You are on page 1of 4

CFD Mesin USU

Analysis Perpindahan Panas Konveksi paksa pada Plat Datar dengan menggunakan CFD

Himsar Ambarita NIM: 910401- - -

Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Medan Indonesia

Abstrak Tugas ini adalah analysis perpindahan panas pada plat datar dengan menggunakan perangkat lunak CFD. Analysis dilakukan untuk aliran steadi, incompressible, laminar, dan dua dimensi. Plat datar yang panjangnya 1 m dengan temperaturnya dijaga konstan 350K, dialiri udara yang sejajar dengan kecepatan divariasikan mulai dari 0,1 m/s sampai dengan 1 m/s dan temperatur 300K. Variasi bilangan Reynolds pada analysis ini adalah 6293 ≤ Re ≤ 62930 . Koefisien perpindahan panas rata-rata dari plat dibandingkan dengan koefisien perpindahan panas yang terdapat pada literatur. Hasil analysis dengan CFD dan hasil dengan perhitungan dari literatur menunjukkan hasil yang sama. Medan temperatur dan vector kecepatan juga ditampilkan. Persamaan menghitung bilangan Nu yang sesuai untuk kasus ini dirumuskan dengan persamaan N u = C Re n . Hasil analisa CFD digunakan untuk menghitung konstanta C dan n yang sesuai dengan teknik regresi. Konstanta yang sesuai adalah C=0,589 dan n=0,4866.

Keywords: konveksi paksa, plat datar, CFD

I.

Pendahuluan

Perpindahan panas pada plat datar yang dialiri fluida dengan arah sejajar permukaan plat merupakan salah satu kasus yang banyak dijumpai di bidang engineering. Kasus ini dapat dijumpai pada analysis perpindahan panas konveksi melalui dinding bangunan yang datar, perpindahan panas pada solar kolektor, perpindahan panas pada sirip kondensor, heat sink, dll. Oleh karena itu pengetahuan dan penjelasan fenomena perpindahan panas pada plat datar ini sangat dibutuhkan. Persamaan menghitung koefisien perpindahan panas pada plat datar ini dapat dijumpai buku literatur perpindahan, seperti pada [1] dan [2]. Persamaan ini diyakini dapat memberikan nilai koefisien perpindahan panas yang akurat karena telah divalidasi dengan melakukan eksperiment. Tetapi karena jangkauan penggunaan persamaan ini cukup luas sering dijumpai perbedaan untuk kasus-kasus yang spesifik. Pada tugas ini persamaan-persamaan yang dirumuskan secara analitik yang ada di buku-buku perpindahan panas [1,2] akan diuji dengan menggunakan perangkat lunak komersial CFD. Perangkat lunak yang akan digunakan adalah FLUENT. Hasil dari perangkat lunak ini akan dibandingkan langsung dengan hasil dari referensi tersebut. Tujuan tugas ini antara lain: (1) memperdalam pengetahuan proses perpindahan panas pada plat datar,
Analysis….

(2) memberikan keterampilan menggunakan salah satu perangkat lunak CFD untuk menganalisis prosesproses engineering, (3) memberikan kemampuan dasar yang dapat dikembangkan melakukan analysis perpindahan panas yang lebih komplex.

II. Perumusan masalah Untuk mendapatkan tujuan-tujuan itu pada tugas ini dilakukan analysis pada masalah yang sangat sederhana. Pada suatu plat datar horizontal yang mempunyai panjang 1m dan temperatur permukaan dijaga konstan pada 350K dialirkan udara lingkungan yang bertemperatur 300K. Skema dari plat dan aliran udara ditampikan pada gambar berikut ini.

Uin =V
Tin = 300 K

Ts = 350 K

Gambar 1 Computational domain

1

Himsar AMBARITA

seperti yang ditunjukkan gambar 2. Maka untuk memastikan bahwa ukuran grid yang digunakan tidak berpengaruh besar pada jawaban akhir. maka ukuran grid yang digunakan searah sumbu-y tidak seragam. Koefisien konveksi rata-rata yang dihasilkan oleh grid 3200 dan 3600 masing-masing 2.  ∂ 2v ∂ 2v  ∂v ∂v ∂p  (3) +v =− + µ  ∂x 2 + ∂y 2  ∂x ∂y ∂y   c. Untuk mengkopling medan kecepatan dan medan tekanan digunakan algoritma SIMPLE. Metode Numerik Persamaan pembentuk aliran (governing equations) akan didiskritisasi dengan menggunakan teknik volume atur (disebut grid). Koefisien perpindahan panas konveksi lokal di atas plat dapat dihitung dengan menggunakan persamaan: − k (∂T ∂y ) y =0 hx = (5) (Ts − Tin ) Dengan menggunakan teknik similaritas persamaan temperatur dapat dipecahkan dan persamaan koefisien konveksi lokal menjadi: ρU in hx = 0. efek difusivitas dan gravitasi diabaikan. dan DA. digunakan orde pertama upwind scheme. maka dilakukan pengujian jumlah grid yang sesuai (grid independency test). Perbedaan kedua angka ini hanya 0. Karena perbedaan temperatur di sekitar permukaan plat cukup besar.5 m/s. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa perhitungan dengan grid 3200 akan Analysis…. residu momentum.2]. Menurut textbook [1. steadi.1 Pengujian jumlah grid yang sesuai Pada penyelesaian numerik jawaban yang didapatkan adalah merupakan jawaban pendekatan dan akan semakin dekat dengan jawaban sebenarnya jika ukuran grid semakin kecil atau jumlah grid makin besar. Pada batas AB dimasukkan kecepatan seragam dan temperatur sama dengan temperatur masuk.6 × 10-7 Ns/m2 dan bilangan Prandtl Pr=0. Enam jumlah grid yang berbeda N x × N y yaitu: 50 × 20=3000. Pada proses diskritisasi persamaan momentum dan persamaan energi.387933 W/m2K. Perhitungan disebut konvergen jika residu permaan kontinuitas ≤ 10-4. 2 Himsar AMBARITA . Persamaan kontinuitas ∂u ∂v + =0 (1) ∂x ∂y b. jumlah grid yang banyak membuat perhitungan semakin lambat. viskositas = 184.332 Pr 1 3 k (6) vx Dimana Pr adalah bilangan Prandtl dan x adalah jarak dari sisi masuk. BC. Pada bagian CD dan DA kondisi batas yang digunakan tekanannya sama dengan tekanan atmosfer atau p = p o = 0 . Bentuk grid yang digunakan adalah segiempat. u Gambar 2 Bentuk grid yang digunakan III.CFD Mesin USU Udara yang mengalir di atas plat adalah diasumsikan sebagai gas ideal dan incompressible. Persamaan energi ∂T ∂T k  ∂ 2T ∂ 2 T   2 + 2 u +v = (4) ∂x ∂y ρc p  ∂y   ∂x  Kondisi batas yang digunakan pada daerah perhitungan dibagi atas AB.1614 kg/m3. 60 × 25=1500. Pada gambar dapat dilihat semakin besar jumlah grid maka koefisien konveksi rata-rata akan semakin mengerucut. 75 × 35=2625. Dengan mengunakan asumsiasumsi ini. Ukuran grid di dekat permukaan plat dibuat lebih kecil. maka persamaan pembentuk aliran (governing equations) yang akan dianalysis adalah: a. CD.390468 W/m2K dan 2. Pada bagian BC kecepatan adalah nol dan temperatur sama dengan temperatur permukaan plat 350K. dua dimensi. 70 × 30=2100.1%. kapasitas panas cp= 1007 J/kgK. dan energi lebih kecil dari 10 −6 atau berapapun iterasi yang dilakukan jika temperatur rata-rata pada sisi keluar tidak berubah lagi. Koefisien perpindahan panas rata-rata di sepanjang plat dapat dihitung dengan persamaan: 1 h = ∫ hx dx (7) L Fluida yang digunakan pada tugas ini adalah udara dengan sifat fisik sebagai berikut: density 1. kecepatan udara yang awalnya seragam di sisi masuk akan nol di daerah yang bersentuhan dengan plat kemudian bertambah dan akhirnya sama dengan kecepatan masuk pada daerah jauh dari plat. Sebagai parameter pengujian koefisien konveksi ratarata pada permukaan plat sebagai fungsi dari jumlah grid ditampilkan pada Gambar 3. Jenis aliran seperti ini disebut aliran sedang berkembang. dan 80 × 45=3600 telah diuji pada kecepatan udara di sisi masuk 0. Sementara. Persamaan momentum  ∂ 2u ∂ 2u  ∂u ∂u ∂p  (2) u +v =− + µ  ∂x 2 + ∂y 2  ∂x ∂y ∂x   III.707. Perhitungan (iterasi) akan dihentikan jika kriteria konvergen telah dipenuhi. 80 × 40=3200. Asumsi-asumsi lain yang digunakan adalah aliran laminar.

Maka asumsi yang digunakan pada persamaan pembentuk aliran yaitu aliran laminar dapat diterima.1m/s. Hasil dan Diskusi Dengan menggunakan metode ini perhitungan untuk menganalisis koefisien perpindahan panas pada plat datar dilakukan dengan variasi kecepatan V=0. Persamaan Himsar AMBARITA Gambar 4 Perbandingan hasil CFD dan teori Analysis…. Maka untuk menghemat waktu perhitungan dan juga mendapatkan hasil yang baik maka jumlah grid yang akan digunakan pada perhitungan ini adalah N x = 80 dan N y = 40 dengan jumlah total grid 3200.25 m/s. maka perlu dilakukan validasi.5m/s. Pada laporan ini koefisien konveksi lokal yang dihitung dengan menggunakan persamaan (6) yang telah diyakini benar akan dibandingkan dengan koefisien konveksi lokal yang merupakan hasil perhitungan CFD.CFD Mesin USU memberikan hasil yang hampir sama dengan 3600. Dengan menggunakan persamaan ini maka variasi bilangan Reynolds adalah 6293 ≤ Re ≤ 62930 . 0. Hasilnya dalam bentuk grafik ditampilkan pada Gambar 4. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan melakukan experiment. 2 Validasi metode numerik Sebelum hasil dari sebuah metode numerik dianalysis. Pada tugas ini akan diusulkan suatu persamaan baru yaitu: N u = C Re n (10) Dengan menggunakan regresi pangkat. Secara teori. maka nilai C dan n yang sesuai adalah 0. 0. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa metode numerik yang digunakan ini dapat digunakan untuk melakukan analisa. 3 . Bilangan Reynolds dihitung dengan menggunakan persaam: ρVL Re = (8) µ Gambar 3 Koefisien konveksi rata-rata fungsi grid III. Bilangan Nusselt ratarata dirumuskan dengan persamaan berikut: hL Nu = (9) k Dimana L adalah panjang plat dan h adalah koefisien konveksi rata-rata yang dihitung dengan menggunakan persamaan (7). Perhitungan dilakukan pada kecepatan udara masuk 0. Nilai bilangan Re ini masih berada di bawah bilangan Re kritis 5 × 10 5 sebagai batas aliran turbulent.5 m/s. 0. Gambar 5 Bilangan Nu sebagai fungsi dari bilangan Re Grafik Nu pada Gambar 5 menunjukkan bahwa semakin besar bilangan Re (kecepatan juga semakin besar) maka bilangan Nu akan semakin besar. Hasil pertama yang akan ditampilkan adalah bilangan Nusselt sebagai fungsi dari bilangan Reynolds dan ditampilkan pada Gambar 5. dan 1 m/s.75m/s.589 dan 0. IV. Grafik ini menunjukkan bahwa hasil dengan CFD sangat sesuai dengan hasil dengan persamaan (6). telah ada diusulkan persamaan yang dapat digunakan untuk menghitung bilangan Nusselt pada plat datar.4866.

Pada tugas ini juga telah diajukan persamaan yang dapat digunakan untuk menghitung bilangan Nu. V. Heat and Mass Transfer.5 m/s ini memang sebaiknya harus diuji dengan menggunakan experiment dan jika tervalidasi dengan baik dapat digunakan untuk menghitung bilangan Nu rata-rata pada plat datar yang sesuai dengan batasan Re yang ada.CFD Mesin USU Gambar 6 Distribusi temperatur pada Vin= 0. Asumsi aliran yang dianalisis adalah dua dimensi. Incropera/ DeWitt/ Bergman/ Lavine. A Parctical Approach. dan steady.5 m/s ditampilkan pada Gambar 6 dan Gambar 7. incompressible. Analysis…. Third Edition. Hasil yang didapatkan dengan CFD menujukkan trend yang sama dengan hasil teory yang dirumuskan dari referensi. Distribusi temperatur dan vektor kecepatan pada daerah perhitungan pada kecepatan udara masuk 0. Yunus A Cengel. Kesimpulan Pada tugas ini telah dilakukan analysis perpindahan panas secara konveksi paksa melalui sebuah plat datar isothermal dengan mengunakan perangkat lunak CFD. Kedua gambar ini menunjukkan trend yang sama dengan beberapa literatur. Daftar Pustaka [1]. Sixt Edition [2]. laminar. Fundamentals of Heat and Mass Transfer.5 m/s Gambar 7 Vektor kecepatan pada Vin=0. 4 Himsar AMBARITA .