DIKTAT KULIAH

ETNOBOTANI

DISUSUN OLEH

DR. IGP SURYADARMA . MS JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FMIPA

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2008

1

KATA PENGANTAR
Penulisan Diktat Etnobotani didasarkan atas pertimbangan prinsip dan praktis. proses belajar

Pertimbangan prinsip atas dasar pengadaan sumber informasi dalam

Etnobotani. Sumber informasi yang bersumber dari berbagai sumber baik tinjauan teoritik, praktis dan studi kasus, Prinsip penulisan bertumpu pada integrasi pertimbangan kajian ilmiah teoritik dan penggabungan dengan studi kasus yang ada dalam kehidupan di sekitar. Penyediaan informasi studi kasus karena pertimbanagn bahwa etnobotani lebih bertumpu pada kegitan praktis yang harus dapat dijelaskan secara ilmiah. Etnobotani secara terminologi dapat dipahami sebagai hubungan antara botani (tumbuhan) yang terkait dengan etnik (kelompok masyarakat) di berbagai belahan bumi, dan masyarakat umumnya. Etnisitas umumnya mengacu pada perasaan bersama kelompok etnis. Narrol (1996) dalam Kumbara (2004: 231), kelompok etnis dipahami sebagai penduduk yang memiliki ciri ciri yang unik, yang diakui oleh etnik lainnya. Keunikannya antara lain tercermin pada ciri-ciri berikut; (1) mampu berkembanbiak dan bertahan secara biologis, (2) mempunyai nilai –nilai budaya yang sama, dan sadar akan rasa kebersamaan, (3) membentuk jaringan komunikasi dan interaksi, (4) memiliki ciri kelompok tersendiri yang diterima oleh kelompok lain. Keseluruhan masalah etnis mengacu aspek biologis, kepercayaa, pengetahuan budaya, bahaa, adat istiadat yang diwarisi dan keagamaan. Etnoboani sebagai ilmu baru yang bersifat interdispliner, dalam definisinya secara jelas menggambarkan saling hubungan antara manusia dengan tumbuhan dan lingkungannya sebagai sebuah kebudayaan yang tercermin dalam realitas kehidupani Etnobotani adalah penelitian ilmiah murni yang mengunakan pengalama pengetahuan tradisional dalam memajukan dan improvisasi kualitas hidup, tidak hanya bagi manusia tetapi juga kualitas lingkungan, karena nilai nilai guna yang dimiliki dan digunakan secara antrophologis adalah konservasi tumbuhan tersebut harus dilakukan sebagai konsekuensinya. Studi tersebut bermanfaat ganda, karena selain bermanfaat bagi manusia dan lingkungan, dan perlindungan pengetahuan tersebut, melalui perlindungan jenis jenis tumbuhan yang digunakan Penyediaan tugas tuas pada setiap kasus merupakan upaya untuk mengembangkan setiap topik diadaptasi sesuai pilihan mahasiswa dan kondisi obyektif lingkungannya. Penugasan bermakna ganda, yaitu untuk melatih para mahasiswa belajar melalui pendekatan tematik. Pendekatan dalam menghadapi penyakit melalui pemanfaatan sumber daya

2

tumbuhan an informasi yang tersedia dalam naskah naskah tradisional. Pendekatan tematik melalui upaya menjaga keutuhan rumah tangga melalui upaya menjaga kebugaran tubuh, melalui pemanfaatan sumber daya tumbuhan. Pemanfaatan bertumpu pada karakteristik tumbuhan, sumber naskah yang tersedia Pengungkapan berbagai tematik dari berbagai etnik, agar mendapat cakupan yang lebih luas sesuai sifat etnobotani yang meliputi keunikan setiap etnk dalam berinteraksi dengan lingkungan tetumbuhan untuk menjaga kehidupannya. Rasa memayu bahagia saya ucapkan atas selesainya penulisan diktat wtnobotani ini sebagai salah satu sumber informasi dan bahan dialog dalam proses pembelajaran bersama. Semoga damai di hati, damai di bumi dan damai selamanya

Yogyakarta Januari 2008

3

4 . apakah manusia maupun hewan akan hidup selamat dan sejahtera di bumi kalau kebersihan atmosfir bumi terpelihara dengan segala cara. (Atharvaveda).. Jika manusia menghancurkan tetumbuhan dalam formasi hutan. maka ia menghancurkan “penjaga kemanusiaan” Siapa pun.Inspirasi Tumbuhan memiliki semua sifat-sifat kebaikan dan tumbuhan adalah juru selamat kemanusiaan.

.......14 a........ Manfaat Ganda Tumbuhan dalam Etnobotani………………...........................................2 Pendekatan Problematik Tumbuhan Obat Tradisional…………..................... Sumber data ...................................... Etnoekologi……………………………………………............. Indigenous Knowledge …………………………………………………….....8 2......................................2 3....................... Integrasi Keanekaragaman Tumbuhan dalam Tradisi Nginang..........................................................................................................19 2..........iv DAFTAR GAMBAR........5 5......21 2...................................................... PENDAHULUAN......................................................... Biologi dan Etnobotani........... Paradigma Penelitian Etnobotani……………………............................................................................................iii DAFTAR TABEL...............20 2...........23 5 ..........................1 1.....2 2.........................1...... Organisasi Data ................................................17 BAB IV............ Aplikasi Etnobotani dalam Peta Aksi Deep Ecology ........................................... Etnobotani......................... .......................................16 Analisis data.....DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR....................…........................................ b........................................................................6 BAB II..................14 Data Pengetahuan Masyarakat ...............................................................................................................v BAB I............................................14 2.............i DAFTAR ISI....................................................................... RUANG LINGKUP ETNOBOTANI 1....... c........... Definisi Etnobotani.3 4. PENELITIAN ETNOBOTANI 1............................. Metoda Dasar Etnobotani.............................. DATA ETNOBOTANI 1................ Data Nilai Manfaat Tumbuhan..................................11 BAB III............................

.. Budidaya Padi Simbul Dewi Sri .....5..........27 2.4..............2..................42 ..... Pendektan Silang Budaya........... Tumbuhan dan Kebugaran satu Pendekatan Tematik................32 2.......40 DAFTAR PUSTAKA.. Kajian Klasifikasi Tumbuhan dalam Serat Centhini.....................3.......... 6 .............................

......... 5............. 7........... 2......Whitney macam pemanfaatan....... 8...18 Diskripsi uji Mann......25 Strujturisasi Kebugaran Tubuh dalam Lontar Rukmin Tatwa..............28 7 ...............................16 Data diskripsi uji pengetahuan antar kelompok …….........DAFTAR TABEL Nomor Tabel 1........... Nama Tabel Hal Model Maam formulir Judul dan Metode.................... 4..............15 Data Pengenalan jumlah tumbuhan dalam usada...................18 Daftar Rincian Pemanfaatan Kelapa.............. 6..21 Terjemahan Naskah Lontar Usada Taru Pramana..12 Catagories of useful plants. 3.................

... Nama Gambar Hal .......DAFTAR GAMBAR Nomor Gambar 1 2.4 Grafik Penurunan Pengetahuan Jenis Tumbuhan Obat Usada.............Integrasi Manusia dengan tetumbuhan di alam..17 8 ..

................ 5.43 Manfaat Ganda Tumbuhan Simbol Tubuh ..ia Tumbuhan Simbol Tubuh. Nama Lampiran Halaman Lampiran srukturisasi lntar Usada Taru Pramana ...........44 9 ........ 4.. 2..51 3.......46 Lampiran nama lokal-nasional -nama ilmiah tumbuhan....DAFTAR LAMPIRAN Nomor Lampiran 1...... Foto –foto tumbuhan dalam lontar Usada Taru Pramana … 52 Nama Lokal-Ilmiah-Fami............ 6.......................42 Nama Lokal-Indonesia..........Ilmiah Tumbuhan Simbol Tubuh...........

Biologi dan Etnobotani Biologi sesuai sruktur BSCS. Bumi dianalogikan dengan Ibu Pertiwi. Ibu Pertiwi memberikan cahaya dan keuntungan kepada semua yang ada Perasaan cinta yang mendalam terhadap tanah air disebabkan karena prthivi memberi kehidupan bagi manusia. tema biologi. dan tingkatan struktur kejadiannya. planet-planet. air. Keunikan geologis tersebut mengakibatkan Indonesia memiliki hasil tambang logam. 1. minyak dan gas yang berlimpah sebagai karunia. mencakup obek biologi. dimana sebutan tersebut berlaku bagi hampir seluruh etnik di Nusantara. keluarnya gas secara berlebihan maka dapat berubah menjadi bencana. bulan. karena ia memiliki dada emas dan bagi siapapun yang bekerja berlandaskan kebenaran akan mendapat hasil yang sepadan (Atharvaveda dalam Somvir. Manusia penghuni bumi tidak sebanding dengan sebutir debu ditinjau dari jumlah planet penyusun bima sakti. maka ia harus berhati-hati dalam pemanfaatannya.BAB I PENDAHULUAN Bumi adalah planet paling istimewa dalam sejarah ilmu pengetahuan. gas adalah sebuah realitas yang memiliki nilai bagi dirinya sendiri (internal value) dan tidak hanya bernilai bagi kepentingan manusia. galaksi dengan gugusan bintang-bintang. Pada saat bangsa Indonesia menginginkan gas dari cekungan bumi. Manusia adalah salah satu species diantara ribuan species sebagai puncak kesadaran evolutif. Kepulauan Indonesia yang memiliki curah hujan sangat tinggi dilindungi oleh vegetasi tumbuhan mulai dari pegunungan sampai pada tepi pantai. awan dan bahan bumi yang padat diselimuti oleh embusan angin. Bumi sebagai Ibu Pertiwi adalah tempat manusia dan para nenek moyang pernah melakukan berbagai aktivitas. Planet bumi memiliki gunung. Hubungan manusia atau kelompok masyarakat pada etnik etnik terentu sesuai dengan karakeristik geografisnya dalam mengatur kelompoknya terhadap obyek 10 . karena alam bersifat rwa bhineda atau dualistik. Alam semesta memiliki matahari. sungai. Kecilnya eksistensi manusia dalam kehidupan jagat raya diungkapkan dalam simbul rahasia waktu kehidupan. Kesalahan pemanfaatan dapat mengakibatkan timbulnya bencana.. Bumi memiliki berbagai macam kehidupan mulai dari makhluk satu sel sampai mamalia tingkat tinggi dan manusia. 2001). Tanah. laut. sehingga keberadaannya ditentukan oleh kesadaran saling hubungan diantara semua realitas Indonesia memiliki keunikan letak geografi dan secara geologis berada diantara cincin api gunung berapi yang setiap saat dapat menimbulkan gempa akibat gesekan kedua lempengnya. karena bumi satu-satunya planet dihuni manusia. Bumi disebut hiranyavaksah.

mencantumkan nama informan sebagai penulis dalam buku tumbuhan obat. Keanekaragaman kultur Indonesia yang tersebar dalam ribuan pulau akan membentuk mosaik kehidupan yang tidak ada duanya di dunia.or.latin. mendokumentasi serial foto secara sistematis yang menggambarkan pengetahuan bersangkutan. masyarakat awam yang telah menggunakan berbagai macam jasa tumbuhan untuk menunjang kehidupannya. dipahami sebagai etnobiologi. Realitas dan kombinasi keduanya memungkinkan bangsa Indonesia meningkatan perbaikan dalam paparan ekonomi. tetapi sebenarnya telah dipergunakan ribuan jenis tumbuhan di berbagai belahan bumi oleh berbagai etnik.id/). kesehatan. etnofarmkologi.biologi. etnozoologi. bahan bangunan. lebih khusus tentang kajian ekonomi botani. Beberapa contoh bentuk pengembalian hasil penelitian kepada masyarakat tradisional antara lain. Dalam kehidupan modern telah dikenal lebih dari seratus jenis tumbuhan untuk sumber makanan. Semua kelompok masyarakat sesuai karakter wilayah dan adatnya memiliki ketergantungan pada berbagai tumbuhan. Pendukung kehidupan untuk kepentingan makaan. Aktivitas kelompok masyarakat tersebut kini berkembang pada aspek yang lebih meluas sesuai perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat. Etnoboani tidak hanya membicarakan pengembangan pengetahuan masyarakat awan tentang penggunaan tumbuhan. ekowisata. maupun rekaman kaset dnn video. Dokunetasi hasil hasil penelitian etnobotani akhirnya menjdi alat komunikasi dan pelestarian pengethuan masyarakat tradisional yang tersebar di berbagai belahan bumi ( http://www. Timbullah kajian bidang-bidang yang terkait dengan obyek-obyek biologi oleh kelompok masyarakat. bahan pewarna dan lainnya. Misalnya.. upacara adat. Dalam hasil hasil penelitiannya mulai mencantumkan nama–nama informan sebagai sebuah betuk etika. Botani merupakan obyek dari biologi dan persoalan yang dimilikinya. tetapi telah menggabungkan metoda penelitian kuantitatif. dapat meningkatkan daya hidup manusia. pengobatan. budaya. Keunikan Indonesia yang memiliki keanekaragaman biodiversitas terbesar kedua setelah Brasil memiliki keunggulan komparatif dalam menumbuhkan ilmu pengetahuan tersebut. Hubungan etnik dengan lingkungan dalam bidang etnoekologi. Etnobotani yang bertumpu kehidupan manusia dalam pemanfaatan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitarnya. Etnobotani Etnobotani dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk mendokumentasikan pengetahuan masyarakat tradisioal. dan ekologi sebagai bagian dari persoalan biologi yang membahas interaksi organisme dengan lingkungan 11 . paling tidak untuk sumber pangan. mendokumentasi pengetahuan tersebut dalam bahasa lokal. 2.

yang mana gagasannya telah disampaikan pada pertemuan perkumpulan arkeologi tahun 1895 oleh Harsberger. 3 Etnoekologi Ethnoecology merupakan sains yang bertumpu pada kebutuhan praktis dan pengetahuan tersebut bersumber dari ilmu pengetahuan. environmental geography sebagai dasar pendekatannya (Toledo. dan kajian persoalan biologi dengan etnik lainnya. agronomy. rangkaian proses pengolahan sumber dayanya (praxis).biotik dan abiotiknya. has been a central task of most ecologically oriented research conducted by anthrophologists. konsep dan persepsi terhadap alam dan praksisnya merupakan rentetan aktivitas praktis pengelolaan. Pengetahuan tumbuhan sebagai simbul penyusun tubuhnya merupakan salah satu persepsi masayarakat Bali terhadap eksistesi dirinya yang dilambangkan dengan berbagai jenis tumbuhan . Pandangan dan kepercayaan masyarakat terhadap alamnya (corpus). 2004). Etnobotani menekankan bagaimana mengungkap keterkaitan budaya masyarakat dengan sumberdaya tumbuhan di lingkungannya secara langsung ataupun tidak langsung. yaitu mempelajari hubungan manusia dengan tumbuhan dan lingkungannya (Baroto. Etnobotani merupakan cabang ilmu yang interdispliner.(Chandra 1990. pengetahuan. Berbagai jenis tumbuhan disusun sesuai susunan aksara hanacaraka. manage and appropriate natural resources. Ekologi yang terkait dengan keunikan etnik seperti halnya etnobotani. 12 . Etnobotani mempelajari pemanfaatan tumbuhan secara tradisional oleh suku bangsa yang primitif. anthrophology. pengamatan karakteristik dan penilaian dinamika kualitas ekosistemnya adalah wujud totalitas kegiatannya. The exploration how nature is seen by hunans groups through a screen of beliefes. agronomists.(Surayin 2002 dalam Nala 2005). etnomedisin. Kajian etnobotani dapat dicari padanannya dengan etnoekologi. tujuannya dan bagaimana pandangan kelompok etnis bersangkuatan dalam pemanfaatannya (Toledo 1992). human ecologists. dalam Soekarman 1992). 1992). Penekanannya pada hubungan mendalam budaya manusia dengan alam nabati sekitarnya. and how in term of their images humans use. Strukturisasi aksara bagian tubuh dengan simbol jenis tumbuhan memiliki nilai internal dan eksternal. Corpusnya mencakup kenampakan simbol. Mengutamakan persepsi dan konsepsi budaya kelompok masyarakat dalam mengatur sistem pengetahuan anggotanya menghadapi tetumbuhan dalam lingkup hidupnya. Kajiannya bertumpu pada bagaimana pemanfaatan alam oleh kelompok masyarakat (ethnic) sesuai ragam kepercayaan. knowledge and purposes. ethnobiology.

penyediaan bahan pangan.. adat istiadat yang bertumpu pada bidang kehidupan praktis (Gough 1977). pengetahuan asli. menempatkan dirinya sebagai bagian dari alam. Khasanah pengetahuan lokal 13 ..Masyarakat tradisional di berbagai belahan bumi memiliki keperayaan kuat terhadap bumi sebagai ibu pertiwi. Sistem pewarisannya dilakukan secara lisan. Munculnya manusia imanen dan deterministik. 4 Indigenous Knwledge Indigenous knowledge dapat dikatakan suatu keunikan dalam satu kultur masyarakat. Munculnya rasa hormat kepada tetumbuhan dan semua ciptaan didasarkan pada konsepsi kesatuan mikrokosmos-makrokosmos. Keberadaan tumbuhan bahan pangan. Interaksi manusia dengan lingkungan tetumbuhnya secara visual dalam masyarakat Bali khusunya digambarkan dengan keterkaitan dari semua bagian tubuh manusia sebagai satu kesatuan (Gambar 1). Pengetahuan bidang pertanian. obat-obatan dan upacara adat istiadat merupakan elemen penunjang dasar kehidupan dan kebudayaan manusia mulai awal sejarahnya. . menjaga kesehatan. Proses perubahan kedudukan yang mebangun jaringan interaksi akan menimbulkan krisis lingkunan. tetumbuhan sebagi sumber kehidupan. perlindungan alam. pengetahuan lokal dan nilai-nilai tradisional. Gambar 1. menggunakan ungkapan kata-kata dalam upacara. ahan pakaian. ritual. Integrasi manusia dengan tetumbuhan di alam Perubahan keterkaitan diantara kesatuan tubuh manusia dengan tumbuhan akan menimbulkan perubahan dalam tubuh sebagai mikrokosmos dan lingkungan sebagai makrokosmos.

