You are on page 1of 10

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MELALUI SITUS BELANJA ONLINE DI INDONESIA

Adhitya Haryanto Putra INSTITUTE MANAGEMENT TELKOM Email : adhitya.haryanto@gmail.com ABSTRAK Penelitian dilatarbelakangi meningkatnya pertumbuhan pengguna Internet di Dunia dan khususnya Indonesia. Ipsos merilis hasil survei mereka yang menyebutkan bahwa 69% pengguna Internet di Indonesia melakukan pencarian web untuk mencari produk yang ingin mereka beli. Banyak faktor yang menyebabkan konsumen ingin membeli produk melalui situs belanja online, seperti harga yang lebih murah, berbelanja dengan nyaman, dan dapat membandingkan harga. Namun, ada faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, yaitu perilaku pembelian konsumen (Kotler and Keller, 2009:166). Maka pada penelitian ini, peneliti mengambil perilaku pembelian konsumen sebagai faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode asosiatif dengan skala interval. Data diperoleh dengan menyebarkan kuisoner kepada 385 responden belanja online di Indonesia. Teknik pengambilan sampel dengan metode teknik sampling kuota. Untuk analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur (path analysis). Sedangkan dalam proses pengolahan data menggunakan bantuan program Microsoft Excel 2007 dan SPSS 14. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa perilaku pembelian konsumen berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, dengan faktor psikologis konsumen sebagai faktor yang paling dominan.

Keyword : Perilaku Pembelian Konsumen, Keputusan Pembelian Konsumen Melalui Situs Belanja Online PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat termasuk internet ternyata membawa dampak yang besar bagi segala aspek, tidak terkecuali perkembangan dunia bisnis dan pemasaran. Hal ini tidak aneh mengingat jumlah pengguna internet yang terus bertumbuh pesat dapat menjadi sebuah pasar yang potensial untuk dimasuki para pebisnis. Di lain pihak, praktik e-commerce dan e-bisnis ternyata mempunyai banyak keuntungan baik bagi perusahaan ataupun konsumen Pertumbuhan pengguna internet semakin pesat seiring semakin majunya teknologi. Pada masa sekarang ini internet bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Hal ini dikarenakan banyaknya akses yang memungkinkan untuk menggunakan internet. Menurut data dari www.internetworldstats.com, jumlah pengguna internet, baik secara global maupun di indonesia, terus meningkat tiap tahun. Ipsos (perusahaan riset pasar independen yang dikelola oleh periset professional) merilis hasil survei mereka yang menyebutkan beberapa hal tentang perilaku pengguna internet di Indonesia dalam berbelanja online. Hasil survei tersebut mengatakan bahwa 69% pengguna Internet di Indonesia melakukan pencarian web untuk mencari produk yang ingin mereka beli, serta dari jumlah total responden sebanyak 48% melakukan pembelian barang secara online. Dilihat dari data Ipsos tersebut maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengguna internet di Indonesia berarti semakin tinggi juga konsumen yang berbelanja secara online. Konsumen tentunya memiliki beragam alasan mengapa meraka memilih untuk berbelanja secara online dibandingkan berbelanja secara langsung. Berikut ini adalah beberapa alasan konsumen memilih berbelanja secara online. Dari beberapa artikel di internet dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang sering menjadi

RUMUSAN MASALAH 1 Bagaimana perilaku pembelian konsumen belanja online di Indonesia 2. Afeksi dan Kognisi Penilaian afeksi dan kognisi adalah penilaian terhadap suka atau tidak suka. Untuk mengetahui bagaimana keputusan konsumen belanja online di Indonesia dalam membeli produk melalui situs belanja online. pembelian suatu produk juga dapat dipengaruhi oleh perilaku pembelian konsumen. pribadi dan psikologis terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk melalui situs belanja online. Penulis tertarik meneliti alasan konsumen membeli produk dilihat dari perilaku pembelianya. maka penulis tidak meneliti pengaruh faktorfaktor tersebut terhadap keputusan pembelian.yang antara lain sebagai berikut : a. perasaan emsional yang tindakannya cenderung kea rah berbagai objek atau ide serta kesiapan seseorang untuk melakukan tindakan atau aktivitas. Menurut Setiadi (2008:357) dalam setiap budaya terdapat kelmpok-kelompok yang lebih kecil dimana memberikan sosialisasi dan identifikasi lebih spesifik bagi para anggotanya. berbelanja dengan nyaman. sosial. Faktor-faktor seperti harga yang lebih murah. Untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh perilaku pembelian konsumen yang terdiri dari faktor budaya. peneliti mengankat judul “FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MELALUI SITUS BELANJA ONLINE DI INDONESIA”. Menurut Menurut Philip Kotler dan Kevin L. Faktor-faktor tersebut merupakan alasan umum konsumen untuk berbelanja secara online. keyakinan menentukan sikap.pertimbangan konsumen antara lain harga yang lebih murah. Pemasar dituntut untuk dapat memantau perubahanperubahan perilaku konsumennya. ide. berbelanja dengan nyaman. dan dapat membandingkan harga. Sikap sangat mempengaruhi keyakinan. TINJAUAN KEPUSTAKAAN Perilaku Konsumen Perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana individu. mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen dan adanya perbedaan perilaku untuk masing-masing individu. b. sosial. yang ditentukan oleh faktor internal (motif. Maka. Pada umumnya pemasar mengalami kesulitan dalam memonitor. Bagaimana dan seberapa besar pengaruh perilaku pembelian konsumen yang terdiri dari faktor budaya.3). memahami dan menganalisis perilaku pembelian konsumen secara tepat dan benar. c. Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen adalah sebagai berikut : 1. Faktor Budaya Kelas budaya. dan pelayanan. b. sosial. sikap dan keyakinan sangat berpengaruh dalam menentukan suatu produk. termasuk perilaku konsumen untuk mendapatkan atau memilih produk. jasa. TUJUAN PENELITIAN a. Perilaku Perilaku merupakan suatu bentuk kepribadian yang dapat diartikan sebagai bentuk sifat-sifat yang ada pada diri individu. 3. pribadi dan psikologis terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk melalui situs belanja online. pribadi dan psikologis. Selain faktor-faktor tersebut diatas. Budaya (culture) adalah determinan dasar deinginan dan perilaku seseorang. Untuk mengetahui bagaimana perilaku pembelian konsumen belanja online di Indonesia. dan social sangat mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. sub-budaya. dan organisasi memilih. kelompok. kelompok-kelompok ini yang disebut sub-budaya. atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. membeli. Dalam perilaku konsumen. Keller (2009:166) perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti budaya. begitu pula sebaliknya. dan dapat membandingkan harga merupakan faktor-faktor yang umum menjadi alasan konsumen dalam membeli produk secara online (Tabel 1. IQ. 2009:166) Menurut The American Marketing Association (Setiadi. menggunakan dan bagaimana barang. 2008:3). (Kotler & Keller. Bagaimana keputusan konsumen belanja online di Indonesia dalam membeli produk melalui situs belanja online. perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi perilaku dan lingkunganya dimana manusia melakukan kegiatan pertukaran dalam hidup mereka. merek. emosi dan cara berpikir) dan faktor eksternal .

Presiden perusahaan akan membeli jas. pakaian. dan kotak makan siang. Motivasi Kita semua mempunyai banyak kebutuhan pada waktu tertentu. harga diri. Konsumsi juga dibentuk oleh siklus hidup keluarga dan jumlah. tetangga dan rekan kerja. keluarga. keadaan ekonomi. Kita dapat medefinisikan posisi seseorang dalam tiap kelompok dimana ia menjadi anggota berdasarkan peran dan status. Keluarga Menurut Kotler & Keller (2009:171) keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan anggota keluarga merepresentasikan kelompok referensi utama yang paling berpengaruh. masyarakat. d) Gaya hidup dan Nilai Gaya hidup (lifestyle) adalah pola hidup seseorang di dunia yang tercermin dalam kegiatan. Kelompok yang memiliki pengaruh langsung terhadap sesorang dinamakan kelompok keanggotaan. kepribadian dan konsep diri. Berdasarkan teori Gestalt dan lapangan dapat disimpulkan bahwa faktor lingkungan merupakan kekuatan yang sangat berpengaruh pada perilaku konsumen. Gaya hidup memotret interaksi “seseorang secara utuh” dengan lingkunganya. A. 2009: 170). Faktor Sosial Selain faktor budaya. Suatu ciri kepribadian tidak bisa dimiliki bersama-sama oleh semua konsumen (Prasetijo & Ihalauw. pekerjaan. seperti keluarga. Sedangkan teori lapangan dari Kurt Lewin berpendapat tentang pentingnya penggunaan dan pemanfaatan lingkungan. adalah kumpulan sifat psikologis manusia yang menyebabkan respons yang relative konsisten dan tahan lama terhadap rangsangan lingkungan (termasuk perilaku pembelian). Peran dan Status Sosial Orang berpartisipasi dalam banyak kelompok. profesi. dan rekreasi sering berhubungan dengan usia kita. Beberapa kebutuhan bersifat biogenic. yang cenderung lebih formal dan membutuhkan interaksi yang kurang berkelanjutan. 2005 :44) Menurut Setiadi (2008:130). usia. c) Kepribadian dan Konsep Diri Setiap orang mempunyai karakteristik pribadi yang mempengaruhi perilaku pembelianya. serta nilai dan gaya hidup pembeli. Keluarga orientasi terdiri dari orangtua dan saudara kandung. yang berinteraksi dengan seseorang secara terus menerus dan informal. c. Faktor Lingkungan Prinsip teori Gestalt ialah bahwa keseluruhan lebih berarti daripada bagian-bagian. Dari orang tua seseorang mendapatkan orientasi atas agama. sepatu kerja. Pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa mereka dan bahkan mengantarkan produk khusus untuk kelompok pekerjaan tertentu. Orang juga menjadi anggota kelompok sekunder (secondary group) seperti kelompok keagamaan. Beberapa kelompok keanggotaan merupakan kelompok primer (primary group). Bahkan jika pembeli tidak lagi banyak berinteraksi dengan orang tua mereka. perjalanan udara.(lingkungan fisik. a) Usia dan Tahap Siklus Hidup Selera kita dalam makanan. dan pendapat. dan keanggotaan country club. organisasi. kepribadian adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisis individu yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkunganya secara unik. Faktor Pribadi Kepribadian adalah esensi yang mencerminkan perbedaan individu. Kelompok Referensi Kelompok referensi (reference group) seseorang adalah semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang tersebut (Kotler & Keller. dan cinta. serta jenis kelamin orang dalam rumah tangga pada satu waktu tertentu. klub. perabot. 4. perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor social seperti: a. Yang dimaksud dengan kepribadian (personality). teman. seklah dan lingkungan alam). Faktor Pribadi meliputi usia dan tahap siklus hidup pembeli. Faktor Psikologi Konsumen Ada 4 faktor psikologis yang fundamental mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap berbagai rangsangan pemasaran. b) Pekerjaan dan Lingkungan Ekonomi Pekerjaan seseorang juga mempengaruhi pola konsumsinya. (membership group). Kelompok sering menjadi informasi penting dan membantu mendefinisikan norma perilaku. b. dengan siapa seseorang berinteraksi dengan apa adanya secara terus menerus dan tidak resmi. Pekerjaan kerah biru akan membeli pakaian kerja. dan asosiasi perdagangan. . politik. dan ekonomi serta ambisi pribadi. 3. 2. pengaruh orang tua terhadap perilaku mereka dapat sangat besar. keluarga. minat. c.

B. Konsumen dapat mengambil keputusan tentang kapan suatu produk akan dibeli. kenyamanan berbelanja. 2008:) yaitu: 1. Keputusan konsumen bisa berupa beberapa kemungkinan. Sebagian besar perilaku manusia dipelajari. yakni membeli. 3. Persepsi Orang yang termotivasi siap bertindak. atau rasa tidak nyaman. harga yang murah. Setiap konsumen berbeda-beda dalam menentukan penyalur. maka dengan sendirinya konsumen bisa memanfaatkan barang yang telah dibeli untuk berbagai tujuan. Dalam hal ini perusahaan mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merek.Kebutuhan itu timbul dari keadaan tekanan psikologis seperti rasa lapar. Memori Semua informasi dan pengalaman yang kita hadapi ketika kita menjalani hidup dapat berakhir di memori jangka panjang kita. Dalam pemasaran. Kebutuhan lain bersifat psikogenetik. Pemilihan Penyalur Konsumen harus mengambil keputusan tentang penyalur mana yang akan dikunjungi. dan memilih salah satu diantaranya. dan menerjemahkan masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang berarti poin utamanya adalah bahwa persepsi tidak hanya tergantung pada rangsangan fisik. 2. rangsangan. setiap minggu. menunda membeli atau tidak membeli. rasa haus. tetapi juga pada hubungan rangsangan terhadap bidang yang mengelilinginya dan kondisi dalam setiap diri kita. Motivasi mempunyai dua arah. antara lain belum merasa yakin terhadap barang yang akan dibeli atau ada faktor-faktor lainya. Sering kita mengingat beberapa keeping dan potongan dan mengisi sisanya berdasarkan hal lain yang kita ketahui (Kotler & Keller. pertanda. persediaan barang yang lengkap. kita memilih satu tujuan diatas tujuan lainya dan intensitas energy yang kita gunakan untuk mengejar tujuan. Pemilihan Produk Konsumen akan mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Ahli psikologi kognitif membedakan antara memori jangka pendek (short term memory-STM). penghargaan. Dua pendekatan populer terhadap pembelajaran adalah pengkondisian klasik dan pengkonsidian operant (instrumental). konsumen dapat membentuk enam subkeputusan (Dharmmesta & Handoko. respons. Pembelajaran (learning) mendorong perunahan dalam perilaku kita yang timbul dari pengalaman. Salah satu tujuan adalah untuk memenuhi kebutuhan dan atau menyelesaikan masalah yang dihadapi. Setiap merek memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. setiap bulan. Pemilihan Merek Konsumen harus mengambil keputusan tentang merek yang akan dibeli. Persepsi (perception) adalah proses dimana kita memilih. atau rasa memiliki. Ahli teori pembelajaran percaya bahwa pembelajaran dihasilkan oleh interaksi dorongan. Memori adalah proses yang sangat konstruktif. bisa dikarenakan oleh faktor lokasi yang dekat. Untuk menunda membeli secara langsung dapat dikategorikan sebagai tidak atau belum membeli. misalnya ada yang membeli setiap hari. meskipun sebagian besar pembelajaran itu tidak disengaja. kebutuhan yang timbul dari keadaan tekanan psikologis seperti kebutuhan akan pengakuan. mengatur. Pembelajaran Ketika kita bertindak. persepsi lebih penting dari realitas. dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli sebuah produk serta alternatif yang mereka pertimbangkan. dan penguatan. Dalam melaksanakan maksud pembelian. Menunda membeli mungkin disebabkan oleh beberapa pertimbangan. keluasaaan tempat dan sebagainya. dan sebagainya. C. Waktu Pembelian Keputusan konsumen dalam memilih waktu pembelian berbeda-beda. Kebutuhan menjadi motif (motive) ketika kebutuhan itu meningkat sampai tingkat intensitas yang cukup sehingga mendorong kira bertindak. Setelah keputusan diambil. kita belajar. 4. Bagaimana ia bertindak dipengaruhi oleh pandanganya tentang situasi. D. karena kita tidak mengingat informasi dan kejadian secara lengkap dan akurat. karena persepsi konsumen mempengaruhi perilaku aktual konsumen. 2009:182) Keputusan Pembelian Konsumen Menurut Setiadi (2008:415) pengambilan keputusan konsumen (consumer decision making) adalah proses pengintegrasian yang mengkobinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif. Hal ini dipengaruhi oleh waktu dan bagaimana konsumen dalam memperoleh dan membelanjakan uang yang . penyimpanan informasi temporer dan terbatas. dan memori jangka panjang (long term memory-LTM) penyimpanan yang lebih permanen dan pada dasarnya tak terbatas.

6.361 0. faktor pribadi (X3). Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari satu. GAMBAR MODEL KERANGKA BERPIKIR Budaya (X1) Sosial (X2) Pemilihan Produk Pemilihan Merek Perilaku Pembelian Konsumen (X) Keputusan Pembelian Konsumen (Y) Pemilihan Penyalur Pribadi (X3) Psikologi Konsume n (X4) Metode Pembayara n Waktu Pembelia n Jumlah Pembelian X1 X2 METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Untuk menjawab rumusan masalah pertama dan kedua yaitu untuk mengetahui perilaku pembelian konsumen di X3 .713 0. sosial.361 0. dimilikinya. Uji Validitas dan Reliabilitas Hasil Uji Validitas Variabel Perilaku Pembelian Konsumen Variab el Ite m 1 2 3 5 6 7 8 9 10 Koefisi en Validit as 0. peneliti menggunakan metode penelitian asosiatif.776 0.638 Koefisi en Tabel 0. Teknik Sampling Dalam penelitian ini.351 0. Pada penelitian ini penulis menggunakan skala interval. yaitu : variabel bebas (X) adalah perilaku pembelian konsumen yang terdiri dari faktor budaya (X1). Sedangkan untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga. Dalam hal ini perusahaan harus menyiapkan banyaknya produk sesuai dengan keinginan konsumen yang berbeda-beda. Indonesia dan keputusan pembelian konsumennya. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli terhadap cara pembayarannya.528 0.697 0. teknik sampling yang digunakan adalah teknik nonprobability sampling.361 0.361 0. faktor sosial (X2). Jumlah Pembelian Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibeli pada suatu saat. pribadi dan psikologis terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk melalui situs belanja online. pribadi dan psikologis terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk melalui situs belanja online.5. Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlah pembeliannya. dan faktor psikologis konsumnen (X4). Metode Pembayaran Konsumen harus mengambil metode atau cara pembayaran produk yang dibeli. Operasional Variabel dan Skala Pengukuran Variabel yang digunakan dalam penelitian ini secara garis besar dibagi menjadi dua variabel.361 0. Perusahaan harus mengetahui waktuwaktu yang tepat ketika konsumen akan membeli suatu produk.361 Keterang an Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid HIPOTESIS PENELITIAN H0 : Tidak terdapat pengaruh faktor budaya.677 0. apakah secara tunai atau dengan cicilan.361 0. sosial.361 0. H1 : Terdapat pengaruh faktor budaya. Populasi dan Sampel Adapun populasi dalam penelitian ini adalah konsumen di Indonesia yang pernah melakukan pembelian produk secara online.615 0. dan metode pengambilan sampelnya menggunakan sampling kuota yaitu teknik menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciriciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Responden yang dipilih adalah konsumen di Indonesia yang pernah melakukan pembelian produk secara online. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat (Y) adalah keputusan pembelian konsumen. Teknik nonprobability sampling digunakan penulis karena responden yang dipilih untuk sampel penelitian adalah responden yang memiliki kriteria tertentu sesuai kebutuhan penelitian.504 0.707 0.

Hasil Uji Reliabilitas Variab el X1 X2 X3 X4 Y Koefisien Reliabilit as 0.361 0.6 0.643 0. X2.701 0.6 0.361 Valid rx1x2 ε ρyx1 rx1x3 X2 rx2x3 ρyx2 rx1x4 rx2x4 ρyx3 X3 ρyx4 Y rx3x4 X3 Dari hasil pengujian validitas yang dilakukan.784 0.361 Valid 18 0.861 0.651 0. Teknik Analisis Data Analisis Jalur (Path Analysis) Menurut Riduwan. didapat bahwa semua item dinyatakan valid.772 0.888 Cronba ch Alfa 0.592 0. dan X4 terhadap Y Keterangan: X1 = Faktor Budaya X2 = Faktor Sosial X3 = Faktor Pribadi X4 = Faktor Psikologis Y = Keputusan Pembelian ε = Variabel Residu (error factor) rx1x2 = Korelasi X1 dengan X2 rx2x3 = Korelasi X2 dengan X3 rx3x4 = Korelasi X3 dengan X4 rx1x3 = Korelasi X1 dengan X3 rx2x4 = Korelasi X2 dengan X4 rx1x4 = Korelasi X1 dengan X4 ρyx1 = Koefisien jalur dari X1 ke Y ρyx2 = Koefisien jalur dari X2 ke Y ρyx3 = Koefisien jalur dari X3 ke Y ρyx4 = Koefisien jalur dari X4 ke Y Pembahasan dan Hasil Penelitian Analisis Pengaruh Perilaku Pembelian Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Perhitungan Analisis Jalur (Path Analysis) Analisis ini meneliti tentang pengaruh faktor budaya.361 Valid 21 0. maka tidak ada item yang dihilangkan.662 0.533 0. semua instrumen yang digunakan secara keseluruhan reliabel untuk digunakan sebagai alat pengukur dalam penelitian ini dimana nilai reliabilitas yang didapat lebih besar dari 0.361 0.6 Keterang an Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Dari hasil uji reliabilitas yang dilakukan. faktor pribadi dan faktor psikologis terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk melalui situs belanja online di Indonesia.508 0.6 0.361 Valid 17 0.361 Valid 20 0.813 0.6.3 Hasil Uji Validitas Variabel Keputusan Pembelian Koefisi Koefisi Variab Ite en Keterang en el m Validit an Tabel as 16 0.728 0.713 0. X3.361 0.361 Valid Valid Valid Valid Valid Diagram Jalur Perilaku Pembelian Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian X1 TABEL 3.6 0.361 0. Rusyana & Enas (2011:123) teknik analisis jalur ini akan digunakan dalam menguji besarnya sumbangan (kontribusi) langsung dan tidak langsung yang diwujudkan oleh koefisien jalur pada setiap diagram jalur dari hubungan kausal antar variabel X1.X4 11 12 13 14 15 0.884 0. faktor sosial.361 Valid Y 19 0.830 0. .

Faktor sosial (X2) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (Y).106 df 4 380 384 Mean Square 1521. Untuk menguji koefisien jalur secara individu.611 4.05. Psikologis.663 7657.05/2 = 0. : H1: H0: 0 0 Faktor budaya (X1) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (Y). maka Ho diterima. : Faktor pribadi (X3) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (Y). Pengujian dilakukan dengan tingkat signifikansi (α) = 0. Budaya. sehingga dapat disimpulkan perilaku pembelian konsumen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk melalui situs belanja online di Indonesia.133 dengan nilai probabilitas (sig) = 0.443 1570.407751 UJI F (ANOVA) Model Sum of Squares Regression Residual Total 6086. Hipotesis dinyatakan dalam bentuk berikut: H0: ρyx1 = ρyx2 = 0 Perilaku pembelian konsumen secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk melalui situs belanja online di Indonesia. H1: ρyx1 = ρyx2 ≠ 0 Perilaku pembelian konsumen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk melalui situs belanja online di Indonesia. Jika statistik – ttabel ≤ thitung ≤ ttabel. Faktor psikologis (X4) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (Y).133 F 368.133 Sig.000(a) berpengaruh nyata terhadap Y dapat dilanjutkan dengan pengujian secara parsial. Sosial b Dependent Variable: KPK Berdasarkan perhitungan SPSS 14 diperoleh nilai F sebesar 368. dengan ketentuan tolak Ho jika Fhitung > Ftabel dan sebaliknya. terlebih dahulu ditentukan rumusan hipotesisnya sebagai berikut : H0: 0 Faktor budaya (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (Y). : H1: H0: H1: H0: 0 0 0 0 H1: 0 1 a Predictors: (Constant). Faktor pribadi (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (Y). „faktor sosial‟ (X2).025 Nilai t tabel sebesar 1. terima Ho jika Fhitung ≤ Ftabel. df1 (regression) = 4 dan df2 (residual) = 380 sehingga diperoleh nilai F tabel sebesar 2. Menentukan nilai dan titik kritis. Pengujian hipotesis tersebut dilakukan melalui statistik uji F. dan „faktor psikologis‟ (X4) secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk melalui situs belanja online di Indonesia. : Faktor sosial (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (Y). : Faktor psikologis (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian : konsumen (Y). „faktor pribadi‟ (X3).Pengujian Hipotesis Secara Simultan Untuk menguji apakah perilaku pembelian konsumen yang terdiri dari: „faktor budaya‟ (X1).000 maka keputusannya adalah Ho ditolak dan H1 diterima. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Individual) Karena hasil pengujian secara simultan memberikan hasil yang signifikan. maka dilakukan pengujian hipotesis dengan uji F. Jika statistik thitung > ttabel atau thitung < -ttabel . maka Ho ditolak. dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Pribadi. 2. maka untuk mengetahui variabel bebas mana yang secara individual Pengujian hipotesis tersebut dilakukan melalui statistik uji t. . sebagai berikut: db = n – k – 1 = 385-4-1 = 380 α /2 = 0.967903 .

„faktor pribadi‟ (X3).19% 29.8% 21.318 . diketahui bahwa: a.42% 5.547X4 + 0.24% 7.32% 12. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. diperoleh nilai t X4 sebesar 20.307 .000 .038 .452 PENGARUH LANGSUNG DAN BERSAMA ANTARA VARIABEL X1. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada responden pengguna situs belanja online di Indonesia mengenai pengaruh perilaku pembelian konsumen terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk melalui situs belanja online.95% X3 0.HASIL UJI HIPOTESIS SECARA INDIVIDUAL Model Unstandardized Coefficients Std.068 . karena perilaku pembelian konsumen adalah gabungan pengaruh seluruh variabel bebas (X1. X2. Sedangkan partial pengukuran masing-masing variabel bebas variabel terikat (keputusan pembelian). diperoleh nilai t X2 sebesar 10. diperoleh nilai t X3 sebesar 8.547 Pengaruh Langsung 0.000. dapat diketahui bahwa perilaku pembelian konsumen (X) berpengaruh terhadap keputusan .000.7% 12.397 .000. DAN X4 TERHADAP Y Koefisien Jalur 0. Maka keputusannya adalah H0 ditolak dan H1 diterima.000 Sig.765 3.000.000 . Maka keputusannya adalah H0 ditolak dan H1 diterima. sehingga dapat disimpulkan bahwa „faktor psikologis‟ Total Pengaruh Sumber: pengolahan data Pengaruh secara simultan hampir sama dengan pengaruh secara partial.82% Pengaruh tidak langsung 2. sehingga dapat disimpulkan bahwa „faktor sosial‟ berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen.607 10.92% Pengaruh Tidak langsung X1 0.089 .9% 7.445 .047 . Berdasarkan hasil perhitungan secara keseluruhan (simultan).01% 11. Kerangka hubungan empiris antara „faktor budaya‟ (X1).000 .71% 0. Berdasarkan hasil perhitungan penelitian. X3. Maka keputusannya adalah H0 ditolak dan H1 direrima.089 0. X2. X3.228 0.71% 3.82% X4 0.95% 3.64% 3.307 0.607 dengan nilai probabilitas (sig) X1 sebesar 0. d) Pengujian hipotesis: „faktor psikologis‟ mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.547 Standardized Coefficients t B 1 (Constant) BUDAYA SOSIAL PRIBADI PSIKOLOGI S 1.170 .24% 3. Berdasarkan perhitungan. Berdasarkan perhitungan.034 . sehingga dapat disimpulkan bah wa „faktor pribadi‟ berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen.503 .43% Total 2.64% 0. dan X4) terhadap variabel terikat (keputusan pembelian konsumen). Berdasarkan perhitungan.35% 79.79% 9. Error 1.589 .66% X2 0.429 dengan nilai probabilitas (sig) sebesar 0.684 dengan nilai probabilitas (sig) sebesar 0.684 8.36% Coefficients(a) a Dependent Variable: KPK Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan program SPSS 16. c) Pengujian hipotesis: „faktor pribadi‟ mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Berdasarkan perhitungan. dan „faktor psikologis‟ (X4) terhadap „keputusan pembelian konsumen‟ (Y) dapat dibuat diagram jalurnya melalui persamaan strukturalnya sebagai berikut: Ŷ = ρYX1X1 + ρYX2X2 + ρyx3 X3 + ρyx4 X4 + ρYε Hasilnya adalah: Ŷ = 0.089X1 + 0. diperoleh hasil sebagai berikut: a) Pengujian hipotesis: „faktor budaya‟ mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Maka keputusannya adalah H0 ditolak dan H1 diterima.228 . sehingga dapat X2 disimpulkan bahwa „faktor budaya‟ berpengaruh X3 secara signifikan terhadap keputusan pembelian X4 konsumen.66% 7.047 .89% 42.307X2 + 0.429 20. „fakor sosial‟ (X2).228X3 + 0.707 Beta . berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen.589 dengan nilai probabilitas (sig) sebesar 0. diperoleh nilai tX1 Variabel sebesar 3. b) Pengujian hipotesis: „faktor sosial‟ mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.

pemasar disarankan untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen akan keamanan berbelanja online dengan cara memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen belanja online. tetapi tidak dimasukkan dalam model analisis penelitian ini.36%. selain perilaku pembelian konsumen. Untuk penelitian selanjutnya. pembelajaran dan daya ingat konsumen akan produk yang mereka pilih. distribusi dan komunikator. harga. Konsumen masih ragu apakah produk yang dibeli melalui situs belanja online akan sampai kepada mereka ataupun apakah produk yang mereka beli sesuai dengan apa yang pemasar tampilkan di situs belanja online. Lingkungan sekitar yang masih terbiasa berbelanja secara tradisional juga menghambat konsumen untuk mencoba berbelanja melalui situs belanja online. Saran bagi pemasar online: .Perilaku pembelian konsumen di Indonesia secara umum sudah tinggi. karena semakin besar jumlah sampel akan semakin mewakili penelitian. serta motivasi membeli produk secara online merupakan pengaruh yang besar untuk konsumen berbelanja secara online. faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian lainya adalah rangsangan pemasaran yang terdiri dari produk & jasa. Mulai tumbuhnya budaya berbelanja secara online.5% sehingga memungkinkan semakin banyak informasi yang didapatkan mengenai hal-hal yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk melalui situs belanja online. Terdapat koefisien residu sebesar 20. gaya hidup yang menuntut kemudahan berbelanja online. Saran Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk melalui situs belanja online di Indonesia. disarankan untuk menambah jumlah sampel yang ada.8%. dan lingkungan tempat tinggal konsumen hanya sedikit mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. yang mempunyai pengaruh positif dan signifikan yaitu sebesar sebesar 42. Selain penambahan sampel.35%. Dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktorfaktor lain yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli produk melalui situs belanja online yang dalam penelitian ini memiliki koefisien sebesar 20. 3. Hal tersebut menunjukan keputusan konsumen dalam membeli produk melalui situs belanja online didasarkan pada motivasi. rekomendasi dari teman dan keluarga untuk berbelanja onlne. Pemasar dapat mencantumkan . b. maka penulis mempunyai beberapa saran antara lain sebagai berikut: a. Sedangkan faktor yang paling rendah mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk melalui situs belanja online adalah faktor budaya. Misalnya motivasi seseorang dalam berbelanja online muncul ketika mereka melihat produk yang mereka inginkan dalam situs belanja online mereka langsung bertindak dengan menghubungi pemasar online tersebut. c. Hal tersebut menunjukan bahwa kepercayaan. namun variabel faktor budaya masih memiliki sedikit pengaruh langsung terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk melalui situs belanja online yaitu sebesar 2.pembelian konsumen (Y) sebesar 79. Kepercayaan konsumen atas berbelanja online yang merupakan budaya baru di Indonesia masih kecil. Saran bagi akademisi: 1. Menurut Kotler (2009:178). perilaku berbelanja online. persepsi. yaitu variabel lain yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen yang telah teridentifikasi oleh teori. karena untuk meneliti keputusan konsumen dalam membeli produk melalui situs belanja online di Indonesia memerlukan sampel dengan jumlah yang besar. Dapat disimpulkan bahwa apabila sisi psikologis konsumen telah dimenangkan oleh pemasar online maka konsumen akan melakukan pembelian melalui situs belanja online. Hal ini dimungkinkan karena budaya belanja online itu sendiri baru mulai berkembang di Indonesia.8 %. b. 2.5%. Angka tersebut menunjukkan bahwa perilaku pembelian konsumen sangat mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk melalui situs belanja online di Indonesia. karena penelitian ini dilakukan ke seluruh Indonesia maka akan lebih baik jika komposisi penyebaran kuisioner lebih merata. d. Faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk melalui situs belanja online adalah faktor psikologis. Pengalaman baik yang dialami konsumen belanja online menyebabkan konsumen tersebut akan melakukan pembelian kembali pada situs belanja online tersebut. yang mempunyai pengaruh positif dan signifikan yaitu sebesar 2. peneliti selanjutnya juga disarankan menyebarkan kuisioner penelitian dengan komposisi kota yang merata.

hal tersebut untuk menggerakan konsumen agar beralih dari berbelanja secara tradisional (offline) ke belanja online. Bandung : Alfabeta. K. (2008). Manajemen Peasaran (Edisi 13) Jilid 1.. Kotler.0 dan Aplikasi Statistik Penelitian. Jakarta : Erlangga. Jakarta: Kencana Prenada Media. Perilaku Konsumen : Konsep dan Implikasi Untuk Strategi dan Pelatihan Pemasaran (Edisi 1). & Enas.. Riduwan. B. Nugroho J. Cara Mudah Belajar SPSS 17.H. P.S. & Handoko.testimoni-testimoni konsumen yang sudah berbelanja memalui situs belanja online tersebut untuk menambah kepercayaan konsumen yang baru akan melakukan pembelian online. Setiadi. Manajemen Pemasaran : Analisis Perilaku Konsumen. . & Keller. (2011). Yogyakarta. T. Rusyana. (2009). A. Kemudahan dalam berbelanja online juga harus terus ditonjolkan pemasar online dalam setiap iklan/promosi situs belanja online. (2008).L. DAFTAR PUSTAKA Dharmmesta.