Pankreatitis Akut

1. Definisi Adalah sindrom klinis yang ditandai dengan adanya nyeri abdomen hebat yang tiba-tiba dan peningkatan enzim amylase atau lipase. 2. Epidemiologi Terjadi 1 sampai 5 kasus per 10.000 penduduk per tahun. Di Negara barat penyebab pankreatitis akut terutama adalah alkohol (80-90%) pada pria dan batu empedu (± 75%) pada wanita. 3. Klasifikasi Klasifikasi pankreatitis akut menurut Bradley: • Pankreatitis ringan Tidak terjadi disfungsi organ atau komplikasi. • Pankreatitis berat Terjadi kerusakan fungsi pankreas dan ada komplikasi local maupun sistemik serta angka kematian yang signifikan. 4. Etiologi Penyebab pankreatitis akut adalah: 1. Alkohol (30-45%) 2. Batu empedu (30-45%) 3. Idiopatik (10-30%) 4. Lain-lain (10%): autoimun, genetik,iatrogenic, infeksi, metabolik, neoplasma, obstruksi, toksik, traumatik, vaskular dan lain-lain 5. Patofisiologi Pankreatitis akut dimulai oleh aktivasi prematur dari zimogen yg menyebabkan autodigesti pankreas. Hal ini pertama kali terjadi di dalam sel asinar. Akibat dari teraktivasinya zimogen ini adalah kerusakan lokal dan jaringan lain yang akan terus berlanjut. Enzim digestif aktif yang dilepaskan dari sel asinar tersebut akan menyebabkan kerusakan pada struktur jaringan normal. Kerusakan ini akan dibatasi oleh adanya serum protease inhibitor yang beredar di dalam sirkulasi darah seperti α2-makroglobulin, α1antitripsin,antichymotripsin, serum tripsin inhibitor dan C1 esterase inhibitor. Setelah inhibitor ini terikat dengan enzim digestif aktif maka kompleks ini akan dibersihkan oleh sistem retikuloendotelial. Jika terjadi penurunan jumlah inhibitor ini serta terhambatnya proses pembersihan akan meningkatkan derajat keparahan pankreatitis.

Gejala klinis Keluhan yang sangat menyolok adalah rasa nyeri yang timbul tiba-tiba. Kenaikan enzim amilase setidaknya mencapai 3 kali lipat. kadang-kadang ke perut bagian bawah. Pemeriksaan ini lebih baik daripada USG sebab CT mampu memberi gambaran secara keseluruhan. vasodilatasi. Hal ini disebabkan karena tidak terdapat inhibitor terhadap amilase yang lepas dalam proses autodigesti pankreas sehingga kenaikan level serum amilase dalam kasus pankreatitis akut dapat menjadi indikator yang dapat dipercaya. Abdominal Radiographs Pemeriksaan radiografi ini direkomendasikan kepada setiap pasien yang mengalami nyeri abdomen. Bila terjadi demam tinggi mungkin mengindikasikan adanya cholangitis atau nekrosis akibat infeksi. Kadang dapat ditemui efusi pelura yang lebih sering terdapat di sebelah kiri. Serta suara bising usus yang menurun atau sama sekali hilang.  Lipase Peningkatan level serum lipase paralel dengan peningkatan amilase sehingga pemeriksaan level serum lipase dapat dijadikan pemeriksaan penunjang. dan hemoragik. intens.   . meningkatkan permeabilitas vaskular. Serta nyeri berlangsung selama beberapa hari. Lokasinya kebanyakan di epigastrium dan dapat menjalar ke punggung. terus menerus dan makin lama makin bertambah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri perut bagian atas dan guarding yang positif. Takikardi dan hipotensi ditemukan pada 40% pasien dan mungkin terjadi akibat deplesi volume intravaskular. Gejala lain yang dapat timbul adalah mual dan muntah yang terjadi pada 85% pasien dan demam ringan pada 65% pasien. 7.6. Pemeriksaan Penunjang  Amilase Level serum amilase merupakan standar dalam diagnosis pankreatitis akut. Computed Tomography (CT) CT merupakan pemeriksaan yang bermakna untuk pencitraan pankreas.

obstruksi usus yang akut dengan strangulasi. Diagnosis Banding Penyakit lain yang memberikan gejala nyeri perut bagian atas yang hebat yang perlu dipikirkan adalah kolik batu empedu. SGOT/SGPT tidaklah terlalu sulit untuk menyingkirkan penyakitpenyakit tersebut di atas 9. foto toraks. 8. Dapat juga diberikan pentazosin. gastritis akut. Dengan sarana penunjang seperti ultrasonografi abdomen. 3) Pada pasien yang berat dilakukan penghisapan cairan lambung untuk mengurangi penglepasan gastrin dan mengurangi rangsangan pada pankreas serta berguna untuk dekompresi bila terdapat ileus paralitik. Bila tiga atau lebih paremeter ditemukan pada saat pasien masuk ke rumah sakit. Prognosis Kriteria Ranson pada umumnya dipakai untuk menilai beratnya pankreatitis akut. Pada sebagian besar kasus 90% cara konservatif ini berhasil baik namun pada sebagian kecil (10%) terjadi kematian. aneurisma aorta yang pecah. dan laboratorium terutama tes fungsi hati seperti bilirubin. infark miokard dinding inferior. endoskopi saluran cerna. kolesisitas akut. Magnetic Resonance Imaging (MRI) Pemeriksaan ini memberi gambaran yang mirip dengan CT pada pankreatitis akut sehingga lebih jarang digunakan sebagai pemeriksaan penunjang. tukak peptik dengan atau tanpa perforasi. 2) Puasa total dan pemberian nutrisi parenteral untuk mengistirahatkan pankreas. Tata Laksana Tujuan pengobatan adalah menghentikan proses peradangan dan antodigesti atau menstabilkan sedikitnya keadaan klinis sehingga memberi kesempatan resolusi penyakit tersebut. morfin tidak dianjurkan. kolangitis. infark mesenterial. CT Scan abdomen. . Pada pankreatitis akut yang berat selain pedoman tersebut ditambahkan tindakan sebagai berikut : 1) Pindahkan ke Unit Perawatan Intensif (ICU) 2) Perawatan pernapasan 3) Terapi infeksi 4) Atasi gangguan metabolik 5) Dukungan gizi parenteral total yang memadai 10. suatu pankreatitis akut berat yang disertai komplikasi nekrosis pankreas dapat diprediksi akan muncul : 1) Usia > 55 tahun. EKG. pneumoni bagian basal. Tindakan konservatif yang merupakan terapi standar pankreatitis akut adalah: 1) Pemberian analgesik yang kuat seperti petidin beberapa kali sehari. Gama GT.

4) Kalsium serum < 8 mg%. 4) Defisit basa > 4 mEq/1. Timbulnya keadaan-keadaan dibawah ini dalam 48 jam pertama menunjukkan prognosis yang memburuk.000/ml. 5) LDH serum > 350 UI/I 6) AST > 250 UI/I. 5) Sekuestrasi cairan > 61 .2) Lekosit > 16. 3) Gula darah > 200 mg%. 1) Hematokrit menurun > 10%. 3) PO2< 60 mmHg. 2) BUN meningkat > 5 mg%.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful