You are on page 1of 50

Skenario A Blok XII

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Blok Sistem Pencernaan adalah blok keduabelas pada semester IV dari Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus skenario A yang memaparkan kasus Amir, laki-laki, umur 11 bulan, dibawa ke Puskesmas Tipe A dengan keluhan berak-berak, tidak ada darah dan tidak ada lendir dalam feses, muntahmuntah, panas tidak terlalu tinggi. BAK terakhir 8 jam sebelum masuk Rumah Sakit. Setelah tidak berhasil diobati sendiri, kemudian anak dibawa karena kelihatan lemas.

1.2

Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari laporan tutorial studi kasus ini, yaitu : 1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari system pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. 2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis dan pembelajaran diskusi kelompok. 3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial.

Tutorial 5 FK UMP ‘08

Page 1

Skenario A Blok XII
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Data Tutorial Laporan Tutorial 5 Skenario A Tutor Moderator : drg. Nursiah Nasution, M.Kes : Rizky Bastari

Sekretaris Meja : Imas Kartika Dewi E. Sekretaris Papan : Anovyrarum Waktu Rule tutorial : Selasa, 4 Mei 2010 Kamis, 6 Mei 2010 : 1. Ponsel dalam keadaan nonaktif atau diam 2. Tidak boleh membawa makanan dan minuman 3. Angkat tangan bila ingin mengajukan pendapat 4. Izin terlebih dahulu bila ingin keluar masuk ruangan 2.2 Skenario Amir, laki-laki, umur 11 bulan, dibawa ke Puskesmas Tipe A dengan keluhan berakberak, tidak ada darah dan tidak ada lendir dalam feses, muntah-muntah, panas tidak terlalu tinggi. BAK terakhir 8 jam sebelum masuk Rumah Sakit. Setelah tidak berhasil diobati sendiri, kemudian anak dibawa karena kelihatan lemas. Anamnesis Berak-berak sememnjak 3 hari yang lalu, 10x/hari, tidak ada darah, tidak ada lendir, Konsistensi : air lebih banyak dari ampas. Kira-kira ½ geas tiap berak. Nyeri perut (-) Demam bersamaan dengan muntah. Demam tidak pernah turun sampai sekarang. Muntah: 6x/hari. Mulai 1 hari sebelum berak-berak. Isi muntah : apa yang dimakan dan apa yang diminum. Muntah tidak menyemprot. 3hari sebelum MRS, muntah berkurang. 1hari sebelum MRS, muntah tidak ada lagi.

Tutorial 5 FK UMP ‘08

Page 2

Skenario A Blok XII
Pemeriksaan Fisik : Keadaan Umum : Tampak sakit berat, lemah, Compos Mentis BB TB Freq. Nadi RR Temperatur Kepala Thorax Abdomen : 8,8 KG : 75cm : 144x/menit teratur lemah : 38x/menit : 38, 7 0C : Mata cekung, Air mata (-), Mukosa mulut kering, ubun-ubun kepala cekung, bibir kering. : Bunyi nafas vesikuler, bising jantung (-), retraksi kanan kiri (-), thorax negatif. : Datar, lemas, bising usus meningkat. Hepar teraba 1cm dibawah arcus costa dan processus Lien tidak teraba Cubitan kulit kembali setelah 2 menit Kulit disekitar anus kemerahan Ekstremitas : Kedua ujung kaki dan tangan dingin Pemeriksaan laboratorium Feses : Urine : Darah Rutin : Banyak air daripada ampas Tidak ada darah dan pus Leukosit 2-4 LPB Eritrosit (-) Warna kekuningan Protein (-) Leukosit (-) RBC (-) Hb = 12,8 gr/dl WBC : 4500/mm3 Diff. Count : 0/1/2/63/30/4 sipoideus.

Tekanan darah : 75/50 mmHg

Tutorial 5 FK UMP ‘08

Page 3

Skenario A Blok XII
2.3

Seven Jump Step
1. Feses Kotoran yang dikeluarkan mealui anus. 2. Berak-berak Pengeluaran inja berupa air berkali-kali dalam jumlah yang tidak normal. 3. Muntah-muntah Pengeluaran isi lambung melalui mulut. 4. Lendir = Mukus Lendir bebas membran mukosa terdiri dari sekresi kelenjar, berbagai garam, se yang berdeskuamasi dan leukosit. 5. Puskesmas Tipe A Sistem pelayanan kesehatan terpadu yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah (Departemen Kesehatan) menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai suatu unit pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kuratif dan preventif secara terpadu, menyeluruh dan mudah dijangkau dalam wilayah kerja kecamatan atau sebagian kecamatan, di kotamadya atau kabupaten yang dikelola oleh dokter.

2.3.1 Klarifikasi Istilah

6.

Lemas = Letargie Tingkat kesadaran yng menurun yang disertai dengan pusing, pendengaran berkurang dan apatis.

7.

BAK Pengeluaran urine di kandung kemih.

8.

Panas tidak terlalu tinggi = Subfebris Suhu tubuh yang melebihi normal namun tidak lebih dari 40 0C.

Tutorial 5 FK UMP ‘08

Page 4

Skenario A Blok XII
9. Compos Mentis Sadar sepenuhnya. 10. Ubun-ubun (Fontanella) titik lunak, salah satu ruang tertutup membran yang tinggal pada persambungan sutura dalam tengkorak yang mengalami osifikasi tidak lengkap pada seorang fetus atau bayi.

11. Mukosa mulut kering kekeringan pada mulut yang dirasakan akibat disfungsi kelenjar saliva.

12. Bising usus meningkat Suara peristaltik usus yang meningkat.

13. Cubitan kulit Keelastisan kulit / kelenturan kulit.

2.3.2 Identifikasi Masalah 1. Amir, Laki-laki, 11 bulan, Berak-berak dimulai 3hr, frekuensi 10x/hari, tidak ada darah dan lendir, feses ebih banyak airan dari ampas, banyaknya ½ gelas tiap berak. 2. Muntah-muntah 3hr sebelum MRS, sebanyak 6x tidak menyemprot dan berhenti 1hr sebelum MRS, mulai 1hr sebelum berak-berak. 3. Panas bersamaan dengan muntah dan tidak turun sampai sekarang, dan tidak terlalu tinggi. 4. BAK 8 jam sebelum MRS. 5. Pemeriksaan Fisik : Keadaan Umum : Tampak sakit berat, lemah, Compos Mentis BB TB : 8,8 KG : 75cm

Tutorial 5 FK UMP ‘08

Page 5

Nadi RR Temperatur 6. kepala cekung.Banyak air daripada ampas . : Bunyi nafas vesikuler. Bagaimana anatomi. : Datar. Kepala Thorax Abdomen : 75/50 mmHg : 144x/menit teratur lemah : 38x/menit : 38.Protein (-) .Hb : 12.Warna kekuningan . Bagaimana biokimia dip roses pencernaan? ubun-ubun a.Tidak ada darah dan pus . retraksi kanan kiri (-). Mukosa mulut kering. fisiologi.Leukosit (-) . lemas. dan histology dari organ yang terlibat dalam proses Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 6 . Lien tidak teraba Cubitan kulit kembali setelah 2 detik. bising usus meningkat.8 gr/dl .RBC (-) Darah Rutin : . Hepar teraba 1cm dibawah arcus costa dan processus sipoideus. Count : 0/1/2/63/30/4 2. bising jantung (-). 7 0C : Mata cekung. Air mata (-).Skenario A Blok XII Tekanan darah Freq.Leukosi 2-4 LPB . bibir kering.Erirosit (-) Urine : . Kulit disekitar anus kemerahan Ekstremitas : Kedua ujung kaki dan tangan dingin 7. Analisis Masalah pencernaan? b.WBC : 4500 /mm3 . Feses : .3 1.Diff.3. thorax negatif.

Bagaimana patogenesa muntah pada diare? 3. Ekstremitas = Kedua ujung tangan dan kaki dingin? Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 7 . Thorax = Retraksi kanan dan kiri (-)? h. Vital Sign = T : 38. Interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan fisik : a. Vital Sign = TD : 75/50mmHg? e. Thorax = Bunyi nafas vesikuler? f. Apa itu diare? d. Abdomen = Datar. Kepala = Mata cekung? b. Bagaimana hubungan frekuensi BAK dengan frekuensi diare? 5. compos mentis? b. Apakah frekuensi diare berhubungan dengan dehidrasi? e. Kepala = Air Mata (-)? c. Vital Sign = RR : 38x/menit? f.8 kg (BMI)? c. Kepala = Mukosa mulut kering? d. sebanyak ½ gelas tiap berak? f. Vital Sign = Nadi : 144x/menit teratur lemah? g. KU = Tampak sakit berat. Bagaimana indikasi MRS? 2.Skenario A Blok XII c. bising usus ? i. Interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan fisik : a. Kepala = Ubun-ubun kepala cekung? e. Badaimana dampak berak sebanyak 10x/hari. BB = 8. Bagaimana patogenesa panas pada diare? 4. Thorax = Bising jantung (-)? g. TB = 75cm d. Abdomen = Cubitan kulit kembali setelah 2 detik? l. Abdomen = Lien tidak teraba? k. lemas. Bagaimana peran air putih pada saat diare? g. Abdomen = Hepar teraba 1cm dibawah arcus costa dan processus sipoideus? j. lemah.7 0C 6. Abdomen = Kulit disekitar anus kemerahan? m.

Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 8 . Darah rutin = Hb : 12.8 gr/dl j. 7. Interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan laboratorium : a. Bagaimana komplikasi? 14.3. Count : 0/1/2/63/30/4? 8. Feses = Banyak air > ampas? b. 9. ♂. Bagaimana pandangan islam? 17. Urine = Protein (-)? g. Berapakah level of competence pada kasus ini? 2.4 Hipotesis Amir. menderita diare akut dengan dehidrasi sedang akibat infeksi rotavirus. Darah rutin = Diff. Urine = RBC (-)? i. Feses = Eritrosit (-)? e. 8. Bagaimana menilai kesadaran? Apa yang dimaksud dengan shock dan preshock? Bagaimana diagnosis kerjanya? Bagaimana penegakkan diagnosisnya? Bagaimana diagnosis bandingnya? 10. 11 bulan. Bagaimana penatalaksanaannya? 13. Bagaimana epidemiologinya? 12. 9.Skenario A Blok XII 7. Feses = Tdak ada darah dan pus? c. Urine = Warna kekuningan? f. Bagaimana etiologinya? 11. Bagaimana prognosanya? 15. Bagaimana preventif & promotifnya? 16. Urine = Leukosit (-)? h. Darah rutin = WBC : 4500/mm3 k. Feses = Leukosit 2-4 LPB? d.

leukosit 2-4 LPB. lien tdk teraba. Pemeriksaan Lab. tp tidak pernah turun smpai skarang.Turgor berkurang . .8gr/dl . Ekstremitas : Kedua ujung kaki dan tangan dingin.Berak mulai 3hr sblum MRS. tidak terlalu tinggi.5 Kerangka Konsep Amir.3.Muntah 6x/hr. Ubun-ubun kepala cekung.WBC : 4500/mm3 . Anamnesis : . : Feses : Air > ampas.Mata cekung . eritrosit (-). 10x/hr.Panas bersamaan dgn muntah. tdk menyemprot mulai 1hr sblm berak. RBC (-). cubitan kulit kembali stelah 2detik. lemas. kulit disekitar anus kemerahan.Diff Count : 0/1/2/63/30/4 Terinfeksi Rotavirus . hepar teraba 1cm dibawah arcus costa dan processus siphoideus. Mukosa mulut kering. leukosit (-). 11 bulan. air mata (-). Pemeriksaan Fisik : Kepala : Mata cekung. . protein (-).Mukosa mulut kering . ♂. bing usus ↑. Abdomen : Datar.Hb : 12. air > ampas. Darah rutin : . Urine : Warna kekuningan. tidak ada darah dan pus. Thorax : Tdk ada kelainan.Lemas Diare Akut Dehidrasi Sedang Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 9 .Skenario A Blok XII 2.

menderita diare akut dengan dehidrasi sedang yang disebabkan oleh infeksi rotavirus. Pakar Lain (internet) ada darah dan tidak 6. What I Don’t Know (Learning Issue) 1. How I Will Learn Text Book.Skenario A Blok XII 2. dibawa ke Puskesmas Tipe A dengan keluhan berak-berak. Dehidrasi 8. Tingkat kesadaran Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 10 . 11 bulan. Shock 7. Muntah 5. Pandangan Islam What I Have to Prove Amir. Diare 4. tidak ada lendir dalam feses. Biokimia TD 3. muntahmuntah.3.fisiologi. histologi TD 2.6 Learning Issue Pokok Bahasan Diare akut What I Know Amir. laki-laki. umur 11 bulan. Anatomi. panas tidak terlalu tinggi. Laki-laki.

dan histology dari organ yang terlibat dalam proses pencernaan? Jawab : Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus) adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan. hati dan kandung empedu.Skenario A Blok XII 2. menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh. fisiologi. Saluran pencernaan terdiri dari mulut. a.1: Sistem Pencernaan A. mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 11 . Mulut biasanya terletak di kepala dan umumnya merupakan bagian awal dari sistem pencernaan lengkap yang berakhir di anus. usus halus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan.3. kerongkongan. yaitu pankreas. Gambar 2. tenggorokan (faring). lambung. rektum dan anus.7 Sintesis 1. usus besar. Mulut Merupakan suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air pada hewan. Bagaimana anatomi.

terdiri dari berbagai macam bau. Gambar 2. Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim). Pengecapan relatif sederhana. Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai mencernanya. Penciuman dirasakan oleh saraf olfaktorius di hidung dan lebih rumit. Didalam lengkung faring terdapat tonsil ( amandel ) yaitu kelenjar limfe yang banyak mengandung kelenjar limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi. letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung. Berasal dari bahasa yunani yaitu Pharynk. didepan ruas tulang belakang Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 12 . asin dan pahit.Skenario A Blok XII Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan. Tenggorokan ( Faring) Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah. asam. disini terletak bersimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan. yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung. Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir. Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan di kunyah oleh gigi belakang (molar. menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna. terdiri dari manis. geraham).2 : Anatomi Mulut B.

dengan perantaraan lubang bernama koana. pada nasofaring bermuara tuba yang menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga. bagian media = bagian yang sama tinggi dengan mulut dan bagian inferior = bagian yang sama tinggi dengan laring. Bagian superior =bagian yang sangat tinggi dengan hidung. Bagian superior disebut nasofaring. oeso . dengan menggunakan proses peristaltik. phagus - Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 13 . Esofagus dibagi menjadi tiga bagian: Ø bagian superior (sebagian besar adalah otot rangka) Ø bagian tengah (campuran otot rangka dan otot halus) Ø serta bagian inferior (terutama terdiri dari otot halus).Skenario A Blok XII Keatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung."membawa". Menurut histologi.Bagian media disebut orofaring. Esofagus bertemu dengan faring pada ruas ke-6 tulang belakang. dan έφαγον. Sering juga disebut esofagus(dari bahasa Yunani: οiσω.bagian ini berbatas kedepan sampai diakar lidah bagian inferior disebut laring gofaring yang menghubungkan orofaring dengan laring C. keadaan tekak berhubungan dengan rongga mulut dengan perantaraan lubang yang disebut ismus fausium Tekak terdiri dari. Kerongkongan (Esofagus) Kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebrata yang dilalui sewaktu makanan mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung. Makanan berjalan melalui kerongkongan "memakan").

yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim. Setiap kelainan pada lapisan lendir ini. Dalam keadaan normal. Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat penting : • Lendir Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung. Lambung Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai. yang bisa membuka dan menutup. Lambung berfungsi sebagai gudang makanan. Ø Antrum. 3: Esofagus D. Ø Fundus. sfinter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan. bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak lambung. • Asam klorida (HCl) Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 14 . Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin (sfinter).Skenario A Blok XII Gambar2. Terdiri dari 3 bagian yaitu Ø Kardia.

lapisan mukosa ( sebelah dalam ). Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna).Skenario A Blok XII Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam. Lapisan usus halus . Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri. lapisan otot memanjang ( M Longitidinal ) dan lapisan serosa ( Sebelah Luar ) Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 15 . lapisan otot melingkar ( M sirkuler ). gula dan lemak. Usus halus (usus kecil) Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar.4 : Anatomi Lambung E. Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein. yang diperlukan oleh pepsin guna memecah protein. • Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein) Gambar 2.

usus kosong (jejunum). dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz. yang merupakan bagian pertama dari usus halus. Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa di cerna oleh usus halus. Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal. Jika penuh. yang berarti dua belas jari. duodenum akan megirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan.Skenario A Blok XII Gambar2. Usus dua belas jari (Duodenum) Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Nama duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum. Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum). 1. dan usus penyerapan (ileum). 5 : Antomi Usus Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 16 . pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan. yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum.

1-2 meter adalah bagian usus kosong. panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter. Usus Penyerapan (illeum) Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. 3. yakni sedikitnya sel goblet dan plak Peyeri. yang berarti "kosong". di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum). yakni berkurangnya kelenjar Brunner. yang memperluas permukaan dari usus. Pada manusia dewasa. dan dilanjutkan oleh usus buntu. Secara hitologis pula dapat dibedakan dengan usus penyerapan. ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh dengan mesenterium. jejunus. Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili). Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 17 . Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.Skenario A Blok XII Gambar 2. Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua belas jari.6 : Usus dua belas jari (duodenum) 2. Pada sistem pencernaan manusia. Arti aslinya berasal dari bahasa Laton. Sedikit sulit untuk membedakan usus kosong dan usus penyerapan secara makroskopis. Usus Kosong (jejenum) Usus kosong atau jejunum (terkadang sering ditulis yeyunum) adalah bagian kedua dari usus halus. Jejunum diturunkan dari kata sifat jejune yang berarti "lapar" dalam bahasa Inggris modern.

Skenario A Blok XII Gambar 2. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus. Usus Besar (Kolon) Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. dan terjadilah diare.7 : Ileum F. Usus besar terdiri dari : • • • • Kolon asendens (kanan) Kolon transversum Kolon desendens (kiri) Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum) Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri didalam usus besar. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 18 . seperti vitamin K. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air.

sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil. vermiform appendix (atau hanya appendix) adalah hujung buntu tabung yang menyambung dengan caecum.Skenario A Blok XII Gambar 2. Infeksi pada organ ini disebut apendisitis atau radang umbai cacing. Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa bervariasi dari 2 sampai 20 cm. yang sebagian atau seluruhnya digantikan oleh umbai cacing. Apendisitis yang parah dapat menyebabkan apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam rongga abdomen atau peritonitis (infeksi rongga abdomen). H. burung. Sebagian besar herbivora memiliki sekum yang besar. 8 : Anatomi Usus Besar G. Dalam orang dewasa. Usus Buntu (sekum) Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus. Umbai Cacing (Appendix) Umbai cacing atau apendiks adalah organ tambahan pada usus buntu. Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. umbai cacing atau dalam bahasa Inggris. dan beberapa jenis reptil. Organ ini ditemukan pada mamalia. Dalam anatomi manusia. "buta") dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 19 .

Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan. konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi. Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum. yang merupakan fungsi utama anus.Skenario A Blok XII Walaupun lokasi apendiks selalu tetap. Jika defekasi tidak terjadi untuk periode yang lama. maka timbul keinginan untuk buang air besar (BAB). "meluruskan. Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lannya dari usus. Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Operasi membuang umbai cacing dikenal sebagai appendektomi. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. sering kali material akan dikembalikan ke usus besar. Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar . I. Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 20 .bisa di retrocaecal atau di pinggang (pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum. yaitu pada kolon desendens. mengatur") adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. tetapi bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk menunda BAB. sebagian yang lain percaya bahwa apendiks mempunyai fungsi dalam sistem limfatik. di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi. dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Banyak orang percaya umbai cacing tidak berguna dan organ vestigial (sisihan).BAB). lokasi ujung umbai cacing bisa berbeda . Rektum dan anus Rektum (Bahasa Latin: regere.

Pankreas Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 21 . Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein. karbohidrat dan lemak. Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. yang berfungsi melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). menghasilkan hormon Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke dalam darah. menghasilkan enzim-enzim pencernaan Pulau pankreas.9 : Anatomi Rektum & Anus J.Skenario A Blok XII Gambar 2. Pankraes terdiri dari 2 jaringan dasar yaitu : • • Asini.

Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta. beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan. Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler). dan penetralan obat. Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi. darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum.atau hepatik dari kata Yunani untuk hati. Istilah medis yang bersangkutan dengan hati biasanya dimulai dalam hepat. Hati Hati merupakan sebuah organ yang terbesar di dalam badan manusia dan memiliki berbagai fungsi. yang penting dalam pencernaan.Skenario A Blok XII Gambar 2. Organ ini memainkan peran penting dalam metabolisme dan memiliki beberapa fungsi dalam tubuh termasuk penyimpanan glikogen.10 : Pankreas K. hepar. sintesis protein plasma. setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi. dimana darah yang masuk diolah. Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 22 . Dia juga memproduksi bile.

Skenario A Blok XII Gambar 2. sukrosa). Kandung empedu Kandung empedu (Bahasa Inggris: gallbladder) adalah organ berbentuk buah pir yang dapat menyimpan sekitar 50 ml empedu yang dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan. panjang kandung empedu adalah sekitar 7-10 cm dan berwarna hijau gelap . galaktosa. oligosakarida dan polisakarida (amilum/pati). terutama haemoglobin (Hb) yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.11 : Hati L. melainkan karena warna cairan empedu yang dikandungnya. ada tiga sumber utama karbohidrat dalam diet Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 23 . disakarida (maltosa. dan fruktosa). b. Dalam kondisi sehari-hari. Bagaimana biokimia pencernaan dan penyerapan makro dan mikro nutrien? Jawab : Karbohidrat Karbohidrat diklasifikasikan menjadi monosakarida (glukosa. laktosa. Empedu memiliki 2 fungsi penting yaitu:  Membantu pencernaan dan penyerapan lemak  Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh.bukan karena warna jaringannya. Pada manusia. Organ ini terhubungkan dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran empedu.

Sekitar 80% karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa.Skenario A Blok XII makanan. laktosa (gula susu) dan pati/ starch (gula tumbuhan). Pencernaan lemak dilakukan oleh lipase yang dihasilkan oleh sel eksokrin pankreas. Glukosa dan galaktosa diserap oleh usus halus melalui transportasi aktif sekunder. Amilase bekerja dengan cara mengkatalisis ikatan glikosida α(1à4) dan menghasilkan maltosa dan beberapa oligosakarida. Sedangkan frukosa diserap ke dalam sel melalui difusi terfasilitasi pasif dengan bantuan pengangkut GLUT-5. sukrase. glukosa dan galaktosa akan keluar dari sel mengikuti penurunan gradien konsentrasi untuk masuk ke kapiler darah. yaitu sukrosa (gula pasir). di mana ia akan dikirim dan bekerja di lumen usus halus sekitar 15-30 menit setelah makanan masuk ke usus halus. sisanya galaktosa dan fruktosa. umumnya berbentuk trigliserida (bentuk lain adalah kolesterol ester dan fosfolipid). laktase. Hasil pemecahan berupa gula yang dapat diserap yaitu monosakarida. Lemak Lemak merupakan suatu molekul yang tidak larut air. Enzim amilase juga dihasilkan oleh sel eksokrin pankreas. Enzim ini bekerja di mulut sampai fundus dan korpus lambung selama satu jam sebelum makanan dicampur dengan sekret lambung. Setelah dikumpulkan di dalam sel oleh pembawa kotranspor. terutama glukosa. α-dekstrinase) yang dihasilkan oleh sel-sel epitel usus halus akan memecah disakarida di brush border usus halus. maka selanjutnya ia kembali dihidrolisis oleh enzim-enzim di usus halus. glukosa dan galaktosa dibawa masuk dari lumen ke interior sel dengan memanfaatkan gradien konsentrasi Na+ yang diciptakan oleh pompa Na+ basolateral yang memerlukan energi melalui protein pengangkut SGLT-1. Pencernaan karbohidrat dimulai semenjak berada di mulut. Setelah polisakarida dipecah oleh amilase menjadi disakarida. Enzim ptyalin (α– amilase) yang dihasilkan bersama dengan liur akan memecah polisakarida menjadi disakarida. Dengan cara ini. Lipase yang dihasilkan pankreas ini akan dikirim ke lumen usus halus dan menghidrolisis Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 24 . Berbagai disakaridase (maltase.

juga diketahui bahwa lipase juga dihasilkan oleh kelenjar lingual dan enterosit. Pada emulsi tersebut. maka proses tersebut dibantu oleh garam empedu yang dihasilkan oleh kelenjar hepar (hati). namun lipase yang dihasilkan oleh bagian ini hanya mencerna sedikit sekali lemak sehingga tidak begitu bermakna. hal ini disebabkan oleh sifatnya yang lebih larut dalam air dibandingkan dengan trigliserida. maka monogliserida dan asam lemak yang dihasilkan akan diangkut ke permukaan sel dengan bantuan misel (micelle). Setelah itu. Untuk memudahkan pencernaan dan penyerapan lemak.Skenario A Blok XII trigliserida menjadi asam lemak dan monogliserida. Selain dihasilkan oleh sel lipase pankreas. Selain lipase. Garam empedu memiliki efek deterjen. kolesterol dan lesitin dengan bagian hidrofobik di dalam dan hidrofilik di luar (permukaan). lemak akan terperangkap di dalam molekul hidrofobik garam empedu. yaitu memecah globulus-globulus lemak besar menjadi emulsi lemak yang lebih kecil (proses emulsifikasi). sedangkan molekul hidrofilik garam empedu berada di luar. terdapat enzim lain untuk mencerna lemak golongan nontrigliserida seperti kolesterol ester hidrolase (untuk mencerna kolesterol ester) dan fosfolipase A2 (untuk mencerna fosfolipase). Khusus untuk asam lemak rantai pendek/sedang dapat langsung diserap ke vena porta hepatika tanpa harus dikonversi (seperti trigliserida). Trigliserida yang dihasilkan akan dibungkus oleh lipoprotein menjadi butiran kilomikron yang larut dalam air. monogliserida dan asam lemak akan berdifusi secara pasif ke dalam sel dan disintesis kembali membentuk trigliserida. Monogliserida dan asam lemak akan terperangkap di dalam misel dan dibawa menuju membran luminal sel-sel epitel. Misel terdiri dari garam empedu. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 25 . Kilomikron akan dikeluarkan secara eksositosis ke cairan interstisium di dalam vilus dan masuk ke lakteal pusat (pembuluh limfe) untuk selanjutnya dibawa ke duktus torasikus dan memasuki sistem sirkulasi. Dengan demikian lemak menjadi lebih larut dalam air sehingga lebih mudah dicerna dan meningkatkan luas permukaan lemak untuk terpajan dengan enzim lipase. Setelah lemak (trigliserida) dicerna oleh lipase.

Na+ menembus sel dengan bantuan pompa Na+ bergantung ATPase. Setelah itu sel epitel usus halus akan menghasilkan enzim aminopeptidase yang akan menghidrolisis fragmen peptida menjadi asam-asam amino di brush border usus halus. asam amino yang terbentuk akan diserap melalui transpor aktif sekunder (seperti glukosa dan galaktosa). karboksipeptidase. Setelah diserap. asam-asam amino akan dibawa masuk ke jaringan kapiler yang ada di dalam vilus. Na + akan dipompa secara aktif ke ruang lateral dan berdifusi ke dalam kapiler untuk selanjutnya diangkut menuju sistem sirkulasi. yaitu tripsin. sel eksokrin pankreas akan menghasilkan berbagai enzim. Pepsin akan bekerja pada suasana asam (pH 2. Setelah berada di dalam sel.0) dan sangat baik untuk mencerna kolagen (protein yang terdapat pada daging-dagingan). hanya sedikit berupa asam amino. Setelah dicerna. Tiap-tiap enzim akan menyerang ikatan peptida yang berbeda dan menghasilkan campuran asam amino dan rantai peptida pendek. Pompa ini akan memindahkan Na+ melawan gradien konsentrasinya dan proses tersebut memerlukan energi. Selanjutnya. Hasil dari pencernaan oleh protease pankreas kebanyakan masih berupa fragmen peptida (dipeptida dan tripeptida). Secara aktif. Sel utama (chief cell) lambung menghasilkan pepsin yang menghidrolisis protein menjadi fragmen-fragmen peptida. kimotripsin. Perpindahan Na+ tersebut dapat mempengaruhi perpindahan Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 26 . Garam dan air Natrium dapat diserap secara pasif atau aktif di usus halus maupun di usus besar. Hasil dari pencernaan ini adalah asam amino dan beberapa peptida kecil. dan elastase yang akan bekerja di lumen usus halus. Secara pasif Na+ dapat berdifusi di antara sel-sel epitel melalui taut erat yang ‘bocor’. Sedangkan peptida-peptida kecil masuk melalui bantuan pembawa lain dan diuraikan menjadi konstituen asam aminonya oleh peptidase intrasel di sitosol enterosit.0-3.Skenario A Blok XII Protein Pencernaan protein (pemutusan ikatan peptida) dilakukan terutama di antrum lambung dan usus halus (duodenum dan jejunum).

Masuknya air mengakibatkan peningkatan tekanan hidrostatik. sedangkan karbon dioksida akan diserap ke kapiler darah dan dikeluarkan dari tubuh melalui paru. dan asam amino.Skenario A Blok XII zat-zat lain seperti Cl-. Dari epitel. Besi dan kalsium Besi diserap sesuai dengan kebutuhan tubuh (tidak semua besi yang masuk akan diserap). melalui transpor aktif yang bergantung kepada pengaturan oleh hormon paratiroid dan vitamin D Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 27 . Adapun vitamin B12 bersifat unik. asam karbonat ini akan terdisasosiasi menjadi air dan karbon dioksida. hal ini disebut sebagai transpor aktif sekunder. Penyerapan (perpindahan) Na+ akan menciptakan daerah dengan tekanan osmotik yang tinggi di antara sel-sel. besi kemungkinan akan diangkut ke kapiler darah oleh transferin atau disimpan di sel dalam bentuk ferritin. karena harus berikatan dengan faktor intrinsik yang dihasilkan oleh sel parietal agar dapat diserap di ileum terminal. Vitamin Pada umumnya vitamin larut-air akan diserap bersama dengan air. besi akan dipindahkan ke sel epitel melalui transpor aktif. glukosa. Ketika sodium (Na+) diserap oleh sel epitel. Dengan adanya tekanan osmotik yang tinggi ini. air (H2O) akan masuk menembus sel menuju ruang lateral (untuk menurunkan tekanan osmotik yang tinggi tersebut). dan vitamin larut-lemak akan diangkut ke dalam misel dan diserap secara pasif bersama dengan produk akhir pencernaan lemak. Sedangkan penyerapan kalsium (Ca2+) terjadi di duodenum. Dari lumen. sehingga air tersebut akan didorong lagi ke ruang interior vilus untuk selanjutnya diserap di kapiler darah. Ion H+ ini akan berikatan dengan ion bikarbonat menjadi asam karbonat (H2CO3). akan dilepaskan ion H+ ke lumen usus. Ion bikarbonat Penyerapan ion bikarbonat agak sedikit berbeda dibandingkan dengan penyerapan zat-zat lainnya. Air akan diserap secara osmosis. di mana besi Fe2+ lebih mudah diserap dibanding besi Fe3+. Selanjutnya.

Penyerapan kalsium dapat dihambat oleh asam fitat.Skenario A Blok XII (vitamin D akan menginduksi sintesis kalbindin. sakit perut. misalnya infeksi saluran kencing.Berak2 dengan darah/lendir . Ion monovalen lebih mudah diserap dibandingkan dengan ion bivalen. Penyebab Diare adalah :  Virus (penyebab diare tersering – dan umumnya karena Rotavirus) gejala : Berakberak air (watery). suatu protein pengikat kalsium intrasel).Berak darah+/. campak dll. pengeluaran feses yang lebih dari 3x/hari.  Bakteri . Ion-ion lain Potassium.  Alergi susu. pospat dan ion lain diserap di mukosa intestinal.  Parasite(Giardiasis) . sakit perut.  Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain . infeksi telinga. yang terdapat dalam sereal. berbau asam.diare biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu tersebut . berbusa. Sedangkan pada bayi berumur lebih dari 1 bulan dan anak. maka hubungi dokter anda.Memerlukan antibioka sebagai terapi pengobatan. TIDAK ada darah lendir. hanya sedikit ion bivalen yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Perlu antiparasite  Anak sedang terapi dengan pemakaian antibiotilka – Bila diare terjadi saat anak sedang dalam pengobatan antibiotika. Walaupun demikian.  GE ( flu perut) terbanyak karena virus. magnesium. c..dan lendir. Apa itu diare? Jawab : Diare adalah buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. biasanya pada alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 28 . Pada neonatus dinyatakan diare apabika frekuensi buang air besar sudah lebih dari 4x.

Diare Sekretorik Adanya pathogen (virus. TIDAK ada darah atau lendir. berbusa.  Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar  Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih. seperti :  Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi.Skenario A Blok XII Gejala Diare akut adalah : Penyebab diare akut ( diare mendadak) tersering adalah karena VIRUS . bakteri. baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor. dan berbau asam.  Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi. sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang. Penularan penyakit diare adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung.  Bermain dengan mainan yang terkontaminasi. bertahan Patogenesis Diare : 1. apalagi pada bayi sering memasukan tangan/ mainan / apapun kedalam mulut. khas berakberak air (watery). Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 29 . dll) → pathogen mengeluarkan toksin yang bertindak sebagai reseptor → melekat pada enterosit → merusak membrane enterosit → menghancurkan membrane enterosit → menyebabkan pengaktifan enzim-enzim intraseluler → peningkatan sekresi → hipersekresi cairan di usus → peningkatan tekanan intraluminal ↑ → daya dorong usus ↑ → diare. Karena virus ini dapat dipermukaan udara sampai beberapa hari.

Skenario A Blok XII 2. Pengobatan Diare Karena penyebab Diare akut / diare mendadak tersering adalah Virus. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 30 . karena biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Mencoba menghentikan diare dengan obat seperti menyumbat saluran pipa yang akan keluar dan menyebabkan aliran balik dan akan memperburuk saluran tersebut. gas hydrogen. Bila peristaltik usus menurun → mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan → diare.dll → tekanan osmotic intraluminal kolon semakin ↑→ sejumlah cairan tertarik lagi ke intraluminal kolon → diare. 3. Diare Osmotik Insufisiensi enzim → makanan hanya dicerna sebagian → sisanya akan menimbulkan beban osmotik intraluminal bagian distal → memacu pergerakan cairan intravascular ke intraluminal → akumulasi cairan dan sisa makanan (di kolon) → sisa makanan didekomposisi oleh bakter-bakteri kolon menjadi asam lemak rantai pendek. Diare akut dapat disembuhkan hanya dengan meneruskan pemberian makanan seperti biasa dan minuman / cairan yang cukup saja. maka tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan. Maka pengobatan diare ini ditujukan untuk mengobati gejala yang ada dan mencegah terjadinya dehidrasi atau kurang cairan. Yang perlu diingat pengobatan bukan memberi obat untuk menghentikan diare. Gangguan Motilitas Usus Hiperperistaltik → berkuragnya kesempatan usus mencerna makanan → diare. karena diare sendiri adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan kontaminasi makanan dari usus.

Dan sembuh. Yang terpenting diperhatikan pada kasus diare mendadak ini adalah:  Ingat menghentikan diare virus dengan obat bukanlah jalan terbaik. Tetapi jangan menjadi bingung bila diare tetap ada sampai beberapa hari. Bila sudah disertai muntah. Karena sel2 usus yang dirusak oleh virus memerlukan NUTRISI untuk pembentukan kembali. Tapi bersabarlah dan tetap berusaha mencari jalan supaya anak dapat meminum cairan ini.Skenario A Blok XII Oleh karena proses diare ini adalah mekanisme pertahanan dari tubuh. Tergantung dari keadaan kesehatan anak dan banyaknya cairan yang masuk. Pencegahan Diare :  Teruskan Pemberian Air Susu Ibu (ASI)  Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untuk pemberian makanan pendamping ASI setelah bayi berusia 4 bulan. Karena biasanya berlangsung beberapa hari-14 hari. untuk pengantian cairan anda dapat memberikan pedialyte ( oralit unutk anak2 dengan beberapa rasa). berkurang frekuensi nya dan sembuh.( 14 hari) dimana diare makin berisi . akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari .  Dan yang paling terpenting adalah Membuat anak kembali kemakanan padatnya ( dan / atau susu formulanya/ASI) karena ini adalah yang TERBAIK untuk mengobati diarenya. Ingat memang tidak mudah memberikan anak cairan yang agak terasa asin ini.  Pengatasan diare adalah dengan memperhatikan adanya tanda-tanda dehidrasi.  Penanganan Yang terbaik adalah tetap memberikan makanan dan minum (ASI) seperti biasa. Yang terpenting pada diare adalah mencegah dan mengatasi gejala dehidrasi. bahkan beberapa anak akan menolaknya.dari air ( watery) mulai berampas. Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan seperti BIASAnya akan memperpendek masa waktu gejala dari diare ini. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 31 . Kurangi makanan yang mengandung terlalu banyak GULA.

Juga kebersihan perabotan makan ataupun alat bermain si kecil. e. Apa dampak ari berak-berak sebanyak 10x/hari. Dicubit kembali Tidak Haus cepat Gelisah Rewel Cekung Kering Sangat kering Tampak Kehausan Kembali lambat 5 – 10 Sulit.  Ingat untuk menjaga kebersihan dari makanan atau minuman yang kita makan. Derajat dehidrasi dibagi menjadi : Tabel 2. sebanyak ½ gelas tiap berak? Jawab : Dampak dari berak sebanyak 10x sehari dengan ukuran ½ gelas setiap kali berak adalah bisa terjadi kekurangan cairan dan kekurangan elektrolit pada penderitanya. dan terjadilah dehidrasi. tidak bisa Kembali sangat minum lambat 50–100 % Letargik. karena semakin sering frekuensi diare maka tubuh akan kehilangan banyak cairan. maka menjaga kebersihan dengan menjadikan kebiasaan mencuci tangan untuk seluruh anggota keluarga.Skenario A Blok XII  Karena penularan kontak langsung dari tinja melalui tangan / serangga . Sadar Normal Minum Normal. Cucilah tangan sebelum makan atau menyediakan makanan untuk sikecil. Apakah frekuensi diare berhubungan dengan dehidrasi? Jawab : Ya. Kekurangan cairan yang banyak bisa membuat seseorang mengalamai dehidrasi.1 Derjat dehidrasi Gejala & Tanda Keadaan Umum Mata Mulut/ Lidah Basah Rasa Haus Kulit % turun Estimasi def. Kesadaran Sangat cekung Menurun dan kering >10 >100 % Dilihat dari derajat dehidrasi di atas. derajat dehidrasi bisa diklasifikasikan berdasarkan kekurangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 32 . maka dalam kasus ini Amir mengalami dehidrasi ringan-sedang. BB cairan <5 50 % Tanpa Dehidrasi Dehidrasi Ringan –Sedang Dehidrasi Berat Baik. d.

atau susah bangun.  Anak dengan sakit perut hebat. mata cekung.  Anak dengan gejala dehidrasi yaitu tidak /jarang kencing. 3. Bagaimana patogenesa muntah pada diare? Jawab : Muntah merupakan indikator terjadinya infeksi akut. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 33 . dll) → ke gastrointestinal → Infeksi di gastrointestinal track → usaha untuk mengeluarkan pathogen → muntah. cairan itu tidak bisa diserap oleh tubuh. Bagaimana peran air putih pada saat diare? Jawab : Air putih bisa digunakan apabila tidak tersedianya oralit. Infeksi bakteri atau virus ini dapat menyerang sistem pencernaan dengan menunjukkan gejala seperti muntah dan berak-berak. 2. atau diare berlangsung lebih dari sepuluh hari. Malah cairan tersebut akan keluar kembali melalui feses.  Anak dengan diare yang sangat banyak (8-10 kali atau 2-3 kali diare dalam jumlah yang banyak).  Anak muntah terus-menerus dan tidak bisa menerima asupan cairan. g. jangan sekaligus. Karena apabila air putih diberikan sekaligus dalam jumlah banyak. atau adanya penyakit peradangan dan juga refleks perlindungan. Mekanisme : Masuknya Pethogen ke dalam tubuh (virus. kaki dan tangan dingin. bakteri.Skenario A Blok XII f. berat badan turun. pucat. Muntah dapat mempengaruhi cairan dan elektrolit tubuh. Bagaimana indikasi MRS? Jawab : Indikasi Anak harus dibawa ke Rumah Sakit bila :  Anak tidak mau minum dan tetap muntah dan diare. Namun pemberian air putih harus bertahap. Bagaimana patogenesa panas pada diare? Jawab : Demam menunjukkan terjadinya infeksi yang dapat disebabkan bakteri atau virus.

membuat Amir mengalami dehidrasi. Racun ini bisa bersumber dari makanan atau hasil dari metabolisme kuman. TB = 75cm? Jawab : Interpretasi : Normal.) → ke gastrointestinal → infeksi di gastrointestinal track → usaha untuk membunuh kuman → demam. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 34 . Tampak sakit berat = Menunjukkan bahwa keseriusan penyakit berat. Oleh karena itu cairan yang keluar lewat urine menjadi berkurang. c. Sadar sepenuhnya.7 kg Interpretasi : Normal. Umumnya karena passage bolus terlalu cepat dan terganggunya resorpsi air dalam usus besar. dan bukan penyakit tersendiri dan merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun yang terdapat dalam usus besar. Diare dapat menyebabkan kekurangan cairan dan elektrolit tubuh. Lemas = Abnormal. Mekanisme : Masuknya Pathogen ke dalam tubuh (virus. compos mentis? Jawab : Interpretasi : Compos Mentis = Normal. dll. b. lemas.Skenario A Blok XII Diare merupakan suatu gejala pada suatu penyakit. Kekurangan cairan dan elektrolit inilah yang membuat tubuh Amir terasa lemas. bersamaan dengan feses. Interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan fisik : a.6 – 7. sehingga menyebabkan berak-berak. BB = 8. ccairan tubuhnya banyak dikeluarkan melalui anus. 5. 4. bakteri.8 kg (BMI)? Jawab : Normal : 9. Bagaimana hubungan frekuensi BAK dengan frekuensi diare? Jawab : Pada saat seseorang mengalami diare. KU = Tampak sakit berat. diare yang dialami oleh Amir menyebabkan banyak cairan tubuh Amir yang keluar melalui feses.

Skenario A Blok XII d.80C – 37. Kepala = Ubun-ubun kepala cekung? Jawab : Abnormal. Vital Sign = Nadi : 144x/menit teratur lemah? Jawab : Normal : 30-60x/menit Interpretasi : Takikardi.20C Interpretasi : Subfebris 6. Kepala = Mata cekung? Jawab : Abnormal. kekurangan cairan. f. Interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan fisik : a. Kepala = Air Mata (-)? Jawab : Abnormal. Vital Sign = RR : 38x/menit? Jawab : Normal : 30. menandakan dehidrasi. adanya tanda dehidrasi. Kepala = Mukosa mulut kering? Jawab : Abnormal. c. d. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 35 .7 0C? Jawab : Normal : 36.60x/menit Interpretasi : Normal. e. g. adanya tanda dehidrasi b. Vital Sign = T : 38. Vital Sign = TD : 70/50mmHg? Jawab : Normal : 60-90 mmHg/ 40-70mmHg Interpretasi : Normal. adanya tanda dehidrasi.

Thorax = Bising jantung (-)? Jawab : Normal. dan frekuensi yang meningkat ( borborygmus) didapatkan pada keadaan hipermotilitas usus seperti diare karena gastroenteritis. Ekstremitas = Kedua ujung tangan dan kaki dingin? Jawab : Abnormal. Menunjukkan terjadinya dehidrasi. Abdomen = Kulit disekitar anus kemerahan? Jawab : Abnormal. g. menunjukkan terjadi eritema natum karena terlalu sering BAB. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 36 . panjang. Thorax = Retraksi kanan dan kiri (-)? Jawab : Normal. Abdomen = Hepar teraba 1cm dibawah arcus costa dan processus sipoideus? Jawab : Normal. Pada orang normal biasanya kulit langsung kembali bila dicubit. Menunjukkan bahwa Amir kurus. j. m. lemas. Abdomen = Datar. h. i. Abdomen = Lien tidak teraba? Jawab : Normal k. peristaltik rush yang intensif. Thorax = Bunyi nafas vesikuler? Jawab : Normal. bising usus ? Jawab : Datar lemas = Normal Bising usus meningkat = abnormal. Abdomen = Cubitan kulit kembali setelah 2 detik? Jawab : Abnormal. Menunjukkan suara dengan nada yang tinggi. l. Menunjukkan penurunan tekanan turgor pada kulit. f.Skenario A Blok XII e.

Skenario A Blok XII 7. Feses = Eritrosit (-)? Jawab : Normal e. bakteri. Urine = Leukosit (-)? Jawab : Normal h. b. Feses = Tidak ada darah dan pus? Jawab : Normal c. Interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan laboratorium : a. menunjukkan adnya infeksi. Urine = RBC (-)? Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 37 . d. Urine = Warna kekuningan? Jawab : Normal f. Feses = Leukosit 2-4 LPB? Jawab : Abnormal. dll) → pathogen mengeluarkan toksin yang bertindak sebagai reseptor → melekat pada enterosit → merusak membrane enterosit → menghancurkan membrane enterosit → menyebabkan pengaktifan enzim-enzim intraseluler → peningkatan sekresi → hipersekresi cairan di usus → peningkatan tekanan intraluminal ↑ → daya dorong usus ↑ → diare → banyak cairan dalam feses. Mekanisme : Adanya pathogen (virus. Feses = Banyak air > ampas? Jawab : Abnormal. Urine = Protein (-)? Jawab : Normal g.

Apabila pasien dapat membuka mata ketika kita beri rangsang nyeri. respon verbal (V) bicara dan gerakan motorik. maka kita beri nilai E (1). Ketika tidak ada respon sama sekali. Respon yang diharapkan ada pada pasien ialah bagaimana reflek membuka mata pasien. Apabila mata terbuka dengan rangsang suara. seperti kita memanggil nama pasien. Darah rutin = WBC : 4500/mm3? Jawab : WBC Normal : 5000/mm3-10000/mm3 Interpretasi : Terjadi penurunan kadar. Rangsangan yang diberikan berbagai hal dengan memperhatikan 3 reaksi yang terdiri dari reaksi membuka mata (Eye (E)). Apakah ia akan spontan membuka mata tanpa harus dipanggil namanya.Skenario A Blok XII Jawab : Normal i. Untuk nilai dari respon ini kita nilai (4) atau respon spontan. Darah rutin = Hb : 12. (misalkan dengan menekan kuku jari) maka nilai E pasien (2). maka kita kasih nilai respon E nilai (3). disentuh atau diberikan cubitan. Darah rutin = Diff. Bagaimana menilai kesadaran? Jawab : GCS (Glasgow Coma Scale) merupakan suatu skala yang digunakan untuk menilai tingkat kesadaran pasien dengan menilai respon pasien terhadap rangsangan yang diberikan. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 38 . Count : 0/1/2/63/30/4? Jawab : Normal. 8. Interpretasi : Normal j.8 gr/dl? Jawab : Normal : 10-17 gr/dl. tidak ada respon. Eye (respon membuka mata) : Respon membuka mata ini merupakan respon awal ketika kita bertemu dengan pasien. k.

maka kita memberikan nilai (5) . Apabila pasien menghindar/menarik extremitas atau tubuh yang diberikan stimulus dengan menjauhi stimulus saat diberi rangsang nyeri) kita dapat memberi nilai M (4). orientasi baik. Ketika pasien mampu untuk melokalisir nyeri dengan cara menjauhkan stimulus saat diberi rangsang nyeri. Ketika masih saja tidak ada respon. Apabila ada atau mengikuti perintah yang kita berikan. Kita bisa memberikan sebuah stimulus berupa rangsangan nyeri. maka kita beri nilai verbal pasien 1. atau ketika kita datang kemudian kita memberikan tangan kita untuk berjabat tangan dengnnya. Apabila pasien bingung. kita dapat melihatnya ketika pasien menghindar/menarik extremitas atau tubuh menjauhi stimulus saat diberi rangsang nyeri dengan adanya respon flexi abnormal (tangan satu atau keduanya posisi kaku di atas dada & kaki extensi saat diberi rangsang nyeri). maka kita nilai respon verbal pasien (2). Untuk pemberian nilai M (3). maka kita nilai respon verbal dengan angka (5) .Skenario A Blok XII Verbal (respon verbal) Setelah reflek membuka mata kita kaji. maka nilai respon verbal kita beri nilai (4) . Ketika pasien diperintahkan untuk melakukan apa yang kita inginkan. namun tidak dalam satu kalimat) dan hanya mengungkapkan kata singkat seperti “aduh…. sedangkan untuk memberikan nilai M (2) didapakan respon pasien berupa adanya extensi abnormal (tangan satu atau keduanya extensi di Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 39 . Apabila pasien lebih banyak mengerang atau mengeluarkan suara tanpa arti. maka penilaian selanjutnya ialah bagaimana kita menilai respon verbal pasien. Kita bisa melihat adakah atau tidak respon pasien untuk melakukan hal tersebut (menjabat tangan kita). Motor (respon motorik) Respon motorik ini harap dibedakan dengan penilaian kekuatan otot ya. seperti memintanya untuk mengangkat tangan. Pemeriksaan ini kembali lagi saya ingatkan hanya digunakan untuk mengetahui tingkat kesadaran pasien dengan memantau respon motorik pasien. Ketika pasien dapat mengetahui dimana dia berada. kalimat yang diucapkan baik. bapak…”. siapa dirinya. maka kita nilai respon motorik pasien (6). berbicara mengacau (sering bertanya berulang-ulang) disorientasi tempat dan waktu. Untuk nilai (3) kita beri ketika pasien berbicara tidak jelas (tapi kata-kata masih jelas.

3. maka kita nilai M (1). Nilai GCS yang tertinggi adalah 15 yaitu E4M6V5 dan terendah adalah 3 yaitu E1M1V1. pasca operasi). muntah). Penilaian GCS 1. Syok anafilaktik Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 40 . kehilangan darah (cedera parah. gagal ginjal.Skenario A Blok XII sisi tubuh. Apa yang dimaksud dengan syok? Syok merupakan gangguan system sirkulasi yang disebabkan oleh ketidakseimbangkan antara volume darah dengan lumen pembuluh darah sehingga perfusi dan oksigenisasi ke jaringan tidak adekuat. 2. diare. Selanjutnya nilai-nilai dijumlahkan. Syok hipovolumik Syok hipovolumik merupakan syok yang disebabkan oleh hilangnya cairan / plasma (luka bakar. dengan jari mengepal & kaki extensi saat diberi rangsang nyeri). Menilai status kesadaran pasien GCS : 14 – 15 = CKR (cidera kepala ringan) GCS : 9 – 13 = CKS (cidera kepala sedang) GCS : 3 – 8 = CKB (cidera kepala berat) < 3 = koma 9. Ketika pasien tidak ada respon. Macam-macam shock Berdasarkan sumber penyebabnya terdapat 4 macam syok : 1. Hasil pemeriksaan kesadaran berdasarkan GCS disajikan dalam simbol E…M…V… 2.

disebabkan oleh trauma tulang belakang dan spinal syok (trauma medulla spinalis dengan quadrifelgia atau para flegia) 2.2 Etiologi syok No 1. polimixin. Lain-lain Gigitan binatang. Rangsangan pada medulla spinalis. Biologis Serum. 3. diare. 3. 1. Rangsangan hebat yang tidak menyenangkan. 1. Kehilangan plasma (missal pada luka bakar) 3. klorampenikol. Syok Neurogenik Tutorial 5 FK UMP ‘08 . ampoterisisn B 2. Hal ini terjadi pada orang yang pingsan menadak Page 41 2. missal karena puasa lama. anastesi local. Rangsangan parasimpatis pada jantung yang menyebabkan bradikardi jantung mendadak. missal nyari hebat. Tabel 2. obstruksi usus dan lain-lain. Syok sepsis Merupakan sindroma klinik ketidakadekuatan perfusi jaringan akibat terjadinya sepsis. antitoksin. 4. 3. toksoid tetanus. muntah. Disfungsi saraf simpatis. Makanan Telur. susu. Dehidrasi. misalnya penggunaan obat anstesi. 5. peptide. Antibiotic Penisilin. JENIS SYOK Syok hipovolumik ETIOLOGI 1. 4. Syok Anafilaktik 3. sofalosporin.Skenario A Blok XII Syok anafilaktik merupakan syok yang disebabkan oleh pajanan zat allergen sehingga memicu reaksi alergi yang akhirnya diikuti oleh vasodilatasi pembuluh darah massif. dan udang/kepiting 4. Syok neurogenik Merupakan syok yang disebabkan kegagalan pusat vasomotor yang ditandai dengan hilangnya tonus pembuluh darah secara mendadak di seluruh tubuh sehingga terjadi penurunan tekanan darah secara massif. Syok kardiogenik Merupakan syok yang disebabkan kegagalan jantung yang ditandai dengan menurunnya kardiak output sehingga mengakibatkan ketidakadekuatan volume intravascular. dan gamma globulin. Perdarahan 2.

terutama infark ventrikel kanan. proteus. serratia. Gangguan fungsi miokard • Infark miokard akut. enterokokus. 2. Kokus gram positif. 1. enterobacter. Gangguan mekanis • Regurgitasi mitral/aorta • Rupture septum interventrikuler • Aneurisma ventrikel massif • Obstruksi : . • Penyakit jantung arteriosklerotik • Miokardiopati 3. Bagaimana diagnosis kerjanya? Jawab : Diare akut dengan dehidrasi sedang ecausa infeksi Rotavirus 11. Infeksi bakteri gram negative. 1. missal : stafilokokus. kllsbella pneumoni.Skenario A Blok XII akibat gangguan emosional. Aritmia • Bradikardi/Takikardi 2. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 42 . 4. dan providential.Out flow : stenosis atrium . Syok Kardiogenik Jadi pada kasus ini Amir mengalami syok hipovolumik. misalnya : escericia coli.Inflow : stenosis mitral. Bagaimana penegakkan diagnosisnya? Jawab : • Anamesis Nama : Amir Umur : 11 bulan Berak-berak: Sifat tinja: konsistensi air lebih banyak dari pada ampas Lamanya: 3 hari yang lalu Frekuensi : 10 x/ hari Banyaknya ½ gelas tiap kali berak. miksoma atrium kiri/thrombus. Syok sepsis 5. dan streptokokus. 10.

lemah RR : 38x/ menit Temp: 38.Skenario A Blok XII Muntah muntah: Onset muntah-muntah : sehari sebelum berak: Frekuensi muntah : 6 x per hari Muntah berupa apa yang dimakan tidak disertai darah. • Pemeriksaan fisik: KU: composmentis TD : 70/50 mmhg BB: 8.8 kg TB : 75 cm HR: 144x/menit teratur . Hepar: 1 cm dibawah arcus coste Lien tidak teraba Tidak ada nyeri tekan Turgor : cubitan kulit kembali setela 2 detik Ekstrimitas : ujung kaki tangan dingin Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 43 . Leher : tidak ada kelainanan Toraks : tidak ada kelainanan Abdomen: datar Suara bising usus meningkat.7 C • Pemeriksaan spesifik: Kepala: Frontanela : cekung Mata: cekung Bibir: kering Membrana mukosa : kering. Demam: Ada demam Demam timbul bersamaa dengan muntah-muntah Demam terus menerus tidak pernah turun sampai sekarang.

mukus Volume sedang Leukosit PMN (+) (+) (+) (+) Toksik Penetreating Mukus Volume sedikit Leukosit MN (+) (+)/(-) (+)/(-) (-) Sepsis Kultur feses Faal ginjal ( ureum kreatinin ) Radiologi 13. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 44 . Bagaimana etiologinya? Jawab : Etiologi diare dapat dibagi dalam beberapa factor. shigela. yaitu : 1. E. Faktor infeksi a. campylobacter. salmonella. Bagaimana diagnosis bandingnya? Jawab : Karakteristik Gambaran Tinja : Non Inflamasi Watery Volume >> Demam Nyeri Perut Dehidrasi Tenesmus Komplikasi Leukosit (-) (-) (-) (+++) (-) Hipovolemik Inflamatory Bloody. Infeksi enteral ini meliputi : .8 gr/dl WBC : 4500/mm2 Dift count : 0/1/2/63/30/4 • • USG 12. dsb. yersinia.Infeksi bakteri : Vibrio. coli.Skenario A Blok XII • Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Laboratorium: • Pemeriksaan darah lengkap Hb: 12. Infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Aeromonas.

2. giardia lamblia. astyrovirus. Diperkirakan angka kejadian di negara berkembang berkisar 3. Diare pada anak merupakan penyakit yang mahal yang berhubungan secara langsung atau tidak terdapat Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 45 .2% dengan peringkat 2. strongyloides). trichomonas hominis). Bronchopneumonia. Diare masih merupakan penyebab utama kematian bayi dan balita. jamur (candida albicans). oxyuris.Infeksi virus : Enterovirus (virus ECHO.5 – 7 episode per anak pertahun dalam 2 tahun pertama kehidupan dan 2 – 5 episode per anak per tahun dalam 5 tahun pertama kehidupan. seperti Otitis Media Akut (OMA). Infeksi parenteral yaitu infeksi dibagian tubuh olain diluar alat pencernaan.Skenario A Blok XII . beracun. Faktor makanan : makanan basi. Malabsorpsi karbohidrat : disakarida (intoleransi laktosa. fruktosa dan galaktosa). alergi terhadap makanan 4. b. Malabsorpsi lemak c.4% dengan peringkat 3 dan proporsi kematian balita 13. Keadaan ini terutam pada bayi dan anak berumur dibawah 2 tahun. Poliomyelitis). Walaupun jarang dapat menimbulkan diare terutama pada anak yang lebih besar. trichius.Infeksi parasit : cacing (ascaris. b.3 juta kasus kematian sebagai akibatnya. Faktor malabsorpsi a. monosakarida (intoleransi glukosa. Ensefalalitis dsb. protozoa (entamoeba histolitica. Hasil Surkesnas 2001 didapat proporsi kematian bayi 9. adenovirus. Bagaimana epidemiologinya? Jawab : Setiap tahun diperikirakan lebih dari satu milyar kasus diare di dunia dengan 3. Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering ialah intoleransi laktosa. Faktor psikologis : rasa takut dan cemas. rotavirus. coxsackie. diperoleh angka kesakitan diare tahun 2000 sebesar 301 per 1000 penduduk angka ini meningkat bila dibanding survei pada tahun 1996 sebesar 280 per 1000 penduduk. maltosa dan sukrosa). Malabsorpsi protein 3. 14. Hasil survei oleh Depkes. Tonsilofaringitis.dll .

Bagaimana penatalaksanaannya? Jawab :  Langkah yang paling penting dalam mengatasi diare adalah menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Biaya untuk infeksi rotavirus ditaksir lebih dari 6.  Jika bayi tidak disusui oleh ibunya. codein. bisa diberikan cairan yang mengandung elektrolit melalui botol susu atau gelas.3 juta poundsterling setiap tahunnya di Inggris dan 352 juta dollar di Amerika Serikat. Bagaimana komplikasi? Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 46 . cairan biasanya diberikan melalui infus. 16.  Meskipun diare infeksius bisa disebabkan oleh bakteri. Jika penyakitnya ringan.  Apabila anak harus diberikan obat. Susu formula yang biasa bisa diberikan secara bertahap beberapa hari kemudian. pektin dan attapulgit aktif. diberikan susu formula yang tidak mengandung laktosa. paregorik (opium tinctur) atau loperamide.Skenario A Blok XII pembiayaan dalam masyarakat. sebaiknya segera setelah dehidrasinya teratasi.  Untuk membantu mengeraskan tinja bisa diberikan kaolin. 15.  Memberikan obat untuk menghentikan diare sebenarnya bisa membahayakan bayi karena obat ini bisa menghalangi usaha tubuh untuk membuang organisme penyebab infeksi melalui tinja.  ASI tetap diberikan untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi dan mempertahankan pembentukan ASI oleh ibu.  Jika bayi tampak sakit berat. berikan obat untuk membantu meringankan diare. tetapi tidak perlu diberikan antibiotik karena infeksi biasanya akan mereda tanpa pengobatan. diberikan obat seperti difenoksilat.

tangan harus dicuci bersih-bersih  Pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif  Pemberian makanan pendamping ASI yang bersih dan bergizi setelah bayi berumur 6 bulan  Mencuci tangan  gunakan produk terbuat dari susu yang telah dipasteurisasi untuk membunuh bakteri.  Hipoglikemia. hipotoni otot.  Kejang. berat.Skenario A Blok XII Jawab : Sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak. perawatan yang mendukung. sedang. 18. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 47 .  Hipokalemia (dengan gejala meteorismus. hipotonik. dapat terjadi beberapa komplikasi sebagai berikut :  Dehidrasi (ringan.  Untuk mencegah penyebaran infeksi. 17. sebaiknya setelah merawat bayi yang sakit. prognosis diare infeksius hasilnya sangat baik dengan morbiditas dan mortalitas yang minimal. bisa diberikan vaksin rotavirus peroral (melalui mulut). bradikardia. Bagaimana preventif & promotifnya? Jawab : Preventif  Untuk mencegah diare akibat infeksi rotavirus. sebagai akibat defisiensi enzim lactase karena kerusakan villi mukosa usus halus. Bagaimana prognosanya? Jawab : Dengan penggantian Cairan yang adekuat.  Jangan biarkan makanan pada suhu ruangan oleh karena dapat merangsang pertumbuhan bakteri. perubahan pada elektrokardiogram).  Intoleransi laktosa sekunder. lemah. terutama pada dehidrasi hipertonik. isotonik atau hipertonik)  Renjatan hipovolemik. dan terapi antimikrobial jika diindikasikan.

 Menjelaskan perlu pemahaman mengenai tanda-tanda dehidrasi seperti rewel.  Pemerberian imunisasi campak  Menggunakan air bersih yang cukup banyak  Menggunakana jamban keluarga  Cara membuang tinja yang baik dan benar Promotif  Menjelaskan agar ibu memberikan oralit sesendok teh tiap 1-2 menit sampai habis. Bagaimana Pandangan Islam? Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 48 . anak tampak kehausan sebaiknya segera dibawa ke Rumah Sakit atau poliklinik terdekat (penting bila setelah pulang dari RSDK anak sakit lagi).  Menjelaskan perlunya menjaga kebersihan diri dan alat-alat makan/minum (dot) dengan cara cuci tangan sebelum membuat susu dan menggunakan alat-alat makan/minum yang sudah dicuci bersih atau direbus dahulu. 19.Skenario A Blok XII  Masaklah makanan dan air minuman hingga matang. mata cekung. Memberitahu ibu cara melakukan sterilisasi dot yang benar.  Menganjurkan menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan pribadi contohnya tidak membuang sampah sembarangan.  Menganjurkan untuk menggunakan air bersih untuk membuat susu. air harus dimasak sampai mendidih. apabila anak muntah maka dihentikan dahulu +10 menit lalu dilanjutkan lagi tetapi lebih lambat misalnya sesendok tiap 2-3 menit. buang air besar di jamban. menangis tidak keluar air mata. Bila anak diare disertai muntah berulang. mencuci tangan sebelum membuat susu atau menbuang kotoran. bibir kering. kehausan.

karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit.Skenario A Blok XII Jawab : Menjaga kebersihan. kecuali telah diturunkan pula obatnya.Ahmad. karena kebersihan adalah sebagian dari iman. "Berobatlah wahai hamba-hamba Allah. 20. yaitu penyakit tua (pikun). Dokter dapat memutuskan dan mampu menangani problem itu secara mandiri hingga tuntas. selain penyakit yang satu. DAFTAR PUSTAKA Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 49 . Berapakah level of competence pada kasus ini? Jawab : Tingkat Kemampuan 4 Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray)." (HR. (sabda Nabi Muhammad SAW). Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

EGC. 150 -151. 2005. 134 -135. Brahm U.. pp.. Kapita Selekta Gastroenterologi Anak..E. Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ed. 6. 11. Titiek R.. editor edisi bahasa Indonesia. EGC. Ed. Sagung Seto. 830. editor. EGC. Wilson. Gastroenterologi Anak. Iwan S. [4] Silbernagl S. Jakarta. 140 – 141. pp. Vol. 2010.P. Jakarta. Irawati. (1997). 421 – 422. S.. Bandung. pp. editor edisi bahasa Indonesia.. Lang F. [3] Price S. [6] Pitono Soeparto. 1 – 24. 2006.. Tutorial 5 FK UMP ‘08 Page 50 . Huriawati H. 18 – 21. alih bahasa..M. Jakarta.A.R.C. L. [5] Sudrayat. [2] Sujono.. H. pp. alih bahasa. editor edisi bahasa Indonesia. et al.. Gastroenterologi. Luqman Y. 37 – 42. et al. pp.. Jakarta. 2002. J. 1. 2007. Alumni. Teks & Atlas Berwarna Patofisiologi. Iqbal M. Surabaya : GRAMIK FK Universitas Airlangga. alih bahasa...Skenario A Blok XII [1] Guyton A.. et al.. dkk. et al.