Telah disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar

Magister Teknik (MT)
Di
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Oleh:

ABDI SUKMONO
3511201902
Tanggal Ujian :
Periode Wisuda 107
Disetujui oleh:
1. Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo S, DEA, DESS
NIP.19530527 198303 1001
2. Hepi Hapsari Handayani, ST, MSc
NIP.197812122005012001

3. Dr. Arief Darmawan, S.Si, MSc
NIP.196904201996121002

(Pembimbing)

(Pembimbing)

(Pembimbing)

4. Dr-Ing. Ir. Teguh Haryanto, M.Sc.
NIP.19590819 198502 1001

(Penguji)

5. Dr. Ir. Muhammad Taufik
NIP.19550919 198603 1001

(Penguji)

6. Ir. Yuwono, MS
NIP.19590124 198502 1001

(Penguji)

Direktur Program Pascasarjana

Prof. Dr. Ir. Adi Soeprijanto, MT
NIP 1964 0405 1990 02 1001
i

“ Halaman Ini Sengaja Dikosongkan” ii .

MTVI 2 (668.6 nm) dan Red Edge Absorption Clhorophyll Index (774. 714. 1148. DEA.5 nm. Dalam Estimasi kandungan klorofil dan kerapatan daun tanaman padi dengan citra hyperspectral dibutuhkan algoritma khusus untuk mendapatkan akurasi yang baik. Sedangkan Kerapatan daun sangat erat dengan fase pertumbuhan. 714. modified / transformed chlorophyll absorption ratio index (MCARI. Klorofil merupakan pigmen yang paling penting dalam proses fotosintesis. TCARI/OSAVI (683.Ir.3 nm.5 nm dan 546.2 nm dan 455. Keempat model tersebut adalah MLR 5 band (699.Bangun Muljo S.8 nm dan 531.8 nm.8 nm. 805. MLR (934.5 nm dan 546.5 nm dan 638.MSc 3. PCR 44 Band (PC no iii .Tanaman sehat yang mampu tumbuh maksimum umumnya memiliki jumlah klorofil yang lebih besar daripada tanaman yang tidak sehat. Objek dari penelitian ini mengembangkan reflektan in situ menjadi model algoritma estimasi kandungan klorofil dan kerapatan daun tanaman padi untuk citra airborne hyperspectral.5 nm dan 805.5 nm).5 nm. S.Si.6 nm). MSAVI (668.2 nm.7 nm.ST. modified simple ratio (MSR) . Untuk Estimasi Kerapatan daun hampir semua Indeks dan metode mempunyai Korelasi sangat kuat (R2≥0. Triangle Vegetation Index (TVI). TCARI) dan bentuk integrasi (MCARI/OSAVI and TCARI/OSAVI) digunakan untuk membentuk model estimasi dengan metode regresi.5 nm dan 805. 805. 805.5) terhadap klorofil tanaman padi. MSc ABSTRAK Data Parameter biofisik seperti klorofil dan kerapatan daun tanaman sangat diperlukan dalam manajemen pengelolaan pertanian.5 nm). Dr.5 nm). Dalam penelitian ini beberapa indeks vegetasi seperti normalized difference vegetation index (NDVI).4 nm.6 nm).75) yang meliputi RDVI (668.44 SPAD unit. Hepi Hapsari Handayani. Arief Darmawan.Dr. 774. 729. Prof.5 nm.7 nm. 2428. Model paling optimal untuk estimasi kandungan klorofil daun padi yaitu PLSR (44 band) dengan R2 sebesar 0. MTVI 1 (668.MODEL ESTIMASI KANDUNGAN KLOROFIL DAN KERAPATAN DAUN TANAMAN PADI DENGAN CITRA HYPERSPECTRAL BERBASIS SPEKTRAL IN SITU Nama NRP Pembimbing : Abdi Sukmono : 3511 201 902 : 1.2 nm). 3 nm serta PLSR (44 Band) PC no 11. 531. DESS 2.9 nm.5 nm dan 546. Selain itu juga digunakan pendekatan model dengan Multiple Linear Regression (MLR). Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI). 1758. Principle Component Regeression (PCR) dan Partial Least Square Regression (PLSR) Dari proses regresi didapatkan empat ground model yang mempunyai korelasi kuat (R2≥0.754 dan RMSE sebesar 1.

93 dan RMSE sebesar 0. Model paling optimal untuk estimasi kandungan klorofil daun padi yaitu PLSR (44 band) dengan R2 sebesar 0.3). Hyperspectral iv . Kerapatan daun. Kata Kunci: Klorofil. Padi.29 LAI unit.

2 nm.75) with LAI such as RDVI (668. Almost all index and method have very strong correlation (R2≥0. In the result. Key words: Chlorophyll . Chlorophylls are the most important pigments for photosynthesis. The models are adalah MLR 5 band (699. MTVI 1 (668. PCR 44 Band (PC no 7).5 nm dan 546.5 nm).8 nm. Hyperspectral v .6 nm). 805. MLR (934. 714.9 nm. Arief Darmawan. Rice. Hepi Hapsari Handayani.5 nm. Prof.4 nm.3 nm. 805.MODEL ESTIMATING CHLOROPHYLL CONCENTRATION AND LEAF AREA INDEX (LAI) OF RICE USING AIRBORNE HYPERSPECTRAL DATA BASED ON SPECTRAL IN SITU Name : Abdi Sukmono Student Number : 3511 201 902 Supervisor : 1. The best model for estimating LAI is PLSR (44 band) with R2 = 0. Principle Component Regression (PCR). 714.5 nm dan 546.Dr.754 and RMSE = 1. 1758. Besides that. modified simple ratio (MSR) index Triangle Vegetation Index (TVI). DEA. Partial Least Square Regression (PLSR) are used.2 nm). Healthy plants capable of maximum growth are generally expected to have larger amounts of chlorophyll than unhealthy ones. DESS 2.5 nm dan 805. there are four models that have strong correlation with chlorophyll of rice. MSc ABSTRAK Biophysical parameter such as Chlorophyll and Leaf Area Index (LAI) is required in management of agriculture. MTVI 2 (668. Estimation of Chlorophyll and LAI of rice using hyperspectral data need special algorithm for the great accuracy.5 nm). TCARI/OSAVI (683. Dr.5 nm dan 805.MSc 3.8 nm dan 531. Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) and the modified chlorophyll absorption ratio index (MCARI.ST.5 nm). 531.5 nm. TCARI) and the integrated forms (MCARI/OSAVI and TCARI/OSAVI) were tested using regression to achieved model estimation Chlorophyll content and LAI of rice. Multiple Linear Regression (MLR). In this research.6 nm). The best model is PLSR (44 band) with R2 = 0.5 nm dan 546.6 nm) dan Red Edge Absorption Clhorophyll Index (774. 774. 2428. S.7 nm.Ir.93 dan RMSE = 0.Si. 3 nm serta PLSR (44 Band) PC no 11. 805.29 LAI unit. Then Monitoring the distribution and changes Leaf Area Index (LAI) is important for assessing growth and vigour vegetation. 729.LAI.7 nm.8 nm.5 nm.5 nm dan 638. several vegetation indices such as normalized difference vegetation index (NDVI). MSAVI (668.44 SPAD unit. Object of this research developed the reflectant in situ to model algorithm of estimation Chlorophyll content and LAI of rice for airborne hyperspectral image. 1148.Bangun Muljo S.2 nm dan 455. The amount of chlorophyll per unit leaf area in crop is an indicator of the overall condition of the plant.

“ Halaman Ini Sengaja Dikosongkan” vi .

kekuatan dan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan Tesis dengan judul “Model Estimasi Kandungan Klorofil dan Kerapatan Daun Tanaman Padi Dengan Citra Hyperspectral Berbasis Data Reflektan In Situ”. dan Partial Least Square Regression (PLSR) digunakan untuk dapat mendekati model yang akurat untuk estimasi klorofil dan kerapatan daun tanaman padi dengan citra hyperspectral. H.. H. Dalam penelitian ini.KATA PENGANTAR Alhamdulillahi robbil ‘alamin.S. pemanfaatan beberapa teknik dan metode regresi seperti Multiple Linear Regression (MLR). Munculnya sensor hyperspectral memberikan ruang bagi pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk dapat melakukan idenstifikasi dan estimasi lebih akurat baik untuk parameter biofisik maupun biokimia. Sebagian dari Tesis ini telah dipublikasikan pada forum ilmiah nasional dengan judul sebagai berikut :  Sukmono... Surabaya. Model Estimasi Kerapatan Daun Tanaman Padi Dengan Citra Hyperspectral Untuk Pemantauan Fase Tumbuh Padi. Surakarta. Abdi. Dengan Jumlah band yang mencapai ratusan kanal menjadikan tantangan tersendiri bagi peneliti-peneliti untuk memanfaatkannya sebagai variabel prediktor dalam mengestimasi suatu obyek melalui sebuah pendekatan pemodelan data citra. Hepi H. 26 Juni 2013  Sukmono. Bangun M. Arief D. Principle Component Regression(PCR)..Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah (ATPW) 2013. Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Abdi. Beberapa studi pendekatan model dengan teknik ini telah digunakan oleh beberapa peneliti untuk estimasi beberapa obyek pada jenis tanaman yang berbeda seperti jagung.. 20 Juni 2013 vii .. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya berupa keimanan. Prosiding Seminar Nasional Pendayagunaan Informasi Geospasial 2013.S. gandum dan citrus. Bangun M. Arief D. Hepi H. Model Estimasi Kandungan Klorofil Tanaman Padi Pada Citra Airborne Hyperspectral Berbasis Spektral In Situ Dengan Metode Partial Least Square Regression (PLSR). Perkembangan sensor dalam teknologi penginderaan jauh optik cukup pesat.

Ir. Secara khusus diucapakan terima kasih setulus-tulusnya kepada kedua orang tuaku tercinta atas segala dukungan. M.Penyelesaian penelitian ini tidak lepas dari bantuan. Semua pihak yang telah membantu dan mendukung hingga terselesainya tugas akhir ini baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak mungkin penulis sebutkan satu-persatu. Penulis menyadari adanya kelemahan dan kekurangan dalam penulisan tesis ini. Dr. M. 6. S. Dr Bangun Muljo Sukojo. 8. DESS sebagai Pembimbing Utama dari Teknik Geomatika ITS 2.Si. Masukan-masukan konstruktif dalam penyempurnaan tulisan ini sangat penulis harapkan. Surabaya. 7. MSc selaku Ketua Program Pascasarjana Teknik Geomatika ITS.Sc sebagai Ko-Pembimbing I dari Teknik Geomatika ITS 3. 4. DEA. Hepi Hapsari Handayani. ST. 5. Dr Ir Arief Darmawan. doa dan motivasi yang tiada henti diberikan kepada penulis. M. Juli 2013 Penulis viii . Prof. Staf dan Karyawan PTISDA-BPPT yang telah memberikan bantuan sebagai Narasumber dan pembelajaran pengolahan data. Staf dan Karyawan Jurusan Teknik Geomatika ITS yang banyak memberikan bantuan dan masukan bagi penulis. Dr.Sc sebagai Ko. saran dan masukan berbagai pihak dan pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang setulusnya kepada: 1. Taufik selaku Ketua Jurusan Teknik Geomatika ITS.Pembimbing II dari Instansi PTISDA-BPPT. Ing Teguh Hariyanto.

................................. 3 1..2 Perumusan Masalah ..................8 Sensor HyMap ........ 7 2............... 10 2.................................... 1 1............... 3 1..................................................................2 Klorofil ..............6..............2 Desain Sensor HyMap ..........................................7 Prinsip-Prinsip Spectroscopy ........................................................................................................................... 11 2...............................................................................................3 Batasan Masalah ............1 Karakteristik HyMap.......... 15 2.... 13 2.......................xiii DAFTAR TABEL ...... ...............................................................................................5 Reflektan ........ 14 2...................................................................................................................................... 11 2....................1 Teknologi Hiperspektral ......................... .......................... 11 2........................ ............................................................................... vii DAFTAR ISI ................................... ...............................2 Akuisisi Data Hiperspektral ..................... 16 2... 5 2................10 Edge Absorption Chlorophyll Indices (EACI) ........................................................................................................................ 3 1............................................5 Manfaat Penelitian ..... 12 2.............................................9 Pengukuran Kandungan Hijau Daun ....................... ix DAFTAR GAMBAR ...6................................. 17 ix .................................... i ABSTRAK .............................................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ...... 3 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2......... 14 2...........4 Tujuan Penelitian ...................xv BAB 1 PENDAHULUAN 1.................................................iii KATA PENGANTAR ..................................................................................................................................................................................6 Teknologi Hiperspektral Penginderaan Jauh ................................................................................8.................. 8 2...............1 Tanaman Padi ............................. ............................1 Latar Belakang .....................................................3 Penginderaan Jauh ......................8..........................4 Spektrum Elektromagnetik .................................................

..............3 Pengambilan Data Field Spectrometer ..........................................................4...............................................................3 Metode Penelitian ..................................................................................... 18 2................ 37 4............2 Pengambilan Data Kondisi Tanaman .............................. 42 4...................................................2 Peralatan .......4............ 27 3....13 Regresi ...... 32 3............................................ 40 4......................................13............ 26 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3..................................18 Penelitian Terdahulu ................. 24 2........... 27 3...4...............................................................................................................................................17 Principle Component Analysis (PCA) ...........14 Spectral Resampling ....................15 Metode Smoothing Savitzky Golay ................. 25 2.......... 31 3................16 Metode Derivatif Reflektan .......... 30 3.....4.....2.............................................4.......2.......................4.. 21 2..........12 Leaf Area Index (LAI) ............................ 22 2............................4 Pengambilan Data ......4.....1 Regresi Linear Sederhana ........Pemotongan Kanal Pada Zona Absorpsi Air Atmosfer .. 24 2....................... 31 3...........................................13............ 32 3......................................2 Data dan Peralatan Penelitian .......................................................Reflektan In Situ Padi Setiap Fase Tumbuh .........................2 Koreksi Geometrik ..............5 Pengolahan Data ......2.. 39 4............1 Pengambilan Data Klorofil In Situ ...........5 Pengambilan Data Airborne Hyperspectral ....................................... 29 3..... 23 2.......1 Lokasi Penelitian ..................................... 43 x .............................Analisa Data Kerapatan dan Klorofil Daun In Situ .................................... 28 3..............................................1 Georeferensi........................................................2.......4............ 27 3.............................................2 Multiple Linear Regression (MLR) ............................................................. 21 2......................................................... 33 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4..............1 Data ............................... 28 3........11 Indeks Vegetasi..................................1........................4 Pengambilan Data Leaf Area Index (LAI) In Situ ....................3.. 42 4...... 20 2............................................................Hasil Processing Data Airborne Hyperspectral ............................................................

........................................7.....................................2 Koreksi Model Optimal Kerapatan Daun . 75 5.. 66 4...10 Model Pada Citra Airborne Hyperspectral .............. 66 4...............4...................................6......... 45 4.... 55 4............................5.........4........ 77 LAMPIRAN xi .............5...................Analisa Model Optimal ...............1 Analisa Model Optimal Pada Estimasi Klorofil ......9...............9...11 Peta Distribusi Klorofil dan Kerapatan Daun ......Model Estimasi Dengan Multiple Linear Regression (MLR) 5 Band ........... 73 BAB 5KESIMPULAN DAN SARAN 5.. .................................8.............2 Mosaik Citra.....2 Saran .......Model Estimasi Dengan Partial Least Square Regression (PLSR)........4..................... 58 4.........................2 Model Estimasi Kerapatan Daun Dengan Indeks Vegetasi ...... 45 4......... 61 4........................................ 75 DAFTAR PUSTAKA .................. 44 4..........................1 Kesimpulan .................................................................. 52 4......Model Estimasi Dengan Principle Component Regression (PCR).................................. 69 4.....Model Indeks Estimasi Dengan Indeks Vegetasi .......................................9................................................. 68 4.......1 Model Estimasi Klorofil Dengan Indeks Vegetasi ..................

“ Halaman Ini Sengaja Dikosongkan” xii .

...............13 Kurva Hasil Regresi Indeks Vegetasi dan LAI ...12 Kurva Hasil Regresi EACI dan Klorofil ...................... 28 Gambar 3...................... ... 49 Gambar 4.................6 Electro-Optical Sensor ............ .............. ................... ............................ 29 Gambar 3..............1 Lokasi ROI Penelitian ....8 Lajur Citra HyMap Indramayu Terkoreksi ................... .............4 Prinsip kerja SPAD MINOLTA ................................................... ....... ........ 41 Gambar 4...............10 Metode Seleksi Panjang Gelombang Turunan Pertama ....9 Konsentrasi Klorofil Vs Spektrum Biru/Merah .........2 Spektrum Elektromagnetik .. 42 Gambar 4............... ... .DAFTAR GAMBAR Gambar 2.. ....... ...........3 Reflektan . ............ ........ ........... ..................5 Skala Ruang Beberapa Wahana Pengamatan ................................7 Citra Hymap Tergeoreferensi ...... 44 Gambar 4........... 40 Gambar 4....................10 Kurva Hasil Regresi Indeks Vegetasi dan Klorofil ........................ 51 Gambar 4............ ............ ........ ....3 Skema Denah Pengambilan Data ......... 23 Gambar 3................. 37 Gambar 4...................... 43 Gambar 4...... 11 Gambar 2....... 5 Gambar 2............................................... 27 Gambar 3......................................1 Letak Persebaran Sampling Area .1 Tanaman Padi ...............11 Full Width at Half Maximum ....2 Tahapan Penelitian .. ........... ............5 Denah Pengambilan Data Field Spectrometer pada QA ... 10 Gambar 2....... 53 xiii ................. 30 Gambar 3. 16 Gambar 2.....................4 Titik Pengukuran Klorofil Denagn SPAD 502 Pada daun .5 Hubungan Antara Data Klorofil dan Klorofil Laboratorium .......... .........7 Penjelasan FOV dan IFOV....11 Puncak Gelombang Spektrum dan Dervatif ..... . ........ 39 Gambar 4.. 41 Gambar 4.............. 31 Gambar 4.................................................... 17 Gambar 2.................................... 13 Gambar 2... 11 Gambar 2................... 46 Gambar 4........................ 45 Gambar 4......... ....... ....... .................. .............. .....................9 Citra Mozaiking Pada Band True Color .................................. 13 Gambar 2............3 Posisi Panjang Zona Absorpsi Air Pada Atmosfer ...... 12 Gambar 2..........8 Perbandingan Jumlah Kanal Dalam Penginderaan Jauh ........... 14 Gambar 2.................... ..6 Citra Hymap Belum Tergeorefensi .................................4 Pantulan Searah dan Menyebar ..........................2 Reflektan Tiap Fase Pertumbuhan ..

.... 61 Gambar 4.. 62 Gambar 4........... 67 Gambar 4.......21 Peta Distribusi Klorofil dan Kerapatan Daun ...17 Perbandingan Koefisien Plot Klorofil ....... .... ........... 71 Gambar 4..... ............18 Perbandingan Koefisien Plot Kerapatan Daun .... . ... ............. 59 Gambar 4......20 Perbandingan Pendekatan REACI 2 dan PLSR 44 Band .. 73 xiv .15 Kurva Hasil Regresi PCR . MLR dan PLSR 44 Band .......16 Grafik Seleksi Model Estimasi Klorofil dan Kerapatan Daun .. ...14 Pemilihan Band Untuk Pemodelan Dengan PCR dan PLSR ...Gambar 4...... 65 Gambar 4.............. 64 Gambar 4..21 Perbandingan Pendekatan RDVI ......... ................. 72 Gambar 4.............19 Perbandingan antara prediksi model dan pengukuran ...............

.................................14 Hasil PC No 11 ....... 56 Tabel 4............... 37 Tabel 4..................DAFTAR TABEL Tabel 2..... ..................... 51 Tabel 4.................................................. ............................5 Indeks Vegetetasi Yang Digunakan ...................... .6 Hasil Regresi EACI dan Klorofil .............................. 49 Tabel 4............2 Koreksi Geometrik Pada Setiap Lajur .. .... ............... 18 Tabel 2............... 47 Tabel 4.1 Tahapan Pertumbuhan Padi .......................... 66 Tabel 4......9 Hasil Regresi MLR Kerapatan Daun ............................11 Hasil Perhitungan PCR ........................17 Hasil Aplikasi Model Klorofil Pada Citra Airborne HyMap ..................... 15 Tabel 2..... 59 Tabel 4.... .................. . ...3 Hasil Regresi Indeks Vegetasi dan Klorofil .... ........... 56 Tabel 4.................................. 15 Tabel 2........4 Parameter Pengoperasian Sensor HyMap .......16 Model Optimal Estimasi Klorofil .....................12 Hasil regresi PLSR Klorofil daun ..................... 66 Tabel 4.. 63 Tabel 4............................ . ................................................... 70 Tabel 4...................... .. ...13 Hasil Regresi PLSR dan Kerapatan Daun ......... ....1 Pengelompokan Fase Pertumbuhan QA ..............5 Posisi Panjang Gelombang Terpilih dari Gambar 4............ ..................... .................... 63 Tabel 4.8 Hasil Regresi MLR Klorofil .................................................................. 44 Tabel 4.............. ..............18 Hasil Aplikasi Model LAI Pada Citra Airborne HyMap .....................10 ...........4 Pembagian Region Spektrum .... .............10 Pemilihan Band Untuk Pemodelan Dengan PCR dan PLSR .............. 6 Tabel 2........... 21 Tabel 4......................6 Penelitian Terkait LAI . 60 Tabel 4................................ ..... 15 Tabel 2............... 53 Tabel 4.............2 Spektrum Sensor HyMap .......3 Karakteristik Citra HyMap ...................... ..7 Hasil Regresi Indeks Vegetasi dan LAI .............. 62 Tabel 4... ............... 50 Tabel 4............. 71 xv .................... .......... ........... .15 Model Optimal Estimasi Klorofil .....

“ Halaman Ini Sengaja Dikosongkan” xvi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful