You are on page 1of 4

a.

Definisi Kekurangan volume cairan adalah suatu keadaan pada individu yang mengalami dehidrasi intrasel, vaskuler, atau selular yang berhubungan dengan kehilangan yang aktif ( kim, McFarland,McLane,1995 ). b. Diagnosa keperawatan Kekurangan volume cairan yang berhubungan dengan kehilangan aktif cairan gas instestinal seperti muntah. c. Tujuan Klien memiliki keseimbangan cairan, elektrolit dan asam basa dalam 48 jam. d. Hasil yang diharapkan - Tanda-tanda vital kembali normal dalam 24 jam. - Berat badan stabil pada 25 januari. - Haluaran urin meningkat ( 70 mili per jam ) pada 24 januari - Berat jenis urin menurun ( 1030 pada 24 januari ) - Klien memiliki tugor kulit yang elastis - Klien mengatakan bahwa ia tidak merasa haus atau lemah - Klien memiliki membran mukosa yang lembab - Klien tidak muntah e. Intervensi - Dorong dan ukur sejumlah kecil asupan cairan yang mengandung cairan elektrolit. R/menelan cairan yang sedikit dapat mencegah rasa ingin muntah yang lebih lanjut. Cairan yang mengandung cairan elektrolit mencegah kehilangan cairan lebih lanjut. - Anjurkan klien untuk tidak meminum air murni. R/menelan air murni menyebabkan peningkatan atrium di dalam lambung karena tubuh berupaya untuk membuat air isotonik sehingga dapat terjadi absorpsi. - Beri anti emetik parinteral perprogram dokter. Modifikasi lingkungan untuk meminimalkan stimulus yang dapat merangsang muntah ( meminimalkan aroma tersedak). R/jika muntah sebelum cairan IV diabsopsi, maka kehilangan air dan elektrolit dapat lebih banyak. - Berbanyak tilah baring. Ukur jumlah muntah. R/hal ini mencegah terstimulasinya pusat muntah diotak.gerakan cepat mendadak menstimulasi muntah. - Ukur jumlah haluaran cairan daan banyaknya diuresis. R/hal ini memungkinkan cairan dan elektrolit yang hilang digantikan dalam jumlah yang tepat. - Implementasikan program yang telah ditetapkan oleh dokter untuk memberikan cairan perenteral yang mengandung cairan elektrolit jika klien muntah dalam jangka waktu lama, ukur asupan cairan ini.

elektrolit. bibir pecah-pecah dan kering. konjungtiva kering. salivasi menurun. disorientasi Sakit Kepala Kepala Pening / Pusing Turun 2%-5% Turun 5%-10% Turun 10%-15% Turun 15%-20% Ringan Sedang Berat Kematian Fontanel ( Bayi ) Inspeksi Mata Inspeksi Cekung. lengket. dan asam basa ditinjau dari aspek fisik dan perilaku Perubahan berat badan Kepala Riwayat Observasi Iritabilitas Letargi Konfusi. Pengkajian Keperawatan untuk ketidakseimbangan cairan .R/cairan ini akan menggantikan cairan yang hilang akibat muntah dalam jumlah yang tepat. lidah dibagian longitudinal mengerut Sistem Kardiovaskuler Inspeksi . air mata berkurang atau tidak ada Cekung Tenggorokan dan mulut Inspeksi Membran mukosa kering.

tetani Koma Tremor Tanda chvostek positif . sakrum. tungkai. lambatnya pengisian vena Palpasi Auskultasi Tekanan darah rendah atau tanpa perubahan tekanan darah pada posisi ortostatik Pengurangan frekuensi denyut nadi Denyut nadi lemah Sistem Gastrointestinal Riwayat Inspeksi Auskultasi Hiperperistaltik disertai diare atau hipoperistaltik Abdomen cekung Abdomen distensi Muntah Diare Anoreksia Kram abdomen Sistem Ginjal Oliguria atau anuria Berat jenis urine meningkat Sistem Neuromuskular Inspeksi Palpasi Baal. punggung. kesemutan Kram otot.- Vena leher datar Dependent body parts ( bagian-bagian tubuh yang tertekan pada saat berbaring ).

3 mEq/L Kadar Natrium : 135-145 mEq/L Osmolalitas Serum : 280-295 mOsm/Kg Berat Jenis Urine : 1.030 Kadar Gas darah Arteri 1. SaO2 : 95%-99% 5.45 2.003-1.5 mEq/L Kadar Fosfat : 2.Perkusi Kulit Hipotonisistas Hipertonisistas Refleks tendon dalam hiperaktif atau meningkat Suhu tubuh Inspeksi Palpasi Turgor kulit tidak elastis Dingin Lembab Kering Kemerahan Menurun Nilai Normal Kimia Darah Kadar Kalsium : 4-5 mEq/L Kandungan CO2 (bikarbonat dalam darah vena) : 24-30 mEq/L Kadar Klorida : 100-106 mEq/L Kadar Magnesium : 1. PaO2 : 80-100 mmHg 4.35-7. PH : 7.5-4.5-2. PaCO2 : 35-45 mmHg 3.5-5. Kadar bikarbonat : 22-26 mEq/L .5 mEq/L Kadar Kalium : 3.