PRESENTASI KASUS MALPRAKTIK DALAM KEDOKTERAN

Pembimbing: Dr. Wawan Mulyawan, SpBS.
A. Togu M (030.05.032) I Komang Sudiartha ( 10-2010-056) M. Yandi Noer M (030.04.143) Richo S(030.05.192) Wyangga Adhisaputra (030.04.234)

dan setelah dilakukan beberapa upaya. Disebutkan. Lebih menyedihkan lagi. akhirnya dokter menyatakan bahwa istrinya sudah meninggal dunia. Alat itu tertancap di pembuluh arteri sang istri . Tetapi bersamaan dengan itu pula tiba-tiba istrinya tidak lagi bernapas. . Sampai akhirnya alat itu tertancap cukup dalam ke leher istrinya. Setelah bersusah payah memindahkan istrinya dari rumah sakit yang satu ke rumah sakit lainnya untuk mencari kesembuhan. akhirnya Adya Vitry Harisusanti meninggal juga. dokter anestesi menusukkan alat itu ke leher istrinya berulang-ulang karena tidak dapat menemukan posisi yang tepat. istrinya meninggal gara-gara petugas medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) salah memasang alat Central Vena Pressure (CVP).KRONOLOGIS KASUS Kejadian yang tidak di inginkan menimpa Indra Yakub. bukan di pembuluh vena seperti yang seharusnya.

Kekecewaan Indra atas perlakuan rumah sakit terhadap istrinya tidak hanya dialami pada saat dirawat di RSCM. istrinya berobat ke Rumah Sakit (RS) Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor karena mengalami sakit pada kandungannya. terdapat kista di kanan dan kiri kandungan dan juga ada indikasi terkena tifus. RS Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor dan RS Pelni Petamburan. Berdasarkan hasil tes laboratorium. kata Indra. . Awalnya. Tetapi pada saat yang telah ditentukan. Dokter yang menangani istrinya di RS PMI mengatakan jika kista tersebut harus dioperasi. operasi batal dilaksanakan karena dokter tersebut tidak datang dengan alasan yang jelas. tetapi juga di rumah sakit lainnya. pada bulan November 2002.

dokter yang merawat istrinya menyatakan bahwa Adya mengalami perdarahan kandungan dan harus segera dioperasi. Setelah dirawat selama 15 hari di RS PMI.Di saat yang lain. Indra kaget karena selama hampir sembilan bulan terakhir mereka tidak pernah melakukan hubungan suami-istri karena istrinya sakit. Di RS Pelni. . dokter di rumah sakit itu juga mengatakan bahwa istrinya tengah hamil di luar kandungan. Namun. sementara istrinya tidak kunjung sembuh. Akhirnya operasi dilaksanakan dan diketahui bahwa istrinya tidak hamil di luar kandungan. pihak RS sempat menunjukkan hasil tes uji kehamilan. Ketika itu pihak rumah sakit sempat meminta maaf atas kesalahan diagnosis tersebut. Indra memutuskan untuk memindahkan istrinya ke RS Pelni karena tidak mendapatkan kejelasan atas tindakan medis. Diagnosis itu dikatakan tanpa sebelumnya melakukan pemeriksaan USG sehingga ia pun meminta pihak RS untuk memeriksa istrinya terlebih dahulu. melainkan kista yang telah pecah di dalam rahim.

Indra mengungkapkan. yang membawa istrinya menghembuskan napas terakhir. Setelah 21 hari dirawat di RS Pelni." katanya."Setelah di-USG ternyata baru diketahui bahwa tidak ada perdarahan dalam kandungan seperti yang dikatakan dokter waktu itu. yang paling fatal dilakukan oleh pihak RSCM adalah dengan melakukan pemasangan alat Central Vena Pressure (CVP) di antara leher dan pundak istrinya. akhirnya ia pun memutuskan untuk memindahkannya ke RSCM. Namun kesalahan diagnosis kembali dialaminya. istri saya sudah menangis ketakutan dan depresi. Padahal ketika mendengar kata operasi. setelah lima bulan istrinya dikubur. hanya pihak RS PMI Bogor yang datang ke rumahnya dan menyampaikan permohonan maaf serta mengakui adanya kesalahan yang telah mereka lakukan dalam menangani istrinya. .

Karena ketiga rumah sakit sudah bersikap sangat arogan. dan tujuh stasiun televisi. . yang bisa ditanggung renteng oleh ketiga rumah sakit itu. salah seorang kuasa hukum Indra."Tetapi saya tidak mau kalau pihak rumah sakit hanya minta maaf secara lisan. terdiri atas lembaga rumah sakit serta beberapa para medis dari rumah sakit yang dianggap ikut bertanggung jawab atas meninggalnya Adya Vitry Harisusanti. Menurut Inez. Indra akhirnya menggugat dengan tergugat berjumlah 11." katanya. Indra juga meminta uang ganti rugi sekitar Rp 3 miliar. Hal itu dimaksudkan agar mereka tidak lagi bersikap asal-asalan dalam menangani pasien. saya ingin mereka minta maaf secara terbuka di tujuh media cetak terbitan nasional. saya mau secara tertulis.

pihaknya siap menghadapi gugatan dari Indra karena mereka merasa yakin tidak melanggar Kode Etik Kedokteran serta telah memberikan bantuan medis sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). pihaknya akan tetap memohon pada hakim untuk meneruskan tuntutan mereka ke persidangan berikutnya. Tawaran proses mediasi dilakukan hanya untuk mengikuti prosedur Sementara itu. menurut Febi Mutiara Nelson. salah seorang kuasa hukum tergugat. . salah seorang hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Inez mengatakan.Kuasa hukum dari pihak yang berseteru (tergugat dan penggugat) sepakat untuk menjalani proses mediasi dengan mediator Binsar Siregar SH. Proses mediasi tersebut dilakukan sebagai upaya perdamaian sebelum akhirnya sidang perkara ini diputuskan untuk dilanjutkan. Jumat (26/3).

Analisa Kasus  Dalam kasus ini. sehingga tidak dapat menjalankan pekerjaannya sementara. KUH Perdata pasal 1365 dan 1366 karena akibat kelalaian menyebabkan Ny. Adya mengalami luka berat. . RS PMI Bogor melanggar KUHP Pasal 360.

diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun. Pasal 360 Ayat 1 yang berisi:  “Barangsiapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka berat.” . diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.”  Ayat 2 yang berisi:  “Barangsiapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain luka sedemikian rupa sehingga orang itu menjadi sakit sementara atau tidak dapat menjalankan jabatan atau pekerjaannya sementara.

melainkan juga alas kerugian yang disebabkan kelalaian atau kesembronoannya. mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk mengganti kerugian tersebut” Pasal 1366 yang berisi: “Setiap orang bertanggung jawab. bukan hanya atas kerugian yang disebabkan perbuatan-perbuatan.” .Pasal 1365 yang berisi: “Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain.

Adya. RS Pelni Petamburan juga melanggar KUH Perdata Pasal 1365 dan 1366 karena telah melakukan kelalaian terhadap pasien.  Pada kasus ini. KUH Perdata 1365.Pada kasus ini. RSCM melanggar KUHP Pasal 359. 1366. 1367 karena atas kelalaiannya telah menimbulkan kematian Ny.  .

diancam dengan pidana .”  Pasal 359 yang berisi: “Barangsiapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain meninggal. melainkan juga atas kerugian yang disebabkan perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya. Pasal 1367 yang berisi: “Seseorang tidak hanya bertanggungjawab atas kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri. atau disebabkan barangbarang yang berada di bawah pengawasannya.

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful