You are on page 1of 5

MANAJEMEN PROYEK DAN RENCANA KERJA PELAKSANAAN

2.1 Kegiatan-kegiatan Awal Pekerjaan Dalam Suatu Proyek etiap menghadapi suatu kegiatan proyek, pertama-tama perlu memahami dokumen kontrak (contract document). Isi dari dokumen kontrak berupa surat perjanjian antara pemilik bangunan dan kontraktor, persyaratan umum dan administrasi atau general specification, dan persyaratan teknis atau technical specification. Dari dokumen kontrak ini kita dapat menjabarkan metode pelaksanaannya. Untuk metode pelaksanaan dari bagian-bagian kegiatan pekerjaannya, perlu mengetahui biaya, durasi atau lama waktu pelaksanaan, mutu dan jumlah bahan yang akan dipakai, serta memperhitungkan kemampuannya dalam hal jumlah dan mutu darn sumber daya yang dimiliki, yaitu sumber daya manusia, sum ber daya keuangan dan sumber daya alat/mesin. Sehingga dalam manajernen pelaksanaan kegiatan suatu proyek dikenal dengan man, money, machine, material, method and management. Biasanya pada awal kegiatan suatu proyek diharuskan segera membuat rencana,

Metode Kerja Bangunan Sipil

a. Main schedule atau jadwal pelaksanaan keseluruhan. Main schedule biasanya sudah merupakan lampiran dalam dokumen kontrak, tetapi dalam proses selama pelaksanaan dapat dirubah dengan tanggal akhir pelaksanaan tetap tidak berubah; main schedule ini biasanya berupa bar chart dan time grid diagram/ net work planning, ataupun bentuk-bentuk lain untuk proyekproyek tertentu. b. Detailed schedule, yaitu jadwal pelaksanaan dari bagian-bagian pekerjaan sesuai urutannya dalam main schedule, yang dibuat dalam bulanan dan mingguan untuk pegangan para pengawas lapangan, dan bahkan para pengawas lapangan juga membuat jadwal harian/daily-schedule. r. Material schedule, yaitu jadwal kebutuhan material bangunan, jadwal pemakaian material, dan jadwal pendatangan material. d. Equipment schedule, yaitu jadwal kebutuhan peralatan, jadwal pemakaian peralatan, jadwal pendatangan peralatan. d. Man power schedule, yaitu jadwal kebutuhan tenaga manusia mulai dari pekerja sampai Project Manager. d. Metode kerja pelaksanaan, yaitu metode kerja dari seluruh kegiatan bagian-bagian pekerjaan, sebagai contoh, metode kerja pelaksanaan bagian pekerjaan penggalian tanah, pengecoran beton, dewatering, dan lain-lain. Dalam metode kerja ini harus jelas urutan kerjanya, penggunaan jenis dan kapasitas alat, kombinasi alat, pengamanan pekerjaan, jadwal kerja, letak alur dari jalan kerja pengangkutan dan gambar-gambar sketsa yang jelas. Demikian juga dengan metode kerja dari bagian-bagian pekerjaan lainnya. Kemudian metode kerja dari bagian-bagian pekerjaan tersebut secara keseluruhan digabung menjadi Usulan Metode Kerja dari Kegiatan Pekerjaan keseluruhan.
e.

Job lay out, berupa gambar rencana tata letak dari bangunan-

bangunan permanen, letak bangunan-bangunan sementara, letak Barak pekerja, letak site office yaitu kantor owner, kantor konsultan dan kantor kontraktor di lapangan, letak bedeng-bedeng

Manajemen Proyek don Rencana Kerja Pelaksanaan

work-shop untuk pekerjaan kayu, besi beton, letak stone crusher

jika diperlukan, letak gudang material, letak bengkel, letak rumah genset, letak penyimpanan kendaraan dart alat berat, letak stok material pasir, kerikil, batu bata dan lain-lain, letak afmur bar jika ada, letak kamar mandi & WC, dan jalur jalan kerja untuk pengangkutan material dari luar, pengangkutan material ke lokasi pekerjaan dan lain-lainnya, yang digambar dengan skala tertentu untuk tujuan tertentu. h. Membuat pagar keliling untuk menghindari masuknya orang umum yang dapat membahayakan dirinya terhadap alat-alat berat yang sedang bekerja, untuk keamanan dan untuk memben batas yang jelas dari wewenang proyek. h. Membangun bangunan-bangunan sementara, yaitu site office, bedeng-bedeng kerja, gudang sementara, stock pile untuk material-material, rumah genset, jalan masuk/keluar sementara. h. Shop drawing. Gambar kerja secara detail dari masing-masing elemen-elemen struktur dan gambar kerja secara detail dari konstruksi sementara untuk menunjang struktur bangunan yang permanen, rnisalnya gambar struktur perancah untuk cetakan beton, gambar cetakan betcnnya, gambar rencana pemotongan tanah atau penggalian tanah, gambar rencana pengalihan sungai, dan gambar kerja ini hams selalu dibuat sebelumnya untuk diperiksakan konsultan supervise dan safety-engineer, pada setiap bagian-bagian pekerjaan tersebut akan dimulai.
i.

Membuat garnbar contour/ original ground level. Gambar original ground level atau biasa disingkat dengan OGL ini harus disetujui bersama oleh kontraktor dan konsultan dan jika perlu owner, hal ini adalah sangat penting karena jika ada perubahan permukaan tanah (cut and fill), maka perhitungan volume cut and fill dapat dihitung dengan dasar gambar original ground level terse-but.

10 Metode Kerio Bangunan Sipil 1. Mencari lokasi quarry terdekat.Untuk proyek-proyek yang be-

sar dan jauh dari kota atau pada daerah suburban, misalnya kegiatan pekerjaan bendungan, jalan raya, dan juga jika ba nyak menggunakan material lokal, misalnya pasir, kerikil, tanah urug dan maka lebih effisien untuk menambang sendiri dengan menyewa daerah penambangan tersebut, sudah barang tentu material dari quarry yang didapat harus diadakan investigasi terlebih dahulu di laboratorium, apakah sesuai dengan spesifikasi dalam contract document.
m.

Membuat struktur organisasi. Struktur organisasi dari masingmasing, yaitu pemilik, konsultan dan kontraktor, harus segera dibuat. Semua pihak yakni pemilik, konsultan dan kontraktor harus mempunyai struktur organisasi dari masing-masing pihak yang lain, hal ini untuk kepentingan intern masing-masing institusinya dan juga untuk kepentingan koordinasi dari semua pihak tersebut dalam menyelesaikan pekerjaannya. Menentukan sumber daya manusia, yaitu menentukan namanama pejabat untuk mengisi masing-masing jabatan dalam struktur organisasi dari rnasing-masing pihak.

m.

2.2 Penyusunan Jadwal


Suatu proyek selalu dipecah dalam beberapa kegiatan konstruksi, untuk memudahkan dalam merencanakan segala sesuatunya, yaitu dalam merencanakan biaya/kebutuhan dana, waktu pelalcsanaan/penjadwalart, metode kerja, kebutuhan alat, kebutuhan personil, dan perencanaan lainnya. Sebagai contoh, dalam kegiatan pembuatan pile-cap, akan dipecah dalam beberapa kegiatan, yaitu,

a. pemancangan sheet piles untuk penahan tanah b. penggalian tanah c. pemotongan tiang pancang d. pengecoran beton lantai kerja a. perakitan besi untuk pile-cap