REFERAT Peningkatan Stres Oksidatif pada Pasien dengan Mola Hidatidosa

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Pendidikan Program Profesi Dokter Stase Ilmu Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta

Diajukan Oleh :

Ariapriyoga Rheza Mahendra Zahrotul Aimah, S.Ked Anna Listyana Dewi, S.Ked Dewi Kusuma Ayuningtiyas, S.Ked
Pembimbing : dr. Heryuristianto, Sp.OG

J 500 080 105 J 500 070 048 J 500 060 071 J 500 080 012

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013

.

Reactive oxygen species (ROS) diproduksi dalam proses metabolik dan fisiologis Reaksi oksidatif yang membahayakan bisa terjadi pada organisme yang memindahkan ROS via mekanisme antioksidatif enzimatik dan non-enzimatik Dalam beberapa kondisi peningkatan oksidan dan penurunan antioksidan tidak bisa dihindari  Stres oksidatif Stres oksidatif meningkat selama kehamilan normal Peningkatan stres oksidatif bisa terdapat pada pasien dengan CHM (complete hydatidiform mole ) Belum ada laporan mengenai status oksidatif/antioksidatif plasma pada status pseudopregnancy CHM .

Tujuan Penelitian Untuk menentukan status oksidatif dan status antioksidatif plasma pasien dengan complete hydatidiform mole (CHM) dan untuk membandingkan nilai-nilai ini dengan kehamilan normal .

wanita underweight. dan perokok tidak diikutsertakan dalam penelitian 31 pasien ibu hamil sehat (kontrol) pada trimester pertama kehamilan dengan janin viabel tunggal 38 pasien menderita CHM Diagnosis complete hydatidiform mole berdasarkan pemeriksaan histopatologis jaringan mola.Subjek Penelitian ini melibatkan 69 wanita yang datang ke Harran University Hospital selama periode antara Juli 1998 dan September 2002 Wanita obese. kecilnya janin yang dapat diidentifikasi. villi korionik dengan pembengkakan hydatidiform general. menunjukkan ciri proliferasi jaringan trophoblastik abnormal. dan hiperplasia trophoblastik difus yang berasal dari fertilisasi abnormal .

.Sampel Sampel darah dimasukkan dalam tabung dengan heparin setelah puasa satu malam. Sampel plasma diperiksa secepatnya atau disimpan pada suhu -80°C. Plasma dipisahkan dari sel-sel selama 10 menit.

6 + 1 vol.5 ml reagen FRAP yang telah dihangatkan sebelumnya pada 37°C (10 vols 300 mM acetate buffer.Pengukuran plasma total antioxidant potential TAOP plasma ditentukan menggunakan ferric reducing/antioxidant power (FRAP) assay Tes dilakukan pada 37ºC. 10 mM 2.4. 20 mMol FeCl3) dilakukan vortex mixed dengan 50 μL sampel tes dan standar. pH 3.6-trypyridyl-S-triazine dalam 40 mM HCl + 1 vol. . Reagen blank hanya mengandung ferrous sulphate. 1. Absorbance pada 593 nm dibaca disamping suatu reagent blank pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya (predeterminated time) (0—4 menit) setelah pencampuran sampelreagen.

Pengukuran konsentrasi peroksida total plasm Konsentrasi peroksida total ditentukan dengan menggunakan metode ‘FOX2’ Reagen FOX2 dipersiapkan dengan melarutkan ammonium ferrous sulphate untuk menghasilkan konsentrasi akhir 250 μM ion ferrous dalam asam Larutan ini ditambahkan dalam 90 ml HPLCgrade methanol yang mengandung 79. .6 mg xylenol orange ditambahkan dengan diaduk sehingga menghasilkan reagen akhir Sistem tes FOX2 berdasarkan oksidasi ion ferrous ke ion ferric dengan berbagai tipe yang mengandung peroksida dalam sampel plasma. untuk menghasilkan kompleks ferricxylenol yang berwarna kuning yang absorbance-nya bisa diukur.2 mg butylated hydroxytoluene (BHT). 7.

. suatu indikator derajat stres oksidatif.Indeks Stres Oksidatif Ratio peroksida total terhadap total antioxidant potential adalah indeks stres oksidatif.

05 dianggap signifikan secara statistik. P ≤ 0. .Analisis Statistik Student’s test dilakukan menggunakan paket SPSS.

7) NS NS NS NS Tidak ada perbedaan pada mean usia.5 (5.5) 21. .5 (3.7) 13. dan body mass index (BMI) antara pasien dengan CHM dan kontrol. paritas.4) NS NS hamil P (minggu) Graviditas Paritas Aborsi BMI (kg/m2) 5.0 (8.8) 5.3) 0.8) Ibu sehat (n = 11) Mean (SD) 29.1 (2.3) 3. Karakteristik demoGrafik pasien dengan CHM dan ibu hamil sehat Usia (tahun) Usia gestasi Variabel Complete hydatidiform mole (n = 18) Mean (SD) 31.Hasil Tabel 1.3 (0.1) 12.1 (1. aborsi. graviditas.6) 21. usia gestasi.0) 0.9 (4.2 (0.9 (3.0 (1.2 (4.5) 4.3 (2.

4) 0.43 (1.001 4.9 (105.8) 571.70) 2..6 (6.4) 0.029 hydatidiform Ibu hamil sehat P (n = 11) Mean (SD) stres oksidatif pada pasien CHM dan kontrol ibu Total antioxidant hamil potential* (μmol Trolox equiv.Hasil cont. Tabel 2./L) Peroksida total** (μmol H2O2/L) Indeks stres oksidatif 21.92 (1. Indikator plasma Complete mole (n = 18) Mean (SD) 511.7 (109.001 *Kadar TOAP plasma pasien dengan CHM ditemukan secara signifikan lebih rendah dibandingkan ibu hamil sehat **Kadar peroksida total plasma secara signifikan lebih tinggi pada pasien mola hidatidosa dibandingkan pada kontrol ***OSI secara signifikan lebih tinggi pada pasien hidatidosa komplit dibandingkan pada kontrol .4) 15.8 (6...50) 0.

Peningkatan ROS dan penurunan sistem pertahanan antioksidatif juga bisa menyebabkan jejas oksidatif pada pasien dengan CHM.Diskusi keseimbangan oksidatif/antioksidatif bergeser ke arah status oksidatif. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menjelaskan mekanisme pasti stres oksidatif pada pasien dengan CHM. disebut peningkatan stres oksidatif terdapat pada pasien dengan CHM dibandingkan dengan subjek kontrol ibu hamil sehat. Peningkatan stres oksidatif mungkin berperan dalam patogenesis penyakit atau mungkin sekunder terhadap penyakit Pemberian suplemen dengan antioksidan vitamin C dan E terbukti berguna dalam terapi CHM. .