Gangguan Fonetik

Berupa ketidak sesuaian atau miskin suara bicara atau artikulasi. Terdiri dari kesalahan produksi suara, substitusi satu suara bicara untuk suara bicara yang lain dan penghilangan suara tersebut sebagai konsonan terakhir Khas : kesalahan artikulasi, substitusi suara, penghilangan suara bicara yg memberi kesan bayi sedang berbicara.

Epidemilogi
  

Prevalens tidak diketahui, diperkirakan : Usia < 8 tahun sekitar 8% Usia > 8 tahun sekitar 5% 2-3 kali > pada laki2

kerusakkan pada fungsi ototnya. Apraksia. kerusakkan pada neuron yg mengatur otot berbicara.Etiologi   1. 2. Belum diketahui Gg fonetik yg disebabkan kerusakkan pada SSP tdd : Disartria. .

Diagnosis  Karakteristik : defek artikulasi dimana anak gagal secara konsisten menggunakan suara bicara konsonan tertentu. meliputi penghilangan.umumnya lambat belajar. substitusi dan distorsi fonem2 --. .

errors in sound production.but not limited to . such as .DSM IV Diagnostic Criteria for Phonogical Disorder  Failure to use developmentally expected speech sounds that are appropriate for age and dialect (eg. substitutions of one sound for another (use of /t/ for target /k/sound or omissions of sounds such as final consonants) . use representation or organization.

enviromental deprivation is present . a speech – motor or sensory deficit . the speech difficult are in excess of those usually associated with these problems .  The difficulties in speech sound production interfere with academic or occupational achievement or with social communication If mental retardation.

Gambaran klinis  Variasi perkembangan yang tidak semestinya dari suara bicara. Kasus berat  dideteksi usia 3 tahun Kasus kurang berat  tidak terdeteksi hingga usia 6 tahun . mis: huruf t menggantikan huruf k dan penghilangan konsonan2 akhir dari kata2.

th. scisso (scissor) .h salah dalam pengucapan.sh. dihilangkan mis: bu (blue). substitusi. ca (car).   Suara bicara yg salah dalam artikulasi adalah huruf r.l. whaa (what’s that?). Distorsi.n.d.z.f.( pada akhir perkembangan ) Pada kasus berat dan pada anak2 huruf b.t.m.

    Substitusi : wabbit (rabbit). fum (thumb). whath dat (what’s that?). Distorsi : umumnya di tambah huruf hidup puhretty (pretty). Gg berbahasa reseptif-ekspresif. what’s uh that uh ? (what’s that?). . Gg membaca dan Gg perkembangan koordinasi. Urutan beratnya gangguan : penghilangan-substitusi-distorsi Gg lain yg umum menyertainya : Gg berbahasa ekspresif.

Gg cemas perpisahan. kronis dan tidak membaik. .  Problem sosial.– terutama pada gangguan artikulasi berat. Gg depresi. Gg penyesuaian. emosional. Gg psikiatrik: ADHD. perilaku.

Tidak ada abnormalitas fisik dan membedakan disartri.Menetapkan bahasa ekspresif dlm batas normal. 2. dan membedakan kelainan artikulasi normal pada anak2. 3.Diferensial diagnosis Terdiri 3 tahap : 1. RM. gg pendengaran.Gg artikulasi cukup berat abnormal.  .

Bila usia > 8 tahun – jarang terjadi perbaikkan spontan .Perjalanan penyakit dan prognosis    Dapat membaik spontan. Gg artikulasi usia > 5 tahun ---resiko lebih tinggi mempunyai problem daya tangkap indra pendengaran.

terdapat penghilangan dan substitusi.Terapi   Terapi wicara. terlalu banyak konsonan yg salah di artikulasikan. Indikasi: artikulasi tidak dapat dimengerti. usia> 8 tahun. terganggu dlm bertemanbelajar-citra diri. .

 .Memberi support pada anak  Konseling untuk orang tua dan monitoring hub dgn teman sebaya dan perilaku disekolah.

penyisipan. tampak substitusi kata2 menghindari blocking dan saat blocking dapat diam atau bersuara. berhenti. .Gagap (stuttering)  Suatu gangguan berbicara dalam kelancaran dan pola waktu yg tdd : suara di ulang2. memanjang.

Epidemiologi Prevalens 1%  Paling umum terdapat pada usia anak awal dan biasanya membaik pada usia anak akhir dan dewasa.  3-4 kali > banyak pada anak laki2  Keluarga mempunyai resiko > besar dibandingkan populasi umum.  .

 .---belum terbukti.  Model organik—lateralisasi tak komplit atau dominasi serebral yg abnormal  EEG – supresi gelombang alfa pada hemisfer kanan.Etiologi Penyebab tidak diketahui  Hipotesis : sebagai respon atas konflik2.  Dapat dipicu oleh situasi yg membuat stres. ketakutan2 atau neurosis.

g “l-l-l-l see him) . pauses within a word) Audible or silent blocking ( filled or unfilled pauses in speech) Circumlocutions (word subtitutions to avoid problematic words ) Words produced with an excess of physical tension Monosyllabic whole-word repetitions (e. 4. Disturbance in the normal fluency and time patterning of speech ( inappropriate for the individual’s age).  1. characterized by frequent occurrences of one or more of the following : Sound and syllable repetitions Sound prolongations Interjections Broken words (eg. 3. 6. 8. 2.Diagnosis DSM IV. 5. 7.

The disturbance in fluency interferes with academic or occupational achievement or with social communication  If a speech-motor or sensory deficit is present. the speech difficulties are in excess of those usually associated with these problems  .

menyanyi. Timbul tidak tiba2 dari minggu sampai ber bulan2 berupa pengulangan konsonan awal .biasanya kata pertama dari satu kalimat — kalimat dapat menghilang saat membaca.Gambaran klinis      Umumnya muncul saat usia < 12 tahun Paling banyak usia 18 bulan – 9 tahun. berbicara dgn binatang peliharaan atau benda mati. . Peak of onset usia 2-31/2 tahun dan 5-7 tahun.

gg umumnya kronis. mula2 hilang timbul— ber minggu2 s/d ber bulan2 dgn waktu jeda normal yg lama 2. meggunakan telepon dll. 4. sebelum usia sekolah. saat akhir masa remaja dan dewasa. Timbul terutama sebagai respon terhadap situasi tertentu mis: sedang mempresentasikan. . jarang terdapat interval normal 3. bicara dgn orang asing. saat usia sekolah dasar.     4 fase timbulnya gagap : 1. saat usia 8 tahun s/d dewasa terutama pd akhir masa anak atau awal masa remaja.

tidak disadari.  . cepat. meng hentak2 dari kata2.. dikaitkan dgn gg berbahasa ekspresif.Diferensial dignosis Sulit membedakan bicara tidak lancar saat usia sebelum sekolah dgn gagap  Spastic dysphonia – terdapat pola bernapas yg abnormal  Clutterig – pola bicara yg tidak menentu dan disritmik .

 50% s/d 80% -. Muncul kembali bila menghadapi tekanan untuk berbicara.Perjalan penyakit dan prognosis Jangka panjang dgn remisi sebagian untuk beberapa minggu – bulan.sembuh spontan ( ringan )  .

Terapi Terapi wicara  Relaksasi  Latihan pernapasan  Antipsikotik mis : haloperidol.  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful