You are on page 1of 47

Setiap tahapan perkembangan anak adalah masa penting.

Setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda-beda. Perlu ketelitian dari orangtua untuk mendorong anak agar mencapai puncak perkembangan optimal (gain moment) setiap anak. Seorang anak memang butuh pengalaman dan melakukan penemuan sendiri untuk mengoptimalkan momen pembelajarannya. Namun, orangtua juga harus menemani anak agar bisa menciptakan gain momentsbersama anak yang juga dibutuhkan dalam perkembangannya, terutama di periode emas kehidupan anak. Menurut Sani B. Hermawan, psikolog dan direktur Lembaga Psikologi Daya Insani, tahun pertama hingga ketiga usia anak merupakan periode emas kehidupan anak untuk bertumbuh dan berkembang. Pada usia tersebut, anak sedang dalam proses membentuk dirinya. Pengembangan kognisi serta emosi pada usia dini ciptakan fondasi paling hakiki si kecil. Peran orangtua di sini sangat penting, mulai dari pemberian nutrisi yang lengkap dan seimbang, hingga membantu si kecil mencapai perkembangan mental dan daya kognisi yang optimal. Menurut Sani, dalam acara "Wall of Gain Moment", peluncuran kemasan baru susu Gain Plus dan Gain School dari Abbot beberapa waktu lalu di Mall of Indonesia, Minggu, 30 Januari 2011, ada 4 faktor yang berperan dalam tumbuh kembang anak, yakni: 1. Biologik/fisiologik: Genetika, adanya kelainan fisiologis (seperti: disfungsi saraf pusat, malnutiri, dan lainnya). 2. Psikologik: Proses mental-psikologiks (seperti: hubungan emosional, motivasi, minat, bakat, perkembangan kognisi, persepsi, dan kreativitas). 3. Lingkungan: Keadaan lingkungan, stimulasi, fasilitas (seperti: kesehatan lingkungan, instrumen lingkungan, ketersediaan permainan, dan lainnya). 4. Interaksi dari beberapa faktor. Apa arti dari tumbuh kembang anak? Dijelaskan oleh Sani: Tumbuh adalah ada peningkatan secara kuantitas dan mudah diukur. Contoh, penambahan tinggi badan dan berat badan. Sifatnya irreversible (tidak bisa diulang). Kembang adalah Adanya peningkatan secara kualitas. Misalnya, dapat mengingat bentuk benda atau dapat menyebutkan warna. Sifatnya reversible (bisa diulang). Setiap orangtua tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Tetapi kadang bagaimana bisa yakin apa yang diberikan itu sudah cukup? Sani B. Hermawan, psikolog dan direktur Lembaga Daya Insani, dalam peluncuran kemasan baru susu Gain Plus dan Gain School dari Abbot Nutrition beberapa waktu lalu di Mall of Indonesia, Minggu, 30 Januari 2011, mengatakan bahwa ada 5 aspek perkembangan anak usia 1-5 tahun yang perlu diketahui oleh para orangtua secara garis besar. Berikut ini kelima hal tersebut: 1. Fisik

Lengkap bagian tubuh dan fungsi, Berat Badan dan Tinggi Badan sesuai umur. BB (1-6 tahun) = umur (tahun) x 2 + 8 TB = umur (tahun) x 5 + 80 2. Motorik (kasar-halus) Refleks, kemampuan motorik kasar, dan kemampuan motorik halus. 3. Bahasa Perkembangan bahasa: 6 bulan: Bergumam. 12-18 bulan: Menirukan suara. 18-24 bulan: Mengucapkan kata. 30-36 bulan: Tata bahasa mirip orang dewasa. 4. Kognisi * Sensorimotor (0-2 tahun). * Praoperasional (2-7 tahun). * Konkret operasional (7-11 tahun). * Formal operasional (11 tahun ke atas). 5. Emosi-Sosial * Memiliki kelekatan yang kuat dengan ibu atau dengan pengasuh. * Egosentris. * Interaksi dengan lingkungan lebih luas. * Mulai belajar untuk keterampilan menghasilkan sesuatu, seperti yang diharapkan lingkungannya. Pertumbuhan ( growth) berkaitan dengan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan (skill) fungsi organ atau individu. Kedua proses ini terjadi secara sinkron pada setiap individu. Proses tumbuh kembang seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait, yaitu ; faktor genetik / keturunan , lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial dan perilaku. Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak. Penilaian terhadap pertumbuhan seorang anak dapat dinilai melalui pertambahan berat dan tinggi badan dan sampai anak berusia 2 tahun masih dapat digunakan penilaian melalui lingkar kepala yang biasanya dibandingkan dengan usia anak. Beberapa cara penilaian melalui pemeriksaan fisik atau klinikal , pemeriksaan antropometri ( membandingkan tinggi badan terhadap umur,

berat badan terhadap umur, lingkaran kepala terhadap umur, lingkar lengan atas terhadap umur ) , contohnya KMS (kartu menuju sehat ) yang membandingkan berat badan terhadap umur , pemeriksaan radiologis, laboratorium, dan analisa diet. Beberapa faktor yang mempegaruhi pertumbuhan anak : Faktor heredo konstitusional ; tergantung ras, genetic, jenis kelamin dan kelainan bawaan Faktor hormonal ; insulin , tiroid, hormon sex dan steroid. Faktor lingkungan selama dan sesudah lahir ; gizi, trauma, sosio – ekonomi, iklim, aktivitas fisik, penyakit, dll. Perkiraan berat badan yang dapat mudah dilakukan dalam kilogram adalah berat badan waktu lahir bayi cukup bulan akan kembali pada hari ke 10.Berat badan menjadi 2 kali berat waktu lahir saat usia 5 bulan, menjadi 3 kali berat lahir saat usia satu tahun, dan menjadi 4 kali berat waktu lahir saat usia 2 tahun. Pada masa prasekolah kenaikan berat badan rata– rata 2 kg/ tahun. Perkiraan tinggi badan dapat pula dilakukan dalam sentimeter yaitu usia 1 tahun 1,5 kali tinggi badan lahir, usia 4 tahun 2 kali tinggi badan lahir, 6 tahun 1,5 kali tinggi badan 1 tahun,. Kita dapat pula mePrediksikan tinggi akhir anak sesuai potensi genetic berdasarkan tinggi badan orang tua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai potensinya. Rumus yang digunakan ;

TB anak perempuan = ( TB ayah – 13 cm ) + TB ibu _________________________ 2 TB anak laki-laki = ( TB ibu +13 cm ) + TB ayah __________________________ ± 8,5 cm ± 8,5 cm

PENDAHULUAN Memiliki anak dengan tumbuh kembang yang optimal adalah dambaan setiap orang tua.

1 Untuk mewujudkannya tentu saja orang tua harus selalu memperhatikan, mengawasi, dan merawat anak secara seksama. Proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara alamiah, tetapi proses tersebut sangat tergantung kepada orang dewasa atau orang tua. Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada masa balita ini perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional, dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian juga dibentuk pada masa ini. Pada masa periode kritis ini, diperlukan rangsangan atau stimulasi yang berguna agar potensinya berkembang. Perkembangan anak akan optimal bila interaksi diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangannya, bahkan sejak bayi masih dalam kandungan. Untuk bisa merawat dan membesarkan anak secara maksimal tentu kita perlu mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan anak itu sendiri, yang pada gilirannya akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi kita dalam merawat dan membesarkan buah hati kita.

1 Disampaikan pada seminar “Stimulasi Tumbuh Kembang Anak” Bandung, 11 Maret 2006.2 TUMBUH KEMBANG ANAK SEHAT Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya

meter). jumlah. Termasuk juga perkembangan emosi.berbeda. Kemampuan anak merupakan ciri-ciri yang khas yang diturunkan dari orang tuanya. Kebutuhan fisik-biomedis (”ASUH”) Meliputi: . intelektual dan tingkah laku sebagai hasil berinteraksi dengan lingkungannya. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar. Lingkungan yang baik akan menunjang tumbuh kembang anak. yaitu: 1. sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dari seluruh bagian tubuh sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. yaitu pertumbuhan dan perkembangan. tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan. Faktor genetik Faktor genetik ini yang menentukan sifat bawaan anak tersebut. Faktor lingkungan Yang dimaksud lingkungan yaitu suasana di mana anak itu berada. atau ukuran. sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan menghambat tumbuh kembangnya. 2. kilogram) dan ukuran panjang (cm. yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram. Dalam hal ini lingkungan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang sejak dalam kandungan sampai dewasa. secara umum dibagi menjadi 3 kebutuhan dasar yaitu: 1. Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang.

mental. kemandirian. atau psikososial. Kebutuhan emosi/kasih sayang (”ASIH”) Kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik. 3. agama.pakaian . ASIH. pengobatan .. produktivitas dan sebagainya. kepribadian. Anak yang mendapat ASUH. sanitasi lingkungan3 . Kebutuhan akan stimulasi mental (”ASAH”) Stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan. dan ASAH yang memadai akan mengalami tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya. pemberian ASI.kebersihan perseorangan. penimbangan yang teratur. moral-etika.pemukiman yang layak . kesegaran jasmani 2.rekreasi.perawatan kesehatan dasar: imunisasi. kreativitas.pangan/gizi . DIAGRAM PROSES TUMBUH KEMBANG ANAK GENETIK TUMBUH KEMBANG ANAK ASUH ASIH ASAH LINGKUNGAN MIKRO MINI MESO MAKRO .

3. STIMULASI DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK Kemampuan dan tumbuh kembang anak perlu dirangsang oleh orang tua agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan sesuai umurnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian juga dibentuk pada masa ini. Bahasa (kemampuan merespon suara. Gerakan motorik halus (menggambar. Empat parameter yang dipakai dalam menilai perkembangan anak adalah: 1. sosial. Kepribadian/tingkah laku (bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya). mengikuti perintah. berbicara spontan). memegang suatu benda dll). Pada masa balita ini kemampuan berbahasa. Anak yang mendapat stimulasi yang terarah akan lebih cepat . Gerakan motorik kasar (pergerakan dan sikap tubuh).IBU KELUARGA DILUAR RUMAH KEBIJAKAN4 PERKEMBANGAN ANAK Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Deteksi dini perkembangan anak dilakukan dengan cara pemeriksaan perkembangan secara berkala. apakah sesuai dengan umur atau telah terjadi penyimpangan dari perkembangan normal. bicara. 2. pendengaran. karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. perabaan) yang datang dari lingkungan anak. 4. kreativitas. Stimulasi adalah perangsangan (penglihatan.

karena dapat menimbulkan sifat-sifat ekspresif misalnya mengangkat alis.berkembang dibandingkan anak yang kurang bahkan tidak mendapat stimulasi. Pemberian stimulasi visual pada ranjang bayi akan meningkatkan perhatian anak terhadap lingkungannya. Berbagai macam stimulasi seperti stimulasi visual (penglihatan).liknya yaitu perhatian anak akan berkurang dan anak akan menangis. Perhatian dan kasih sayang juga merupakan stimulasi yang diperlukan anak. Tetapi bila simulasi auditif terlalu banyak (lingkungan ribut) anak akan mengalami kesukaran dalam membedakan berbagai macam suara. .5 Pemberian stimulasi akan lebih efektif apabila memperhatikan kebutuhankebutuhan anak sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya. auditif (pendengaran). kurangnya stimulasi taktil dapat menimbulkan penyimpangan perilaku sosial. reaksi dapat seba. dll. Selain itu anak juga memerlukan stimulasi taktil. taktil (sentuhan) dll dapat mengoptimalkan perkembangan anak. Stimulasi visual dan verbal pada permulaan perkembangan anak merupakan stimulasi awal yang penting. emosional dan motorik. Pada tahun-tahun pertama anak belajar mendengarkan. Stimulus verbal pada periode ini sangat penting untuk perkembangan bahasa anak pada tahun pertama kehidupannya. verbal (bicara). Kualitas dan kuantitas vokal seorang anak dapat bertambah dengan stimulasi verbal dan anak akan belajar menirukan kata-kata yang didengarnya. Pada tahap perkembangan awal anak berada pada tahap sensori motorik. Stimulasi juga dapat berfungsi sebagai penguat yang bermanfaat bagi perkembangan anak. bayi akan gembira dengan tertawa-tawa dan menggerak-gerakkan seluruh tubuhnya. membuka mulut dan mata seperti ekspresi keheranan. Tetapi bila rangsangan itu terlalu banyak.

. perhatian anak mulai keluar dari lingkungan keluarganya. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang responsif akan memperlihatkan perilaku eksploratif yang tinggi. anak akan 6 mengembangkan ide-idenya melalui pertanyaan-pertanyaan. Stimulasi ini akan menimbulkan rasa aman dan rasa percaya diri pada anak. Pada anak yang lebih besar yang sudah mampu berjalan dan berbicara. sehingga anak akan lebih responsif terhadap lingkungannya dan lebih berkembang. serta berguna untuk pengembangan aspek fisik (kegiatan-kegiatan . Dengan penguasaan bahasa. mencium. akan senang melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap lingkungannya. dengan menggunakan APE (alat permainan edukatif). Akan sangat menguntungkan apabila anak mempunyai banyak kesempatan untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. membelai. Motif ini dapat diperkuat atau diperlemah oleh lingkungannya melalui sejumlah rekasi yang diberikan terhapap perilaku anak tersebut. Melalui sosialisasi anak akan memperoleh lebih banyak stimulasi sosial yang bermanfaat bagi perkembangan sosial anak. dan perilaku mana yang mendapat marah dari ibu. Stimulasi verbal juga dibutuhkan pada tahap perkembangan ini. Misalnya anak akan belajar untuk mengetahui perilaku mana yang membuat ibu senang/mendapat pujian dari ibu. Pada masa sekolah.misalnya dengan bercakap-cakap. yang selanjutnya akan mempengaruhi perkembangan kognitifnya (kecerdasan). perhatian mulai teralih ke teman sebayanya. bermain dll. APE adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak disesuaikan dengan usianya dan tingkat perkembangannya. Pada saat ini di Indonesia telah dikembangkan program untuk anak-anak prasekolah yang bertujuan untuk menstimulasi perkembangan anak sedini mungkin.

Bermain. warna dll. dan masyarakat). melibatkan persaan. selain itu bila dikakukan bersama orang tuanya hubungan orang tua dan anak menjadi semakin akrab dan orang tua juga akan segera mengetahui kalau terdapat gangguan perkembangan anak secara dini. naik sepeda dll). serta menambah wawasan terhadap lingkungannya. Bermain bagi anak tidak sekedar mengisi waktu luang saja. perawatan kesehatan. tetapi perkembangan intelektual juga diperlukan. . dan aspek sosial (khususnya dalam hubungannya dengan interaksi antara ibu dan anak. dan pikirannya. Makanan yang baik. main tali. tetapi melalui bermain anak belajar mengendalikan dan mengkoordinasikan otot-ototnya. aspek bahasa (dengan melatih berbicara. seperti halnya kebutuhan makan untuk pertumbuhan badan. dan kesehatan yang terpelihara adalah penting. dan bermain. Bermain merupakan ”sekolah” yang berharga bagi anak sehingga perkembangan intelektualnya optimal. aspek kecerdasan (dengan pengenalan suara. melompat. Buku bacaan anak juga penting karena akan menambah kemampuan berbahasa. mengajak anak berbicara. Anak perlu diperkenalkan dengan olah raga sedini mungkin. emosi. latihan-latihan atau olah raga. bentuk.). ukuran. dan kasih sayang adalah ’makanan’ yang penting untuk perkembangan anak. berkomunikasi.7 Seorang ahli mengatakan bahwa prioritas untuk anak adalah makanan. Untuk perkembangan motorik serta pertumbuhan otot-otot tubuh diperlukan stimulasi yang terarah dengan bermain. Sehingga dengan bermain anak mendapat berbagai pengalaman hidup. keluarga. menggunakan kalimat yang benar).yang menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik anak). pertumbuhan yang adekuat. misalnya melempar/menangkap bola.

pensil warna.Melatih mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan . bola. sepatu. misalnya mengisap. lilin. menggenggam. TV 5. buku cerita. baju. puzzle. 4.Melatih kerja sama mata dengan tangan . Bahasa: Buku bergambar. sendok. 3. tali. lego.Di bawah ini ada beberapa contoh alat permainan balita dan perkembangan yang distimuli: 1. bola. balok. boneka.Melatih kerja sama mata dengan telinga . radio tape. Pertumbuhan fisisk/motorik kasar: Sepeda roda tiga/dua. misalnya congklak. bola. mainan yang ditarik atau didorong 2. .Melatih refleks-refleks (untuk anak berumur 1 bulan). Motorik halus: Gunting. buku cerita. Tingkah laku social: Alat permainan yang dapat dipakai bersama. pensil. Kecerdasan/kognitif: Buku bergambar. kaos kaki 6. kotak pasir. CIRI ALAT PERMAINAN UNTUK ANAK DIBAWAH USIA 5 TAHUN 0 – 12 bulan Tujuan: . Menolong diri sendiri: Gelas/piring plastik. majalah. radio.

Alat permainan yang terdiri dari: alat rumah tangga (cangkir.Melatih anak melakukan kegiatan sehari-hari semuanya dalam bentuk kegiatan yang menarik Alat permainan yang dianjurkan: .Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara . kardus-kardus besar.Melatih kepekaan perabaan .Memperkenalkan sumber suara . ember dll.Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang .Melatih mengenal sumber asal suara8 .Melatih keterampilan dengan gerakan berulang-ulang Alat permainan yang dianjurkan: .Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang .). balok-balok besar.Giring-giring 12 – 24 bulan Tujuan: . sendok.Mencari sumber suara/mengikuti sumber suara . botol plastik. piring.Genderang.Alat permainan berupa selimut dan boneka . buku .Alat permainan yang dapat didorong dan ditarik .Melatih anak melakukan gerakan mendorong dan menarik ..Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka . bola denga giring-giring didalamnya .Melatih imajinasinya .

Mengembangkan pengertian tentang berhitung. menghitung. mengenal dan membedakan warna) . kertas-kertas untuk dicoret.Melatih daya imajinasi .bergambar.Melatih motorik halus dan kasar . krayon/pensil warna.9 25 – 36 bulan Tujuan: .Bola 36 – 72 bulan Tujuan: .Menyalurkan emosi/perasaan anak . mengurangi .Lilin yang dapat dibentuk .Melatih kerja sama mata dan tangan .Puzzle sederhana .Berbagai benda yang mempunyai permukaan dan warna berbeda .Mengembangkan kemampuan berbahasa .Mengembangkan kecerdasan (memasangkan.Manik-manik ukuran besar .Alat-alat untuk menggambar .Mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan .Mengembangkan ketrampilan berbahasa . menambah.Kemampuan membedakan permukaan dan warna benda Alat permainan yang dianjurkan: .

Mengembang kreativitas .Mengembangkan kepercayaan diri . majalah anak-anak. memanjat.Mengembangkan kemampuan mengontrol emosi.Merangsang daya imajinasi dengan berbagai cara bermain pura-pura (sandiwara) .Mengembangkan sosialisasi atau bergaul dengan anak dan orang diluar rumahnya .Mengenalkan suasana kompetisi. lari dll)10 . misalnya pengertian terapung dan tenggelam . gotong royong Alat permainan yang dianjurkan: . gunting.Menumbuhkan sportivitas . orang tua. alat gambar & tulis. motorik halus dan kasar . bulu bergambar.Berbagai benda dari sekitar rumah. Dalam tumbuh kembang anak terdapat tahapan yang perlu diperhatikan pada periode kritis: .Memperkenalkan pengertian yang bersifat ilmu pengetahuan. orang lain diluar ruma 2 GIZI memiliki peranan yang tidak diragukan lagi pada tumbuh kembang anak terutama dalam kaitannya dengan lingkungan anak sejak dalam kandungan hingga remaja.Membedakan benda dengan perabaan .Mengembangkan koordinasi motorik (melompat. kertas untuk belajar melipat. air . Pola makan dan kualitas makanan anak di negara-negara tropik merupakan tantangan yang sangat perlu dikaji lebih mendalam untuk menjawab masalah gizi pada tumbuh kembang anak di Indonesia. Sejak lama telah diketahui bahwa gizi sangat penting peranannya dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak sejak konsepsi dalam rahim dan berakhir pada masa pubertas..Teman-teman bermain: anak sebaya.

sosial. berat badan si anak hanya mencapai 80 persen dari berat badan normal. Gizi harus dipenuhi justru sejak masih anak-anak. orang tua harus mengerti dengan baik kebutuhan gizi si anak agar anak tidak mengalami kurang gizi. juga penting untuk perkembangan otak.  Tahap Prenatal (dalam rahim) . Pada ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi akan melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. vitamin dan mineral. Tahap Postnatal (pasca lahir) . maka bayi yang dikandungnya akan lahir normal. Untuk itu. Pada tahap ini. karena gizi selain penting untuk pertumbuhan badan.  GIZI merupakan unsur yang sangat penting di dalam tubuh. Pada tahap ini. Hanya saja.  Sedangkan yang kedua.Dimana bayi dalam proses tumbuh kembang hingga dewasa dipengaruhi oleh lingkungan hidup keluarganya. tubuh akan segar dan kita dapat melakukan aktivitas dengan baik. apabila ibu hamil mendapatkan makanan yang cukup.  Tanda kurang gizi  Menurut Dr. Dokter Ahli Gizi Medik Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita. Gizi yang tepat merupakan promosi utama untuk pertumbuhan dan perkembangan normal pada anak waktu tahap-tahap di atas. Sri menjelaskan bahwa belum ada tanda-tanda khusus yang dapat dilihat dengan jelas. ekonomi dan faktor lingkungan lainnya.S. Sri Kurniati M. Kebutuhan gizi pada usia balita perlu diperhatikan tentang kualitas ASI dan kemampuan memberikan ASI ekslusif pada ibu bekerja di Indonesia hingga 6 bulan. Untuk menghindari masalah yang serius karena kekurangan gizi makan pada tahap-tahap diatas:   Tahap Prenatal . karbohidrat dan cairan) Mikro Nutrien (vitamin dan mineral) Dalam era globalisasi ini perkembangan teknologi pangan dan gizi tampak sangat menonjol sehingga produk yang ditawarkan pada masyarakat semakin banyak dan bervariasi. berat badan si anak hanya mencapai 70 persen dari berat badan normal. mengkonsumsi makanan dan buahbuahan yang bergizi serta meminum susu khusus ibu hamil yang memiliki kandungan gizi yang baik.Perlu makanan pendamping ASI (MPASI) yang bermutu dan bergizi tinggi setelah bayi diberikan ASI Ekslusif selama 6 bulan. orang tua juga harus mengetahui apa dan bagaimana kurang gizi itu. Tahap Postnatal .Perlu tambahan nutrisi dengan tujuan untuk meningkatkan status gizi para ibu hamil dengan cara menerapkan pola makan yang baik.Merupakan bagian dari suatu proses perkembangan genetik yang dimodifikasi oleh variable ibu (maternal). Selain itu. disebut sebagai Kurang Energi Protein Ringan. Untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi bagi balita diperlukan makanan pendamping ASI yang bergizi yang kaya akan kandungan protein. dan warna rambut berubah agak kemerahan. ada tanda yang bisa dilihat dengan jelas adalah wajah menjadi pucat.. Dengan gizi yang baik. disebut sebagai Kurang Energi Protein Sedang. Anak membutuhkan:   Makro Nutrien (protein. Selain itu. . Perubahan pemberian makanan dan kesukarannya menjelang 2 tahun merupakan akhir kritis yang sangat menentukan. lemak. kurang gizi pada anak terbagi menjadi tiga.  Pertama.

biasa disebut Marasmus. kondisi sosial ekonomi keluarga yang sulit. Keempat. anak yang kurang gizi tersebut. “Tidak harus mahal. Pada bagian ini terbagi lagi menjadi dua. “Kurang gizi yang murni adalah karena makanan. Selain tanda-tanda atau gejala-gejala tersebut. Keenam. dan terkadang terjadi borok pada kornea. maka otomatis mereka akan kekurangan gizi. Misalnya penyakit jantung dan paru-paru bawaan. Upaya yang harus dilakukan Bila kekuangan gizi. asal kualitasnya baik. ada juga tanda lainnya. Dengan demikian. Sri menambahkan. infeksi. jarak antara usia kakak dan adik yang terlalu dekat ikut mempengruhi. melakukan pengobatan kepada si anak dengan memberikan . sehingga kakak cenderung tidak terurus dan tidak diperhatikan makanannya.” kata Sri. akan sembuh dalam waktu yang lama. anak akan mudah sekali terkena berbagai macam penyakit. sehingga mata bisa pecah. jika tinggi badan si anak tidak terus bertambah atau kurang dari normal. Upaya-upaya yang dilakukan tersebut antara lain adalah meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai gizi. Kedua. ada beberapa tanda lainnya yang bisa secara langsung terlihat. Dengan demikian kondisi ini juga akan mempengaruhi perkembangan intelegensi anak. kemudian karena kekurangan vitamin A. “Pedoman untuk mengetahui anak kurang gizi adalah dengan melihat berat dan tinggi badan yang kurang dari normal. itu menandakan bahwa kurang gizi pada anak tersebut sudah berlangsung lama. anak yang mulai bisa berjalan mudah terkena infeksi atau juga tertular oleh penyakit-penyakit lain. karena jika anak sudah jarang makan. Kelima. anak kurang gizi bisa juga karena adanya penyakit bawaan yang memaksa anak harus dirawat. yaitu kurang sekali. ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kurang gizi pada anak. Faktor ini cukup banyak mempengaruhi.             Ketiga. Faktor penyebab Kurang gizi pada anak. Penyakit-penyakit penyerta tersebut misalnya adalah anemia atau kurang darah.” lanjut Sri.” tutur Sri. Oleh karena itulah si Ibu harus pintar-pintar memilihkan makanan untuk anak. bisa juga diberikan makanan yang murah. Faktor Penyebab Kurang Gizi Sri menjelaskan. kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu mengenai gizi. Pertama. disebut sebagai Kurang Energi Protein Berat. Oleh karena itu akhirnya si kakak menjadi kurang gizi. kornea mengalami kekeringan. si Ibu harus dapat memberikan makanan yang kandungan gizinya cukup. Untuk itu. selain karena makanan. rambut berwarna merah dan mudah dicabut. seperti penyakit penyertanya. Antara lain adalah kaki mengalami pembengkakan. sehingga anak mudah sakit-sakitan. belum bisa mengurus dirinya sendiri. bisa terjadi di usia Balita (Bawah Lima Tahun). “Balita itu konsumen pasif. anak menjadi kurang gizi. Pada kwashiorkor. mata menjadi rabun. perhatian si ibu untuk si kakak sudah tersita dengan keberadaan adiknya. Menurut Sri. terutama ntuk makan. selain berat badan. Tanda pada marasmus ini adalah berat badan si anak hanya mencapai 60 persen atau kurang dari berat badan normal. kulit mengerak dan pecah sehingga keluar cairan. bagi anak yang mengalami kurang gizi. harus dilakukan upaya untuk memperbaiki gizinya. diare yang sering terjadi. Selain marasmus. Selain itu. yang ketiga adalah karena lingkungan yang kurang bersih. serta pecah-pecah di sudut mulut.” kata Sri. Karena sakit-sakitan tersebut. ada lagi yang disebut sebagai Kwashiorkor.

zat besi. karbohidrat. dan motorik halus. Pada perkembangan sosial adaptif. sudah mulai merangkai 2 kata. motorik kasar. dan mineral. misalnya. ma. Makanan dengan kuantitas yang baik adalah makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan si anak. "Mama maem. ba. dan melakukan gerakan koordinasi tangan ke mulut. 4 kemampuan dasar ini merupakan modal anak untuk melakukan fungsi-fungsi dalam kehidupannya kelak. Kemudian. Bagi keluarga yang tidak mampu. sudah mulai berdiri dan berjalan.. 4. Sudah harus bisa mengangkat kepala. Mulai dari perkembangan sosial adaptif. Usia 2 tahun. memiliki perbendaharaan kata setidaknya 5 kata.. Untuk kemampuan bahasanya. misalnya mengganti susu dengan telur. ba." 6." 3. makanan yang baik adalah makanan yang kuantitas dan kualitasnya baik. Dan akan lebih baik jika memberikan vitamin dan protein melalui susu.. makanan yang dapat menjadikan status gizi si anak menjadi lebih baik. bisa menyiasatinya.. Menurut Sri. sudah bisa mengeluarkan vokal tertentu seperti "Oooo" atau "Aaaa".3 bulan. yang dapat merupakan indikasi gangguan yang diderita anak. 2. Upaya yang terakhi adalah dengan mengobati penyakit-penyakit penyerta. Usia 0 ." Dasar perkembangan ini sebaiknya benar-benar diperhatikan para orangtua. Misalnya.6 bulan. bahasa. bukan lagi sekadar refleks saja. Pada kemampuan bahasa. PENDAHULUAN . sudah mulai babbling mengucap. 1. Dengan demikian. "Ma. dan dilakukan sebagai langkah antisipasi bila anak mengalami keterlambatan perkembangan. idealnya sudah mulai belajar merangkak dan tertawa saat bermain cilukba. harus dilakukan pemilihan makanan yang baik untuk si anak. setidaknya sudah mampu tengkurap sebagai perkembangan awal motorik kasar. memasukkan benda ke dalam wadah. pemantauan perkembangan harus dilihat berdasarkan 4 kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap anak. dan sudah memahami kata mama atau papa. sudah mulai melakukan senyum sosial. memindahkan benda dari tangan yang satu ke yang lain. Usia 1 tahun. 5. memberi makanan si anak berapa piring sehari adalah sesuai kebutuhannya. (m-4) Dalam teori perkembangan anak. antara lain protein. makanan yang kualitasnya baik adalah makanan yang mengandung semua zat gizi. Usia 3 tahun anak sudah mulai merangkai 3 kata seperti "Mama minum susu. Usia 3 . dan mulai belajar duduk. biasanya mulai belajar tengkurap dan membolak-balikkan badan. Usia 9 bulan.

Perkembangan anak akan optimal bila interaksi sosial diusahakansesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan. mengenali dan memahamitumbuh kembang anak yang normal sejak usia 1 tahun sampai 5 tahun yang dapatdiaplikasikan dalam praktek sehari-hari Tumbuh Kembang Usia 18 – 24 Bulan 2.Perkembangan psiko-sosial sangat dipengaruhi lingkungan dan interaksi antara anakdengan orang tuanya. Tidak hanya kemajuan fisik tetapi juga secara sosial dan emosional.1 2. sedangkan pertumbuhan fisiknya melambat.3. Anakusia pra sekolah merupakan periode ajaib mendapatkan pengalaman dari aktivitas danrasa ingin tahu. sehingga membutuhkan perhatian orang tua yang besar. seorang anak dapat sangat senang.2 Perkembangan Kognitif . bahkan gusar. dengan pertambahan hanya 5 cm yang didapat pada beberapa tahunke depan.3. kesadaran emosional dan inteligensia berjalan sangat cepat.8.Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejakkonsepsi sampai berakhirnya masa remaja.1 Perkembangan Fisik Perkembangan motorik ialah suatu kemajuan pada usia ini.kesadaran sosial. 90% dari lingkar kepala dewasa didapatkanpada usia 2 tahun. Padaanak usia toddler. Referatini dibuat bertujuan supaya para pembaca mengetahui. Berat dan tinggi meningkat secara bertahap meskipunpertumbuhan kepala terjadi agak lambat.4 Pada usiaToddler dan prasekolah anak mengalami lompatan kemajuan yangmenakjubkan. denganperkembangan di dunia di bidang keseimbangan dan kelincahan serta kemampuan untukberlari dan menaiki tangga. Pada masa ini perkembangan kemampuan berbahasa. kreativitas.Psikososialnya berkembang pesat.13 Pada referat ini. akan dibahas tentang pertumbuhan dan perkembangan anaksejak usia 1 tahun sampai 5 tahun atau usiaToddler dan anak usia prasekolah. Anak bukan dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan danperkembangan yang sesuai dengan usianya. Hal ini yang membedakan anak dengandewasa. Karena padamasa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangananak selanjutnya.7 Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. sibuk.

sehingga sebuah boneka dapat diberi makan dengan piring kosong. Tidur sendiri seringkali sangat sulit. jika merekamemperhatikan titik merah pada hidung mereka atau beberapa penampilan yang tidakbiasa. sebab awal.3 Perkembangan Emosi Pada banyak anak. “jangan. kognitif berubah pada umur 18 bulan. Obyek permanen benar-benar didirikan. buktiadanya internalisasi standar perilaku. Seperti reorganisasi pada umur 9 bulan. Faktanya mereka sering menyentuh . Bahasa menjadi penting untuk mengontrol gerakhati. dan hubungan antara ide-ide. jangan”.3. Ketika tergoda untuk menyentuh objek yangdilarang. Pada fase ini digambarkansebagai penyesuaian yang mungkin merupakan reaksi tumbuhya kesadaran darikemungkinan berpisah. kebebasan relatif pada periode sebelumnya memberi jalanuntuk menambah keterikatannya pada usia sekitar 18 bulan. Anak yang sedang belajar berjalan memandang cermin untuk pertama kalinya. menggunakan tongkat untuk menggunakan mainan yang ada di luarjangkauannya dan menggambarkan bagaimana cara menggerakkan mesin mainan.dengan banyaknya kesalahan awal dan kemarahan.Pada usia kira-kira 18 bulan. Mereka mulai mengenali ketika mainannya rusak dan mugkin menyerahkankepada orang tua untuk diperbaiki. beberapa perubahan kognitif datang menandaikesimpulan periode sensorimotor. Sebab dan akibat dimengertidengan lebih baik. balita yangbaru belajar berjalan mengaharapkan adanya obyek yang dapat digerakan walaupunbenda itu tidak dapat dilihat karena sedang bergerak.1 2. Obyek transisi tetap pentigsampai peralihan ke pemikiran simbolis telah dilengkapi dan simbol kehadiran orangtua telah dipenuhi. sesuatu yang berguna sebagai simbol dariketidakhadiran orangtua (obyek dalam istilah psikoanalitik).Perubahan bentuk secara simbolik dalam permainan tidak lagi terikat pada tubuh balitaitu sendiri.menyentuh wajah mereka sendiri bukannya bayangan cermin. dan balita memperlihatkan kemampuan dalam menyelesaikanmasalah.1 Kesadaran sendiri dan pemenuhan standar evaluasi pertama muncul pada usiaini. berkorelasi dengan perubahan penting dalam emosi dan bidang bahasa. Banyak orang tua yang mengatakan bahwa mereka tidak bisakemana-mana tanpa bersama-sama anaknya. mereka mungkin berkata kepada diri mereka sendiri. Banyak anak menggunakan selimutkhusus atau mainan sebagai obyek transisi.

Bahasa juga memberikan anak perasaan mengontrol lingkuangan sekitarnya. Penting untuk diketahui bahwa kebanyakananak tidak benar-benar mahir 2 bahasa. Kebanyakan anak banyak mempunyai satubahasa yang utama dan bahasa lainnya hanya sebagai bahasa sekunder. Namun jeniskelamin dan pajanan 2 bahasa bukan menjadi alasan gagalnya merujuk anak karenaterlambat bicara untuk evaluasi lebih lanjut. Merekamulai mengerti perasaan anak lainnya jika disakiti. permulaan tata bahasa.5 Keterlibatan Orang Tua dan Dokter Anak Dengan pertambahan gerakan. Memberi nama objek bertepatan dengan kedatangan pemikiran simbolistik.2 2. Setelah menyadari bahwa kata-kata dapat berarti benda.4 Perkembangan Bahasa Mungkin perkembangan yang paling dramatik pada periode ini ialah bahasa.seperti “selamat tinggal” atau “malam-malam”.suatuobjek untuk menunjukkan kelemahan relatif dari proses hambatan internalisasi padatahap ini. anak-anak mulai menggabungkankata-kata tersebut untuk memulai kalimat sederhana.1 Saat perasaan anak berkembang akan dirinya. Kemunculan bahasa lisan menandakanberakhirnya periode sensorimotor. Anak dapat memeluk anak lainnya yangmendapatkan distress atau menjadi perhatian ketika seseorang sedang sakit.3.1 Bertambahnya perbendaharaan kata yang ekspresif bervariasi antara usia 12sampai 24 bulan. seperti “berikan bola itu dan pakaisepatumu”. Anakanak dengan pertambahan bahasa yang tertunda sering mempunyaimasalah tingkah laku yang . pembatasan fisik pada penjelajahan anak menjadikurang efektif.3. mereka mulai mengerti perasaanorang lain dan membangun rasa empati. Padatingkat ini. anak mengerti perintah 2 tahap. kata-kata menjadi bertambah penting untuk mengontrol tingkah lakujuga kognisi.2 2. kebutuhan untuk kognisi didasarkan pada perasaan langsung dan gerakanmanipulasi berkurang. Seperti anak-anak yang baru berjalan-jalan belajarmenggunakan simbol-simbol untuk mengungkapkan ide-ide dan menyelesaikanmasalah. dan kesadaran ini mendorongmereka untuk menahan perilaku agresif mereka. perbendaharaan kata anak berkembangdari 1015 kata-kata pada usia 18 bulan menjadi 50-100 pada usia 2 tahun. Setelahmendapat perbendaharaan kata kira-kira 50 kata. Anak laki-laki dan anak yang diajarkan 2 bahasa cenderungmengalami perkembangan bahasa yang lebih lambat selama usia tersebut.

sangat penting untukmemberikan buah dan sayur pada setiap kali makan untuk membuat anak terbiasadengan makanan ini. termasuk hukuman badan.Susu dan produk susu merupakan sumber kalsium dan . lebih baik menempatkan anak pada tempat yang aman ataumengganti 1 aktivitas ke aktivitas lainnya. Perkembangan bahasa menjadi mudah ketikaorang tua dan pengasuh memakai kalimat yang sederhana. Awalnya hindari kontak mata secara langsung.lebih besar. Daripadamembatasi pergerakan anak.9. Perkembangan rutin harian sangat membantu anakpada usia ini. Kekakuan dalam rutinitas dapat mencerminkan kebutuhan penguasaanmerubah lingkungan. alternatif yang efektif biasanya lebih dihargai. jelas. usia toddler merupakan usia transisi dari perubahandiet tinggi lemak sejak bayi menjadi diet rendah lemak pada usia pra sekolah dan anakyang lebih tua. Secara umum. Lakukanpemeriksaan sebanyak mungkin yang dapat dikerjakan dengan anak ada di pangkuanorangtuanya.harus didiskusikan.6 Nutrisi padaToddler Anak kecil membutuhkan diet dengan kandungan energi yang besar. Pemberian buah-buahan dan sayur-sayurandengan porsi 80 gram sehari harus dipikirkan oleh orang tuanya.1 2. beberapa prosedur dapat mengurangi rasa cemasanak terhadap keasingan. Periode teratur dengan melihatbuku-buku bergambar bersama-sama berlanjut untuk menyediakan suasana yang idealuntuk perkembangan bahasa. merekacenderung makan-makanan tinggi lemak dan karbohidrat namun rendah buah-buahandan sayur-sayuran. Membantu orang tuauntuk mengerti dan beradaptasi dengan perubahan emosi anak yang berbeda dapatmerupakan intervensi yang penting. Orang tua harus mengerti tentang pentingnya penjelajahan. Metode disiplin.1 Dalam ruang pemeriksaan.10 Orang tua harus diberitahu bahwa makanan yang mengandung karbohidrat harusdiberikan saat anak makan menu utama. menanyakanpertanyaan dan tanggap terhadap kalimat anak-anak yang tidak sempurna dankomunikasi yang dibuat dengan kata-kata yang tepat. dan dibakar untuk membuat manis rasanya danditambahkan pada sup dan saus dapat menambah konsumsi sayur dan buah pada anak. Dokter anak dapat menjelaskan tentang munculnya kembali masalah perpisahan dan penampilan menghargai selimut atau boneka beruang sebagai fenomenaperkembangan.3. diaduk pada penggorengan. Dengan memotong-motong sayur atau buah menjadi potongankecil.

9 Namun. seperti diet yangrendah dan aktivitas fisik yang rendah. maka orang tua/pengasuh/pendidik/masyarakat dan tenaga kesehatan harus memanfaatkan . Namun. Terdapat bukti bahwa kebiasaan makan terus memburukdibandingkan dengan tahun 1950andan beberapa bukti bahwa toddler tidak aktifdaripada yang seharusnya (contohnya di Amerika.dan makanan alternatif bagi vegetarian (seperti telur. namun batasi lama waktu makan. kue.nutrisi lainnya yang sangatpenting. Anak-anak dengan pertambahan berat badan yang sedikit-sedikit menandakanburuknya pertumbuhan yang disebabkan oleh nutrisi yang rendah dan infeksi. dan orang tua sebaiknya memberikan sebanyak 3 kali sehari. masa yang sangat peka bagi otak anak dalam menerima berbagai masukan dari lingkungan sekitarnya. dan batasi makanmakanan gula dan mengandung natrium. 1 sampai 2 kali pemberian daging.9 Menganjurkan pemberian makan 3 kali sehari ditambah pemberian makanankudapan. penonton televisi semakin banyakdengan hampir setengahnya anak-anak berusia 2-3 tahun yang menonton lebih dari 3jam per hari). yaitu genetik. Suplemen vitamin (tetes vitamin A dan D) juga dianjurkan pada anak-anak. biskuit) dapatdiberikan dalam jumlah tidak banyak dan tidak boleh menggantikan makanan pentinglainnya. anak juga dapat menjadi gemuk (obes). mendoronganak untuk makan sendiri menggunakan sendok dan cangkir. inimerupakan kasus yang terus-menerus terjadi pada negara berkembang. Makanan tinggi lemak dan karbohidrat (seperti es krim.memberikan banyak susu dapat menggantikan makanan penting lainnya dan dapatmengarah kepada defisiensi Fe pada toddler. kacang) juga harusdiberikan dan dapat disajikan dengan makanan yang berkuah untuk melembutkanbentuknya. merupakan faktor resiko yang besar membuatbertambahnya berat anak. Pendahuluan Periode 5 (lima) tahun pertama kehidupan anak sering disebut juga sebagai "Masa Keemasan (golden period) atau Jendela Kesempatan (window opportunity) atau Masa Kritis (critical period)" karena periode ini merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat pada otak manusia. buncis. hindari percekcokan saat makan. Terdapat beberapa faktor yangmempengaruhi obesitas pada anak. faktor lingkungan. Mengingat masa 5 tahun pertama merupakan masa yang 'relatif pendek' dan tidak akan terulang kembali dalam kehidupan seorang anak. ikan.

yaitu melakukan pemeriksaan/skrining atau mendeteksi sejak dini terhadap kemungkinan adanya penyimpangan tumbuh kembang balita. 1. kader BKB. yaitu:    Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan. Intervensi dini. petugas TPA. guru play group atau guru TK. Apa yang disebut Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak? Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak adalah kegiatan pemeriksaan/skrining untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada anak balita dan pra-sekolah. Di Posyandu/Pos PAUD/BKB/TPA/Kelompok Bermain (play group)/Sekolah TK. kader PAUD. oleh kader kesehatan. Kegiatan SDIDTK meliputi:     Stimulasi dini yang memadai. Ada 3 jenis deteksi dini. berbicara. Deteksi dini penyimpangan perkembangan. bersosialisasi dan kemandirian anak meningkat secara optimal sesuai usia anak. yaitu merangsang otak balita agar perkembangan kemampuan motorik (gerak kasar dan halus). Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan Kegiatan deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dapat dilakukan di tempat-tempat sebagai berikut:   Di rumah. berbahasa. . serta mencegah supaya penyimpangannya tidak menjadi lebih berat. Oleh karena itu orang tua perlu mengupayakan agar anaknya bertumbuh dan berkembang optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. sebaliknya bila penyimpangan terlambat diketahui maka intervensi untuk perbaikannya lebih sulit dilakukan.kesempatan ini untuk membentuk anak menjadi anak yang berkualitas tinggi melalui kegiatan Stimulasi. deteksi dini dilakukan oleh orang tua/pengasuh. Deteksi dini. yaitu merujuk/membawa anak ke fasilitas kesehatan bila masalah penyimpangan tumbuh kembang tidak dapat diatasi di tingkat rumah tangga meskipun sudah dilakukan intervensi dini. Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Rujukan dini. Upaya yang dapat dilakukan adalah memenuhi kebutuhan dasar anak agar bertumbuh dan berkembang optimaltermasuk melakukan kegiatan SDIDTK. Keuntungan lain dari deteksi dini adalah agar tenaga kesehatan mempunyai waktu dalam menyusun rencana dan melakukan tindakan/intervensi yang tepat. Deteksi dini penyimpangan mental emosional. yaitu melakukan koreksi sejak dini dengan memanfaatkan plastisitas otak anak untuk memperbaiki bila ada penyimpangan tumbuh kembang. Kebutuhan tumbuh kembang merupakan salah satu hak dasar anak sesuai Undangundang Nomor 23 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak dan Konvensi Hak-hak anak tahun 1989/1990. Semakin dini ditemukan penyimpangan maka semakin mudah dilakukan intervensi untuk perbaikannya.

Puskesmas. kurus. Pustu. Formulir KPSP tersedia untuk untuk setiap kelompok umur anak dari 3 bulan hingga 72 bulan. Alat yang dipakai: Formulir KPSP menurut kelompok umur. 12. BKB = Bina Keluarga Balita. 9. Jadwal skrining KPSP rutin dilakukan pada saat umur anak mencapai 3. Formulir KPSP berisi 9-10 pertanyaan tentang kemampuan perkembangan yang telah dicapai anak. Pemeriksaannya terdiri dari: a) Deteksi penyimpangan perkembangan anak menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) Tujuan deteksi/skrining ini untuk mengetahui apakah perkembangan anak normal atau tidak. kurus sekali) b. 60. 30. Pos PAUD/BKB. bertujuan mengetahui apakah lingkaran kepala anak dalam batas normal atau tidak normal (terdiri dari makrosefal atau mikrosefal) Jadwal pengukuran BB/TB disesuaikan dengan jadwal deteksi dini tumbuh kembang balita. 21. Bidan dan dokter praktek hingga Rumah Sakit. Pelaksana skrining bisa petugas/kader Posyandu/PAUD/BKB. maka gunakan KPSP untuk usia skrining terdekat yang lebih muda. guru TK. Pengukuran Lingkar Kepala Anak (LKA). 2. TPA = Tempat TK = Taman Kanak-kanak Penitipan Anak Alat yang digunakan: Buku KIA atau KMS. 54. 6. Bila orang tua datang dengan keluhan anaknya mempunyai masalah tumbuh kembang pada usia anak diluar jadwal skrining. Polindes. bertujuan untuk menentukan status gizi anak (gemuk. Catatan: PAUD = Pengembangan Anak Usia Dini holistik dan integratif. 66 dan 72 bulan. 18. tabel BB/TB. sedangkan untuk anak usia 12-72 bulan pengukuran dilakukan setiap 6 bulan. 15. grafik LK. petugas memeriksa/menanyakan kepada orang tua dan anak. Untuk anak usia 0-11 bulan pengukuran dilakukan setiap 3 bulan. 36. 48. normal. Hal-hal yang diukur pada deteksi dini penyimpangan pertumbuhan: a. 42. Jadwal pengukuran LKA disesuaikan dengan umur anak. alat pengukur tinggi/panjang badan dan pita pengukur lingkar kepala. tenaga kesehatan atau petugas terlatih lainnya. Pengukuran Berat Badan terhadap Tinggi Badan (BB/TB). timbangan dacin. Di Puskesmas. oleh dokter/bidan/perawat/ahli gizi atau petugas lain yang berwenang. 24. . Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan Anak Deteksi dini penyimpangan perkembangan anak dilakukan di semua tingkat pelayanan kesehatan mulai dari Posyandu.

sedangkan pada anak usia lebih dari 24 bulan. berikan anak pujian. pemeriksa menunjuk poster E dengan alat penunjuk dan menanyakan arah huruf E kepada anak. Intervensinya: bila perlu pemeriksaan diulang 2 minggu kemudian untuk meyakinkan bahwa ada gangguan pendengaran. sedangkan bila jawaban "Ya" berjumlah 6 atau kurang berarti kemungkinan ada PENYIMPANGAN perkembangan anak. Interpretasi hasil pemeriksaan: Bila ada satu atau lebih jawaban "Tidak" kemungkinan anak mengalami gangguan pendengaran. Ulangi pada mata anak sisi sebelahnya. bila jawaban "Ya" berjumlah 7-8 berarti perkembangan anak MERAGUKAN. jawaban 'Tidak' bila anak tidak adapat atau tidak mau melakukan perintah. pertanyaan berupa perintah-perintah kepada anak melalui orang tua/pengasuh untuk dikerjakan anak. Pemeriksa mengamati dengan teliti kemampuan anak dalam melakukan perintah yang diinstruksikan oleh orang tua/pengasuh. semua pertanyaan dijawab oleh orang tua/pengasuh. mulai baris teratas (huruf E ukuran besar) hingga huruf E terkecil yang masih dapat dilihat. sendok dan bola). gambar-gambar binatang dan manusia serta mainan (boneka. b) Tes Daya Dengar (TDD) Tujuan tes ini untuk menemukan gangguan pendengaran sejak dini agar dapat segera ditindaklanjuti untuk meningkatkan kemampuan daya dengar dan bicara anak. Jarak pemeriksa dengan anak 3 meter. Jawaban 'Ya' bila anak dapat melakukan yang diperintahkan. Pemeriksa memakai alat/instrumen TDD menurut usia anak.Interpretasi hasil KPSP: bila jawaban "Ya" mencapai 9-10 berarti perkembangan anak SESUAI dengan tahap perkembangannya. Pemeriksa memakai alat/instrumen TDL: 2 buah kursi (1 untuk anak dan 1 untuk pemeriksa). c) Tes Daya Lihat (TDL) Tujuan tes ini untuk menemukan gangguan/kelainan daya lihat anak sejak dini agar dapat segera ditindaklanjuti sehingga kesempatan memperoleh ketajaman daya lihat menjadi lebih besar. memakai ruangan yang bersih. Pada anak usia kurang dari 24 bulan. dan setiap 6 bulan pada anak usia 12 bulan keatas. tenang dengan penyinaran baik. Setiap kali anak mampu mencocokkan. Interpretasi hasil pemeriksaan: Bila anak tidak dapat mencocokkan sampai baris ketiga Poster E dengan kedua matanya maka diduga anak mengalami gangguan daya lihat. Untuk itu lakukan intervensi: Minta kepada orang tua agar membawa anaknya untuk memeriksa ulang 2 minggu kemudian. Jadwal TDL setiap 6 bulan pada anak usia pra-sekolah (36-72 bulan). Bila pada pemeriksaan ulang 2 minggu kemudian didapati hasil yang . cangkir. 'Poster E' untuk digantung atau dipegang setinggi mata anak dan 'Kartu E' untuk dipegang anak. Jadwal TDD setiap 3 bulan pada bayi (usia kurang dari 12 bulan). Anak dirujuk ke Rumah Sakit bila diduga mengalami gangguan pendengaran. Anak diminta menutup sebelah matanya dengan buku atau kertas. Untuk pemeriksaan TDL.

kanan atau keduanya). Selanjutnya pemeriksa menganjurkan anak diperiksa ke Rumah Sakit dengan membawa surat rujukan yang berisi keterangan mata yang mengalami gangguan (mata kiri. satu persatu perilaku yang tertulis pada KMME kepada orang tua/pengasuh anak. Formulir deteksi dini Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas (GPPH) bagi anak usia 36 bulan keatas (pra-sekolah) Sumber 1. . Ceklis Autis anak pra-sekolah atau Checklist for Autism in Toddlers (CHAT) bagi anak usia 18-36 bulan. Alat yang dipakai untuk skrining penyimpangan mental emosional adalah:    Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME) bagi anak usia 36-72 bulan. MSi. 3. SpA (K). 2009.  Interpretasi: Bila ada satu atau lebih jawaban YA. Catat dan hitung berapa banyak jumlah jwaban 'YA'. maka kemungkinan anak mengalami masalah mental emosional. Deteksi Dini Penyimpangan Mental Emosional Tujuan pemeriksaan ini untuk menemukan secara dini adanya masalah mental emosional.sama maka kemungkinan anak memang mengalami gangguan daya lihat. Intervensi:  Bila jawaban YA hanya ada 1. Deteksi dan Intervensi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Balita. Stimulasi. Materi presentasi pada 'Pelatihan Program Kesehatan Balita Bagi Penanggung Jawab Program Kesehatan Anak'. Soedjatmiko. Alat yang digunakan adalah Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME) yang terdiri dari 12 pertanyaan untuk mengenali problem mental emosional anak umur 36 bulan sampai 72 bulan. 2. Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. jelas dan nyaring. maka tindakan yang perlu dilakukan adalah merujuk anak ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak. Bogor. bila tidak ada perubahan maka anak dirujuk ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak. Rujukan harus disertai informasi mengenai jumlah dan masalah mental emosional yang ditemukan. Jadwal deteksi dini masalah mental emosional adalah rutin setiap 6 bulan. Pelaksana skrining: Tenaga kesehatan. dilakukan untuk anak yang berusia 36 bulan sampai 72 bulan. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi. Jadwal ini sesuai dengan jadwal skrining/pemeriksaan perkembangan anak. 2006. Cara melakukan: tanyakan setiap pertanyaan dengan lambat. maka:Lakukan konseling kepada orang tua menggunakan Buku Pedoman Pola Asuh Yang Mendukung Perkembangan Anak. 2009. autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas pada anak agar dapat segera dilakukan tindakan intervensi. Bila ditemukan dua atau lebih jawaban YA. dr. Lakukan evaluasi setelah 3 bulan. Departemen Kesehatan RI.

Yakni kuman hidup yang dilemahkan / kuman mati / zat yang bila dimasukkan ke tubuh akan merangsang menciptakan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Dibuat dari bibit penyakit hidup yang telah dilemahkan. Dalam pemberiannya biasanya berupa suntikan pada lengan atau paha. Tempat penyuntikan adalah sepertinya bagian lengan kanan atas. 5 cc untuk TT. Vaksin hepatitis B paling baik disimpan pada temperatur 2.5 cc. kadang disebut “triple vaksin”. Vaksin akan mudah rusak bila kena sinar matahari langsung. Kemasan dalam flacon berbentuk gumpalan yang beku dan kering untuk dilarutkan dalam 5 cc pelarut.  Vaksin DPT. TT dosisnya adalah 0. untuk mencegah penularan Hepatitis B dan kerusakan hati . vaksin harus lebih dulu dilarutkan dengan 4 cc cairan pelarut (NaCl 0. Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan dalam waktu 3 jam.  Vaksin Hepatitis B.  Vaksin BCG.9%). Pertusis (batuk rejan / batuk seratus hari). pemberian pada anak dengan meneteskan pada mulut.  Vaksin Polio. sebanyak 1 kali. Biasanya tempat penyuntikan di paha 1/3 bagian atas luar. Vaksin yang digunakan adalah vaksin hidup. Bentuknya vaksin beku kering seperti vaksin campak berbentuk bubuk yang berfungsi melindungi anak terhadap penyakit tuberculosis (TBC). Sebelum menyuntikkan vaksin ini.  Vaksin Campak. Vaksin DPT disimpan pada suhu 2. Berisi vasin DPT.5 cc untuk DPT. Bibit penyakit yang menyebabkan polio adalah virus. Bibit penyakit yang menyebabkan hepatitis B adalah virus.8°C. bakteri pertusis dan tetanus toxoid. 5 macam Vaksin imunisasi dasar Untuk imunisasi dasar yang harus diberikan pada bayi antara lain.Pemerintah setiap tahun terus berupaya untuk menurunkan angka kejadian penyakit seperti Poliomyelitis (kelumpuhan). Vaksin hepatitis B dibuat dari bagian virus yaitu lapisan paling luar (mantel virus) yang telah mengalami proses pemurnian. meliputi : 1. Bibit penyakit yang menyebabkan campak adalah virus. harus terlebih dahulu dilarutkan dengan pelarut vaksin (aqua bidest). HEPATITIS-B : umur pemberian kurang dari 7 hari. TT dan DT. Pemberian imunisasi DPT. Vaksin yang telah dilarutkan potensinya cepat menurun dan hanya bertahan selama 8 jam.8°C kemasan yang digunakan : Dalam . DT. Difteri (indrak). 5 cc untuk DT. BAYI yang kelihatannya sehat belum tentu kebal terhadap serangan penyakit berbahaya. Imunisasi bisa diartikan suatu usaha untuk membuat seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu dengan menyuntikan vaksin. ditemukan oleh Calmett Guerint. Jadwal pemberian imunisasi tersebut. Disebut beku kering oleh karena pabrik pembuatan vaksin ini pertama kali membekukan vaksin tersebut kemudian mengeringkannya. Terdiri toxoid difteri.Imunisasi dasar lengkap adalah pemberian 5 vaksin imunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk bayi dibawah 1 tahun. Campak (measles). Vaksin BCG adalah vaksin hidup yang berasal dari bakteri. Sebelum menyuntikkan BCG. Tetanus. vaksin yang digunakan oleh banyak negara termasuk Indonesia adalah vaksin hidup (yang telah diselamatkan) vaksin berbentuk cairan. Vaksin hepatitis B akan rusak karena pembekuan dan pemanasan. Kemasan sebanyak 1 cc / 2 cc dalam 1 ampul. Tuberculosis (TBC) dan Hepatitis B dengan menggalakan program pencegahan penyakit yaitu imunisasi pada bayi dan anak.

meraba. Membawa bayi ke posyandu. DPT-Hepatitis B : umur pemberian 2 bulan . fungsi dan kemampuan anak yang lebih kompleks. Berdasarkan Undang-undang No. berat badan dan lingkar kepala. 3 bulan. untuk mencegah penularan polio yang menyebabkan lumpuh layuh pada tungkai dan atau lengan. Bertumbuh berarti bertambahnya ukuran tubuh dan jumlah sel serta jaringan di antara sel-sel. Berkembang adalah bertambahnya struktur. maka tubuh bayi dirangsang untuk memiliki kekebalan sehingga tubuhnya mampu bertahan melawan serangan penyakit berbahaya. Indikator untuk mengetahui adanya pertumbuhan adalah: adanya pertambahan tinggi badan. Batasan Usia Anak Berdasarkan Konvensi Hak-hak Anak yang disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa pada tanggal 20 Nopember 1989. batuk rejan (batuk 100 hari). sebanyak 3 kali. 2 bulan. 4. Hak untuk hidup. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. CAMPAK : umur pemberian 9 bulan. Penghargaan terhadap pendapat anak Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Menurut prinsip dasar hak anak yang ke-3. halus. sebanyak 1 kali. untuk mencegah penularan campak yang dapat mengakibatkan komplikasi radang paru. merasa. dll) . yang dimaksud Anak adalah setiap orang yang berusia dibawah 18 tahun. yaitu: 1. Kepentingan yang terbaik bagi anak 3. sebanyak 4 kali. melihat. 4 bulan . radang otan dan kebutaan. Berkomunikasi dan berinteraksi (tersenyum. 3 bulan. bicara. Bagian 1 Pasal 1. 5. untuk mencehah penularan Difteri yang menyebabkan penyumbatan jalan nafas. sebanyak 1 kali. anak mempunyai hak untuk bertumbuh dan berkembang. puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan terdekat merupakan wujud tanggung jawab terhadap buah hati tercinta. termasuk anak yang masih dalam kandungan. meliputi kemampuan: 1. Tetanus. kelangsungan hidup. Gerakan (terdiri dari gerak kasar. menangis.2. batasan usia anak antara 0-19 tahun. dan kompleks) 3. BCG : umur pemberian 1 bulan. 4 bulan. Sedangkan menurut WHO. POLIO : umur pemberian 1 bulan. dan perkembangan. pasal 1 ayat 1. Hak Anak Ada 4 prinsip dasar hak anak yang terkandung di dalam Konvensi Hak Anak. Hepatitis B. dan 4. untuk mencegah penularan TBC (tuberkulosis) yang berat 3. kecuali berdasarkan undang-undang yang berlaku bagi anak ditentukan bahwa usia dewasa dicapai lebih awal. mencium) 2. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun. Non-diskriminasi 2. Sensori (kemampuan mendengar. Dengan memberikan imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal.

c. kebersihan tubuh & lingkungan.  Kognitif (kemampuan mengenal. mineral. Hal-hal yang menentukan Kualitas Tumbuh Kembang Anak Kualitas tumbuh kembang anak ditentukan oleh: Faktor intrinsik. air b. Pelayanan Kesehatan: anak perlu dipantau/diperiksa kesehatannya secara teratur (bukan kendaraan aja yang perlu diperiksa teratur. Moral dan spiritual 8. ibu perlu memberikan nutrisi seimbang melalui konsumsi Makanan yang bergizi. Bermain. Bersosialisasi . Misal: kemampuan bicara merupakan hasil dari perkembangan sistem syaraf yang mengendalikan proses bicara. d. tempat bermain dan transportasi. Kebutuhan-kebutuhan Dasar Anak untuk Tumbuh Kembang yang Optimal Meliputi 'Asuh. mengingat. papan seperti: nutrisi. Kebutuhan Fisis-Biologis (ASUH): Meliputi kebutuhan sandang. lemak. pakaian. yaitu faktor-faktor bawaan sejak lahir (genetik . melakukan aktivitas fisik dan tidur karena hal ini bermanfaat untuk: merangsang hormon pertumbuhan. Nutrisi: Sejak anak di dalam rahim. rumah. Contoh pelayanan kesehatan yang teratur pada anak Balita adalah: anak ditimbang minimal 8 kali setahun. Kebersihan: meliputi kebersihan makanan. udara. imunisasi. pakaian. aktivitas fisik. pelayanan/pemeriksaan kesehatan dan pengobatan. Asih. bermain dan beristirahat. anak juga perlu). dan Asah' yaitu: 4. Imunisasi: anak perlu diberikan imunisasi dasar lengkap agar terlindung dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. dan protein merangsang pertumbuhan otot dan tulang merangsang perkembangan e. kemandirian 6. vitamin. Air Susu Ibu (ASI): nutrisi yang paling lengkap dan seimbang bagi bayi (terutama pada 6 bulan pertama atau ASI Eksklusif) . merangsang metabolisme karbohidrat. tidur: anak perlu bermain. Kreativitas 7. Pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara bersamaan (simultan).Menu seimbang: protein. nafsu makan. Perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan syaraf pusat dengan organ tubuh yang dipengaruhinya. dilakukanSDIDTK minimal 2 kali setahun dan diberikan kapsul Vitamin A dosis tinggi 2 . minuman. membandingkan. yaitu faktor-faktor sekeliling (lingkungan) yang mempengaruhi tumbuh kembang anak sejak di dalam kandungan hingga lahir dan bertumbuh-kembang menjadi seorang anak. a. dan lain-lain. karbohidrat.heredokonstitusional) Faktor ekstrinsik. sekolah. memecahkan masalah. pangan. olahraga.       1. dan kecerdasan) 5. lemak.

anak juga perlu mendapatkan kegiatan SDIDTK lain yaitu deteksi dini (skrining) adanya kelainan/penyimpangan tumbuh kembang. Pada tahun-tahun pertama kehidupannya (usia dini) bahkan sejak anak masih di dalam kandungan. budi luhur. dan pendapatnya memberi contoh. Untuk itu upayakan agar: anak merasa dilindungi memperhatikan minat. 2. moral. . serasi dan selaras dengan ibunya. kemandirian. dst Orang tua perlu menganut pola asuh demokratik. kepemimpinan. keinginan. tidak memaksa membantu. kepribadian. agama dan etika.Selain distimulasi. ketrampilan berbahasa. bicara. Dasar perlunya stimulasi dini: milyaran sel otak dibentuk sejak anak di dalam kandungan dan belum ada hubungan antar sel otak (sinaps) orang tua perlu merangsang hubungan antar sel-sel otak bila ada rangsangan akan terbentuk hubungan-hubungan baru (sinaps) semakin sering di rangsang akan makin kuat hubungan antar sel-sel otak semakin banyak variasi maka hubungan antar se-sel otak semakin kompleks/luas merangsang otak kiri dan kanan secara seimbang untuk mengembangkan multipel inteligen dan kecerdasan yang lebih luas dan tinggi. kognitif. moral dan spiritual. motorik. kreativitas. Tujuan pemantauan yang teratur untuk: mendeteksi secara dini dan menanggulangi bila ada penyakit dan gangguan tumbuhkembang mencegah penyakit memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. emosi-sosial. kerjasama.   kali setahun yaitu setiap bulan Februari dan Agustus. Referensi 1. mendorong/memotivasi menghargai pendapat anak mendidik dengan penuh kegembiraan melalui kegiatan bermain melakukan koreksi dengan kegembiraan dan kasih sayang (bukan ancaman/hukuman). anak mutlak memerlukan ikatan yangmenciptakan rasa aman dan nyaman. Kebutuhan kasih sayang dan emosi (ASIH):                 Anak memerlukan kasih sayang melalui hubungan yang erat. kemandirian. kreativitas. Konvensi Hak-hak Anak yang disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsabangsa pada tanggal 20 Nopember 1989 . Kebutuhan Stimulasi (ASAH): Untuk memperoleh perkembangan yang optimal.stimulasi mental secara dini akan mengembangkan mental-psikososial anak seperti: kecerdasan. kreativitas. intervensi dini dan rujukan dini bila diperlukan. anak perlu 'diasah' melalui kegiatan stimulasi dini untuk mengembangkan sedini mungkin kemampuan sensorik. kemandirian. kepemimpinan dan moral-spiritual anak. mengembangkan kecerdasan emosional. 3. Memberi kasih sayang akan sangat membantu tumbuh kembang fisikmental danpsikososial anak yang optimal. produktifitas.

Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Undang-undang No. Materi prsentasi pada 'Pelatihan Program Kesehatan Balita Bagi Penanggung Jawab Program Kesehatan Anak'. Bogor. pada anak > 1 tahun diberikan 1 kali Vaksin dalam bentuk beku kering dan 0. Tujuan Imunisasi Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Rubela strain RA (campak jerman)  Diberikan pada umur 15 bulan.2.2 IMUNISASI TAMBAHAN YANG DIANJURKAN PADA ANAK-ANAK 2.1. Dosis 0. 2. Measles strain moraten (campak) b. batuk rejan. Ulangan umur 12 tahun .1 Imunisasi HIB Untuk mencegah infeksi SSP oleh karena Haemofilus influenza tipe B Diberikan mulai umur 2-4 bulan. 2006.5 ml diberikan IM Disimpan pada suhu 2-8°C Di Asia belum diberikan secara rutin Imunisasi rutin diberikan di negara Eropa. Australia. tbc. 2. difteri. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Departemen Kesehatan RI. 2009.2. 2. Stimulasi. Deteksi dan Intervensi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Balita. Amerika.2 Imunisasi MMR Merupakan vaksin hidup yang dilemahkan terdiri dari: a.2. Antibodi itu uumnya bisa terus ada di dalam tubuh orang yang telah diimunisasi untuk melawan penyakit yang mencoba menyerang.3 Jenis Imunisasi Jenis imunisasi ada dua macam. tetanus. polio. campak.        2. Setelah bibit penyakit masuk ke dalam tubuh kita maka tubuh akan terangsang untuk melawan penyakit tersebut dengan membantuk antibodi. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi.5 ml pelarut dalam semprit. 2009. SpA (K).4 Teknik Pemberian Imunisasi Teknik atau cara pemberian imunisasi umumnya dilakukan dengan melemahkan virus atau bakteri penyebab penyakit lalu diberikan kepada seseorang dengan cara suntik atau minum / telan. dan lain sebagainya. 3. gondongan. Soedjatmiko. Mumps strain Jeryl lynn (parotitis) c.1. MSi. cacar air. yaitu imunisasi pasif yang merupakan kekebalan bawaan dari ibu terhadap penyakit dan imunisasi aktif di mana kekebalannya harus didapat dari pemberian bibit penyakit lemah yang mudah dikalahkan oleh kekebalan tubuh biasa guna membentuk antibodi terhadap penyakit yang sama baik yang lemah maupun yang kuat. Beberapa penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B. 4. dr.

Nyeri atau kekakuan sendi yang ringan selama beberapa hari. Imunisasi MMR sebaiknya tidak diberikan kepada:  Anak yang alergi terhadap telur. steroid.5 ml secara sub kutan. diberikan minimal 1 bulan setelah suntikan imunisasi lain. Kadang nyeri/kekakuan sendi ini terus berlangsung selama beberapa bulan (hilang-timbul).  Dosis 0. tetapi terjadi pada 25% orang dewasa yang menerima suntikan MMR. Komponen campak Jerman Pembengkakan kelenjar getah bening dan atau ruam kulit yang berlangsung selama 1-3 hari. mungkin akan timbul ruam kulit. kurang 2-3 bulan sebelumnya mendapat transfusi darah atau tx imunoglobulin. limfoma maupun akibat obat prednison. Artritis (pembengkakan sendi disertai nyeri) berlangsung selama 1 minggu dan terjadi pada kurang dari 1% anak-anak tetapi ditemukan pada 10% orang dewasa yang menerima suntikan MMR. Efek samping tersebut jarang terjadi pada suntikan MMR kedua. Komponen gondongan Pembengkakan ringan pada kelenjar di pipi dan dan dibawah rahang. Jika anak sakit. kemoterapi. Demam ini biasanya muncul dalam waktu 1-2 minggu setelah disuntik dan berlangsung hanya selama 1-2 hari. gondongan dan campak Jerman merupakan penyakit yang bisa menimbulkan komplikasi yang sangat serius. Wanita hamil atau wanita yang 3 bulan kemudian hamil. Demam 39.5° Celsius atau lebih tanpa gejala lainnya bisa terjadi pada 5-15% anak yang menerima suntikan MMR. timbul dalam waktu 1-2 mingu setelah menerima suntikan MMR. terapi penyinaran atau obati imunosupresan. Campak. Hal ini terjadi pada 14-15% anak yang mendapat suntikan MMR. setelah menerima suntikan MMR. Hal ini terjadi pada sekitar 5% anak-anak yang menerima suntikan MMR. imuno kompromise. Nyeri atau mati rasa pada tangan atau kaki selama beberapa hari lebih sering ditemukan pada orang dewasa. Efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh masing-masing komponen vaksin: Komponen campak 1-2 minggu setelah menjalani imunisasi. berlangsung selama beberapa hari dan terjadi dalam waktu 1-2 minggu setelah menerima suntikan MMR. gelatin atau antibiotik neomisin    Anak yang 3 bulan yang lalu menerima gamma globulin Anak yang mengalami gangguan kekebalan tubuh akibat kanker. reaksi anafilaksis terhadap telur. Kontra indikasi: wanita hamil. imunisasi sebaiknya ditunda sampai anak pulih. Hal ini biasanya terjadi dalam waktu 1-2 minggu setelah suntikan diberikan dan biasanya berhubungan dengan demam tinggi. leukemia. Keuntungan dari vaksin MMR lebih besar jika dibandingkan dengan efek samping yang ditimbulkannya. Jarang terjadi kerusakan sendi akibat artritis ini. . timbul dalam waktu 1-3 minggu setelah menerima suntikan MMR. Meskipun jarang. anak-anak yang berumur dibawah 6 tahun bisa mengalami aktivitas kejang (misalnya kedutan). Hal ini hanya ditemukan pada 1% anak-anak yang menerima suntikan MMR.

nyeri ringan. Imunisasi dasar 3x pada bulan ke 0. lelah. muntah.6 Imunisasi Pneumokokus Konjugata . Terdapat sejumlah kecil orang yang menderita cacar air meskipun telah mendapatkan suntikan varisella. hipersensitifitas terhadap neomisin. Reaksi yang terjadi minimal kadang demam.2. mual-muntah dan hilang nafsu makan. kelainan darah. 1. HIV.5 ml secara im. Vaksin diberikan secara sub kutan.2. Anak-anak yang mendapatkan suntikan varisella sebelum berumur 13 tahun hanya memerlukan 1 dosis vaksin. Setiap anak yang berumur 12-18 bulan dan belum pernah menderita cacar air dianjurkan untuk menjalani imunisasi varisella. ulangan dilakukan setiap 3 tahun. kadang terdapat demam dan erupsi papulo-vesikuler. • Disimpan pada suhu 2-8°c • Tidak mencegah salmonella paratyphi a atau b • Imunitas terjadi dalam waktu 15 hari sampai 3 minggu setelah imunisasi Reaksi pasca imunisasi: demam. Kontraindikasi: demam atau infeksi akut.5 Imunisasi Hepatitis A Imunisasi diberikan pada daerah kurang terpajan. pada anak umur > 2 tahun. Oral (vivotif) ® > 6 tahun. dan 6 bulan kemudian. indurasi tempat suntikan. ulangan umur 12 tahun. TBC belum tx. kehamilan. lesu. yang belum pernah mendapatkan vaksinasi varisella dan belum pernah menderita cacar air. kadang ruam kulit dan eritema. 2. sebaiknya diberikan 2 dosis vaksin dengan selang waktu 4-8 minggu. tx imunosupresan. 2. Vaksin varisella memberikan kekebalan jangka panjang. hanya menimbulkan beberapa lepuhan (kasus yang komplit biasanya menimbulkan 250-500 lepuhan yang terasa gatal) dan masa pemulihannya biasanya lebih cepat. Reaksi imunisasi sangat minimal. Suntikan (typhim) ® >2 tahun 2.2. Bisa diberikan pada umur 1 tahun. mungkin juga seumur hidup.2. daire.5 ml secara IM di daerah deltoid. Penyimpanan pada suhu 2-8°C. Kepada anak-anak yang berumur 13 tahun atau lebih. diperkirakan selama 10-20 tahun. keganasan.3 Imunisasi Typhus Tersedia 2 jenis vaksin: 1. 2. Vaksin ini 90-100% efektif mencegah terjadinya cacar air.2. Dosis vaksin (Harvix-inactivated virus strain HM 175) 0. 3 dosis •Typhim (capsular vi polysaccharide-typherix) diberikan dengan dosis 0.4 Imunisasi Varicella Vaksin varicella (vaRiLrix) berisi virus hidup strain OKA yang dilemahkan. tetapi kasusnya biasanya ringan.

Reaktogenitas yang ditentukan terutama oleh ajuvan tidak berbeda jauh. Efektivitasnya sama di berbagai jadwal imunisasi.Imunisasi pneumokokus konjugata melindungi anak terhadap sejenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi telinga. Vaksin ini juga dapat digunakan pada anak-anak yang lebih besar yang memiliki resiko terhadap terjadinya infeksi pneumokokus. Bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius.2. Kepada bayi dan balita diberikan 4 dosis vaksin. Nyeri berat lebih sering terjadi pada vaksin kombo (Bogaerts. KIPI pada dosis vaksin ekstra tidak bertambah Pemberian Makanan Tambahan merupakan salah satu komponen penting Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) dan program yang dirancang oleh pemerintah. Dapat terjadi respon imun antigen kedua berubah. compliance dan cakupan naik • Penambahan program imunisasi baru mudah • Imunisasi terlambat mudah dikejar • Biaya lebih murah Daya proteksi : Titer antibodi salah satu antigen lebih rendah namun masih diatas ambang protektif. Belgia). dalam rangka program UPGK. Cakupan imunisasi menjadi lebih tinggi. rehabilitatif dan sebagai sarana untuk penyuluhan merupakan salah satu bentuk kegiatan pemberian gizi berupa makanan dari luar keluarga. Bisa terjadi kemampuan membuat antibodi utk mengikat antigen berkurang. misal DPT + hepatitis B +HiB atau Gabungan beberapa antigen dari galur multipel yg berasal dari organisme penyakit yang sama. seperti meningitis dan bakteremia (infeksi darah). PMT sebagai sarana pemulihan gizi dalam arti kuratif. sehingga kemungkinan kelestarian program lebih besar. 2. Diutamakan bahan makanan . PMT ini diberikan setiap hari. Pada saat ini program PMT tampaknya masih perlu dilanjutkan mengingat masih banyak balita dan anak-anak yang mengalami kurang gizi bahkan gizi buruk. misal: OPV • Jumlah suntikan kurang • Jumlah kunjungan kurang • Lebih praktis.7 Imunisasi Combo Gabungan beberapa antigen tunggal menjadi satu jenis produk antigen untuk mencegah penyakit yang berbeda. Bahan makanan yang digunakan dalam PMT hendaknya bahan-bahan yang ada atau dapat dihasilkan setempat. dan diberikan dengan kriteria anak balita yang tiga kali berturut-turut tidak naik timbangannya serta yang berat badannya pada KMS terletak dibawah garis merah. Tujuan Pemberian Makanan Tambahan Pemberian makanan tambahan bertujuan untuk memperbaiki keadaan gizi pada anak golongan rawan gizi yang menderita kurang gizi. sampai keadaan gizi penerima makanan tambahan ini menunjukkan perbaikan dan hendaknya benar-benar sebagai penambah dengan tidak mengurangi jumlah makanan yang dimakan setiap hari dirumah.

sayuran hijau.Telur bebek . Pemberian makanan tambahan (PMT) diberikan dengan frekuensi minimal 3 kali seminggu selama 100 – 160 hari.Ikan asin .Ikan segar .Hati sapi . C.sumbar kalori dan protein tanpa mengesampingkan sumber zat gizi lain seperti: padi-padian.Babat . mempergunakan bahan makanan setempat dan diperkaya protein nabati/hewani. kelapa dan hasil olahannya.Daging sapi .Kacang hijau . ikan.Daging ayam . serta dipersiapkan. PMT berupa makanan selingan atau makanan lengkap (porsi) kecil.Kacang kedelai .Didih sapi . umbiumbian. dan dikemas dengan baik.Keju kacang tanah .Kacang merah .Tempe Protein Hewani .Daging babi .Telur ayam .Usus sapi . mempergunakan resep daerah atau dimodifikasi.Kacang tanah terkupas . Komposisi PMT Menurut Departemen Kesehatan RI seperti yang dikutip oleh Judiono (2003) bahwa prasyarat pemberian makanan tambahan pada anak usia pra sekolah adalah nilai gizi harus berkisar 200 – 300 kalori dan protein 5 – 8 gram.Oncom . kacang-kacangan. dimasak. aman memenuhi syarat kebersihan serta kesehatan. Komposisi bahan makanan untuk PMT antara lain : Protein Nabati .Kacang tolo .Tahu .

Ubi .Tepung sagu .Kangkung .Singkong .Kecipir .Biskuit .Nasi jagung .Makaroni .Bubur beras .Tepung hunkwe .Daun kacang panjang .Kentang .Jamur segar .Ikan teri .Buncis .Bihun Sayuran .Krakers .Tepung singkong .Nasi tim .Mi kering .Nasi .Maizena .Tepung beras .Udang basah .Tepung terigu .Mi basah .Keju .Tomat .Daun bawang ..Bakso daging Hidrat Arang .Talas .

Wortel .Tauge .Jeruk manis .Avokad .Jantung pisang .Terong .Daun pepaya .Kol .Jambu air .Cabe hijau besar .Genjer .Daun singkong .Apel .Duku .Pare .Anggur .Seledri .Pepaya muda .Bayam .Buncis .Belimbing .Selada .Jambu biji .Kacang panjang ..Jagung muda .Nangka muda .Durian .Kedondong .Kembang kol .Ketimun Buah-buahan .Sawi .Rebung .

Semangka PENDAHULUAN Perkembangan anak tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik (nature) atau merupakan produk lingkungan (nurture) saja. trauma/cedera pada kelahiran). kebiasaan makan (psikologik) dan terpenuhinya makanan bergizi (sosial) pada anak. Penyimpangan dapat memberikan manifestasi klinis baik kelainan dalam pertumbuhan dengan atau tanpa kelainan perkembangan.Nangka masak . Walaupun terdapat kombinasi pengaruh faktor biologik. Model biopsikososial pada tumbuh kembang anak mengakui pentingnya pengaruh kekuatan intrinsik dan ekstrinsik.Sawo . .Sirsak . paparan teratogen dalam rahim (misalnya Hg dan alkohol) dan gangguan pada postpartum (misalnya meningitis.Pepaya .Rambutan .Salak . pengaruh masing-masing faktor secara terpisah perlu diperhatikan. serta maturasi telah diteliti secara luas dan mendalam..Mangga . 1 Telah disepakati bersama bahwa penyimpangan tumbuh kembang dapat terjadi apabila terdapat hambatan atau gangguan dalam prosesnya sejak intra uterin hingga dewasa.Nenas .Pir . Pengaruh biologik pada perkembangan anak meliputi genetika. psikologik dan sosial pada perkembangan anak. Tinggi badan misalnya adalah fungsi antara faktor genetik (biologik).Pisang ambon .

gangguan buang air besar. gangguan wicara. gangguan makan. dan domain sosial dapat memberikan efek yang buruk pada pertumbuhan anak. stadiometer dan pita pengukur. Gangguan perkembangan yang dapat menimbulkan manifestasi klinik yang bermacam-macam antara lain gangguan motorik kasar. lingkar kepala. . kecemasan dll. lingkar lengan. perawakan tinggi (tall stature). PENGUKURAN ANTHROPOMETRI *Pengertian istilah “nutritional anthropometry” mula-mula muncul dalam “Body measurements and Human Nutrition” yang ditulis oleh Brozek pada tahun 1966 yang telah didefinisikan oleh Jelliffe (1966) sebagai : Pengukuran pada variasi dimensi fisik dan komposisi besaran tubuh manusia pada tingkat usia dan derajad nutrisi yang berbeda. tinggi. papan pengukur. gangguan belajar. Pengukuran antropometri ada 2 tipe yaitu pertumbuhan. gangguan psikologis. dan ukuran komposisi tubuh yang dibagi menjadi pengukuran lemak tubuh dan massa tubuh yang bebas lemak. interpersonal. Alat yang sangat penting untuk penilaian pertumbuhan adalah kurva pertumbuhan (growth chart) pada gambar terlampir. malnutrisi dan obesitas.3 Langkah-langkah Manajemen Tumbuh Kembang Anak • Pengukuran antropometri : berat. Penilaian pertumbuhan merupakan komponen esensial dalam surveilan kesehatan anak karena hampir setiap masalah yang berkaitan dengan fisiologi.1 Kelainan pertumbuhan anak yang dijumpai adalah antara lain perawakan pendek (short stature). 2. dilengkapi dengan alat timbangan yang akurat. sehingga diperlukan suatu kiat dalam pengukuran antropometri sebagai salah satu cara penilaiannya. lingkar dada. yang diklasifikasikan sebagai variasi normal dan patologis.

lingkaran lengan atas. lingkaran dada diukur dengan pita pengukur yang tidak molor. Promotif. beberapa kali secara berkala misalnya berat badan anak diukur tanpa baju. Lingkar kepala. 1.NCHS) • Penilaian dan analisa status gizi & pertumbuhan anak • Penilaian perkembangan anak. Berat dan Tinggi Badan terhadap umur : • Pengukuran antropometri sesuai dengan cara-cara yang baku. • Cara canggih yang lebih tepat untuk menetapkan obesitas pada anak dengan kalkulasi skor Z (atau standard deviasi) dengan mengurangi nilai berat badan yang dibagi dengan standard deviasi populasi referens. mengukur panjang bayi dilakukan oleh 2 orang pemeriksa pada papan pengukur (infantometer). Skor Z =atau > +2 (misalnya 2SD diatas median) dipakai sebagai indikator obesitas. Kuratif.tebal kulit. lingkar lengan. lingkaran kepala. tebal lipatan kulit (skinfold) diperlukan untuk penilaian pertumbuhan dan status gizi pada bayi dan anak. • Penggunaan kurva pertumbuhan anak (KMS. Perlu ditekankan bahwa pengukuran antropometri hanyalah satu dari sejumlah teknik-teknik yang dapat untuk menilai status gizi. 4 Pengukuran dengan cara-cara yang baku dilakukan beberapa kali secara berkala pada berat dan tinggi badan. Baku Nellhaus dipakai dalam menentukan lingkaran kepala (dikutip . 2. • Baku yang dianjurkan adalah buku NCHS secara Internasional untuk anak usia 018 tahun yang dibedakan menurut jender laki-laki dan wanita. Rehabilitatif). dan maturasi • Intervensi (preventif. tinggi badan anak diatas 2 tahun dengan berdiri diukur dengan stadiometer.

4. Batas (cut off points) obesitasdalam kaitan persentil adalah BMI 25 kg/m 2 . 7 3. Misalnya anak dengan rerata BMI +1 SD di suatu negara tidak harus sama dengan rerata BMI +1 dinegara lain. BMI mulai disosialisasikan untuk penilaian obesitas pada anak dalam kurva persentil juga (lihat pada lampiran. Penggunaan dan interpretasinya yang terlebih penting.CDC tahun 2004). Sedangkan lingkaran lengan menggunakan baku dari Wolanski.oleh Behrman. 1961 yang berturut-turut diperbaiki pada tahun 1969.. subskapula dan daerah pinggul. Tebal kulit di ukur dengan alat Skinfold caliper pada kulit lengan. yang telah dipakai secara luas. 1968). 8-10 Tingkat kelebihan berat badan harus dinyatakan dengan SD dari mean (rerata) BMI untuk populasi umur tertentu. yaitu berat badan(kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m 2 ). penting untuk menilai kegemukan. 9 Suatu kurva persentil dari BMI atas dasar referens populasi internasional yang dikembangkan oleh IOTF (International Obesity Task Force) pada tahun 1997 untuk mengatasi keterbatasannya. Mean BMI juga bervariasi seperti pada berat badan normal pada status gizi dan frekuensi kelebihan berat pada rerata BMI dan standard deviasi yang dihitung. Body Mass Index (BMI) adalah Quetelet’s index. Memerlukan latihan karena sukar melakukannya dan alatnyapun mahal (Harpenden Caliper).

KargerAG. Tabel 1. Marcus C.Wabitsch M.. Dalam: Obesity in Childhood and Adolescence. Basel. Defining Childhood Obesity. Perlu difahami akan pengertian persentil dan standard deviasi. Definisi pada CDC BMI terhadap umur Underweight th percen tile At risk of overweight BMI – for . Lahti-Koski Marjaana. Penyunting: Kiess W.dan BMI 30kg/m 2 pada orang dewasa.age 85 th percentile Overweight BMI . sebagai patokan sebelum menggunakannya dilapangan. Baku (standard) NCHS Penggunaan kurva pertumbuhan (growth chart) atau tabel NCHS sebagai baku secara teratur merupakan alat yang paling tepat untuk menilai status gizi pada pertumbuhan anak.for – age < 5 PENGGUNAAN DAN INTERPRETASI KURVA PERTUMBUHAN ANAK 1. Gill Tim. . Brussel 2004: 1-17) BMI .for – age ≥ 95 th percentile (Dikutip dari : .

begitu pula di pedalaman Kalimantan dan Sumatera predominan pendek. • Adolesensi dengan memperhitungkan ukuran antropometri orang tua (mean parental heigh Terdapat kurva khusus untuk Down’s Syndrome dan Achondroplasia yang diusulkan untuk digunakan dalam tatalaksana di klinik Tumbuh kembang. pada lingkaran kepala sampai usia 18 bulan. . Bukan dimana posisi titik plot itu saja akan tetapi bagaimana hubungan titik-titik tersebut selama kurun waktu tertentu. patologis yang terjadi prenatal atau postnatal. tergantung kurva pertumbuhannya.Dalam pemantauan pertumbuhan anak pada plot berat atau tinggi badan anak pada kurva NCHS perlu diikuti secara berkala untuk melihat alur pertumbuhannya meyimpang atau tidak. Terdapat 4 variasi kurva pertumbuhan tinggi badan terhadap umur yang harus diklasifikasikan dalam menentukan pertumbuhan anak yang pendek yaitu konstitusional. atau gagal tumbuh atau baru sembuh dari gangguan pertumbuhan. 1 Faktor-faktor yang perlu dikoreksi pada plot dan interprestasi adalah : Pada bayi premature dengan mengoreksi usia sejak lahir dikurangi berapa minggu prematuritasnya. Pertumbuhan tidak statis akan tetapi suatu proses perobahan. Umumnya terdapat tinggi badan yang lebih pendek pada suku Malaya Peninsula dan Filipina (suku Negrito). • Untuk kurva pertumbuhan di Indonesia sebenarnya tergantung referensi yang mana yang akan dipakai rata-rata tinggi badan tidak berbeda banyak dan kadang-kadang melebihi batas 160-165 cm . seorang bayi pada persentil 5 berat badan terhadap umurnya bisa tumbuh normal. Bayi dan anak-anak pada umumnya akan tumbuh dalam 1-2 jalur pertumbuhan kanalisasi yang dikendalikan oleh faktor genetik terhadap ukuran tubuhnya. berat badan sampai usia 24 bulan sedangkan panjang badan sampai usia 40 bulan). familial.

Soetomo dan unit rawat jalan (1997-2000). Pada pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit. dalam buku tersebut disebutkan bahwa grafik pertumbuhan KMS dibuat berdasarkan baku WHO/NCHS yang disesuaikan dengan keadaan di Indonesia.RI. dengan alasan ada Posyandu atau tertinggal dirumah. dan pada kepulauan Luzon di Filipina orang-orang agak lebih tinggi. Penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) sebagai Home Based Record Di Indonesia terdapat Kartu Menuju Sehat (KMS) yang dipakai baik untuk penyuluhan maupun sebagai alat monitor pertumbuhan dan gizi dimasyarakat merupakan modifikasi WHO-NCHS yaitu berat badan terhadap umur anak Balita. Kartu ini sudah cukup lama beredar di Indonesia. grafik berwarna kuning di atas merah pada batas 75%-80% median. akan tetapi penggunaannya sebagai home based record masih perlu dipertanyakan. halus dan berbahasa. menentukan tindakan-tindakan pelayanan kesehatan dan gizi. Penilaian dan klasifikasi status gizi . Flores. penekanan KMS dengan konseling yang baik perlu dibudayakan oleh setiap petugas kesehatan bila menghadapi anak balita sakit. 5 2. sekitar 90% ibu-ibu penderita malnutrisi menyatakan punya KMS akan tetapi tidak dibawa. Tujuan KMS adalah sebagai alat bantu (instrumen) bagi ibu atau orang tua dan petugas untuk memantau tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Pada observasi dibangsal rawat inap anak RSU Dr. daerah hijau muda adalah 85–90% median daerah hijau tua 95 – 100% median.Secara umum dikepulauan Sunda seperti Jawa. 6. 3. tahun 1997. Kurva garis merah dibentuk dengan menghubungkan angka-angka 70% median. Bali. Terdapat buku panduan penggunaan KMS bagi petugas kesehatan yang di terbitkan oleh Depkes. Timor. dilengkapi dengan gambar perkembangan motorik kasar.

Sistim penilaian gizi dengan pencatatan dalam suatu formulir untuk anak sakit diajukan oleh Behrman & Kliegman dalam buku Essentials Nelson’s Texbook of Pediatrics pada lampiran 1. biasanya bila diperkirakan ada kelainan endokrin (perawakan pendek.(dikutip dari Meritt RJ. keadaan klinis anak juga dipaparkan secara rinci.dkk 1983) selain data-data tentang masalah makanan. kelainan tulang) 6 KESIMPULAN Pada penyimpangan tumbuh kembang perlu diperhatikan : 1. Akan tetapi hal ini masih harus dibudayakan secara bertahap mengingat adanya faktor waktu dan beban kerja diunit pelayanan kesehatan anak di masyarakat dan klinik-klinik. • Kartu Kembang Anak yang dikembangkan oleh Satoto pada tahun 1990 • Maturitas tulang dengan penilaian umur tulang (bone age). • Terdapat beberapa metode skrining yang dikembangkan dari refensi luar negeri misalnya DDST (Denver Developmental Screening Test) yang sudah dimodifikasi dan dipakai dalam buku Deteksi Dinie dan Stimulasi Balita oleh Depkes R. Instrumen semacam ini kiranya cukup memadai untuk dipergunakan diklinik yang dilengkapi dengan laboratorium atau penunjang yang lengkap 4. antropometri.I. Cara pengukuran anthropometri yang bisa dilakukan pada keadaan penderita. Plot pada kurva pertumbuhan yang sudah dibakukan untuk kasus tertentu ataukah dengan kurva pertumbuhan yang umum dipakai. Data-data perkembangan dan maturasi pada penyimpangan tumbuh kembang • Milestones perkembangan merupakan suatu parameter dalam manajemen tumbuh kembang yang tidak terpisahkan dari pemeriksaan antropometri. . Maturitas tulang (bone age) berkaitan dengan tingkat pubertas. membandingkan dengan baku Greulich Pyle atau TW2 dari Tanner. 2.

Kusandrini : Deteksi Dini dan Tindak Lanjut Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak.Press. Needlman Robert D.Narendra.F. Tatalaksana secara multidisipliner dan peran serta orang tua sangat penting ! Penelitian masih diperlukan untuk mendapatkan standard anthropometri di Indonesia. Sulaiman Isa. 1986(13):. Rassengeschichte der Menschheit. Abbie A. Dikemukakan dalam Kongres II Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI). Seminar UKK Tumbuh Kembang Pediatri Sosial tentang Standard. New York 1990: 45-7 4. Oldenbourg verlag Munchen Wien. Plenum Press New York. 1981: 79-83 6.. Jelliffe Derrick B. and Nutritional Effects on .V. dkk. Zerfas Alfrend J. 2. Alekseev P. Overview and Assessment of Variability. : A comprehensive Treatise Edisi 2. Growth.Saunders Co. Methodology Ecological. Gibson Rosalind S.A. Indonesien. Penyimpangan dan Tidak lanjut Tumbuh kembag.B.475 3. and Jelliffe Patrice E. Madison Av.. Hotel Hilton. Part II Growth and Development Dalam: Nelson Textbook Pediatrics.Narendra. Oxford Univ. Thema :Peluang & Genetics. Moersintowarti B. Pendekatan holistik dan memperhatikan model biopsikososial dalam tatalaksana.Lieferung Asien : Japan. Penilaian Status Gizi Dalam Manajemen Tumbuh Kembang Anak Malnutrisi. 4. Bergman P. Penyunting: Nelson Waldo E. Ozeanien.Philadelphia 2004 : 23-66. Anthropometric assessment. edisi 17. Epidemiology and Nutrion in Human Growth.. Hardjono Soeparto. KEPUSTAKAAN 1. Surabaya: 19 Januari 2004 5. Moersintowarti B. W. Genetika Klinik dan pencegahannya.3. Dalam: Principles of Nutritional.

Surabaya. Jonsson E. 10. KargerAG.Wiley-VCh GmbH&Co. Evidence Based Review.N. Cameron Noel.Tantangan Gizi medik di Era Millenium III. Penyunting: Kiess W. Marcus C. Sulaiman I. Britton M. Basel.KgaA. 8. British Library Cataloguing in Publication Data.32. Dalam: Obesity in Childhood and Adolescence. Brussel 2004: 1-17 . Ostman J. 2002: 34-9. Moersintowarti B. Gagal Tumbuh (Failure To Thrive). 9. Defining Childhood Obesity.Lahti-Koski Marjaana. Continuing Education Ilmu Kesehatan Anak No.. :Obesity as health problem in Children and Adolescents in Treating and Preventing Obesity. 7.Wabitsch M. Gill Tim. Anthropometric Measurements.Oktober 2002. Dalam The Measurement of Human Growth. 1984: 56. 13-14 Oktober 2000. Hardjono S.