You are on page 1of 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Kematian mendadak yang tidak diharapkan dan tidak dapat dijelaskan ditemukan pada sebagian besar kasus pada praktek kedokteran forensik.1 Pengertian kematian mendadak secara resmi adalah definisi menurut WHO yaitu kematian mendadak adalah apabila seseorang meninggal dalam 24 jam dari munculnya gejala. Namun rentang waktu tersebut oleh banyak praktisi dan ahli patologis dianggap terlalu lama dan interval waktu yang lebih pendek dalam beberapa jam tampaknya lebih baik.1,2 Secara praktis kematian mendadak dapat dibagi ke dalam dua kategori yaitu instantaneous death yaitu kematian yang terjadi dalam beberapa detik setelah awitan gejala, sedangkan noninstantaneous death merupakan kematian yang terjadi dalam beberapa menit setelah awitan gejala.3 Kematian mendadak yang diakibatkan oleh gangguan dalam tubuh paling banyak disebabkan oleh lesi pada sistem kardiovaskular dan diperkirakan 80% kasus di Inggris disebabkan oleh koroner.1,2 Selain dari gangguan kardiovaskular, gangguan sistem saraf pusat juga merupakan penyebab kematian mendadak. Pada penelitian disebutkan lesi intrakranial sebagai penyebab kematian mendadak pada orang dewasa secara urut paling banyak disebabkan oleh epilepsi, perdarahan intraserebral, perdarahan subarakhnoid spontan, hematom subdural, hematom ekstradural, meningitis bakteri dan yang terakhir adalah tumor otak.1 Pemeriksaan post mortem untuk mendukung diagnosis tidak selalu ditemukan, seperti misalnya pada epilepsi tidak ada pemeriksaan diagnostik untuk menegakkan hal ini, sehingga pada beberapa keadaan diagnosis ditegakkan dengan cara eksklusi terhadap keadaan patologis lainnya. Penyusunan tinjauan pustaka ini bertujuan untuk memberikan tambahan informasi mengenai beberapa lesi intrakranial tersering sebagai penyebab kematian mendadak.

1.2

Tujuan

.Mengetahui karakteristik yang didapatkan dari jenazah kasus kematian mendadak melalui pemeriksaan Kedokteran Forensik dan membandingkan temuan tersebut dengan teori dari referensi yang ada.