You are on page 1of 5

ISAK 23 SEWA OPERASI – INTENSIF

Oleh:

Ahmad Syakir, SE Ak CPA

Sumber: Dr. Dwi Martani Ketua Departemen Akuntansi FEUI Anggota Tim Implementasi IFRS

Agenda
1 2 3 4

Latar Belakang Ruang Lingkup Intepretasi Contoh Penerapan

2

Lokakarya PSAK Berbasis IFRS 2012, Jakarta 6 – 7 Juni 2012

1

‰ Seluruh insentif untuk perjanjian sewa operasi baru atau yang diperbarui diakui sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari imbalan neto untuk penggunaan aset sewaan. atau 9 potongan biaya sewa. 4 Lokakarya PSAK Berbasis IFRS 2012. ‰ Lessor mengakui biaya agregat dari insentif sebagai pengurang penghasilan rental selama masa sewa.Overview ‰ ISAK 23: Sewa Operasi – Insentif mengatur bagaimana insentif dalam sewa operasi p diakui dalam laporan p keuangan lesse dan lessor. 3 Latar Belakang Dalam negosiasi sewa baru atau diperbarui lessor dapat menawarkan insentif kepada lessee agar bersedia untuk melakukan perjanjian. Insentif berupa: 9 penggantian biaya lessee oleh lessor. Jakarta 6 – 7 Juni 2012 2 . sementara lessee mengakui manfaat agregat dari insentif sebagai pengurang beban rental selama masa sewa.

Sewa baru memiliki masa sewa 10 tahun. Biaya dicatat oleh lessee sesuai dengan PSAK yang dapat diterapkan kepada biaya tersebut. Jakarta 6 – 7 Juni 2012 3 .000 t di i dari d i Rp2.000 per tahun. Lessor setuju untuk membayar biaya relokasi lessee sebagai insentif untuk melakukan sewa baru. termasuk biaya yang secara efektif diganti melalui perjanjian insentif 5 Contoh Penerapan • Entitas setuju untuk melakukan perjanjian sewa baru dengan lessor baru.000.000 selama 10 tahun masa sewa dengan menggunakan metode amortisasi tunggal. ƒ Perlakuan Akuntansi: Lessee mengakui biaya relokasi sebesar Rp1.000 sebagai beban pada d Tahun T h 1. Biaya pemindahan lessee sebesar Rp1. dengan tarif tetap sebesar Rp2.000 insentif untuk biaya relokasi. 6 Lokakarya PSAK Berbasis IFRS 2012.000 R 2 000 untuk setiap tahun dalam 10 tahun masa sewa. 1 Imbalan I b l neto t sebesar b R 19 000 terdiri Rp19.Interpretasi Seluruh insentif Æ bagian tidak terpisahkan dari imbalan neto yang disepakati untuk menggunakan aset sewaan LessorÆ agregat dari insentif Æ pengurang penghasilan rental selama masa sewa LesseeÆ manfaat agregat dari insentif Æpengurang beban rental selama masa sewa. dikurangi Rp1. Lessor dan lessee akan mengakui imbalan sewa neto sebesar Rp19.

 Jakarta 6 – 7 Juni 2012 4 . ƒ Perlakuan Akuntansi: Imbalan neto sebesar Rp85. ‰ Penerapan dini d diperkenankan. dengan tarif tetap sebesar Rp5.000 untuk setiap tahun selama 17 tahun dalam masa sewa.Contoh Penerapan • Entitas setuju untuk melakukan perjanjian sewa baru dengan lessor baru. Sewa baru memiliki masa sewa 20 tahun.000 selama 20 tahun masa sewa dengan menggunakan metode amortisasi tunggal 7 Tanggal Efektif ‰ Interpretasi ini berlaku efektif pada 1 Januari 2012. d k k 8 Lokakarya PSAK Berbasis IFRS 2012. Lessor setuju periode bebas sewa untuk tiga tahun pertama sebagai insentif bagi lessee untuk melakukan sewa baru.000 per tahun untuk tahun ke‐4 sampai ke‐20.000 terdiri dari Rp5. Lessor dan lessee mengakui imbalan neto sebesar Rp85.

 Jakarta 6 – 7 Juni 2012 5 .Terima Kasih Terima kasih Lokakarya PSAK Berbasis IFRS 2012.