Peta dasar gerakan (Naess 1986). Perlunya ditumbuhkan sebuah pola hidup dan budaya masyarakat susilawi yang mampu menuntun hidup manusia untuk berinteraksi dalam kehidupannya di alam semesta. Sistem pengetahuan tradisional banyak dipertanyakan generasi muda yang mana penyebabnya berdimensi ekonomi. Alam kehidupan yang paling dekat dengan manusia adalah tetumbuhan. Perkembangan sistem berpikir masyarakat moderen berdampak terhadap polarisasi kerja masyarakat sehingga menurunkan respek generasi muda terhadap pengetahuan tradisionalnya. Pemecahan yang mengakui bahwa eksistensi setiap makhluk memiliki nilai masing-masing dalam keharmonisan alam semesta. yang dimanfaatkan melalui sistem pengetahuan lokal secara dinamis. pertanian tradisional serta aktivitas sejenis. 14 . sebagai sumber makanan makhluk berikutnya. memiliki nilai-nilai sendiri baginya dirinya (intrinsic value). Dislokasi pengetahuan tradisional dan kehancuran habitatnya menimbulkan berbagai krisis lingkungan yang harus dicari pemecahannya. adat dan tradisi keagamaan.. Fenomena pengetahuan tradisional dapat digunakan sebagai pijakan konservasi. Adopsi pengetahuan dan kebudayaan masyarakat modern secara cepat mengakibatkan terjadinya dislokasi sistem pewarisan pengetahuan tradisional. Aplikasi Etnobotani dalam Peta Aksi Deep Ecology a. 5. Eksistensi tumbuhan di bumi juga memiliki nilai bagi dirinya sendiri dan bila dimanfaatkan oleh manusia harus memiliki kaidah konservasi untuk menjaga kelangsungannya.keanekaragaman hayati dapat direalisasikan dalam pola pemanfaatan sumberdaya hayati. Pokok-pokok pikiran menghargai seluruh realitas sebagai satu gerakan. sosial dan politik (Maikhuri 2000). Konsepsi tersebut dapat tersebut dituangkan dalam aksi deep ecology dijadikan pembahasan dalam mempelajari etnobotani. Masyarakat lokal mengembangkan pengetahuan tradisionalnya secara praktis dimana mereka melangsungkan kehidupannya (Fien 1977). sebagai salah satu sumberdaya alam paling awal hadir. Berbagai jenis diantaranya bermakna sebagai nilai budaya. sejalan konsep pengetahuan tradisional yang bertumpu pada penghormatan alam. 2002). Bahasan dilakukan dengan mencari semangat pada setiap butir pernyataan dan menghubungkan dengan karakteristik sumberdaya tumbuhan. Gerakan paradigma pemecahan masalah lingkungan dilakukan secara lebih mendalam dan terintegrasi. Krisis lingkungan hanya dapat diatasi dengan melakukan perubahan cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam (Naes dalam Keraff. karena tanpa tumbuhan tidak akan ada kebudayaan dalam kehidupan manusia. Eksistensi dan perkembangan kehidupan manusia maupun bukan manusia di bumi.

Manusia tidak mendapat mandat untuk mereduksi kekayaan dan keanekaragaman. tetapi lebih dari itu ia harus mampu menjaga hubungannya dengan realitas lainnya. Manusia tidak mendapat mandat untuk mengurangi kekayaan keanekaragaman tumbuhan.b. Pemanfaatan jasa ilmu pengetahuan dan teknologi idealnya juga dapat membantu eksistensi sumberdaya tumbuhan dan masyarakat tradisional dalam menjaga kebudayaannya. f. Peningkatan jumlah manusia dan ekspansi kebudayaan maupun eksploitasi sumberdaya alam melalui teknologinya cenderung menurunkan kualitas lingkungan.. g. sehingga dibutuhkan pandangan dan cara dalam pemanfaatan seperti yang telah dibangun oleh berbagai etnik. Tidak hanya mengeksploitasi pengetahuan tradisional masyarakat. Perlnya keadaran baru agar kehadiran manusia tidak hanya mereduksi dan memperburuk kualitas alam. Perubahan idiologi paling utama adalah mengutamakan apresiasi terhadap kualitas kehidupan dibanding peningkatan standar kehidupan yang tinggi. Perubahan cara kehidupan merupakan isu sentral ke masa depan. tetapi mengakui dan mengharagai eksistensinya sebagai hak cipta. e. kecuali untuk jaminan kebutuhan dasarnya. pengetahuan tradisional pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat agar mendapat kontribusi yang layak. c. tanpa memperhitungkan keterbatasan sumberdaya alam. Eksitensi sumberdaya tumbuhan baik sebagai individu maupun formasinya merupakan bagian dari proses mejaga eksistensi nilai nilai bersangkutan sebagai turunannya. Perlunya upaya perubahan kebijakan mendasar yang bersifat adil dalam aspek ekonomi. Kebijakan mendasar antara lain keadilan dalam pemanfaatan sumberdaya alam. sebagai bagian dari kajian etnobotani d. Misalnya hilangnya salah satu sumberdaya makanan hewan yang berasal dari tumbuhan akan mendorong hilangnya sumberdaya hewan yang menggunakan sebagai sumber makannya. teknologi dan struktur ideologi. Perkembangan kehidupan manusia dan kebudayaannya berbanding lurus dengan penurunan kualitas lingkungan. terutama dalam menghadapi tantangan pemanasan global akibat hilangnya sumberdaya tumbuhan hutan. _____________________________________________________________________ Tugas 15 . Kekayaan dan keanekaragaman bentuk-bentuk kehidupan di alam mempunyai sumbangan bagi perwujudan nilai-nilai tersebut. Kehadiran campur tangan manusia terhadap lingkungannya sudah berjalan semakin besar dan berlangsung semakin cepat dan memburuk. karena mengejar standar kehidupan yang semakin tinggi.

Gabunglah tiga pernyataan aplikasi deep ecology untuk membhas masalah dergradasi sumberdaya dan pemanasan global ___________________________________________________________________ 16 . Carilah lima nama desa yang menggunakan nama tumbuhan. Cari padanannya nama tumbuhan dalam bahasa Indonesia dan ilmiah 2.1.

BAB I PENDAHULUAN ( GALUNGAN) Bumi adalah planet paling istimewa dalam sejarah ilmu pengetahuan. mencakup obek biologi. Kecilnya eksistensi manusia dalam kehidupan jagat raya diungkapkan dalam simbul rahasia waktu kehidupan. Planet bumi memiliki gunung. Hubungan manusia atau kelompok masyarakat pada etnik etnik terentu sesuai dengan karakeristik geografisnya dalam mengatur kelompoknya terhadap obyek 17 . Ibu Pertiwi memberikan cahaya dan keuntungan kepada semua yang ada Perasaan cinta yang mendalam terhadap tanah air disebabkan karena prthivi memberi kehidupan bagi manusia. awan dan bahan bumi yang padat diselimuti oleh embusan angin. Bumi dianalogikan dengan Ibu Pertiwi. 2001). Tanah. Bumi disebut hiranyavaksah. sungai. air. sehingga keberadaannya ditentukan oleh kesadaran saling hubungan diantara semua realitas Indonesia memiliki keunikan letak geografi dan secara geologis berada diantara cincin api gunung berapi yang setiap saat dapat menimbulkan gempa akibat gesekan kedua lempengnya. keluarnya gas secara berlebihan maka dapat berubah menjadi bencana. laut. dan tingkatan struktur kejadiannya. tema biologi. 2. minyak dan gas yang berlimpah sebagai karunia. karena alam bersifat rwa bhineda atau dualistik. maka ia harus berhati-hati dalam pemanfaatannya. gas adalah sebuah realitas yang memiliki nilai bagi dirinya sendiri (internal value) dan tidak hanya bernilai bagi kepentingan manusia. karena bumi satu-satunya planet dihuni manusia. Manusia adalah salah satu species diantara ribuan species sebagai puncak kesadaran evolutif. Biologi dan Etnobotani Biologi sesuai sruktur BSCS. galaksi dengan gugusan bintang-bintang. Kepulauan Indonesia yang memiliki curah hujan sangat tinggi dilindungi oleh vegetasi tumbuhan mulai dari pegunungan sampai pada tepi pantai. Bumi memiliki berbagai macam kehidupan mulai dari makhluk satu sel sampai mamalia tingkat tinggi dan manusia. planet-planet.. Bumi sebagai Ibu Pertiwi adalah tempat manusia dan para nenek moyang pernah melakukan berbagai aktivitas. Keunikan geologis tersebut mengakibatkan Indonesia memiliki hasil tambang logam. dimana sebutan tersebut berlaku bagi hampir seluruh etnik di Nusantara. Alam semesta memiliki matahari. Pada saat bangsa Indonesia menginginkan gas dari cekungan bumi. Kesalahan pemanfaatan dapat mengakibatkan timbulnya bencana. Manusia penghuni bumi tidak sebanding dengan sebutir debu ditinjau dari jumlah planet penyusun bima sakti. karena ia memiliki dada emas dan bagi siapapun yang bekerja berlandaskan kebenaran akan mendapat hasil yang sepadan (Atharvaveda dalam Somvir. bulan.

Semua kelompok masyarakat sesuai karakter wilayah dan adatnya memiliki ketergantungan pada berbagai tumbuhan. mendokumentasi pengetahuan tersebut dalam bahasa lokal. upacara adat.or. Etnoboani tidak hanya membicarakan pengembangan pengetahuan masyarakat awan tentang penggunaan tumbuhan. Botani merupakan obyek dari biologi dan persoalan yang dimilikinya.. Realitas dan kombinasi keduanya memungkinkan bangsa Indonesia meningkatan perbaikan dalam paparan ekonomi. tetapi telah menggabungkan metoda penelitian kuantitatif. lebih khusus tentang kajian ekonomi botani. masyarakat awam yang telah menggunakan berbagai macam jasa tumbuhan untuk menunjang kehidupannya. Etnobotani yang bertumpu kehdupan manusia dalam pemanfaatan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitarnya. 2. Dalam hasil hasil penelitiannya mulai mencantumkan nama–nama informan sebagai sebuah betuk etika. pengobatan. Pendukung kehidupan untuk kepentingan makaan.id/). dapat meningkatkan daya hidup manusia. tetapi sebenarnya telah dipergunakan ribuan jenis tumbuhan di berbagai belahan bumi oleh berbagai etnik. bahan bangunan. etnofarmkologi. maupun rekaman kaset dnn video. Misalnya. paling tidak untuk sumber pangan. Timbullah kajian bidang-bidang yang terkait dengan obyek-obyek biologi oleh kelompok masyarakat. ekowisata. Dokunetasi hasil hasil penelitian etnobotani akhirnya menjdi alat komunikasi dan pelestarian pengethuan masyarakat tradisional yang tersebar di berbagai belahan bumi ( http://www. Keanekaragaman kultur Indonesia yang tersebar dalam ribuan pulau akan membentuk mosaik kehidupan yang tidak ada duanya di dunia. Hubungan etnik dengan lingkungan dalam bidang etnoekologi. bahan pewarna dan lainnya. etnozoologi. kesehatan.latin. mendokumentasi serial foto secara sistematis yang menggambarkan pengetahuan bersangkutan. Etnobotani Etnobotani dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk mendokumentasikan pengetahuan masyarakat tradisioal. Aktivitas kelompok masyarakat tersebut kini berkembang pada aspek yang lebih meluas sesuai perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat. budaya.biologi. mencantumkan nama informan sebagai penulis dalam buku tumbuhan obat. Keunikan Indonesia yang memiliki keanekaragaman biodiversitas terbesar kedua setelah Brasil memiliki keunggulan komparatif dalam menumbuhkan ilmu pengetahuan tersebut. dipahami sebagai etnobiologi. Dalam kehidupan modern telah dikenal lebih dari seratus jenis tumbuhan untuk sumber makanan. Beberapa contoh bentuk pengembalian hasil penelitian kepada masyarakat tradisional antara lain. dan ekologi sebagai bagian dari persoalan biologi yang membahas interaksi organisme dengan lingkungan 18 .

yang mana gagasannya telah disampaikan pada pertemuan perkumpulan arkeologi tahun 1895 oleh Harsberger. 19 . Corpusnya mencakup kenampakan simbol. tujuannya dan bagaimana pandangan kelompok ragam etnis bersangkuatan dalam pemanfaatannya (Toledo 1992). manage and appropriate natural resources. ethnobiology. pengamatan karakteristik dan penilaian dinamika kualitas ekosistemnya adalah wujud totalitas kegiatannya. yaitu mempelajari hubungan manusia dengan tumbuhan dan lingkungannya (Baroto. 2004). Bersumber dari pengetahuan ilmiah. anthrophology. Pengetahuan tumbuhan sebagai simbul penyusun tubuhnya merupakan salah satu persepsi masayarakat Bali terhadap eksistesi dirinya yang dilambangkan dengan berbagai jenis tumbuhan . Etnobotani menekankan bagaimana mengungkap keterkaitan budaya masyarakat dengan sumberdaya tumbuhan di lingkungannya secara langsung ataupun tidak langsung. Berbagai jenis tumbuhan disusun sesuai susunan aksara hanacaraka.biotik dan abiotiknya. Mengutamakan persepsi dan konsepsi budaya kelompok masyarakat dalam mengatur sistem pengetahuan anggotanya menghadapi tetumbuhan dalam lingkup hidupnya. rangkaian proses pengolahan sumber dayanya (praxis). dalam Soekarman 1992). 3 Etnoekologi Ethnoecology merupakan satu sains yang bertumpu pada kebutuhan praktis. The exploration how nature is seen by hunans groups through a screen of beliefes. Kajiannya bertumpu pada bagaimana pemanfaatan alam oleh kelompok masyarakat (ethnic) sesuai kepercayaan. knowledge and purposes. Kajian etnobotani dapat dicari padanannya dengan etnoekologi. human ecologists. Strukturisasi aksara bagian tubuh dengan simbol jenis tumbuhan memiliki nilai internal dan eksternal. pengetahuan. Ekologi yang terkait dengan keunikan etnik seperti halnya etnobotani. environmental geography sebagai dasar pendekatannya (Toledo. dan kajian persoalan biologi dengan etnik lainnya. and how in term of their images humans use. etnomedisin.(Surayin 2002 dalam Nala 2005). Etnobotani mempelajari pemanfaatan tumbuhan secara tradisional oleh suku bangsa yang primitif. 1992). agronomists. agronomy.(Chandra 1990. Penekanannya pada hubungan mendalam budaya manusia dengan alam nabati sekitarnya. Etnobotani merupakan cabang ilmu yang interdispliner. konsep dan persepsi terhadap alam dan praksisnya merupakan rentetan aktivitas praktis pengelolaan. Pandangan dan kepercayaan masyarakat terhadap alamnya (corpus). has been a central task of most ecologically oriented research conducted by anthrophologists.

Khasanah pengetahuan lokal 20 .. tetumbuhan sebagi sumber kehidupan. Proses perubahan kedudukan yang mebangun jaringan interaksi akan menimbulkan krisis lingkunan. Munculnya manusia imanen dan deterministik. pengetahuan lokal dan nilai-nilai tradisional. perlindungan alam. penyediaan bahan pangan. . Interaksi manusia dengan lingkungan tetumbuhnya secara visual dalam masyarakat Bali khusunya digambarkan dengan keterkaitan dari semua bagian tubuh manusia sebagai satu kesatuan (Gambar 1). ahan pakaian. Pengetahuan bidang pertanian.. obat-obatan dan upacara adat istiadat merupakan elemen penunjang dasar kehidupan dan kebudayaan manusia mulai awal sejarahnya. 4 Indigenous Knwledge Indigenous knowledge dapat dikatakan suatu keunikan dalam satu kultur masyarakat. Sistem pewarisannya dilakukan secara lisan. adat istiadat yang bertumpu pada bidang kehidupan praktis (Gough 1977). pengetahuan asli. Gambar 1. menggunakan ungkapan kata-kata dalam upacara. menempatkan dirinya sebagai bagian dari alam. menjaga kesehatan.Masyarakat tradisional di berbagai belahan bumi memiliki keperayaan kuat terhadap bumi sebagai ibu pertiwi. Integrasi manusia dengan tetumbuhan di alam Perubahan keterkaitan diantara kesatuan tubuh manusia dengan tumbuhan akan menimbulkan perubahan dalam tubuh sebagai mikrokosmos dan lingkungan sebagai makrokosmos. ritual. Keberadaan tumbuhan bahan pangan. Munculnya rasa hormat kepada tetumbuhan dan semua ciptaan didasarkan pada konsepsi kesatuan mikrokosmos-makrokosmos.

Konsepsi tersebut dapat tersebut dituangkan dalam aksi deep ecology dijadikan pembahasan dalam mempelajari etnobotani. 21 . sosial dan politik (Maikhuri 2000). Fenomena pengetahuan tradisional dapat digunakan sebagai pijakan konservasi. Aplikasi Etnobotani dalam Peta Aksi Deep Ecology h. karena tanpa tumbuhan tidak akan ada kebudayaan dalam kehidupan manusia. adat dan tradisi keagamaan. Krisis lingkungan hanya dapat diatasi dengan melakukan perubahan cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam (Naes dalam Keraff. 5. Pokok-pokok pikiran menghargai seluruh realitas sebagai satu gerakan. Berbagai jenis diantaranya bermakna sebagai nilai budaya. Alam kehidupan yang paling dekat dengan manusia adalah tetumbuhan. Eksistensi tumbuhan di bumi juga memiliki nilai bagi dirinya sendiri dan bila dimanfaatkan oleh manusia harus memiliki kaidah konservasi untuk menjaga kelangsungannya. Peta dasar gerakan (Naess 1986). memiliki nilai-nilai sendiri baginya dirinya (intrinsic value). pertanian tradisional serta aktivitas sejenis..keanekaragaman hayati dapat direalisasikan dalam pola pemanfaatan sumberdaya hayati. Gerakan paradigma pemecahan masalah lingkungan dilakukan secara lebih mendalam dan terintegrasi. Sistem pengetahuan tradisional banyak dipertanyakan generasi muda yang mana penyebabnya berdimensi ekonomi. yang dimanfaatkan melalui sistem pengetahuan lokal secara dinamis. Eksistensi dan perkembangan kehidupan manusia maupun bukan manusia di bumi. Masyarakat lokal mengembangkan pengetahuan tradisionalnya secara praktis dimana mereka melangsungkan kehidupannya (Fien 1977). Perkembangan sistem berpikir masyarakat moderen berdampak terhadap polarisasi kerja masyarakat sehingga menurunkan respek generasi muda terhadap pengetahuan tradisionalnya. Bahasan dilakukan dengan mencari semangat pada setiap butir pernyataan dan menghubungkan dengan karakteristik sumberdaya tumbuhan. sebagai salah satu sumberdaya alam paling awal hadir. Adopsi pengetahuan dan kebudayaan masyarakat modern secara cepat mengakibatkan terjadinya dislokasi sistem pewarisan pengetahuan tradisional. sebagai sumber makanan makhluk berikutnya. Perlunya ditumbuhkan sebuah pola hidup dan budaya masyarakat susilawi yang mampu menuntun hidup manusia untuk berinteraksi dalam kehidupannya di alam semesta. Dislokasi pengetahuan tradisional dan kehancuran habitatnya menimbulkan berbagai krisis lingkungan yang harus dicari pemecahannya. Pemecahan yang mengakui bahwa eksistensi setiap makhluk memiliki nilai masing-masing dalam keharmonisan alam semesta. sejalan konsep pengetahuan tradisional yang bertumpu pada penghormatan alam. 2002).

.. 22 . Peningkatan jumlah manusia dan ekspansi kebudayaan maupun eksploitasi sumberdaya alam melalui teknologinya cenderung menurunkan kualitas lingkungan. Pemanfaatan jasa ilmu pengetahuan dan teknologi idealnya juga dapat membantu eksistensi sumberdaya tumbuhan dan masyarakat tradisional dalam menjaga kebudayaannya. kecuali untuk jaminan kebutuhan dasarnya. Misalnya hilangnya salah satu sumberdaya makanan hewan yang berasal dari tumbuhan akan mendorong hilangnya sumberdaya hewan yang menggunakan sebagai sumber makannya. Eksitensi sumberdaya tumbuhan baik sebagai individu maupun formasinya merupakan bagian dari proses mejaga eksistensi nilai nilai bersangkutan sebagai turunannya. Perlunya upaya perubahan kebijakan mendasar yang bersifat adil dalam aspek ekonomi. Kekayaan dan keanekaragaman bentuk-bentuk kehidupan di alam mempunyai sumbangan bagi perwujudan nilai-nilai tersebut. tetapi lebih dari itu ia harus mampu menjaga hubungannya dengan realitas lainnya.i. Perkembangan kehidupan manusia dan kebudayaannya berbanding lurus dengan penurunan kualitas lingkungan. j. Perubahan cara kehidupan merupakan isu sentral ke masa depan. Kehadiran campur tangan manusia terhadap lingkungannya sudah berjalan semakin besar dan berlangsung semakin cepat dan memburuk. Perubahan idiologi paling utama adalah mengutamakan apresiasi terhadap kualitas kehidupan dibanding peningkatan standar kehidupan yang tinggi. tanpa memperhitungkan keterbatasan sumberdaya alam. pengetahuan tradisional pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat agar mendapat kontribusi yang layak. Tidak hanya mengeksploitasi pengetahuan tradisional masyarakat. m. Perlnya keadaran baru agar kehadiran manusia tidak hanya mereduksi dan memperburuk kualitas alam. n. teknologi dan struktur ideologi. terutama dalam menghadapi tantangan pemanasan global akibat hilangnya sumberdaya tumbuhan hutan. sebagai bagian dari kajian etnobotani k. karena mengejar standar kehidupan yang semakin tinggi. l. Manusia tidak mendapat mandat untuk mengurangi kekayaan keanekaragaman tumbuhan. tetapi mengakui dan mengharagai eksistensinya sebagai hak cipta. Kebijakan mendasar antara lain keadilan dalam pemanfaatan sumberdaya alam. sehingga dibutuhkan pandangan dan cara dalam pemanfaatan seperti yang telah dibangun oleh berbagai etnik. Manusia tidak mendapat mandat untuk mereduksi kekayaan dan keanekaragaman.

Gabunglah tiga pernyataan aplikasi deep ecology untuk membhas masalah derdasi sumberdaya dan pemanasan global 2._____________________________________________________________________ Tugas 1. Cari padanannya dalam bahasa Indonesia dan nama ilmiah ___________________________________________________________________ 23 . Carilah lima nama desa yang menggunakan nama tumbuhan.

Definisi Etnobotani Ethnobotany is the science that studies and interpretates the history and the relation of plants in antique and actual societies. Fokusnya mempelajari dan melakukan interpretasi sejarah hubungan tumbuhan dalam masyarakat yang unik dan bersifat aktual. RUANG LINGKUP ETNOBOTANI Etnobotani secara terminologi dapat dipahami sebagai hubungan antara botani (tumbuhan) yang terkait dengan etnik (kelompok masyarakat) di berbagai belahan bumi. sehingga dapat dibedakan dengan kelompok lainnya. Sejarah hubungan nilai nilai guna tumbuhan bagi kehidupan masyarakat. pengetahuan budaya. Penekannya pada keseluruhan sumberdaya alam. It is a truly relation between plants and men. anthropology. Definisi etnobotani sejalan dengan definisi etnoekologi yaitu mempelajari tentang bagaimana pandangan kelompok masyarakat tentang alam melalui saringan kepercayaan. adat istiadat yang diwarisi dan keagamaan. pengelolaan dan peluang pemanfaatan sumberdaya. (1) mampu berkembanbiak dan bertahan secara biologis.. ecology etc. 1. bahasa. kelompok etnis dipahami sebagai populasi orang atau penduduk yang memiliki ciri ciri yang unik. Etnisitas umumnya mengacu pada perasaan bersama kelompok etnis. Studi yang bersifat murni antara tumbuhan dan manusia dan etnobotani membatasi pada sumberdaya 24 . By this science it is possible knowing societies. Etnoboani sebagai ilmu baru yang bersifat interdispliner. dan masyarakat umumnya. (3) membentuk jaringan komunikasi dan interaksi. its cultures and even creating subsidies for the recuperation of their histories. Keseluruhan masalah etnis mengacu aspek biologis. kepercayaa. botany. Narrol (1996) dalam Kumbara (2004: 231). among them history. (2) mempunyai nilai –nilai budaya yang sama. (4) memiliki ciri kelompok tersendiri yang diterima oleh kelompok lain. pengetahuan dan tujuan. yang diakui oleh etnik lainnya. dan sadar akan rasa kebersamaan. emphasizing many branches of human knowledge.BAB II. tumbuhan . dalam definisinya secara jelas menggambarkan saling hubungan antara manusia dengan tumbuhan dan lingkungannya sebagai sebuah kebudayaan yang tercermin dalam realitas kehidupan. dan bagaimana mereka mengimajinasikan penggunaannya. Keunikannya antara lain tercermin pada ciri-ciri berikut. Bagi ilmu pengetahuan adalah sangat mungkin untuk mengetahui masyarakat bersangkutan. melalui keterlibatan berbagai bidang keilmuan. kebudayaannya dan sangat mungkin melakukan kreasi untuk melakukan rekoperasi terhadap sejarahnya.

Melibatkan berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti sejarah. Terjadi hubungan saling mengisi. as said before Etnobotani adalah penelitian ilmiah murni yang mengunakan pengalaman pengetahuan tradisional dalam memajukan dan improvisasi kualitas hidup. Etnobotani memanfaatkan nilai-nilai pengetahuan masyarakat tradisional dan dan memberi nilai-nilai maupun pandangan yang memungkinkan memahami kebudayaan kelompok masyarakat dalam penggunaan tumbuhan secara praktis. tetapi juga 25 . because with the knowledge of useful properties in anthropological terms. Sumbangan pemikiran pengunaan tumbuhan secara praktis dengan pendekatan pendekatan ilmiah untuk memahami pengetahuan tersebut. . ekologi. antrophologi. karena nilai nilai guna yang dimiliki dan digunakan secara antrophologis adalah konservasi tumbuhan tersebut harus dilakukan sebagai konsekuensinya. Studi tersebut bermanfaat ganda. there is plants conservation as a consequence. but in a science much bigger. yaitu memanfaatakan nilai nilai keunikan pengetahuan tradisional dan menerima pandangan pandangan untuk memahami kebudayaanya dan penggunaan tumbuhan secara praktis. penelitian ilmiah untuk dapat memahami pengetahuan tersebut secara modern. it is not possible reducing in just a catalogue of medicinal plants and in the study of their properties. melalui perlindungan jenis jenis tumbuhan yang digunakan. but as also of the environment. botani dan cabang lainnya. dan perlindungan pengetahuan tersebut. tidak hanya bagi manusia tetapi juga kualitas lingkungan. memanfaatakan pengalaman dan pengetahuan praktis masyarakat tradisional. Hubungan antar bidang memegang peranan sangat penting. not only of men. Etnobotany uses and gives value to peoples traditional knowledge and in a lot of views possible the understanding of their cultures. It is a truly scientific investigation using empiric traditional knowledge in pro of life quality improvement. dan ekologi termasuk salah satu diantaranya. pengobatan. Tidak mungkin pula menyimpan pengetahuan tersebut dalam bentuk daftar katalog tumbuhan obat dan mempelajari sifat sifat yang dimilikinya. So. Studi tersebut memiliki cakupan aktualitas masyarakat tradisional yang unik dalam sejarah pemanfaatan tumbuhan. ekologi dan lainnya. botani. karena selain bermanfaat bagi manusia dan lingkungan.didukung oleh berbagai cabang pengetahuan manusia diantaranya adalah sejarah. dan meberikan sumbangan pemikiran. Tujuan mempelajari untuk memperoleh manfaatkan tidak hanya bagi manusia. dan ilmu pengetahuan tersebut bersifat lebih luas dan lebih besar. antrophologi. as also the practical use of plants.

Memberikan sumbangan bagi penelitian penelitian kelompok masyarakat. Memanfaatkan nilai nilai guna berbagai jenis sayur sayuran dariberbagai jenis species secara lebih luas dan bertambah. Perlindungan tumbuhan yang dimanfaatkan melalui penelitian penelitian ilmiah sesuai kebutuhan pengetahuan bersangkutan.value knowledge and communities traditional medicine. botani dan mempelajari teknik teknik ekologis agar masyarakat tradisional dapat terlibat dalam bidang penelitian." Seorang ahli etnobotani sebaiknya menjadi salah satu anggota dari kelompok masyarakat minoritas. . . would study…the traditional knowledge. jika studi tersebut dapat menghasilkan keuntungan ekonomi dan budaya bagi masyarakat tradisional.bagi lingkungan kehidupan tumbuhan tersebut agar sumberdaya tumbuhan yang digunakan terlindungi untuk kelangsungannya.subsidies for ethnical. antrophologi. Etnobotany collaborates to: . Cara tersebut akan membuat dirinya bertambah baik dan masyarakatnya. juga harus empelajari pengetahuan tradisional.Barrera. and the management and uses of the flora.useful property of vegetables species knowledge enlargement. using the acquired knowledge by scientific investigation. . 2004). And it would be even better – for him and his people – if his study could result in economic and cultural benefits for his own community.subsidies to the Public Power for developing socio-economic projects. Pengembangan nilai nilai pengetahuan dan masyaakat tradisional dalam pengobatan tradisionalnya. Kolobarasi etnobotani dapat dilakukan untuk tujuan tujuan berikut. yang mana ia adalah salah seorang pertama yang mempromosikan etnobotani di Mexico ( Lu chi wu. Keuntungan tersebut diperoleh melalui 26 . "The best ethnobotanist would be a member of an ethnic minority who. Tujuan mempelajari etnobotani antara lain untuk memahami pengetahuan tradisional pemanfaatan tumbuhan secara lebih baik. trained in both botany and anthropology. kebudayaannya secara baik. Berupaya mengembangkan kekuatan masyarakat untuk pengembangan aspek sosial ekonomi dan lingkungannya. Kolaborasi dilakukan untuk berbagai kepentingan baik dalam perlindungan nilai nilai yang terkandung di dalamnya maupun untuk peningkatan kapasitas masyarakat tradisional pemilik pengetahuan bersangkutan.flora preservation. Serta manajemen dan pemanfaatan tumbuhan. . botanical and ecological technical studies about the peoples who are involved on researches. . Upaya upaya tersebut antara lain harus dipelopori oleh para ahli etnobotani. memberi keuntungan ekonomi dan kebudayaan bagi masyarakat lokal. as also the environmental ones. anthropological. yang mana ia dapat melakukan pelatihan botani dan antrophologi. culture significance. melalui berbagai kegiatan dan keterlibatan secara praktis dan akademik yang dinyatakan dalam ungkapan A.

Salah satu dari informasi tersebut dilakukan dengan menyusun pengetahuan pengobatan tradisional masyarakat Bali yang disusun dalam bentuk buku panduan sederhana. Panduan paket bacaan disebarkan luaskan kepada kepala desa adat. Etnobotani berfokus mempelajari hubungan antara suatu etnik atau kelompok masyarakat dan sumberdaya alam tumbuhan serta lingkungannya. maka digunakan beberapa model pembuatan formulir yang diadaptasi dari beberapa model yang dirtawarkan Douglas Shell dkk. variasi data yang dikumpulkan. Metoda Dasar Etnobotani Variasi anggota masyarakat. Beberapa teknik wawancara antara lain. dan perlindungan penetahuan dan jenis tumbuhannya serta dapat dikembangkan dalam kajian kajian ilmiah yang mendalam untuk memahami pengetahuan tersebut. sehingga secara tidak langsung memberi pemberdayaan dan pengetahuan baru bagi mereka untuk memperkuat pengeahuan tradisional yang dimilikinya. dalam Baroto 2004:33)diadaptasi Suryadarma ( 20080 (Tabel 1) Tabel 1. Model Maam formulir Judul dan Metode 27 . dukun untuk dibaca pasiennya. kepala subak. maka teknik wawancara merupakan salah satu cara sangat penting dalam memperoleh data. Pemanfaatan jenis tumbuhan oleh etnik tertentu mencakup keseluruhan identitas etnis bersangkutan. (Suryadarma 2007). Pengembangan studi etnobotani memberikan kontribusi sangat besar dalam proses pengenalan sumberdaya alam pada suatu daerah melalui kegiatan pengumpulan kearifan lokal bersama masyarakat. melalui membaca ulang hasil hasil penelitian yang disusun secara praktis oleh para peneliti.. bukan hanya menyangkut tampilan biologi taksomi satu jenis atau kelompok tumbuhan. pengetahuan masyarakat terhadap kelompok tumbuhan dalam menjaga dan melangsungkan kebudayaan dan etnisitasnya. pada dekade terakhr terutama dalam metodelogi pengumpulan datanya.kerjasama penelitian. Dalam upaya memperoleh data dan informasi yang memadai dan mewakili. (1) wawancara berencana (standardized interview). Aktivitas pembelajaran etnobotani akhirnya memberi keuntungan kepada semua pihak. dan (3) wawancara sambil lalu (casual interview). pelatihan masyarakat tradisional pemilik pengetahuan. sehingga pembahasan etnobotani. perilaku. tokoh masyarakat. Studi etnobotani dapat membantu masyarakat untuk mengetahui secara ilmiah pengetahuan yang dimiliki dalam menunjang kehidupannya. (2) wawancara tak berencana (unstandardized interview). tetapi berupa sikap. Etnobotani muncul sebagai sebuah pendekatan multidisiplin keilmuan. 2. Berdasarkan bentuk pertanyaannya dikenal wawancara tertutup dan wawancara terbuka.

Yogyakarta Diskusi kelompok fokus. Kawasan Persawahan. Bali Wawancara dengan 3-5 informan kunci Masyarakat Suku Anak Dalam di Propinsi Jambi Wawancara dengan kepala desa atau ketua adat Masyarakat Lereng Merapi. Masyarakat Teluk Tomini. Masing-masing kelompok jenis kelamin. Yogyakarta Diskusi kelompok fokus. dalam Baroto 2004:33).  DS-7. 28 . Bali. Gorontalo. Letusan gunung. tua/ muda. Masing-masing kelompok perempuan/ lak-laki. Bali Diskusi kelompok fokus. Desa urban dan sub urban PDM tipe lahan dan hutan Metode Wawancara dengan kepala desa Kasus Desa Adat Tengan Bali Wawancara dengan ketua adat Kasus Badui Dalam Banten Wawancara dengan 3-5 pedagang Penjualan Biji Kedawung Jawa Timur Wawancara dengan semua (atau paling sedikit 30 rumah tangga) Desa Sorowajan. Peninjauan luas dan karakteristik setiap tipe lanskap dan karakteristik kegunaan dan tingkat kesakralannya. Sleman. Memberi gamabaran unit unit lansskap antara Kawasan Pemukiman. Keterangan karakteristik DS-6 sampai DS -10 adalah seperti berikut. tua/ muda. atau kelompok etnik Masyarakat Adat Desa Tenganan.dokumen statistik desa Desa Condong Catur. Masing-masing kelompok perempuan/ lak-laki. atau kelompok etnik Masyarakat Desa Imogiri Bantul. Yogyakara Pertemuan dengan masyarakat Masyarakat Dayak Kalimatan. Bangli.Formulir QS-1 QS-2 QS-3 QS-4 QS-5 QS-6 DS-1 DS-2 DS-3 DS-4 DS-5 DS-6 DS-7 DS-8 DS-9 DS-10 Judul Deskripsi Desa dan perspekif penggunaan lahan Latar belakang budaya dari penggunaan lahan Harga barang diperdagangkan Survey Pemanfaatn Berbagai Tumbuhan bahan Jamu bagi Rumah Tangga Pengetahuan tradisional tentang penggunaan lahan Pengumpulan dan penjualan hasil hutan oleh masyarakat adat Sejarah penggunaan lahan dan pemukiman di Lereng Merapi Bencana alam gempa bumi. tua/ muda.kelompok etnik Masyarakat sekitar Taman Nasional Bali Barat PDM masa lampau-masa kini-masa depan PDM jarak untuk tipe lahan dan hutan PDM sumber barang yang dipergunakan PDM spesies terpenting per kategori guna Keterangan: QS=Lembar Kuisioner. PDM=Pebble Distribution Sumber > (Adaptasi dari Douglas Shell dkk. Pertemuan dengan masyarakat Masyarakat disekitar Hutan Wanagama Gunung Kidul. Masing-masing kelompok perempuan/ lak-laki. sekarang dan akan datang. Bandung. Wonosari. atau kelompok etnik Diskusi kelompok fokus.  DS-6 . Yogyakarta Wawancara dengan kepala desa atau ketua adat Pasca Gempa Bantul Yogyakarta. Kawasan Tempat Keramat. DS=Lembar Data. Waduk Saguling. umur. bocornya tanggul dan kejadian penting Tipe dan jenis lahan serta sejarah terbentuknya hutan Pemanfaatan hasil hutan meranti dan hutan mangrove Demografi atau kependudukan. tua/ muda. Survey Rumah Tangga. Diskusi FGD atau Focus Group Discussion antara kelompok untuk mempresentasikan Desa Adat Tenagan antara masa lalu. Daftar ruang kegiatan dan karakteristiknya dapat digunakan sebagai acuan untuk memberi ringkasan sehingga dapat dipahami semua pihak. Warga masyarakat Sirtu Gintung. Diskusi kelompok fokus. atau kelompok etnik Masyarakat Adat Desa Tenganan. Hasil yang diperoleh sebaiknya dipandang sebagai sebuah penjelasan terhadap setiap pemangku kepentingan secara keseluruhan yang dapat diuji lebih lanjut. Bantul Yogyakarta Wawancara dengan 3-5 informan kunci Desa Trunyan. Kawasan Hutan. Masing-masing kelompok perempuan/ lak-laki.

pembuatan perahu. 30 tahun yang lampau dan 20 tahun kedepan. Katagori lanskap: perkampungan tradisional.Tujuannya untuk memberikan kepentingan relatif setiap lanskap lahan. perkampungan penghasil jamu.  DS-10. anyaman. sungai. Memberikan gambaran species tumbuhan paling penting melalui pembobotan relatif dari sebuah taxa tumbuhan obat yang paling penting setiap katagori kegiatan (masing-masing sampai 10). kebun. hutan lindung dll. dibeli. kayu bakar. adat ritual dst. Misalnya lanskap persawahan dapat dikembangkan listrik tenaga air.  DS-9. Carilah padanan nama nama tumbuhan dalam bahasa ilmiah ___________________________________________________________________ 29 . Memberikan gambaran ikhtisar kepentingan secara keseluruhan ditempatkan pada sumber sumber tumbuhan berbeda yang digunakan oleh masyarakat sekitar. ladang. bahan jamu yang ditanam. Katagori kegunaan : makanan. Tumbuhan bahan obat. sebagai bagian keunikan desa. obat-obatan. ____________________________________________________________________ Tugas Lakukan wawancara penggunaan bahan bahan untuk nyirih pada minimal orang pelaku nyirih. terdapat di hutan sekitar atau perladangan dan tumbuhan liar lainnya . konstruksi. untuk tipe-tipe kegunaannya dan dinilai yang berbeda bagi kepentingan saat sekarang. Memberikan gambaran akses masing masing unit lanskap. hutan keramat. perkakas.  DS-8. Sudah dilakukan untuk listrik penyosohan beras.

data tekstual pemanfatan oleh masyarakat. yaitu (1) identitas kebudayaan. ( Tabel 2). Data Nilai Manfaat Tumbuhan Sajian data katagori pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan merupakan tampilan organisasi data yang disusun secara rinci berdasar nilai nilai manfaat dan karakteristik tumbuhan. (4) kebudayaan tradisional dan (5) kepribadian (dalam Ardhana. berbagai lagu di kepuluan Indonesia. Persepsi kelompok masyarakat terhadap jenis tumbuhan yang sama. Karakteristik tumbuhan antara lain. secara keseluruhan setara dengan cultural identity. Organisasi Data Etnobotani a. di berbagai belahan bumi (Ardika. buah bahan. tidak hanya terbatas pada masa lampau. dan Soeodiman mengemukakan lima alternatif. (2) identitas bangsa. 2004: 96). 30 . kayu cendana dan terhadap berbagai jenis binatang. Terdapat berbagai pandangan tentang local genius. 2 . Kepribadian kebudayaan lokal (Mundardjito). tumbuhan sayuran. 2004: 111). ornamen. Data artefaktual hubungan manusia dengan tumbuhan. (4) mampu mengendalikan. tumbuhan budidaya. dan (5) mampu memberikan arah pada perkembangan budaya (Poespowardojo. data dalam naskah lontar ( Bali. b. 2004: 5-6). (3) mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur-unsur budaya luar dalam kebudayaan asli. berbeda atau bahkan kebalikannya. i986. Data Kesadaran kolektif masyarakat Kesadaran kolektif masyarakat lokal yang tumbuh secara internal dan pengaruh eksternal menampilkan pola pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan.BAB III. Misalnya persepsi masyarakat Bali dan Jawa terhadap keberadaan pohon kamboja. dapat sama. kosmetik dan seterusnya. dalam Ardhana 2004: 114). (3) kebudayaan asli. (1) mampu bertahan terhadap budaya luar. Kesadaran kolektif kelompok etnik sebagai kajian etnobotani ( Ardhana. tumbuhan liar. DATA ETNOBOTANI 1. Perkembangan terakhir mengacu pada kearifan lokal yang berlangsung sepanjang masa. tetapi semua merujuk pada kolektivitas kelompok tertentu. Sumber data a. Local genius. Serat Centhini di Jawa. Sifat utama kearifan lokal adalah. (2) memiliki kemampuan mengakomodasi budaya luar. Tumbuhan makanan pokok. tumbuhan makanan sekunder. Organisasi data tersebut sangat bermanfaat untuk memudahkan dalam menganilisis data maupun penyajian hasil. yaitu kepribadian budaya satu bangsa. tumbuhan perangsang.

b.5 Beverage/ plant juice 2. Staple crop 2.6 Fruits and edible seeds 3. Forage crops 4. Dye plants 5.2 Binding/ weaving 3. Papua Barat. Medicinal Plants 1.4 Spices 1.1 Vegetabes and legumens 2. 2004: 43).1 Edible leaves. non medicinal plants 1.2 Oil plants 2. Stimulants 5. Latex and resin plant 3. Pemenuhan kebutuhannya bersumber dari tumbuhan yang ada alam hutan yang telah dilakukan dan diterima secara turun temurun (Purwanto. bahan racun. Palatable. etc B. bahan bangunan. fruits and seeds 1. Wild plants D. Cultivated Plants 1. stems and shoots 1.2 Edible flowers. etc C. Catagories of useful plants Catagories of useful plants A. pakaian. Cultivated 2.3 Edible roots and rhizomes 1.3 etc 4. tetap bergantung pada hasil perburuan dan kebutuhan hidupnya kesehariannya berasal dari hutan sampai saat sekarang. terdiri atas 57 jenis tumbuhan pemeliharaan dan 531 jenis jenis liar. Masyarakat menggunakan lebih dari 588 species tumbuhan. Data Pengetahuan Masyarakat 31 . Secondary food crops 2. Semi –Domesticated Plants Number of species 58 1 51 39 1 7 6 3 20 1 2 231 27 14 10 2 1 59 13 + 2 9 16 87 6 81 4 Organisasi data (Tabel 2) diambil dari penggunaan tumbuhan oleh Suku Dani di Lembah Baliem.5 etc 2. Wild Plant 1. obat-obatan.1 Bamboos and rattans 3. dan lainnya. Masyarakat Suku Dani mengetahui dengan pasti dalam menggunakan hasil hasil hutan untuk makanan. Rope 3.3 Tubers 2. Masyarakat Suku Dani seperti halnya kelompok masyarakat asli.4 Spices 2.Table 2.

9 10 18 16 15. Pantai 120 orang 240 orang Keterangan : < 65 . Data Pengenalan jumlah tumbuhan dalam usada oleh masyarakat Masya Pengetahuan jumlah jenis tumbuhan dalam usada rakat Desa (Usia) min >60 th Pegunungan.9 Dataran. Tabel 3. Pernah mendengar mak x sd min Pernah melihat mak x sd Min Pernah menggunakan mak x sd 86 107 112 86 134 147 144 147 118 133 129 126 12 9 8 11.7 72 76 67 67 131 137 131 137 103 107 109 107 12 13 12 12. Cukup (C). banyak (B).Organisasi data pengetahuan masyarakat diungkap dengan sekala berjenjang mulai dari mendengar. nilai rerata dan standar deviasi. menggunakan.1 110 13 17 8 13. Perilaku masyarakat terhadap tumbuhan. mengunakan untuk obat. Kuantifikasi data antara lain dengan menyajikan nilai-nilai miniumum-maksimum. sedikit (S). melihat. Kejelasan hasil analisis data dapat disajikan dalam bentuk grafik dan histogram.7 20. 54 57 75 54 54 118 123 108 123 147 95 93 93 94.6 4 9 7 7.4 17 Dataran. Sekor kuantifikasi diberi bobot berjenjang mulai dari nilai satu sampai lima.96 >129 - 32 Sangat sedikit Cukup (C) Banyak sekali (BS) (SS) 97 - 33 128 64 Sedikit Banyak (B) Skoring dilakukan dengan pembobotan yang diungkap dengan urutan kriteria. 32 . ( Tabel 3) (Suryadarma 2005). untuk mendorong perkembangan etnobotani sejalan perkembangan penelitian soosial kuantitatif. dan harus dilengkapi data taksonomis setiap tumbuhan ..2 87.2 37 31 39 31 31 85 94 95 95 137 68 65 74 69.6 22. Ingat data etnobotani menekankan persepsi masyarakat dalam penggunaan tumbuhan.5 30 23 24 23 23 46 61 65 65 106 39 39 38 39 52.3 11 13 9 12. karena tampilan grafik dan histogram dapat secara cepat memberi gambaran makna data yang diorganisir Misalnya grafik penurunan pengetahuan masyarakat ( Gambar 2) . Sajian organisasi data kualitatif dilakukan dengan usaha usaha kantifikasi.6 41 56 48 41 81 106 88 106 58 74 66 66. Dalam kasus ini disajikan data pengetahuan masyarakat Bali tentang jumlah tumbuhan obat yang tertuang dalam pengobatan tradisional Usada Taru Pramana. Sangat sedikit (SS). Pantai.. 120 orang Usia 15 – 25 th Pegunungan. banyak sekali (BS).

Grafik lebih terinci dapat disajikan pengetahuan antara generasi dan lokasi penelitian. Tampilan analisis secara cepat dapat mengarahkan kecenderungan pengetahuan paling tinggi (Tabel 4) Kuantifikasi data etnobotani merupakan salah satu upaya mengembangkan etnobotani sebagai ilmu interdisipliner. Tabel 4. sehingga dapat memenuhi kaidah kaidah disiplin ilmu pendukungnya. pernah menggunakan dan menggunakan untuk pengobatan bagi semua kelompok masyarakat. c. pernah melihat. sehingga informasi tersebut dapat digunakan lebih mudah dalam mengambil kesimpulan. Analisis data dilakukan secara bertahap dimulai dari menampilkan nilai rerata. Jawaban pada kelompok mana terjadi perbedaan pengetahuan. Penyajian organisasi data dan grafik dapat lebih mengarahkan penelitian etnobiologi secara kuantitatif serta lebih memudahkan untuk mengkomunikasikan. nilai maksimum-minumum. Memudahkan dalam merekomendasikan penelitian tersebut dan merupakan salah satu sumbangan bagi pengambil kebijakan.. standar deviasi dan nilai rangking reratanya. antar lokasi bertujuan untuk mencari jawaban secara lebih terinci. Data diskripsi uji pengetahuan antar kelompok usia -lokasi desa 33 . Analisis data Analisis data uji beda tingkat pengetahuan antar kelompok masyarakat. Grafik Penurunan Pengetahuan Pegobatan Usada Taru Pramana Grafik tersebut secara tegas dapat menunjukkan penurunan pengetahuan masyarakat mulai dari pernah mendengar.120 100 80 Grafik Penurunan Pengetahuan pengobatan 60 40 20 0 Pmd Pml Pmg Jumlah jenis tumbuhan usada masyarakat Obt Jumlah responden 240 orang Gambar 2.

Min Mak.Pengetahuan masyarakat 1.28 240 120 120 19. c.37 114. sig .77 88. Sig Mean rank 179.00 178.11 172. sig .8500 2. b.000 Pertamanan > 60 th 15-25 th 120 120 0.8500 2. Sekor gabungan antara melihat-medengar-menggunakan .86 54.00 17.57 Keterangan.44 151. sig .607 N Rerata St Dev.000 Upacara > 60 th 15-25 th 120 120 0.00 17.17 240 145 31 14 43 7 10.000 3.Pengetahuan antar lokasi Pengetahuan Pegunungan Dataran Pantai Asimp.00 34 . 0-4 sangat kurang. 0. untuk memperoleh pilihan nilai guna utama tumbuhan oleh kelompok generasi tua dan generasi muda.00 114.3648 5.Pengetahuan-pekerjaan Pengetahuan Petani Dagang Pegawai Pelajar Lainnya Asimp.32 Asymp.00 151. 0.3648 5.3648 5. 9-12 cukup. 0.untuk obat a. Mean rank 240 80 80 80 10. d. (Tabel 5) Tabel 5. Diskripsi uji Mann.Pengetahuan antar usia Pengetahuan Usia > 60 th Usia 15-25 th Asimp.85 132.89 178.19 88.8500 2.83 62.0 82.00 17.Whitney macam pemanfaatan jenis tumbuhan Kelompok usia Obat > 60 th 15-25 th Jumlah responden 120 120 0.e 17-20 baik sekali Pengungkapan nilai manfaat tmbuhan antar kelompok usia dilakukan dengan uji beda Mann-Whitney.68 78.74 74.13-16 baik.000 82.22 162.166 2. 5-8 kurang.000 Konsmsi > 60 th 15-25 th 120 120 0.

Pemahaman metodologi yang semakin lengakap harus dimulai dengan menggabungkan metodologi kuaitatif dengan metode kuantitatif (Bungin 2003. dalam berinteraksi dengan lingkungan tetumbuhan. 2004:32). Gejala perubahan paradigma tersebut juga terjadidalam penelitian penelitian interdisipliner. bukan data taksonomi botaninya. Penelitian etnobotanipun harus mendekati kaedah kaeedah penelitian botani sebagai ilmu alamiah dan persoalan etnik. dalam Baroto. Data etnobotani yang diperoleh adalah data tentang persepsi dan konsepsi budaya kelompok masyarakat dalam mengatur sistem pengetahuan anggotanya dalam menghadapi tetumbuhan yang ada dalam lingkup hidupnya. maka para peneliti harus memberi makna yang luas terhadap kebudayaan masyarakatnya. 2004: 32). Dalam penelitian tersebut individu individu anggota komunitas etnik merupakan informan yang sangat tepat untuk mewakilinya. Paradigma Penelitian Etnobotani Paradigama penelitian kualitatif yang sejak lama mendominasi ilmu ilmu sosial telah mencair sejalan dengan semakin terbukanya penelitian kuantitatif. dimana lokasi tumbuhnya. Etnobotani secara langsung bersinggungan dengan ilmu ilmua alamiah dan ilmu sosial budaya. etnobotani. Penelitian etnobotani yang menyangkut budaya masyarakat. Informan yang sama diwawancarai secara bergantian oleh anggota peneliti yang berbeda. etnozoologi. Tercakup didalamnya data cara memperoleh. Data etnobotani adalah data tentang pengetahuan botani masyarakat dan organisasinya. seperti etnobiologi. Misalnya persepsi masyarakat terhadap jenis tumbuhan diperoleh menggunakan sistem pengulangan wawancara pada informan. dll. dan telah para ahli kunci pemilik pengetahuan bersangkutan. dalam meneliti perilaku masyarakat. Solusi yang ditawarkan antara lain kerjasama antara keahlian para etnobotani..BAB IV. PENELITIAN ETNOBOTANI 1. pemerhati. Penelitian etnobotani telah menggunakan jasa-jasa penelitian statistik dalam memperoleh data dan menganalisis. Informasi wawancara diklarifikasi dengan melakukan cross chek untuk mendekati 35 . terutama untuk mengungkap nilai nilai manfaat jenis tumbuhan tersebut. Penelitian etnobotani telah berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan lain karena etnobotani bersifat interdisiplin. kapan waktu panen dan ciri –ciri lain yang dapat digunakan sebagai indikator. peminat. botani ekonomi. Keterkaitan dua poros ilmua lamiah dan etnik tersebut yang bertolak belakang tersebut merupakan kekuatan dan kelemahan sehingga perlu dicari cara pemecahannya (Baroto. sebagai salah satu alternatif dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat.

antara lokasi desa penelitian (Suryadarma. karena keunikan etnik Bali.. Pohon kelapa yang sudah tua dan tidak produktif di Menado. Uji beda digunakan untuk melacak tingkat pengetahuan antara kelompok masyarakat. atau kombinasinya. teknologi dan karakteristik masyarakatnya. Data disusun antar kelompok generasi muda dengan generasi tua. Keunikan kelapa terkait dengan sebaran geografis kelapa dan fungsi lainnya. tingkat pendidikan. untuk memperkuat penelitian kualiatif melalui kuantifikasi data. sehingga terjadi perdaganag antar pulau sesuai dengan kebutuhan masing masing kelompok masyarakat. daun. sebagai tumbuhan multiguna. Persepsi masyarakat terhadap pengetahuan tertentu dapat dilakukan uji sederhana. buah yang tua. pernah melihat. Data diolah ke dalam nilai minimum. Kelapa merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki multi manfaat. 2. Misalnya kepentingan janur untuk upacara adat keagamaan di Bali.. Dalam memperolah perbedaan pengetahuan dapat dilakukan dengan uji beda. Kejelasan data selanjutnya diolah kedalam bentuk grafik histogram. bunga. Uji-uji statistik mulai dilakukan. standar deviasi. Manfaat Ganda Tumbuhan dalam Etnobotani Tumbuhan oleh kelompok masyarakat tidak hanya bersifat tunggal. Kemajuan iptek telah memacu nilai guna kelapa menjdi bertambah luas. dan dilengakapi uji statistik yaitu uji beda. rerata.kebenarannya. Multiguna nilai kelapa telah menurunkan berbagai kebudayaan ikutan. Organisasi data dapat disajikan dengan data kecenderungan. pernah menggunakan untuk obat. 2005). batang. sehingga kehadiran berbagai jenis tumbuhan memiliki latar belakang beranekaragam. maksimum. Pemanfaatan Kelapa) Kelapa bersifat multuguna dan dimanfaatkan oleh hampir seluruh masyarakat Asia dan dunia. Perbedaan antara para dukun. pernah menggunakan. Kelpa dimanaatkan hampir semua bagiannya untuk berbagai kepentingan mulai dari akar. Sulawesi telah menjadi bisnis baru untuk dijual ke Bali sebagai bahan bangunan. Hasil wawancara diolah menjadi data kuatitatif dengan skala tertentu. pembuat sesaji. dan para pengumpul hasil hutan. rerata. Perbedaan antara kelompok generasi muda dengan generasi tua. Misalnya pembobotan sekor antara pernah mendengar. telah membawa bisnis baru bagi masyarakat Banyuwangi Jawa Timur berjualan ke Bali. Proses pengolahan data telah menggabungkan antara data pengetahuan pengobatan masyarakat sesuai kaidah kaidah keilmuan. sampai menghasilkan iniyak ( Tabel 3. buah yang muda. ( Tabel 6) 36 .

Jawa x Bal x x x x Bali. Jawa Makanan Bangunan Obat x Macam Pemanfaatan Upacara Ornamen Musik Kerajinan Keterangan Bali 2. Tempurung g. Bali Jawa. tetapi nginang memiliki kelebihan terutama dalam menjaga kesehatan. nyirih merupakan bagian dari kebudayaan dan kehidupan masyarakat Indonesia dan Bali khusunya. Klungah c. Kuncup c. tidak level. wong desa atau ungkapan lain yang bernada meremehkan. Kelopak 5 Buah a. Nginang kini sudah semakin surut. Pucuk muda c. Bali Jawa. Integrasi Keanekaragaman Tumbuhan dalam Tradisi Nginang _______________________________________________________________ Nginang atau nyirih digunakan sebagai bahasan. pergaulan dan menggunakan berbagai macam tumbuhan dan hampir berlaku di seluruh Indonesia dan di Asia. . Sabut x x x x x x x x x x x x x x x x x x Jawa. Janur b. budaya. karena nyirih merupakan kombinasi antara adat. Kayu 3. pengobatan. Ibarat musik yang kehilangan Idol dan penggemarnya. Cengkir b. Nginang bagi generasi muda mungkin satu cemohan. Nginang dipersepsi bervariasi oleh berbagai kelompok masyarakat dan generasi muda. Batang a. Akar 2. a. dan nginang juga telah kehilangan pendukungnya karena adanya perubahan paradigma.1. Degan d. Tua c. Kasus Kajian Tradisi Nginang. Tua e. Daftar Rincian Pemanfaatan Kelapa oleh Masyarakat Indonesia Bagian tumbuhan 1. Bali kuno. Latar belakang Makan sirih atau nginang. Jawa Bali x X x x x Bali. Lidi 4 Bunga a. 37 . sejalan dengan perubahan waktu dan dinamika kehidupan generasi masyarakatnya. Daun a. agama.Tabel 6. Bali x x x x x Bali Bali. Muda. Kulit batang b. Air f. Kering d.

tetapi sebenarnya nginang mengandung aspek tradisi. Simbol proses penciptaan (Brahma. . Integrasi ketiga warna mewakili lambang tri datu. Fenomena tersebut merupakan tantangn etnobotani ke depan. Penggunaan simbul merupakan kehidupan masyarakat dunia dan penggunaannya mencapai puncaknya dalam tradisi Dharma. dan sebagai bagian interaksi sosial dalam pergaulan sebelum diperkenalkan kebisaan merokok. sirih. Masyarakat Jawa dan Bali menggunakan sirih untuk disinfektan saat bayi lahir dan bagi ibu-ibu setelah melahirkan. masyarakat Bali. dimana diperkirakan 400 juta penduduk dunia memakan sirih. sehingga terjadi pemanfaatan keanekaragaman tumbuhan untuk berbagai kegunaan. putih). Tradisi nginang memiliki dimensi pengobatan yang bersifat integratif dan mengutamakan pencegahan dibanding penyembuhan. Sejarah nginang Makan sirih merupakan tradisi sangat tua.Perlu dicari garis-garis penghubungnya sehingga memungkinkan terjalinnya generasi melalui satu penguatan.M. terhadap sesuatu yang bersifat tunggal. yaitu tiga warna dasar perputaran kehidupan.Nginang adalah bagian dari kebudayaan agraris. Daun sirih melambangkan dua permukaan yang berbeda (rwa bhineda). Mengapa terjadi ketidaksinambungan (culture lage) antar generasi terdahulu dengan generasi berikutnya. Penggunaan pinang (buah). ritual. 1995). hitam. b. Sirih ditata melingkar membentuk bangunan piramid. kapur. Tradisi makan sirih di India telah mampu mengembangkan aspek-aspek ekonomi rumah tangga dan di China telah mencatat penggunaan sirih untuk terapi cacingan pada manusia dan binatang. pemeliharaan (Wisnu. pergaulan yang berdimensi agama. Masyarakat dapat menyerap bwerbagai pengetahuan dalam mengembangkan tradisi nginang sesuai dinamika masyarakatnya. Masyarakat Bali penggunaan simbul adalah kehidupan dan tradisi tanpa simbul adalah sebuah kehampaan. Kelengkapan tersebut bermakna penyatuan aspek purusha (laki-laki) dengan pradana (perempuan) dalam satu rumah tangga (grahasta).kapur (pamor). merah). Nginang sangat populer di berbagai belahan bumi. hijau) dan pralina (Siva. Sirih setelah dikunyah hubungan antar 38 . Proses meminang sebagai bagian upacara perkawinan selalu menggunaan kelengkapan pinang. telah dikenal sejak 340 tahun S. (Herodotus dalam Eisemen. melalui masukan dan pemanfaatan teknologi. Nginang awalnya bersifat kultural dibanding pengobatan. dan nginang tidak hanya bermakna makan sirih. sirih (base). sehingga terjadi perputaran permukaan atas dan bawah dimana didalamnya diisi kapur dan pinang. sebagai elemen dasar nyirih bermakna simbolik.

rasanya akan menyatu, sebagai simbul penyatuan kama bang (merah) dengan kama petak (putih) dalam wadah pewiwahan untuk kelangsungan tradisi keluarga maupun agama. Tradisi nyirih dikenal luas dalam masyarakat Jawa dan Sumatra, sehingga muncul ungkapan sekapur sirih, sebagai kata pembuka atau kebutuhan minimal. Dalam tradisi perkawinan di Jawa sirih digunakan dalam upacara temu temanten, yaitu upacara pertemuan dua mempelai melalui tradisi lempar sirih. Nyirih sebagai sebuah tradisi memiliki makna fisik (skala) dan bukan fisik (niskala), antara sesuatu yang terungkapkan dengan sesuatu yang bersifat internal. Tradisi nyirih juga menggambarkan keutuhan kehidupan manusia antara aktifitas fisik, hati dan spiritual.

_____________________________________________________________________ Tugas
1. Lakukanlah wawancara kepada pelaku nyirih tentang kesehatan gigi dan mulai kapan mulai nyirih 2. Tanyakan pada baru ibu ibu kegunaan sirih sebagai bahan obat ___________________________________________________________________

39

2.2. Kajian Obat Tradisional

Kassu Tumbuhan Obat Tradisional __________________________________________________________________
Penggunaan tumbuan obat usada taru pramana sebagai bahasan, karena sistem pengobatan tersebut telah ditulis dalam naskah lontar pada abad XI. Naskah dalam lontar tersebut tertulis dalam aksara hanacaraka dalam bahasa Bali Kuno Naskaha telah menguraikan lebih dari 150 jenis tumbuhan, termasuk cara penggunaan, campuran dan bagian yang digunakan. Pengethuan tersebut semakin terdegradasi oleh karena berbagai sebab, pada hal pengethuan tersebut merupakan tonggak sejarah pengobatan masa lampau

Pendahuluan Pengetahuan pengobatan dalam naskah lontar Uada Taru Pramana yang ditulis pada abad XI, dapat dijadikan bagian dari kajian etnobotani, karena didalamnya menyangkut penggunaan tumbuhan oleh asyarakat sebagai bahan obat. Bagaimana masyarakat atau kelompok masyarakat menggorganisir anggota masyarakatnya dalam menjaga kesehatan melalui strategi pemanfaatan tumbuhan yang ada di sekitarnya, sejalan dengan definisi pengobatan tradisional. Tradisional medicine means health practices, approaches, knowledge and beliefs incoporating plant, animal and mineral based medicine, spiritual therapies, manual techniques and exercises, applied singularly or combination to treat, diagnose and prevent illness or maintain well-being( WHO, Media Center, 2003) dalam Wibowo 2006: 1). Dalam definisi tersebut jelas tampak pemanfaatan sumber daya tumbuhan, berdasarkan berbagai pertimbangan, terutama pengetahuan masyarakat tentang penggunaan tumbuhan obat dan penyediannya. Dalam kajian usada taru pramana ditekankan pada data pengetahuan masyarakat dan eksistensi jenis tumbuhan tersebut di dalam lingkunannya. Pengeahuan tersebut bersifat interdisipliner, dan tertulis dalam media lontar yang juga berasal dari daun tumbuhan. Kasusnya dimulai ketika seorang dukun pengobatan yang sangat termasyur,

menghadapi kegagalan dalam mengobati pasiennya. Semua orang di desanya yang datang berobat, tidak dapat disembuhkan dan mengalami kematian. Sebagai rasa tanggung jawab dan menanggung rasa malu, maka dukun tersebut tinggal di kuburan, disamping kuburan pasien yang telah meninggal. Kekuatan dan keteguhannya akhirnya dukun tersebut mendapat anugerah agar dapat berdialog dengan tumbuhan untuk mengetahui kasiat obatnya.

Munculnya naskah lontar pengobatan menggunakan sarana tumbuhan (Usada Taru

40

Pramana) dimulai dari kemampuan seseorang berdialog dengan tumbuhan. Salah satu dialognya seperti berikut. Pengungkapan pengetahuan tersebut dan membuat model model turunannya dalam berbagai bentuk media yang lebih sederhana dan memuat keterangan –keterangan ilmiah nama tumbuhan dan spesifikasinya, merupakan bagian dari pengembanga etnobotani sebagai ilmu yang sedang tumbuh. Pengungkapannya dimulai dengan membahas naskah lontar yang tertulis dalam bahasa Bali aksara Hanacaraka, diterjemahkan kedalam bahasa bali aksara latin, selanjutnya ditulis secara ilmiah. Cara tersebut merupakan bagian dari metode ilmiah etnobotani dalam mengungkap informasi penggunaan tumbuhan oleh etnik tertentu . Kajian tesebut harus dilengkapai dengan pengungkapan pengalaman lapang bagi para pengguna jasa obat usada, dan para pelaku usada untuk mendapat gambaran lebih jelas. Langkah langkah tersebut dapat dilengkapi dengan menggunakan berbagai pilihan wawancara, sesuai karakteristik kelompok informannya. Tabel 7 adalah bagian dari uraian naskah dalam bahasa Indonesia ( Sukersa, Suryadarma, 2005). . Tabel 7. Terjemahan Naskah Usada Taru Pramana Bunyi Usada
Titiang i taru bingin, maka Pasilihan Ida Sanghyang Surya candra. Inggih sekar titiang tis, daun titiang panes, angurip wong lare pamalinan. Kantin tititnag i mesui, ika anggen sembar, malih bangsing titiang tis, angurip wong lara rasa, makanti ring bawang adas. Babakan titiang panes, gempong titiang dumulada .Titiang mawaste kselegui, daging titiang tis dados anggen tamba loloh rare wau matuwuh limang rahina. Akah titiangge dados anggen uap rare ika, selid sanja, ra bawang adas. Titiang taru dapdap tis wau rawuh, daging titiang tis, babakan tiang dados anggen tamba bengka. Ragin ipune ketumbah bebolong solas besik, uyah areng, pipis, peres saring, tahap, malih babakan titiang maka panulung rara weteng, makanti ring sindrong menyahnyah. Sembarakena Titiang taru kelor, daging tis, engket barak, nyem, akah panes, don titiange dados anggen tamba mata sakir, ra juuk lengis, uyah areng, saring degdegang, ketele netrania, selid sanja. Titiang taru bila, daging panes, don,

Terjemahan Bebas
Hamba pohon beringin., sebagai penggnati beliau Sang Hyang Surya Chandra. Ya bunga hamba sejuk, daun hamba panas menyembuhkan orang sakit pamalinan (melanggar pantangan). Campuan hamba mesui, itu dpakai sembur. Lagi akar hamba sejuk mengobati orang sakit kencing nanah, kencing batu. Campur bawang dan adas, kulit panas, daun hamba yang muda sedangsedang. Saya bernama sidaguri, kandungan zatnya sejuk, dapat dijadikan jamu untuk obat bayi baru berumur lima hari. Akar saya dapat digunakan untuk urap bayi tersebut, pagi-sore, dicapur bawang dan adas. Saya pohon dedap srep baru datang, kandungan zat saya sejuk, kulit batang saya dapat digunakan untuk obat sakit perut kembung, campurannya ketumbar bolong sebelas biji, garam arang, dirajang halus, peras, saring dan diminum, begitu pula kulit batang saya untuk menolong bayi sakit perut, dicampur dengan sejenis rempah-rempah, sangai,semburkan.. Saya pohon kelor, kandungan zat saya sejuk, getah merah, dingin, akar panas, daun digunakan obat sakit mata, dicampur jeruk nipis, garam arang, disaring, endapkan, tetesei matanya pagisore. Saya pohon bila, kandungan zatnya panas, daun,

41

Dicampur dengan cuka dan temutis tiga iris. daging panes. Saya pohon suren. engket barak. air jeruk nipis.. taler panes. arak api. campurin waranagn. daging ring babakan panes. muncuk tuitiang dados anggen tamba saluwiring beseh. akar dan daun sedang. daun saya kandungan zatnya panas. daun sedang. daun muda saya dapat digunakan untuk obat semua bengkak. engket barak. lalu diminum. babakan anget. akah rauh ring don dumulada. anggen odak. Titiang taru sentul. getah merah. gamongan. kandungan zatnya sedang. yeh cuka. temutis tigang iris. Dicampur dengan merica putih. Saya pohon mangga kweni zatnya panas. akah titiang panes. Saya pohon kecapi. Gunakan semua bagian digunakan untuk param. Ambil maka sami. ra kesuna janggu. dicampur trusi. ra mesuai. daging tis. titiang dados anggen nuba beling. dicampur bawang putih dan jangu. akah nyem. akah. akar sedang. Saya pohon kelenco kandungan zatnya panas. Saya pohon kepundung. akah dumulada. sintok. kapur tohor. dicampur dengan temutis tiga iris. Saya pohon belatung gada. Ambil semua bagian. lalu diurap pada bagian sakit siang dan malam. Akah rauh ring don dayuh. engket titiang barak. digiling sampai halus. musi. akar semua sedang. Ambil daun muah akah titiang anggen ngalolohin jadma mising. makanti ring werirang bang. akar panas. madaging 42 . Kulit batang sedang. Urapkan pagisore. kandungan zatnya panas. saya dapat digunakan untuk mengugurkan kandungan. saring uli inum. sintok. Tiang taru kalenco. digiling halus obat sakit lepra. Dados anggen tamba beseh ring pipih. sembur bagian ulu hati. Saya bernama pohon pakel. kulit batang panas. akar saya panas dapat digunakan untuk obat jantung. Babakan titiang dumulada. ulig dekdekang. getah sedang. ulig dekdekan nuli urapin beseh nia. getah merah juga panas.digiling sampai halus dicampur kapur tohor. daging panes.. dados anggen loloh ngebus. Saya pohon cenangga. Titiang belatung gada. taler panes. don enggket rauh ring babakan sami panes. getah sampai kulit batang semua panas. digiling sampai halus. daun. Titiang taru sumaga dading don. engket putih. dipakai boreh parem. daun. getah semua panas. air cuka. Odakan selid sanja. akar sampai dengan daun juga sedang. kandungan zatnya sedang. daging dumulade. Saya bernama pohon kepah. dapat digunakan obat rematik. akah dumulada. dapat digunakan untuk obat lumpuhi. engket dumalada. don titiang dumulada. rares urapin sakit ika rahina wengi. dados anggen tamba tuju. babakan titiange panes. dicampur mesui. dicampur belirang merah. daging titinang dumulada. dados anggen tama rumpuh. akah.engket sami panes. yeh cuka wedak selid sanja. arak api. kandungan getah saya zatnya panas sekali berwarna putih. Kalih babakan titiang anggen sembar waduk. ra pamor bubuk. Ra yeh cuka. akah panes. Titiang taru kepundung. Saya pohon jeruk keprok daun dan akar saya kandungan zatnya panas. juga dapat digunakan obat beri-beri. kunyit. taler titiang dados anggen tamba beteg. yeh juuk lengis. Dapat digunakan obat bengkak pada pipi. Ra mica gundil. dados anggen tamba beteg. daging panes. Ambil daun beserta akar saya dijadikan jamu orang diare. Tiang mawasta taru kepah. diurapi bagian yang bengkak. lalu disemburkan. kandungan zatnya dan kulit batang panas. kulit batang panas. kandungan zatnya dingin. Titiang taru cenangga. dados anggen tamba ngetug. Bersama kulit batang saya digunakan untuk sembur perut. sembar uluning weteng. Titiang taru suren. dicampur bawang putih dan jangu. don dumulada. daging mekadi engket titiang putih panes keras. digunakan obat beri-beri. ra kesuna janggu. air cuka. ulig anggen tamba sakit ila. sembarakema. dan garam Tiang poh eni. Titiang mawaste taru pakel.dgetah putih bersifat panas. Ambil semua bagaian tumbuhan saya . pamor bubuk. dicampur temutis sebelas iris. getah merah juga panas. Rereh titiang maka sami. dicampur dengan warangan. kunir dan gamongan. panes. Akar sampai dengan daun dingin. daginge anget. ra temutis solas iyis. Ambil titiang maka sami ulig dekdekang.. akar dingin. don titiange panes. dapat digunakan untuk obat demam. pagi-sore.

digiling halus lalu diminum. digiling halus. pemali jaran goyang. orang yang terkena. engket panes. don panes. dicampur dengan gula batu. Saya pohon pule. muwang piwelas. daun saya dicampur dengan bawang dan adas. . kandungan zatnya panas. saya dapat digunakan untuk obat desentri. Saya pohon gayam kandungan zatnya dingin.. daging dumulada. akah tis. Tianmg taru pule. lunak. ra gula nyuh matunu. daging panes. babakan dumulada. Titiang taru sotong. akar sedang. anggen uap. saring. don dumalade. 3. Saya pohon semara. ra tanah pempatan tigang gemel. ulig inum akena. daun saya dapat digunakan untuk obat tetes mata. dicampur dengan tanah pada perempatan jalan.Saya dapat digunakan obat anyanganyangan. ambil kulit batang saya untuk jamu. panas. lalu diminum. ra gula batu. digiling halus. daun kandungan zatnya panas. akah dumulada. Daging anget. Untuk medapat gambaran yang lebih jelas dari apek etnobotani. cakcak ulig. daun sedang. jrak pagehan. Titiang taru gatep. kandungan zatnya sedang. tiga genggam. Strukturisasi lontar dan nama nama imiah serta ggus aktifnya dapat dilihat pada lampiran 1. getah panas. kulit batang sedang akar dingin.. untuk penempel bagian pusar. dan buah asam. babakan dumulada. kulit batang sedang. dicampur gula dan kelapa dibakar. Ambil muncuk titiangge ulig. akah tis. ra lunak tanek.akah tis. Titiang taru kaliki. Kasus Tematik Tumbuhan pada Naskah Rukmini Tatwa 43 . Saya pohon jambu biji.temutis tigang sisir. temutis. kandungan zatnya panas. muwah don titiang makanti ring bawang adas. rasa sepat. muncuk titiange dados anggen tamba ngebus. babakan dumulada.3. anggen papuser ring pungsed. tipes. daun. ulig peres. daging tis. Klarifikasi karakteristik pengobatannya dengan pengobatan modern ___________________________________________________________________ 2. uyah arang. arang. daun muda digunakan obat demam. daging panes. Rereh akah titiange nggon loloh. saring inumakena. _____________________________________________________________________ Tugas Carilah padanan jenis jenis tumbuhan yang ada dalam lontar usada taru pramana yang juga digunakan sebagai pengobatan di lingkungan kelompok masyarakat anda masing masing. rasa sepet. yaitu penggunaan tumbuhan obat oleh kelompok masyarakat. don titiang dados anggen tamba tituh mata. Ambil bagian daun yang muda. Titiang dados anggen tamba menjen. kulit batang sedang. dicampur asem pekat dan temutis. jadma pangeger jarang goyang. Titiang taru cemara. campurannya dan cara menggunakan maupun waktu penggunaan ( Lihat bagian yang dicetak tebal ). dicampur ketumbar bolong tiga biji. Saya pohon jarak pagehan. digunakan untuk mencegah dan menghambat diare. pengasih-asih. maka perlu dicari padanan nama ilmiah. Dalam naskah tersebut jelas diuraikan jenis tumbuhan yang digunakan. daun dingin. ra ketumbah bebolong tigang bessik. untuk param urap. digiling halus. don tis. Titiang dados tamba anyanganyangan. dados tambe pangemped mising. rereh babakan titiange anggon loloh. don panes. akar dingin. Kajian Tumbuhan Kebugaran dan Kecantikan 2. dan kajian pustaka tentang zat zat kimia aktif yang terkandung di dalammnya. Ambil akar saya untuk jamu. bagian digunakan.

diberi minyak. Emblica officinalis b. dioleskan. malih ulig. panggal buaya. Minyak air susu Mwah babakan nyambu sotomg.Lengis nyuh 8. darah. Lengis pehan 13. dihaluskan. Naskah dalam lontar tersebut tertulis dalam aksara hanacaraka dalam bahasa Bali Kuno. Kulit juuk . Piper longum 11. Strujturisasi Kebugaran Tubuh dalam Lontar Rukmin Tatwa Naskah Terapi Macam Jenis Tumbuhan Nama Ilmiah Lontar Ramuanterapi Nihan pamahayunkun -ari. IGP Suryadarma diadaptasi dari Adhi Kirtiningrat 2003 __________________________________________________________________ Kajian lontar Kebugaran tubuh Rukmini Tatwa karena masyarakat tradisional pada jamannya telah memiliki cara menjaga kebugaran tubuh. 8. lulur oleskan pada vagina 1. Jehe kling 3. digerus. Vagina Menghilangkan bau. dikeringkan. Myak air susu 13. lepakna. ngaranya abwa. Babakan kamaloko 1. sama bhaga. Cara tersebut setara dengan kebugaran dalam SPA. jehe kling. Psidium guayava L 10. madhu. babakan kamuloko. Akah tabya bun 7. Akah tabya bun 11. Uraian dalam Tabel 8 adalah bagian dari upaya strukturisasi naskah lontar Rukmini Tatwa sebagai kajian etnobotani untuk dapat dipahami oleh berbagai pihak dan sekaligus untuk memperkuat pengetahuan tersebut.Model Kajian Etnobotani Naskah Lontar Rukmini Tatwa Dr. Kulit juuk purut. Lengis lenga. a. tan pasanggama kalanya mangkana 9. 1. Sesamum indicum L 12. lengis pehan curnnangkratha. raris tuhang. lulurkan Saat itu jangan bersanggama c Dicampur. 12. ika ta kabeh. wyadining yoni. rarabakneng yoni. akah tabya bun. maka kita harus mempelajari dan mematenkan berdasarkan kajian ilmiah. pipis pahalit. lengis pehan. lendir. Sama bagian. Zingiber officinalis Pers 3. 10. digoreng dalam kelopak bunga pisang Dioleskan pada lubang vagina Dibalurkan pada saat akan bercumbu 5. sama bhaga. Campuran lain Sama bagian. mwang. phalaraja. Ethnomedicine merupakan plihan paling tepat. Babakan nyambu sotomg. Xanthoxyllum rhetsa 44 . Tabel 8. curnnangkratha wedhaknya. Phalaraja 4.amuhara kasubhagyana ngwang denya Muah atal. lengis. lengis lenga. malyud. akah tabya bun. maulig. kecantikan dan kejantanan.Lengis pehan 5. pulung. mangrah. Dipterocarpus haseltii 4. Panggal bwaya 9. bentuk salep. dibentuk bulatan. Cytrus hystric DC 2. Jika kita tidak ingin keilangan kebudayaan sebagai pemilik hak paten. Naskah kebugaran telah ditulis dalam naskah lontar. yang memuata puluhan jenis tumbuhan dan cara penggunaan dan bagaian organ yang menjadi target kebugaran. Licopodium circinatum 6 Piper longum 7 Cocos nucifera L. Etnobotani. Atal ( Ata taluh ???) 6. uttama. pipis pahalit. . yatika hilang dening lepana. lapana yoni. lumatkan.purut 2.

lengis lenga. sarining tujujung biru. iking lepaneknikang wicumbana lawan suaminya. 17. Sesamum indicum L 51. Lemak bulus 42. bungan sidhowayah. Woodfordia floribunda 39. Inggu 32. Garam 38. winwang mataru cumbana Atal. Musa paradisiaca L 20. Klupakan pusuh byu 25. uyah. inggu. ya ta panglaning yoni 25. tan pasanggama. Lenga wijen 43. 41. Sama bhaga dhenalembat. Klupakan pusuh biyu 20. Lenga 14. Babakan kayu manis 34. dioleskan pada vagina. padma. Lemak tikus 44. Byu kladi 26. panggal buaya. Campuran lain menurut Sastra Indrani. digerus. pulung. Saat itu jangan segera bercumbu. klupakan pusuh biyu. Babakan kepundung 47. f. ika ta kabeh. Exsearia cochinchinensis 32 Cocos nucifera L. Baccaurea racemosa 17. Bungan dhalima 41. rarabakning yoni. ikang papulungan. angge magoreng. Yeh tbu cemeng 35. Nelibium nelumbo Druce 24. Padma 24. Akah tabya bun 31. panggal buaya. Licopodium circinatum 22. Nelumbium nelumbo 45. Emblica officinalis 28. Inggu 54. Baccaurea racemosa 37. Piper nigrum L 16. dihaluskan semua. akah karuk. dicampur. Uyah 50. byu kladi. Punica granatum L. ikang ngalawayan mangkana. Babakan kepundung putih 21. Kulit juuk purut 27. Saccharum officinarum L 35. lengis lenga. Panggal bwaya Yan matuha ikangngawala. Lengis wijen 51.Yan atuha kang stri tngah tuwuh maluyakannya Inggu. babakan kepundung putih. Xanthoxyllum rhetsa 45 . Psidium guayava L 48. Mica 55. galuga. pasuk-akning yoni. ika ta kabeh. jadikan bulatan. kulit juuk purut babakan kamuloko remek daging. babakan kepundung putih. Pehan kambing 46. Vagina istri setengah umur. Atal 22. Piper sarmentosum Roxb 49. Cinnamomum zeylanicum 34. ika ta kabeh. Muluk bikul 44. bungan sidhowayah. Baccaurea racemosa Nihan lepane magawe kanya. Garam 50. Ikanang lepane yoni. Cocos nucifera L. madhu.Bungan sidhowayah 18. sama bhaga. klaring lenga. Campuran bedak Dicampur semua. Campuran lain agar seperti gadis 21. lenga wijen. Exsearia cochinchinensis 29. dioleskan pada vagina. lawan lana ya. Madhu 52. Lengis lenga 33. b. Musa paradisiaca L d. Woodfordia floribunda 18. dibvalurkan pada vagina pada waktu bercumbu 14. Nymphaea stellata Willd 36. haluskan. Babakan sotong 48. Nyan waneh kanya hetu. Inggu 15. pitungwe. Akah karuk 49. Piper longum 31. Inggu. Bungan sidhowayah 39. Akah silagwi 40. raris tuhan. keringkan. Witning padma 45. bungan dhalima. Musa paradisiaca L 26. Babakan kepundung putih 37. Muluk bedawang 42. Babakan kamuloko 28. tki. pipis kabeh. tngah twuh kunang maluya kanya. Campuran lain Dicampur. Uyah 38. Panggal bwaya 19. Tki 30. Sida rhombifolia L 40. 33. pisu ngaran ika waluyakanya Ika pramadha lumepanen yoni. Susu kambing 46. uyah. rowangnya maneh. babakan kayu manis. akah tabya bun. mara ring stri len –ikang swami yan mangkana. Cyperus rotundus L 30. muluk bhadawang. curnna ya karuhan tlas. babakan kepundung putih. kembali seperti gadis a. selama lima hari e Campuran lain Semuanya sama bagiannya. Madu 52. Xanthoxyllum rhetsa 19. babakan kepundung putih. uyah. Padma 56. Mica 16 Babakan kepundung putih. pipis. Waneh babakan nyambu sotong. pitung wengi lawasnya tanantara deningosada mangkana. seperti gadis kembali Dilumatkan dengan kelopak bunga pisang. 47. Bixa orellana 23. Remek daging 29. Sarining tujujung biru 36. Cara lain Mengembalikan seperti gadis. Ikang lepaning yoni 2. Cytrus hystric DC 27. Sesamum indicum L 43. jika sudah separuh 53. padma. Galuga atau laka 23. Ruta angustifolia Pers 15. yeh tbu cemeng. mica. tujuh haru tujuh malam lamanya. akah silagwi. mica. dilakukan secara berturut turut c.

ping sapta diwasanya pinupuraken. Piper nigrum L 55. Don jahum jahum. Musa paradisiaca L 65. Woodfordia floribunda c.Bungan camara. ????????. mwang mukaning purusa. f. bungan panggal bwaya. raris pipis pahalit.kayu manis. 20. Pehan lembu. wkasan pupurin antuk bungan kpuh. Tunjung bhiru. Nymphaea stellata Willd 5. Nasturtium sp 2. Pipis. atal. Woodfordia floribunda 59. Babakan kepundung putih. sama bhaga. 8. padma. wor sami yata pupur muka Don jahum jahum. ??????? 15. kinla toyane. inggu. pehan lembu. Janggu 31. anggen lamurud muka. Nasturtium sp 9. anggen pupur muka. kadi hullan purnama muka denya. pinasukning lyang ning yoni. Air susu lembu 7. Bungan panggal bwaya 66. bungan tleng. 7. 22. phalaraja. Emblica officinalis 61. anggen lamurud raga. Galuga 4. kinlaring lenga. byakta wulan purnama muka denya Janggu. pupurakna ring muka. 6. 29. Malilang ikang tutuk maramabo denya. malih jangin pehan. Madu e. Cinnamomum zeylanicum 58. Akah padang lepas. Kapiseh. babakan kepundung putih. Musa paradisiaca L Iti Indrani prathama pawala. waja tan molah pahalanya.Asaban candhana. Mica. 21. 18. Padma. babakan camara. gali grahalilang denya. Ruta angustifolia Pers 54. punan tabya bun. 28. haha baas. Umbin teki. Kayu manis 58. 5. tbya bun. Sasawi kuning 9. Campuran lain 19. Campuran lain 8. bungan landep-landep. sinamabhaga. .. Bungan landeplandep 14. yeki sinanggah liya ngaranya. Cordia mixa 16. Nelibium nelumbo Druce 56. maluya kanya wangawala denya. Bungan kpuh. Baccaurea racemosa 57. Sasawi kuning. Punan tabya bun. pehan lembu. Sasawi kuning. dipanaskan dalam kelopak bunga pisang. Klapu 62. akah padang lepas. Campuran lain 12. umbin teki. 15. Haha baas 63. 3.Sarin tunjung bhiru. 3. Campuran lain 30. Bungan sidhawayah 59. klapu. 27. Lenga klapa 67. dinilat denyamangan. bungan padma. Ikang mukaning stri. dicampur minyak kelapa Masukkan dalam lubang vagina. bungan siddhawayah. 26. Zingiber officinalis Pers 60. ika ta kabeh. rwaning kadukdhuk. Campuran lain 14. Cocos nucifera L 67. bungan biyu. kapwa malilang denya. Bwah kendal. lenga wangi. asaban candhana. ika ta pipis kabeh dena lembat. akah kayen. Xanthoxyllum rhetsa 66. Nelibium nelumbo Druce 6. Madhu. Punica granatum L. Kadukdhuk 12. 16. bwah kendal. mwang subhaga denya wwang. jahe. Baccaurea racemosa 3. ??????? 62. Campuran 1. 10. Wwe madhu.Bungan padma. suteja muka denya. Ficus racemosa 63. Dipterocarpus sp 60. Klupakan pusuh biyu 53. galuga. Sasawi kuning. Nyan maneh. 17. wusnya embon. malililang-ikang awak denya. 64. ita ka kabeh pipis. kapiseh. Ruta angustifolia Pers 18. dadah antuk klupakan pusuh biyu. 13. putih 57. kamaloka. Umbin candikih. Mica. Bixa orellana 4. Santalum album 17. Kpitan dhalima 64. bungan siddhowayah. Phalaraja 60. Umbin candikih. Casuarina equisetifolia 11. Kamaloko 61. kpitan dhalima. Inggu. Babakan camara 11. ??????? 13. pupur mula. Atal 46 . Bungan biyu 65. anggen pupur muka. Kencing lembu d. yadyan satus tahun yusanya baya Dicampur semua. Jehe 60. panghilang wyaddhi pamulu titaning hawak. pipis. Bwah kendal. kulit bwah bekul. Bedak muka a. bungan camara. kadi wulan purnama muka denya. Akah kayen. Bungan siddhowayah b. 23. Sterculia foetida 10. Pehan lembu 1. 2. mayeh anget.

yadyapin dhurgadha ikang yoni . sa. wrat 2 keteng. mica. kapundung putih. Campuran lain k. ???????? 23. panggal buaya. Piper sarmentosum 52. Buwah melet. tbu cemeng.?????? 42.Barleria prionitis 33.???????? 54. Piper longum Nalin merak. Jahe pahit. rarabekning yoni. 50. Campuran lain 31. Karuk. Cocos nucifera L 58. bungan byu bunga. 58. Nambu sotong. akah tapak liman. buwah melet. tabya bun. Zingiber officinalis Pers 45. titisana minaking kumma. wrat 1 keteng. Xanthoxyllum rhetsa 48. 47 . Padma. kulit taluh dara. Baccaurea racemosa 49.Babakan amplas 48. Lungid. 34. Zingiber officinalis Pers 20. 51. 38. nambu sotong.Acorus calamus 29. Nalin merak. woring kapur barus. Casuarina equisetifolia 38. titisana madhu. wrat 3 keteng. 46. 57. 28. 40. tapuk klapa ijo. 56. minaking kambing. karuk. Akah kayen. Dhalima 59. pipis. ai. yadyapin warasa ikang yoni. akah cemara. wrat 13 keteng. Ghamari. maswi. Punica granatum L. Punan tabya bun. akah kayen. manglilangang daywat. Campuran lain 32. Panuh lembu 49. pupur muka. Kapundung putih. Tabya bun. ma. Tingkahing ng-akaryya gopita. Campuran lain 34. pangat dhagajaha guling. nyan maneh rowangnya. ahet tmahhanya. pipis kabeh. lungid. wrat 1 jinh. tuhatuhwa. Klapu. Piper longum 26. jahe pahit.Cynodon dactylon 33. Kencing lembu 47. mayeh panuh lembu. Nyali merak 43. wrat. Iti mantranya. sugandha tmahnya. 60. jahe kling. dayot. phalaraja. Ficus sp 36. Iti Rukmi ni tatwa . pipis denya lembat. Piper longum 32. Tbya bun 19. ika tang madhu wotara inggu. kalaning apipis. denya sat. Kencing lembu j. mayeh panuh lembu. jmuh rumuhun. Licopodium circinatum 30. Cyperus rotundus L 21. lwirnya. Tabya bun. adyapin malwa ikang yoni wiwara. padma. sama kulitnya. Piper longum 39. Ong kamosadhi. Kulit telur dara 44.kama purusa. sarin sekar kanigara. Lenge bahas. ilangalaning-awak denya. Casuarina equisetifolia 25. tan – ping rwa pipuraken. minaking lo. sama bhaga.pupur muka. Sesamum indicum L 56. tan. lenge bahas. Akah tapak liman. 54. wrat 66 keteng. Kamaloko. Lenga. Padhang lepas 35. punan tabya bun. 45. 52. Klapa ijo. mayeh panuh lembu. yan meh acumbana. 41. Panggal buaya. Jahe pahit. Nelibium nelumbo Druce 50. 57. bungan siddhawayah. Haha. pupur muka g. Akah cemara. samabhaga lawan madhu. ????? 41. kukula. stri murcca ratih sang yoga. haha. srebuk pudak cindaga. lenga. Elephantropus scaber 40. waliwis. Psidium guayava L 51. Indrani i. h. ??????? 46.1 keteng. 39. anggen pupur muka. Gunaning panapel muka. Emblica officinalis 53. Campuran lain 36. pipis. Jahe kling. angge wdhak. Nymphaea stellata Willd 22. surasa tmahnya. 42. klapu.Cynodon dactylon 24. 47. Ficus sp 27. denasat. babakan amplas. Panuh lembu. wmwang tuha tuhwaya. kamalulut. padhang lepas. ghamari. jruk purut. dalima tekeng kambangnya. 44. kukula. Kulit taluh dara. sami jmuh. 37. samabhaga. Zingiber officinalis Pers 35. hilang wyadhining muka denya. 55. makadinya rahing sana. pipis. Ficus racemosa 55. kamaloko. 43. 53. Sesamum indicum L 37. samabhaga wrat 2 keteng. saprakaraning muka ilang denya.ping rwa. murcca swecet swaha.

yang ditandai kegiatan pengumpul makanan sesuai dengan keadaan lingkungan dan kemampuannya. tetapi telah ada kesepakatan bahwa budidaya pertama 48 . Dapatkah pendekatan etnobotani digunakan sebagai upaya revitaliasi? Pendahuluan Sejarah kebudayaan manusia pada awalnya bersifat deterministik..prawala. kalender kehidupan. Carlah bahan bahan dari tumbuhan serupa yang digunakan sebagai bahan merawat dir. _____________________________________________________________________ Tugas 1.. Adakah hal yang salah dalam belajar pertanian bangsa Indonesia kini. Strukturisasi naskah lihat pada Lampiran 2. dan perlu dikembangkan lagi kandungan gugus aktifnya. Bahkan Indonesia yang awalnya memiliki kebudayaan padi. kebugaran di lingkungan kelompok masyarakat anda masing masing. sehingga memenuhi kaidah pengethauan etnobotani secara ilmiah. Aktivitas pertanian adalah turunan kegiatan berikutnya dan merupakan satu bentuk revolusi dalam kebudayaan manusia. 4 Kajian Silang Budaya. Dalam strukturisasi naskah tersebut telah dicari nama nama ilmiahnya. lebih dari itu budidaya padi adalah sebuah kebudayaan. Kasus Budidaya Padi sebagaoi Simbul Dewi Sri Kajian lontar Budidaya Padi sebagai simbul Dewi Sri karena hampir seluruh etnik di Nusantara dan Asia memandang padi bukan hanya sekedar makanan. ___________________________________________________________________ 2. Carilah padanan jenis jenis tumbuhan yang ada dalam lontar uRukmini Tatwa yang juga digunakan sebagai bahan SPA di rumah rumah SPA di berbagai kota yang berkembang saat ini. 2. osadhaning. Awal sejarah dan kebudayaan bangsa – bangsa Asia .. Tahapan budidaya padi bahkan dianalogkan dengan tahapan upaara kehidupan manusia (Bali) dan padi adalah penjelmaan Dewi Sri yaitu Dewi Kesuburan. khususnya budidaya padi. Sejarah budidaya padi masih menyisakan berbagai perdebatan... kini menjadi pengimpor beras terbesar di Asia. seperti India dan China beawal dari kebudayaan budidaya padi.

Sejarah padi di Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan sejarah padi di Asia. beberapa pendapat mengungkapkan berasal dari kata jawawut yang berarti padi. Variasi sebutan dewi kesuburan di Indonesia antara lain dikenal nama. Ande Gadih (Minangkabau). sedangkan Ibu Kesuburan personifikasi spirit tanaman padi (Klopfer` 1994). terutama India. 1998). Jawa. Betari Sri. yaitu species Oryza sativa. 2003). Bali. Nama Pulau Jawa. Sanhyang Sri (Jawa. Padi digolongkan dalam empat kelompok sesuai dengan kedekatannya dengan air. dalam Hamilton 2003)` Keutamaan Dewi Laksmi diungkapan sebagai berikut. Sebaran padi di Indonesia dan penggunaannya sebagai makanan pokok pada awal sejarahnya mulai tersebar dari Sumatra. penggunaan bija di kening dan dahi adalah simbul inisiasi. Penggunaan tepung tawar (pembersihan menggunakan simbul beras. sebagai lambang ke. psdi tadah hujan dataran rendah (rainfall lowland). Padi beririgasi (irrigated). Sunda). 1. Dewi Sri. Sanhyang Sri (Bali). Dewi Sri (Sakti Dewa Wisnu) dikenal sebagai Dewi Kemakmuran. Padi adalah makanan yang bersifat sakral yang tertuang dalam konsep. Oryza sativa digolongkan dalam dua kelompok besar yaitu Tropical indica dan temperate javonica. 1997. Dewi Sri adalah Dewi Kemakmuran. 2003). Dalam bahasa Sanskerta dikenal istilah anna (Laksmi) karena dihubungkan dengan Dewi Padi (Ferro-Luzzi. 49 .terdapat di lembah Sungai Yangtze (China) pada 8000 tahun yang lalu (Higham and Lu. Padi Makanan Sakral dan Dewi Kesuburan Masyarakat menanam dan memelihara padi karena bertumpu pada kepercayaan sebagai turunan sistem religi (Hamilton. Beras bagi masyarakat agraris Asia bermakna ganda yaitu makanan fisik dan spirit. Kalimantan dan Sulawesi dan penggunaan padi sebagai bahan makanan pokok menyebar di seluruh Indonesia. sehingga padi sebagai sumber makanan akan tetap bertahan. Padi sebagai sumber makanan bagi masyarakat agraris bermakna ganda karena memiliki nilai fisik dan spirit. Sanghyang Sri. sebagai sakti Dewa Wisnu menggambarkan keterkaitan padi dengan kebudayaan. Ine Pare atau Besi Pare (Flores). karena kebudayaan padi di Indonesia sangat terkair dengan kebudayaan India. padi Lumpur (flood plain) dan padi air dalam (deep water). Dewi Sri. sehingga padi sebagai sumber makanan harus dipertahankan.bijaksanaan (bija. “Hidup karena padi maka tubuh dan jiwa melekat pada padi” Penggunaan beras di Asia tidak hanya sebagai bahan makanan tetapi terkait dengan kelembagaan dan spiritual (Hamilton.aksara). (padi dalam arti fisik dan spirit).

Sistem tanam padi di Toraja (Mabua Pare). 1998 dalam Hamilton. dan kini telah berkembang di Sulawesi dan Kalimantan maupun Sumatra. Budidaya padi dan 50 . karena budidaya padi merupakan proses teknologi (Condominias. Hal serupa terjadi di Tai Yong. 1960) c. Thailand dalam versi yang berbeda (Trankell 1995 dalam Hamilton. 1985) b. prokreasi (Crystal. dimana Dewa Kemakmuran melakukan pemujaan bagi dirinya. karena segalanya dipandang bersifat sakral atau disucikan misalnya sawah dianggap suci dan air yang mengairipun bersifat suci (holly water). Thailan (Rajadkon. Betari Sri. 2003) seperti terangkum dalam beberapa cerita di Asia. 1986). sehingga padi yang dihasilkan bersifat sakral. bahkan bulan ke bulan. Padi dan persawahan memiliki spirit kehidupan yang berlangsung dari waktu ke waktu dalam spirit menanam padi dari tahun ke tahun. dan bahkan lebih dari itu sawah dan padi sebagai ibu pertiwi atau dewi kemakmuran. (Zainal. Lanskap persawahan terbentang di dataran Pulau Jawa dan Pulau Bali. sehingga padi bermakna kesuburan. Dewi Sri (Jawa) d. 2. 2003). 2003). Dewi Sri. Si Dang Sari atau Si Dang Gembala. sebagai kalender kehidupan masyarakat. Siklus hidup dan kesuburan padi setara dengan siklus hidup dan kesuburan dewi kemakmuran. a. Padi dan Lanskap Masyarakat Sistem produksi padi di Jawa dan Bali telah melahirkan bentangan lahan dengan sistem tanam padi sawah beriirigasi yang unik dan sangat maju. tidak hanya potret kehadiran Dewi Kemakmuran yang dipuja masyarakat untuk kebahagiaannya. 2003). Mabua Pare di Toraja Upacara atau ritual dalam budidaya padi tergolong dalam teknologi. the soma of juice flowed and because rice in this way his energies. Padi bermula dari aktitas Dewa–Dewi. tetapi berkaitan langsung dengan kesuburan tanah (Dewi Kesuburan) dan sumber makanan (Hamilton. went from him (Satapatha Brahmana ) (Kumar. Proses ritual dalam budidaya padi dapat memberi penguatan pada setiap jenjang aktivitas. dimana upacaranya mengikuti upacra siklus hidup manusia. 1961). yaitu ritual teknologi. 1985). : Maklaysia. Sejarah Dewi Sri di Indonesia. sehingga padi yang dihasilkan berasal dari badannya. Setiap butir padi adalah bagian dari tubuh Mae Pho Sop dan mengandung spirit (khwan) darinya ( Honks.Without Laksmi there is no food. Mae Pho Sop . no life sustenance (Marglin. Ritual bagian dari regulasi agriculture. Sang Hyang Sri ( Bali). “ Rice originate from the body of Indra.

sehingga siklusnya berputar dalam 30 wuku selama 210 hari. Keadilan merupakan syarat utama dalam sisem subak Analogi Ritual Budidaya Padi dan Ritual Kehidupan Manusia Integrasi pertanian yang bersifat sosio-tekno-religius diungkapkan dalam kesetaraan tahapan upacara manusia dengan pemeliharaan padi. nyuwuk f.persawahan merupakan kesatuan siklus pertanian yang ditentukan oleh momentum waktu. karakteristik lingkungan dan kebutuhan sehingga memerlukan keterlibatan organisasi tenaga kerja dan spirit ritual. dan sawah : Panen. Nyakap g. banten gublag-gablig. Manyi : Padi beling. Ngabut bilih : Mencabut benih 1-3 hari sebelum ditanam c. Tutug kambuhan: Sesaji (bulan pitung dina. 3 bulan. Siklus memanen menjadi satu kesatuan dengan menanam. Pengangkatan air sungai melalui empelan (bendungan). ditaruh di bawah b. kepus pungsed/ lepas tali pusar e. arena pada saat panen dilakukan pemilihan bibit untuk masa tanam berikutnya. Mesabha h. Tampilan lengkap budaya tersebut dapat dijumpai pada masyarakat petani Bali. sesaji di bedugul sawah. Kalender Bali yang berulang dalam 6 bulan. dimana setiap bulan terdiri atas 5 wuku dan setiap wuku terdiri atas 7 hari. dan menganalisis salah satu diantaranya berarti menganalisis lainnya (Lansing. dalam Hamilton.banten kojomg. seperti adat ngusabha. Artefak sawah beririgasi di Bali (subak) merealisasikan prinsip pengambilan air kehidupan (amerta) dari pegunungan menuju dataran dan pantai. 2003). Ngepusin : Nanam padi. Upacara pura subak. Tharu di Nepal dan Manipur India. memetik dan mengolah padi. 1991. Sisi-sisi ritual tersebut masih tertinggal sebagai adat di beberapa desa di Jawa. varietas padi. Siklus pertanian menjadi pedoman utama kalender kehidupan sosial. Nandur d. Ngurit : Pembibitan padi pada lahan semaian. saren tahun dan sekaligus bersih desa. sebagai penghormatan kepada Dewi Kesuburan. mecolongan. Jenjang pembagian air menuju persawahan menggambarkan keutuhan sistem berkeadilan dan kelembagaan transparan. 35 + 7 ). Tahapan selengkapnya menurut beberapa pihak (Suryadarma. yang tergambar mulai dari proses menanam. banten sanggah ( tempat dari bambu) : Sesaji pada hari ke 7. mengikuti bentang alam dan memerlukan kerja kelompok sosial yang sangat solid. ibarat mengawinkan : Padi kuning menjelang panen. Ritme siklus pertanian dengan nama-nama bulan dan hari yang tersebar di Thailand karena pengaruh Budhis. Kebudayaan padi dan persawahana sesuai dengan tahapannya mendorong munculnya aktivitas ikutannya. a. 2006). mebuat Dewi Sri dari padi 51 .

kualitasnya tercermin dari bersih (kedas) dan bercahaya (nyalang). dimana sebutan kepada padi dengan istilah Betari Sri. Dewa Danu sebagai pusat sumber air yang terletak di Pura Ulun Danu dan lebih luas lagi adalah Dewa Sangskara sebagai pemelihara tumbuhan (Nala . Konsep subak sebagai sistem irigasi endogenous di Bali merupakan turunan konsep mengalirkan air kehidupan dari pegunungan kedataran dan berakhir di pantai. 2004). Masyarakat secara ekologis memahami lingkungannya dan memaknai dirinya bagian dari bioregion. Dewi Sri. Mantenin : Upacara padi setelah di lumbung. Dewi Sri atau sebagai Sakti Dewa Wisnu secara umum dikenal sebagai Dewi Kemakmuran dan padi adalah sumber kehidupan. 2005). Pernyataan serupa disampaikan petani transmigran asal Bali di Luwu Sulawesi (Roth. Nasi adalah makanan yang diperoleh dari padi. kacang undis.i. kacang panjange utama” Pupuh tersebut secara mendasar mendeskripsikan sumber dan komposisi zat makanannya. Seperti halnya di Asia Timur padi di Bali sama artinya dengan makanan (Brinkgreve. begitu pula upacara ikutannya. 1991 dalam Hamilton 2003). those whos do not follow her laws may not possess her rice terraces” (Lansing. Realitas tersebut sangat kuat di Bali. Pengetahuan sumber makan di Bali disajikan dalam lagu (pupuh) berikut “ beras jagung. Pada saat padi berumur 1 bulan 7 hari (35 hari + 5 hari = 42 hari) anggota subak tidak boleh bekerja di sawah. bersifat baik (utama). sehingga padi sangat dekat dengan air dan pengairan. 2003). Dewi Uma dan Parwati merupakan dewi pemelihara sebagai sakti dari Dewa Wisnu. Laksmi. kangkung. kacang panjang. sayurannya bayam. Secara implisit menegaskan bahwa sumber makanan lingkungannya berasal dari sebagai hasil produksinya. “Because the Goddess make the water flow. membuat banten suci Urutan upacara secara jelas diungkapkan oleh Ketua subak dan anggota kelompoknya di Desa Jatiluwih. Masyarakat Bali selain menyebut Dewi Sri secara eksplisit menyebut dewi kesuburan tanaman. Padi sebagai bagian kegiatan upacara yang sangat sentral. Tabanan Bali (Suryadarma 2005). Sanghyang Sri dan di Jawa dan Sunda disebut Sang Hyang Sri . Makanan utama adalah beras dan jagung. yukti katah mertan ipun janten kedas nyalang daun bayem miwah undis jangan kangkung. selain pemeliharaan padi tersendiri 52 . karena hari itu setara dengan upacara tutug kambuhan atau upacara 42 hari pada bayi. dimana padi dipandang sebagai makanan yang suci yang diberikan kepada manusia.

Keharmonisan hidup mengacu pada keterbatasan sumberdaya alam. dengan memakai api suci sarinya dapat ke matahari. Produk turunan padi di Bali antara lain digunakan membuat jaja (kue) yang dipilih atas dasar sifat struktur. Begitupula paradigma petani yang berkuasa atau orang berkuasa adalah orang yang memiliki kekuatan batin untuk mengendalikan hidupnya sendiri dan secara kreatif dapat menyumbangkan tenaganya unttuk kehidupan orang lain. mencerminkan adanya dislokasi dan krisis kebenaran. terutama dalam penyediaan makanannya Prospek Budidaya Padi Masa Depan Sistem ekonomi yang melekat dengan pola alam. 53 .dilakukan berbagai upacara. sehingga lebih bersifat demokratis dan menuju arah desentralisasi. gaya hidup dan pola budaya dan perbedaan persepsi sebagai hasil interaksi simbolik. padi dikenal dan ditanam pada 6000 tahun lalu berdasarkan bukti-bukti arkeologis uji karbon (Khrisna. Dari langit bersama-sama dengan turunnya air hujan. Pendapat serupa dikemukakan oleh Robertson (1990) dalam strategi hidup sehat. Saluran (yaitu kurban suci) menjadi penyebab melimpahnya makanan. karakteristik warnanya dan aspek kosmologi. perilaku masyarakat dan fungsi-fungsi efisiensi. Upacara pemberian makanan berupa nasi disebut Annadana. karena dekat dengan padi ada kehidupan. Hartawan adalah orang yang memiliki alat-alat yang diperlukan untuk memanfaatkan sebaikbaiknya aliran energi alam. Kunci masa depan bukan pada keperluan yang terus menerus. Maitri Upanishad (Sugiarto. Kekuasaan adalah ketidakbergantungan. keharmonisan hubungan kerja diungkapkan seperti berikut. Paradigma keberhasilan pertanian dan kecukupan pangan dengan kriteria-kriteria ketidakbergantungan. 1985). humanistik dan ekologis. Dalam Upanishad diungkapkan segala sesuatu yang ada di dunia lahir dari padi. Pengembangan sistem budidaya yang tidak menghancurkan aset sumberdayanya. Alat-alat pertanian yang bertumpu pada turbin. bagaikan nyanyian suci (udgita) ikut pula turun benih –benih kehidupan. sistem nilai. Upacara sebagai bagian kewajiban suci dalam segala aktivitas pertanian sebagai sarana dalam membangun keharmonisan hubungan. dan Dewi Padi (Annapurna). berkat ada padi. Krisis bahan pokok kebutuhan masyarakat. sehingga diperlukan perubahan arah dalam aktivitas pembangunan. berkat padi. memberikan priorotas untuk belajar hidup saling menunjang. Melalui cara demikian itu muncullah makhluk hidup dan berkembanglah keturunannya.turbin pembangkit tenaga air. membantu orang lain agar dapat membantu dirinya. Dalam bahasa sanskrit beras (vrihi) dan nasi (annam). 2003). Dalam sejarah Tamil Nandu.

tetapi. tidak hanya didasarkan atas perhitungan nilai ekonomi. Sistem produksi padi harus mengacu pada karakteristik lokasi. memberi satu kepuasan dan keuntungan secara menyeluruh. sehingga sistem produksi harus mengintegrasikan kultur masyarakat bersangkutan. (Emery. bukan didasarkan atas asumsi-asumsi. seperti pengelompokan padi sesuai dengan kedekatannya dengan air. and the life cycle of the rice plant is equated with the human life cycle. bersifat mendistorsi nilai manusia sebatas beras secara fisik. cara tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan 54 . Produksi secara mandiri pada lahan masyarakat. Pembagian beras miskin (raskin). 2003). Sistem produksi yang integral melalui pemanfaatan sumberdaya dan sistem energi yang bebas beredar dengan tidak meniadakan bentuk-bentuk kehidupan lain di alam. padi Lumpur (flood plain) dan padi air dalam (deep water). Kebijakan impor beras dalam skala besar jangka panjang secara ekologik. Masyarakat subsisten memandang produksi padi sebagai kesatuan antara sekuler dan sakral. Paradigma kebenaran atau keberhasilan sistem produksi ditemukan di alam. Membantu individu-individu dan kelompok masyarakat untuk menyelesaikan problemanya sendiri dalam satu ruang dialog. Misalnya munculnya sistem tumpangsari di Gunung Kidul Yogyakarta yang mewakili padi tadah hujan. dibanding seolah-olah sebagai center class. Padi beririgasi (irrigated). ekonomik dan sosial budaya tidak sejalan dengan keanekaragaman kultur dan keanekaragaman wilayah Indonesia. sistem cakar ayam di tepi Sungai Batang Hari di Riau. Kultur masyarakat melekat dalam sistem produksi. mewakili limpasan lumpur sungai. Produksi padi dan sumber makanan tidak hanya dinilai sebatas ekonomi. berjalan dengan baik secara ekonomi dan untuk minimal kebutuhan sendiri dan tidak bersifat eksploitatif. 1997). padi rawa di Banjarmasin. Kebijakan tersebut tidak sesuai dengan spirit budidaya padi di Asia (Hamilton. sehingga menjadi lebih mandiri dalam produksi pangan. divinely given to humans. The rice spirit must be honored and nurtured through rituals in order to assure a bountiful harvest” Merebut sistem produksi padi dari tangan masyarakat yang menyatu dengan kehidupannya dengan sistem impor. “Rice is a special sacred food. akan tetapi meletakkan nilai utamanya pada keterkaitan yang dapat diciptakan di dalam kehidupan amsyarakat. Terciptanya sistem produksi yang sehat secara ekologis. Sistem surjan di Kulon Progo Yogyakarta. The rice plant has a living spirit or soul comparable to that of humans. Sistem produksi berpedoman pada lokasi bersifat relatif dan setiap elemen diletakkan dalam satu keterkaitan.Peranan pemerintah mengutamakan bantuan kepada masyarakat agar menjadi lebih berswasembada dan otonom. psdi tadah hujan dataran rendah (rainfall lowland).

After the harvest. Bukan masyarakat yang menyatu dalam kubangan lumpur kemiskinan sebagai limbah kemewahan kehidupan segelintir orang. The mythological origin of rice is attributed to a Rice Mother or Rice Goddess. Only after it is milled can the rice be brought into the house 55 . in many versions of the story the goddess is killed and the first rice grows from her body 6. 2003: 30) 1. The fertility of the rice crop is metaphorically equated with the fertility of the Rice Goddess and with the fertility of human females. the grain ritually installed in its home 9. or in other case carved wooden figures or even copies or religious texts. moral society 5. at harvesttime rice may be cut with a special type of knife to avoid harming them 8. keeping it alive until the rice is planted again in the following agricultural cycle 11. bukan kesatuan dalam kematian. thus the rice that is set aside before milling to serve as seed rice perpetuates the rice spirit. Masyarakat ingin menyatu dengan padi dalam kehidupannya. Rice is a special sacred food. Rice must always be treated with respect in order to avoid offending the rice spirits or Rice Goddess. Twenty tenets of Rice Culture ( Hamilton. including the conducting of the proper rituals at each phase of the rice crop’s growth process. The rice spirit must be honored and nurtured through rituals in order to assure a bountiful harvest. The stages of rice agriculture determine the annual cycle of human activity. The daily milling of rice is pounding it in a mortar is traditionally one of the most characteristic activities of village life. 12. The spirit of the rice remains alive at least until the rice is milled. divinely given to humans 2. Special objects may be placed in the granary to accompany the rice. 3. The work involved in growing rice is the ideal form of human labor.manusia sebagai bagian keadilan alam. and the life cycle of the rice plant is equated with the human life cycle. 10. reflecting a welloredered. 4. The granary is the home of the rice spirits and is often build to resemble a small human house. The rice plant has a living spirit or soul comparable to that of humans. these include anthropomorphic figures made of rice stalks symbolizing the Rice Goddess. therefore rice is often regarded as female and in exchange system it function as a categorically female good 7. The maintenance of special ancestral genetic strains of rice is a primary link between living human and their ancestor.

(1) pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam dan menjalin hubungan secara vertikal dalam bentuk berbagai ritual pemujaan dan pengkeramatan. 2004: 85-87). and eating of rice determine the daily schedule of human activity 14. Masyarakat Jawa memandang alam dan lingkungan secara holistik.Dapatkah pendekatan etnobotani digunakan sebagai upaya revitaliasi? Pengetahuan klasifikasi tumbuhan secara fungsional telah tertulis dalam Serat Centhini yang ditulis pada 1814 M menggunakan candrasangkala Pakso Suci Sabda Ji. Karya tersebut secara tegas memmuat tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan. Serat Centhini memuat berbagai pengetahuan yang sangat lengkap. The daily milling. Language reflects the special nature of rice as the primary food of humans.Guhardja. etc ----------------------------------------------------------------------------------------------Tugas Bahaslah minimal tiga dari lima belas pernyataan yang terkait dengan karakteristik budidaya padi ditinjau dari aspek etnobotani ------------------------------------------------------------------------------------------------2. Manusia dan makhluk seisinya merupakan bagian dari sistem tersebut.5. Melalui pendekatan etnobotani diharapkan dapat mengungkap dan memberi informasi secara ilmiah tentang pemanfaatan sumber daya tumbuhan . Pengetahan Masyarakat Jawa yang berkaitan dengan kedudukan dirinya di alam semesta yang dikenal dengan Memayu Hayunng Bawono. cooking. yang bermakna menjaga bumi demi kemakmuran dan kesejahteraan alam seisinya( Sukenti. sebagai satu sistem yang terdiri atas alam makro dan alam mikro. . often there is no general word for food other than the word for rice and an invitation to “eat” implies the eating of rice 15. Manifestasi konsep tersebut antara lain . yang artinya tahun Jawa 1742. 56 . Kajian Klasifikasi Tumbuhan Kasus Sastra Serat Centhini Serat Centhini merupakan sebuah karya sastra klasik Jawa berbentuk tembang yang ditulis pada permulaan abad XIX . The household or family unit is defined as those who 16. Purwanto. Masyarakat Jawa sering menyebutnya sebagai kitab Jawa terbesar dan terlengkap pengetahaun yang yang sangat lengkap bagi Masyarakat Jawa. membina hubungan vertikal dan horizontal dan mengelola sumber daya yang tersedia. Alam merupakan wadah bagi manusia untuk hidup. Kajian Serat Centhini bertujuan untuk mengetahui kontribusi karya tersebut dalam konservasi sumber daya alam dan pola pemanfaatan tumbuhan sebagai kajian etnobotani.13.

serta pengetahuan cara penggunaannya. Biji-biji digolongkan polowija. kayu bakar. Kebutuhan hidup keseharian mencakup. Mangga dan pepaya digolongkan polo ganthung. tujuan dan pengalamannya. bahan ritual. dan penamaan. yang berarti terpendam dalam tanah. Lakuan analisis salah satu diantara ketiga topik dari kajian etnobotani ----------------------------------------------------------------------------------------------- 57 . yaitu buah tergantung. bahan kosmetika dan lainnya. yaitu buah terserak atau terhampar. randu digolongkan polokirno. Sejalan dengan konsepsi etoekologi. Timun dan semangka digolongkan polo kasimpar . terutama dalam pengenalan. Kelompok umbi-umbian digolongkan polo kapendhem. bahan bangunan. ----------------------------------------------------------------------------------------Tugas Dalam Serat Centhini tidak hanya membahas tentang Memayu Hayuning Bawono dan klasifikasi tumbuhan juga terdapat cara berladang. Penggolngan jenis tumbuhan berdasarkan keunikan cirinya. yaitu tentang pandangan kelompok masyarakat dalam menggunakan sumberdaya alam sesuai kepercayaan. habitus dan cara penyebarannya. upaya kelompok masyarakat tertentu dalam melakukan upaya cepat mengenali jenis sumberdaya yang apat dimanfaatkan. yaitu buah tersebar dan kelapa sebagai polokucilo.Konsepsi tersebut sejalan dengan pandangan prinsip dasar aksi ekologis Deep Ecology Arness (1984). bahan pangan. Penggolongan buah buahan tidak hanya buah yang dimaksud dalam bahasa umum dan bahasa lmiah. bahan pewarna. pengelolaan lahan pekarangan. yaitu buah terasing dan lainnya. pengetahuan. Penggolongan atau klasifikasi dan penamaan tumbuhan didasarkan morfologis. Serat Centhini juga membahas pengetahuan botani masyarakat pada jaman tersebut. merupakan salah satu kajian etnobotani tentang persepsi. Nilai guna jenis jenis tumbuhan yang tercantum dalam Serat Centhini mencakup kebutuhan hidup keseharian. bahan obat-obatan.

Keunikan kedudukannya menjadikan Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati terbesar kedua setelah Brazil. Karunia tersebut dapat berubah menjadi bencana tergantung sikap dan perilaku manyarakatnya. Tumbuhan merupakan kunci pertama yang mampu mentransformasi energi cahaya menjadi energi kimia yang tersimpan di dalam tumbuhan. Sebutan ibu bumi pemberi hidup. 58 . keanekaragaman hayati dan multikultural yang membentuk keindonesiaan adalah sebuah fakta pra sejarah dan sejarah (Truman H. Kompas Desember 2006). Variabilitas cara hidup dalam pemanfaatan lingkungan tidak dapat disederhanakan pada seluruh kelompok. Lingkungan biofisik tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan kehidupan sosiokultural masyarakatnya tercakup di dalamnya pemanfaatan keanekaragaman hayati dan budaya. dan tumbuhan adalah juru selamat kemanusiaan. Tidaklah berlebihan bagi manusia untuk menyatakan rasa hormat terhadap tumbuhan. (Atharvaveda dalam Titib 2004). karena keanekaragaman hayati berkaitan dengan keanekaragaman masyarakat yang melahirkan keanekaragaman budaya (Alcorn 1993 dalam Primack 1994) Keanekaragaman budaya berbagai suku di Indonesia adalah bagian dari fenomena tersebut. Manusia telah mendapat jasa yang luar biasa dari tumbuhan. Mitologi tumbuhan yang hidup dalam masyarakat sebaiknya dilacak sumber-sumber normanya sebagai kajian etnoekologi dan etnobotani yang ada dalam lingkungan bifisiknya. Keanekaragaman Etnik dan Hayati Indonesia Keberadaan manusia dan kebudayaannya tidak mungkin ada tanpa kehadiran tumbuhan. Dasman (1991) dalam Primack (1994) mengungkapkan besarnya korelasi keanekaragaman hayati berbagai lokasi hunian turun-temurun serta kelestarian penggunaan sumberdaya.BAB V. Kawasan hutan hujan tropik dan keunikan masyarakat tradisionalnya dalam sejarahnya telah mampu menjaga kelestariannya melalui berbagai pantangan. Kombinasi keunikan geografis. karena tanpa tumbuhan tidak ada kehidupan manusia. PROSPEK ETNOBOTANI 1. maka ia menghancurkan “penjaga kemanusiaan” nya Siapa pun. Tumbuh-tumbuhan memiliki semua sifat-sifat dewa. apakah manusia maupun hewan akan hidup selamat dan sejahtera di bumi ini kalau kebersihan atmosfir bumi terpelihara dengan segala cara untuk suksesnya tujuan hidup ini. Jika manusia menghancurkan tetumbuhan. mitologi tumbuhan sebagai pelindung manusia. adalah satu penghormatan terhadap hutan dan lahan yang menjadi legenda. namun demikian ia cenderung kurang menghargai tumbuhan jika tidak memberi keuntungan secara langsug Indonesia memiliki keunikan geografis kepulauan sangat luar biasa.

Prospek etnobotani di Indonesia di masa depan melaiputi semua aspek kehidupan yang berhubungan dengan tumbuhan. Etnobotani ialah satu pengkajian penggunaan tumbuh-tumbuhan asli dalam kebudayaan dan agama bagi sesuatu kelompok masyarakat. perubatan. bahan pestisida alami. pengobatan. pakaian. yang dikaji secara interdisipliner. pemburuan dan upacara agama. Sistem Pengetahuan Tradisional Sistem Pengetahuan/Teknologi Modern Seleksi Sistem Pengetahuan Tradisional Terseleksi Sistem Pengetahuan/Teknologi Modern Terseleksi Sistem Pengetahuan Terpadu (Tradisional & Modern) Pendekatan Adaptif Konservasi Gambar 3 Seleksi Pemanfaatan Pengetahuan Tradisional daan Teknologi Modern Model selksi tersebut dapat dilakukan untuk semua nilai manfaat tumbuhan. Penelitian yang menyerap penetahuan tradisional dan menerima perkembangan teknologi dan pengetahuan modern sebagai dasar seleksinya. 3. mulai dari pemanfaatan untuk makanan. Nilai manfaat paling prospektif adalah pembuatan jamu dan bahan kebugaran maupun kecantikan melali ketrampilan teknologi 2. Prospek Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati dan Kultural Kombinasi keanekaragaman hayati dan keunikan kultural mengakibatkan Indonesia memiliki peluang sangat besar mengembangkan kajian –kajian dan penelitian etnobotani. perlindungan atau rumah. adaptasi Adimihardja l995) (Gambar 3). Dasar seleksi terssebut dapat digambar dengan skema berikut ( Suryadarma. pembuatan warna. Konservasi warisan alami sebaiknya dibangun atas kebudayaan masyarakatnya (Toledo 1988 dalam Primack 1994).dimana keanekaragaman adat kebudayaan memiliki keterkaitan dengan keanekaragaman tumbuhan pendukungnya. yang unik dan aktual. Para ahli etnobotani mengkaji cara penggunaan tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai makanan. anyaman. Prospek Jamu 59 . 2007.1.

2. Keadilan Bagi Masyarakat Pemilik Pengetahuan Tradisional Tugas 1. Pilihlah salah satu kajian dari nilai nilai manfaat prospektif di masa depan 60 . Buatlah kajian jamu sebagai sebuah produk masyarakat Jawa dari kajian etnobotani 2.4.5.2. Latihan Ketrampilan Teknologi. Kerjasama Perusahaan dan Industri 2.2. Prospek bahan kecantikan dan SPA 2.3.

Roth D 2003. Nala N 1990. 61 . Journal of Tropical Ethnobiology. Kekalahan Manusia Petani. Alternatif yang Sehat. Indigenous Knowlwdge of Medicine Plants and Wild Edible among Three tribal Subcommunities of the Central Himalaya. Maikhurri RK.1Wibowo S 2005. Spirit and Sustenance in Asia. Yogyakarta: Kanisius. No. 2004. Toledo MV 1992. Local Irigation Management in Balinese Migran Society in Sulawesi. Yayasan Obor. LIPI. Jakarta Ulluwishewa et al. Konsepsi Kosmologi dalam Pengobatan Usada Taru Pramana. Kajian Etnobotani Serat Centhini Journal of Tropical Ethnobiology. Makalah seminar Sistem Subak di Bali Menghadapi Era Globalisasi.. Universitas Udayana Denpasar Bali. Sukarsa I. Paper for the workshop “Order and Disjuncture: the Organization of Aid and Development”. 1997. 5. SOAS . Kejutan Masa Depan. Indigenous Knowledge and Environmental Di dalam Di dalam Fien J. Sukenti K. 1992. Bogor .M.1. UPT Balai Konservasi Tumbuhan. Upada Sastra.Perlu upaya pelestarian dan pemberdayaan secara lebih serius. Pantja Simpati. 2005. Which Order ?.Pt.Sutawan N 2004. No. Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Bali 1997.Daftar Pustaka Hamilton 2003. Purwanto Y. Whose Order ?. Heck D. 8: 7-13. Vol II. Denpasar: . .1. Dimensi Manusia Dalam Pembangunan Pertanian. Guhardja E. Rencana Tata Ruang Wikayah Propinsi Bali Tahun 2010. Topler. Subak menghadapi tantangan globalisasi . Denpasar 16 Agustus. LIPI. London. scope and implication of rising discipline Etnoecologica. Januari 2005. Soetomo G 1997. UNESCO AsiaPacipic Centre of Educational Innovation for Development and Griffith University Centre.. Indigenous Knowlwedge Development Monitor. LIPI. I. Vol II. India. Pilihan Untuk Masa Depan. Semwal RL 1998. Persoalan dan penyelesaian manajemen irigasi yang berkeadilan Makalah seminar Sistem Subak di Bali Menghadapi Era Globalisasi. hlm 5.. PT. th September 2003. . National Seminar Perhibha Semarang. Robertson J 1990. Denpasar 16 Agustus. 2004. Universitas Udayana Denpasar Bali. Usada Bali. Bogor Suprodjo P 2004. South Sea International Press Ltd. Nautyal KS. Kebun Raya Eka Karya Bali. The Art of Rice. Indonesia. Suryadarma IGP. Biomoloculer Research and Development of Traditional Medicine. A. Ferreira A editor Learning for a Sstainable Environment. What is etnoecology? Origins.Jakarta. Januari 2004. Sisi Ekonomi Sebuah Upacara. Proseding Seminar Konservasi Tumbuhan Upacara Agama Hindu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful