You are on page 1of 3

Penatalaksanaan Obat antijamur Terdapat banyak obat antijamur topikal untuk pengobatan infeksi dermatofit antara lain mikonazol

, klotrimazol, ekonazol, dan terbinafin. Obat-obat topikal ini bisa digunakan bila daerah yang terkenasedikit, tetapi bila infeksi jamur yang luas maka lebih baikmenggunakan obat oral seperti griseofulvin, terbinafin atau itrakonazol. Obat topikal tidak efektif pada tinea kapitis, sehingga dianjurkan diobati dengan griseofulvin. Untuk infeksi kulit dan rambut, griseoflavin hendaknya diberikan selama 4-6 minggu. Pada anak-anak dosis dihitung berdasarkan berat badan (10mg/kg), sedangkan orang dewaasa biasanya dosis hariangnya adalah 500 mg. Infeksi kulit bisa juga diobati dengan terbinafin 250 mg per hari selama 2-4 minggu atau itrakonazol 100 mg per hari selama 15-30 hari. Obat untuk infeksi kuku adalah terbinafin oral 250 mg per hari selama 6 minggu untuk infeksi kuku jari tangan dan 3 bulan untuk infeksi kuku jari kaki. Sebagai alternatif adalah dengan pengobatan itrakonazol secara bertahap 200 mg per hari selama 7 hari, untuk kuku jari tangan diulangi sekali lagi sesudah interval 3 minggu tanpa obat, untuk kuku jari kaki diulangi dua kali sesudah interval 3 minggu tanpa obat. Obat skabies  Malation 0.5%

Obat dalam bentuk cair ini disukai karena tidak mengiritasi kulit yang mengalami ekskoriasi atau eksema. Bilas sesudah 24 jam.  Krim permetrin 5%

Bilas sesudah 8-12 jam Pemakaian tunggal malation atau permetrin sering efektif, tetapi dianjurkan melakukan pengobatan yang kedua 7 hari sesudahnya.  Emulsi benzil benzoat

Pengobatan dilakukan tiga kali dalam 24 jam. Pada waktu sore hari pertama oleskan emulsi mulai dari leher sampai jari kaki. Baiarkan mengering, lakukan pengolesan laipasan kedua. Pagi berikutnya oleskan lapis ketiga dan kemudian bilas benzil benzoat pada sore hari kedua.

Obat pedikulosis    Malation Karbaril Piretroid sineti : Permetrin Fenotrin Pengobatan dilakukan dengan memusnahkan semua kutu dan telur dan mengatasi infeksi sekunder. Pengobatan terbaik dilakukan secara topical dengan malathion 0,51% dalam bentuk lotio atau spray. Caranya: malam sebelum tidur rambut dicucui dengan sabun kemudian dipakai losion malathion, lalu kepala ditutup dengan kain. Keesokan harinya rambut dicucilagi dengan sabun lalu disisir dengan sisir bergerigi halus dan rapat. Pengobatan diulang seminggu sekali bila masih terdapat kutu. Akan tetapi, obat ini sulit didapat. Yang mudah didapat di Indonesia adalah krim gama benzene heksaklorida (gameksan) 1%. Cara pemakaian: setelah dioleskan lalu didiamkan 12 jam, kemudian dicuci dan disisir agar semua kutu dan telur terlepas. Jika masih ada telur, pengobatan diulang secara berkala. Obat lainnya adalah emulsi benzl benzoat 25%. Untuk infeksi sekunder, sebaiknya rambut dicukur dan diobati dengan antibiotika sistemik dan/atau topical, lalu disusul dengan obat yang telah disebutkan sebelumnya dalam bentuk shampoo. Higiene merupakan syarat supaya tidak terjadi residif. Obat HPV (human papilomavirus) atau kutil Kutil biasanya diobati dengan obat yang dioleskan atau dengan krioterapi. Obat yang mengandung asam salisilat atau glutaraldehida sering cukup efektif, sehingga harus lebih dahulu digunakan obat plesan paling tidak selama 3 bulan, sebelum pindah ke cara pengobatan lain. Krioterapi dengan nitrogen cair digunakan pada kutil yang tidak berhasil dengan obat olesan. Obat HSV Tidak ada penyembuhan untuk infeksi gejala. HSV -2, Tujuan tetapi pengobatan

ditujukanu n t u k adalah untuk

menghilangkan

penatalaksanaan

m e n c e g a h penyebaran infeksi, membuat pasien nyaman,

menurunkan risiko kesehatan potensial d a n m e l a k u k a n p r o g r a m k o n s e l i n g

d a n p e n d i d i k a n . A s i k l o v i r ( Z o v i r a x ) , s u a t u preparat antivirus yang dapat mengganggu perjalanan infeksi, tersedia untuk penggunaan topical, oral, dan intravena. Secara umum, asiklovirmengurangi durasiinfeksi dan efektif dalam mengobati dan sering mencegah kekambuhan. (Smeltzer ; 2001) Pengobatan untuk infeksi HSV-2, dapat dilakukan dengan

medikamentosadan non medikamentosa. Medikamentosa a)Belum ada terapi radikal b)Pada episode pertama, berikan : 1) Asiklovir 200 mg per oral 5 kali sehari selama 7 hari 2) Asiklovir 5 mg/kg BB, intravena tiap 8 jam selama 7 hari (bila gejala sistemik berat) 3) Preparat isoprinosin sebagai imunomodulator 4) A s i k l o v i r p a r e n t e r a l a t a u p r e p a r a t a d e n i n e a r a b i n o s i d ( v i t a r a b i n ) u n t u k penyakityang lebih berat atau jika timbul komplikasi pada alat dalam. c)Pada episode rekurensi, umumnya tidak perlu diobati

k a r e n a b i s a m e m b a i k , namun bila perlu dapat diobati dengan krim asiklovir. Bila pasien dengan gejala berat dan lama, diberikan asiklovir 200 mg per oral 5 kali sehari, selama 5 hari.Jika timbul ulserasi dapat dilakukan kompres