You are on page 1of 1

Prosedur Kerja 4.

1 Kalibrasi pH meter  Elektroda gelas digunakan pada pengukuran pH sebaiknya direndam dan disimpan dalam larutan KCl 0,1 M selama kurang lebih sehari sebelum digunakan. Jika digunakan, elektroda selalu disimpan dalam larutan KCl.  Sebelum mulai melakukan titrasi, pH meter dikalibrasi dahulu dengan buffer standar pH 4 dan 7. 4.2 Standarisasi HCl  Dipipet dengan teliti 10 mL larutan baku NaOH dan dimasukan kedalam beaker glass 150 mL.  Diletakkan pH elektroda sedemikian rupa sehingga tercelup dalam sampel, namun tidak tersentuh oleh anak stiter. Dicatat pH pada keadaan awal ini.  Titrasi dimulai dengan menambahkan HCl per 0,5 mL dan terus dilakukan pencatatan nilai pH setiap adanya penambahan titran.  Titrasi dihentikan setelah mendapatkan kondisi dimana pH larutan sudah kondisi konstan atau perubahan pH yang relatif kecil.  Kurva titrasi digambarkan (diplotkan antara volume HCl yang ditambahkan dan pH), kemudian ditentukan titik ekivalen dari kurva yang diperoleh.  Ditentukan konsentrasi HCl.  Dilakukan prosedur diatas dengan 3x pengulangan. 4.3 Penentuan Soda Kue  Ditimbang dengan akurat sampel (soda kue) 0,15 gram dan ditempatkan dalam beaker glass 150 mL atau 200 mL.  Ditambahkan aquades 20-50 mL, kemudian diaduk dengan stirer magnetik sampai semua sampel larut.  Selanjutnya dilakukan hal yang sama dengan prosedur standarisasi HCl diatas.  Ditentukan Kadar HCO3 dalam soda kue.  Dilakukan sebanyak 3x ulangan.