You are on page 1of 16

Arbovirus Encephalitis

Definisi
Golongan virus yang umumnya ditularkan melalui artropoda/nyamuk, sangat heterogen dan umumnya bersifat endemik di daerah tropis

Gejala Klinik
Umumnya berjalan tanpa adanya gejala spesifik, namun bila gejala kliniknya muncul dapat berakibat fatal. Gejala pertama yang muncul biasanya mirip gejala flu biasa disertai demam dan apabila penyakit berkembang dan menjalar ke sistem saraf pusat dapat menyebabkan ensefalitis (inflamasi/peradangan otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak, dapat juga menimbulkan kelainan neurologik dan kematian)

Jenis-jenis Arbovirus Penyebab Ensefalitis


Jenis virus Famili Flaviridae
St Louis encephalitis virus West Nile virus Japanese encephalitis B Famili Bunyaviridae La Cross virus (California serogroup) Famili Togaviridae Eastern equine encephalitis virus Western equine encephalitis virus Ensefalitis Ensefalitis Nyamuk Nyamuk Burung Burung Ensefalitis Nyamuk Tupai Ensefalitis Ensefalitis Ensefalitis Nyamuk Nyamuk Nyamuk Burung Burung Burung

Penyakit

Vektor

Reservoar

Venezuelan equine encephalitis

Ensefalitis

Nyamuk

Kuda

California serogroup /La Crosse encephalitis virus


Termasuk dalam famili Bunyaviridae Ditularkan melalui gigitan nyamuk, reservoar mamalia kecil (tupai) Lebih sering menyerang anak-anak daripada orang dewasa Morbiditas dan mortalitas rendah, berkisar 12%

St. Louis encephalitis virus


Termasuk dalam famili Flaviviridae Ditularkan melalui gigitan nyamuk, reservoar burung Wabah dapat terjadi sepanjang musim, tetapi lebih sering pada musim panas Umumnya tanpa gejala, sebagian menderita demam dan sakit kepala Pada kasus yang berat, ditandai dengan demam tinggi, kaku leher, disorientasi, tremor, kejang, paralisis dan koma Morbiditas cukup tinggi (sekitar 3-25%)

Western equine encephalitis virus


Termasuk famili Togaviridae Ditularkan melalui gigitan nyamuk, reservoar burung, menyerang kuda dan manusia Gejala lebih parah pada anak-anak daripada orang dewasa Angka kematian berkisar 3-7%

Eastern equine encephalitis virus


Termasuk famili Togaviridae Ditularkan melalui gigitan nyamuk, reservoar burung, menyerang kuda dan manusia Gejala kliniknya pada beberapa kasus mirip flu biasa, pada anak-anak dibawah 15 tahun dan orang tua diatas 50 tahun biasanya menunjukkan gejala klinik yang parah Resiko kematian sekitar 35 % bila gejala klinik muncul dan yang bertahan hidup biasanya akan mengidap gangguan neurologis

Venezuelan equine encephalitis virus


Termasuk dalam famili Togaviridae Ditularkan melalui gigitan nyamuk, reservoar kuda dan mamalia kecil Virus ini sebagian besar endemik di Amerika Selatan dan wilayah bagian selatan Amerika Serikat

West Nile encephalitis virus


Termasuk dalam famili Flaviviridae Ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex pipiens/Culex quinquefasciatus, reservoarnya burung Banyak ditemukan di Afrika, Asia Barat, Asia Tenggara, Eropa Timur dan Timur Tengah Sebagian besar penderita tidak menunjukkan gejala Gejala seperti flu, demam, sakit kepala dan tidak enak badan

Gejala klinik sering disertai dengan pembesaran kelenjar limpa dan kemerahan pada kulit, jika menjadi parah akan menjadi ensefalitis disertai demam tinggi, sakit kepala, kaku leher, gelisah, koma, tremor, kejang, paralisis yang dapat menyebabkan kematian. Beberapa penderita dapat mengalami acute flaccid paralysis yaitu suatu sindrom yang berlangsung cepat dan tiba-tiba merasa kesulitan bernafas, sebagian anggota badan termasuk salah satu kaki lemas tidak bisa digerakkan. Ini disebabkan peradangan yang terjadi pada sistem saraf pusat dan saraf motorik sehingga gejalanya menyerupai virus polio.

Pengobatan virus ini bersifat suportif namun juga dapat diberikan obat antiviral antara lain ribavirin. Pencegahan dengan pemberantasan terhadap nyamuk.

Japanese encephalitis virus


Merupakan anggota famili Flaviviridae Memiliki genom RNA untai tunggal positif dengan panjang sekitar 11 kb Ditularkan melalui gigitan nyamuk Merupakan salah satu penyakit infeksi serius dengan tingkat mortalitas tinggi, karena dapat menyebabkan inflamasi pada sistem saraf pusat Dapat disembuhkan, tetapi sekitar 30% menyisakan gejala seperti kelumpuhan, kerusakan otak, dll. Angka kematian sekitar 20 %

Gejala klinis
Siklus transmisi diperantarai oleh nyamuk Culex tritaeniorhynchus yang terinfeksi karena menghisap darah burung/babi yang terinfeksi JEV Gejala klinis umumnya sulit diketahui, gejala hanya memperlihatkan demam ringan hingga berat yang sukar dibedakan dengan penyakit encephalitis lainnya Gejala awal infeksi ditandai dengan demam tinggi, menggigil, muntah-muntah, sakit kepala dan otot, kemudian berkembang menjadi gejala yang serius seperti gangguan pergerakan, meningitis, koma, hingga kematian

Replikasi virus Japanese encephalitis


Terdiri dari beberapa tahap yaitu: Penempelan virus dengan reseptor sel inang Internalisasi melalui mekanisme endositosis Fusi sel dan pelepasan selubung virus Translasi genom menjadi protein Replikasi RNA Perakitan struktur dan pematangan virus Pelepasan virion dari sel inang

Epidemiologi virus Japanese encephalitis


Merupakan penyakit endemik di Asia Selatan, Tenggara, Timur dan Pasifik Pola penularan musiman (epidemik) maupun sepanjang tahun (endemik) Epidemik terjadi pada daerah 4 musim, seperti Cina, Korea dan Jepang Endemik terjadi pada daerah tropis dan subtropis seperti Asia Tenggara (Indonesia) dan India