You are on page 1of 35

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Blok Digestif adalah blok ketiga belas pada semester 4 dari Kurikulum

Berbasis Kompetensi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus skenario A yang menerapkan kasus Mina, perempuan, umur 5 tahun, di bawa ibunya ke Puskesmas Tipe A dengan keluhan utama berak cair. Tiga hari sebelum ke Puskesmas, penderita demam tinggi disertai BAB cair frekuensi 3-4 kali sehari, konsistensi air lebih banyak daripada ampas, jumlah kira-kira ½ gelas setiap BAB, ada darah dan lendir. Dua hari sebelum ke Puskesmas, BAB cair mulai disertai muntah 3 kali perhari, muntah tidak menyemprot, isi muntah apa yang dimakan. Satu hari sebelum ke Puskesmas BAB cair disertai darah dan lenidr bertambah sering sehingga Mina tampak lemas. BAK terakhir 6 jam sebelum ke Puskesmas. Mina memiliki kebiasaan menghisap jempol jika ingi tidur. Mina sudah melakukan beberapa pemeriksaan yaitu pemeriksaan fisikdan pemeriksaan laboratorium.

1.2

Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari laporan tutorial studi kasus ini, yaitu : 1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari system pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas

Muhammadiyah Palembang. 2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis dan pembelajaran diskusi kelompok. 3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial.

Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|1

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Data Tutorial Tutor Moderator Sekretaris Meja Sekretaris Papan Waktu : dr. Asmarani : Putra Manggala : Selina Heraris : M. Fajar Setia Budi : 1. Senin, 24 Juni 2013 2. Rabu, 26 Juni 2013

Rule tutorial

: 1. Alat komunikasi di non-aktifkan 2. Semua anggota harus mengeluarkan pendapat 3. Berbicara yang sopan dan penuh tata krama 4. Tidak boleh makan dan minum selama tutorial.

2.2

Skenario Kasus Mina, perempuan, umur 5 tahun, di bawa ibunya ke Puskesmas Tipe A

dengan keluhan utama berak cair. Tiga hari sebelum ke Puskesmas, penderita demam tinggi disertai BAB cair frekuensi 3-4 kali sehari, konsistensi air lebih banyak daripada ampas, jumlah kira-kira ½ gelas setiap BAB, ada darah dan lendir. Dua hari sebelum ke Puskesmas, BAB cair mulai disertai muntah 3 kali perhari, muntah tidak menyemprot, isi muntah apa yang dimakan. Satu hari sebelum ke Puskesmas BAB cair disertai darah dan lenidr bertambah sering sehingga Mina tampak lemas. BAK terakhir 6 jam sebelum ke Puskesmas. Mina memiliki kebiasaan menghisap jempol jika ingi tidur. Pemeriksaan fisik Keadaan umum: tampak sakit sedang, gelisah BB 16 kg, TB 110 cm. Tanda vital: kesadaran kompos mentis, gelisah, nadi 130x/menit teratur, isi tegangan kurang, RR 30x/menit, temp 38,0oC Keadaan spesifik:

Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|2

Kepala: ubun-ubun besar tertutup, kelopak mata cekung, air tidak ada, mukosa mulut kering. Thoraks: simetris, retraksi (-/-), bunyi nafas vesikuler, bunyi bising jantung tidak ada. Abdomen: datar, lemas, bising usus meningkat, hepar dan lien tidak teraba, cubitan kulit (turgor) kembali sangat lambat. Ekstremitas: kedua ujung jari kaki dan tangan mulai teraba dingin. Pemeriksaan laboratorium Hb 12g/dl, jumlah WBC 17.500/mm3, diferential count 0/1/2/63/30/4. Urin rutin: Makroskopis: warna kuningan Mikroskopis: lekosit (-), RBC (-), protein (-) Feses rutin: Makroskopis: cair lebih banyak dari ampas, darah (+), pus (-), lendir (+) Leukosit feses: 6-10/lpb, eritrosit: 5-8/lpb, bakteri ++, hyfa (-), jamur (-)

2.3 1.

Klarifikasi Istilah Puskesmas tipe A : Puskesmas yang dipimpin secara penuh oleh dokter (rakemas ke II 1969)

2.

Berak cair

: Pengeluaran tinja berair berkali-kali yang tidak normal (Dorland, 2008: 311)

3.

BAB darah dan lendir

: Pengeluaran tinja yang disertai darah dan lendir.

4.

Muntah tidak menyemprot

: Pengeluaran isi lambung melalui mulut yang tidak adanya tekanan intrakranial. : Suatu keadaan dimana tubuh kekurangan energi. : Rasa cemas, ketakpastian, dan ketakutan tanpa ada stimulus yang jelas, disertai perubahan fisiologis (takikardia, berkeringat, tremor, dll) (Dorland, 2008: 77)

5. 6.

Lemas Gelisah

7.

Isi tegangan

: Denyutan berirama pada pembuluh nadi yang dapat diraba dengan jari tangan (Dorland, 2008:

Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|3

umur 5 tahun. Bising usus meningkat Kontraksi tonik bersifat kontinu berlangsung bermenit-menit sampai jam yang meningkat (At glance 35) 12. Kelopak mata cekung : Kelopak mata yang jaringan di belakang mata kering dan tertarik ke dalam akibat kekurangan cairan. ada darah dan lendir. Mukosa mulut kering : Jaringan epitel penghasil mukus kurang memproduksi mukosa sehingga mulut menjadi kering 10. 2008: 946) 11. Mina. dan cairan encer (liquid puris) (Dorland. BAK terakhir 6 jam sebelum ke Puskesmas. Tiga hari sebelum ke Puskesmas. jumlah kira-kira ½ gelas setiap BAB. penderita demam tinggi disertai BAB cair frekuensi 3-4 kali sehari. 4. sensasi penuh yang normal atau yang lain (Dorland. konsistensi air lebih banyak daripada ampas. Retraksi : Tindakan menarik kembali atau keadaan tertarik kembali (Dorland. Turgor : Keadaan menjadi turgid. Dua hari sebelum ke Puskesmas. debris selular. 3.900) 8.2008: 945) 2. 2008: 1132) 13. di bawa ibunya ke Puskesmas Tipe A dengan keluhan utama berak cair. 2008: 902) 14. perempuan. isi muntah apa yang dimakan. Pus : Cairan kaya protein hasil proses peradangan yang mengandung leukosit. 9. 2. Hyfa : Satu dari filamen-filamen penyusun miselium jamur/Rangkaian sel yang membentk tubuh jamur (Dorland. Satu hari sebelum ke Puskesmas BAB cair disertai darah dan lenidr bertambah sering sehingga Mina tampak lemas. BAB cair mulai disertai muntah 3 kali perhari. muntah tidak menyemprot. Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|4 .4 Identifikasi Masalah 1.

gelisah. jamur (-) 2. lemas. dan histologi sistem digestif? Jawab: 1. retraksi (-/-). protein (-) Feses rutin: Makroskopis: cair lebih banyak dari ampas. eritrosit: 5-8/lpb. 6. hepar dan lien tidak teraba. perempuan. isi tegangan kurang. Pemeriksaan fisik Keadaan umum: tampak sakit sedang. Mina memiliki kebiasaan menghisap jempol jika ingin tidur. Pemeriksaan laboratorium Hb 12g/dl. air tidak ada. diferential count 0/1/2/63/30/4. Mina. umur 5 tahun.5 Analisis Masalah 1. Abdomen: datar. Ekstremitas: kedua ujung jari kaki dan tangan mulai teraba dingin. kelopak mata cekung. pus (-).500/mm3. bising usus meningkat. ilium)  caecum  colon accenden  fisura hepatica  colon transversum  fisura lienalis  colon deccendens  sigmoid  rectum  anus Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|5 . Thoraks: simetris. mukosa mulut kering. RBC (-). bunyi nafas vesikuler. RR 30x/menit. fisiologi. lendir (+) Leukosit feses: 6-10/lpb. hyfa (-). di bawa ibunya ke Puskesmas Tipe A dengan keluhan utama berak cair. Tanda vital: kesadaran kompos mentis. bakteri ++. cubitan kulit (turgor) kembali sangat lambat. Anatomi. temp 38. jejenum.5. bunyi bising jantung tidak ada. Urin rutin: Makroskopis: warna kuningan Mikroskopis: lekosit (-). darah (+). a. nadi 130x/menit teratur.0oC Keadaan spesifik: Kepala: ubun-ubun besar tertutup. gelisah BB 16 kg. Anatomi Mulut  Farink ( orofaring)  oesophagus  gaster  small Intestinum ( doedenum. jumlah WBC 17. TB 110 cm. 7.

Pertama. Fisiologi Fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan nutrient. mempermudah penyerapan dengan memajankan semua bagian isi usus ke permukaan penyerapan saluran pencernaan. Manusia menggunakan molekul-molekul organic yang terkandung dalam makanan dan O2 untuk menghasilkan energi. b) Sekresi Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|6 . Kecepatan propulsif bergantung pada fungsi yang dilaksanakan oleh setiap organ pencernaan. Kedua. a) Motilitas Motilitas mengacu pada kontraksi otot yang mencampur dan mendorong isi saluran pencernaan. mencampur makanan dengan getah pencernaan. air dan elektrolit dari makanan yang kita makan ke dalam lingkungan internal tubuh. Otot polos di saluran pencernaan terus menerus berkontraksi dengan kekuatan rendah yang disebut tonus.2. Terhadap aktivitas tonus yang terus menerus terdapat dua jenis dasar motilitas pencernaan: Gerakan propulsif (mendorong) yaitu gerakan memajukan isi saluran pencernaan ke depan dengan kecepatan yang berbedabeda. Gerakan mencampur memiliki fungsi ganda.

Protein akan diuraikan menjadi asam amino serta beberapa polipeptida kecil yang dapat diserap dalam saluran pencernaan. dan konstituen organik spesifik yang penting dalam proses pencernaan (misalnya enzim. dan mukus). Sekresi tersebut dikeluarkan ke dalam lumen saluran pencernaan karena adanya rangsangan saraf dan hormon sesuai. garam empedu.Sejumlah getah pencernaan disekresikan ke dalam lumen saluran pencernaan oleh kelenjar-kelenjar eksokrin. atau tumbuhan (selulosa) . daging (glikogen). Histologi Sistem pencernaan berfungsi mengolah bahan makanan jadi zat yang bisa diserap tubuh. fruktosa. yaitu: 1) Karbohidrat Kebanyakan makanan yang kita makan adalah karbohidrat dalam bentuk polisakarida. dan membuang sisa hasil pencernaan atau zat yg tidak diperlukan tubuh Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|7 . 2) Lemak Sebagian besar lemak dalam makanan berada dalam bentuk trigelsida. Produk akhir pencernaan lemak adalah monogliserida dan asam lemak. 3) Protein Protein terdiri dari kombinasi asam amino yang disatukan oleh ikatan peptida.Bentuk karbohidrat yang paling sederhana adalah monosakarida seperti glukosa. misalnya tepung kanji . Manusia mengonsumsi tiga komponen makanan utama. c) Pencernaan Pencernaan merupakan proses penguraian makanan dari struktur yang kompleks menjad struktur yang lebih sederhana yang dapat diserap oleh enzim. Setiap sekresi pencernaan terdiri dari air. elektrolit. dan galaktosa. 3.

saluran cerna terdiri dari empat lapisan yang sama di sepanjang saluran. setiap bagiannya menunjukkan modifikasi dan spesialisasi regional masing-masing. Proses ini dimulai dari mulutanus. jejunum.Agar dapat diserap. Secara umum. tetapi kandung empedu: BUKAN kelenjar. supaya nanti komponen makanan dari molekul besar jadi lebih kecil dan sederhana. kelenjar liur. dan ileum). fungsinya hanya tempat menampung empedu yang dihasilkan oleh hati. kadang-kadang mengandung kelenjar dan jaringan limfoid 3) Muskularis mukosa Terdiri atas lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapis longitudinal luar serat otot polos yang memisahkan lapisan mukosa dari submukosa b) Submukosa Terdiri atas jaringan ikat longgar dengan banyak pembuluh darah dan pembuluh limfe dan pleksus saraf submukosa (pleksus Meissner). dimulai dari esophagus  lambung usus halus usus besar anus Usus halus: ada 3 bag (duodenum. Ada kelenjar2 pencernaan juga. harus dicerna dulu dengan adanya gigi mengunyah. Empat lapisan itu adalah : a) Mukosa Terdiri atas : 1) Epitel pelapis 2) Lamina Propia Jaringan ikat longgar dengan banyak pembuluh darah dan pembuluh limfe. colon. rectum). Usus besar juga 3 (sekum. Saluran cerna: lepas dari rongga mulut. c) Muskularis eksterna Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|8 . Mungkin juga mengandung kelenjar dan jaringan limfoid. Hanya saja.

dan epitel selapis gepeng mesotel sebagai pelapis (jika tanpa mesotel disebut sebagai adventisia). Jaringan lemak apabila terdapat mesotel. b. d) Serosa/Adventisia Lapisan tipis. Pada Mira yang sedang berusia 5 tahun ini memiliki system imun yang belum sempurna dan memiliki faktor kebiasaan menghisap jempol tangan sehingga rentan terkena diare. Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|9 .Mengandung sel-sel otot polos yang berorientasi secara spiral dan terbagi dalam beberapa lapisan menurut arah utama perjalanan sel otot. terdiri atas jaringan ikat longgar yang kaya pembuluh darah dan pembuluh limfe serta jaringan lemak. maka disebut dengan lapis serosa. Hubungan jenis kelamin dan umur dengan keluhan? Jawab: Diare banyak di alami oleh anak yang berumur di bawah 5 tahun karena rentan dengan penularan bakteri dan virus melalui mulut dan makanan. Lapisan ini juga mengandung pleksus saraf mienterikus (pleksus Auerbach) yang terletak diantara lapisan otot. Terdapat juga pembuluh darah dan pembuluh limfe dalam jaringan ikat diantara lapisan.

Apa penyebab dari berak cair? Jawab: Ada 4 faktor penyebab diare adalah: 1. d. 4. tonsilitis. Faktor makanan: Makanan yang berubah susunannya secara mendadak dan makanan yang beracun. Faktor psikik: Misalnya ‘broken family’ atau stres emosional yang lain. bronkopneumonia dll. Faktor konstitusi: Intoleransi laktosa baik yang kongenital maupun yang didapat dan malabsorbsi lemak.coli. Serta kurangnya kebersihan ketika mengkonsumsi makanan 3. Faktor infeksi: Dapat berupa infeksi enteral karena kuman antara lain E. 2.Jenis kelamin – keluhan → Tidak ada referensi yang menyatakan bahwa laki-laki maupun perempuan lebih sering mengalami keluhankeluhan ini. salmonela dan vibrio. Giardia lamblia dll. Bagaimana mekanisme dari berak cair? Jawab: Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|10 . shigela. c. Dan infeksi parenteral seperti morbili. Karena virus seperti Rotavirus dan karena parasit seperti Amuba.

dan ion karbonat ke dalam lumen usus merangsang peristaltik ↑ peristaltik Diare encer e. Bagaimana standar pelayanan puskesmas type A? Jawab: Standar pelayanan Puskesmas tipe A pada pasien dengan keluhan pada kasus: 1. Atasi dehidrasi dan pemberian makan sama dengan diare akut Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|11 .Faktor resiko: isap jari bakteri masuk ke traktus digestivus lewat mulut bakteri masuk ke lapirasan mukosa kolon mengeluarkan enterotoksin dan eksotoksin enterotoksin aktivasi GMP siklik intaseluler eksotoksin neurotoksi n ↑ peristaltik sitotoksin memicu sekresi ion Cl.sis el kripta dan menghambat absorbs Na Merusak epitel muko Gangguan absorbsi air sekresi air. garam.

c.2. muntah tidak menyemprot. sefiksim dan asam nadiliksat. Contoh antibiotik yang sensitif terhadap strain shigella di Indonesia adalah siprofloxasin. IL6. a. isi muntah apa yang dimakan. Bagaimana mekanisme demam? Jawab: Bakteri masuk ke kolon mengeluarkan toksin  makrofag dan sel PMN memfagosit dan mengeluarkan sitokin IL1.baik ditinjau dari angka kesakitan dan angka kematian serta kejadian luar biasa (KLB) yang ditimbulkan. Beri pengobatan antibiotik oral selama 5 hari. Beri tablet zinc Keputusan MENKES RI No. 3. konsistensi normal? Jawab: b. Bagaimana frekuensi BAB normal. BAB cair mulai disertai muntah 3 kali perhari. Apa hubungan demam tinggi dengan keluhan utama? Jawab: Berak cair yang terjadi pada Mina terjadi karena bakteri yang menginfeksi kolon sehingga akibatnya sistem imun (makrofag dan sel PMN) memfagosit tersebut dan mengeluarkan sitokin yang akan mengakibatkan timbulnya demam.1216/menkes/SK/XI/2001 tentang pedoman pemberantasaan penyakit diare dinyatakan bahwa penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat indonesia . Jadi. yang sensitif terhadap sebagian besar strain shigella. itulah mengapa puskesmas tipe Adalah standar yang tepat karena langsung di tangani oleh para dokter dari puskesmas tersebut 2. TNF α  sitokin masuk ke aliran darah  merangsang pembentukan asam arakidonat di hipotalamus  asam arakidonat merangsang Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|12 . Tiga hari sebelum ke Puskesmas.

Diare darah menandakan bahwa adanya kerusakan dinding usus berupa nekrosis atau ulserasi. Apa makna keluhan terjadi sejak 3 hari? Jawab: makna keluhan 3 hari yang lalu menandakan kalau penyakit mina adalah diare yang akut.Salmonella) ataupun toksin yang merangsang sekresi mucus (Vibrio cholera). BAB cair mulai disertai muntah 3 kali perhari.pembentukan PGE2  PGE2 mengubah set point suhu di hipotalamus  demam d. Dimana bagian villi yang dirusak adalah enterosit yang fungsinya untuk mereabsorbsi. muntah tidak menyemprot. Apa makna BAB cair 3-4x/hari disertai konsistensi darah? Jawab: Diarenya 3-4x/hari dapat menyebabkan dehidrasi karena diperkirakan dapat mengeluarkan cairan berlebih. a. Apa hubungan BAB cair disertai muntah dengan keluhan-keluhan? Jawab: Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|13 . isi muntah apa yang dimakan. Dua hari sebelum ke Puskesmas. Bagaimana dampak keluhan bila tidak segera ditangani? Jawab: Apabila keluhan ini tidak segera ditangani maka akan terjadi dehidrasi yang semakin berat pada Mina e. Diare mucus/lendir menandakan bahwa penyebab dari diare adalah bakteri. 3. Adanya darah merupakan tanda adanya invasi dari bakteri yang menghasilkan toksin perusak dinding usus.karena menurut masa inkubasi pada penyakit ini kurang dari 14 hari yang menandakan suatu diare akut f. Bakteri mengeluarkan toksin yang sifatnya merusak dinding usus (Shigella.

Ditambah dengan factor hipersekresi pada intestinal yang diakibatkan oleh infeksi bakteri menyebabkan distensi rongga intestinal yang juga berpengaruh terhadap terjadinya muntah. diare atau drainase dan fistula (ostomi).UI. 285. karena suasana asam)  tetapi ada kuman ada yang lolos  kuman melewati usus halus  menuju kebagian terminal ileum Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|14 . Pada keluhan-keluhan yang dirasakan Mina (BAB cair. (Patofisiologi Price and Wilson) Dengan mekanisme: Infeksi kuman masuk kedalam traktus digestivus  traktus digestivus menjadi terinfeksi (digaster sebagian kecil kuman mati. Demam dan Muntah) ini memiliki hubungan yang sangat erat.1)  Penyebab kehilangan volume cairan paling sering adalah terjadi akibat muntah. penyedotan lambung. Bagaimana mekanisme muntah dalam kasus ini? Jawab:  Pada anak yang mengalami muntah yang terjadi pada saat sebelum/sesudah diare dapat disebabkan oleh lambung yang turut meradang atau akibat gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit ( Ilmu Kesehatan Anak. dari penyebab masing-masing keluhan tadi terlihat bahwa factor iritasi lah penyebab keluhan-keluhan tersebut. hal. b.Muntah merupakan suatu cara dimana traktus gastrointestinal membersihkan dirinya sendiri dari isinya ketika hampir semua bagian atas traktus gastrointestinal teriritasi secara luas. Jild. sangat mengembang atau bahkan sangat terangsang. Apa makna BAB cair disertai muntah yang tidak menyemprot? Jawab: BAB cair yang disertai muntah yang tidak menyemprot menandakan bahwa keluhan yang terjadi berasal dari saluran pencernaan bagian bawah akibat adanya suatu ↑ gerakan antiperistaltik dan telah terjadi gangguan asam basa c.

obstruksi usus c. Obstruksi : a. Hidrosefalus Non-organik Psikogenik Menarik perhatian Motion sicknes Obat Sumber: IDAI Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|15 . Organ lain: a. Inf. ulkus peptikum e. non obstruksi: a. intususepsi b. Apa penyebab muntah 3x/hari? Jawab: Saluran cerna 1.saluran kemih c. akalasia d. struktur (ingesti bahan kaustik) 2. TIK meninggi b. d. gastroenteritis b. Infeksi SSP c. Torsio testis Luar saluran cerna 1. gastritis d. apendisitis c.saluran 2. Otitis media d. SSP: a.dan kolon  menempel di lapisan mukosa dan menembus lapisan epitel  terjadinya reaksi peradangan yang hebat  terlepasanya sel dan timbul tukak  gangguan absorpsi di bagian tersebut  diare Kuman yang masih tersisa di lambung  mengaktifkan/merangsang system imun untuk membersihkan kuman tersebut  muntah hubungan dengan keseimbangan asam basa : Ketika terjadi diare (dimana pengeluaran air dalam jumlah banyak  gangguan keseimbangan elektrolit (cairan) dalam tubuh)  muntah (sebagai penyeimbang agar tidak terjadi asidosis akibat diare yang berlebihan satu hari sebelumnya) tetapi setelah mulai seimbang maka muntah tidak terjadi lagi. keracunan makan napas b. Inf.

c) Nokturnal. Satu hari sebelum ke Puskesmas BAB cair disertai darah dan lenidr bertambah sering sehingga Mina tampak lemas. 2. diakibatkan karena hubungan dengan masa inkubasi (dimana waktu yang diperlukan oleh kuman (saat menginvasi) sampai menimbulkan sakit. f. mungah yang diseebabkan oleh infeksi pada saluran cerna. muntah yang terjadi pada malamhari. muntah ini disebabkan oleh peningkatan tekanan intra kranial maupun meningitis. Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|16 . Apa saja klasifikasi dari muntah? Jawab: Klasifikasi muntah 1. Mengapa muntah terjadi pada 2 hari sebelumnya? Jawab: Muntah terjadi 2 hari sebelumnya. Berdasarkan sifat : a) Muntah proyektil (muntah yang menyemprot). Terjadi karena homeostasis untuk menyeimbangkan agar tidak terjadi asidosis akibat diare yang berlebihan. Bisa juga sebagai refleks/usaha tubuh untuk mengeluarkan kuman. 4. BAK terakhir 6 jam sebelum ke Puskesmas. b) Non proyektil (muntah yang tidak menyemprot). Berdasarkankarakteristiknya : a) Muntah yang berwana merah tua/kehitaman disebabkan ulkus yang terjadi di lambung. muntah ini mengindikasikan kegawat daruratan medik.e. b) Muntah yang berwarna merah segar disebabkan oleh luka yang pada oesophagus atau pharynx c) Muntah yang berwarna hijau atau kekuningan.

c. Apa makna BAK 6 jam sebelum ke Puskesmas? Jawab: Mengetahui derajat dehidrasinya. karena apabila BAKnya sudah tidak seperti normal kemungkinan cairan tubuh sudah menurun atau berkurang sehingga perlu penanganan cairan tambahan dan tepat. Bagaimana derajat dehidrasi? Jawab: Derajat dehidrasi dapat ditentukan berdasarkan 1.a. Gejalanya:        Kulit wajah tampak memerah Rasa haus yang begitu besar Kulit hangat dan kering Tidak buang air kecil atau volume urine berkurang dengan warna gelap Pusing dan tubuh merasa lemah Mengantuk Mulut dan lidah terasa kering disertai berkurangnya air liur b) dehidrasi sedang: bila terjadi penurunan berat badan 5-10%. Gejalanya:   Tekanan darah menurun Pingsan Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|17 . kehilangn berat badan a) dehidrasi ringan : bila terjadi penurunan berat badan 2 ½ -5%. Apa makna BAB cair disertai darah dan lendir yang bertambah sering sehingga menyebabkan lemas? Jawab: mina kekurangan cairan eletrolit yang menyebabkan rusaknya penyerapan pada epitel mukosa di usus sehingga menyebabkan kurangnya asupan maksimal pada penyerapan cairan sehingga tubuh kekurangan cairan dan dehidrasi menjadi lemas b.

Gejalanya:      Berkurangnya kesadaran dan tidak buang air kecil Tangan dan kaki terasa dingin dan lembab Denyut nadi yang semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba Tekanan darah yang menurun hingga tidak dapat diukur Kebiruan pada ujung kuku. cengang. ngantuk Kekenyalan kulit Mata Normal Sedikit cekung Sedikit cekung Sangat cekung Sangat cekung Normal Sedikit kurang 2 Mengigau. mulut. lengan.      Kontraksi yang kuat pada otot. koma atau syok Sangat kurang Ubun – ubun Normal besar Mulut Normal Kering Kering dan sianosis Denyut nadi/menit Kuat>120 Sedang (120140) Lebih dari 40 Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|18 . kaki. Skor Maurice King Bagian tubuh yang diperiksa Keadaan umum Sehat Nilai untuk gejala yang ditemukan 0 1 Gelisah. perut dan punggung Kejang Perut kembung Gagal jantung Ubun-ubun cekung Denyut nadi cepat dan lemah c) dehidrasi berat: bila terjadi penurunan berat badan >10%. dan lidah 2. apatis.

sadar. lemas. mungkin koma.Jika kulit kembali normal dalam waktu : a) 2-5 detik : turgor agak kurang (dehidarasi ringan) b) 5-10 detik: turgor kurang (dehidarasi sedang) c) >10 detik: turgor sangat kurang (dehidrasi berat) Berdasarkan skor yang ditemukan pada penderita. berkeringat. gelisah. 1. lebih besar gelisah. Mengantuk. Tanda dan gejala Dehidrasi ringan Dehidrasi sedang Dehidrasi berat Keadaan umum dan kondisi: Bayi dan anak kecil Haus. letargi tetapi intebel. gelisah. Sadar. Haus. merasa pusing. sianotik. Haus. sadar. dan dewasa 2.dapat ditentukan derajat dehidrasinya: a) Skor 0-2 : dehidrasi ringan b) Skor 3-6 : dehidrasi sedang c) Skor >7 : dehidrasi berat No . sadar. kulit keriput dan kejang otot. berkeringat. ekstremitas dingin Anak Haus. dan kadangkadang tak Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|19 . halus. gelisah. Nadi radialis Normal Cepat dan lemah Cepat.

Tekanan darah sistolik Normal Normal-rendah > 80 mmHg dan mungkin tak terukur 8. Bagaimana BAK normal? Jawab: Pada anal-anak. Fontanella anterior Sumber: WHO (1980) Normal Cekung 40-50 mmHg 60-90% 100-110 mmHg Sangat cekung d. Perkiraan kehilangan cairan 12. Air mata Ada Kering Sangat kering 9. Elastisitas kulit Cubitan kulit kembali segera Cubitan kulit kembali lambat (<2 detik) Cubitan kulit kembali sangat lambat (>2 detik) 7.teraba 3. Pengeluaran urin Normal Jumlah kurang dan pekat 10.  Pengeluaran urin terjadi 6-8 kali/hari Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|20 . % kehilangan BB 4-5% 6-9% Anuria/oligur ia berat 10% atau lebih 11. 85% anak memiliki kendali penuh terhadap kandung kemih dan defekasi. Ubun-ubun Normal Cekung Dalam dan cepat Sangat cekung 5. Pernapasan Normal Dalam dan cepat 4. Mata Normal Cekung Sangat cekung 6.

Hal ini karena pada anak-anak usia 5 tahun senang bermain dan kebersihannya juga kurang baik sehingga memungkinkan bakteri menempel pada jari-jarinya sehingga ketika ia menghisap jempol. (normal) Tanda vital:  kesadaran kompos mentis (normal)  nadi 130x/menit teratur. Apa saja dampak dari kebiasaan menghisap jempol? Jawab: 6. isi tegangan kurang (abnormal) nilai normal: pada anak 5 tahun 70-115x/menit  RR 30x/menit (normal) Nilai normal: 20-30x/menit  temp 38. b.0 – 7 5.  Warna agak kekuningan atau kuning muda  PH : 5. Mina memiliki kebiasaan menghisap jempol jika ingi tidur. bakteri yang terdapat di permukaan jari masuk ke dalam trakrus digestivus dan menginfeksi kolon yang menyebabkan terjadinya diare. Hubungan kebiasaan menghisap jempol dengan keluhan pada kasus ini? Jawab: Kebiasaan isap jempol merupakan faktor resiko terjadinya disentri. gelisah (abnormal)  BB 16 kg. Bagaimana mekanisme dari hasil pemeriksaan fisik? Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|21 .0oC (abnormal) nilai normal: b. a. TB 110 cm. Rata-rata volume urine pada anak-anak 500-1000ml/hari. Bagaimana interpretasi dari hasil pemeriksaan fisik? Jawab:  tampak sakit sedang. Pemeriksaan fisik. keadaan umum a.

Bagaimana interpretasi dari hasil pemeriksaan spesifik? Jawab: Kepala  ubun-ubun besar tertutup (normal)  kelopak mata cekung (abnormal)  air tidak ada. bunyi bising jantung tidak ada (normal) Abdomen:  datar.(abnormal) Thoraks:  simetris.Jawab:  nadi 130x/menit teratur mekanisme: volume cairan ekstrasel ↓ → volume darah ↓ → kompensasi tubuh → jantung meningkatkan nadi  isi tegangan kurang mekanisme: cairan tubuh ↓ → volume darah di pembuluh darah ↓ → isi tegangan ↓. 7. Pemeriksaan spesifik a. mukosa mulut kering. retraksi (-/-).(abnoemal) b. Bagaimana mekanisme dari hasil pemeriksaan spesifik? Jawab: Kepala  kelopak mata cekung (abnormal) mekanisme: faktor risiko isap jari → bakteri masuk ke traktus digestifus lewat mulut → bakteri ke lapisan mukosa kolon mengeluarkan enterotoksin dan eksotoksin → Gangguan absorsi air Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|22 . lemas (normal)  bising usus meningkat (abnormal)  hepar dan lien tidak teraba (normal)  cubitan kulit (turgor) kembali sangat lambat (abnormal) Ekstremitas:  kedua ujung jari kaki dan tangan mulai teraba dingin. bunyi nafas vesikuler.

disertai darah dan lendir → volume cairan ekstrasel menurun (dehidrasi) → produksi kelenjar salivaris dan kelenjar lakrimalis menurun → mukosa mulut kering dan air mata tidak ada. Ekstremitas:  kedua ujung jari kaki dan tangan mulai teraba dingin. disertai darah dan lendir → volume cairan ekstrasel menurun (dehidrasi) → cairan dilapisan kulit menurun → ↓ elastisitas → turgor kembali.(abnomal) mekanisme: 8.(normal) Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|23 .(abnormal) mekanisme: faktor risiko isap jari → bakteri masuk ke traktus digestifus lewat mulut → bakteri ke lapisan mukosa kolon mengeluarkan enterotoksin dan eksotoksin → Gangguan absorsi air dan merusak epitel dan jaringan dibawahnya → BAB cair.  air tidak ada. Bagaimana interpretasi dari hasil pemeriksaan laboratorium? Jawab:  Hb 12g/dl (normal)  Jumlah WBC 17. disertai darah dan lendir → volume cairan ekstrasel menurun (dehidrasi) → cairan transel di intraokular menurun → mata cekung.dan merusak epitel dan jaringan dibawahnya → BAB cair. mukosa mulut kering. Pemeriksaan laboratorium a.500/mm3 (abnormal) → leukositosis Nilai normal: bayi/anak: 9000-12000/mm3  diferential count 0/1/2/63/30/4. Abdomen:  bising usus meningkat (abnormal) mekanisme: diare → hiperperistaltik pada usus  cubitan kulit (turgor) kembali sangat lambat (abnormal) mekanisme: faktor risiko isap jari → bakteri masuk ke traktus digestifus lewat mulut → bakteri ke lapisan mukosa kolon mengeluarkan enterotoksin dan eksotoksin → Gangguan absorsi air dan merusak epitel dan jaringan dibawahnya → BAB cair.

 Mikroskopis: lekosit (-). lendir (+)  Leukosit feses: 6-10/lpb. lekosit. bakteri c. Bagaimana mekanisme dari hasil pemeriksaan laboratorium? Jawab:  Wbc : leukositosis Mekanisme: Jejas infeksi  sitokin  peningktan leukosit  leukositosis  Urin kekuningan : urin pekat Mekanisme: Dehidrasi  ADH↑  reabsobsi air↑  urin pekat  urin kuning  Feses : eritrosit: 5-8/lpb. bakteri dan eritrosit tinja ditemukan eritrosit. Bakteri apa yang kemungkinan menyebabkan keluhan pada kasus ini? Jawab: Bakteri sigella 9. jamur (-) b. debris mukosa yang nekrosis. pus (-). hyfa (-).nilai normal: 0-1/1-3/2-6/50-70/20-40/2-8 Urin rutin:  Makroskopis: warna kuningan (abnormal) → tanda-tanda telah terjadi dehidrasi. bakteri ++ Mekanisme: Invasi mikroorganismeulserasi mukosaperdarahan dan terbentuk pseudomembran yang terdiri dari benang fibrin. leukosit. protein (-) (normal) Feses rutin:  Makroskopis: cair lebih banyak dari ampas. eritrosit: 5-8/lpb. bakteri ++. RBC (-). Bagaimana cara menegakkan diangnosis pada kasus ini? Jawab: 1) Anamnesis Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|24 . darah (+).

lemas. isi tegangan kurang. gelisah. Berak-berak 3-4x/hari. kekuningan ada darah dan lendir b. pus(-). 2 hari sebelum kepuskesmas. jumlah WBC 17. Ekstremitas: kedua ujung kaki dan tangan mulai teraba dingin. protein (-) Feses rutin Makroskopis: cair lebih banyak dari ampas.a. selama 3 hari. Keadaan Umum: Tampak sakit sedang. air mata tidak ada. bakteri ++. jumlah ½ gelas. Tanda vital: Kesadaran komposmentis .500/mm3.hepar dan lien tidak teraba. Keadaan spesifik: Kepala: Ubun-ubun besar besar tertutup. RR 30x/m. konsistensi banyak air dari ampas.differential count 0/1/2/63/30/4 Urin rutin: Makroskopis: warna kekuningan Mikroskopis: leokosit (-). Muntah-muntah 3x/hari.bising usus meningkat. darah (+). eritrosit 5-8/lbp. Nadi 130x/m temperatur 38. Abdomen: datar.mukosa mulut kering. 3) Pemeriksaan Laboratorium: Hb 12g/dl. Leukosit feses: 6-10/lpb. hyfa (-). jamur(-) 10. TB 110 cm. kelopak mata cekung. Demam hilang timbul dan merasa gelisah 2) Pemeriksaan Fisik a. muntahnya tidak menyemprot. c. BB 16 kg. lender (+). 3 hari sebelum masuk rumah sakit berkurang.0˚C b. Apa Diferensial Diagnosis pada kasus ini? Jawab: Rotavirus Mual muntah Demam Gejala lain & Dari permulaan + + Dapat + + Shigella Jarang V cholerae jarang Kasus + Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|25 . cubitan kulit kembali sangat lambat. RBC (-).

muntah. kuning Hijau - Tidak Diketah ui Leukosit - + - + 11. Apa Working Diagnosis pada kasus ini? Jawab: Disentri basilaris 13.kejang.BAB berdarah Sifat tinja: Volume sedang Sedikit Sangat banyak Frekuensi Sampai 10x/ lebih Konsistensi Berair (cairan>amp as) Mukus Darah Bau Jarang Sering Sering Tidak berbau flacks Anyir Berair (cairan>ampas) Sering sekali Hampir terus menerus Air (kecuali kejang) Sedikit Sering Cairan > ampas + + Tidak Diketah ui Warna Hijau. Apa Epidemiologi pada kasus ini? Jawab: Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|26 . Apa saja pemeriksaan tambahan yang dibutuhkan untuk kasus ini? Jawab: Pemeriksaan penunjang: biakan bakteri dari feses. 12.

ditemukan 5% persen akibat shigella. dan selama musim hujan pada daerah yang beriklim tropis.Infeksi dengan shigella terjadi paling sering bulan-bulan panas pada daerah beriklim sedang.. Didunia sekurangnya 200 juta kasus dan 650. Apa etiologi pad kasus ini? Jawab: Infeksi bakteri sigella 15.000 kematian terjadi akibat disentri basiler pada anak-anak dibawah umur 5 tahun. 14. jenis kelmin yang terkena sama. dari 3848 orang penderita diare berat. Hasil penelitian dibeberapa rumah sakit di Indonesia dari Juni 1998 sampai dengan November 1999. Bagaimana patofisiologi kasus ini? Jawab: Faktor resiko : sering menghisap jempol bakteri masuk ke traktus digestivus lewat mulut bakteri masuk ke lapirasan mukosa kolon mengeluarkan enterotoksin dan eksotoksin enterotoksin eksotoksin aktivasi GMP siklik intaseluler neurotoksin sitotoksin Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|27 .

dan ion karbonat ke dalam lumen usus Gangguan absorbsi air dan rusak pembuluh darah merangsang peristaltik BAB encer.memicu sekresi ion Cl.sis el kripta dan menghambat absorbs Na ↑ peristaltik Merusak epitel dan jaringan dibawahnya muka sekresi air. garam.dan lendir ↑ peristaltik BAB encer Volume cairan ekstrasel menurun (dehidrasi) Volume cairan ekstrasel menurun (dehidrasi) Cairan transel di intraokular menurun Produksi kelenjar salivaris dan kelenjar lakrimalis menurun Cairan di lapisan kulit menurun Volume darah menurun Mata cekung Mukosa mulut kering dan air mata tidak ada Turgor kembali lambat Kompen sasi : HR↑ Aliran darah di pembuluh darah menurun Kompensasi : ↑reabsorbsi air oleh tubulus ginjal dan ↓ air yang dieksresikan Volume pigmen urobilinogen Tegangan lebih banyak pembuluh daripada ir yang darah dieksresikan menurun Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|28 Urine kuning . darah .

b. sebaiknya setelah merawat bayi yang sakit. Pemberian makanan pendamping ASI yang bersih dan bergizi setelah bayi berumur 6 bulan Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|29 . Menganjurkan untuk menggunakan air bersih untuk membuat susu. e. apabila anak muntah maka dihentikan dahulu +10 menit lalu dilanjutkan lagi tetapi lebih lambat misalnya sesendok tiap 2-3 menit. c. Bagaimana penatalaksanaan pada kasus ini? Jawab: 1) Promotif a. 2) Preventif a.16. anak tampak kehausan sebaiknya segera dibawa ke Rumah Sakit atau poliklinik terdekat (penting bila setelah pulang dari RSDK anak sakit lagi). bisa diberikan vaksin rotavirus per-oral (melalui mulut). buang air besar di jamban. b. menangis tidak keluar air mata. Menganjurkan menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan pribadi contohnya tidak membuang sampah sembarangan. kehausan. Menjelaskan perlunya menjaga kebersihan diri dan alat-alat makan/minum (dot) dengan cara cuci tangan sebelum membuat susu dan menggunakan alat-alat makan/minum yang sudah dicuci bersih atau direbus dahulu. mencuci tangan sebelum membuat susu atau menbuang kotoran. Untuk mencegah diare akibat infeksi rotavirus. Untuk mencegah penyebaran infeksi. Memberitahu ibu cara melakukan sterilisasi dot yang benar. Bila anak diare disertai muntah berulang. tangan harus dicuci bersih-bersih c. air harus dimasak sampai mendidih. Menjelaskan perlu pemahaman mengenai tanda-tanda dehidrasi seperti rewel. d. Menjelaskan agar ibu memberikan oralit sesendok teh tiap 1-2 menit sampai habis. bibir kering. mata cekung. Pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif d.

walaupun pada dehidrasi ringan dan sedang. Mencuci tangan f. Cara membuang tinja yang baik dan benar 3) Kuratif 4) Rehabilitatif Pengantian cairan dan elektrolit merupakan elemen yang penting dalam terapi efektif diare akut. Menggunakan air bersih yang cukup banyak k. gunakan produk terbuat dari susu yang telah dipasteurisasi untuk membunuh bakteri. Beratnya dehidrasi secara akurat dinilai berdasarkan berat badan yang hilang sebagai persentasi kehilangan total berat badan dibandingkan berat badan sebelumnya sebagai baku emas. h. g. Pemberian terapi cairan dapat dilakukan secara oral atau parateral. Bila diare profus dengan pengeluaran air tinja yang banyak ( > 100 ml/kgBB/hari ) atau muntah hebat (severe vomiting) sehingga penderita tak dapat minum sama sekali.e. Jangan biarkan makanan pada suhu ruangan oleh karena dapat merangsang pertumbuhan bakteri. Pemberian secara oral dapat dilakukan untuk dehidrasi ringan sampai sedang dapat menggunakan pipa nasogastrik. atau kembung yang sangat hebat (violent meteorism) sehingga upaya rehidrasi oral tetap akan terjadi defisit maka dapat dilakukan rehidrasi parenteral walaupun sebenarnya rehidrasi parenteral dilakukan hanya untuk dehidrasi berat dengan gangguan sirkulasi. Masaklah makanan dan air minuman hingga matang. Pemerberian imunisasi campak j. Keuntungan upaya terapi oral karena murah dan dapat diberikan dimana-mana. AAP merekomendasikan cairan rehidrasi oral (ORS) untuk rehidrasi dengan kadar natrium berkisar antara 75-90 mEq/L dan untuk pencegahan dan pemeliharaan dengan Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|30 . i. Menggunakana jamban keluarga l.

gangguan dinamik sirkulasi ) memerlukan pemberian cairan elektrolit parenteral. yaitu dehidrasi lebih dari 10% untuk bayi dan anak dan menunjukkan gangguan tanda-tanda vital tubuh ( somnolen-koma. Dehidrasi Ringan – Sedang Rehidrasi pada dehidrasi ringan dan sedang dapat dilakukan dengan pemberian oral sesuai dengan defisit yang terjadi namun jika gagal dapat diberikan secara intravena sebanyak : 75 ml/kg bb/3jam. Pemberian cairan oral dapat dilakukan setelah anak dapat minum sebanyak 5ml/kgbb/jam. Secara ringkas kelompok Ahli gastroenterologi dunia memberikan 9 pilar yang perlu diperhatikan dalam penatalaksanaan diare akut dehidrasi ringan sedang pada anak. Biasanya dapat dilakukan setelah 3-4 jam pada bayi dan 1-2 jam pada anak . selanjutnya 70ml/kgbb/5jam Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|31 . a. pernafasan Kussmaul.natrium antara 40-60mEq/L. yaitu :          Menggunakan CRO ( Cairan rehidrasi oral ) Cairan hipotonik Rehidrasi oral cepat 3 – 4 jam Realiminasi cepat dengan makanan normal Tidak dibenarkan memberikan susu formula khusus Tidak dibenarkan memberikan susu yang diencerkan ASI diteruskan Suplemen dnegan CRO ( CRO rumatan ) Anti diare tidak diperlukan b. Penggantian cairan bila masih ada diare atau muntah dapat diberikan sebanyak 10ml/kgbb setiap diare atau muntah. Dehidrasi berat Penderita dengan dehidrasi berat. Anak yang diare dan tidak lagi dehidrasi harus dilanjutkan segera pemberian makanannya sesuai umur. Penggantian cairan parenteral menurut panduan WHO diberikan sebagai berikut: Usia <12 bln: 30ml/kgbb/1jam.

Cairan NaCL dengan atau tanpa dekstrosa dapat dipakai. Cairan Ringer Laktat (RL) adalah cairan yang banyak diperdagangkan dan mengandung konsentrasi natrium yang tepat serta cukup laktat yang akan dimetabolisme menjadi bikarbonat. Apa komplikasi pada kasus ini? Jawab: Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|32 . memperlihatkan efikasi pada diare anak dengan kolera atau tanpa kolera. Pemilihan jenis cairan Cairan Parenteral dibutuhkan terutama untuk dehidrasi berat dengan atau tanpa syok. 17. Apabila penderita telah kembali diberikan diet sebagaimana biasanya . tetapi tidak mengandung elektrolit yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup. lemak dan protein akan segera dapat dipenuhi. Itulah sebabnya mengapa pada pemberian terapi cairan diusahakan agar penderita bila memungkinkan cepat mendapatkan makanan / minuman sebagai biasanya bahkan pada dehidrasi ringan sedang yang tidak memerlukan terapi cairan parenteral makan dan minum tetap dapat dilanjutkan. namun hal ini tidaklah menjadi masalah besar karena hanya menyangkut waktu yang pendek.Usia >12 bln: 30ml/kgbb/1/2-1jam.16 Sejumlah cairan rehidrasi oral dengan osmolaliti 210 – 268 mmol/1 dengan Na berkisar 50 – 75 mEg/L. c. Namun demikian kosentrasi kaliumnya rendah dan tidak mengandung glukosa untuk mencegah hipoglikemia. Jenis cairan parenteral yang saat ini beredar dan dapat memenuhi kebutuhan sebagai cairan pengganti diare dengan dehidrasi adalah Ka-EN 3B. serta memperbaiki renjatan hipovolemiknya. sehingga dapat mengembalikan dengan cepat volume darahnya. Segala kekurangan tubuh akan karbohidrat. selanjutnya 70ml/kgbb/2-2½ jam Walaupun pada diare terapi cairan parenteral tidak cukup bagi kebutuhan penderita akan kalori.

Sekresi hormone antidiueretik yang mengakibatkan hiponatremi yang berat. Komplikasi utama yang lain. Apa KDU pada kasus ini? Jawab: KDU 4 20. Bagaimana prognosis pada kasus ini? Jawab: Dubia ad bonam 19. (HR. 18.Komplikasi shigellosis yang paling sering adalah dehidrasi dengan resiko gagal ginjal dan kematian yang menyertainya. Maka sesungguhnya seorang ‘abdi (muslim )yang tidur dalam keadaan bersih /suci kecuali tidur bersamanya. pada rambut-rambutnya. Maka allah akan membersihkan kamu. Thabrani. ya allah ampunilah. terutama pada anak kurang gizi yang amat muda adalah sepsis dan koagulasi intravaskuler. abdimu ini karena sesungguhnya ia tidur dalam ke adaan bersih atau suci. ibnu hibban) 2. malaikat yang tidak ada hentinya mendoa kannya.6 Kerangka Konsep Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|33 . Bagaimana Pandangan Islam tentang kasus ini? Jawab: Rasulallah saw bersabda : Bersihkanlah badan.

5 tahun datang kepuskesmas dengan keluhan berak cair.Faktor risiko: kebiasaan mengisap jempol Bakteri masuk ke traktus digestifus Infeksi mukosa tenue Infeksi mukosa crasum Muntah tidak menyemprot Pemeriksaan fisik dan laboratorium abnormal Gangguan absorbsi Kerusakan epitel demam BAB cair disertai lendir BAB darah 2. dan lendir karena mengalami disentri yang di akibatkan infeksi bakteri sigella.7 Hipotesis Mina pr. Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|34 . darah.

Laporan Tutorial Skenario A Blok XIII Angkatan 2011|35 .