P. 1
Analisis Dd

Analisis Dd

|Views: 3|Likes:

More info:

Published by: Yuvita Dewi Priyatni on Jul 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2014

pdf

text

original

Edema adalah penimbunan cairan yang berlebihan pada jaringan tubuh.

Dasar-dasar timbulnya edema: • • • • Kerusakan kapiler (capillary leakage) ↑ permeabilitas vaskuler ↑ tekanan hidrostatik intravaskuler ↓ tekanan onkotik plasma

Edema dapat terjadi pada kompartemen cairan ekstraseluler maupun intraseluler. 1. Edema intraseluler Yang dapat menyebabkan edema intraseluler adalah: Depresi sistem metabolik jaringan Nutrisi sel yang tidak adekuat Dapat terjadi pada jaringan yang mengalami peradangan.

2. Edema Ekstaseluler Yang dapat menyebabkan edema ekstraseluler adalah: • Peningkatan tekanan kapiler • Retensi air dan garam berlebihan di ginjal (gagal ginjal akut dan kronis) Tekanan venosa tinggi (gagal jantung, obstruksi venosa, kegagalan pompa vena) Penurunan resistensi arteriol (insufisiensi sistem saraf simpatis, obat vasodilator)

Penurunan protein plasma Penurunan konsetrasi protein plasma menyebabkan penurunan osmotik plasma. Penurunan ini menyebabkan filtrasi yang keluar dari pembuluh lebih tinggi, sementara jumlah cairan yang direabsorbsi kurang dari normal dan menyebabkan cairan tertingggal di ruang-ruang interstisium. Penyebabnya adalah: Proteinuria Kehilangan protein melalui kulit (luka bakar) Kegagalan sintesis protein (penyakit hati dan malnutrisi)

Peningkatan permebilitas kapiler

Penyebabnya adalah: Kanker Infeksi (filariasis) Pembedahan Kelainan kongenital pembuluh limfatik - Penyebab edema berdasarkan system organ . Penyebabnya adalah: • Reaksi imun (pelepasan histamin) Toksin Infeksi bakteri Defisiensi vitamin C Luka bakar Hambatan aliran limfe Penyumbatan pembuluh limfe menimbulkan edema karena kelebihan ciran yang difiltrasi keluar tertahan di cairan interstisial dan tidak dapat dikembalikan ke pembuluh darah.Peningkatan permeabilitas dinding kapiler menyebabkan protein plasma keluar ke ruang interstisium dalam jumlah yang banyak dan menyebabkan peningkatan tekanan osmotik koloid cairan interstisium karena kelebihan protein sehingga menimbulkan edema.

tergantung penyebab dan keparahan cedera hepar. pulsasi melemah Ascites. hipoalbuminemia. anemia makrositik karena defisiensi folat Hepar Dispnea jarang. male gynecomastia. enzim hepar ↑↑. sianosis perifer. dapat timbul dispnea. hyperphosphatemia. gangguan pola tidur. pericardial friction rub bila telah mencapai uremia Pem.Lab ↑↑ rasio urea nitrogen thd kreatinin. hypocalcemia. kecuali pada derajat ascites yang berat. hiperkalemia. kadang-kadang didapat dislokasi atau diskinetik pulsasi apical. ditemukan satu atau lebih tanda penyakit hati kronis (jaundice. sebagian besar memiliki riwayat ethanol abuse (minum minuman beralkohol) Renal Umumnya kronis: terdapat tanda dan gejala sindrom uremia. ventricular (S3) gallop. JVP normal atau rendah. sulit berkonsentrasi. alkalosis respiratorik. asterixis dan tanda lain dari encephalopathy) Tekanan darh ↑↑.Sistem organ Cardiac Anamnesis Dispnea saat aktivitas. ↓↓ serum sodium. lemah otot. Fisik ↑↑ JVP. biasa dihubungkan dengan orthopnea atau paroxysmal nocturnal dyspnea Pem. ↑↑ asam urat. ↑↑ serum kreatinin dan urea nitrogen. edema periorbital yang mencolok. Dupuytren's contracture. protein hepatic lain (transferrin. kecendrungan hipokalemia. anemia (biasanya normositik) . ↓↓ serum albumin. enzim hepar ↑↑ berhubungan dengan kongesti hepatik Bila berat. fibrinogen). tekanan darah lebih rendah dibanding pada penyakit ginjal atau jantung. pada beberapa kasus terjadi retinopati hipertensi atau diabetikum. kolesterol. nitrogenous fetor. namun tidak sejelas pada gagal jantung Albuminuria. antara lain nafsu makan <<. asidosis metabolik. ekstremitas dingin. pengecapan terganggu. spider angiomata. palmar erythema.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->