seperti tentu saja tidak menggembirakan. yakni bibit penyakit menghilang. Masa inkubasi atau masa latent. dan besarnya pengaruh terhadap penyakit. tetapi tubuh tidak pulih sepenuhnya. hubungan satu dengan lainnya. Dari RAP diperoleh beberapa informasi penting. baik yang sifatnya pencegahan primer. Sembuh dengan cacat. Penyakit tetap berlangsung secara kronik perjalanan penyakit tampak terhenti karena gejala penyakit tidak berubah. atau pencegahan tersier (Bhisma. yaitu: (1. Sembuh sempurna. Meninggal dunia terhentinya perjalanan penyakitnya disini. Studi intervensi yaitu studi yang digunakan untuk mengevaluasi efikasi atau efektivitas intervensi. dimana tubuh penjamu pulih kembali. (3. Keadaan seperti ini bukanlah tujuan dari setiap tindakan kedokteran dan keperawatan Studi tentang RAP merupakan bagian dari studi epidemiologi. penyakit sudah tidak ada.kondisi/keadaan.

Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi (Edisi kedua) Jilid Pertama. dan bila terjadi gangguan keseimbangan antara ketiganya akan menyebabkan timbulnya penyakit tertentu.web.ac. dan lingkungan) harus dipertahankan keadaan keseimbangannya. Sifat-sifat biologis kuman patogen sehingga menjadi bahan informasi untuk pencegahan penyakit. dkk.2. 5.pdf. Lama dan beratnya keluhan yang dialami oleh penderita kejadian penyakit menurut musim (season) kapan penyakit itu lebih frekuen kejadiannya 4. Murti.ugm. http://arviant.id/content/Epidemiologi%20dasar. Epidemiologi Dasar. Bisma. Diakses pada 13 Juni 2013 Model Epidemiologi Konsep dasar terjadinya penyakit Banyak teori yang dikemukakan para ahli mengenai timbulnya penyakit. . interaksi ketiga factor (agen. Segitiga epidemiologi (The epidemiologic triangle) Menurut model ini. Kelengkapan keluhan (symptom) sebagai bahan onformasi dama menegakkan diagnosis 3. 2003. 2008. host. sebagai berikut : (1. Yogyakarta: Gajahmada University Press. Kecenderungan lokasi geografis serangan penyakit sehingga dapat dengan mudah dideteksi lokasi kejadian penyakit. Hestianingsih. Saat ini dikenal 3 proses terjadinya penyakit.

Faktor-faktoe yang mempengaruhi kerentanan dan resistensi seseorang terhadap penyakit mencakup status imunologik. . status gizi. kimia. atau psikososial. serta kondisi psikologik (Kethleen MA. Faktor host antara lain situasi atau kondisi fisik dan psikososial yang menyebabkan seseorang beresiko menjadi sakit. Host / pejamu antara lain : .Kebiasaan hidup dan kehidupan sosial  Agent Yaitu suatu substansi tertentu yang keberadaannya atau ketidakberadaannya dapat menimbulkan penyakit atau memengaruhi perjalanan suatu penyakit. Biotis. gaya hidup. hubungan keluarga.Bentuk anatomis tubuh . Metazoa: Antropoda. Virus: dangue.Umur. agens ini bisa berupa sesuatu yang merugikan kesehatan (bakteri dan stres) atau yang meningkatkan kesehatan (nutrisi dan lainnya) (Ferry E & Makhfudli. 2009). dll b. Protozoa : Plasmodium. 2009).Fungsi fisiologis atau faal tubuh . . 2009). khususnya pada penyakit-penyakit menular. helmentes c. Host/ penjamu Yaitu semua faktor yang terdapat pada diri manusia yang dapat mempengaruhi dan timbulnya suatu perjalanan penyakit. Penyebab (agent) : terdiri dari Biotis dan Abiotis 1. Bakteri: salmonella d. jenis kelamin. Agens ini bisa bersifat biologis. Umur merupakan salah satu faktor pejamu yang paling penting karena umur dapat mempengaruhi risiko keterpajanan dan status imunologik. kelompok Etnik (suku). polio. termaksud status gizi . fisik. usia.Status kesehatan. mekanis. penyakit yang mendasar. measles. tingkat keparahan penyakit. Misalnya riwayat keluarga.Keadaan imunitas . yaitu: a. ras. Jadi. corona. dan lainnya (Ferry E & Makhfudli.

padas. tinia Alagae 2. Seluruh faktor yang ada diluar baik fisik maupun sosial. dan krisis hidup. dll c. termaksud manusia) bersifat biotik. dan vitamin) b. kebisingan. penerangan. Tumbuhan dan hewan sebagai sumber makanan. Miokroorganisme penyebab penyakit. Lingkungan Biologis (flora dan Fauna. kesulitan ekonomi. Psychis agent: gangguan Psikologi. mineral. konflik. dan kebisingan. antara lain sebagai berikut (Ferry E & Makhfudli. Chemcal Agent : Misalnya Pestisida. kelembapan. stres dan depresi f. Faktor lingkungan dapat berupa: a. benturan. dll  Lingkungan/ environment Yaitu segala sesuatu yang berada disekitar manusia serta pengaruh pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan manusia. iklim. bahkan dapat dikatakan penyakit timbul karena ulah manusia. Misalnya Folra dan fauna yang berbeda akan mempunyai pola penyakit yang berbeda. kondisi tempat tinggal. Phisical Agent: Misalnya Suhu. Vektor pembawa penyakit 4. Logam Berat. Abiotis terdiri dari: a. Manusia. Reservoar penyakit Infeksi 3. radiasi d. Lingkungan sosial: hal-hal yang berkaitan dengan interaksi sosial.e. g. Obat-obatan. Mechanical Agent: Pukulan. kecelakaan. Nutrien Agen: Misalnya kelebihan/kekurangan zat gizi (karbohidrat. Behavior Agent : kebiasaan merokok. Genetic agent : gangguan genetik. Antara lain: 1. ulah manusia juga mempunyai peran yang penting dalam terjadinya penyakit. gesekan dan getaran. dll . 5. misalnya: stres. lemak. Faktor lingkungan ini selain bakteri dan virus. 2009): Lingkungan fisik: tingkat ekonomi. Jamur: candida. 2. protein. e.

Perkembangan Ekonomi Peningkatan pendapatan seseorang akan mengubah pola konsumsi dan cenderung memakan makanan yang mengandung banyak koleterol. Hal ini menjadi penunjang terjadi berbagai penyakit infeksi. Lingkungan Sosial Ekonomi 1. 2. Jaring-jaring sebab-akibat (The web of causation) Menurut model ini.b. yang termaksud lingkungan fisik antara lain geografi dan keadaan musiman. tetapi pada pekerjaan yang berat dan lama dapat ditemukan LBP. d. Dan kepadatan penduduk menimbulkan daerah perkumuhan. Bencana alam Bencana alam akan banyak menimbulkan masalah kesehatn dan menimbulkan kerugian yang cukup besar. kurang gizi. Perpindahan penduduk dan kepadatan penduduk Perpindahan penduduk dapat menjadi perantara bagi agent untuk berpindak ketempat tujuan manusia. Asap yang dikeluarkan akibat letusan dapat menyebabkan penyakit gangguan pernapasan pada warga sekitar Gunung Merapi. sampah dan tinja akan mencemari lingkungan dan air minum. dan lain-lain yang memudahkan timbulnya penyakit Infeksi. 3. Pekerjaan Perbedaan pekerjaan juga membrikan andil dalam pola penyakit. Negara yang beriklim tropis berbeda pola penyakit dengan negara yang beriklim dingin atau sub tropis. Misalnya pola penyakit berbeda antara wilayah pantai dan daerah pegunungan. bila tingkat ekonomi rendah akan menimbulkan masalah perumahan yang tihan yang tidak sehat. . suatu penyakit tidak tergantung kepada penyebab yang berdiri sendiri-sendiri. Sebaliknya. pekerjaan yang sedang sedikit ditemukan penyakit Low Back Pain. (2. Contohnya gunung meletus. Lingkungan Fisik. melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses sebab akibat. c. Penyakit dapat dicegah atau dihentikan dengan memotong mata rantai di berbagai faktor. Keadaan ini menjadi pencetus terjadinya Hipertensi dan PJK.

dan mengurangi ketidakmampuan.  Pencegahan sekunder Merupakan upaya manusia untuk mencegah orang yang telah sakit agar sembuh.(3. ditujukan pada orang-orang yang mempunyai resiko dengan melakukan imunisasi. Pencegahan khusus. Roda terdiri daripada satu pusat (pejamu atau manusia) yang memiliki susunan genetik sebagai intinya. PENCEGAHAN EPIDEMIOLOGI  Pencegahan primer Merupakan upaya untuk mempertahankan orang yang sehat agar tetap sehat atau mencegah orang yang sehat menjadi sakit. menghindarkan komplikasi. Secara garis besar. Model roda Merupakan pendekatan lain untuk menjelaskan hubungan antara manusia dan lingkungan. Pencegahan sekunder ini dapat dilakukan dengan cara : . upaya pencegahan ini dibagi 2 : (1. dimaksudkan untuk mengadakan pencegahan pada masyarakat umum. (2. Disekitar pejamu terdapat lingkungan yang dibagi secara skematis ke dalam 3 sektor yaitu lingkungan biologi. Besarnya komponen-kompenen dari roda tergantung kepada masalah penyakit tertentu yang menjadi perhatian kita. misalnya pendidikan kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan. sosial dan fisik. Pencegahan umum.

meliputi : Promosi kesmas. meliputi : . Mendeteksi penyakit secara dini. promosi kesehatan. (2. Pencegahan khusus. Pencegahan tingkat pertama. pendidikan kesmas. Rehabilitasi fisik Yaitu agar bekas penderita memperoleh perbaikan fisik semaksimal-maksimalnya. walaupun kadangkadang fungsi dari alat tubuhnya itu sendiri tidak dapat dikembalikan. seperti pemeriksaan darah. Pendidikan kesehatan pada masyarakat agar mereka dapat mengenal gejala penyakit pada tingkat awal dan segera mencari pengobatan. Rehabilitasi aesthetis Usaha ini guna mengembalikan rasa keindahan. (3. Rehabilitasi sosial vokasional Yaitu agar bekas penderita menempati suatu pekerjaan/ jabatan dalam masyarakat dengan kapasitas kerja yang semaksimalmaksimalnya sesuai dengan kemampuan dan ketidak mampuannya. Rehabilitasi mental Yaitu agar bekas penderita dapat menyesuaikan diri dalam hubungan perorangan dan social secara memuaskan. misal : kampanye kesadaran masyarakat. Misalnya penggunaan mata palsu. d. misal : pencegahan keterpaparan. Rehabilitasi ini terdiri atas : a. b. b. pemberian kemopreventif.(1. Mengadakan pengobatan yang cepat dan tepat dari setiap jenis penyakit sehingga tercapai penyembuhan yang sempurna dan segera. roentgent paru-paru dan sebagainya serta segera memberikan pengobatan. Pencegahan tingkat kedua.  Pencegahan tersier Dimaksudkan untuk mengurangi ketidakmampuan dan mengadakan rehabilitasi. Tingkat Pencegahan Penyakit Tidak Menular a. c.

Eko dan Dewi Angggraeni. dan produk kehidupan tersebut (Horton dan Hunt. Sosiologi kedokteran adalah disiplin intelektual mengenai pengembangan pengetahuan yang sistematis dan terandalkan hubungan sosial manusia dalam kaitannya dengan masalah kesehatan dan tentang produk dari hubungan tersebut. 2008:4). misal perawatan rumah jompo.Rineka Cipta Budiarto. Pengantar Epidemiologi. berbagai organisasi sosial. 2003. kemoterapi atau tindakan bedah. Kelompok tersebut mencakup keluarga. 1993:29 dalam Momon Sudarman. Sosiologi memusatkan penelaahannya pada kehidupan kelompok. serta interaksi antarpetugas kesehatan (dokter dengan petugas kesehatan lainnya) dan antara petugas kesehatan dengan masyarakat (Solita Sarwono. bisnis. yang secara singkat dan sederhana dapat memisahakan mereka yang kemungkinan besar menderita. agaman.2007. perawatan rumah sakit. pengaruh norma sosial terhadap perilaku kesehatan. Jakarta : PT. misal dengan melakukan screening. sosiologi kesehatan membahas pula perilaku kesehatan. meliputi : Rehabilitasi. S. Pencegahan tingkat ketiga. politik. Oleh karena itu.- Diagnosis dini. Peran sosiologi dalam praktek kesehatan : . yang selanjutnya didiagnosa dan dilanjutkan dengan pengobatan. 2004). produk kehidupan kelompok. 2008:3). 2008:3). sosiologi kedokteran dapat dikatakan sebagai sosiologi terapan dari ilmu sosiologi itu sendiri. Jakarta : EGC SOSIOLOGI KESEHATAN sosiologi merupakan ilmu yang memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Sosiologi kesehatan yaitu selain topik-topik dalam sosiologi kedokteran. suku bangsa. c. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. dan organisasi lainnya (Momon Sudarman. atau menurut Solita Sarwono (2004) sosiologi kedokteran sebagai subdisiplin (bidang keahlian yang luas) dari bidang ilmu sosiologi (Momon Sudarman. Notoatmodjo. komunitas dan pemerintah. Seseorang dapat melakukan kajian terhadap fenomena sosial maupun sepanjang mampu menunjukkan kemampuan riset ilmiah sesuai dengan pengembangan sosiologi. Screening atau penyaringan adalah usaha untuk mendeteksi/mencari penderita penyakit tertentu tanpa gejala dalam masyarakat atau kelompok tertentu melalui suatu test/pemeriksaan. Pengobatan. sosiologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya.

Manfaat sosiologi dalam kesehatan : (1.a. 2008. dalam skala jangka panjang. sosiolog juga berkewajiban untuk meluruskan berbagai pendapat masyarakat awam atau kalangan tertentu yang lebih disebabkan karena salah informasi atau takhayul yang dapat menghancurkan pola piker manusia. hubungan antar karyawan. atau norma masyarakat yang berlaku. karakter. dan penyelesaian berbagai masalah mengenai hubungan antar manusia. sosiologi memiliki kemampuan untuk meramalkan pengaruh dari sebuah kebijakan terhadap kehidupan social. menganalisis. serta perubahan social. Sosiolog sebagai ahli riset Peran sebagai ahli riset seorang sosiolog berkewajiban untuk mencari mengumpulkan. Menganalisis factor – factor social dalam hubungannya dengan etiologi penyakit (5. sehingga pada akhirnya program promkes pada masyarakat dapat berjalan dengan efektif. Sakit. d. Mempelajari cara orang meminta pertolongan medis / dokter (help seeking) (2. Sosiolog sebagai konsultan kebijakan Sosiologi mempunyai kemampuan untuk menganalisis factor social. seorang tenaga kesehatan dapat memahami sifat. dan sebagainya merupakan sebuah fakta social sebagaimana masalah social lain yang membutuhkan analisis sosiologis Sudarma. dinamika social. Mengetahui latar belakang social ekonomi masyarakat dalam pemanfaatan yankes (4. dan menyimpulkan fakta social dari data – data yang ada sehingga muncul pengetahuan sosiologi yang bermanfaat bagi kelanjutan proses pemahaman sosiologi serta rekayasa atau analisis social. Jakarta : salemba medika . Sosiologi untuk kesehatan. Sosiolog sebagai teknisi Seorang sosiolog dapat terlibat dalamn perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan masyarakat untuk member saran – saran dalam masalah moral. hubungan masyarakat. Membantu dalam meningkatkan peran sebagai pendidik kesehatan Dengan belajar sosiologi. b. cacat fisik. c. hubungan antar kelompok dalam suatu organisasi. dan kecernderungan proses. momon. Memberikan analisis mengenai hubungan dokter-pasien (3.

1984). sosiologi kesehatan merupakan penerapan ilmu sosial dalam mengakaji masalah kesehatan. Dengan kata lain. Menurut Bentley (1967) politik juga mencakup sesuatu yang dilakukan orang. dan memecahkan masalah kesehatan.Sehingga dapat dirumuskan kesimpulan analisis sebagai berikut (Momon Sudarman. Dengan kata lain. atau politik adalah “kegiatan”. a. . respons tersebut menimbulkan suatu pola peralihan kebijakan yang ditentukan oleh masalah atau krisis yang dipandang sangat serius pada kurun waktu yang lain (George Pickett. Sosiologi keperawatan adalah ilmu sosiologi dalam mengkaji masalah layanan keperawatan dan begitu pula bidang kajian kesehatanlainnya. Di bidang kesehatan lingkungan. Prinsip dasar disiplin sosiologi kesehatan adalah penerapan konsep dan metode disiplin sosiologi dalam mendeskripsikan. Kejadian Luar Biasa adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis dalam kurun waktu dan daerah tertentu (Depkes. 2008). Ruang lingkup kajian sosiologi terapan bergantung pada ruang lingkupobjek kajian itu sendiri. Sosiologi kesehatan merupakan subdisiplin ilmu dari bidang sosiolgi. menganalisis. Mark Roelofs mengatakan bahwa “politik adalah pembicaraan atau lebih tepatya kegiatan politik adalah berkomunikasi (Fanthurin Zen. sosiologi kedokteran adalah ilmu sosiologi dalam mengkaji hal-hal yang terkait dengan ilmu kedokteran. Sistem politik merespon pada tuntutan publik pada saat itu. 2000). 2004). Disiplin ilmu ini merupaka ilmu terapan dari kajian sosiologi dalam konteks kesehatan. Kriteria tentang kejadian luar biasa di Indonesia adalah suatu penyakit dinyatakan sebagai kejadian luar biasa jika ada unsur: a) Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal. KEJADIAN LUAR BIASA Kejadian Luar Biasa (KLB) : adalah timbulnya suatu kejadian kesakitan/kematian dan atau meningkatnya suatu kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu kelompok penduduk dalam kurun waktu tertentu (Undang-undang Wabah. c. Politik menurut Banfield (1961) adalah “pengaruh” atau menurut Weinstein (1971) “politik adalah tindakan yang diarahkan untuk mempertahankan atau memperluas tindakan lainnya”. b. 2008:5). d.

Case Fatality Rate (CFR) suatu penyakit menular tertentu dalam satu bulan di suatu kecamatan. Cacar. bila dibandingkan dengan angka rata-rata sebulan dalam setahun sebelumnya dari penyakit menular yang sama di kecamatan tersebut itu. 2008). minggu. hari. c) Angka kejadian penyakit atau kematian meningkat menjadi dua kali lipat atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam. menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih. Di Indonesia dengan tujuan mempermudah petugas lapangan dalam mengenali adanya KLB telah disusun petunjuk penetapan KLB. (2. DHF/DSS : Setiap peningkatan jumlah penderita-penderita penyakit tersebut di atas. (3. bulan. menjukkan kenaikan dua kali atau lebih. menunjukkan kenaikan 50% atau lebih. bila dibandingkan CFR penyakit yang sama dalam bulan yang lalu di kecamatan tersebut. sebagai berikut : (1. tahun). bila dibandingkan dengan angka rata-rata bulanan dalam tahun sebelumnya dari penyakit yang sama di kecamatan yang sama pula. Proportional rate penderita baru dari suatu penyakit menular dalam waktu satu bulan. minggu). (6. d) Jumlah penderita baru dalam satu bulan meningkat menjadi dua kali lipat atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata per bulan dalam tahun sebelumnya (Tamher dan Noorkasiani.b) Angka kejadian penyakit atau kematian meningkat secara terus-menerus selama tiga kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam. Pes. Khusus untuk penyakit-penyakit Kholera. dibandingkan dengan proportional rate penderita baru dari penyakit menular yang sama selama periode waktu yang sama dari tahun yang lalu menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih. Angka kesakitan/kematian suatu penyakit menular di suatu kecamatan menunjukkan kenaikan 3 kali atau lebih selama tiga minggu berturut-turut atau lebih. Angka rata-rata bulanan selama satu tahun dari penderita-penderita baru dari suatu penyakit menular di suatu kecamatan. (5. . (4. di suatu daerah endemis yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan di atas. hari. Jumlah penderita baru dalam satu bulan dari suatu penyakit menular di suatu Kecamatan.

Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial. (8. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu. Demograsi lajim digunakan untuk mnyebut studi tentang sipat terhadap komposisi dan pertumbuhan penduduk. b. paling sedikit bebas selama 4 minggu berturut-turut. Ukuran – ukuran demografi .- Terdapatnya satu atau lebih penderita/kematian karena penyakit tersebut di atas. migrasi dan mobilitas sosial. serta perubahan faktor faktor ini setelah melewati kurun waktu yang yang disebabkan oleh lima proses yaitu fertilitas. Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk dimasa akan datang dan kemungkinankemungkinan konsekuensinya. Apabila kesakitan/kematian oleh keracunan yang timbul di suatu kelompok masyarakat. Demografi adalah studi ilmiah tentang penduduk. Apabila di daerah tersebut terdapat penyakit menular yang sebelumnya tidak ada/dikenal. moralitas. UKURAN DEMOGRAFI Kata Demografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti ’Demos’ adalah rakyat atau penduduk dan ’Grafein’ adalah menulis. komposisi san persebaran penduduk. terutama tentang jumlah. Penduduk adalah hasil tingkat kelahiran. (7. Di suatu kecamatan yang telah bebas dari penyakit-penyakit tersebut. Menjelaskan pertumbuhan masa lampau. d. c. tingkat migrasi dan tingkatkematian. perkawinan. sturuktur dan perkembangannya. Istilah ini pertama kali dipakai untuk pertama kalinya oleh Achille Guilard dalam karangannya yang berjudul ’Elements de Statistique Humaine on Demographic Compares’ pada tahun 1885.dan demograsi adalah suatu studi statistik dan matematis tentang jumlah. penurunannya dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia. Tujuan Demografi a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful