You are on page 1of 5

Narkoba dan Psikotropika

Psikotropika
Psikotropika adalah merupakan suatu zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Efek pemakaian psikotropika
Zat atau obat psikotropika ini dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya. Pemakaian Psikotropika yang berlangsung lama tanpa pengawasan dan pembatasan pejabat kesehatan dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk, tidak saja menyebabkan ketergantungan bahkan juga menimbulkan berbagai macam penyakit serta kelainan fisik maupun psikis si pemakai, tidak jarang bahkan menimbulkan kematian.

Jenis Narkoba,ciri & penggunaannya
Berikut ini penjelasan mengenai Jenis Narkoba,ciri & Penggunaannya : • Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid. Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan. • Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya

penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya,tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang. Di beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang yang berdasarkan bahan kimiawi dan merusak sel-sel otak, yang sudah sangat jelas bahayanya bagi umat manusia. Diantara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euphoria (rasa gembira) yang berlebihan, serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir diantara para pengguna tertentu. Efek negatif secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk

efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD • Stimulan. istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika. banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya (terutama pada para seniman dan musisi. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obatobatan untuk penyakit tertentu. Psikotropika dan Zat Adiktif.penyakit tertentu (termasuk kanker). Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. baik “narkoba” atau napza. heroin . sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. tempat pelacuran. putaw • Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian. Contohnya putaw • Adiktif. karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak. Berdasarkan penelitian terakhir. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua. dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu • Depresan. Selain “narkoba”. bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. juga di pengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan.pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. • Narkoba dan Penyebarannya Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. hal ini (lonjakan kreatifitas). Efek Samping Penggunaan Narkoba Halusinogen. diskotik. efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu . Hingga saat ini upaya yang . Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif . Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa.contohnya ganja . efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis. dimana jenis Marijuana silangan inilah yang merupakan tipe yang tumbuh di Indonesia. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreatifitas adalah hasil silangan modern “Cannabis indica” yang berasal dari India dengan “Cannabis sativa” dari Barat. ormas. Semua istilah ini. dan tempat-tempat perkumpulan genk. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah.

terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba. Faktor internal: 1. Krisis identitas Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut. tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga. Faktor eksternal: 1. Sebanyak 15% orang beranggapan bahwa Narkotika dapat menyebabkan hilangnya kontrol bagi si pemakainya. Sebanyak 60% orang beranggapan bahwa Narkotika dapat menyebabkan kematian karena zat-zat yang terkandung dalam Narkotika mengganggu sistem kekebalan tubuh mereka sehingga dalam waktu yang relatif singkat bisa merenggut jiwa si pemakai. tidak memberikan pendidikan agama. kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. Sebanyak 20% orang beranggapan bahwa pengguna Narkotika dapat bertindak nekat/bunuh diri karena pemakai cenderung memiliki sifat acuh tak acuh terhadap lingkungannya. atau penolakan terhadap eksistensi anak. tercapainya identitas peran.paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Keluarga Perceraian orangtua. atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. karena setelah mengkonsumsi Narkotika. Kenakalan Anak Remaja saat ini Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). 2. namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. Pendidikan yang salah di keluarga pun. Ia menganggap dirinya tidak berguna bagi lingkungannya ini yang memacunya untuk bertindak nekat. Zat-zat yang terkandung di . bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik B. Teman sebaya yang kurang baik 3. 2. Kemungkinan Yang Terjadi Pada Pengguna Narkotika Banyak orang beranggapan bagi mereka yang sudah mengkonsumsi mar secara berlebihan beresiko sebagai berikut : 1. 2. Kontrol diri yang lemah Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Kedua. seperti terlalu memanjakan anak. 3. Pertama.

Contoh : Amphetamine. Petidin. B. Contoh Lysergic Acid Diethylamide (LSD). b. Contoh : Heroin. Sebanyak 5% orang beranggapan bahwa Narkotika menimbulkan penyakit bagi pemakainya. Sintetik : diperoleh melalui proses kimia bahan baku kimia. Cannabis Sativa atau Marihuana atau Ganja banyak ditanam di Indonesia. Mandrax (Mx). 4. tetapi diselundupkan di Indonesia. Opium atau candu/morfin yaitu olahan getah tanaman papaver somniferum tidak terdapat di Indonesia. b. Semi sintetik : adalah zat yang diproses secara ekstraksi. Psylocibine. menghasilkan zat baru yang mempunyai efek narkotika dan diperlukan medis untuk penelitian serta penghilang rasa sakit (analgesic) seperti penekan batuk (antitusif). C. Mogadon. Contoh : Amfetamin. Psikotropika merupakan pengganti narkotika. Alkohol . Metadon. digunakan dalam dunia pengobatan sesuai Permenkes RI No. 1) Tanaman a. Kodein. c.dalamnya langsung bekerja menyerang syaraf pada otak yang cenderung membuat tidak sabar dan lepas kontrol. Jenis-jenis Narkotika yang Disalahgunakan dan Peredarannya Narkoba meliputi : A. Narkotika Zat berasal dari tanaman atau bukan tanaman. Psikotropika Adalah obat keras bukan narkotika. 124/Menkes/Per/II/93. karena narkotika mahal harganya. Morfin. isolasi disebutalkaloid opium. Contoh : Pil Rohypnol. Kokain yaitu olahan daun koka diolah di Amerika (Peru. Deksamfetamin. MDA. MDMA. Kolumbia). Valium. 1) Penenang (anti cemas) : bekerja mengendorkan atau mengurangi aktifitas susunan syaraf pusat. Karena di dalam Narkotika mengandung zat yang mempunyai efek samping yang menimbulkan penyakit baru. namun dapat menimbulkan ketergantungan psikis fisik jika dipakai tanpa pengawasan akan sangat merugikan karena efeknya sangat berbahaya seperti narkotika. Bolivia. Penggunaannya biasa dicampur dengan air mineral atau alkohol sehingga efeknya seperti narkotika. 3) Hallusinogen : bekerja menimbulkan rasa halusinasi/khayalan. 2) Bukan tanaman a. 2) Stimulant : bekerja mengaktifkan susunan syaraf pusat.

Bentuk : Seperti bedak berwarna putih. cadel.Mual-mual. bedak. Hammer. infertilitas (impotensi) . demam.Takut kedinginan. pendiam. Cara Pakai : Dihirup. hidung berair . aceton. bila keracunan bisa menimbulkan halusinasi atau mungkin yang fatal kematian. tidak konsentrasi. putih. Gejala putus obat : Sebelum memakai : . thinner. Efek : Mual.Jantung berdebar. rasa pahit. takut air . Brown Sugar. perut sakit. leher. mata sembab kadang muntah . Asal : Papaver Somniferum. dijual sebesar ujung kuku/ibu jari dalam kemasan kertas.Menstruasi terganggu. Zat Adiktif Zat adiktif adalah zat yang sangat berbahaya jika salah pemakaiannya bisa merusak tubuh. HIV .Tidak suka makan .Tulang otot sendi terasa nyeri. ditelan dan disuntikkan lewat tangan. C. hidung gatal-gatal. lem karet. Narkoba yang sering disalahgunakan : Narkoba yang sering dikonsumsi oleh masyarakat secara salah antara lain : A. C.Tidak bisa bekerja (lemas) Setelah memakai : .Mata berair. Smaek. mengantuk. diare .Alkohol dalam ilmu kimia dikenal dengan sebutan etanol adalah minuman keras yang mempunyai efek bisa memabukkan jika minumnya berlebihan. muka pucat. Benana. mata susah bangun Bahaya : . PT. Contoh : Terpentine. bulu kuduk berdiri . dihisap. spray aerosol. Snow White Brown.Fly (berkhayal). terdapat paket hemat.Hepatitis B.Keringat keluar berlebihan . AIDS. Horse. kaki. HEROIN Nama : Putauw. mata sayu. dll.