Pengenalan Pilihan dokter untuk terapi gonorrhoea berfokus pada keefektifan klinis, kemampuan penerimaan oleh pasien, dan

toksisitas. Kriteria ini ditentukan dengan mempertimbangkan sensitivitas antimikroba in vitro, karakteristik farmakokinetik dari calon antimikroba, kesesuaian yang terantisipasi, keefektifan biaya, kemudahan pemberian obat, umur pasien, kehamilan dan efek samping obat yang sebelumnya. Infeksi lanjutan dengan patogen yang menular secara seksual lainnya harus dicari dan diatasi dengan tepat. Pertimbangan Umum Pengobatan yang efektif didefinisikan sebagai eliminasi Neisseria gonorrhoeae dari semua lokasi anatomi. Pengobatan tersebut juga harus mengeliminasi kemungkinan terjadinya transmisi lanjutan, meminimalkan komplikasi infeksi, dan menghindari kesulitan dalam pemeriksaan tindak-lanjut. Kriteria yang dianut dan dapat dicapai dari keefektifan klinis adalah bahwa pengobatan infeksi anogenital tanpa komplikasi harus dapat menghilangkan >95% infeksi dalam percobaan klinis yang cukup besar. Standard ini tidak tergantung dari prevalensi galur yang resisten dan memungkinkan factor-faktor lain selain resistensi yang dapat menyebabkan kegagalan pengobatan. Moran dan Levine juga mendukung criteria tambahan dalam pemilihan antimikroba berdasarkan farmakokinetik dari calon antimikroba dan sensitivitas invitro nya melawan galur N. gonorrhoea yang prevalen. Resistensi antimikroba terhadap N. gonorrhoea juga menunjukkan perkembangan yang tidak dapat dihindarkan dengan adanya plasmid yang banyak dan mutasi kromosom. Data pengawasan pada tingkat local, nasional, dan internasional, oleh karena itu, dibutuhkan untuk membantu dokter, yang seringkali mengawali pengobatan pada praktiek klinik tanpa pengetahuan akan sensitivitas antimikroba dari N. gonorrhoea yang ada pada pasien yang datang. Banyak antimikroba yang bersifat aktif melawan N. Gonorrhoea dan literatur yang memberi banyak laporan tentang percobaan klinisnya. Tidak ada dosis tunggal yang tepat untuk semua pasien dan semua perawatan kesehatan. Resistensi antimikroba menunjukkan variasi geografi yang luas, namun demikian beberapa

Penisilin Penisilin telah terbukti sangat efektif dalam emngobati gonorrhoea saat diperkenalkan pada awal tahun 1940. Resistensi yang dimediasi oleh kromosom lalu terjadi dan terjadilah kegagalan pengobatan yang telah diperkirakan secara mikrobiologis. Penggantian ke terapi alternatif menjadi kebutuhan pada banyak lokasi pada tahun . Percobaan ini memberi data tentang keefektifan pengobatan untuk infeksi rektum dan faring. Hampir semua percobaan klinis yang mengevaluasi antimikroba untuk pengobatan gonorrhoea hanya menggunakan orang dewasa dengan infeksi genital tanpa komplikasi. Percobaan pengobatan untuk penyakit inflamasi pelvis gonorrhoea sulit dilakukan karena pertimbangan polimikroba yang menentukan terapi pada onset pengobatan. tetapi juga meliputi pemeriksaan keefektifan yang terus menerus dalam praktek klinik rutin. sehingga dapat dipastikan kepatuhan pemberian obatnya. Terapi dosis tunggal adalah pilihan umum dalam pengobatan gonorrhoea tanpa komplikasi dan regimen dengan multi-dosis telah menjadi pilihan antimikroba yang tidak lagi digunakan. tetapi memberikan data ilmiah yang sangat sedikit tentang hasil pengobatan infeksi dengan komplikasi. Ulasan ini tidak bertujuan untuk memberikan pandangan yang lengkap dan berhubungan dengan sejarah. regimen penisilin tetap menjadi pilihan terapi yang universal hingga munculnya dan tersebarnya N. Dengan dosis yang tinggi dan kombinasi dengan probenicid. dan beberapa agen terlalu mahal untuk beberapa negara. Sejumlah antimikroba dapat mencapai keefektifan pengobatan yang tinggi dengan terapi dosis tunggal yang dapat diberikan di bawah pengawasan langsung. Ulasan ini berfokus pada antimikroba yang digunakan secara luas di Inggris atau yang terdaftar dalam pedoman pengobatan internasional. Penentuan keefektifan antimikroba seharusnya tidak hanya berdasarkan percobaan klinis resmi pada masa lalu. beberapa agen tidak dapat diberikan pada kondisi-kondisi khusus seperti kehamilan atau pada bayi. Gonorrhoea yang memproduksi penicillinase (PPNG) pada tahun 1970-an. dan penyebaran infeksi gonokokus yang tidak sering ditemukan.agen mempunyai keefektifan yang lebih rendah di tempat-tempat non-genital.

dan penggunaan antimikroba alternatif yang selektif. Terapi . Meskipun penisilin merupakan pilihan yang tidak tepat sebagai terapi gonokokus pada beberapa negara. Menariknya. bersama dengan probenicid secara oral pada waktu yang sama. ampisilin atau amoksisilin tidak lagi direkomendasikan sebagai terapi untuk gonorrhoea. sehingga penisilin. obat ini masih digunakan sebagai terapi lini pertama di banyak pusat pengobatan di Inggris. yang semakin mendorong penggunaan terapi non-penisilin pada lokasi-lokasi ini. Jaffe dan koleganya menyarankan penggunaan terapi alternatif untuk komunitas ketika prevalensi PPNG di antara isolat gonokokus dalam komunitas tersebut telah mencapai suatu level yang mengakibatkan keefektifan yang kurang dari 95% untuk infeksi anogenital tanpa komplikasi. ulasan sejarah mengenai terapi penisilin oral menunjukkan bahwa banyak pusat pengobatan yang tidak dapat mencapai kriteria keefektifan 95% sebelum munculnya PPNG. Infeksi yang didapat dari luar negeri membutuhkan terapi alternatif. tingginya tingkat kebutuhan follow-up untuk melihat kesembuhannya. Hal ini menimbulkan kebutuhan untuk merevisi pedoman pengobatan nasional di Amerika Serikat pada tahun 1989. Prevalensi dari PPNG dan resistensi yang dimediasi oleh kromosom tidaklah stabil dan bervariasi dalam popilasi klinis genitourinari di Inggris. Data pengawasan di Amerika Serikat pada akhir tahun 1980-an menunjukkan resistensi antimikroba yang signifikan dan konsisten terhadap penisilin.1980-an. London. Penggunaan terus menerus dari regimen penisilin sebagai terapi lini pertama di Inggris dalam klinik pengobatan genitourinari memerlukan pengawasan ketat akan keefektifan klinisnya. dimana obat ini biasanya diberikan dalam bentuk dosis tunggal oral berupa amoksisilin atau ampisilin. Untuk mempertahankan pengobatan yang efektif dan pengontrolan PPNG. Prevalensi PPNG yang melebihi 10% telah dilaporkan di Newham General Hospital dan Guy's Hospital. meskipun infeksi endemik yang resisten memiliki prevalensi yang rendah dan tidak dapat diprediksi pada saat pengobatan. Terapi ini hanya diberikan bila infeksi gonokokus yang diobati terbukti memiliki sensitivitas terhadap penisilin atau bila prevalensi resistensi lokalnya rendah. Gonorrhoea. Penggunaan terus menerus dari amoksisilin atau ampisilin 2 g ditambah dengan probenicid 1 g sebaiknya dimonitor secara ketat hasil klinisnya dan sensitivitas penisilin tersebut terhadap N.

ditoleransi secara umum. mudah diberikan dalam bentuk oral. dan aman digunakan pada infeksi neonatus. murah. .penisilin. aman diberikan saat kehamilan. Dosis tunggan dari regimen penisilin oral memiliki tingkat kegagalan yang tinggi (42-60%) dalam mengobati gonorrhoea faring. namun demikian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful