Nama : Eka Nurul Setiawati NIM : 0907419

Kelas : dik B TUGAS MENULIS FEATURE

Solusi Cepat yang Mengancam Tubuh

“Sedot Lemak, Sedot Kesehatan”
Sebuah tuntutan alamiah saat seseorang ingin tetap tampil indah dan menawan dipandang banyak orang. Untuk sebagian orang, usaha untuk tampil menarik dengan tubuh ideal ditempuh dengan cara yang wajar. Namun, lain halnya jika seseorang melakukan cara-cara instan untuk mendapatkan tubuh ideal. Tentu, banyak cara yang dilakukan oleh orang-orang „memermak‟ dirinya agar tampil lebih ideal. Padahal, tanpa disadari cara-cara tersebut hampir sama dengan tindak penyiksaan diri. Obesitas atau kelebihan lemak menjadi salah satu penghalang untuk tampil ideal dan proporsiaonal. Dewasa ini, banyak orang memilih cara instan untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan sedot lemak atau liposuction. Sebagian orang menganggap ini adalah solusi cepat dan tepat untuk mengatasi kelebihan lemak yang ada pada tubuhnya. Selain tidak memerlukan waktu yang lama, solusi ini juda dapat dilakukan tanpa harus berlelah-lelah melakukan olah raga dan repot mengatur pola makan. Padahal, jika diperhatikan proses ini memiliki banyak resiko yang tidak dinginkan. “ Namun, sesungguhnya liposuctian atau operasi sedot lemak ini bukanlah pilihan yang aman.” demikian lansir Skybold,seorang pengamat kesehatan, Selasa (24/1/2012) Sedot lemak atau liposuction merupakan jenis prosedur operasi yang menggunakan teknik penyedotan untuk mengeluarkan lemak tubuh dari bagian-bagian tertentu. Ide sedot lemak ini muncul pada tahun 1921 saat Charles Dujarrier (Prancis) berusaha mengerok lemak dari betis dan lutut seorang penari wanita menggunakan kuret uterus. Namun, terjadi komplikasi serius

ketika dilaksanakan proses sedot lemak berisiko munculnya pendarahan. dan penyembuhan yang tidak biasa. Kemudian. Pierre Fournier sendiri yang memberikan kursus sedot lemak di sebuah rumah sakit di Jakarta. Fournierlah yang mempopulerkan dan mengajarkan ke seluruh ilmu medis di dunia. Ancaman bagi Tubuh Dibalik proses sedot lemak ini menyimpan resiko-resiko tinggi yang harus dialami oleh pasien pelaku operasisedot lemak. Tetapi dengan adanya sebuah kasus kematian. Infeksi. kulit yang kurang elastis. proses ini dinilai menakutkan dan menjadi tidak popular. Komplikasi yang sering terjadi yaitu tampilan jaringan kulit yang tidak teratur. Proses sedot lemak juga dapat menimbulan . yaitu tidak menggunakan cairan yang harus disuntikan ke jaringan lemak. Kemudian. Bulan November 1990. Mati rasa ini dapat bersifat sementara atau permanen. Sampai bulan Maret tahun 2000. Kemudian pada tahun 1964. juga akan muncul setelah proses ini. Tahun1976. dan memburuk. Sedot lemak dilakukan sejak tahun 1980-an. Pada awal tahun 1990 reaksi dunia medis Indonesia terhadap sedot lemak cenderung melarang karena dapat membahayakan jiwa pasien. Ini merupakan akibat dari penyedotan yang tidak rata.yang menyebabkan kaki penari diamputasi. Pieree Fournier (Paris) meneliti lebih dalam dan menemukan cara baru dengan teknik kering. Perdoski Pusat mengadakan kursus bedah kulit pertama di RSPAD Gatot Subroto. infeksi. Proses ini juga memunculkan komplikasi-komplikasi setelah proses sedot lemak berlangsung. Schrudde melakukan pengambilan lemak menggunakan insisi kecil dan kuret dengan akibat meninggalkan bekas luka yang panjang pada kulit. Di Indonesia. dan reaksi yang tidak dinginkan terhadap pembiusan. Walaupun komplikasi ini jarang terjadi. bergelombang. Metode ini lebih diterima dalam dunia medis. namun jika terjadi infeksi akan membutuhkan perawatan pasca operasi yang cukup lama dan akan menimbulakn bekas luka yang signifikan. Karena akibat yang ditimbulakannya teknik ini tidak populer. Biasanya komplikasi ini bersifat permanen. bagi pasien yang melakukan sedot lemak. Fishcer mengembangkan metode kris-kros pada penyedotan. berpotensi mengalami mati rasa di bagian yang dioperasi. Menurut sebuah penelitian medis di Indonesia.

Menurut Dr. dari 9478 kasus sedot lemak atau liposuction yg dilakukan oleh 55 dokter kulit di Amerika Serikat.kebocoran di organ bagian dalam. Begitu besar risiko yang akan dihadapi seseorang pelaku sedot lemak.9 kilogram) hingga 3 pon (1. Risiko terbesar dalam proses sedot leak adalah kematian. 0. pada penelitian di Amerika Serikat tahun 1990. persiapan fisik.36 kilogram) dan paling maksimum mulai dari 5 hingga 6 pon (2. Selain itu. dan persiapan metal. Ini bias disebabkan oleh reaksi terhadap obat bius.2. Pertukaran cairan yang dimasukkan dan yang disedot dapat menimbulkan masalah pada ginjal dan jantung yang berujung pada kematian. Lebih baik berolah raga rutin dan menjaga pola makan secara teratur. mulai dari persiapan finansial. Menurut Dr. Persiapan proses sedot lemak juga benar-benar harus diperhatikan. tetapi kita perlu berpikir berulang-ulang kali mengingat risiko yang ditimbulakan besar. Perbanyak meminum air putih dan kurangi makanan berlemak. Ini memang solusi cepat. . idealnya lemak yang diangkat dari operasi ini adalah mulai dari 2 pon (sekitar 0.26 .05% mengalami komplikasi perdarahan dan 0. Tryswaty. Harun Riyanto. Dengan itu saja juga akan berhasil mengurangi lemak dalam tubuh. Ini membuktikan bahwa sedot lemak tidak menjamin keamanan dan kesehatan tubuh pasca operasi.72 kilogram). Kebocorannya membutuhkan operasi tambahan dan berpotensi untuk menjadi fatal. jika masih bisa melakukan diet teratur jangan dekai sedot lemak. Selebihnya dapat menyebabkan kematian.02% menderita infeksi.