Sarni Lita

BERITA TERKINI

Terapi Testosteron Bermanfaat Bagi Terapi T estosteron B ermanfaat B agi Pasien Pasien Sindrom Sindrom Metabolik/Diabetes Metabolik/Diabetes Mellitus Mellitus Tipe Tipe 2
Hasil uji klinik terbesar penggunaan gel testos-

teron pada pasien sindrom metabolik telah dipublikasikan di jurnal diabetes ternama, Diabetes Care, 2011. Tujuan penelitian tersebut menilai efektivitas, keamanan, dan tolerabilitas pemberian gel testosteron 2% terhadap resistensi insulin, faktor risiko kardiovaskular, dan gejala hipogonadisme. Hasil/evidence uji klinik yang baik ini berpotensi besar menjadi dasar penggunaan preparat testosteron bagi pasien sindrom metabolik yang juga mengalami hipogonadisme. Selain untuk manfaat mengatasi gejala dan tanda hipogonadisme yang telah lama diketahui, juga bermanfaat terhadap sindrom metabolik. Berikut resumenya : Studi : TIMES2 (Testosterone Replacement in Hypogonadal men with either Metabolic Syndrome or type 2 diabetes) Study Metoda : multisenter, prospektif, acak, tersamar ganda, kontrol plasebo - Subjek : pasien pria hipogonadisme dengan Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 dan/atau sindroma metabolik. - Terapi : Gel testosteron 2% 3 g/ hari (Testosterone Replacement Therapy/TRT) dengan penyesuaian dosis berdasarkan total testosteron (2 g hingga 4 g). Terapi diberikan hingga 12 bulan. Sebagai pembanding adalah plasebo. Hasil : n = 220 • Pemberian TRT menurunkan HOMA-IR (petanda resistensi insulin) sebesar 15,2% pada bulan ke-6 (p=0,018) dan sebesar 16,4% pada bulan ke-12 (p=0,006) • Kontrol gula darah lebih baik pada kelompok TRT pada bulan ke-9 (perbedaan HbA1C: -0,446%; p=0,035). Sedangkan pada subkelompok pasien DM, kontrol gula darah secara bermakna lebih baik pada bulan ke-9 dan -12.

• Pada pasien sindrom metabolik, pemberian TRT secara bermakna menurunkan kadar kolesterol total, lipoprotein a (Lpa), LDL dan HDL. • Dalam hal fungsi seksual, pemberian TRT secara bermakna menghasilkan peningkatan skor IIEF/International Index of Erectile Function (p=0,024) dan hasrat seksual (p=0,003) • Tidak terpantau perubahan bermakna dalam parameter trigliserida, obesitas abdominal, persentase lemak tubuh, indeks massa tubuh, maupun lingkar pinggang. Namun pada kelompok pasien DM, terjadi penurunan persentase lemak tubuh secara bermakna dengan TRT. • Tidak terpantau perbedaan bermakna dalam hal efek samping antara kedua kelompok. Efek samping yang terjadi umumnya bersifat ringan – sedang.

Efek Samping (%) Eritema Pruritus Nasofaringitis

TRT 4 4 3

Plasebo 5 4 4

Simpulan : Selama periode 6 bulan, TRT transdermal menghasilkan manfaat memperbaiki resistensi insulin, kadar kolesterol total dan LDL, Lpa, dan fungsi seksual pada pria hipogonadisme dengan DM tipe 2 dan/atau sindrom metabolik. (HSD)
REFERENSI:
Jones. TH, et al.Testosterone Replacement in Hypogo nadal Men with Type 2 Diabetes and/or Metabolic Syndrome (the TIMES2 Study). Diabetes Care.2011;34: 828-37
CDK 186/V o l .38 no .5/Ju l i- Agu s tu s 2011

382

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful