Dyspepsia

Definisi • • • Dyspepsia refers to pain or discomfort centered in upper abdomen (konsensus Roma II tahun 2000) Terganggunya daya atau fungsi pencernaan, biasanya dipakai untuk rasa tidak nyaman pada epigastrium setelah makan (Dorland) Istilah dyspepsia mulai gencar dikemukakan akhir tahun 80-an, yang menggambarkan kumpulan gejala : nyeri atau rasa tidak nyaman di epigastrium, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa perut penuh, sendawa, regurgitasi, dan rasa panas menjalar di dada. Epidemiologi • • • Keluhan yang sering dikeluhkan, sekitar 30% kasus pada praktek umum dan 60% pada praktek gastroenterologist. Dari data pustaka negara barat didapatkan prevalensi 7-41% tapi hanya sekitar 1020% akan meminta pertolongan medis. Belum ada data epidemiologi di Indonesia.

Etiologi 1. Esofago-gastri-duodenal : tukak peptic, gastritis kronis,gastritis NSAID,keganasan 2. Obat-obatan : anti-inflamasi non steroid, teofilin, digitalis, antibiotik 3. Hepato-bilier : hepatitis,kolesistitis, kolelitiasis, keganasan,disfungsi sfingter Odii 4. Pancreas : pancreatitis, keganasan 5. Penyakit sistemik lain : Diabetes mellitus, penyakit tiroid, gagal ginjal, kehamilan,penyakit jantung koroner 6. Gangguan fungsional : dyspepsia fungsional, irritable bowel syndrome

Klasifikasi Secara garis besar dibagi menjadi dua,yaitu : 1) Penyakit Organik (tukak peptic, gastritis, kolelitiasis dll) Adanya “alarm symptoms” berupa :  penurunan berat badan  anemia  melena  muntah yang prominen 2) Gangguan Fungsional  Dimana sarana penunjang diagnostic (radiologi,endoskopi,dan laboratorium) tidak menemukan kelainan structural atau biokimiawi. Menurut consensus Roma III 2006 didefinisikan sebagai : 1. Adanya satu atau lebih keluhan rasa penuh setelah makan,cepat kenyang,nyeri ulu hati,rasa terbakar di epigastrium 2. Tidak ada bukti kelainan struktural yang mendasari keluhan tersebut 3. Keluhan terjadi selama 3 bulan dalam waktu 6 bulan terakhir sebelum diagnosis ditegakkan.  Gangguan fungsional dibagi menjadi 3, yaitu : 1. Dispepsia tipe seperti ulkus : dominan nyeri epigastrik 2. Dispepsia tipe seperti dismotilitas : kembung, mual, muntah, rasa penuh, dan cepat kenyang. 3. Dispepsia non-spesifik : tidak ada keluhan yang dominan.

Patofisiologi 1. Sekresi asam lambung : pada pasien sekresi HCl biasanya normal, kemungkinan ada peningkatan sensitivitas mukosa lambung sehingga timbul rasa tidak enak di perut.

2. Infeksi Helicobacter pylori 3. Dismotilitas gastrointestinal : • Hipomotilitas antrum, terjadi perlambatan pengosongan lambung yang menyebabkan keluhan mual,muntah,rasa penuh di ulu hati. • Gangguan akomodasi lambung waktu makan, menimbulakn keluhan rasa cepat kenyang • Hipersensitivitas visceral, menyebabkan keluhan nyeri,sendawa,penurunan berat badan. 4. Ambang rangsang persepsi : pada dinding usus terdapat reseptor kimiawi,mekanik, dan nociceptor. Pada pasien dyspepsia terdapat hipersensitivitas visceral. 5. Disfungsi autonom • • Disfungsi persarafan vagal Neuropati vagal, terjadi kegagalan relaksasi bagian proksimal lambung saat makan yang menyebabkan adanya gangguan akomodasi lambung. 6. Aktivitas mioelektrik lambung : pada elektrogastrografi didapatkan tachygastria, bradygastria, pada 40% kasus tetapi inkonsisten. 7. Hormone : pathogenesis belum jelas, namun didapatkan penurunan hormone motilin yang menyebabkan gangguan motilitas antroduodenal. 8. Diet dan lingkungan 9. Psikologis

Gambaran kilnis 1. Nyeri ulu hati yang dominan, disertai nyeri pada malam hari (ulcer like dyspepsia) 2. Kembung, mual,cepat kenyang yang paling sering dikemukakan (dismotility lie dyspepsia)

3. Bila tidak ada keluhan yang bersifat dominan (non-spesific dyspepsia)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful