Pengarang

: A. W. Indra C. Email dhiet54@yahoo.co.id ( 081215469996)

Pembimbing 1 : dr. Deviani Utami Pembimbing 2 : dr. Yessi Nurmalasari DAYA ANTIBAKTERI AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae ABSTRAK Latar Belakang : Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) telah diketahui sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit, termasuk penyakit infeksi. Jeruk nipis mengandung zat kimia seperti flavonoid, limonen, linalool, dan asam sitrat yang mempunyai efek antibakteri terhadap berbagai bakteri, seperti Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antibakteri air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae menggunakan metode difusi agar Kirby-Bauer serta untuk menguji kemungkinan adanya perbedaan daya antibakteri air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap bakteri Gram positif yaitu Staphylococcus aureus dan bakteri Gram negatif yaitu Klebsiella pneumoniae pada konsentrasi tertentu. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental secara in-vitro dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Subyek terdiri dari enam perlakuan, yaitu kontrol 0% (aquades steril), serta air perasan jeruk nipis dengan konsentrasi 0%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan 90% untuk masing-masing kelompok bakteri Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae. Dilakukan empat kali pengulangan sesuai rumus Federer pada setiap kelompok perlakuan dan parameter yang diukur adalah diameter zona hambat pada media pertumbuhan bakteri. Data dianalisis menggunakan uji parametrik One Way Anova (Analysis of variant), dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) Post-hoc multiple comparisons test dengan tingkat kepercayaan 5% menggunakan SPSS versi 20.0. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa air perasan jeruk nipis memiliki daya antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae. Pada konsentrasi 0%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan 90% untuk Staphylococcus aureus terbentuk zona hambat dengan diameter rata-rata 0 mm; 12,04 mm; 12,98 mm; 14,18 mm; 16,99 mm; dan 18,61 mm. Pada Klebsiella pneumoniae dengan konsentrasi 0%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan 90% terbentuk zona hambat dengan diameter rata-rata 0 mm; 8,96 mm; 9,66 mm; 10,01 mm; 10,28 mm; dan 10,44 mm. Hasil

70%. 16 .3 . 60%. 12.0. lime juice with a concentration of 0%. 9. Staphylococcus aureus. Subjects consisted of six treatments. At a concentration of 0%. 80%. 50%. 50%. Research Methods : This study is experimental in vitro with the design Posttest Only Control Group Design. Pada tahun 2000 terdapat 1. 80%. followed by the Least Significant Difference test (LSD) Post-hoc multiple comparisons test with a confidence level of 5% using SPSS version 20. 10 . The data were analyzed using parametric test One Way ANOVA (Analysis of variant). Kata kunci : Jeruk nipis. 70%.61 mm. Lime contains chemicals such as flavonoid. 28 mm.04 mm.000 or p <0. which means there is the influence of antibacterial lime juice (Citrus aurantifolia) on the growth of Staphylococcus aureus and Klebsiella pneumoniae at a certain concentration. 60%. ABSTRACT Background : Lime (Citrus aurantifolia) has been known as a folk remedy for a variety of diseases. In Klebsiella pneumoniae with concentrations of 0%.01 mm. The results of data processing show p value for both groups was 0. 8. daya antibakteri. 80%. LATAR BELAKANG Staphylococcus aureus termasuk bakteri patogen bagi manusia. and 90% inhibition zone formed with an average diameter of 0 mm. 50%. dimana 70 % berada di Afrika dan Asia Tenggara. Berdasarkan data WHO (World Health Organization) penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah salah satu penyumbang dari banyak penyebab kesakitan dan kematian di dunia. 10.005 yang artinya terdapat pengaruh daya antibakteri air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae pada konsentrasi tertentu. linalool. 60%.000 atau p<0. antibacterial power. Performed four repetitions corresponding formula Federer in each treatment group and the parameters measured is the diameter of the inhibition zone of bacterial in growth media.66 mm. ie 0% control (sterile distilled water). 99 mm. Klebsiella pneumoniae. and 10.96 mm.005. Research : This study aimed to determine the antibacterial power of the juice of lime (Citrus aurantifolia) against Staphylococcus aureus and Klebsiella pneumoniae using the KirbyBauer agar diffusion as well as to examine the possibility of differences in antibacterial power juice of lime (Citrus aurantifolia) against bacteria Staphylococcus aureus is a gram-positive and Gram-negative bacteria are Klebsiella pneumoniae at a certain concentration. 14.44 mm. Klebsiella pneumoniae. Staphylococcus aureus.98 mm.18 mm.9 juta anak di dunia meninggal karena ISPA. Results : The results showed that the lime juice has antibacterial power against Staphylococcus aureus and Klebsiella pneumoniae. limonene. and 18. and 90% for Staphylococcus aureus inhibition zone formed with an average diameter of 0 mm. and citric acid which has antibacterial effects against a variety of bacteria. 70%. and 90% for each group of Staphylococcus aureus and Klebsiella pneumoniae.pengolahan data menunjukan p value untuk kedua kelompok adalah 0. 12. Keywords: Lime. such as Staphylococcus aureus and Klebsiella pneumoniae. including infectious diseases.

Waktu Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2013 – 26 Januari 2013. . Penelitian Galuh (2009) menunjukkan bahwa daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) memiliki daya antibakteri diidentifikasi sebagai bakteri Stapylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae Penentuan penelitian ini jumlah sampel dalam rumus terhadap bakteri Propionibacterium acnes. menyebutkan bahwa daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) pada menggunakan Federer. Bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi adalah Klebsiella pneumoniae. coli.13. yaitu: (t-1)(r-1) ≥ 15 Dimana : t = banyak perlakuan r = jumlah replikasi konsentrasi 100% memiliki daya antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan E.14 METODE PENELITIAN Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan metode difusi Setiap penelitian dibagi menjadi dua kelompok atau perlakuan yaitu kelompok yang diuji terhadap Stapylococcus aureus dan kelompok yang diuji terhadap Klebsiella pneumoniae. Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah biakan murni spesimen yang telah merupakan tanaman alami yang mempunyai banyak khasiat dalam menyembuhkan beberapa penyakit. Nurkalimah (2011). Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Propinsi Lampung. 2. Laboratorium Mikrobiologi UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Pemerintah Klebsiella pneumoniae merupakan bakteri Gram negatif berbentuk batang (basil) yang yang termasuk kedalam golongan Extended Spectrum Beta Laktamase (ESBL). yaitu cakram secara in-vitro dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. yaitu golongan bakteri yang resisten terhadap obatobat beta laktam. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Staphylococcus aureus (VRSA).Dewasa ini telah berkembang strain baru dari Staphylococcus aureus. Methicilin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan Vancomycin Resistant Waktu dan Tempat Penelitian 1.

labu Erlenmeyer. lemah 10-15 mm. pipet ukur. Cara ukur: pengenceran untuk mendapatkan konsentrasi 0%. selama 1 jam. Sterilisasi Alat Alat-alat yang digunakan dimasukkan dalam oven dengan suhu 160 ºC. dan 90%. Skala: ordinal. 80%. inkubator. tabung reaksi. jangka sorong. 2. aureus biakan dan bakteri merupakan jenis jeruk (citrus) dengan rasa asam dan berbentuk bulat atau bulat telur berwarna hijau sampai kekuningan. kertas cakram steril. Alat ukur: Jangka sorong. rak tabung reaksi. 50%. 60%. Variabel Independent Variabel independent pada penelitian ini adalah daya antibakteri air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dengan Hasil ukur: Kuat >20 mm. kassa steril. Alat dan Bahan Penelitian 1. Klebsiella Prosedur dan Teknik Penelitian a. air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Bahan Bahan berupa media agar MuellerHinton. 70%. 80%. Skala: interval. dan 90%. Alat Alat-alat yang digunakan dalam konsentrasi 0%. . Definisi Operasional Variabel 1. aquadest steril. batang pengaduk. Daerah disekitar disk cakram yang tidak ditemukan pertumbuhan bakteri Stapylococcus aureus dan Zona Hambat Klebsiella pneumoniae: Daerah disekitar disk cakram yang bakteri tidak ditemukan Klebsiella pertumbuhan b. Variabel Dependent Variabel dependent pada penelitian ini adalah zona hambat bakteri Stapylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae. dan 90%. 1 atm. penelitian ini meliputi: biosafety cabinet. 50%. botol steril bertutup. cawan petri. 50%. 70%. 80%. Hasil ukur: konsentrasi 0%. kapas lidi steril. tidak ada respon <>. 60%. Alat ukur: mikropipet volume. sedang 16-20 mm. lampu spritus. Cara ukur: Uji resistensi bakteri dengan metode difusi cakram pada media kultur. pisau. ose. larutan NaCl. oven. pinset.Variabel Penelitian 1. Zona Hambat Stapylococcus aureus: Staphylococcus pneumoniae. 60%. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) : dan spidol. 70%. Persiapan bakteri yang di uji Koloni bakteri Stapylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae diperoleh dari pneumoniae. 2. 2.

b. 50%. Kapas lidi steril kemudian diusapkan V1 × %1 = V2 × %2 d. 70%. c.hasil biakan murni spesimen yang telah diidentifikasikan dengan metode standar. 80%. dibilas menggunakan aquadest steril. kemudian disterilisasi dengan alkohol. Membuat suspensi masing-masing untuk bakteri Stapylococcus aureus dan disaring menggunakan kassa steril ke dalam labu Erlenmeyer steril. 50%. . lalu ditutup dengan aluminium foil steril. Letakkan kertas cakram yang telah direndam pada tiap konsentrasi di permukaan agar dengan bantuan oase d. 80%. b. Pembuatan konsentrasi menggunakan rumus pengenceran dibawah ini : Klebsiella pneumoniae dalam larutan NaCl 0. Kekeruhan suspensi bakteri disesuaikan dengan standar kekeruhan 0. 70%. Buat air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dalam tabung reaksi sebanyak 5 ml untuk masing-masing konsentrasi. pada permukaan lempeng Agar Mueller Hinton dan sebarkan secara merata pada permukaan agar tersebut.5 Mac Farland e. airnya antibakteri air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dengan konsentrasi 0%. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) di potong diperas menggunakan dan pisau steril. Masukan kertas cakram kedalam tabung yang berisi air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dalam tiap konsentrasi selama 30 menit. dan 90% dengan cara difusi: a. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang segar di cuci menggunakan air yang bersih. 60%. dan 90%. Uji Pedahuluan dengan konsentrasi 100% dan Uji Kepekaan daya steril dan sedikit penekanan agar kertas cakram melekat dengan baik. c. Mencelupkan kapas lidi steril ke dalam suspensi bakteri tersebut dengan gerakan menekan dan memutar kapas lidi steril pada dinding tabung f. Masukan kertas cakram sebanyak 4 buah (jumlah pengulangan) kedalam masing – masing konsentrasi pengenceran selama 30 menit. c. 60%. Diamkan selama 3-5 menit g. Persiapan material jeruk nipis (Citrus aurantifolia) a.9% d. Pembuatan pengenceran air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dengan konsentrasi 0%.

0 12. Klasifikasi Hasil Uji Pendahuluan Konsentrasi 100% dengan Standart Greenwood Konsentrasi Diameter Klasifikasi 100% rata-rata Respon (mm) Hambatan Pertumbuhan Bakteri (Greenwood et al.2 14.7 18.98 14. Uji Pendahuluan Konsentrasi 100% Uji Pendahuluan Konsentrasi 100% (mm) Staphylococcus aureus Klebsiella pneumoniae 21.0 12. Perbandingan Diameter Rata-Rata Tiap Konsentrasi dan Klasifikasi Berdasar Standar Greenwood pada Bakteri Staphylococcus aureus Konsentr Diam Klasifikasi Respon asi eter Hambatan rata.9 18. (mm) 2003) 0% 0 Tidak ada respon (control) 50% 60% 70% 80% 12.0 13.1 14. dan uji Homogenitas Varians (varians yang sama) dengan derajat kemaknaan yang digunakan adalah α = 5%.6 Normalitas (populasi berdistribusi normal).04 12.73 2. dan 90% Konsentrasi Air Perasan Jeruk Nipis (%) dan Diameter Zona Hambat (mm) Ulan pada Bakteri Staphylococcus aureus gan 0 50% 60% 70% 80% 90% % I II III IV Rata -rata 0 0 0 0 0 11.1 14.9 12.18 16.1 16. Eramkan dalam inkubator pada suhu 37ºC selama 24 jam i.2 14.9 18. Periksa zona hambat di sekitar kertas cakram kemudian ukur diameternya dengan jangka sorong (kaliper). cus aureus Klebsiella pneumoniae 12.34 12.3 18. 80%. 2003) Staphylococ 21.99 Lemah Lemah Lemah Sedang .9 14.0 12.1 12.Pertumbuhan Bakteri rata (Greenwood et al. 70%.8 17.1 16.h.73 Lemah Analisa Data Data akan diolah menggunakan sistem SPSS versi 20.4 18.8 13.0 16.0 dan dianalisis secara statistik dengan One Way Anova dengan terlebih dahulu dilakukan uji asumsi yaitu uji 3.9 12. HASIL PENELITIAN 1. Uji Daya Antibakteri Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Konsentrasi 0%.9 17. 60%. 50%.34 Kuat 4.0 12.

5 10.05 10.4 III IV Rata -rata 0 0 0 8. dengan cara 6. Bakteri ini juga masuk kedalam golongan bakteri Gram negatif dengan lapisan lipid dan peptidoglikan yang lebih tebal. sifat pneumoniae pertumbuhan yang mukoid dan membentuk kapsul besar yang mengandung polisakarida sehingga bakteri ini lebih tahan terhadap serangan luar.34 mm ini pada tabel Greendwood termasuk dalam kategori kuat.1 10.66 10. Angka 21.0 10.44 Tidak ada respon Tidak ada respon Lemah Lemah Lemah mendenaturasi mengganggu metabolisme sel dan menyebabkan lisis sel bakteri.9 9. 2003) 0% 0 Tidak ada respon (control) 50% 60% 70% 80% 90% 8. Uji Daya Antibakteri Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Klebsiella pneumoniae Konsentrasi 0%.29 .34 mm.4 10.01 10.1 10.17 Senyawa ini berperan sebagai anti bakteri protein.16 Zat kimia yang terkandung salah satunya adalah flavonoid. dan 90% Konsentrasi Air Perasan Jeruk Nipis Ulan (%) dan Diameter Zona Hambat (mm) gan pada Bakteri Klebsiella pneumoniae 0 50% 60% 70% 80% 90% % I 0 9.90% 18. Daya hambat pada pertumbuhan bakteri ini disebabkan oleh kandungan kimia jeruk nipis yang berperan sebagai antibakteri.3 8.7 9. Perbandingan Diameter Rata-Rata Tiap Konsentrasi dan Klasifikasi Berdasar Standar Greenwood pada Bakteri Klebsiella pneumoniae Konsentr Diameter Klasifikasi asi rata-rata Respon Hambatan (mm) Pertumbuhan Bakteri (Greenwood et al.4 10.61 Sedang PEMBAHASAN Hasil uji pendahuluan menyebutkan 5. 60%.9 9. Hasil penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang berarti dengan penelitian Nurkalimah.5 9.2 9. 50%.3 II 0 8.4 hasil zona hambat untuk bakteri Staphylococcus aureus sebesar 21.5 9.01 10.01 10. 70%.3 10.00 10.6 10.29 Pada bakteri Klebsiella pneumoniae didapatkan hasil sebesar 12. 80%.6 9.2 10.96 9.28 10.73 mm yang artinya Klebsiella masuk dalam kategori memiliki lemah. 2011 yang menyebutkan hasil uji daya hambat bakteri Staphylococcus aureus menggunakan air perasan jeruk nipis dengan konsentrasi 100% adalah 21.9 10.37 mm.

http://universalium. 2. http://www. 2004.G. T.metrokc. 2009.who. 2001 Academic Dictionaries and Encyclopedias. Interim Guidelines for Evaluation & Management of Community Associated Methicillin-resistant Staphylococcus aureus Skin and Soft Tissue Infection in Outpatient Settings. 4.KESIMPULAN 1. diakses tanggal 1 Desember 2012 Dellit. 2. Rianto. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Ed. Binarupa Aksara: Jakarta. 10. Hofmann.. mendidik dan membesarkan penulis dengan begitu luar biasa. 5. Olson. dr.M. sang Maha dari segala Maha. tempat bagi penulis untuk merintih. Pemanfaatan Obat Tradisional Dengan Pertimbangan Manfaat dan Keamanannya. Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus: The Latest Health Scare. J. 8. Dunia Mikroorganisme. UCAPAN TERIMAKASIH 1.. berkeluh. pneumoniae secara in-vitro.PK. Sp.. 1994 13. 82(12):14631467. Acute Respiratory Infections. 2. Setiyohadi. 2006 Setyabudi. WHO. