Ascites

LAPORAN KASUS

DHANDY KOESOEMO, S.KH 061213143058 WREDHA SANDHI, S.KH 061213143037 NISMA ADHANI, S.KH 061213143054 IKE YUNIARNI, S.KH 061213143103 LYDIA NAHARA, S.KH 061213143108

DEPARTEMEN KLINIK VETERINER

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Kucing merupakan salah satu hewan yang banyak dipelihara sebagai hobi atau hewan

kesayangan, untuk dilombakan atau untuk tujuan lain. Kucing adalah karnivora sejati (ordo carnivora), sehingga asupan makanan adalah langkah paling awal untuk menentukan kesehatan kucing. Kandungan nutrisi pakan kucing harus disesuaikan dengan keadaan kesehatannya. Kucing yang menderita gangguan fungsi jantung, asites dan edema akibat beberapa penyakit, sebaiknya kandungan sodium dalam pakan rendah. Pakan harus mengandung protein, phosphor dan sodium yang rendah untuk kucing yang menderita gangguan ginjal dan hepar (Sardjana, 2006). Perut anjing atau kucing yang membesar dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satu penyebab yang paling sering ditemui adalah terisinya rongga perut oleh air yang menempati sela-sela jerohan hewan kesayangan tersebut. Dalam dunia kedokteran istilah yang digunakan bagi kejadian ini adalah ascites. Cairan yang menempati sela-sela di rongga perut tersebut keluar dari pembuluh darah dan sel-sel tubuh akibat beberapa hal. Kelainan pada ginjal, kerusakan liver, gagal jantung sebelah kanan (right-sided CHF), kekurangan zat gizi protein, cacingan berat, sobeknya kandung kemih, radang pada selaput perut, kanker dan pendarahan di rongga perut adalah daftar penyebab munculnya ascites. Asites adalah penimbunan cairan secara abnormal di rongga peritoneum. Asites dapat disebabkan oleh banyak penyakit. Antara lain liver disease, neoplasms, heart failure, infections,

venous occlusion, inflammatory, trauma, nutritional dan endocrine. Pada dasarnya penimbunan cairan di rongga peritoneum dapat terjadi melalui tiga mekanisme dasar, yakni transudasi, modifikasi transudasi dan eksudasi. Asites yang ada hubungannya dengan sirosis hati dan hipertensi porta adalah salah satu contoh penurunan cairan di rongga peritoneum yang terjadi melalui mekanisme transudasi. Asites jenis ini paling sering dijumpai. Asites merupakan tanda prognosis yang rawan pada beberapa penyakit. Asites terkadang memiliki prognosis yang buruk, ditandai dengan perut yang makin membesar karena rongga berisi cairan, yang lama kelamaan akan menyebabkan penekanan pada rongga traktus gastrointestinal sehingga akan timbul keluhan anoreksia. Bahkan jika cairan makin bertambah akan menekan daerah diafragma sehingga akan timbul gangguan pernapasan. (Brahmana Askandar). Asites juga menyebabkan pengelolaan penyakit dasarnya menjadi semakin kompleks. Seperti Infeksi pada cairan asites akan lebih memperberat perjalanan penyakir dasarnya. Oleh karena itu asites harus dikelola dengan baik. (Hirlan).

1.2

Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam laporan kasus kali ini adalah mengapa kucing “Chiko”

didiagnosa ascites?

1.3

Tujuan Tujuan dari makalah kasus penyakit dalam veteriner ini adalah untuk mengetahui dan

memahami lebih dalam mengenai penyebab, gejala klinis, tata laksana terapi dan perkembangan kasus Ascites pada kucing “Choki” melalui penelusuran anamnesis, pemeriksaan fisik danpemeriksaan laboratories untuk peneguhan diagnosis dan prognosis kasus tersebut.

1.4

Manfaat Manfaat dari makalah kasus penyakit dalam veteriner ini adalah untuk melatih dan

memperdalam kemampuan anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosis suatu penyakit dalam sehingga dapat menerapkan tindakan terapi yang tepat dan rasional serta sebagai salah satu syarat penilaian dari Ujian Ko-asistensi di Departemen Klinik Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Klasifikasi kucing Kingdom Superphylum Phylum Subphylum Infraphylum Superclass Class Ordo Subordo Famili Subfamili Genus Spesies : Animalia : Deuterostomia : Chordata : Vertebrata : Gnathostomata : Tetrapoda : Mamalia : Carnivora : Feliformia : Felidae : Felinae : Felis : Felis catus Linnaeus (1758) dalam Ereshefsky (2000)

2.2

Karakteristik Kucing (Felis catus) Kucing merupakan hewan yang fleksibel dalam ketergantungannya pada manusia, karena

pada umumnya kucing mampu bertahan hidup di lingkungan liar. Hubungan antara kucing dan manusia adalah hubungan saling menguntungkan atau simbiosis. Kucing memperoleh tempat berteduh, ketersediaan makanan, dan perawatan kesehatan, sedangkan kita sebagai pemilik

kucing memiliki struktur khusus yaitu tapetum cellulosum yang memantulkan kembali cahaya ke dalam retina sehingga mampu melihat dengan baik dalam keadaan gelap (Meadows dan Flint 2006). yang salah satunya Felis sylvestris yang kemudian berkembang menjadi kucing modern (Suwed dan Budiana 2006). Ketika cahaya yang ada terlalu sedikit untuk melihat. kucing tidak selalu menganggap manusia sebagai bagian dari kelompok sosialnya sendiri (Meadows dan Flint 2006). Indera penciuman kucing sangat tajam dilengkapi dengan alat khusus yaitu organ vomeronasal atau organ Jacobson yang membantunya mendeteksi bau (Meadows dan Flint 2006). Tidak seperti anjing. Felis adalah sejenis kucing kecil. Perkembangan evolusi keluarga kucing terbagi dalam tiga kelompok. Kucing mempunyai penglihatan stereoskopis yang baik dengan kemampuan mendeteksi cahaya tiga sampai delapan kali lebih baik dari pada kemampuan manusia. kucing akan menggunakan misainya . Kucing memiliki struktur tulang yang ramping dengan ukuran panjang serta lebar tubuhnya seimbang dan proporsional yang ditunjang oleh tulang yang kuat membuat gerakannya semakin lincah dan mampu berlari kencang (Suwed dan Budiana 2006). Selain itu. bibir (daerah wajah). Kucing memiliki kelenjar keringat yang kecil yang terletak pada dagu. Selain itu. Kucing merupakan binatang karnivora sejati yang dilengkapi dengan cakar yang kuat dan struktur gigi taring yang besar. Acinonyx. dan Felis. yaitu Panthera. melengkung dan berbentuk pisau belati serta gigi geraham yang kecil dan agak runcing (Anonim 2003a).kucing memperoleh pengendali rodensia dan sebagai teman bermain. bagian antara kuku dan sole serta daerah anus. kucing memiliki kelenjar keringat yang menghasilkan feromon yang digunakan sebagai penanda teritorial untuk menemukan pasangan dan sebagai alat komunikasi (Anonim 2004b).

mendeteksi perubahan angin yang amat kecil dan menjadi alat indera tambahan (Anonim 2003b). degenerative dan proses penyakit neoplastik. lubrikasi dan absorbsi transudat/.3.eksudat. Ascites Peritoneum adalah membran pada cavitas abdomen. dehidrasi Investigasi Diagnosa . Fungsinya yaitu sebagai proteksi. infeksi. darah dan radang eksudat. Ascites adalah tanda dari penyakit yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah utama. yang dapat mendeteksi pekikan ultrasonic rodensia. Anamnesa • Sakit pada abdominal • Anorexia • Depresi • Vomiting • Bedah abdomen sebelumnya • Penetrasi luka abdomen Diduga Peritonitis Pemeriksaan • Rasa Sakit pada Abdominal • Demam • Efusi Peritonial • Silent Abdomen • Shock.(vibrissae) untuk membantunya menentukan arah. contoh chyle. Ascites sesungguhnya berdasarkan dari akumulasi cairan serous/serosanguinous pada peritoneal space. Deskripsi umum lainnya meliputi distensi abdomen dengan cairan lainnya. kucing juga memiliki detector yang getaran dalam kakinya yang membuatnya dapat mendeteksi bunyi 200-400 Hz namun hanya untuk periode waktu yang pendek. metabolic. 2. Ascites dapat disebabkan oleh jumlah inflamasi. Karakteristik biokimia dan sitologi dari cairan asites dapat membantu membedakan penyebab efusi abdominal (Tilley dan Smith. 2011). Meadows dan Flint (2006) menyatakan bahwa kucing sangat sensitif pada bunyi frekuensi tinggi yaitu 60 kHz. Selain memiliki pendengaran yang tajam.

koloid jika diperlukan. Perawatan Pre-operasi Sampel darah Terapi cairan intravena Antibiotik intravena . hypoproteinemia. Transfusi darah.Gambaran Diagnostik Radiografi • Ada Cairan • Ada Udara • Ileus Ultrasonography • Ada Cairan • Permasalahan terlokalisasi Abdominocentesi s • Single tap • Four quadrant tap • Diagnostic Cairan Peritoneal Cytology • Diff-Quick • Gram Stain Culture and Sensitivitas Konfirmasi Peritonitis Septic Primary Celiotomy Closure • Infeksi moobakterial • Sumber peritonitis • Kontaminasi residu minimal Open Drainase Peritoneal Delayed Closure Culture at closing • • • • • • • Perawatan Post Operasi Pemberian cairan dan keseimbangan elektrolit. hypoglycemia. Support nutrisi. plasma. berdasarkan pada pembiakkan kultur bakteri dan sensitifitas. Terapi antimikroba parenteral.

Perawatan Operasi Celiotomy • Xyphoid ke Pubis • Suction Fluid • Thorough Exploration Masalah Perawatan Utama Lokal dan dipindahkan. gejala klinis tidak diungkapkan seperti kehilangan berat badan dan ascites dan ditemukan diagnosa hypoalbuminemia dan microhepatic yang mengindikasikan penyakit hati kronis. . dan hewan muda lebih dimungkinkan untuk dipresentasikan sebagai gangguan hati congenital seperti pada shunt portosystemic. Tanda-tanda dan Anamnesa Tanda-tanda klinis sering menyediakan informasi klinis penting. pada penyakit hati kronis ditemukan gejala klinis mungkin samar dan tidak disampaikan oleh pemilik sampai pada fase akhir dari dekompensasi penyakit hati. Meskipun. Anamnesa juga membantu untuk mengkarakteristikan perjalanan klinis dari penyakit hati tersebut bersifat akut atau kronis. Meskipun.4. Timbulnya gejala yang baru tampak pada hewan yang sebelumnya sehat diindikasikan sebagai kerusakan hati akut. jika memunhgkinkan terdapat pada rongga Peritonial Lavage Minimal 200-300 mL/kg atau sampai cairan kembali jernih 2. Penyakit hati kronis dapat diasosiakan dengan gejala klinis yang muncul tiba-tiba dan dapat disamakan menjadi penyakit hati yang bersifat akut. karena kapasitas cadangan fungsional besar di hati. karena predileksi pada breed (spesies hewan) untuk spesifik penyakit hati dapat dipastikan.

dan prosedur anaestesi. Jaundice adalah tanda klinis yang dapat dideteksi setelah konsentrasi serum bilirubin >2.Anamnesa mungkin menyediakan informasi penting mengenai potensial dari paparan yang diketahui sebagai penyebab kerusakan hepar seperti terapi obat. Pada kucing. Pemeriksaan Fisik 2. operasi. 2. dan kulit dari jaundice. antikonvulsan.5 sampai 3. . Menentukan status vaksinasi terakhir dan potensial paparan dari agen infeksius yang diketahui memberikan efek pada hati.5. Turgor kulit mungkin dapat dideteksi dari kehilangan darah (Tilley dan Smith. dan anaestesi. Jaundice halus sering terdeteksi paling baik pada mukosa dari palatum. Mengevaluasi bagian kulit dan membrane mukosa dari gambaran perdarahan. dan racun dari agen infeksius. seperti leptospirosis. seperti sedative. 2011).5. transquilizer.0 g/dl. dan FIP (Feline Infectious Peritonitis) (Tilley dan Smith. 2011). Menentukan apakah hewan memiliki sejarah intoleransi terhadap obat yang normal di metabolisme di hati. infectious canine hepatitis.1 Kulit dan Membran Mukosa Mengevaluasi bagian sclera. membrane mukosa mulut.

2. dan bentuk normalnya adalah tajam. pada kucing ditandai dengan hyperplasia empedu. peningkatan tekanan abdomen atau rasa sakit jika ada peritonitis. Pemeriksaan membrane mukosa bagian mulut. Sakit apabila dipalpasi pada bagian hati (hepatodynia) biasanya mengindikasikan penyakit hati akut. bukan tumpul. Hati yang normal akan dengan sulit untuk dipalpasi pada anjing dan kucing. Rasa nyeri disebabkan oleh peregangan dari kapsul hati dan harus dibedakan dari rasa sakit yang timbul pada bagian pancreas. atau limpa. diffuse inflamasi.2 Palpasi bagian Abdomen Palpasi bagian abdomen dapat dilakukan dengan hati-hati. Hepatomegali disebabkan oleh pasif kongesti vena. pembengkakan empedu. Bertujuan untuk mengidentifikasi distensi. nodular hyperplasia. Efusi . cystitis. glycogen. infiltrasi lemak pada hati.Gambar 1. lambung.5. dan neoplastic sel.

hypersalivasi.5.4 Pemeriksaan Sistem Syaraf Melakukan pemeriksaan syaraf pada hewan yang dengan anamnesa dari gejala klinis syaraf. False positif pada getaran cairan jarang tetapi sulit untuk mendeteksi keberadaan sejumlah kecil cairan dengan metode ini (Tilley dan Smith. atau koma) (Tilley dan Smith. Dengan HE. disorientasi. 2011).6. Pulsus lemah dalam beberapa kasus menunjukkan insufisiensi cardiac daripada lesi lokal (Tilley dan Smith. 2. pemeriksaan syaraf mungkin terlihat normal atau diindikasikan sebagai penyakit cerebral difus (seperti : depresi dan dementia. berputar-putar. Pulsus femoralis Pulsus ini harus diraba dan akan selalu terasa jika tekanan abdomen meningkat atau dalam kasus di mana ascites terjadi karena dekompensasi jantung. 2. mondarmandir.5.5.5. Pemeriksaan Rektum . 2. 2011). menekan kepala.5.pada bagian perut yang pada kasus yang sedang sampai berat mungkin akan terdeteksi (Tilley dan Smith. seizures. 2011). 2. 2011).3 Ballotment untuk mendeteksi getaran fluida Perkusi pada satu sisi abdomen sementara menempatkan telapak tangan yang lain pada sisi dinding abdomen yang berlawanan memungkinkan deteksi gelombang cairan yang melewati abdomen (getaran cairan).

Kehadiran murmur. Hal ini membuat identifikasi organ abdomen dan atau massa sulit.7 Pemeriksaan Kardiologi Penuh Pemeriksaan khususnya untuk tanda-tanda kegagalan sisi kanan. 2011). 2011).5. distensi vena jugularis. Gambaran Radiografi Radiografi abdomen akan menunjukkan penampilan yang khas “groundglass” di abdomen. . 2011).6. pulsus jugularis atau edema. 2. 2. defisit pulsus atau tanda-tanda lain dari disfungsi juga cardiac harus dicatat (Tilley dan Smith.Melakukan pemeriksaan rectum dan mengevaluasi contoh feses dari melena (mengindikasikan adanya perdarahan pada Gastrointestinal) dan alcoholic feses (Tilley dan Smith. Radiografi thorax harus dilakukan untuk menyelidiki potensi patologi cardiac sebagai penyebab ascites (Tilley dan Smith.

omentum. Gambaran radiographi abdomen kucing tampak lateral dengan kondisi kucing mengalami obesitas (adanya timbunan lemak didalam rongga peritoneum. Tampak adanya cairan dalam jumlah yang besar didalam peritoneum. Opasitas dari jaringan lunak tampak homogen terdistribusi seragam didalam rongga abdomen. Gambar 4.Gambar 2. mesenterika. tetapi gambaran organ viscera memiliki kontras yang lebih tajam daripada Gambar 2). dan retroperitonium terlihat kontras dibandingkan organ viscera). . Gambar 3. Gambaran radiographi abdomen kucing tampak lateral dengan kondisi umum kucing normal (adanya timbunan lemak didalam rongga peritoneum. Gambaran radiographi abdomen kucing tampak lateral.

hipoalbumin mungkin berkontribusi pada akumulasi cairan tetapi bukan masalah utama. Patofisiologi.Gambar 5. . Mekanisme patofisiologi utama dari asites yaitu transudasi. ascites merupakan hasil dari hipertensi portal dan retensi sodium. Tampak adanya cairan dalam jumlah yang besar didalam peritoneum. 2.7. Akumulasi cairan ini mengiritasi mesothelium. sel neoplastik. Modified transudat adalah cairan dari limfatik atau pembuluh darah dengan protein tinggi pada transudat. Gambaran radiographi abdomen kucing tampak lateral. rupture pembuluh darah dan viscus. eksudasi. Pada kegagalan hepar. Kebanyakan efusi neoplastik adalah modified transudat. dengan tipe cairan serous. Transudat adalah akumulasi cairan akibat ketidak seimbangan hidrostatik berdasarkan permebilitas pembuluh darah normal.

Modified Transudat Kuning atau bercampur darah. Bacterial seperti : Actinomyces sp dan Nocardia sp. USG (Ultrasonografi) USG bagian abdomen itu sangat cocok untuk menggambaran keberadaan cairan. Hasil dari kronis transudasi ( seperti CHF. sering <15 <1.5 – 1.015 <3. Normal Gambaran Cairan Konsentrasi Protein Spesifik gravity (dari nilai serum) Nilai sel nuclear Predominan tipe sel Bersih. Pelepasan mediator inflamasi dan pembuluh darah meningkat dan menginduksi respon chemotactic dari inflamasi dan sel fagosit. Neoplasia.025 >7. Transudat Bersih.8.025 1.0 Sel Mesothelial/ makrofag. sel endotel pada pembuluh darah memproduksi lubang dimana molekul besar seperti protein dapat keluar (Tilley dan Smith.015 <0. CHF (Congestive Heart Failure). Tabel : Gambaran Jenis Cairan Ascites 2. Pada inflamasi akut menyebabkan dilatasi arteriolar dan aliran darah serta tekanan pada kapiler meningkat yang berarti tekanan hidrostatik capillary memungkinkan tekanan pada plasma molecular dengan berat yang ringan dan cairan dapat melewati intraseluler space dalam volume besar.Eksudat adalah meningkatnya permeabilitas pembuluh darah normal. Penyebab - Hipoproteinemia. berwarna bening <25. FIP (Feline Infectious Peritonitis).0 Sel Mesothelial/ makrofag ± penambahan dari non degenerasi neutrofil. 2011). . biasanya >30 >1. Pada jaringan inflamasi. biasanya >25 1. Pemeriksaan akan membuat semua organ parenkim dapat dinilai ukuran dan strukturnya.0 – 7. Eksudat dapat berupa septic atau non septic.0 Sel Mesothelial/ makrofag. degenerasi neutrofil jika penyebabnya adalah infeksi bakteri.0 Neutrofil/ makrofag. berwarna bening <25 <1. dan kental Bermacam-macam. ± dan limfosit muda. dll) Exudat Kental >25.015 – 1.

Pada banyak kasus abdominocentesis dapat dilakukan tanpa sedasi dan memberikan resiko yang minimal kepada pasien. endocardiosis. Gambaran USG bagian abdomen yang mengalami ascites pada Anjing Gembala Jerman umur 6 tahun. Dapat dilakukan jika sejumlah besar cairan mengganggu pernafasan dari hewan tersebut. 2. urinary tract rupture atau pancreatitis. Menjalankan prosedur ini pada hewan yang berdiri sampel cairan yang dapat dikumpulkan dari ascites tersebut jumlahnya sedikit. hemoabdomen. Abdominocentesis dilakukan jika adanya suspect abdominaleffusion. dysplasia dari katub trikuspidalis dan dilatasi kardiomyopati (Tilley dan Smith. Anestesi lokal dapat melalui kulit atau subcutan. Abdominocenetesis diindikasikan jika terdapat akumulasi cairan dalam peritoneal atau jika adanya rasa sakit pada abdomen. Catatan : Cairan terdapat diluar bagian dari lobus hati (tanda panah). Teknik Abdominocentesis Abdominocentesis adalah prosedur memindahkan cairan dari peritoneal menggunakan jarum. Sebuah 25 mm.Echocardiography diindikasikan untuk pericardial effusion. 1-2 cm di belakang umbilicus dan sampel cairan . Bagian ventral tengah abdomen dipreparir di atas dari umbilicus dan disterilisasi. Gambar 6. gastrointestinal perforation. jarum 20 G atau kateter dimasukkan pada garis tengah.9. Hewan direstrain dan dibaringkan pada posisi lateral. 2011).

Peralatan untuk melakukan abdominosintesis. Sampel cairan dapat dikoleksi dalam EDTA untuk analisis cytological. Jika darah sedang aspirasi.dapat dikoleksi untuk dianalisis. . kemudian satu sampel dikoleksi dalam antikoagulan dan sampel keduanya dapat dilihat jika itu adalah clot. Sampel dikoleksi dalam tabung steril untuk pengujian bakteriologi dan konsentrasi kolesterol/trigliserida. Gambar 5. estimasi total protein dan tekanan specific gravity.

Melakukan tindakan aseptis pada daerah abdomen. . Lokasi penusukan jarum untuk melakukan abdominosintesis. Gambar 7.Gambar 6.

Gambar 8. Lakukan aspirasi terhadap cairan didalam rongga abdomen. Gambar 9. . Lakukan penusukan jarum pada bagian abdomen lebih kearah cranial sebelah dexter.

dehidrasi. pembesaran diperut karena berisi air.BAB 3 KASUS Tanggal Pemeriksaan Nama Hewan Jenis Hewan Jenis Kelamin Warna Bulu Umur : 27 Juni 2013 : Chiko : Kucing : Jantan : Hitam – Putih : 1 tahun Anamnesa : Kondisi menurun sehabis luksasio coxae femuralis dexter dan fraktur os ischium-ilium. . belum pipis dari kemarin. sebelum datang ke Rumah Sakit diberi kuning telur ayam. muntah setelah mencium bau ayam. fraktur kemungkinan karena tertabrak. tidak mau makan.

Capillary refill time dapat dilakukan dengan menekan gusi mulut kucing. Derajat dehidrasi dikatakan sedang jika waktu yang dibutuhkan kulit untuk kembali ke keadaan normal setelah dilakukan pencubitan lambat yaitu < 2 detik. Pemeriksaan turgor mengacu pada kembalinya kulit sesaat setelah dicubit. Anemia dapat disebabkan oleh defisiensi Fe maupun Zn dan menurunkan nafsu makan serta menurunkan sistem pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit infeksi. Abnormal (Konjungtiva) membrane mukosa mata tampak anemia atau warna pucat merupakan indikasi anemia. Membrana Mukosa : Abnormal (Oral) membrane mukosa mulut pucat. Akibatnya tingkat kesakitan atau morbiditas meningkat. menunjukkan bahwa turgor kulit jelek. Kulit Bulu : Abnormal (Dehidrasi moderat/sedang 7-8%). Pada saat ditekan menggunakan jari permukaan gusi akan tampak pucat. fraktur os ischium – ilium. pertumbuhan menurun dengan .Pemeriksaan Fisik : T : 39.5 Kg Kondisi umum : Abnormal (Cara berjalan) Luxatio coxae femoralis dexter.2 P : 108 R : 84 BB : 3. Enopthalmus ringan atau mata cekung. Pada kucing yang mengalami dehidrasi sedang pengembalian warna dari pucat ke normal membutuhkan waktu 2-3 detik.

dilihat adanya ketimpangan atau tidak. berlari. Pemeriksaan musculoskeletal dilakukan dengan cara melihat cara berjalan pasien ketika mengitari ruangan pemeriksaan. Dengan gaits asimetris seperti berpacu. 1998. gerakan anggota badan pada satu sisi tubuh kucing dengan mengulangi gerakan anggota badan di sisi berlawanan dengan interval antara kaki yang menapak menjadi hampir merata. Berdasarkan . Limfoglandula yang dapat dipalpasi pada kucing yaitu. 1996. Murray & Robert. Palpasi dilakukan di daerah lgl. Ini akan memungkinkan untuk perbandingan dengan kaki yang berlawanan ketika adanya bengkak ataupun nyeri. Palpasi awal pada anggota badan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga sisi yang berlawanan diperiksa secara bersamaan.ditandai rendahnya kadar albumin dalam darah (Kralik. panas. gerakan satu sisi tidak mengulang dari yang lain dan interval antara kaki yang menapak merata. Muskuloskeletal : Abnormal. Kelenjar Limfa : Normal Dilakukan inspeksi. 2000). untuk mengetahui kemungkinan adanya kebengkakan limfoglandula. Retropharyngealis. lgl. dengan memperhatikan reaksi. kemudian dilakukan palpasi pada leher dan vertebrae. cara berjalan kucing terlihat inkoordinasi. Dengan gaits simetris seperti berjalan. 1962). Whittaker. besar dan konsistensinya serta simetrinya kanan dan kiri (Boddie. Cara gerak normal dari kucing biasanya menggunakan pola gerak yang dapat dibagi menjadi dua kelompok utama: simetris dan asimetris. dan kecepatan.

auskultasi. Ritme yang didapatkan adalah regular (ritmis) dan intensitasnya tidak ada kelainan. fraktur os ischium – ilium. Perhatikan pula adanya pulsasi di daerah vena jugularis dengan memeriksa pada 1/3 bawah leher (Boddie. Ulangi seluruh abdomen. Tipe pernafasan kucing ini costal dengan kemampuan indera penciuman yang baik dan bentuk hidung yang simetris. kelainan pada denyut nadi. memungkinkan organ perut untuk menyelinap melalui jari-jari. Sistem digesti : Abnormal dengan teknik Abdominal Palpation dirasakan pembesaran abdomen seperti berisi air. Sistem sirkulasi : Normal. 1962). Tekniknya yaitu menggunakan 1 atau 2 tangan. Gema perkusi yang didapatkan adalah nyaring dan jernih dan tidak ada terjadi perluasan di daerah lapangan paru-paru. Periksa frekuensi. sianosis. edema atau ascites. dan perkusi pada daerah jantung (sebelah kiri). Diperhatikan adanya kelainan alat peredaran darah seperti anemia. palpasi. irama dan kualitas pulsus atau nadi. Sistem respirasi : Normal. Mukosa hidung tidak ditemukan adanya kelainan begitu juga dengan trachea. Kelainan umum yang berkaitan dengan sistem ini tidak ada yang ditemukan. pulsus venosus. dan tidak ada merespon rasa sakit ketika dilakukan penekanan rongga thoraks dan intercostae. dan sikap atau langkah hewan. Di daerah paru-paru dilakukan auskultasi dengan hasilnya lama suara pernafasan inspirasi dan lama ekspirasi. pencatatan . mulai dari tulang belakang dan bergerak secara ventral.diagnosa penyakit sebelumnya terdapat luxatio coxae femoralis dexter. kerjakan pemeriksaan secara inspeksi. Bentuk thoraks simetris.

Amati air seni (kemih) yang keluar. Kateterisasi/pengambilan urin.ukuran. baunya dan adanya anomali (darah. interpretasinya yaitu adanya akumulasi cairan pada rongga peritoneal. jonjot. flat/ toneless/ dullness dan hyper-resonance. bahwa di mana pukulan dari jari tangan dipukul secara langsung terhadap permukaan tubuh yaitu bagian abdomen. konsistensi dan simetrinya. Kateter diambil sesuai dengan kelamin dan besar hewan. Jenis – jenis suara pada perkusi yaitu hollow tubular. Palpasi rongga perut pada waktu isi. Kateter dimasukkan secara legeartis (kateter steril. Catat setiap rasa sakit pada abdomen. Sistem urogenital : Normal. tidak megiritasi dan mengandung antiseptika). dengan lubricant yang steril. raba kemungkinan adanya benda asing (batu. cairan. Kucing diperiksa denagn melakukan palpasi pada daerah lumbal. Perhatikan reaksi. drum-like (tympanic). Ginjal. kemudian dilakukan perkusi untuk merasakan adanya gelombang dari cairan yang ada pada rongga peritoneal. warna. dilakukan perkusi tidak terdengar suara Pada waktu (flat/toneless/dullness). lokasi dan keberadaan organ. Pada kucing ginjalnya menggantung seperti kue bakpia atau mainan yoyo. palpasi pada keadaan kosong dari kemih. kosongkan dengan kateter. Pemeriksaan urin. Perhatikanlah sikap pada waktu kencing. tumbuh ganda) atau adanya pembengkakan/penebalan dinding vesica urinaria. warnanya. massa atau feses. besar. adanya benda-benda yang mencurigakan dan bau. janin. Pada pemeriksaan laboratorium. . gas. kekeruhan dan lain sebagainya). kekentalan. Menggunakan teknik immediate percussion. Seperti pemeriksaan fisik. Vesica urinaria.

2. perhatikan apakah hewan mengikuti gerakan telunjuk. dan endapan. Pada anjing dan kucing dengan cara mendekatkan ikan. trigeminus untuk sensorik.minimal harus dilakukan pemeriksaan protein. bila perlu ambil darahnya untuk pemeriksaaan urea (BUN. 1962). buka cepat dan perhatikan reaksinya terhadap sinar. Sistem syaraf : Normal Syaraf pusat 1. trochlearis. dan perhatikan reaksi pupil. Lakukan rangsangan dan perhatikan reaksinya pada otot-otot daerah kepala dan mata. paralisa dan adanya sekresi yang berlebihan atau berkurang. N. N. 4. oculomotorius. N. Untuk pemeriksaan pupil tutup salah satu mata. abducens. pH. . dan sekretorik. perhatikan saliva dan lakrimasi. Perhatikan adanya hyperaesthesi. blood urea nitrogen) dan kreatinin (Boddie. perhatikan cara mastikasi juga. N. olfactorius (pembau). N. opticus (penglihatan). Gerakkan jari telunjuk di muka matanya. mototrik. daging dan lain sebagainya yang merangsang syaraf pembau tanpa mendengar atau melihat. N. Perhatikan pergerakan palpebrae atas. 3. dan gerakan bola mata serta pupil.

Perhatikan apakah hewan miring sebelah. sternocephalicus). sempoyongan. 9. Pada hewan besar perhatikan cara menelan. memijit. menusuk. N. apakah lumpuh bilateral atau muka/bibir menggantung sebelah pada kelumpuhan unilateral. 1962). 7.5. dan pertumbuhan abnormal. Pada anjing buka mulut rangsang bagian belakang pharynx. dan panggil namanya. kotoran. trapezius/m. spinal accessories. N. stimulasi dengan meraba. cairan. facialis. Perhatikan kontur m. pada paralisa unilateral satu scapulae menggantung (kelumpuhan syaraf yang menginervasi m. pada jantung kerjanya inhibitor. periksa adanya radang. N. N. Pada telinga pakai lampu (penlight) atau otoscope. 10. salah N. Syaraf Perifer Perhatikan aktifitas otot. vagus (organ dalam) untuk sensorik dan motorik. Perhatikan lidah apakah menjulur keluar (paralisa bilateral) atau menjulur ke salah satu mulut (paralisa unilateral) (Boddie. mencubit dengan jari atau arteri klem atau pinset chirurgis. 8. auditorius (pendengaran/keseimbangan). N. . Perhatikan scapulae. 6. hypoglossus. glossopharingeal. facialis (wajah).

bergerak dengan fleksibel juga gejala-gejala seperti hematoma dan luka goresan mungkin terdapat parasit pada bagian dalam telinga yang menyebabkan kegatalan. respirasi (pusat reflex di medulla oblongata. Mata Telinga : Normal. Pemeriksaan mata dapat dilakukan dengan . pinset (cubit) telapak kaki/interdigiti. pijit. Reflex organic. jatuh kemungkinan menandakan adanya kerusakan tendon telinga. pukul pada ligamentum patellae mediale. bila refleksnya bagus maka m. quardriseps femoris akan berkontraksi mendadak/menendang. pada hewan kecil dilakukan dalam keadaan berbaring. otak. lakukan perkusi pada tendo achilles. gangguan mekanisme ini terjadi pada tetanus. Semasa pemeriksaan lihat tanda-tanda reaksi sakit. Defekasi (syaraf yang menginervasi spincter ani) (Boddie. Bila reflex bagus m. Conjungtiva (untuk serabut sensorik dari cabang ophthalmic dan cabang maxillaries syaraf cranial V). perhatikan reaksi menarik pada kaki. Cornea (untuk serabut sensorik dari cabang ophthalmic dan maxillaris cabang syaraf cranial V). Tarsal. XII dan N. spinalis) sentuh perineum. kondisi telinga yang turun. 1962). tetani. Pedal (arcus reflex): sentuh. X).Reflex superficial. paralyse N. Menelan (koordinasi neuromuscular di daearah pharynx dan oesophagus. Pemeriksaan Telinga yang baik telinga hendaknya berdiri tegak dalam keadaan waspada tetapi tidak kaku. oculomotorius: motorik). perhatikan reaksinya. N. gastrocnemius akan berkontraksi (tampak menendang). opticus: sensorik. Pupil (N. Patella. keracunan strichnin. Reflex profundal. medulla spinalis daerah thorax). Perineal (N.

dan tidak menciptakan arus udara yang mengenai kornea. Diagnosa : Hepatitis : Pemeriksaan Laboratorium 1. dengan atau tanpa gerakan kepala. Riwayat Penyakit : Interpretasi Hasil : Pembesaran di perut. atau mengikuti benda yang bergerak kemudian meletakkan hewan di ruangan gelap (untuk melihat pupil) dengan pintu terbuka ke ruangan terang. untuk melihat apakah hewan dapat melacak bola kapas yang jatuh. Tampak adanya pembesaran liver. Respon normal bagi pasien yaitu berkedip.observasi yaitu mengamati hewan ketika berada di lingkungan baru. Menace response yaitu pengujian yang dilakukan dengan sikap mengancam dengan tangan anda terhadap setiap mata. berhati – hatilah untuk tidak menyentuh kumis pasien atau bulu. berdiri di belakang hewan dan melemparkan bola kapas ke satu sisi atau yang lain. X-Ray (Posisi lateral focus abdomen). .

hipersensitivitas. Kontraindikasi Pasien dengan anuria. Indikasi Merupakan golongan diuretik umum digunakan di banyak spesies untuk pengobatan kardiomiopati kongestif. Efek Samping .a. B. Lain t. uremia. Abdominosintesis 3.Tampak adanya cairan pada rongga abdomen. gangguan fungsi hati. C. Infus RL 30 ml SC 4.a 2. Perhatian Pasien dengan keseimbangan elektrolit yang sudah ada atau dehidrasi. nefropati hypercalcuric. Furosemid 0. D. sebagai terapi tambahan pada hiperkalemia & kadang-kadang. Digunakan di kuda pacu untuk mencegah / mengurangi EIPH. edema paru. sebagai antihipertensi agen. atau dehidrasi elektrolit derajat berat. edema ambing.3cc IM A. diabetes mellitus.

ekskresi kalium dipengaruhi lebih sedikit dibandingkan adalah natrium. natrium. Furosemide dapat menyebabkan hiperglikemia. F. efek hematologi. uremia. Telah digunakan untuk membantu mencegah atau mengurangi epistaksis (latihan-induced perdarahan paru. kenaikan natrium dan retensi air tidak terjadi. yang lain termasuk: ototoxicity. tetapi untuk tingkat yang lebih rendah daripada . sebagai agen antihipertensi. sebagai terapi tambahan pada hiperkalemia dan sesekali. Pada anjing. karena dampaknya pada nefron. hiponatremia mungkin lebih menjadi perhatian daripada hipokalemia. dan bikarbonat. klorida. amonium. Aliran darah ginjal meningkat dan penurunan resistensi perifer dapat terjadi. dan azotemia mendorong berkurangnya asupan makanan dan dehidrasi. ototoxicity. hidrogen. magnesium. Mekanisme yang tepat dari efek furosemide yang belum sepenuhnya didirikan. Penggunaan Furosemide digunakan untuk aktivitas diuretik dalam semua spesies. EIPH) pada kuda pacu. Ini tidak berpengaruh pada karbonat anhidrase juga tidak memusuhi aldosterone. Hal ini digunakan pada hewan kecil untuk pengobatan kardiomiopati kongestif. dan langsung transportasi elektrolit efek dalam tubulus proksimal.Cairan & elektrolit (khususnya hiponatremia). nefropati hypercalcuric. kalium. kalsium. Farmakodinamik Furosemide mengurangi penyerapan elektrolit pada bagian menaik lengkung Henle. Hal ini menyebabkan beberapa dilatasi vena pada ginjal dan transiently meningkatkan tingkat filtrasi glomerulus (GFR). menurunkan reabsorpsi sodium dan klorida dan meningkatkan ekskresi kalium di tubulus ginjal distal. edema paru. Sementara furosemide meningkatkan sekresi renin. Furosemide meningkatkan ekskresi ginjal air. distress GI. Pada sapi. itu adalah disetujui FDA untuk digunakan untuk pengobatan pasca nifas ambing edema. kelemahan. E.

Pada anjing. Ampisilin pada dosis tinggi. Dosis Pada anjing dan kucing sebagai diuretik umum: a) 2. bioavailabilitas oral adalah sekitar 77% dan eliminasi waktu paruh kira-kira 1-1. Efek puncak terjadi sekitar 30 menit setelah dosis IV. tetapi berkepanjangan pada pasien dengan gagal ginjal. IV atau IM. Hal ini umum digunakan dalam bentuk sediaan parenteral ketika aminopenicillin ditunjukkan pada semua spesies. Efek diuretik berlangsung dalam waktu 5 menit setelah pemberian IV dan dalam waktu satu jam setelah dosis oral.5 jam pada manusia. toraks aliran getah bening saluran meningkat pada anjing.5-5 mg / kg (dosis yang lebih rendah disarankan untuk kucing) sekali atau dua kali sehari pada interval 6-8 jam PO. terutama E. kelinci percobaan dan manusia. furosemide memiliki beberapa efek bronchodilative.dosis tinggi thiazides. masih merupakan obat yang efektif untuk mengobati penisilin sensitif enterococci. Indikasi Pada anjing dan kucing. Vicillin 0. Obat ini sekitar 95% terikat pada protein plasma pada pasien azotemic dan normal. CHF. gentamisin) . Farmakokinetik Furosemide telah dipelajari secara terbatas pada hewan domestik. ampisilin tidak serta diserap setelah pemberian oral amoksisilin dan penggunaan oral yang sebagian besar telah digantikan oleh amoksisilin. dan 1-2 jam setelah dosis oral. Pada kuda. Kucing dilaporkan lebih sensitif dibandingkan spesies lainnya terhadap efek diuretik furosemide. G.4cc IM A. Aminoglikosida (misalnya. dan pada neonatus. H. Serum paruh adalah sekitar 2 jam. faecium. uremia. Pada (10-12 mg / kg). 5. Furosemide adalah 60-75% diserap setelah pemberian oral.

Serratia. Setelah pemberian oral. B.sering ditambahkan untuk mengobati infeksi serius yang disebabkan oleh Enterococcus aminopenicillins organisms. dan virus. Proteus Indole-positif (Proteus mirabilis rentan). dan Haemophilus. bakterisida (biasanya) agen yang bertindak menghambat melalui sintesis dinding sel. Staphylococcus aureus). Farmakokinetik Ampisilin trihidrat anhidrat dan relatif stabil dengan adanya asam lambung. Meski tidak aktif sebagai penisilin alami. termasuk organisme klostridial. Citrobacter. dan Haemophilus. Ampisilin dan aminopenicillins lainnya telah meningkatkan ketahanan aktivitas terhadap banyak strain bakteri aerob gram-negatif tidak tercakup baik oleh penisilin alam atau penisilin penisilinase. mikobakteri. Klebsiella. Ketika diberikan . Klebsiella. C. coli. jamur. dan Acinetobacter. Makanan akan menurunkan tingkat dan luasnya absorbsi. juga disebut "spektrum luas" atau ampisilin penisilin. coli. ampisilin sekitar 30-55% diserap pada manusia (perut kosong) dan hewan monogastrik. Para aminopenicillins juga tidak aktif terhadap Rickettsia. termasuk beberapa strain E. Enterobacter. termasuk beberapa strain E. mereka rentan terhadap inaktivasi oleh bakteri penghasil beta-laktamase (misalnya.The penisilin-sensitif. kalium klavulanat dan sulbaktam telah dikembangkan untuk menonaktifkan enzim ini dan memperluas spektrum tersebut penisilin. Mycoplasma. Untuk mengurangi inaktivasi penisilin oleh beta-laktamase. mereka memiliki aktivitas terhadap banyak bakteri anaerob. ampisilin adalah tergantung waktu. telah meningkatkan aktivitas terhadap banyak strain bakteri aerob gram-negatif tidak tercakup baik oleh penisilin alam atau penisilin penisilinase-tahan. Farmakodinamik Seperti penisilin lainnya. Seperti penisilin alami. Organisme yang umumnya tidak rentan termasuk Pseudomonas aeruginosa.

3 L / kg pada manusia dan anjing. dan 60 menit pada babi. termasuk hati. 0.Ampicillin dihilangkan terutama melalui mekanisme ginjal.16-0. keringat dan air liur. dan asites. D. Tingkat yang sangat rendah obat yang ditemukan dalam aqueous humor.5 mg / kg PO q12h selama 3-7 hari. Ampisilin melintasi plasenta.6 mg / kg IM atau SC q12h selama 3-7 hari. Dalam menyusui sapi perah. tetapi beberapa obat dimetabolisme oleh hidrolisis menjadi asam penicilloic (aktif) dan kemudian diekskresikan dalam urin. Penghapusan paruh ampisilin telah dilaporkan 45-80 menit pada anjing dan kucing. 5 mg / kg IM. SC dua kali sehari.parenteral (IM. 6. untuk infeksi jaringan lunak rentan: 10-20 mg / kg PO.3. terutama albumin. b) untuk rentan ISK: 12. tingkat rendah yang ditemukan pada air mata. 5 mg / kg IV tiga kali daily. Ampisilin adalah sekitar 20% terikat pada protein plasma. terutama oleh sekresi tubular. 10 mg / kg IV empat kali sehari (Aucoin 2000). susu untuk rasio plasma adalah tentang 0. namun dianggap relatif aman digunakan selama kehamilan. volume distribusi untuk ampisilin adalah sekitar 0. empedu. paru-paru. Trihidrat bentuk sediaan parenteral tidak boleh digunakan di mana lebih tinggi MIC diperlukan untuk mengobati penyerapan infeksi. Ampisilin akan menyeberang ke CSF ketika meninges meradang dalam konsentrasi yang dapat berkisar 10-60% yang ditemukan dalam serum. Tingkat ampisilin di dalam susu dianggap rendah.5 L / kg pada sapi. SC tiga kali sehari. otot. Setelah sistemik. dan 0. pleural dan cairan sinovial. Obat ini didistribusikan secara luas ke berbagai jaringan.167 L / kg pada kucing. Dosis Pada anjing untuk infeksi rentan: a) Untuk infeksi Gram-positif: 10-20 mg / kg PO dua kali sehari. 10 mg / kg IM. prostat (manusia). IM atau SC q8h selama . SC) garam trihidrat akan mencapai tingkat serum sekitar 1/2 orang dari dosis yang sebanding dari garam natrium.For infeksi Gram-negatif: 20-30 mg / kg PO tiga kali sehari.

IV.). infeksi ortopedi: 22 mg / kg PO. sebab infeksi ortopedi rentan atau meningitis: 22 mg / kg IV. SC dua kali sehari. IM. IM atau SC q8-12h selama diperlukan. maka amoksisilin 22 mg / kg PO q8h (Lunn 2006). (. untuk infeksi jaringan lunak 20-40 mg / kg PO q8-12h selama 14 hari. d) Untuk rentan ISK: 25 mg / kg PO q8h (Polzin 2005). IV atau SC q8h selama 7-14 hari. 5 mg / kg IM. SC tiga kali sehari. sebab sepsis rentan. sebab sepsis neonatorum: 50 mg / kg IV atau intraosseous q4-6h selama diperlukan. Pada kucing untuk infeksi rentan: a) Untuk infeksi Gram-positif: 10-20 mg / kg PO dua kali sehari. IM. 5 mg / kg IV tiga kali sehari. Biosolamin 0.3cc IM R/ Cefadroxil A. IM atau SC q6-8h untuk selama diperlukan. SC q6-8h selama diperlukan. e) Untuk menghilangkan fase leptospiremic leptospirosis: 22 mg / kg q6-8h IV selama penyakit akut sampai pasien adalah makan. Greene et al 2006) c) Untuk sepsis: 20-40 mg / kg IV q6-8h (Hardie 2000) 6. 10 mg / kg IM. SC. bakteremia: 20-40 mg / kg IV. untuk meningitis. sebab pneumonia. 10 mg / kg IV empat kali sehari (Aucoin 2000) b) untuk rentan ISK: 20 mg / kg PO q8-12h selama 7-14 hari . Untuk infeksi Gram-negatif: 20-30 mg / kg PO tiga kali sehari. atau PO q6-8h untuk sebagai selama diperlukan (Greene et al 2006. sistemik: 22 mg / kg PO. untuk infeksi sistemik: 7-11 mg / kg IV. Indikasi 100 mg .7 hari. c) Untuk sepsis: 20-40 mg / kg IV q6-8h (Hardie 2000).

Strain Staphylococcus epidermidis biasanya sensitif terhadap obat diberikan parenteral 1st generasi. Farmakokinetik Cefadroxil dilaporkan diserap dengan baik setelah pemberian oral untuk anjing tanpa memperhatikan status makan. tetapi kapsul lisan manusia berlabel dan tablet masih tersedia. Staphylococcus intermedius dan aureas. Setelah dosis oral 22 mg / kg. sebagian besar anaerob sangat rentan terhadap agen generasi pertama. faecalis. Proteus mirabilis dan beberapa strain E. Actinobacillus. variabel cakupan miskin terhadap sebagian besar patogen gram negatif. Serratia spp. Mereka umumnya memiliki cakupan yang sangat baik terhadap sebagian besar patogen gram positif. Haemophilus equigenitalis.While mungkin ada perbedaan dalam MIC untuk individu sefalosporin generasi pertama. Tablet lisan hewan telah dihentikan (di Amerika Serikat). Dengan pengecualian Bacteroides fragilis. Enterobacter spp.Cefadroxil telah disetujui FDA untuk terapi oral dalam mengobati infeksi rentan kulit. tapi C. bovis). kadar serum puncak sekitar 18. C. Sefalosporin generasi pertama biasanya bakterisida dan bertindak melalui penghambatan dinding sel synthesis. S. Pseudomonas spp. sefadroksil menunjukkan aktivitas terhadap bakteri biasanya ditutupi oleh kelas ini.6 . Kebanyakan spesies Corynebacteria rentan. B. Methicillin-resistant Staphylococcus. Obat ini sangat aktif in vitro terhadap grup A beta-hemolitik dan B Streptococcus. dan saluran genitourinari pada anjing dan kucing. faecium). tetapi mungkin memiliki kerentanan variabel dengan obat oral. jaringan lunak. Farmakodinamik Sebuah generasi pertama sefalosporin. equi (Rhodococcus) biasanya resisten.. coli. indole-positif Proteus spp. spektrum aktivitas mereka cukup mirip. Pasturella. non-enterococcal grup D Streptococcus (S. Klebsiella spp. Shigella dan Salmonella. dan Citrobacter spp. Bakteri berikut ini secara teratur resisten terhadap agen generasi 1: Grup D streptococci / enterococci (S.

bioavailabilitas oral berkisar 36-99. Dalam studi yang dilakukan pada anak kuda (Duffee. penisilin. waktu paruh serum telah dilaporkan sebagai sekitar 3 penyerapan hours.2%).75 jam setelah dosis oral. Dosis Pada anjing untuk infeksi rentan : a) 22 mg / kg PO dua kali sehari.mikrogram / mL terjadi dalam waktu 1-2 jam dari dosis. dan Craig 1989). D. shock atau lainnya penyakit serius seperti penyerapan obat dari saluran pencernaan dapat secara signifikan tertunda atau berkurang. Obat ini diekskresikan ke dalam urin dan memiliki paruh sekitar 2 jam. Antibiotik sistemik oral tidak boleh diberikan pada pasien dengan septikemia.Oral dari sefadroksil pada kuda dewasa setelah suspensi oral diberikan ditandai sebagai miskin dan tidak menentu. Rute parenteral (sebaiknya IV) harus digunakan untuk kasus ini. Mengobati infeksi kulit dan jaringan lunak selama setidaknya 3 hari. E.8% (rata-rata = 58. gunakan sefalosporin hati-hati pada pasien yang didokumentasikan hipersensitif terhadap antibiotik beta-laktam lainnya (misalnya. Christensen. carbapenems). cefamycins. Hanya sekitar 20% dari obat terikat pada protein plasma anjing. Karena mungkin ada reaktivitas silang. Perlakukan selama minimal 48 jam . Lebih dari 50% dari dosis dapat dipulihkan tidak berubah dalam urin dalam waktu 24 jam dari kucing dosing.In. dan infeksi GU untuk setidaknya 7 hari. rata-rata waktu paruh eliminasi adalah 3. Kontraindikasi Sefalosporin adalah kontraindikasi pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap mereka.

). karena urethrocystitis kronis.setelah hewan afebris dan tanpa gejala. coli) (Campbell & Rosin 1998). Pada kucing untuk infeksi rentan : a) Untuk ISK: 22 mg / kg PO sekali sehari selama 21 hari atau kulit lessFor. 4-8 minggu mungkin cukup (Brovida 2003). pioderma: 22-35 mg / kg PO q12h untuk 3-30 daysfor sistemik. d) 10 mg / kg q12h untuk infeksi gram positif rentan. Untuk urethrocystitis akut. Cefa-Tabs ®-Fort Dodge-). hingga 4 minggu pengobatan mungkin diperlukan. e) untuk anjing pioderma / menular otitis: 22 mg / kg PO q12h (Kwochka 2003). infeksi ortopedi: 22 mg / kg PO q8-12h selama 30 hari (Greene & Watson 1998). pioderma: 22-35 mg / kg PO q12h untuk 3-30 daysfor sistemik. 30 mg / kg setiap 8 jam untuk infeksi gram negatif rentan (Aucoin 2000). g) Untuk ISK: 30 mg / kg PO q8h (Dowling 2009) h) Untuk dangkal dan dalam bakteri pioderma: 22-33 mg / kg PO 2-3 kali sehari (Beale & Murphy 2006). c) 22 mg / kg PO q12h (Lappin 2002). (Insert Package. . Evaluasi kembali terapi jika tidak ada respon setelah 3 hari pengobatan. 30 mg / kg PO q12h (mungkin tidak dosis yang cukup untuk non-ISK yang disebabkan oleh E. c ) untuk ISK: 11-22 mg / kg PO q12h untuk 7-30 kulit daysfor. 30 mg / kg setiap 8 jam untuk infeksi gram negatif rentan (Aucoin 2000). b) Untuk infeksi Staph rentan:. infeksi ortopedi: 22 mg / kg PO q8-12h selama 30 hari (Greene & Watson 1998) b) 10 mg / kg q12h untuk infeksi gram positif rentan. (Kwochka 2002). karena pielonefritis. (Greene et al 2006. pengobatan mungkin 710 hari. Terapi maksimum adalah 30 hari. f) Untuk ISK: 10-20 mg / kg PO q8h.

gagal ginjal atau gangguan ginjal berat. penyakit yang tidak diobati Addison. dehidrasi akut. Asidosis dapat menggeser kalium dari ruang intraseluler dan sebaliknya. halus. Indikasi. alkalosis bergeser kalium ke dalam ruang intraseluler. reaksi hemolitik yang parah. saraf transmisi impuls. Farmakokinetik Sekitar 98% dari total kalium tubuh ditemukan dalam ruang cairan intraseluler sementara hanya 2% dalam ruang cairan ekstraseluler. C. dan pemeliharaan fungsi ginjal normal. Kalium terutama (80-90%) diekskresikan melalui ginjal dengan .7 mEq / kg / hari. skeletal dan jantung kontraksi otot. Farmakodinamik Kalium adalah kation intraseluler utama dalam tubuh. gangguan motilitas GI (bentuk sediaan oral padat). Anak anjing dan anak kucing membutuhkan kalium diet lebih tinggi daripada hewan dewasa. dan pada kucing dewasa sekitar 1. Kalium juga digunakan dalam pemanfaatan karbohidrat dan protein persyaratan synthesis.Methiosone Furosemid Aspar K A. D. Hal ini penting dalam mempertahankan tonisitas seluler.Potassium pada anjing dewasa adalah sekitar 3. Kontraindikasi Hiperkalemia. 1/3 4 mg ¼ Digunakan untuk pengobatan atau pencegahan hypokalemia B. Plasma pH dapat mengubah distribusi.5 mEq / kg / hari.

D.KCL cairan dilengkapi juga dapat dengan aman diberikan pada pasien dengan berat kurang dari 10 kg. jika solusi yang diberikan melalui pusat intravena line.L ¼ q. Surbex Z S.s . Jumlah yang sangat kecil dapat diekskresikan dalam keringat (hewan dengan kelenjar keringat).0 mEq / L). Dosis Untuk hipokalemia: a) Perawatan hipokalemia ringan kronis (3. itu tertutup pada ¼ sendok teh (2 mEq) per 4.5 mEq / L) dapat dicapai dengan langkah-langkah diet atau tersedia secara komersial lisan tablet suplemen kalium dan ramuan (diencerkan dalam air) di 0. Dalam sebagian besar keadaan tingkat tidak boleh melebihi 0.5 mEq / kg / jam bersama dengan pemantauan EKG dekat. (Schaer 2009). Tapi. tingkat dapat ditingkatkan sampai 1.5 kg berat badan PO dalam makanan dua kali sehari.5 mEq / kg / jam. dalam situasi yang paling mengerikan (kalium serum <2. Nilai yang melebihi lebih dari 10 mEq / jam untuk hewan kecil (<10 kg berat badan) dapat berpotensi mengancam nyawa karena efek dari solusi yang lebih terkonsentrasi pada dinding ventrikel kanan. Tingkat pemberian KCL intravena adalah lebih penting daripada jumlah total diberikan.0-3.9% garam yang mengandung 30-35 mEq / L KCl per Liter dan diberikan dengan dosis 150 mL SC setiap 12 jam. tidak ada rumus yang akurat untuk menghitung jumlah persisnya KCL diperlukan untuk memulihkan normokalemia.For sedang sampai berat (<3.mayoritas sisanya diekskresikan dalam tinja. menyesuaikan sebagai necessary. Cairan isotonik seperti Ringer Laktat atau 0. Jika menggunakan tersedia secara komersial Tumil-K ® bubuk.0 mEq / L) atau hipokalemia akut dengan atau tanpa alkalosis metabolik membutuhkan administrasi IV kalium.5-1 mEq / kg dicampur dalam makanan sekali atau dua kali sehari.

menyebabkan vasodilatasi dan pembesaran ruang intavaskuler.d.d caps I BAB 4 PEMBAHASAN Ascites sesungguhnya adalah gambaran gejala klinis berdasarkan dari akumulasi cairan serous/serosanguinous intra peritoneal dan merupakan tanda dari penyakit yang digunakan untuk mengidentifikasi kausa utama.f.l. Hipertensi portal memacu pelepasan nitric oxide.a pulv da in caps dtd No XIV S.m. Tubuh berusaha mengoreksi hipovolemia yang terdeteksi (perceived hypovolemia) ini dengan memacu faktor-faktor antinatriuretik dan vasokonstriktor yang memicu retensi cairan dan garam. dengan demikian mengganggu keseimbangan Starling forces yang mempertahankan hemostasis . Ascites dapat disebabkan oleh sebagai berikut : a) Peningkatan tekanan portal yang diikuti oleh perkembangan aliran kolateral melaui lower pressure pathways.2.

kemudian terjadilah asites. Karakteristik biokimia dan sitologi dari cairan asites dapat membantu membedakan penyebabnya. Bilamana hati terganggu fungsinya. c) Tekanan koloid plasma yang biasa bergantung pada albumin di dalam serum. Menurut Macfarlane (2000). maka pembentukan albumin juga terganggu. Sebaliknya bila kadar plasma protein kembali normal. dengan peningkatan aldosteron maka terjadi retensi natrium yang pada akhirnya menyebabkan retensi cairan. sehingga tekanan koloid osmotic juga berkurang. Rendahnya protein dalam darah berakibat pada dua hal yaitu rendahnya daya ikat air serta penurunan osmolaritas darah. Hipertensi portal mengakibatkan penurunan volume intravaskuler sehingga perfusi ginjal pun menurun. . kongesti dan oedema adalah akibat dari penurunan tekanan osmotik darah dan peningkatan tekanan hidrostatik vena. sehingga tekanan koloid osmotic menurun pula. Terdapatnya kadar albumin kurang dari 3 gr % sudah dapat merupakan tandan kritis untuk timbulnya asites. Cairan bersifat transudat intra peritoneal yang disebut sebagai hidrops ascites dapat berasal dari plasma yang berefusi dari pembuluh darah terutama akibat gangguan keseimbangan protein. b) Bila terjadi perdarahan akibat pecahnya varises esopahagus. Aldosteron berperan dalam mengatur keseimbangan elektrolit terutama natrium. maka asitesnya akan menghilang walaupun hipertensi portal tetap ada (Sujono Hadi). Hal ini meningkatkan aktifitas plasma renin sehingga aldosteron juga meningkat. cairan itu mengalir (seperti berkeringat) dari permukaan hati (liver) dan mengumpul di rongga perut (abdominal cavity). Lalu. dan kadarnya menurun.cairan. Pada keadaan normal albumin dibentuk oleh hati. maka kadar plasma protein dapat menurun.

yaitu limfosit. gagal jantung sisi kanan. Cairan limfa berwarna kuning keputih-putihan yang disebabkan karena adanya kandungan lemak dari usus. Berbeda dengan pembuluh darah. Cairan limfa juga memiliki kandungan protein seperti pada plasma darah. atau tamponade jantung. Hati atau posthepatic hipertensi portal dapat menyebabkan akumulasi dari transudate dimodifikasi. menghancurkan mikroorganisme seperti bakteri dan mengangkut emulsi lemak dari usus kedalam darah. pembuluh . Tipe ini menggambarkan tipe cairan modified transudate karena transudat modifikasi memiliki tingkat protein yang lebih tinggi dan jumlah sel lebih tinggi. Salah satunya penyebab dari asites dengan tipe transudat modifikasi adalah obstruksi pada pembuluh limfa. maka pada limfa hanya terdapat satu macam sel darah. Limfosit inilah yang akan menyusun sistem imunitas pada tubuh. Perbedaan lain juga terlihat pada pembuluh limfa. yang merupakan bagian dari sel darah putih. terutama peritoneum dan menarik sel imun ke tempat yang membutuhkannya tanpa melalui pembuluh limfa. karena dapat menghasilkan antibodi. dengan kebocoran berikutnya ke dalam rongga abdomen melalui kapsul hati. Jika darah tersusun dari banyak sel-sel darah. Hal ini menyebabkan pembentukan getah bening hati meningkat pada sinusoid. Blokade pada pembuluh limfa menyebabkan drainase pada jaringan ke seluruh tubuh. Salah satu penyebab dari obstruksi pada pembuluh limfa adalah luka atau cedera. Hal ini sesuai dengan hasil anamnesa bahwa kucing Choki diduga pernah mengalami kecelakaan sebelumnya. Portal Posthepatic hasil hipertensi ketika tingkat obstruksi aliran adalah baik dalam vena hepatik atau ekor vena cava seperti dengan pengkusutan dari vena.Gambaran cairan yang diambil dengan spuit menggunakan tehnik abdominosintecis berwarna kuning kemerahan. namun pada limfa ini kandungan proteinnya lebih sedikit dan mengandung lemak yang dihasilkan oleh usus. Fungsi dari pembuluh limfa antara lain adalah mengangkut cairan dan protein dari jaringan tubuh ke dalam darah.

sehingga ATP tidak dapat dipecah menjadi ADP. Cairan modified transudat mengandung sel makrofag dan sel limfosit. kedua sel tersebut dapat ditemukan pada pembuluh limfa serta warna kuning pada cairan tersebut adalah lemak. padahal cairan tersebut banyak mengandung K+. Apabila hal ini terjadi secara kronis ini mengakibatkan Na – K pump di sel tidak berjalan. Apabila pembuluh limfa mengalami obstruksi. Apabila cairan tertarik keluar jaringan dan pembuluh darah. yang mengakibatkan hewan menjadi lemas.limfa ini memiliki katup yang lebih banyak dengan struktur seperti vena kecil dan bercabangcabang halus dengan bagian ujung terbuka. hal ini mengakibatkan hipokalemia pada pembuluh darah dan jaringan tubuh. cairan tersebut berwarna kuning dan sedikit kemerahan. Selain . maka cairan dari jaringan tubuh tidak dapat masuk kedalam pembuluh limfa. Dari bagian yang terbuka inilah cairan jaringan tubuh dapat masuk ke dalam pembuluh limfa.1. yang akhirnya cairan dari pembuluh darah tertarik keluar jaringan berada di rongga peritoneum. Oleh karena itu untuk pengobatan kausatif dibutuhkan obat yang mengandung Kalium . Mekanisme Obtruksi Limfatic Pada ascites tipe modified transudat. Gambar 4.

Hal ini dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan Kalium di dalam jaringan dan pembuluh darah. Proteus mirabilis. Cefadroxil bersifat bakterisid dengan jalan menghambat sintesa dinding sel bakteri. Pada umumnya generasi pertama tidak dapat mengalami penetrasi pada system saraf pusat dan tidak dapat digunakan untuk mengobati meningitis. kondisi ini merupakan lingkungan yang bagus untuk tempat perkembangbiakan bakteri. Hal ini dapat mengakibatkan rongga peritoneum terinfeksi bakteri yang juga menginfeksi organ viscera didalam rongga abdomen. Golongan sefalosforin secara kimiawi memiliki mekanisme kerja dan toksisitas yang serupa dengan penicillin. Klebsiella sp. Apabila rongga peritoneum kotor dan banyak mengandung protein dan lemak. Streptococcus pneumoniae. Sebagai tindakan kuratif agar organ viscera tidak terinfeksi bakteri maka diberikan Cefadroxil per oral. Cefadroxil merupakan antibiotic golongan sefalosforin generasi pertama. Moraxella catarrhalis. obat ini mengandung Kalium Aspartat yang memiliki indikasi terhadap penyakit hipokalemia. Escherichia coli.itu hal ini disebabkan karena pemberian furosemid yang dapat meningkatkan ekskresi K karena bersifat aktivitasnya sebagai diuretic agent). Sefalosforin lebih stabil daripada penicillin terhadap banyak bacteria beta-laktamase sehingga biasanya mempunyai spektrum aktivitas yang lebih luas. Yang dihambat ialah reaksi transpeptidase tahap ketiga dalam rangkaian reaksi pembentukan dinding sel. Senyawasenyawa generasi pertama memiliki aktivitas yang lebih baik terhadap organisme-organisme gram positif dibandingkan organisme-organisme aerob gram negative. Cefadroxil adalah antibiotika semisintetik golongan sefalosforin untuk pemakaian oral. Pada terapi kucing Choki digunakan Aspar K. Staphylococcus aureus (termasuk penghasil enzim penisilinase). Cefadroxil aktif terhadap Streptococcus beta-hemolytic. .

Nicotinamide 100 mg. Surbex Z merupakan gabungan vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh agar tidak mudah sakit. Dosis dikurangi pada pasien-pasien dengan kerusakan fungsi ginjal. Hal ini dibutuhkan untuk mengurangi distensi abdomen yang diakibatkan oleh penimbunan cairan di rongga peritoneum. Agen-agen penghambat proses sekresi tubulus. misalnya probenesid. Tetapi furosemide ini bekerja mengurangi jumlah cairan didalam jaringan bukan diluar jaringan seperti pada kasus ascites dimana cairan berada di luar jaringan (rongga peritoneum). diperlukan untuk sintesa protein dan pembentukan kolagen. namun kadar dalam jaringan umumnya beragam dan lebih rendah dibandingkan dengan kadar dalam serum. dapat digunakan furosemide sebagai obat diuretika. Konsentrasi dalam urine biasanya sangat tinggi. dapat meningkatkan kadar serum dalam jumlah besar. Manfaat lain yaitu membantu mengatasi rasa kering dimulut atau tenggorokan dan gangguan selera makan. Mineral ZINC merupakan mineral penting bagi tubuh terutama untuk melindungi fungsi liver atau hati dari ancaman kerusakan kimiawi akibat bahan tambahan makanan yang tidak layak atau obat-obatan. calcium pantothenate (Pantothenic acid) 20 mg. Sebagai terapi suportif kepada kucing Choki digunakan Surbex Z. Sebagai terapi simtomatis.Cefadroxil diabsorbsi dari usus dan dimetabolisme di hepar. mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya infeksi sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit serta mempercepat kesembuhan luka. Surbex Z merupakan multivitamin lengkap yang diperlukan tubuh untuk memelihara kesehatan tubuh. vitamin E 30 IU. Komposisi dari Surbex Z yaitu vitamin C 500 mg. Ekskresi terutama terjadi di ginjal melalui filtrasi glomeruler dan sekresi tubulus ke dalam urine. vitamin B1 (Thiamine) 15 mg. Kode Z merupakan tanda multivitamin ini memiliki konsentrasi mineral ZINC dalam batas yang diperlukan tubuh yaitu 100 mg/hari. vitamin harus .

hal ini mengindikasikan temperature tubuh kucing Chiko diatas nilai normal temperatur kucing. Demam juga dapat disebabkan gangguan otak atau akibat bahan toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu. niasinamida 100 mg. vitamin B6 (Pridoksina hidroklorida) 5 mg.5 mg. yang dilepas oleh bakteri toksik atau pirogen yang dihasilkan dari degenerasi jaringan tubuh dapat menyebabkan demam selama keadaan sakit. Diantaranya adalah untuk membantu memelihara daya tahan tubuh dan sebagai antioksidan. Sedangkan Surbex T mengandung vitamin C 500 mg bermanfaat bagi tubuh. kucing Chiko mengalami demam (pireksia atau febris atau hipertermi). vitamin B12 12 mcg.B2 (Riboflavin) 15 mg. pecahan protein. volic acid 150 mcg dan zinc (equivalen to 100 mg of zincsulfate) 22. sedangkan pada kucing Chiko adalah 39. Zat yang dapat menyebabkan efek perangsangan terhadap pusat pengaturan suhu sehingga menyebabkan demam disebut pirogen. Pada mekanisme ini. vitamin B6 (Prydoxine hydrochloride) 20 mg. Penyebab demam pada kucing Chiko adalah karena adanya infeksi bakteri. Mekanisme demam dimulai dengan timbulnya reaksi tubuh terhadap pirogen. terutama toksin polisakarida. kalsium pantothenat 20 mg. bakteri atau pecahan jaringan akan difagositosis oleh leukosit darah. temperatur normal kucing adalah 38.0 ºC – 39. dan limfosit pembunuh . dan zat lain. Komposisi Surbex T adalah vitamin C 500 mg.2 ºC. Zat pirogen ini dapat berupa protein. makrofag jaringan. Penyebab dari peningkatan suhu tubuh tergantung dari jenisnya. Berdasarkan dari temperatur. vitamin B12 (Sianokobalamina) 4 mcg. Perbedaan Surbex Z dengan Surbex T adalah dimana surbex T tidak mengandung konsentrasi mineral ZINC. vitamin B1 (Tiamina mononitrat) 15 mg. vitamin B2 (Riboflavin) 10 mg.1 ºC.

Sedikitnya sepersepuluh juta gram endoroksin lipopolisakarida dari bakteri. Akibatnya terjadilah respon dingin/menggigil. Pada keadaan patologis. Adanya peningkatan titik patokan ini dikarenakan thermostat tubuh (hipotalamus) merasa bahwa suhu tubuh sekarang di bawah batas normal. dan limfosit pembunuh dapat menyebabkan demam. makrofag jaringan. Seluruh sel ini selanjutnya mencerna hasil pemecahan bakteri dan melepaskan zat interleukin-1 ke dalam cairan tubuh. Adanya proses menggigil (pergerakan otot rangka) ini ditujukan untuk menghasilkan panas tubuh yang lebih banyak. Interleukin-1 ketika sampai di hipotalamus akan menimbulkan demam dengan cara meningkatkan temperature tubuh dalam waktu 8 – 10 menit. Kucing Chiko . frekuensi pulsus yang menurun dapat terjadi karena adanya penurunan aktivitas jantung. pertama-tama akan merangsang sel-sel epitel hipotalamus untuk mengeluarkan suatu substansi yakni asam arakhidonat. yang disebut juga zat pirogen leukosit atau pirogen endogen. Nilai respirasi normal pada kucing adalah 20 – 30 kali/menit. Dan terjadilah demam. bekerja dengan cara ini secara bersama-sama dengan leukosit darah. Nilai normal pulsus pada kucing adalah 90 bpm – 120 bpm.bergranula besar. Sebagai kompensasinya. Sedangkan respirasi kucing Chiko adalah 84 kali/menit. Pengeluaran prostaglandin akan mempengaruhi kerja dari thermostat hipotalamus. Pulsus Kucing Chiko adalah 108 bpm yang masih termasuk dalam kategori normal. hipotalamus akan meningkatkan titik patokan suhu tubuh (diatas suhu normal). Asam arakhidonat yang di keluarkan oleh hipotalamus akan memacu pengeluaran prostaglandin (PGE2). Kondisi pada kucing Chiko tersebut dapat dikatakan mengalami panting. Interleukin-1 menyebabkan demam.

karena tubuh kucing ditutupi oleh bulu. Terjepitnya organ intra abdominal antara dinding abdomen anterior dan vertebrae atau struktur tulang dinding thoraks. Terjadi gaya akselerasi-deselerasi secara mendadak dapat menyebabkan gaya robek pada organ dan pedikel vaskuler. 3. 2. . CATATAN  Penyebab lain ascites yang terjadi pada kucing Chiko.mengalami demam. maka cara yang utama untuk mengeluarkan panas tubuh adalah dengan panting. selain obstruksi pembuluh limfe akibat trauma adalah sebagai berikut : 1. Meningkatnya tekanan intra abdominal yang mendadak dan hebat oleh gaya tekan dari luar seperti benturan akibat benda tumpul yang letaknya tidak benar dapat mengakibatkan terjadinya ruptur dari organ padat maupun organ berongga.

dapat ditambahkan glukosa yang berguna untuk mencegah terjadinya ketoris . shock hipovolemik . 1989 ) .Anemia megaloblastik yaitu anemia yang terjadi karena kekurangan vitamin B12. Laktat yang terdapat dalam larutan ringer laktat akan dimetabolisme oleh hati yang digunakan untuk memperbaiki keadaan seperti asidosis metabolik . C . jenis anemia dibagi menjadi : 1.Anemia hemolitik yaitu anemia yang terjadi karena pemecahan sel-sel darah lebih cepat dari pembentukan.Anemia aplastik yaitu anemia yang terjadi karena gangguan pembentukan sel-sel darah. 4. (Konjungtiva) membrane mukosa mata tampak anemia atau warna pucat merupakan indikasi anemia. ( Ansel . 2. ini disebabkan tubuhmempunyai kemampuan terbatas untuk menyerap besi tetapi sering kehilangan besi secara berlebihan karena perdarahan. Jenis anemia Berdasarkan penyebab. Haword . akan tetapi defisiensi besi merupakan sebab terbanyak anemia. diare . Larutan ringer laktat tidak mengandung glukosa sehingga bila akan dipakai sebagai cairan rumatan .Anemia defisiensi besi yaitu anemia yang terjadi karena kekurangan zat besi. Kalium yang terdapat didalam ringer laktat tidak cukup untuk pemeliharaan sehari hari . trauma dan luka bakar . Besi merupakan satu dari unsure terbanyak pada kulit bumi. Defisiensi besi adalah penyebab anemia tersering pada setiap Negara di dunia.  Ringer laktat merupakan cairan yang paling fisiologi yang dapat diberikan pada kebutuhan bessar . Ringer laktat banyak digunakan sebagai replacement therapy antara lambung . apalagi untuk kasus defisit kalium . 3. Anemia yang terjadi pada kucing Chiko disebabkan oleh defisiensi zat besi.

dimana larutan tersebut mempunyai tekanan osmosis yang sama dengan cairan tubuh. Jumlah ion Kalsium dibawah konsentrasi normal dapat menyebabkan iritabilitas dan konvulsi. hal tersebut diatasi dengan menggunakan Na Laktat yang berasal dari NaHCO3 dengan menambahkan asam laktat. Ion Natrium ( Na+ ) dalam injeksi berupa Natrium Klorida dapat digunakan untuk mengobati hiponatremia. NaCl digunakan sebagai larutan pengisotonis agar sediaan infus setara dengan larutan NaCl 0. Larutan ini merupakan modifikasi dari larutan ringer yang berfungsi sama dengan ringer laktat. Infuse ringer laktat mengandung berbagai macam elektrolit. karena kekurangan ion tersebut dapat mencegah retensi air sehingga dapat menyebebkan dehidrasi.2H2O. NaHCO3 memungkinkan adanya terlepasnya CO2 yang meningkatkan nilai pH atau pengendapan CaCO3. sehingga digunakan untuk memenuhi kebutuhan elektrolit ataupun cairan tubuh secara fisiologis. NaCl. Kalium Klorida. Ion Kalsium (Ca2 +) bekerja membentuk tulang dan gigi. Pada infuse ringer laktat. Yang membedakan adalah adanya NaHCO3. berperan dalam proses penyembuhan luka pada rangsangan neuromuskuler dan untuk konduksi saraf dan otot.9%. dan Natrium Laktat dalam air untuk obat suntik. Natrium merupakan kation utama dari plasma darah dan menentukan tekanan osmotik. Klorida merupakan anion utama di plasma darah.Infuse ringer laktat adalah larutan steril yang mengandung Natrium Klorida. Kalsium yang dipakai dalam bentuk CaCl 2 yang lebih mudah larut dalam air. . Kalium Klorida (KCl). Kalsium Klorida. dan CaCl2. Kalium merupakan kation yang terpenting dalam cairan intraseluler dan sangat esensial untuk mengatur keseimbangan asam basa serta isotonis sel. Ringer laktat berisi komponen-komponen seperti Na Laktat. KCl.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful