You are on page 1of 28

TUGAS MAKALAH SEJARAH FISIKA

Oleh DILLA OKTANTIA (16032 / 2010)

Dosen Pembina Mata Kuliah : Harman Amir, S. Si, M.Si

JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013

TOKOH FISIKA DAN PENEMUANNYA ERWIN SCHRDINGER

18871961

RIWAYAT HIDUP Lahir pada 12 Agustus 1887, di Wina, satu-satunya anak Rudolf Schrdinger, yang menikah dengan seorang putri dari Alexander Bauer, Profesor nya Kimia di College Teknis Wina. Ayah Erwin berasal dari keluarga Bavaria yang generasi sebelumnya telah menetap di Wina. Dia adalah seorang pria yang sangat berbakat dengan pendidikan yang luas. Setelah menyelesaikan studi kimia, ia mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun untuk lukisan Italia. Setelah itu dia mengambil botani, yang menghasilkan serangkaian makalah pada filogeni tanaman. Dari 1906-1910 dia adalah seorang mahasiswa di Universitas Wina, selama waktu itu dia berada di bawah pengaruh kuat dari Fritz Hasenhrl, yang penerus Boltzmann. Saat itu di tahun-tahun yang Schrdinger memperoleh penguasaan masalah nilai eigen dalam fisika media terus menerus, sehingga meletakkan dasar untuk pekerjaan di masa depan yang besar.

Pada tahun 1920, dia mengambil posisi akademis sebagai asisten Max Wien , diikuti oleh posisi di Stuttgart (dosen luar biasa), Breslau (profesor biasa), dan di University of Zurich (menggantikan von Laue ) di mana ia menetap selama enam tahun. Dalam tahun kemudian Schrdinger melihat kembali ke periode Zurich dengan senang hati - di sini adalah bahwa ia menikmati begitu banyak kontak dan persahabatan dari banyak rekan-rekannya, di antaranya Hermann Weyl dan Peter Debye Itu juga periode yang paling bermanfaat, yang aktif terlibat dalam berbagai mata pelajaran fisika teoritis Kertas Nya pada waktu itu ditangani dengan spesifik memanaskan padatan, dengan masalah termodinamika (dia sangat tertarik pada teori probabilitas Boltzmann) dan spektrum atom, di samping itu, ia memanjakan dalam studi fisiologis warna (sebagai hasil dari kontak dengan Kohlrausch dan Exner, dan ceramah Helmholtz). Penemuan besar, persamaan gelombang Schrdinger, dibuat pada akhir zaman iniselama paruh pertama 1926. Pada tahun 1927 Schrdinger pindah ke Berlin sebagai pengganti Planck. Pada tahun 1934 ia diundang untuk kuliah di Princeton University dan ditawari posisi permanen di sana, tapi tidak menerima. Pada tahun 1936 ia ditawari posisi di University of Graz, yang ia diterima hanya setelah banyak pertimbangan dan karena kerinduannya untuk negara asalnya melebihi hatihati nya Dengan aneksasi Austria pada tahun 1938, ia langsung dalam kesulitan karena meninggalkan nya Jerman pada tahun 1933 diambil sebagai tindakan tidak bersahabat. Segera setelah itu ia berhasil melarikan diri ke Italia, dari mana ia melanjutkan ke Oxford dan kemudian ke University of Ghent. Setelah tinggal singkat ia pindah ke Institut baru dibuat for Advanced Studi di Dublin, di mana ia menjadi Direktur Sekolah untuk Fisika Teoretis. Dia tetap di Dublin sampai ia pensiun pada tahun 1955. Setelah pensiun ia kembali ke posisi terhormat di Wina. Dia meninggal pada 4 Januari 1961, setelah lama sakit, selamat oleh pendamping yang setia, Annemarie Bertel, yang dinikahinya pada 1920. PENEMUAN Persamaan Schrodinger diajukan pada tahun 1925. Persamaan ini pada awalnya merupakan jawaban dari dualitas partikel-gelombang yang lahir dari gagasan de Broglie yang menggunakan persamaan kuantisasi cahaya Planck dan prinsip fotolistrik Einstein untuk melakukan kuantisasi pada orbit elektron.

Persamaan Schrodinger merupakan persamaan pokok dalam mekanika kuantum seperti halnya hukum gerak kedua yang merupakan persamaan pokok dalam mekanika Newton dan seperti persamaan fisika umumnya persamaan Schrodinger berbentuk persamaan diferensial. Bentuk umum persamaan Schrodinger adalah sebagai berikut,

bentuk khusus persamaan Schrodinger yaitu persamaan Schrodinger bebas waktu adalah

Bentuk ini lebih sering digunakan karena energi dan medan potensial sistem fisika umumnya hanya bergantung pada posisi. Walaupun rumusan matematis persamaan Schrodinger lebih sederhana dibandingkan Mekanika Matriks dan Aljabar Kuantum, pemecahan persamaan ini tetap membutuhkan pengetahuan matematika lanjut. Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan energi kinetik dan potensial sistem dan mensubstitusikannya ke dalam persamaan di atas. Langkah kedua adalah merubah persamaan di atas kedalam sistem koordinat yang sesuai dengan sistem yang ditinjau. Untuk sistem atom hidrogen sistem koordinat yang sesuai adalah sistem koordinat bola. Langkah kedua adalah melakukan pemisahan variabel. Langkah ketiga adalah memecahkan ketiga persamaan tersebut secara simultan. Hasil yang diperoleh merupakan bilangan-bilangan kuantum yang memerikan struktur sistem berdasarkan tingka-tingkat energi yang menyusun sistem tersebut. Struktur sistem ini selanjutnya dipergunakan untuk meramalkan perilaku sistem dan interaksinya dengan sistem lain. Penerapan persamaan Schrodinger pada sistem fisika memungkinkan kita mempelajari sistem tersebut dengan ketelitian yang tinggi.

ILMUAN FISIKA YANG MEMPEROLEH NOBEL TAHUN 2000-2011 1. Adam G. Riess Adam G. Riess adalah seorang fisikawan warga negara Amerika Serikat yang mendapat Penghargaan Nobel Fisika tahun 2011 bersama Brian P. Schmidt dan Saul Perlmutter untuk penemuan ekspansi percepatan dari alam semesta melalui pengamatan supernova yang berjarak jauh. Riess adalah seorang ahli astrofisik di Johns Hopkins University, Amerika Serikat. Dia merupakan lulusan dari Massachusetts Institute of Technology pada tahun 1992 dan memperoleh gelar PhD dari Harvard University pada tahun 1996. 2. Albert Fert Albert Fert (lahir di Carcassonne, Aude, Perancis, 7 Maret 1938; umur 75 tahun) adalah fisikawan Perancis dan penemu efek GMR (Giant Magnetoresistance) yang membawa terobosan dalam gigabita cakram keras. Ia merupakan pengajar di Universit Paris-Sud di Orsay dan direktur sains pada laboratorium bersama (Unit mixte de physique) antara Centre national de la recherche scientifique (Pusat Penelitian Nasional) dan Thales Group. Bersama Peter Grnberg, ia berhasil memperoleh Penghargaan Nobel dalam Fisika 2007. 3. Brian P. Schmidt Brian P. Schmidt (lahir di Missoula, Montana, Amerika Serikat, 24 Februari 1967; umur 46 tahun) adalah seorang fisikawan warga negara Australia-Amerika Serikat yang mendapat Penghargaan Nobel Fisika tahun 2011 bersama Saul Perlmutter dan Adam G. Riess untuk penemuan ekspansi percepatan dari alam semesta melalui pengamatan supernova yang berjarak jauh. Schmidt adalah seorang peneliti astrofisik di Australian National University, Australia. Dia merupakan lulusan dari University of Arizona pada tahun 1989 dan memperoleh gelar PhD dari Harvard University pada tahun 1993. 4. Alexei Alexeyevich Abrikosov Alexei Alexeyevich Abrikosov (bahasa Rusia: ; lahir di Moskwa, Uni Soviet (kini Rusia), 25 Juni 1928; umur 84 tahun) adalah ahli fisika Rusia. Ia lulus dari Universitas Negeri Moskwa M. V. Lomonosov pada 1948. Antara 19481965, ia bekerja di Institut Masalah Fisika Akademi Ilmiah

Uni Soviet dan menerima Ph.D. (pada 1951) untuk teori penyebaran cahaya dalam plasma dan gelar berikutnya, Doctor of Physical and Mathematical Sciences (pada 1955), untuk tesis mengenai elektrodinamika kuantum pada energi tinggi. Antara 19651988, ia bekerja Institut Fisika Teoretis Landau (Akademi Ilmiah USSR). Ia telah menjadi profesor di Universitas Negeri Moskow sejak 1965, Akademikus Akademi Ilmiah Uni Soviet antara 19871991, dan sejak 1991 ia menjadi akademisi Akademi Ilmiah Rusia. Pada 1952, Abrikosov menemukan cara di mana fluks magnetik dapat menembus superkonduktor. Fenomena ini dikenal sebagai superkonduktivitas tipe II, dan susunan fluks magnetik yang menyertai disebut kisi-kisi pusaran Abrikosov. Sejak 1991, ia bekerja dalam Divisi Sains Material di Argonne National Laboratory di Illinois, Amerika Serikat atas dasar kontrak. Ia adalah warga negara Rusia dan Amerika Serikat. Alexei Abrikosov dianugerahi Hadiah Lenin (pada 1966), Hadiah Negara Uni Soviet (pada 1982), Hadiah Peringatan Fritz London (pada 1972). Ia adalah penerima Hadiah Nobel Fisika 2003, bersama dengan Vitaly Lazarevich Ginzburg dan Anthony Leggett. 5. Carl Edwin Wieman Carl Edwin Wieman (lahir di Corvallis, Oregon, Amerika Serikat, 26 Maret 1951; umur 62 tahun) adalah seorang fisikawan Amerika Serikat di Universitas Colorado di Boulder. Pada tahun 1995bersama dengan Eric Allin Cornellia menciptakan Kondensat Bose-Einstein. Wieman mendapatkan Sarjana Ilmiah pada 1973 dari Institut Teknologi Massachusetts dan Doktor Filosofi dari Universitas Stanford pada 1977; dia juga diberikan Doktor Ilmiah (Honorary) dari Universitas Chicago pada 1997. Pada 2001 dia memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisika, bersama dengan Eric Cornellf dan Wolfgang Ketterle. Pada 2004, dia merupakan Profesor Tahunan Amerika Serikat di antara seluruh universitas doktoral dan riset. 6. Charles K. Kao

Charles Kuen Kao ( Ko Ken?, lahir di Shanghai, 4 November 1933; umur 79 tahun) adalah seorang insinyur teknik listrik warga negara Amerika Serikat dan Inggris, dan juga merupakan seorang pioner dalam bidang serat optik (optical

fiber) yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi. Ia memperoleh Penghargaan Nobel Fisika tahun 2009 bersama Willard Boyle dan George E. Smith untuk penemuan mereka di bidang serat optik dan (sensor citra CCD bagi Willard Boyle dan George E. Smith).

7. David Jonathan Gross David Jonathan Gross (lahir di Washington, D.C., 19 Februari 1941; umur 72 tahun) adalah seorang fisikawan Amerika Serikat dan teoritis string. Bersama dengan Frank Wilczek dan David Politzer, dia dianugrahkan penghargaan Penghargaan Nobel dalam Fisika 2004 untuk penemuan kebebasan asimtotik. Pada 1973 Gross bekerja dengan mahasiswa pasca-sarjananya yang pertama, Frank Wilczek, di Universitas Princeton, menemukan kebebasan asimtotik, yang memegang bahwa quark yang berdekatan satu sama lain, semakin kurang interaksi kuatnya (atau muatan warna) antara mereka; ketika quark dalam "proximity" yang ekstrem, gaya nuklir antara mereka begitu rendah sehingga memiliki kelakuan hampir seperti partikel bebas. Kebebasan asimtotik, secara terpisah ditemukan oleh David Politzer, sangat penting untuk pengembangan chromodinamika kuantum. Gross, dengan Jeff Harvey, Emil Martinec, dan Ryan Rohm juga menemukan heterotic string.

8. David J. Wineland David J. Wineland (lahir 1944) adalah seorang ahli Fisika dari National Institute of Standards and Technology warga negara Amerika Serikat yang mendapat Penghargaan Nobel Fisika tahun 2012 bersama Serge Haroche untuk hasil karya mereka dalam mengukur dan memanipulasi sistem kuantum individual.

9. Eric Allin Cornell Eric Allin Cornell (lahir 19 Desember 1961) adalah seorang fisikawan yang bersama Carl E. Wieman, sanggup mensintesis kondensat Bose-Einstein yang pertama pada tahun 1995. Untuk usaha mereka, Cornell, Wieman, dan Wolfgang Ketterle menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 2001. 10. Frank Wilczek

Lahir di Mineola, New York, ia menerima gelar Bachelor of Science dalam matematika dari Universitas Chicago pada tahun 1970, gelar Master of Arts dalam matematika di Princeton University, 1972, dan Ph.D. dalam fisika di Universitas Princeton pada tahun 1974. Frank Wilczek adalah profesor fisika di MIT. Ia bekerja di Institute for Advanced Study di Princeton dan Santa Barbara Research Institute Ia menikahi Betsy Devine pada tanggal 3 Juli 1973; mereka punya 2 anak, (Amity dan Mira). Ia mendapat penghargaan Lorentz Medal (2002) Penghargaan Nobel dalam Fisika (2004) 11. George Fitzgerald Smoot III George Fitzgerald Smoot III (lahir 20 Februari 1945) adalah fisikawan astrofisik (ahli astrofisika) dari Amerika Serikat dan ahli kosmologi yang mendapatkan hadiah Nobel di bidang Fisika pada tahun 2006 bersama dengan John C. Mather untuk penemuan mereka mengenai bentuk benda hitam (black body form) dan sifat anisotrop dari radiasi latar gelombang mikro kosmik (cosmic microwave background radiation). Hasil penemuan ini mendukung kuat mengenai teori ledakan daszat (big-bang) dari alam semesta, dan dilakukan dengan menggunakan satelit COBE (Cosmic Background Explorer). Menurut komite hadiah Nobel, projek-COBE ini juga dianggap sebagai titik awal bagi ilmu kosmologi sebagai ilmu presisi (precision science). George Fitzgerald Smoot III adalah seorang profesor fisika di Universitas Kalifornia, Berkeley yang mendapat hadiah Medali Albert Einstein

12. Hugh David Politzer Hugh David Politzer (lahir 31 Agustus 1949) ialah fisikawan teoretis Amerika Serikat. Ia menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika 2004 bersama dengan David J. Gross dan Franck Wilczek untuk penemuan mereka dalam kebebasan asimtot dalam kromodinamik kuantum. Lahir di New York City. Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pengetahuan Bronx. Pada 1973, ia memecahkan masalah alam dari apa yang dikenal sebagai Gaya Kuat, yang mengikat atom bersama, kalkulasi untuk yang ia dihadiahi Hadiah Nobel Fisika pada 5 Oktober 2004, bersama dengan David Gross dan Franck Wilczek. Kini ia merupakan guru besar fisika di Institut Teknologi Kalifornia. Ia pernah juga main film. Pada 1989, ia memerankan tokoh fisikawan Proyek Manhattan Robert Serber dalam film Fat Man and Little Boy.

13. Herbert Kroemer Herbert Kroemer (lahir di Weimar, Jerman, 25 Agustus 1928; umur 84 tahun sebagai Herbert Krmer) adalah Profesor Teknik Elektro dan Komputer di Universitas California, Santa Barbara, menerima Ph.D. dalam fisika teoretis tahun 1952 dari Universitas Gottingen, Jerman, dengan disertasi pada efek elektron panas pada transistor yang saat itu masih baru, mengatur langkah untuk karier dalam penelitian fisika peralatan semikonduktor. Ia bekerja di sejumlah laboratorium penelitian di Jerman dan Amerika Serikat dan mengajar teknik elektro di Universitas Colorado dari tahun 1968 hingga 1976. Ia bergabung dengan staf pengajar UCSB pada tahun 1976, memfokuskan program riset semikonduktornya pada teknologi semikonduktor campuran yang saat itu muncul daripada teknologi silikon yang utama. Kroemer, anggota National Academy of Engineering, selalu memilih bekerja pada masalah yang mendahuluo teknologi yang utama. Pada tahun 1950-an, ia menemukan transistor arus dan menjadi orang pertama yang menyatakan bahwa keuntungan dapat peroleh di sejumlah peralatan semikonduktor dengan memasukkan heterojunction ke dalam peralatan itu. Paling terkemuka, pada tahun 1963 ia mengajukan konsep laser heterostruktur ganda, konsep pusat dalam bidang laser semikonduktor. Kroemer menjadi perintis awal dalam epitaksi sinar molekul, berkonsentrasi pada penerapan teknologi itu pada bahan baru yang belum dicoba. Pada tahun 2000, ia dan Zhores I. Alferov dianugerahi seperempat Hadiah Nobel Fisika "untuk pengembangan heterostruktur semikonduktor yang digunakan dalam elektronik kecepatan tinggi dan optoelektronik". Hadiah itu juga diterima oleh Jack S. Kilby untuk prestasi yang berbeda 14. Jack St. Clair Kilby Jack St. Clair Kilby (Jefferson City, 8 November 192320 Juni 2005) adalah seorang insinyur listrik Amerika Serikat. Pada 10 Desember 2000 Jack Kilby dianugerahkan Hadiah Nobel Fisika di Stockholm, Swedia sebagai tokoh pertama yang menemukan sirkuit gabungan. Separuh lain hadiah itu diterima oleh Zhores Alferov dan Herbert Krmer. 15. John C. Mather

John C. Mather (lahir 1945), adalah astrofisikawan senior di Goddard Space Flight Center milik NASA di Maryland, Amerika Serikat. Ia memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 2006, bersama George F. Smoot untuk "penemuan mereka atas bentuk badan hitam (black body) dan anisotropi radiasi latar gelombang mikro kosmik (CMB, cosmic microwave background radiation)", atau karya yang membantu pengukuhan teori big bang alam semesta dengan menggunakan satelit COBE (Cosmic Background Explorer)

16. John L. Hall

Hall memegang tiga gelar dari Institut Teknologi Carnegie, sebuah gelar Sarjana Sains (1956), dan gelar master dalam bidang sains (1958), serta sebuah Ph.D. (1961). Ia menyelesaikan pendidikan pascadoktor di Biro Standar Nasional (National Bureau of Standards) dan kemudian bekerja di sana pada tahun 1962-1971. Ia telah memberikan ceramah di Colorado sejak tahun 1967. Ia berbagi setengah Penghargaan Nobel dalam Fisika tahun 2005 dengan Theodor Haensch untuk "untuk sumbangan mereka kepada perkembangan spektroskopi tepat (precision spectroscopy)

berbasiskan laser, termasuk teknik penyisiran frekuensi optik", di mana setengahnya lagi diperoleh Roy J. Glauber.

17. Konstantin Novoselov

Konstantin Novoselov (lahir di Nizhny Tagil, Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia, Uni Soviet, 23 Agustus 1974; umur 38 tahun) adalah seorang fisikawan warga negara Inggris dan Rusia yang mendapat Penghargaan Nobel Fisika tahun 2010 bersama Andre K. Geim untuk penemuan mereka di bidang material grafena (graphene) 2 dimensi

18. Koshiba Masatoshi Koshiba, Masatoshi ( atau Koshiba Masatoshi, lahir 19 September 1926 di Toyohashi, Prefektur Aichi) adalah fisikawan Jepang yang memenangkan

Penghargaan Nobel dalam Fisika pada 2002 bersama dengan Raymond Davis, Jr dan Riccardo Giacconi.

19. Makoto Kobayashi Makoto Kobayashi ( Kobayashi Makoto?, lahir di Nagoya, Jepang, 7 April 1944; umur 69 tahun) adalah fisikawan Jepang yang dikenal dengan karyanya CP-violation. Artikelnya yang berjudul "CP Violation in the Renormalizable Theory of Weak Interaction" (1973) yang ditulis bersama Toshihide Maskawa menjadi artikel terbaik ketiga, sebagai paper fisika sepanjang 2007. CKM Matrix, yang mendefinisikan paramater pencampuran antara quark merupakan hasil kerjanya. Ia, bersama Toshihide Maskawa menerima hadiah Nobel 2008 bidang fisika, "bagi penemuannya yang memprediksi asal kerusakan simetris setidaknya tiga keluarga dari quark dialam

20. Peter Grnberg

Peter Grnberg (lahir 18 Mei 1939) adalah fisikawan Jerman dan salah seorang penemu efek GMR (Giant Magnetoresistance) yang membawa terobosan dalam gigabita cakram keras. Untuk penemuannya ini, ia dan Albert Fert dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika 2007

21. Raymond "Ray" Davis, Jr Raymond "Ray" Davis, Jr. (lahir di Washington DC, 14 Oktober 1914 meninggal di Blue Point, New York, 31 Mei 2006 pada umur 91 tahun) adalah seorang fisikawan Amerika Serikat. Raymond Davis, Jr. menerima gelar B.S. pada tahun 1937 dan M.S. pada tahun 1940 dari Universitas Maryland, dan gelar Ph.D. dalam kimia fisika dari Universitas Yale pada tahun 1942. Setelah bertugas antara tahun 1942-1946 di US Army Air Force dan 2 tahun dengan Monsanto Chemical Company, ia masuk ke Laboratorium Nasional Brookhaven pada tahun 1948 untuk bergabung dengan staf-staf di Bagian Kimia. Ia diangkat sebagai kimiawan senior pada tahun 1964. Berhenti dari laboratorium itu pada tahun 1984, Davis bergabung

dengan Universitas Pennsylvania pada tahun 1985, namun tetap memelihara kedudukan di Brookhaven sebagai kolaborator penelitian di Bagian Kimia. Anggota National Academy of Sciences dan American Academy of Arts and Sciences, Davis memenangkan sejumlah penghargaan ilmiah, termasuk Penghargaan Cyrus B. Comstock dari National Academy of Sciences pada tahun 1978; Penghargaan Tom W. Bonner dari American Physical Society pada tahun 1988; Penghargaan W.K.H. Panofsky, juga dari APS pada tahun 1992; Penghargaan Bruno Pontecorvo dari Lembaga Bersama Penelitian Nuklir di Dubna, Rusia pada tahun 1999; Penghargaan Wolf dalam Fisika, yang diterimanya bersama Masatoshi Koshiba dari Universitas Tokyo, Jepang pada tahun 2000; National Medal of Science pada tahun 2002; dan Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 2002 (diterima bersama Koshiba Masatoshi dari Jepang dan Riccardo Giacconi dari Amerika Serikat). Antara tahun 1971-1973, ia adalah anggota National Aeronautics & Space Administration's Lunar Sample Review Board, dan terlibat dalam analisis sampah bulan dan juga cadas di sana yang dikumpulkan oleh awak Apollo 11 pada penerbangan NASA ke Bulan

22. Riccardo Giacconi

Riccardo Giacconi (lahir di Genoa, Italia, 6 Oktober 1931; umur 81 tahun) adalah seorang ilmuwan Amerika Serikat kelahiran Italia. Lahir di Genova, Riccardo Giacconi menerima gelar Ph.D. dalam fisika sinar kosmos dari Universitas Milano dan kemudian menghabiskan masa pascadoktoral yang singkat dari Universitas Indiana dan Princeton. Pada tahun 1959 ia bergabung dengan American Science and Engineering, sebuah perusahaan penelitian dari Massachusetts, di mana ia bekerja dalam astronomi sinar X. Timnya mengembangkan teleskop sinar X dan meluncurkannya ke roket. Pada tahun 1962 mereka menemukan Sco X-1, sumber sinar X pertama yang diketahui ada di luar sistem tata surya. Lalu mereka membangun observatorium sinar X pengorbitan UHURU dan membuat survei pertama pada udara sinar X. Mereka menemukan "bintang" sinar X 339, yang sebagian besar dihentikan karena bahan yang jatuh ke lubang hitam dan bintang neutron. Di antaranya adalah Cygnus X-1, obyek pertama yang umumnya disetujui sebagai lubang hitam. Mereka juga menemukan emisi sinar X dengan menggunakan gas panas di lingkaran galaksi.

Giacconi meneruskan bekerja pada radiasi sinar X selama bebrapa tahun menggunakan sejumlah observatorium satelit. Bergabung dengan Harvard-

Smithsonian Center for Astrophysics pada tahun 1973, Giacconi memimpin pembuatan dan operasi yang berhasil atas observatorium sinar X yang kuat, HEAO-2, juga dikenal sebagai Einstein, yang membuat gambar yang lebih rinci atas sumber sinar X. Giacconi adalah direktur pertama di Space Telescope Science Institute antara tahun 1981-1993, dan memimpin European Southern Observatory selama 6 tahun berikutnya. Di ESO ia meninjau perkembangan dan pembangunan Very Large Telescope. Antara tahun 1999-2004 ia menjabat sebagai presiden Associated Universities, Inc., operator National Radio Astronomy Observatory. Dalam kedudukan ini ia terlibat dalam perkembangan Atacama Large Millimeter Array (ALMA), array panjang gelombang milimeter dan submilimeter yang besar yang dibangun di ketinggian di Chili oleh sekelompok lembaga dari Eropa, Amerika, dan Jepang. Secara serentak Giacconi telah memegang kedudukan sebagai profesor fisika dan astronomi (1982-1997) dan profesor peneliti (sejak tahun 1998) di Universitas Johns Hopkins.

23. Roy J. Glauber

Roy J. Glauber (lahir pada tahun 1925) adalah Profesor Fisika Mallinckrodt di Universitas Harvard. Ia dianugerahi setengah dari Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 2005 "untuk sumbangannya kepada teori kuantum untuk kejelasan optik", di mana setengahnya lagi dibagi antara John L. Hall dan Theodor Hnsch. Penelitian Glauber dimulai sejak tahun 1960-an. Saat itu ia mengembangkan teori yang dapat menjelaskan sifat-sifat luar biasa sinar laser, khususnya dalam bidang fisika kuantum modern yang dikendalikan oleh kemungkinan. Menggunakan sifat-sifat ini, Glauber dapat menjelaskan perbedaan mendasar antara sumber cahaya yang panas, misalnya dari bohlam dengan campuran frekuensi dan fase dengan laser yang memiliki frekuensi dan fase tertentu. Komite Nobel mencatat peristiwa ini sebagai awal dari bidang pengembangan optik kuantum. Berkat teorinya yang mendeskripsikan sifat-sifat partikel cahaya, Glauber berhak menerima setengah dari penghargaan Nobel tersebut.

24. Saul Perlmutter

Saul Perlmutter pada saat menerima hadiah Shaw Prize in astronomy pada tahun 2006 bersama Brian P. Schmidt dan Adam G. Riess. Saul Perlmutter (lahir di Champaign, Illinois, Amerika Serikat tahun 1959; umur 53/54 tahun) adalah seorang fisikawan warga negara Amerika Serikat yang mendapat Penghargaan Nobel Fisika tahun 2011 bersama Brian P. Schmidt dan Adam G. Riess untuk penemuan ekspansi percepatan dari alam semesta melalui pengamatan supernova yang berjarak jauh. Perlmutter adalah seorang profesor astrofisik di Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat. Dia merupakan lulusan dari Harvard University dengan predikat magna cum laude pada tahun 1981 dan memperoleh gelar PhD dari University of California, Berkeley pada tahun 1986. 25. Serge Haroche Serge Haroche (lahir di Casablanca , 11 September 1944; umur 68 tahun) adalah seorang fisikawan dan profesor di College de France. Serge Horace merupakan warga negara Perancis yang mendapat Penghargaan Nobel Fisika tahun 2012 bersama David J. Wineland untuk hasil karya mereka dalam mengukur dan memanipulasi sistem kuantum individual. 26. Theodor Wolfgang Hnsch

Theodor Wolfgang Hnsch (lahir pada 30 Oktober 1941 di Heidelberg) adalah seorang fisikawan Jerman yang merupakan direktur di Institut Max Planck untuk Optik Kuantum (Max-Planck-Institut fr Quantenoptik) yang terletak di Munchen. Ia berbagi setengah Penghargaan Nobel dalam Fisika tahun 2005 dengan John L. Hall, "untuk sumbangan mereka kepada perkembangan spektroskopi tepat (precision spectroscopy) berbasiskan laser, termasuk teknik penyisiran frekuensi optik".

27. Toshihide Maskawa

Toshihide Maskawa (atau Masukawa) ( Masukawa Toshihide?, lahir 7 Februari 1940; umur 73 tahun) adalah fisikawan Jepang yang terkenal dengan karyanya CP-violation. Karyanya tersebut ia kerjakan bersama Makoto Kobayashi, dan menjadi paper fisika terbaik ditahun 2007. Ia berbagi hadiah Nobel bidang fisika 2008 dengan Makoto Kobayashi dan Yoichiro Nambu 28. Vitaly Lazarevich Ginzburg Vitaly Lazarevich Ginzburg (bahasa Rusia; lahir di Moskwa, 4 Oktober 1916 meninggal 8 November 2009 pada umur 93 tahun) adalah seorang fisikawan Rusia. Pada 1938 ia lulus dari Universitas Negeri Moskwa dan, pada 1942, dengan sukses mempertahankan disertasi doktoralnya dan menerima gelar Ph.D. Ia telah bekerja di Institut Fisika Lebedev sejak 1940, termasuk menjabat sebagai kepala departemen dari 1971 sampai 1988. Sejak 1945 juga telah mengajar di Universitas Negeri Gorky. Ginzburg ialah pengarang beberapa ratus kertas dan buku dosen yang berkaitan dengan fisika dan astrofisika. Ia seorang ateis, dan awalnya dalam kariernya ia merupakan kritikus sains yang blak-blakan menterup pandangan dunia keagamaan. Sejak 1956, Vitaly Ginzburg telah merupakan anggota Akademi Ilmiah Uni Soviet, mengisi peran kepemimpinan yang berarti pada 1966 dan 1989. Sejak 1940-an sampai abad ke-21, Ginzburg telah merupakan penerima sejumlah hadiah dari pemerintahan Uni Soviet dan Rusia. Ginzburg telah merupakan penolong pembangunan kembali kehidupan Yahudi Rusia sejak ambruknya komunisme. Ia telah menjabat pada dewan pengurus direktur Kongres Yahudi Rusia sejak pendirian organisasi itu pada 1996. Ia banyak dikenal buat pendiriannya melawan anti-Semitisme, mendukung Israel, dan untuk tanda-tanda Yahudi sekuler (termasuk di Israel). Sebagai contoh, kepala Kongres Yahudi Rusia, Yevgeny Satanovsky, mengingat contoh yang mana Ginzburg berdebat dengan kuat terhadap tema dalam pernyataan Kongres Yahudi Rusia mengenai solidaritas dengan Israel yang menawari orang saleh dalam agama mereka untuk kesejahteraan Israel. Ia merupakan ko-pemimpin Perkumpulan untuk Solidaritas dengan Orang-orang Israel, kelompok pembelaan pro-Israel yang dibentuk oleh Yahudi Rusia pada 2002 untuk memperoleh dukungan umum di Rusia untuk Israel. Pada 2002, saat pemenang Hadiah Nobel Sastra asal Rusia Aleksandr Solzhenitsyn menerbitkan buku sejarah

Yahudi Rusia yang banyak dalam komunitas Yahudi Rusia membangun berprasangka terhadap Yahudi, Ginzburg memengaruhi Kongres Yahudi Rusia mengalokasikan dana untuk penerbitan buku yang akan menyangkal perasaan anti-Yahudi Solzhenitsyn. Vitaly Ginzburg merupakan penerima Hadiah Nobel Fisika 2003 bersama dengan Aleksei Alekseyevich Abrikosov dan Anthony James Leggett buat sumbangan pionir pada teori superkonduktor dan superfluida.

ILMUAN-ILMUAN FISIKA Ilmuan dalam Fisika Kuantum 1. Max Planck (1900) Max Karl Ernst Ludwig Planck (23 April 1858 4 Oktober 1947) adalah seorang fisikawan Jerman yang banyak dilihat sebagai penemu teori kuantum. Lahir di Kiel, Planck memulai karir fisikanya di Universitas Munich di tahun 1874, lulus pada tahun 1879 di Berlin. Dia kembali ke Munich pada tahun 1880 untuk mengajar di universitas di sana, dan pindah ke Kiel pada 1885. Di sana ia menikahi Marie Mack pada tahun 1886. Pada tahun 1889, dia pindah ke Berlin, di mana sejak 1892 dia menduduki jabatan teori fisika. Pada 1899, dia menemukan sebuah konstanta dasar, yang dinamakan konstanta Planck, dan, sebagai contoh, digunakan untuk menghitung energi photon. Juga pada tahun itu, dia menjelaskan unit Planck yang merupakan unit pengukuran berdasarkan konstanta fisika dasar. Satu tahun kemudian, dia menemukan hukum radiasi panas, yang dinamakan Hukum radiasi badan hitam Planck. Hukum ini menjadi dasar teori kuantum, yang muncul sepuluh tahun kemudian dalam kerja samanya dengan Albert Einstein dan Niels Bohr. Pada tahun 1900 Max Planck seorang ahli Fisika memperkenalkan teori Kuantum dan pada saat itu sampai beberapa dekade abad ke-20 telah berkembang mengenai teori kuantum modern. Max Planck menjelaskan dalam teorinya bahwa pada materi, energi terjadi pada satu satuan materi dan terukur sehingga dipastikan pula bahwa semua bentuk materi akan memancarkan atau menyerap energi dalam satuan yang disebut Kuanta (Quantum). Sebelum teori Max Planck ini muncul diasumsikan bahwa energi hanya ada dalam satu bentuk gelombang elektromagnetik.

2. Albert Einstein (1905) Albert Einstein (14 Maret 187918 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis". Pada tahun 1905 dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotoelektrik, dan relativitas spesial) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade.

Albert Einstein menyatakan teorinya bahwa tidak hanya energi saja yang terukur tetapi radiasi juga bisa terukur. Beliau menyampaikan kesimpulan bahwa energi cahaya tergantung pada frekuensi (E=hf, dimana E,h dan f merupakan energi, konstanta Planck dan frekuansi).

3. Niels Bohr (1913) Niels Bohr (7 Oktober 188518 November 1962) adalah seorang ahli fisika dari Denmark dan pernah meraih hadiah Nobel Fisika pada tahun 1922. Pada tahun 1913 Bohr telah menerapkan konsep mekanika kuantum untuk model atom yang telah dikembangkan oleh Ernest Rutherford, yang menggambarkan bahwa atom tersusun dari inti atom (nukleus) yang dikelilingi oleh orbit elektron. Putranya, Aage Niels Bohr, juga adalah penerima Hadiah Nobel. Efek fotolistrik adalah pengeluaran elektron dari suatu permukaan (biasanya logam) ketika dikenai, dan menyerap, radiasi elektromagnetik (seperti cahaya tampak dan radiasi ultraungu) yang berada di atas

frekuensi ambang tergantung pada jenis permukaan. Istilah lama untuk efek fotolistrik adalah efek Hertz (yang saat ini tidak digunakan lagi). Tidak ada elektron yang dilepaskan oleh radiasi di bawah frekuensi ambang, karena elektron tidak mendapatkan energi yang cukup untuk mengatasi ikatan atom. Elektron yang dipancarkan biasanya disebut fotoelektron dalam banyak buku pelajaran. Efek fotolistrik banyak membantu penduaan gelombang-partikel, dimana sistem fisika (seperti foton dalam kasus ini) dapat menunjukkan kedua sifat dan kelakuan sepertigelombang dan seperti-partikel, sebuah konsep yang banyak digunakan oleh pencipta mekanika kuantum.

4. Louis-Victor Pierre Raymond de Broglie (1924)

Louis de BroglieLouis-Victor-Pierre-Raymond, duc de Broglie, banyak dikenal sebagai Louis de Broglie (15 Agustus 189219 Maret 1987), ialah fisikawan Perancis dan pemenang Hadiah Nobel. Berasal dari keluarga Prancis yang dikenal memiliki diplomasi dan kemiliteran yang baik. Pada mulanya ia adalah siswa sejarah, namun akhirnya ia mengikuti jejak kakaknya Maurice de Broglie untuk membina karir dalam fisika. Pada 1924, tesis doktoralnya mengemukakan usulan bahwa benda yang bergerak memiliki sifat gelombang yang melengkapi sifat partikelnya. 2 tahun kemudian Erwin Schrodinger menggunakan konsep gelombang de Broglie untuk mengembangkan teori umum yang dipakai olehnya bersama dengan ilmuwan lain untuk menjelaskan berbagai gejala atomik. Keberadaan gelombang de Broglie dibuktikan dalam eksperimen difraksi berkas elektron pada 1927 dan pada 1929 ia menerima Hadiah Nobel Fisika. 5. Werner Heisenberg (1925)

Werner HeisenbergWerner Karl Heisenberg (5 Desember 1901 - 1 Februari 1976) adalah seorang ahli teori sub-atom dari Jerman, pemenang Penghargaan Nobel dalam Fisika 1932. Heisenberg merupakan salah satu penyumbang besar ilmu fisika pada abad ke-20. Pada 1920 ia memasuki Universitas Mnchen untuk belajar matematika. Namun guru besar matematika tak mengizinkannya pada seminar lanjutan, maka ia berhenti. Ia kemudian pindah ke fisika. Segera ia mengambil perhatian dalam fisika

teoretis, dan segera bertemu banyak ilmuwan yang karyanya akan mendominasi dasawarsa-dasawarsa berikutnya, termasuk Niels Henrik David Bohr, Wolfgang Ernst Pauli, Max Born, dan Enrico Fermi. Satu dari perhatian utamanya ialah menyusun masalah dalam model atom Bohr-Rutherford. 6. Erwin Schrdinger (1925)

Erwin Rudolf Josef Alexander Schrdinger (1887-1961) ialah fisikawan Austria. Dilahirkan di Wina, Austria-Hongaria. Ibunya berasal dari Inggris dan ayahnya berasal dari Austria. Ia memperoleh gelar doktor di kota itu di bawah bimbingan mantan murid Ludwig Boltzmann. Selama PD I, ia menjadi perwira artileri. Setelah perang ia mengajar di Zurich, Swiss. Di sana, ia menangkap pengertian Louis Victor de Broglie yang menyatakan bahwa partikel yang bergerak memiliki sifat gelombang dan mengembangkan pengertian itu menjadi suatu teori yang terperinci dengan baik. Setelah ia menemukan persamaannya yang terkenal, ia dan ilmuwan lainnya memecahkan persamaan itu untuk berbagai masalah; di sini kuantisasi muncul secara alamiah, misalnya dalam masalah tali yang bergetar. Setahun sebelumnya Werner Karl Heisenberg telah mengemukakan formulasi mekanika kuantum, namun perumusannya agak sulit dipahami ilmuwan masa itu. Schrdinger memperlihatkan bahwa kedua formulasi itu setara secara matematis. Schrodinger menggantikan Max Planck di Berlin tahun 1927, namun pada 1933 ketika nazi berkuasa, ia meninggalkan jerman. Dalam tahun itu ia menerima hadiah nobel fisika bersama dengan Dirac. Pada tahun 1939-1956 ia bekerja diinstitute for advanced study in Dublin lalu kembali ke Austria. Dalam fisika, persamaan Schrodinger, diajukan oleh fisikawan Erwin Schrodinger pada tahun 1925, menjelaskan hubungan ruang dan waktu dalam system mekanika kuantum. Persamaan ini merupakan hal penting dalam teori mekanika kuantum, sebagaimana hukum ke dua Newton dalam mekanika klasik . 7. Paul A.M. Dirac (1927) Paul Dirac di depan papan tulis.Paul Adrien Maurice Dirac (1902-1984) ialah fisikawan Britania Raya yang dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika 1933 bersama dengan Erwin Schrdinger. Dilahirkan di Bristol, Inggris, dan belajar teknik elektro di sana. Selanjutnya, ia berganti minat dan mempelajari matematika dan

akhirnya fisika. Ia memperoleh gelar Ph.D. dari Universitas Cambridge pada 1926. Setelah membawa makalah pertama Werner Heisenberg mengenai mekanika kuantum pada 1925, Dirac segera merancang teori yang lebih umum dan pada tahun berikutnya merumuskan kaidah ekslusi Wolfgang Pauli menurut prinsip mekanika kuantum. Ia mempelajari perilaku statistik partikel yang memenuhi asas Pauli, seperti elektron. Hal itu juga dipelajari secara independen oleh Enrico Fermi beberapa waktu sebelumnya. Hasilnya disebut statistik Fermi-Dirac untuk menghormati mereka berdua. Pada 1928 Dirac membuka penggunaan teori operator, termasuk notasi braket yang berpengaruh.Dia juga mempelajari gabungan teori relativitas khusus dengan teori kuantum sehingga menghasilkan teori elektron yang memungkinkan penjelasan spin dan momen magnetik elektron serta meramalkan keberadaan elektron yang bermuatan positif (positron). Partikel ini ditemukan Carl Anderson dari AS pada 1932.Dirac memperoleh Penghargaan Nobel dalam Fisika dengan Erwin Rudolf Josef Alexander Schrodinger pada 1933. Dirac tetap tinggal di Cambridge sampai 1971, lalu pindah ke Universitas Negeri Florida. 8. Richard Feynman (1940)

Richard Phillips Feynman (11 Mei 191815 Februari 1988) (nama keluarga dilafalkan "FAIN-man") adalah salah seorang fisikawan Amerika yang paling berpengaruh pada abad kedua puluh, dengan banyak memperluas teori elektrodinamika kuantum. Selain penceramah yang inspirasional dan musikus amatir, ia membantu pengembangan bom atom dan belakangan menjadi anggota panel yang menyelidiki tragedi Pesawat UlangAlik Challenger. Untuk karyanya dalam bidang elektrodinamika kuantum, Feynman menjadi salah satu penerima Hadiah Nobel Fisika 1965, bersama Julian Seymour Schwinger dan Tomonaga Sin-Itiro. 9. Jhon von Neumann (1940) Jhon Von Neumann (Neumann Janos) (28 Desember 1903 8 Februari 1957) adalah seorang matematikawan dari Hungaria-Jerman yang memberikan kontribusi penting di bidang fisika kuantum, analisis fungsional, teori himpunan, ilmu komputer, ekonomi dan bidang lainnya yang berkaitan dengan matematika. Von Neumann adalah pionir komputer digital modern dan penerapan teori operator di bidang

mekanika kuantum. Von Neumann meraih gelar Ph.D. di bidang matematika dari Universitas Budapest pada usia 23 tahun. Pada saat yang sama dia juga belajar teknik kimia di Swiss. Antara tahun 1926 dan 1930, ia bekerja sebagai dosen di Berlin, Jerman. Ilmuan dalam bidang listrik Magnet 1. William Gilbert Pada 1600 M, seorang dokter dari Inggris, Willian gilbert dalam bukunya mengemukakan bahwa selain batu amber masih banyak lagi benda-benda yang dapat di beri muatan dengan cara di gosok. Oleh Gilbert benda-benda tersebut di beri nama electrica.

2. Thomas Brown Pada 1646, seorang penulis dan dokter dari Inggris, Thomas Brown menggunakan istilah electricity yang di terjemahkan listrik dalam bahasa Indonesia. Setelah era Thomas Browndunia kelistrikan berkembang pesat.

3. Otto Von Guericke Sekitar tahun 1672,Ahli fisika Jerman yang Bernama Otto Von Guericke menemukan bahwa listrik dapat mengalir melalui suatu zat. Pada awal tahun 1700-an,peristiwa hantaran listrik juga di temukan oleh Stephen Gray. Lebih jauh Gray juga berhasil mencatat beberapa benda yang bertindak sebagai konduktor dan isolator listrik.

4. Charles Dufay

Pada awal tahun 1700-an, ilmuan Perancis, Charles Dufay secara terpisah mengamati bahwa muatan listrik terdiri dari dua jenis.Ia juga menemukan fakta bahwa muatan listrik yang sejenis akan tolak menolak, sedangkan muatan listrik yang berbeda jenis akan tarik menarik.

5. Benjamin Franklin

Pada tahun 1752-an ilmuan Amerika, Benjamin Franklin merumuskan teori bahwa listrik merupakan sejenis fluida (zat alir) yang dapat mengalir dari satu benda ke benda lain.

6. Joseph Priestly Pada tahun 1766 ahli kimia Inggris, Joseph Priestley membuktikan secara eksperimen bahwa gaya di antara muatan- muatan listrik berbanding terbalik dengan kuadrat jarak di antara muatan-muatan tersebut. Charles Augustin de Coloumb berhasil menemukan alat untuk menentukan gaya yang berinteraksi muatan-muatan listrik. Alat ini di namakan neraca torsi.

7. Charles-Augustin de Coulomb Tahun 1785 keluarlah hukum Coulomb; daya tarik dan daya tolak kelistrikan antara dua benda yang bermuatan listrik adalah perkalian muatannya dengan kuadrat terbalik dari jaraknya.Rumus ini sangat mirip dengan hukum gravitasi Newton.

8. Luila Galvani Pada tahun 1791, ahli biologi Italia, Luigi Galvani mengumumkan hasil percobaannya yaitu otot pada kaki katak akan berkontraksi ketika di beri arus listrik.

9. Alessandro Volta Pada tahun 1800, ilmuan Italia Alessandro Volta menciptakan baterai pertama. Volta membuktikan bahwa persentuhan antara kuningan dan besi menghasilkan tenaga listrik dan menyebabkan otot itu bergerak. Volta melakukan banyak sekali percobaan dengan berbagai jenis logam. Dia membuat tumpukan koin dari dua jenis metal yang berbeda, memisahkan koin dengan kartu yang telah direndam dalam larutan garam dan menghasilkan arus listrik. Inilah baterai yang pertama atau yang disebut elemen volta.Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya dalam bidang kelistrikan, Napoleon memberinya gelar bangsawan pada 1801. Satuan tegangan listrik disebut volt sebagai penghormatan atas jasa-jasanya.

10. Michael Faraday

Seorang ilmuwan Inggris, Michael Faraday, adalah orang pertama yang menyadari bahwa arus listrik dapat dihasilkan dengan melewatkan magnet melaluikawat tembaga.

11.Hans Christian Oersted Pada tahun 1819, ilmuan Denmark, Hans Christian Oersted mendemonstrasikan bahwa arus listrik dikelilingi oleh medan magnet. Tidak lama kemudian Andre Marie Ampere mengemukakan hukum yang menjelaskan arah medan magnet yang di hasilkan oleh arus listrik

12. Andre Marie Ampere ( 1775-1836 ) Ampere adalah seorang ilmuwan Prancis serba bisa yang menjadi salah satu pelopor di bidang listrik dinamis (eletrodinamika).

13. Georg Simon Ohm Pada tahun 1827, Ilmuan jerman, Georg Simon Ohm menjelaskan kemampuan beberapa zat dalam menghantarkan arus listrik dan mengemukakan hukum Ohm tentang hantaran listrik. Pada tahun 1830 ahli fisika amerika, Joseph Henry menemukan bahwa medan magnet yang bergerak akan menimbulkan arus listrik induksi. Gejala yang sama juga di temukan oleh Michael Faraday satu tahun kemudian. Faraday juga menggunakan konsep garis gaya listrik untuk menjelaskan gejala tersebut.

14. James Prescott Joule dan Herman Ludwig Ferdinand Von Helmholt Pada tahun 1840, ilmuan inggris James Prescott Joule dan ilmuan jerman, Herman Ludwig Ferdinand Von Helmholt mendemonstrasikan bahwa listrik merupakan salah satu bentuk energy. Pada masa ini teori-teori atau konsep-konsep kelistrikan mengalami penyempurnaan dari sumbangan-sumbangan pemikiran dari berbagai tokoh fisika seperti: James Clerk Maxwell, Heinrich Rudaf Hertz, Guglielmo Marconi, dan ilmuan-ilmuan lainnya.

Ilmuan fisika dalam bidang dalam bidang termodinamika

1. Benjamin Thompson Benjamin Thompson atau 'Count Rumford' (1753 1814) adalah penemu, ilmuwan, negarawan, dan tentara terkenal kelahiran Amerika. Benjamin Thompson dilahirkan di Woburn Utara, Massachusetts pada tanggal 26 Maret 1753 beragama Anglican. Ayahnya adalah seorang petani dan meninggal ketika Benjamin Thompson berumur 2 tahun. Ibunya, Ruth Simonds menikah lagi dengan Josiah Pierce pada bulan Maret 1976. Di masa kecilnya, Benjamin Thompson memiliki keterbatasan untuk sekolah sehingga dia lebih banyak belajar sendiri dan kemudian mendapat banyak pengetahuan dari teman dan kenalannya. Pada usia 13 tahun, Benjamin Thompson mulai melakukan beberapa pekerjaan seperti menjadi juru tulis seorang importer, pedagang bahan kering dan kemudian magang di Doctor John Hay of Woburn, dimana Thompson mendapatkan banyak pengetahuan tentang ilmu medis. Bakat Thompson dalam bekerja dengan alat mekanis dan kemampuan bahasanya yang sangat baik membuat John Fowle, salah satu guru lulusan Harvard, membantunya untuk belajar dengan Professor John Winthrop di Harvard. Pada tahun 1772, Thompson meninggalkan kota kelahirannya dan mengajar di salah satu sekolah di Bradford, Massachusetts sambil mempelajari ilmu pengetahuan pada Samuel Williams. Tidak beberapa lama kemudian, Thompson berpindah mengajar di Concord, New Hampshire atas undangan dari Timothy Walker. Di sana Benjamin Thompson hidup menumpang dan kemudian menikahi anak dari tuan rumahnya, Sarah Walker Rolfe yang merupakan janda kaya di daerah Concord. Istrinyalah yang memperkenalkan Thompson pada Gubernur Wentworth dari New Hampshire dan mengangkatnya menjadi mayor di New Hampshire Militia. Pada saat revolusi Amerika meledak, Thompson diajak bergabung dengan Amerika untuk melawan Inggis karena dia memiliki hubungan penting dengan pemerintah Inggris namun dia menolak. Benjamin Thompson meninggalkan keluarganya di Amerika pada tahun 1974 dan bergabung dengan pemerintah Britania Raya (Inggris) sebagai penasihat Jenderal Thomas Gage. Pada tahun 1776, Thompson bekerja sebagai juru tulis di Sekretariat Negara kemudian jabatannya terus naik menjadi Sekretaris Provinsi Georgia, dan pada tahun 1779 Benjamin Thompson menjadi salah satu anggota Royal Society. Selain politik, dunia militer juga digeluti oleh Benjamin Thompson. Benjamin Thompson pernah menjabat sebagai letnan kolonel pasukan Britania Raya dan mendapatkan gelar kesatrian dari Raja George III. Pada tahun 1785, Benjamin

Thompson bergabung bersama pasukan Austria untuk melawan Turki dan di sana dia berkenalan dengan Pangeran Maximillian dari Bavaria yang mengundangnya untuk tinggal Bavaria. Thompson tinggal di Bavaria selama beberapa tahun untuk memimpin pasukan Bavaria yang kurang mendapatkan perhatian dan penghidupan yang layak, kemudian membuat perubahan besar di daerah tersebut. Para tentara diberi bayaran lebih tinggi, dibuatkan sarana rekreasi, dan diberikan pendidikan gratis baik untuk tentara maupun anak-anak mereka. Benjamin Thompson juga memberikan penghasilan kepada pengemis jalanan dengan mempekerjakan mereka untuk menjahit pakaian tentara Bavaria yang kurang layak pakai. Pada tahun 1971, Benjamin Thompson dianugerahi gelar Count of the Holy Roman Empire. Di samping mengurusi masalah politik dan militer, Thompson juga aktif meneliti berbagai hal, terutama bidang Fisika. Sekitar tahun 1975, Benjamin Thompson meneliti tentang gaya pada bubuk mesiu dan membangun sistem sinyal kelautan yang baru bagi tentara Inggris. Kontribusinya yang terbesar pada dunia Fisika adalah pemikirannya tentang teori kalor. Pada akhir abad ke-18, teori kalori yang dipercaya adalah bahwa kalor merupakan fluida yang dapat mengalir ke dalam tubuh ketika dipanaskan dan mengalir keluar ketika didinginkan. Saat meneliti tentang bubuk mesiu, Benjamin Thompson menemukan adanya penyimpangan atau anomali yang tidak dapat dijelaskan dengan teori kalori. Di dalam laporannya kepada Royal Society yang berjudul "An Experimental Enquiry concerning the Source of Heat excited by Friction" (1798), Benjamin Thompson mengajukan suatu teori baru yang menyatakan bahwa kerja mekanis akan menghasilkan kalor dan kalor tersebut merupakan suatu bentuk gerak. Teori tersebut berhasil memberikan penjelasan mengapa panas yang dihasilkan dari gesekan peluru meriam (bubuk mesiu) tidak akan pernah habis. Peristiwa itu tak dapat dijelaskan dengan teori kalori terdahulu. Di dalam laporan tersebut terdapat perhitungan jumlah kuantitas kalor yang diproduksi oleh energi mekanis. Teori yang dikemukakan Thompson bertentangan dengan teori kalori yang terdahulu dan banyak orang pada saat itu yang tidak yakin dengan Thompson hingga James Maxwell mengemukakan teori kinetik kalor pada tahun 1871. Penemuanpenemuan Thompson lainnya adalah kompor, oven, ketel ganda, dan pakaian penahan panas, serta mengembangkan cerobong asap dan tungku perapian yang ada. Pada tahun 1804, Thompson menetap di Paris dan menikah dengan Madame Lavoisier, janda seorang ahli kimia Perancis, Antoine Lavoisier. Pernikahan tersebut hanya bertahan beberapa tahun dan pada 1807 Benjamin Thompson pensiun dan menetap di desa

Auteuil dekat Paris. Thompson menjadi anggota Institusi Nasional Perancis sebagai dan secara rutin berkontribusi dalam berbagai pertemuan dan debat ilmu pengetahuan. Penghargaan yang pernah diraihnya adalah Copley Medal. Setelah perceraiannya, Thompson dirawat oleh anak perempuannya hingga pada tanggal 21 Agustus 1814, Benjamin Thompson meninggal di Auteuil, Paris pada usia 61 tahun. Dibangun Monumen Benjamin Thompson di English Garden.

2. Jacobus Henricus van 't Hoff Jacobus Henricus van 't Hoff adalah kimiawan fisika dan organik Belanda dan pemenang Penghargaan Nobel dalam Kimia pada 1901 Penelitiannya pada kinetika kimia, kesetimbangan kimia, tekanan osmotik dan kristalografi diakui sebagai hasil karya utamanya. Jacobus juga mendirikan bidang ilmu kimia fisika, ia juga dianggap sebagai salah satu kimiawan terbesar sepanjang masa bersama kimiawan Perancis Antoine Lavoisier, Louis Pasteur dan ahli kimia Jerman Friedrich Whler. Ia lahir di Rotterdam, Belanda 30 Agustus 1852, anak ke-3 dari 7 bersaudara Jacobus Henricus van 't Hoff, seorang dokter dan Alida Jacoba Kolff. Sumbangan terbesarnya ialah mengenai pengembangan hukum termodinamika umum pada hubungan antara perubahan tekanan dan pemindahan kesetimbangan sebagai akibat variasi suhu. Pada volume tetap kesetimbangan dalam sebuah sistem akan cenderung berubah dalam arah untuk melawan perubahan suhu yang ditentukan pada sistem ini. Penurunan suhu menyebabkan lepasnya panas dan menaikkan suhu menyebabkan penyerapan panas. Asas kesetimbangan bergerak ini digeneralisasi 1885 oleh Henri Louis le Chatelier yang memperluas dengan perubahan volume untuk perubahan tekanan yang dipaksakan; ini dikenal sebagai asas van 't Hoff-Le Chatelier. Di tahun 1885 L'quilibre chimique dans les Systmes gazeux ou dissous I'tat dilu (Kesetimbangan Kimia dalam Sistem Gas atau Larutan yang Ditambah Air). Di sinilah ia menunjukkan bahwa "tekanan osmotik" dalam larutan yang dicairkan secukupnya sebanding terhadap konsentrasi dan temperatur penuh agar tekanan ini bisa diwakili dengan rumus yang hanya menyimpang dari rumus tersebut untuk tekanan gas yang dilambangkan dengan i. Ia menentukan nilai i dengan sejumlah cara, sebagai contoh dengan menggunakan tekanan uap dan hukum Raoult pada penurunan titik beku. Demikian van 't Hoff bisa membuktikan bahwa hukum termodinamika tak hanya sah buat gas, namun juga buat larutan cair. Hukum tekanannya, yang diberikan keabsahan

umum oleh teori disosiasi elektrolisis Arrhenius (1884-1887). Orang asing pertama yang datang untuk bekerja dengannya di Amsterdam (1888) dianggap sebagai yang terlengkap dan terpenting dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam. Pada saat di Berlin 1896 - 1905 ia sibuk pada masalah asal endapan samudera, dengan rujukan khusus yang dibentuk di Stassfurt. Pada kerja yang lebih luas ia dibantu khususnya oleh W. Meyerhoffer, yang sebelumnya telah bekerja dengannya di Amsterdam. Kemungkinan ialah orang pertama yang menerapkan hasil skala kecil di laboratorium, pada fenomena yang terjadi pada skala besar di alam. Hasil penyelidikan ini kebanyakan diterbitkan di Laporan Akademi Ilmiah Kerajaan Prusia, diringkaskan dalam karya 2 jilid Zur Bildung ozeanischer Salzablagerungen, 1905-1909. van 't Hoff amat menghargai kekuatan imajinasi dalam kerja ilmiah, sebagaimana nyata dalam pidato pelantikannya pada pengambilan jabatan profesornya di Amsterdam: Verbeeldingskracht in de Wetenschap (Kekuatan Imajinasi dalam Sains), ia tiba pada kesimpulan bahwa para ilmuwan yang menonjol telah memiliki kualitas tingkat tinggi ini. Wilhelm Ostwald, membuat Zeitschrift fr physikalische Chemie dengannya di Leipzig, bisa dianggap sebagai pendiri kimia fisika. Hadiah Nobel Kimia (1901) titik kulminasi karirnya. Pada 1885 diangkat sebagai anggota Akademi Ilmiah Kerajaan Belanda, setelah nominasinya tak dimasukkan pada 1880. Di antara medalinya yang lain ialah gelar doktor kehormatan dari Harvard dan Yale (1901), Universitas Victoria Manchester (1903), Heidelberg (1908); Medali Davy dari Royal Society (1893), Medali Helmholtz dari Akademi Ilmiah Kerajaan Prusia (1911); ia juga diangkat sebagai Chevalier de la Legion d'Honneur (1894), Senator der Kaiser-Wilhelm-Gesellschaft (1911). Ia juga anggota kehormatan Chemical Society, London (1898), Akademi Ilmiah Kerajaan, Gottingen (1892), American Chemical Society (1898), Acadmie des Sciences, Paris (1905). Van 't Hoff pecinta alam, sebagai mahasiswa di Leiden ia sering ikut dalam perjalanan botanis dan kemudian di Bonn ia benar-benar menikmati pegunungan di sekitarnya, berjalan panjang sendiri atau bersama-sama. Deskripsi perjalanannya ke AS, berasal dari undangan ceramah ke Universitas Chicago, menunjukkan cintanya pada perjalanan. Penerimaannya pada filsafat dan kegemarannya pada puisi juga nyata pada awal-awal ia bersekolah di Lord Byron ialah pujaannya. van 't Hoff meninggal di Steglitz dekat Berlin pada 1 Maret 1911.

3. Rudolf Julius Emanuel Clausius

Rudolf Julius Emanuel Clausius (1822-1888) adalah ahli fisika matematik Jerman, penemu Hukum Termodinamika II, penemu entropi, penemu teori elektorolisis, doktor, guru besar, dan pengarang. Ia lahir di Koslin, Prusia, meninggal di Bonn tanggal 24 Agustus 1888, pada umur 66 tahun. Ia kuliah di Unervisitas Berlin dan mendapat doktor dari Halle pada tahun 1848 ketika berumur 26 tahun. Dua tahun kemudian (1850) ia diangkat menjadi guru besar fisika di sekolah mesin dan artileri di Berlin, pada tahun 1867 ia jadi guru bedar fisika di Unirvesitas Wurzburg sampai tahun 1869. Kemudian ia mengajar di Universitas Bonn.

Clausius adalah ahli fisika teori atau fisika murni. Ia tidak mengadakan experimen. Ia menerapkan matematika untuk membuat teori yang dapat menjelaskan Hasil pengamatan dan exprimen orang lain. Hukum termodinamika II berbunyi : Panas tidak dapat dengan sendirinya berpindah dari badan yang lebih dingin ke badan yang lebih panas. Di alam semesta terjadi decara terus menerus perpindahan panas atau energi dari badan angkasa yang panas ke badan angkasa yang dingin. Maka berabad-abad kemudian semua panas atau energi akan terbagi merata keseluruh bagian alam semesta. Keadaan seimbang ini disebut entropi. Ini berati dunia kiamat, karena semua gerak dan kehidupan berhenti.