AMUBIASIS

DEFINISI Amubiasis ialah infeksi pada usus besar disebabkan oleh Entamoeba histolytica. Pada sebagian manusia, merupakan carrier asimtomatik, tetapi penyakitnya bervariasi dari diare ringan yang kronis sampai disentri berat. Diantara komplikasi ekstraintestinal, yang paling sering timbul ialah abses hati, yang bisa rupture kedalam peritoneum, pleura, paru-paru atau pericardium.

ETIOLOGI Ada 7 spesies amuba yang secara alamiah menjadi parasit di dalam mulut dan usus manusia, tapi hanya E. histolytica yang dapat menimbulkan penyakit. Entamoeba histolytica terdapat dalam dua bentuk: bentuk trofozoit yang motil dan bentuk kista.

Trofozoit merupakan bentuk parasit, berada di dalam lumen atau pada dinding kolon, membelah menjadi dua bagian yang sangat besar, paling baik tumbuh dalam keadaan anaerobic yang memerlukan adanya bakteri atau substrat jaringan untuk memenuhi nutrisinya. Jika terjadi diare, trofozoit akan berada dalam tinja cair dengan bentuk tak berubah , yang dapat dibedakan dari diameternya (10-20 µm), arah geraknya, ektoplasma jernih dengan batas jalas dengan sedikit pseudopida berbentuk jari dan endoplasma bergranula halus. Pada disentri, trofozoitnya lebih besar (50 µm) dan sering mengandung eritrosit yang dimakannya. Jika tak ada diare, trofozoit di tutup oleh kista sebelum meninggalkan usus. Kista tersebut sangat resisten terhadap perubahan ligkungan, terhadap kadar klor di system purifikasi air dan asam lambung. Dengan pengecualian yang jarang, ia bertanggung jawab bagi transmisi penyakit ini. Kista-kista muda mempunyai inti tunggal, vakuol glikogen dan kadang-kadang badan kromatin yang berbentuk sosis. Jika kista

histolytica dapat dibedakan dari entamoeba coli dengan adanya 1-4 inti dengan kariosomsentral yang kecil dan kromatin perifer yang halus dan adanya badan-badan kromatoid tebal dengan ujung yang bulat. Dalam frekuensi yang berurutan. mukosa di antara ulkus adalah normal. menyebabkan userasi yang cukup luas untuk menimbulkan gejala-gajala. Tampak sedikit respon radang akuta dan berbeda dari gambaran disentri basiler. Kista E. Di dalam usus halus. . sehingga menimbulkan lesi berbentuk botol. apendiks dan ilium terminalis. Tapi telah terlihat sifat invasive bukan merupakan sifat-strain yang stabil. Hal tersebut dapat menghilang sesudah kultur invitro yang terus menerus atu dipertinggi dengan lintasan binatang yang cepat.menjadi matur. dinding kista mengalami desintegrasi dan dikeluarkanlah trofozoit. ia mengabsorbsi sitoplasma vakuolnya dan mempunyai 4 inti. sigmoid. pada mana ia hidup didalam lumen usus sebagai komensal yang memekan bakteri dan debris. Dalam sekum dan sigmoid. ia mengenai sekum dan kolon. rectum. Ulkus amubik pada dinding usus adalah khas. histolytica tergantung atas hubungannya dengan bakteri yang hidup. Defek mukosa yang kecil diatas daerah lorong nekrosis yang besar didalam submukosa dan muskularis. tetapi keadaan hospes dan virulensi organism yang menginveksi memegang peranan. PATOGENESIS DAN PERUBAHAN ANATOMIK Sesudah ditelen. Bukti epidemiologic menunjukan bahwa strain amuba yang asli dari iklim sedang umumnya avirulen. asenden. Virulensi berbagi strain E. Amuba yang belum matur terbawa kedalam usus besar. Suatu saat amuba bisa menginvasi mukosa. kista-kista mengalami pembelahan inti lebih lanjut. infeksi kronik menimbulkan pembentukan masa jaringan granulasi yang besar atau amuboma. Factor penyebab terjadinya keadaan ini belum seluruhnya dimengerti.

Yang adakalanya. DIAGNOSA LABORATORIUM Diagnosa disentri amuba usus didasarkan atas identifikasi organisme itu dari tinja atau jaringan. Pada umumnya penderita dengan bentuk amubiasis yang umum ini. dan rasa dingin. metode kosentrasi seperti teknik formalin eter meningkatkan hasil penemuan tersebut 2-3 kali. infeksi/peradangan dapat menyebar sampai ke bagian lain badan dan menyebabkan suatu bisul seperti amuba. MANIFESTASI KLINIK Orang pengeluar kista asimtomatik. maka dibenarkan pengobatan terhadap orang pengeluar kista.sakit perut. atau limpa. Orangorang yang mendapat infeksi pada iklim sedang tak mendapat gangguan jaringan yang nyata. Ini dikenal sebagai hepatic amoebiasis. Salah satu dari organ/ bagian badan yang paling sering terpengaruh adalah hati. E.hilangnya selera makan. demam.Amuba dapat memasuki sirkulasi portal dan tersangkut di dalam venula: nekrosis mencair jaringan hati menyebabkan pembentukan kavitas asbes. Tetapi kadang-kadang timbul juga invasi.turun berat badan. Gejala klinis Buang air besar berisi darah atau lendir. Kadang-kadang embolisasi menyebabkan abses paru. otak. histolytica mungkin hidup sebagai komensal didalam lumen usus. Tinja yang terbentuk mula-mula diperiksa dalam preparat basah dengan saline atau yodium untuk mencari kista amuba. Pemberian warna supravital seperti biru metilen yang dibufer .

Prosedur diagnose terpenting pada yang dicurigai menderita abses hepatica adalah ba. Tes-tes ini umumnya negatife pada orang pengeluar kista yang asimtomatik. Kebanyakan amubisid tak efektif untuk . mengembalikan kehilangan cairan. Responnya sering dramatic selama 3hari. histolytica.ke larutan saline memperjelas gambaran inti dan mengurangi salan taksir antara leukosit fakal dengan trombosit amuba. PENGOBATAN Seharusnya pengobatan bertujuan menghilangkan gejala-gejala. Demikian pula pemberian enema dan prosedur radiologic yang memakai barium sulfat sebaiknya ditunda sampai selasai pemeriksaan E. Mungkin melakukan biakan amuba dari tinja atau jaringan. Untuk itu sebaiknya tinja diperiksa sebelum pemberian obat-obatan antimikroba. Amuba bisa ditemukan didalam lumen usus. Tes-tes serologi yang memakai antigen murni adalah positif pada hampir semua penderita yang terbukti menderita abses hepatica amuba dan pada sebagian besar penderita disentri amuba akuta. Diperlukan micrometer okuler untuk membedakan E. antidiare atau preparat antisida. Mungkin melekukan biakan amuba dari tinja atau pus tetapi kebanyakan laboratorium tak bisa melakukannya. hartmanni dari keluarganya yang lebih besar. Identifikasi E.histolytica memerlukan pemeriksaan preparat yang sudah diwarnai premanen dari material yang diawetkan dengan polivinil alcohol. menggambarkan bahwa diperlukan invasi kejaringan untuk pembentukan antibody. sebab semua obat-obatan ini mempengaruhi usaha menemukan amuba. dan darah serta eradiksi organism ini. elektrolit. Sukar membuat diagnosa disentri amuba ekstraintestinalis. Biasanya tak dapat ditemukan parasit dari tinja atau jaringan. dinding usus atau ekstraintestinal.

tapi kasus ini hanya timbul jika obat digunakan pada dosis tinggi. Ia merupakan obat terpilih untuk kebanyakan bentuk amubisis. b. AMUIBISID JARINGAN Klorokuin difosfat (Aralen) adalah amubisid sistimatik yang berguna pada penyakit hati karena konsentrasinya yang paling tinggi di dalam hati. kejang abdomen. nyeri otot. nyeri prekordial dan kelainan elektrokardiografik. Untuk amubiasis intestinal diberikan pada dosis 750mg 3kali/ hari selama 5-10 hari. Pada . Emetin adalah derivate alkaloid ipekak. Obat ini efektif terhadap amuba luminal. Jika diberikan intramuskuler. takikardia. Metronidazol (Flagyl) bersifat unik karena aman dan efektif terhadap trofozoit di semua tempat. AMUBISID LUMINAL Obat oral ini bekerja dengan berkontak langsung terhadap trofozoit di dalam lumen usus. diare. Diyodohidroksikuin efekti pada 60-70% kasus. obat ini efektif membasmi trofozoit di dalam jaringan termasuk yang di dinding usus. Karena obat ini analog yodoklorhidroksikuin (Entero-Vioform) maka sesudah penggunaan jangka panjang dapat timbul neuropati mieloopitika. tetapi tak efektif terhadap amuba di dalam jaringan. dan aktifitas di tempat lain rendah. kelemahan.semua tempat atau jika dipergunakan tunggal dan sering diperlukan kombinasi obat-obatan untuk mendapatkan kesembuhan. hipotensi. intestinal atau ekstraintestinal. seperti yang dijelaskan di bawah ini. Obat-obatan yang ada berdasarkan tempat kerjanya dibagi dalam beberapa katagori berbeda. a. tetapi memiliki efek samping yakni flatulensi. Dikloksanid furoat (Furamide) adalah salah satu yang paling efektif dan bisa ditoleransi dengan baik. Emetin relative toksik dan bisa menimbulkan vomitus. Dari obat-obatan yang ada.

efektif dengan dosis yang lebih rendah. Metronidazol mempunyai kerja seperti Antabuse dan selama pemberian obat ini dilarang meminim alcohol. tetapi pemisahan dari carrier seperti itu jarang dilakukan. sayur yang dicuci dengan air hangat. PENCEGAHAN Dengan mencegah kontaminasi makanan dan air. pemakaian tablet yang mengeluarkan yodium di dalam air minum (klor dalam bentuk halazon tak efektif) merupakan cara yang berguna. . Perbaikan sanitasi umum serta mendeteksi orang yang mengeluarkan kista dan menjauhkannya dari tugan menangani makanan.amibiasis hepatica. Pengontrolan masyarakat untuk penyakit amuba dengan pengobatan masal periodic dengan metronidazol dan diloksanid furoat telah dilaksanakan di beberapa daerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful