PRESENTASI KASUS SEORANG WANITA 57 TAHUN DENGAN VARISES

Oleh : Agung Ismanuworo G99022010

Pembimbing: dr Darmawan, Sp. BTKV

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH THORAKS KARDIVASKULER FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA 2013

Asma R. Surakarta. berwarna kebiruan.STATUS PASIEN A. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien mengeluhkan adanya benjolan yang memanjang dan berkelok-kelok yang dirasakan sejak 2 tahun yang lalu. kemudian benjolan semakin lama semakin naik ke daerah paha. RM Masuk RS Pemeriksaan B. Namun lamakelamaan benjolan dirasa semakin membesar. 2. Diabetes : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : Ny. Alergi R. Riwayat Penyakit Dahulu R. Benjolan awalnya di betis. Keluhan Utama Benjolan yang menimbulkan nyeri di belakang kaki kanan. Awalnya benjolan kecil sebesar sedotan air mineral. Hipertensi R. ANAMNESA 1. Jebres. SM : 57 tahun : Wanita : Islam : Karyawan : Pucang Sawit. IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin Agama Pekerjaan Alamat No. Pasien juga mengeluhkan nyeri tumpul sampai lutut. Nyeri tersebut terutama timbul saat duduk atau berdiri lama dan berkurang bila berbaring dan tungkai ditinggikan. Pekerjaan pasien sehari-hari adalah karyawan pabrik kecap bagian pengepakan. Jawa Tengah : 01196495 : 22 Mei 2013 : 27 Mei 2013 . 3.

pucat (-/-). pingsan (-). sariawan (-). bibir pecah. kebiruan (-/-). mimisan (-). mengi (-) dingin (-). luka (-/-). Riwayat Penyakit Keluarga R. bibir biru (-).4. BAB lendir darah (-). luka (-/-)terasa dingin (-/-) : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal Cardiovascular : nyeri dada (-). Asma 5. DM R. bengkak (-/-).perut terasa panas (-) kembung (-). muntah darah (-). Alergi R. batuk darah (-). berdenging (-/-) : mulut kering (-). bengkak sendi (-) Ekstremitas : Atas : pucat (-/-). gusi berdarah (-). lemas (-) Gastrointestinal : mual (-) muntah (-). pandangan dobel (-/-) : pilek (-). BAB warna hitam (-). terasa dingin (-/-) Bawah : pucat (-/-). batuk (-). sebah (-). dahak (-).pecah (-) : sakit telan (-) : sesak (-). nyeri saat BAK (-) Muskuloskeletal: nyeri otot (-). bengkak (-/-). Hipertensi R. kebiruan (-/-). keringat . hidung tersumbat (-) :pendengaran berkurang (-/-). kaki bengkak (-). BAB sulit (-) Genitourinaria : BAK warna kuning jernih. keluar cairan (-/-). nyeri sendi (+). Anamnesa Sistemik Kepala Mata Hidung Telinga Mulut Tenggorokan Respirasi : pusing (-) : pandangan kabur (-/-).

Hidung Napas cuping hidung (-). JVP tidak meningkat 11. Keadaan Umum . gerak bebas. pucat (-). kering (-) Telinga Daun telinga dalam batas normal. kering. Mata Oedema palpebra (-/-). hiperpigmentasi (-) 3. Leher Bentuk normocolli.Keadaan umum .Derajat kesadaran : compos mentis . refleks cahaya (+/+). limfonodi tidak membesar. sekret (-/-). konjungtiva anemis (-/-) .Derajat gizi 2. rambut kering (-). deviasi trakhea (-). mukosa pharing hiperemis (-). darah (-/-). kaku kuduk (-). sukar dicabut. sianosis (-). tonsil T1 . pupil isokor (3mm/3mm) 6. deviasi(-/-) Mulut Mukosa basah (+). sklera ikterik (-/-). Kulit Kulit putih kecoklatan. Kepala Bentuk mesosefal.C. Toraks Cor : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : iktus kordis tidak tampak : iktus kordis tidak kuat angkat : batas jantung kesan tidak melebar : BJ I-II intensitas normal. 8. Wajah Odema (-) 5.T1 10. glandula thyroid tidak membesar. ujud kelainan kulit (-). rambut warna hitam. bising (-) : baik : gizi normal . 9. reguler. PEMERIKSAAN FISIK 1. 7. 4. sekret (-) Tenggorok Uvula di tengah.

Pulmo : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Pengembangan dada kanan = kiri : Fremitus raba dada kanan = kiri : Sonor di seluruh lapang paru : Suara dasar vesikuler (+/+) Suara tambahan (-/-) 12. warna kebiruan. regio cruris posterior(s) . regio poplitea posterior (s). ASSESMENT I Varises regio femur posterior (s). Genital BAK warna kuning jernih. nyeri tekan (-) D. nyeri saat BAK (-) 15. Status Lokalis Regio Femur posterior (s) + Regio Poplitea portserior (s) + Regio Cruris posterior (s) I: P: benjolan memanjang berkelok-kelok dimulai dari ½ distal femur sampai dengan ½ regio cruris proksimal. Ekstremitas Akral dingin Oedem Ikterik : Perut distended (-) : Supel : Timpani : Bising usus (+) normal. Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi 13. oedem (-) konsistensi lunak. 14.

106 UL HbsAg (-) Kreatinin : 1 mg/dL APTT : 29.6 detik .E.7 detik G. regio poplitea posterior (s). ASSESMENT II Varises grade III regio femur posterior (s). 103 UL AT: 337 103 UL AE :4.3 g/dl Hct: 38 % AL: 10.6 g/dL Ureum : 28 PT : 12.24 .1. PT APTT F.6 mmol/L Albumin: 2.9% 20 tpm Cek lab darah lengkap. PLANNING I MRS bangsal IVFD NaCl 0. PEMERIKSAAN PENUNJANG Hasil Laboratorium Hb: 12. regio cruris posterior (s) H. PLANNING II Pro eksisi varises GDS: 105 mg/dL Klorida: 107 mmol/L Natrium : 137 mmol/L Kalium : 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful