You are on page 1of 21

Materi Penyuluhan Kehutanan Seri :14/2012

ISBN. 978-602-1853-8-5

Model Desa Konservasi (MDK)
Pengarah Penanggung Jawab Penyusun : Kepala Pusat Penyuluhan Kehutanan : Kepala Bidang Pengembangan Penyuluhan Kehutanan : Ir. Ryke Lilik S Siswari Ir. Endang Dwi Hastuti, MM Drs. R. Haniriyanto, M.Si : Jaya Suhendi

Design Cover

Catatan : Tulisan ini sebagian bukan hasil karya sendiri, melainkan diambil dari berbagai tulisan dan hasil pengamatan lapangan, selanjutnya diperuntukkan bagi Penyuluh Kehutanan

ii

Semoga bermanfaat. MM NIP. Buku ini disusun dengan mengambil bahan dari berbagai sumber utamanya Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. tercantum bahwa Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan (BP2SDMK) berkedudukan sebagai unsur pendukung dengan tugas melaksanakan penyuluhan dan pengembangan SDM kehutanan dan salah satu fungsinya adalah penyiapan bahan materi penyuluhan kehutanan. 19580521 198403 2 001 i iii .40/Menhut-II/2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan. Ir. Penyiapan materi penyuluhan dilakukan dalam rangka membekali Penyuluh Kehutanan dengan berbagai informasi kebijakan. Kepala Pusat. Pada kesempatan kali ini.RI Nomor : P. serta pengalaman di beberapa tempat. Diharapkan buku ini dapat menjadi acuan dan referensi sehingga pelaksanaan penyuluhan dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil guna. program dan kegiatan pembangunan kehutanan serta meningkatkan kompetensi yang bersangkutan.KATA PENGANTAR Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan . kami mengucapkan terima kasih kepada para pihak sehingga buku ini dapat tersusun. Salah satu Materi Penyuluhan Kehutanan yang disusun dalam tahun 2012 adalah model desa konservasi. Erni Mayana.

.

.......................................................... A.......................................... C........................................ B................... Kriteria Model Desa Konservasi .................................................................. DAFTAR ISI ..........DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ....... Latar Belakang .................. A..... BAB V INDIKATOR KEBERHASILAN MODEL DESA KONSERVASI ........................... BAB III K E B I J A K A N D A N P O L A P E M B A N G U N A N M O D E L D E S A KONSERVASI ............................................ Sasaran ........................................................... Kebijakan Pembangunan Model Desa Konservasi ...................................................................................................................................................... Pengertian Model Desa Konservasi ........... BAB II PENGERTIAN DAN KRITERIA .. A.......................................... B............................................................................ Maksud dan Tujuan .......................... BAB IV PERAN PENYULUHAN KEHUTANAN DALAM PEMBAGUNAN MODEL DESA KONSERVASI .................. DAFTAR GAMBAR ........... BAB I PENDAHULUAN ............. Pola Pembangunan Model Desa Konservasi ............. B...................................... iii V VI 1 1 2 3 4 4 5 6 6 8 10 15 V ......

.......................................... Gambar 5 Kelompok Masyarakat Yang Melakukan Kegiatan Dalam Model Desa Konservasi ... Kawasan Konservasi Di Jawa Barat ...... Gambar 3 Kegiatan Wisata Alam Di Kawasan Konservasi . Gambar 4 Penyuluh Kehutanan difungsikan sebagai Pendamping Kegiatan MDK ..................................................................................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1 Situ Patenggang... Gambar 2 Masyarakat Di Sekitar Kawasan Konservasi ... 2 5 7 11 15 VI ............................

perlu dilakukan koordinasi dengan stakeholder terkait melalui program pembangunan Model Desa Konservasi (MDK). Saat ini. Latar Belakang Dari pengalaman di masa lalu. pengelolaan hutan tanpa melibatkan masyarakat ternyata tidak memberikan hasil yang optimal. PENDAHULUAN A. Untuk mensinergikan antara pengelolaan kawasan hutan konservasi dengan pemenuhan ekonomi masyarakat desa di sekitar kawasan hutan konservasi. Untuk itu. sekitar 6 juta jiwa hidup di dalam dan sekitar kawasan konservasi yang kehidupannya sangat tergantung terhadap keberadaan kawasan konservasi. pembentukan dan penguatan kelompok tani serta meningkatkan peran dan strategi penyuluh dalam pendampingan kegiatan kehutanan di sekitar kawasan konservasi. termasuk pembinaan daerah penyangga di sekitar kawasan hutan konservasi. Masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan hutan konservasi merupakan bagian dari ekosistem kawasan yang sangat menentukan dalam pengelolaan kawasan agar dapat berfungsi sebagai penyangga kehidupan. Meski bukan penyebab utama. pengelolaan kawasan hutan konservasi yang dapat berfungsi optimal perlu melibatkan masyarakat setempat melalui upaya pembangunan dan pengembangan kawasan secara menyeluruh dan terpadu. 1 . Dalam rangka pembangunan Model Desa Konservasi kegiatan utamanya adalah bagaimana melaksanakan pemberdayaan masyarakat. Gangguan terhadap hutan tidak hanya terjadi di hutan produksi dan hutan lindung tetapi juga di kawasan konservasi. salah satu penyebab gangguan tersebut timbul dari masyarakat yang tinggal di sekitar hutan.I.

dapat menangkal bencana alam berupa banjir. pengawetan dan pemanfaatan kawasan hutan konservasi secara lestari. 2. Kawasan Konservasi Di Jawa Barat B. Aspek Lingkungan dapat menyangga kawasan hutan konservasi dari berbagai gangguan. Tujuan pembangunan Model Desa Konservasi meliputi 3 aspek. Maksud dan Tujuan Maksud pembangunan Model Desa Konservasi Alam terlaksananya pembangunan wilayah disekitar kawasan hutan konservasi yang berwawasan lingkungan. yaitu: 1. kesehatan masyarakat 2 . erosi. masyarakat dapat bersikap positif dan mendukung pengelolaan kawasan hutan konservasi. dapat menambah areal serapan air jika terletak di bagian hulu sungai.Gambar 1 : Situ patenggang. angin dan bencana alam lainnya. yang dapat mendukung perlindungan. dapat memperluas habitat flora dan fauna yang ada di kawasan hutan konservasi. Aspek Sosial meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.

meningkat. 3. Desa-desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan konservasi. potensi SDA yang ada dapat bernilai ekonomi melalui pengelolaan dengan teknologi yang sesuai. C. adanya modal/investasi yang masuk sehingga roda perekonomian pedesaan dapat berjalan. terciptanya berbagai aktifitas masyarakat untuk menambah pendapatan. Aspek Ekonomi meningkatkan pendapatan masyarakat. ketergantungan masyarakat terhadap kawasan 3. 2. Desa yang sudah ada dan penduduknya telah turun temurun ada sebelum kawasan tersebut ditetapkan sebagai kawasan hutan konservasi. Desa yang berada di dalam kawasan hutan konservasi dan masyarakat sydah diakui sebagai masyarakat adat. Sasaran : Sasaran dari pembangunan Model Desa Konservasi adalah : 1. berkurang. 3 .

3.II. Penataan Ruang/Wilayah Pedesaan Berbasis Konservasi. Kegiatan Model Desa Konservasi meliputi : 1. ƒ Melaksanakan PRA di lokasi desa dan sekitarnya. sosial. ƒ Pelatihan PRA perangkat desa. ƒ Membangun kemitraan dan jejaring usaha produktif. PENGERTIAN DAN KRITERIA A. Pemberdayaan Masyarakat. ƒ Menyiapkan fasilitator/pendamping. Pengertian Model Desa Konservasi Model Desa Konservasi adalah desa yang dijadikan model/contoh bagi desa lain di sekitar kawasan hutan konservasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan konservasi. Pengembangan Ekonomi Pedesaan Berbasis Konservasi. dengan memperhatikan aspek konservasi. 2. Pembanguan Model Desa Konservasi diawali dengan pemberdayaan masyarakat melalui sembilan tahapan yaitu : ƒ Membangun Kesepahaman dengan pihak terkait ƒ Membangun/mengembangkan kelembagaan di tingkat desa. ekonomi dan budaya masyarakat setempat serta akan menjadi contoh dalam pemberdayaan masyarakat di tempat lainnya. 4 . ƒ Monitoring dan evaluasi. ƒ Peningkatan kapasitas SDM (masyarakat)/pelatihan ketrampilan produktif. ƒ Pengembangan kegiatan usaha ekonomi produktif masyarakat.

4. 2. Desa yang secara umum mempunyai permasalahan yang sama dengan desa-desa lainnya di sekitar kawasan hutan konservasi. 5. Desa yang kehidupan masyarakatnya mempunyai ketergantungan kuat dengan keberadaan kawasan hutan konservasi.Gambar 2 : Masyarakat di Sekitar Kawasan Konservasi B. 7. Desa yang mempunyai potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan. Desa yang letaknya strategis. 5 . Kriteria Model Desa Konservasi Kriteria desa yang dapat ditetapkan sebagai Model Desa Konservasi meliputi : 1. Desa yang berada di tengah-tengah kawasan hutan konservasi. 6. mudah dilihat oleh masyarakat dari desa lain. 3. Desa yang secara fisik berbatasan langsung dengan kawasan hutan konservasi/daerah penyangga ataupun desa enclave dan masyarakatnya mempunyai interaksi langsung dengan kawasan hutan konservasi. diakui sebagai masyarakat adat dan penduduknya bermukim di lokasi tersebut sudah lama sebelum ditetapkan sebagai kawasan hutan konservasi. Telah dilakukan koordinasi dengan Pemerintah daerah setempat.

Pembangunan masyarakat dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan kemandiriannya yang dilakukan melalui pembangunan desa model di sekitar kawasan hutan konservasi. 5. 3. 6 . Pemberdayaan masyarakat harus mengarah kepada kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian sumber daya hutan. Kebijakan yang ditempuh dalam rangka pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan konservasi melalui pembangunan Model Desa Konservasi. 4.III. Pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan konservasi/daerah penyangga dilakukan melalui optimalisasi potensi pemanfaatan jasa lingkungan dan TSL (hasil hutan non kayu). meliputi : 1. Pembangunan Model Desa Konservasi sebagai upaya kongkrit pemberian contoh kepada masyarakat mengenai pemberdayaan masyarakat. KEBIJAKAN DAN POLA PEMBANGUNAN MODEL DESA KONSERVASI A. 6. Pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan konservasi/daerah penyangga dilakukan secara terintegrasi dalam pengelolaan kawasan secara partisipatif melalui pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan unit management Balai Besar/Balai TN dan Balai Besar/Balai KSDA dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah setempat.19/Menhut-II/2004 Tentang Model Desa Konservasi. Pembangunan kawasan hutan konservasi harus tetap memperhatikan pembangunan masyarakat didalam dan sekitar hutan. 2. Kebijakan Pembangunan Model Desa Konservasi Dasar Hukum Pembangunan Model Desa Konservasi adalah Peraturan Menteri Kehutanan No.

Gambar 3 : Kegiatan Wisata Alam di Kawasan Konservasi Kebijakan tersebut dikembangkan melalui strategi sebagai berikut : 1. Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Dilakukan antara lain melalui peningkatan kemampuan masyarakat dalam mendapatkan modal yang diperlukan untuk menjalankan dan 7 . 2. penyuluhan. pembinaan dan pelatihan untuk mendorong peran serta masyarakat agar mampu memahami. ekonomi dan budaya masyarkat yang perlu dikembangkan sesuai aspirasi dan partisipasi masyarakat. merencanakan dan melaksanakan serta memecahkan permasalahannya sendiri dengan membangun kelembagaan yang mampu mendorong terselenggaranya pengelolaan dan pemanfaatan kawasan konservasi.7. Pemberdayaan masyarakat di arahkan pada desa-desa di sekitar kawasan hutan konservasi/daerah penyangga yang masyarakatnya mempunyai interaksi langsung dengan kawasan hutan konservasi dan berpotensi mengancam kelestarian kawasan. Pengembangan aspirasi dan partisipasi masyarakat Memahami permasalahan dan potensi ekologis. Pengembangan Kelembagaan Masyarakat Dilakukan melalui pendampingan. sosial. 3.

Rencana program Model Desa Konservasi sudah dikoordinasikan dengan instansi teknis terkait dan pemerintah daerah setempat. Kalangan swasta dan stake holders lainnya 5. Berdasarkan pola tersebut. Rencana pengelolaan kawasan dan program pembangunan daerah setempat.mengembangkan usahanya dari lembaga keuangan formal. Pola Pembangunan Model Desa Konservasi Pola Pembangunan Model Desa Konservasi harus mengacu pada : 1. Perguruan Tinggi. aspirasi dan tuntutan masyarakat setempat. 3. Pengembangan usaha ekonomi masyarakat tetap memperhatikan potensi. 4. Masyarakat. Menerapkan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan Dilakukan dengan sistem budidaya atau cara kerja yang bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas produk yang dihasilkan sehingga dapat memberikan nilai tambah dengan tetap memperhatikan lingkungan. dll. Ruang kelola Model Desa Konservasi merupakan desa di sekitar konservasi yang letaknya di dalam daerah penyangga atau desa enclave dan desa-desa adat yang ditetapkan dengan peraturan daerah. 2. pembangunan Model Desa Konservasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat menganut beberapa prinsip meliputi : 8 . LSM. B. kemampuan menjual hasilnya dengan lancar dengan harga yang layak serta berkelanjutan. 4. Pedoman Penyusunan Master plan Pemberdayaan Masyarakat di sekitar kawasan konservasi. lokasi. Pendekatan lintas sektoral (koordinasi) Dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait yang meliputi Pemerintah Daerah.

Pendekatan Kelompok. Kepemimpinan dari mereka sendiri. Pendekatan Kemitraan.1. 3. 5. Swadaya. 4. Pendekatan keluarga. 6. 9 . 7. 2. Belajar sambil bekerja. Keserasian.

2. UPT dan desa. Pendampingan Model Desa Konservasi jelas memerlukan penyuluh sebagai pendamping.IV. Melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam dan para pihak. 10 . x Pembentukan fasilitator/pendamping di tingkat pusat dan daerah. terkait dengan : x Pengembangan kebijakan Model Desa Konservasi. Dalam hal ini Penyuluhan diharapkan berperan dalam : 1. PERAN PENYULUHAN KEHUTANAN DALAM PEMBANGUNAN MODEL DESA KONSERVASI Pengembangan Model Desa Konservasi tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan penyuluhan kehutanan. Memberdayakan Penyuluh Sebagai Pendamping Pengembangan Model Desa Konservasi memerlukan pendampingan oleh penyuluh kehutanan agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. LSM serta fasilitasi pembentukan SPKP. Peran penyuluhan kehutanan dalam pembangunan kehutanan telah diwujudkan pada saat kelembagaan penyuluhan kehutanan ditangani oleh Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan (Pusbinluh). berupa fasilitasi pelatihan pembentukan fasilitator/pendamping Model Desa Konservasi di tingkat pusat. Kegiatan pendampingan tersebut dapat dilakukan oleh penyuluh kehutanan baik yang berada di Badan Pelaksana penyuluhan maupun penyuluh di UPT Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Dengan berdirinya Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan diharapkan peran tersebut dapat lebih ditingkatkan. mensinergikan pembangunan Model Desa Konservasi dengan kegiatan penyuluhan kehutanan diharapkan akan mampu meningkatkan keberhasilan pembangunan Model Desa Konservasi. bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. x Penyiapan pendidikan dan pelatihan untuk fasilitator/pendamping maupun masyarakat sasaran. Disamping itu.

Hutan Tanaman Rakyat. Kebun Bibit Rakyat dan Hasil Hutan Bukan Kayu maupun materi lainnya yang diperlukan dalam kegiatan pendampingan kegiatan Model Desa Konservasi. 11 . Fasilitasi pembentukan dan pengembangan Kehutanan (SPKP) di Model Desa Konservasi. Sentra Penyuluhan 5. Hutan Desa. Materi Pendampingan Model Desa Konservasi antara lain : a. Memfasilitasi Materi Penyuluhan Penyuluh Kehutanan dapat memfasilitasi materi penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Materi tersebut dapat berupa kebijakan atau peraturan perundangan serta materi teknis bidang kehutanan antara lain: Hutan Kemasyarakatan. Pengembangan Kelembagaan Masyarakat/Kelompok Tani b. Fasilitasi sarana prasarana bagi penyuluh kehutanan pendamping Model Desa Konservasi. Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat 4.Gambar 4 : Penyuluh Kehutanan difungsikan sebagai Pendamping Kegiatan MDK 3.

Perencanaan : Penyuluh berperan dalam : x Membantu kelompok tani mengidentifikasi potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. inspirator.Penyuluh kehutanan mendampingi masyarakat di setiap kegiatan Model Desa Konservasi. x Terpenuhinya kelengkapan administrasi kelembagaan. Penyuluh harus bisa memposisikan diri dalam perannya itu sesuai situasi dan kebutuhan. yaitu Pemberdayaan masyarakat. antara lain : 1. Membangun kesepahaman dengan pihak terkait Penyuluh berperan sebagai fasilitator dalam menyelenggarakan pertemuan-pertemuan kelompok dan pihak terkait guna memberikan informasi tentang Model Desa Konservasi dan kegiatannya. c. dinamisator. motivator. fasilitataor. x Modal kelompok berkembang. x Pengakaran anggota terhadap berbagai aktifitas kelompok. x Menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan dan tujuannya. Pelaksanaan kegiatan Dalam pelaksanaan kegiatan penyuluh berperan dalam proses pengembangan kelompok agar terwujud : x Perbaikan struktur dan mekanisme kerja. penataan ruang/wilayah pedesaan berbasis konservasi dan pengembangan ekonomi pedesaan. mediator. serta advocator. Dalam hal ini penyuluh diharapkan dapat berperan sebagai educator. x Penumbuhan minat usaha dan pengembangan orientasi kelompok pada usaha produktif. x Perwujudan eksistensi kelompok yang mampu memberi manfaat bagi pembangunan desa secara keseluruhan. x Merancang kegiatan secara keseluruhan. konselor. b. 12 . Pemberdayaan Masyarakat Sesuai dengan tahapan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam Model Desa Konservasi maka peran penyuluh dalam : a.

3. kemitraan. fasilitas umum dan lainnya sesuai dengan situasi dan kebutuhan. 13 . Pengembangan Ekonomi Pedesaan Berbasis Konservasi Penyuluh berperan dalam memotivasi. dalam kaitannya dengan penataan wilayah pedesaan berbasis konservasi. serta memediasi kelompok untuk mengembangkan usaha produktif berbasis konservasi sesuai dengan potensi lokasi. Penyuluh memfasilitasi tercapainya kesepakatan-kesepakatan penentuan lokasi kegiatan/ usaha. x Memberikan motivasi kepada kelompok tani agar melaksanakan kegiatan dengan baik sesuai rencana yang telah ditetapkan. x Membantu mengembangkan jaringan kerjasama dalam kelompok tani dan antar kelompok. aspirasi dan kebutuhan masyarakat setempat. budi daya atau penangkaran flora dan fauna. 2. memfasilitasi. x Membantu kelompok tani dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi. peran serta anggota kelompok dalam berbagai kegiatan MDK. d. Usaha produktif kelompok berbasis konservasi dapat berbentuk antara lain : pemanfaatan jasa lingkungan. serta progres seluruh kegiatan kelompok dan pembiayaan. dengan instansi terkait. Monitoring dan Evaluasi : Penyuluh berperan dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai aspek yaitu : perkembangan kelembagaan kelompok tani. Penataan Ruang/Wilayah pedesaan Berbasis Konservasi Penyuluh kehutanan melaksanakan penyuluhan mengenai konservasi dan Model Desa Konservasi kepada kelompok tani sasaran dan para pihak terkait. lembaga keuangan dan mitra usaha. perkembangan usaha kelompok.Dalam hal ini peran penyuluh adalah : x Memberikan bimbingan teknis.

14 . Penyuluh juga memfasilitasi kemitraan dan meningkatkan kemampuan kelompok untuk menjual hasilnya dengan lancar dan harga yang layak serta berkelanjutan. Penyuluh mendampingi kelompok dalam meningkatan kemampuannya untuk mendapatkan modal yang diperlukan guna menjalankan dan mengembangkan usahanya dari lembaga keuangan formal.Disamping itu.

Meningkatnya peran dan fungsi kawasan konservasi. 8. Meningkatnya roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. 9. Masyarakat mulai berpartisipasi dalam pembangunan kelembagaan. 6. 4. 5. Mulai berfungsinya kelembagaan masyarakat yang ada. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem. Meningkatnya kesehatan masyarakat dan menurunnya jumlah orang sakit. Berkurangnya gangguan terhadap kawasan konservasi. 3.V. Gambar 5 : Kelompok Masyarakat Yang Melakukan Kegiatan Dalam Model Desa Konservasi Alam 15 . 2. INDIKATOR KEBERHASILAN MODEL DESA KONSERVASI Rumusan keberhasilan Model Desa Konservasi sangat penting untuk menetukan pengendalian pembangunan. 10. 11. Indikator keberhasilan Model Desa Konservasi : 1. Mulai terjalinnya hubungan dengan dunia luar untuk kepentingan bisnis. 7. Intensitas berkumpul masyarakat untuk berembug/berdiskusi cukup tinggi. Adanya pendampingan/fasilitator bagi masyarakat yang memadai. Terjadi interaksi positif antar kelompok dan antar desa.