TEORI DASAR PATH ANALYSIS

Path Analysis atau analisis jalur pada dasarnya merupakan pengembangan dari
metode analisis korelasional antara satu atau beberapa variabel predictor (Xi)
dengan satu atau beberapa variabel prediktannya (Yi) yang
tertentu. Untuk lebih memahaminya perhatikan diagram jalur berikut:
Gambar 4. Relationships Among Assigned Goals, Self
and Performance (reproduced by E. A. Locke and G. P.Latham, 1990:72)
Berdasarkan model di atas, dapat dirinci bahwa model terdiri dari
variabel eksogenus yakni Assigned Goal dan
Efficacy, Personal Goal dan Performance. Selain itu terdapat
langsung yakni Assigned Goal terhada
Efficacy terhadap Personal Goal dan Performance, dan Personal Goal terhadap
Performance. Sedangkan
Assigned Goal terhadap Performance melalui Self
terhadap Performance melalui Personal Goal, Assigned Goal terhadap
Performance melalui Self
Personal Goal melalui Self Efficacy, Self Efficacy terhadap Performance melalui
Personal Goal.
Secara teoritis model penelitian di atas memiliki 3 persamaan
Persamaan substruktural 1
Persamaan substruktural 2
Persamaan substruktural 3
TEORI DASAR PATH ANALYSIS (ANALISIS JALUR)
Path Analysis atau analisis jalur pada dasarnya merupakan pengembangan dari
metode analisis korelasional antara satu atau beberapa variabel predictor (Xi)
dengan satu atau beberapa variabel prediktannya (Yi) yang mengikuti pola regresi
tertentu. Untuk lebih memahaminya perhatikan diagram jalur berikut:
Relationships Among Assigned Goals, Self-Set Goals, Self
(reproduced by E. A. Locke and G. P.Latham, 1990:72)
rdasarkan model di atas, dapat dirinci bahwa model terdiri dari
yakni Assigned Goal dan 3 variabel endogenus
Efficacy, Personal Goal dan Performance. Selain itu terdapat 5 jalur pengaruh
yakni Assigned Goal terhadap Self-Efficacy dan Personal Goal, Self
Efficacy terhadap Personal Goal dan Performance, dan Personal Goal terhadap
Performance. Sedangkan pengaruh tidak langsung terdiri dari
Assigned Goal terhadap Performance melalui Self-efficacy, Assigne
terhadap Performance melalui Personal Goal, Assigned Goal terhadap
Performance melalui Self-efficacy dan Personal Goal, Assigned Goal terhadap
Personal Goal melalui Self Efficacy, Self Efficacy terhadap Performance melalui
odel penelitian di atas memiliki 3 persamaan structural yaitu:
Persamaan substruktural 1
1 1 21
e Z p 2 Z + =
Persamaan substruktural 2
3 2 32 1 31
e Z p Z p 3 Z + + =
Persamaan substruktural 3
2 43 2 42 1 41
e 3 Z p Z p Z p 4 Z + + + =
Path Analysis atau analisis jalur pada dasarnya merupakan pengembangan dari
metode analisis korelasional antara satu atau beberapa variabel predictor (Xi)
mengikuti pola regresi
tertentu. Untuk lebih memahaminya perhatikan diagram jalur berikut:
Self-Efficacy,
(reproduced by E. A. Locke and G. P.Latham, 1990:72)
rdasarkan model di atas, dapat dirinci bahwa model terdiri dari 1
3 variabel endogenus yakni, Self-
5 jalur pengaruh
Efficacy dan Personal Goal, Self-
Efficacy terhadap Personal Goal dan Performance, dan Personal Goal terhadap
terdiri dari 5 jalur yakni
efficacy, Assigned Goal
terhadap Performance melalui Personal Goal, Assigned Goal terhadap
efficacy dan Personal Goal, Assigned Goal terhadap
Personal Goal melalui Self Efficacy, Self Efficacy terhadap Performance melalui
structural yaitu:
Persamaan korelasional substruktural 1
Karena
¿
=1 Z
n
1
2
, dan 0 e Z
n
1
1 1
=
¿
maka
Persamaan korelasional substruktural 2
Dimana
Karena
¿
=1 Z
n
1
2
,
¿
=
12 2 1
r Z Z
n
1
dan 0 e Z
n
1
2 1
=
¿
maka
Dimana
Karena
¿
=1 Z
n
1
2
,
12 2 1
r Z Z
n
1
=
¿
dan 0 e Z
n
1
3 2
=
¿
maka
Persamaan korelasional substruktural 3
¿ ¿
+ = = ) e Z p ( Z
n
1
Z Z
n
1
r
1 1 21 1 2 1 12
¿ ¿
+ = =
1 1 21 1 1 12
e Z
n
1
p Z Z
n
1
r
21 12
p r =
32 31 12 23
p p r r + =
2 1 2 32 1 1 31 1 13
e Z
n
1
Z p Z
n
1
Z p Z
n
1
r
¿ ¿ ¿
+ + =
32 12 31 13
p r p r + =
2 2 2 32 2 1 31 2 23
e Z
n
1
Z p Z
n
1
Z p Z
n
1
r
¿ ¿ ¿
+ + =
2 1 32 2 1 31
2
1 13
e Z
n
1
p Z Z
n
1
p Z
n
1
r
¿ ¿ ¿
+ + =
3 1 13
Z Z
n
1
r
¿
=
3 2 32 1 31 3
e Z p Z p Z + + =
) p Z ( Z
n
1
Z Z
n
1
r
32 1 1 3 1 23 2 2 31
e Z p + + = =
¿ ¿
3 2 23
Z Z
n
1
r
¿
=
2 2 32 1 31 3
e Z p Z p Z + + =
( ) ) e Z Z p Z Z p Z (
n
1
e Z p Z p Z
n
1
r
2 2 2 32 2 1 31 2 2 32 1 31 2 23
+ + = + + =
¿ ¿
) p p Z ( Z
n
1
Z Z
n
1
r
43 42 1 1 4 1 14 4 3 2 41
e Z Z p + + + = =
¿ ¿
) e Z Z p Z Z p Z Z p Z (
n
1
r
4 1 3 43 1 2 42 1 1 41 1 14
+ + + =
¿
Karena
¿
=1 Z
n
1
2
,
12 2 1
r Z Z
n
1
=
¿
,
13 3 1
r Z Z
n
1
=
¿
, dan 0 e Z
n
1
4 1
=
¿
maka
Karena
¿
=1 Z
n
1
2
,
12 2 1
r Z Z
n
1
=
¿
,
23 3 2
r Z Z
n
1
=
¿
, dan 0 e Z
n
1
4 1
=
¿
maka
Karena
¿
=1 Z
n
1
2
,
13 3 1
r Z Z
n
1
=
¿
,
23 3 2
r Z Z
n
1
=
¿
, dan 0 e Z
n
1
4 3
=
¿
maka
Rangkuman Hasil Analisis Persamaan Struktural
Persamaan Subtruktural 1
Persamaan Subtruktural 2
Persamaan Subtruktural 3
4 1 3 43 1 2 42 1 41 1 1 14
e Z
n
1
Z p Z
n
1
Z p Z
n
1
p Z Z
n
1
r
¿ ¿ ¿ ¿
+ + + =
43 13 42 12 41 14
p r p r p r + + =
) e Z Z p Z Z p Z Z p Z (
n
1
r
4 2 3 43 2 2 42 2 1 41 2 24
+ + + =
¿
4 1 3 43 2 2 42 2 41 1 2 24
e Z
n
1
Z p Z
n
1
Z p Z
n
1
p Z Z
n
1
r
¿ ¿ ¿ ¿
+ + + =
43 23 42 41 12 24
p r p p r r + + =
) p p Z ( Z
n
1
Z Z
n
1
r
43 42 1 2 4 2 24 4 3 2 41
e Z Z p + + + = =
¿ ¿
4 3 3 43 3 2 42 3 41 1 3 34
e Z
n
1
Z p Z
n
1
Z p Z
n
1
p Z Z
n
1
r
¿ ¿ ¿ ¿
+ + + =
43 42 23 41 13 34
p p r p r r + + =
) p p Z ( Z
n
1
Z Z
n
1
r
43 42 1 3 4 3 34 4 3 2 41
e Z Z p + + + = =
¿ ¿
) e Z Z p Z Z p Z Z p Z (
n
1
r
4 3 3 43 3 2 42 3 1 41 3 34
+ + + =
¿
32 31 12 23
p p r r + =
32 12 31 13
p r p r + =
43 23 42 41 12 24
p r p p r r + + =
43 13 42 12 41 14
p r p r p r + + =
43 42 23 41 13 34
p p r p r r + + =
21 12
p r =
Selanjutnya masukkan koefisien korelasi yang sebelumnya sudah diestimasi
sebagai berikut:
Misalkan matrik korelasi antar variabel
Dengan demikian maka persamaan structural di atas menjadi
Persamaan Subtruktural 1
Karena maka hal ini mengindikasikan bahwa variabel penetapan tujuan
berpengaruh langsung terhadap efekasi diri sebesar 63%. Selanjutnya Besarnya
pengaruh variabel lain yang tidak diteliti untuk sub struktur 1 dapat dihitung sebagai
berikut:
Persamaan Subtruktural 2
Melalui teknik determinant dari Sarus, koefisien p
31
dan p
32
diperoleh:
32 31
p 0,63p 0,59 + =
32 31
p 0,63 p 0,58 + =
6300 , 0 p r
21 12
= =
1,00 0,44 0,51 0,50 X4
0,44 1,00 0,59 0,58 X3
0,51 0,59 1,00 0,63 X2
0,50 0,58 0,63 1,00 X1
X4 X3 X2 X1
21 12
p r =
0,603 0,397 1 R 1 e ( p
2
12 1 21
= ÷ = ÷ =
2
)
0,603 D = ÷ =
(
¸
(

¸

= 3969 . 0 1
1 63 . 0
63 . 0 1
0.3454 p
31
=
÷
=
(
¸
(

¸

(
¸
(

¸

=
603 . 0
37 , 0 58 . 0
1 63 . 0
63 . 0 1
1 59 . 0
63 . 0 58 . 0
0,3724 p
32
=
÷
=
(
¸
(

¸

(
¸
(

¸

=
603 . 0
37 , 0 59 . 0
1 63 . 0
63 . 0 1
59 . 0 63 . 0
58 . 0 1
Selanjutnya pengaruh bersama-sama (simultan) variabel eksogenus terhadap
variabel endogenus pada persamaan jalur substruktur 2 dapat dihitung
dengan menggunakan rumus:
Selanjutnya besarnya pengaruh variabel lain yang tidak diteliti pada variabel
endogen X2 (error varian) dapat dihitung sebagai berikut:
Menentukan koefisien p
41
, p
42
dan p
43
pada persamaan jalur substruktur 3
43 13 42 12 41 14
p r p r p r + + =
43 23 42 41 12 24
p r p p r r + + =
43 42 23 41 13 34
p p r p r r + + =
43 42 41
p 0.58 p 0.63 p 0.50 + + =
43 42 41
p 0.59 p p 0.63 0.51 + + =
43 42 41
p p 0.59 p 0.58 0.44 + + =
·
·
·
0,2502 p
41
=
+ + ÷ + +
+ + ÷ + +
=
(
(
(
¸
(

¸

(
(
(
¸
(

¸

=
0.4) 0.35 ( 0.34 0.22) 0.22 ( 1
0.17) 0.16 ( 0.50
0.59 0.58
1.00 0.63
0.63 1.00
1.00 0.59 0.58
0.59 1.00 0.63
0.58 0.63 1.00
0.59 0.44
1.00 0.51
0.63 0.50
1.00 0.59 0.44
0.59 1.00 0.51
0.58 0.63 0.50
) 32 . 0 17 . 0 26 . 0 (
0,2736 p
42
=
+ + ÷ + +
+ + ÷ + +
=
(
(
(
¸
(

¸

(
(
(
¸
(

¸

=
0.4) 0.35 ( 0.34 0.22) 0.22 ( 1
0.59 0.58
1.00 0.63
0.63 1.00
1.00 0.59 0.58
0.59 1.00 0.63
0.58 0.63 1.00
) 32 . 0 26 . 0 17 . 0 ( ) 16 . 0 17 . 0 51 . 0 (
44 . 0 58 . 0
51 . 0 63 . 0
50 . 0 00 . 1
00 . 1 44 . 0 58 . 0
59 . 0 51 . 0 63 . 0
58 . 0 50 . 0 00 , 1
0,1334 p
43
=
+ + ÷ + +
+ + ÷ + +
=
(
(
(
¸
(

¸

(
(
(
¸
(

¸

=
0.4) 0.35 ( 0.34 0.22) 0.22 ( 1
0.19) 0.19 ( 0.44
0.59 0.58
1.00 0.63
0.63 1.00
1.00 0.59 0.58
0.59 1.00 0.63
0.58 0.63 1.00
0.59 0.58
1.00 0.63
0.63 1.00
0.44 0.59 0.58
0.51 1.00 0.63
0.50 0.63 1.00
) 17 . 0 30 . 0 29 . 0 (
0.4200 ) 9 0.3724( 0.5 ) 8 0.3454( 0.5 r p r p R
23 32 13 31
3.21
2
= + = + =
0,5800 0,42004 1 R 1 e ( p
2
12 1 21
= ÷ = ÷ =
2
)
Selanjutnya pengaruh bersama-sama (simultan) variabel eksogenus terhadap
variabel endogenus pada persamaan jalur substruktur 3 dapat dihitung
dengan menggunakan rumus:
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka hipotesis keempat “Terdapat
pengaruh langsung penetapan tujuan terhadap kinerja, hipoteis kelima
“Terdapat pengaruh langsung efikasi diri terhadap kinerja” dan hipotesis
keenam “Terdapat pengaruh langsung tujuan personal terhadap kinerja”
seluruhnya dapat diterima.
Sedangkan besarnya pengaruh variabel lain yang tidak diteliti (p
Xk

i
)
2
terhadap variabel endogen X4, sebagaimana dinyatakan dalam persamaan
substructural 3 dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut:
Selanjutnya diagram empiris hasil penelitian dapat diragakan pada model
yang diajukan sebagai berikut:
e
1
2
= 0.603
r
12
(0,63) r
24
(0.51)
p
21
(0,6300) p
42
(0,2736)
r
14
(0,50)
p
41
(0,2502)
r
23
(0,59)
p
32
(0,3724)
r
13
(0,58)
p
31
(0,3454) r
34
(0,44) e
3
2
=0.677
p
43
(0,1334)
e
2
2
= 0.580
Gambar 24. Diagram Empiris Model Penelitian
Penjelasan detil dan lebih lengkap dapat dilihat pada buku STATISTIKA ANALISIS
JALUR silahkan klik di http://analisisjalur.blogspot.com
2
YXk i Y
R 1 ε p ÷ =
0,677 0.3233 1 R 1 ε ( p
2
4.123 i X3
= ÷ = ÷ =
2
)
0.3233 = + + = + + = 4) 0.1334( 0.4 ) 1 0.2736( 0.5 ) 0.2502( 0.5 r p r p r p R
34 43 24 42 14 41
4.123
2
Assigned
Goal (X1)
Efikasi
diri (X2)
Personal
Goal (X3)
Performance
(X4)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful