LAPORAN PENDAHULUAN KELUARGA BERENCANA DAN KONTRASEPSI

1. DEFINISI KB Menurut World Health Organisation (WHO) expert committee 1997: keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga (Suratun, 2008). Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992 (tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga,

peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (Arum, 2008). Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi (Mochtar, 1998).

2. TUJUAN PROGRAM KB Tujuan umum adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekutan sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuan lain meliputi pengaturan kelahiran, pendewasaan usia perkawinan, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Tujuan KB berdasar RENSTRA 2005-2009 meliputi: 1. Keluarga dengan anak ideal 2. Keluarga sehat 3. Keluarga berpendidikan 4. Keluarga sejahtera 5. Keluarga berketahanan 6. Keluarga yang terpenuhi hak-hak reproduksinya 7. Penduduk tumbuh seimbang (PTS)

6. Meningkatnya pesertaKB laki-laki menjadi 4. evaluasi. 9. Meningkatnya rata-rata usia perkawinan pertama perempuan menjadi 21 tahun. Meningkatnya jumlah institusi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan Program KB Nasional. Strategi dasar . Ketahanan dan pemberdayaan keluarga. STRATEGI PROGRAM KB Terbagi dalam 2 hal a. Meningkatnya partisipasi keluarga dalam pembinaan tumbuh kembang anak. Menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk menjadi sekitar 1.5persen. dan efisien. Menurunnya angka kelahiran total (TFR) menjadi sekitar 2.14 persen per tahun. 5. Penguatan pelembagaan keluarga kecil berkualitas. Pengelolaan SDM aparatur. RUANG LINGKUP KB Ruang lingkup KB antara lain: Keluarga berencana.Menjamin kesinambungan program b. 4. Strategi operasional . 8. Penyelenggaran pimpinan kenegaraan dan kepemerintahan. dan akuntabilitas pelayanan . 4. Menurunnya PUS yang tidak ingin punya anak lagi dan ingin menjarangkan kelahiran berikutnya. 5. tetapi tidak memakai alat/cara kontrasepsi (unmet need) menjadi 6 persen.Peningkatan kualitas dan prioritas program .Pemantauan. Meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi yang rasional. 7.2 per perempuan. Kesehatan reproduksi remaja.Dukungan regulasi dan kebijakan . Keserasian kebijakan kependudukan.Meneguhkan kembali program di daerah . Meningkatnya jumlah keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera-1 yang aktif dalam usaha ekonomi produktif. 2. SASARAN PROGRAM KB Sasaran program KB tertuang dalam RPJMN 2004-2009 yang meliputi: 1. Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas aparatur negara.Penggalangan dan pemantapan komitmen .Peningkatan kapasitas sistem pelayanan Program KB Nasional . 3. efektif.3.

Maka perawat memiliki peranan penting dalam memberikan pendidikan tentang teknik kontrasepsi sesuai kebutuhan. 2005 B) .6. Untuk itu. PERAN PERAWAT DALAM PROGRAM KB Peran perawat dalam program KB sebagai konselor dan edukator. Penggunaan kontrasepsi merupakan variabel yang mempengaruhi fertilitas (Prawirohardjo. Untuk hal ini. Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. 2008). sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara seltelur dengan sel sperma. maka yang membutuhkan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan hubungan seks dan kedua-duanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki kehamilan (Suratun. DEFINISI KONTRASEPSI Istilah kontrasepsi berasal dari kata kontra dan konsepsi. Upaya itu dapat bersifat sementara. 7. dapat pula bersifat permanen. berdasarkan maksud dan tujuan kontrasepsi. Cara penggunaan yang tepat dan fokus konselingnya haruslah pada kebutuhan dan kenyamanan pasangan yang akan menggunakan alat kontrasepsi. PERTIMBANGAN DALAM MEMILIH METODE KONTRASEPSI Keamanan Perlindungan terhadap PMS Efektifitas Pilihan pribadi dan kecenderungan Education need Efek samping Pengaruh dan kepuasaan seksual Ketersediaan Biaya Budaya Informed consent 8. Hampir sebagian dari kehamilan yang tidak direncanakan terjadi pada wanita yang menggunakan alat kontrasepsi yang tidak tepat dan konsisten dalam penggunaannya. Kontra berarti “melawan” atau “mencegah”. perawat harus memiliki informasi terbaru dan akurat tentang metode kontrasepsi.

AKDR. SYARAT-SYARAT KONTRASEPSI Hendaknya Kontrasepsi memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. 2008). sebaiknya dilakukan oleh pasangan yang istrinya belum mencapai usia 20 tahun. suntik KB. Karena umur dibawah 20 tahun adalah usia yang sebaiknya tidak mempunyai anak dulu karena berbagai alasan. 1998). karena jika terjadi kegagalan hal ini dapat menyebabkan terjadinya kehamilan dengan resiko tinggi bagi ibu dan anak. Fase mengatur/menjarangkan kehamilan Periode usia istri antara 20-30 tahun merupakan periode usia paling baik untuk melahirkan. Fase mengakhiri kesuburan/tidak hamil lagi Sebaiknya keluarga setelah mempunyai 2 anak dan umur istri lebih dari 30 tahun tidak hamil lagi. AKSEPTOR KB MENURUT SASARANNYA Akseptor KB menurut sasarannya terbagi menjadi tiga fase yaitu a. Kriteria kontrasepsi yang perlukan yaitu : efektifitas tinggi. Kontrasepsi yang cocok dan yang disarankan adalah pil KB. Pil KB atau Implan c. Kondisi keluarga seperti ini dapat menggunakan kontrasepsi yang mempunyai efektifitas tinggi. Disamping itu jika pasangan akseptor tidak mengharapkan untuk mempunyai anak lagi. AKDR dan cara sederhana. dapat dipakai 3–4 tahun sesuai jarak kelahiran yang direncanakan. Umur terbaik bagi ibu untuk melahirkan adalah usia antara 20-30 tahun. serta efektifitas yang tinggi. kontrasepsi yang cocok dan disarankan adalah metode kontap. Kontrasepsi yang cocok dan disarankan menurut kondisi ibu yaitu : AKDR. 10. Suntik KB dan Pil KB (Suratun. alat atau obat-obatan (Mochtar. Kriteria kontrasepsi yang diperlukan yaitu kontrasepsi dengan pulihnya kesuburan yang tinggi. reversibilitas tinggi karena pasangan masih mengharapkan punya anak lagi. Aman pemakaiannya dan dapat dipercaya b. serta tidak menghambat produksi air susu ibu (ASI). b. dengan jumlah anak 2 orang dan jarak antara kelahiran adalah 2–4 tahun. Hal ini penting karena pada masa ini pasangan belum mempunyai anak. 9. Efek samping yang merugikan tidak ada . Fase menunda kehamilan Masa menunda kehamilan pertama.- Kontrasepsi atau antikonsepsi (conception control) adalah cara untuk mencegah terjadinya konsepsi. Implan. artinya kembalinya kesuburan dapat terjamin 100%.

Pembagian umum dan banyak dipakai adalah 1) Metode merakyat : senggama terputus. Dapat diterima oleh pasangan suami istri (Mochtar. Menurut pelayanannya 1) Cara medis dan non-medis 2) Cara klinis dan non-klinis c. Pembagian menurut jenis kelamin pemakai 1) Cara atau alat yang dipakai oleh suami (pria) 2) Cara atau alat yang dipakai oleh istri (wanita) b. Pembagian menurut efek kerjanya 1) Tidak mempengaruhi fertilitas 2) Menyebabkan infertilitas temporer (sementara) 3) Kontrasepsi permanen dengan infertilitas menetap d. b) Kontrasepsi intrauterina : IUD 4) Metode permanen operasi : tubektomi pada wanita dan vasektomi pada pria . metode kalender. Pembagian menurut cara kerja alat/cara kontrasepsi 1) Menurut keadaan biologis: senggama terputus. Lama kerjanya dapat diatur menurut keinginan d. suntik KB. Harganya murah supaya dapat dijangkau oleh masyarakat luas h. perpanjangan masa laktasi 2) Metode tradisional : pantang berkala. 3) Memakai obat kimiawi : spermisida 4) Kontrasepsi intrauterina : IUD 5) Hormonal : pil KB. diafragma. pembilasan pasca senggama. CARA-CARA KONTRASEPSI Cara-cara kontrasepsi dapat dibagi menjadi beberapa metode : a. dan alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK) 6) Operatif : tubektomi dan vasektomi f. suntikan KB.c. diafragma dan spermisida 3) Metode modren a) Kontrasepsi hormonal : pil KB. 1998). Tidak mengganggu hubungan persetubuhan e. Tidak memerlukan bantuan medik atau kontrol yang ketat selama pemakaiannya f. kondom. alat kontrasepsi bawah kulit. suhu badan dll 2) Memakai alat mekanis : kondom. Cara penggunaannya sederhana g. 11.

Menyusui secara penuh (Full Breast Feeding) . 12. Metode biologis atau alamiah Kontrasepsi yang memberikan ASI sebagai alat kontrasepsi.Efektifitas tinggi hanya sampai haid kembali atau sampai 6 bulan .Efektifitas tinggi (keberhasilan 98 % dalam 6 bulan pertama postpartum) . bila . Keuntungan non-kontrasepsi (untuk ibu) .Tidak perlu obat/alat .Tidak melindungi terhadap IMS termasuk hepatitis B/HBV dan HIV/AIDS Yang dapat menggunakan MAL atau ASI: .Terhindar dari paparan kontaminasi air. JENIS METODE KONTRASEPSI Beberapa jenis metode kotrasepsi adalah: a.Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial .Mendapatkan kekebalan pasif . susu lain atas alat minum yanng dipakai.Sumber asupan gizi terbaik dan sempurna untuk tumbuh kembang bayi yang optimal .Umur bayi kurang dari 6 bulan .Meningkatkan hubungan psikologis ibu dan bayi Keterbatasan: .Tidak perlu pengawasan medik .Tidak mengganggu senggama .Harus dilanjutkan denganmetode kontrasepsi lain Cara kerja: penundaan atau penekanan ovulasi Keuntungan kontrasepsi: .Belum haid .Mengurangi perdarahan postpartum .Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit postpartum . 1998).Tidak ada efek samping sistemik .(Mochtar.Mengurangi resiko anemia .Tanpa biaya Keuntungan non-kontrasepsi (untuk bayi) .Segera efektif .

perlu pelatihan sebagai persyaratan untuk menggunakan jenis KBA yang efektif secara benar . Metode KBA harus berdasarkan kesadaran penuh dari siklus reproduksi wanita Cara kerja: Metode lendir serviks atau metode ovulasi billing (MOB) adalah paling efektif.Tidak ada efek samping .Untuk konsepsi: senggama direncanakan pada masa subur. Yang seharusnya tidak menggunakan MAL: .Untuk kontrasepsi: senggama dihindari pada masa subur. Manfaat kontrasepsi .Tidak ada resiko kesehatan berhubungan dengan kontrasepsi .Tidak menyusui secara eksklusif .Dapat menghindari atau mencapai kehamilan .Menambah pengetahuan tentang sistem reproduksi . yaitu pada fase siklus mens dimana terjadi kemungkinan konsepsi .Sudah haid setalah bersalin .Murah atau tanpa biaya Manfaat non-kontrasepsi . Metode kerja: . Keterbatasan .keefektifan tergantung kemauan dan disiplin pasangan . Cara yang kurang efektif misalnya sistem kalender atau pantang berkala dan metode suhu berkala yang sudah tidak diajarkan lagi.sebagai kontraseptif sedang (9-12 kehamilan perwanita selama tahun pertama pemakaian . Metode KB alamiah (KBA) Ibu harus mengetahui kapan masa suburnya berlangsung dan efektif dipakai bila tertib dan tidak ada efek samping.Meningkatkan keterlibatan suami dalam KB . yaitu dekat pertengahan siklus (hari ke 10-15) atau tanda-tanda kesuburan.dibutuhkan pelatih KBA (bukan tenaga medis) mengeratkan hubungan melalui peningkatan komunikasi .Memungkinkan pasangan.Ibu yang menyusui secara eksklusif bayinya kurang dari 6 bulan dan belum haid setelah melahirkan.Bayi lebih dari 6 bulan b.

Efektifitas: kondom cukup efektif bila dipakai secara benar. Meskipun keefektifan metode ini 80%.Agak mengganggu hubungan seks karena mengurangi sentuhan langsung . .Pembungan kondom bekas menimbulkan limbah Manfaat . kondom juga mencegah penularan mikroorganisme dari pasangan.termometer basal diperlukan untuk metode tertentu .Efektif bila digunakan dengan benar .infeksi vagina membuat lendir serviks sulit dinilai . Ibu dapat menentukan masa subur dengan mengamati suhu tubuh dan lendir serviks Coitus interuptus Adalah mengeluarkan penis dari vagina sebelum ejakulasi. c. Metode mekanik  Kondom Merupakan selaput/selubung karet yang dapat terbuat dari lateks.Efektifitas tidak terlalu tinggi . Meskipun ejakulasi keluar dari vagina. Selama ilmiah didapatkan hanya sedikit angka kegagalan kondom yaitu 2-12 kehamilan per 100 perempuan pertahun Keterbatasan . cairan preejakulasi terkadang juga mengandung sperma sehingga pembuahan dapat terjadi.tidak terlindungi dari HBV atau IMS Metode simtomtermal Ibu harus mendapatkan intruksi untuk metode serviks dan suhu basal.Tidak mennganggu produksi ASI .Tidak mengganggu kesehatan . Cara kerja: kondom mengurangi terjadinya pertemuan sperma dan ovum dengan mengemas pada ujung selubung karetnya. plastik atau bahan alami yang dipasang pada penis selama senggama.Beberapa klien malu untuk membeli kondom .perlu pantang masa subur .Cara penggunaan mempengaruhi keberhasilan . Metode ini mengurangi kepuasan pasangan. Selain itu.perlu pencatatan tiap hari .Pada beberapa klien agak sulit mempertahankan ereksi..Harus selalu tersedia saat hubungan seks . tetapi metode ini membutuhkan kontrol yang baik dari pria.

dikemas dalam bentuk aerosol (busa). Jenis diafragma: flat.Dapat digunakan sebagai metode kontrasepsi sementara  Spermisida Adalah bahan kimia yang digunakan untuk menonaktifkan atau membunuh sperma. memperlambat gerakan sperma dan menurunkan kemampuan sperma untuk membuahi Manfaat .Tidak mengganggu produksi ASI dan melindungi dari PMS.Pengguna harus menunggu 10-15 menit untuk tablet vaginal.Murah dan dapat dibeli secara umum .Meningkatkan lubrikasi selama berhubungan seks .Ketergantungan pengguna dengan memakainya. tiap melakukan hubungan seks .Tidak mengganggu kesehatan klien . .Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaab kesehatan khusus . .Mudah digunakan . supositoria. coil spring. tablet vaginal. disolvable film dan krim Cara kerja: spermisida menyebabkan sel membran sperma terpecah..Gangguan rasa panas divagina (kemungkinan alergi)  Diafragma Adalah cup berbentuk bulat cembung dari latex yang diinsersikan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutup serviks.Efektifitas aplikasi hanya 1-2 jam Efek samping .Efektifitas sebagai kontrasepsi bergantung pada kepatuhan . supositoria.Tidak memiliki pengaruh sistemik .Efektifitas kurang . disolvable film . spring.Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus Keterbatasan .Efektif seketika .Iritasi vagina atau penis (kemungkinan adanya PMS) .Tidak mempengaruhi sistemik .Bisa sebagai pendukung metode lain .

Infeksi saluran uretra . . Tidak boleh dipakai wanita terpapar IMS. mengandung hormon steroid.  Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) Sangat efektif.Keberhasilan sebagai kontrasepsi bergantung pada kepatuhan .Motivasi diperlukan berkesinambungan . . Cup serviks tidak menyebabkan tekanan pada VU sehingga dipakai selama 48 jam dan tambahan ulang spermisida tidak diperlakukan. alat masih harus berada diposisi semula Efek samping .Pada 6 jam pasca berhubungan seksual. Cara pemasangan dan pelepasan lebih sulit karena ukuran lebih kecil.Cara kerja: menahan sperma agar tidak mencapai saluran reproduksi bagian atas (uterus.Tidak mengganggu produksi .Tidak mengganggu sistemik Keterbatasan .Pemeriksaan pelviks diperlukan untuk memastikan ketepatan pemasangan .Pada beberapa pengguna menyebabkan UTI (infeksi) .Timbul cairan vagina dan berbau jika dibiarkan lebih dari 24 jam  Cup serviks Bentuk dan cara penggunaan cup serviks sama dengan diafragma tapi memiliki ukuran lebih kecil. Dapat dipakai oleh semua perempuan usia produktif.Efektifitas sedang (bila digunakan dengan spermisida angka kegagalan 6-18 kehamilan per 100 wanita pertahun pertama) . tuba fallopi) dan sebagai alat tempat spermisida.Tidak mengganggu kesehatan . panjang dan banyak. Manfaat .Tidak mengganggu hubungan seksual karena telah terpasang 2 jam sebelumnya.Reaksi alergi diafrgama .Motivasi diperlukan untuk memastikan ketepatan pemasangan . reversible dan berjangka panjang. haid menjadi lebih lama. Jenis: inert (dari plastik) mengandung tembaga. Cup ini tidak harus dilepas selama 6 jam pasca coitu terakhir.Efektif bila digunakan dengan benar .Rasa nyeri pada tekanan terhadap kandung kemih atau rektum .

karena biasanya kesuburan masih tetap ada sampai sekitar 15-20 kali ejakulasi. Kontraindikasi penggunaan MOW : Alergi terhadap obat anastesi. MOP atau Vasektomi dilakukan oleh ahli bedah urolog dan memerlukan waktu sekitar 20 menit.  MOP (Metode Operatif pria) Metode operatif Pria adalah pemotongan vas deferens (saluran yang membawa sperma dari testis). maka dikatakan bahwa pria tersebut telah mandul. Kontra indikasi pemasangan IUD / AKDR . Setelah pemeriksaan laboratorium terhadap 2 kali ejakulasi menunjukkan tidak ada sperma. hipermenorea serta amenorea ).Perdarahan .  MOW (Metode Operatif Wanita) Metode Operatif Wanita adalah metode operasi melalui operasi rongga perut dengan pemotongan pada tubapalopi.Respon peradangan terhadap sperma yang merembes . infeksi pada saat melahirkan (intrapartum) dan nifas. Efektivitas : Sangat efektif ( gagal 0.Pembukaan spontan . Pendapat terbanyak.1 – 0.7 per 100 perempuan. Evektivitas : Sangat efektif ( kegagalan 0. berat badan berlebihan ( obesitas ).Cara kerja: belum diketahui secara pasti. Sehingga dengan demikian tidak akan terjadi pembuahan.Pria yang menjalani vasektomi sebaiknya tidak segera menghentikan pemakaian kontrasepsi.Pendarahan di saluran kencing  Implant Adalah alat kontrasepsi yang berbentuk kecil seperti karet elastis yang ditanam dibawah kulit dan pemakain alat ini dalam jangka waktu 3 – 5 tahun.Adanya sangkaan kehamilan . Komplikasi dari vasektomi adalah: .2 – 1 kehamilan per 100 perempuan ). AKDR menimbulkan reaksi radang pada endometrium dengan serbukan leukosit yang dapat menghancurkan sperma. Kontraindikasi penggunaan implant: Pada kebanyakan klien dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa bercak Pendarahan ( spotting.

 Suntik Kontrasepsi suntikan adalah hormon yang diberikan secara injeksi untuk mencegah terjadinya kehamilan. pusing-pusing dan kadang-kadang gejala tersebut hilang setelah beberapa bulan atau setelah suntikan dihentikan. dan belum bersedia untuk sterilisasi. Depo Geston dan Noristerat. masa mensturasi akan lebih lama. Cara kerja Depo provera disuntikkan setiap 3 bulan sedangkan Noristerat setiap 2 bulan. hati.75 % Dalam praktek: 95-97 % 14 Keuntungan Mengurangi kunjungan Merupakan metode yang telah dikenal oleh masyarakat Dapat dipakai dalam waktu yang lama Kontraindikasi . berat badan bertambah.Perdarahan pervaginam yang tidak diketahui sebabnya . Adapun jenis suntikan hormon ini ada yang terdiri atas satu hormon. darah tinggi. varices Efek Samping Efek samping dari dari suntikan Cyclofem yang sering ditemukan adalah mual. Sedangkan efek samping dari suntikan Depo Provera. terjadi bercak perdarahan bahkan mungkin menjadi anemia pada beberapa klien. Depo Progestin. . kencing manis. KB suntik sesuai untuk wanita pada semua usia reproduksi yang menginginkan kontrasepsi yang efektif.Hamil atau disangka hamil . Depo Geston dan Noristeat yang sering dijumpai adalah mensturasi tidak teratur. dan ada pula yang terdiri atas dua hormon sebagai contoh jenis suntikan yang terdiri satu hormon adalah Depo Provera. Wanita yang mendapat suntikan KB tidak mengalami ovulasi.Penyakit jantung. . Sedangkan yang terdiri dari atas dua hormone adalah Cyclofem dan Mesygna.Tumor/keganasan . Depo Progestin. sakit kepala. reversibel.Penyakit paru berat. Efektivitas Dalam teori: 99.

kencang pada payudara dapat terjadi c. Efektivitas tergantung motivasi akseptor untuk meminum secara rutin tiap hari b. Mudah didapatkan. Efek samping sedikit e. mudah digunakan. Cara kerja pil KB adalah dengan cara menggantikan produksi normal Estrogen dan Progesteron dan menekan hormon yang dihasilkan ovarium dan releasing factor yang dihasilkan otak sehingga ovulasi dapat dicegah.7 . Keuntungan dan kerugian pemakaian pil KB antara lain : Keuntungan pil KB : a. Kemungkinan untuk gagal sangat besar karena lupa e. Dapat menurunkan resiko penyakit-penyalit lain seperti kanker ovarium. Efektivitas metode ini secara teoritis mencapai 99% atau 0. pusing.1 – 5 kehamilan per 100 wanita pada pemakaian di tahun pertama bila digunakan dengan tepat. dan tidak mengganggu senggama c. a. Monofasik: pil 21 tablet mengandung hormone aktif estrogen dan progesterone dalam jumlah dosis yang sama dengan 7 tablet tanpa hormon aktif . tidak selalu perlu resep dokter karena pil KB dapat diberikan oleh petugas non medis yang terlatih f.7%. Relatif murah Kerugian pil KB : a. Reversibilitas tinggi d. Kontrasepsi Pil Pil KB biasanya megandung Estrogen dan Progesteron. Nyaman. Tidak dapat melindungi dari resiko tertularnya Penyakit Menular Seksual Cara kerja: Menekan ovulasi Mencegah implantasi Mngentalkan lender serviks Jenis Pil KB  Pil kombinasi Pil kombinasi berisi estrogen maupun progesterone. Rasa mual. dan lain-lain g. kehamilan ektokpik. Tetapi dalam praktek ternyata angka kegagalan pil masih cukup tinggi yaitu mencapai 0. Efektivitasnya tinggi bila diminum secara rutin b. Efektivitas dapat berkurang bila diminum bersama obat tertentu d.

b. Berisi levonorgestron 0. tidak menggangu kesuburan Cara penggunaan: . Keuntungan: Sangat efektif jika digunakan dengan benar Tidak mengurangi produksi ASI Aman dan mudah digunakan Kerugian: Relative mahal. keefektifan berkurang jika tidak menyusui dengan benar Siklus haid terganggu Harus diminum rutin tiap hari  Pil pasca senggama Jenis pil KB yang digunakan pasca melakukan hubungan suami istri dan tidak dapat ditunda. Bifasik: pil yang tersedia dalam 21 tablet. mengandung hormon aktif estrogen dan progesterone dalam jumlah dosis yang berbeda dengan 7 tablet tanpa hormon aktif  Pil mini Pil KB yang digunakan untuk ibu menyusui dengan dosis progestin lebih rendah dibandingkan dengan pil kombinasi dan tidak mengandung estrogen. Trifasik : pil yang tersedia dalam 21 tablet.75 mg Keuntungan: Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan Cara kerja fisiologis.Dosis obat harus diminum ulang jika klien muntah dalam 12 jam setelah pil 1 . mengandung hormon aktif estrogen dan progesterone dalam jumlah dosis yang berbeda dengan 7 tablet tanpa hormon aktif c.Pil I diminum segera setelah senggama dan pil II diminum 12 jam setelah pil 1 .

DEPARTEMEN MATERNITAS LAPORAN PENDAHULUAN. ASKEP DAN RESUME KELUARGA BERENCANA DI PUSKESMAS SINGOSARI Disusun Oleh: USWATUN CAHASANAH 0810720070 JURUSAN ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012 .

FSH Ovulasi terhambat Pengentalan lendir serviks Menghambat penetrasi sperma Sperma ovum tidak bertemu ESTROGEN Faktor pembekuan darah meningkat Trombosis Sirkulasi perifer terhambat Metabolisme anaerob Penumpukan asam laktat .PATHWAY KONTRASEPSI Kontrasepsi suntik Suntik PROGESTERON Sirkulasi Retensi cairan Peningkatan TD Menghambat siklus oksigenasi Nyeri kepala NYERI Menghambat produksi PG Peningkatan proteksi thdp mukosa lambung Iritasi mukosa lambung Asam lambung meningkat Merangsang muntah DEFISIT VOLUME CAIRAN PERUBAHAN BODY IMAGE Perubahan maturasi endometrium Atropi Dinding rahim sulit lepas Amenorhea ANSIETAS Lendir berlebih keputihan GIT Merangsang pusat reseptor makanan Nafsu makan meningkat BB meningkat Reproduksi Stimulasi hipotalamus Menekan LH.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful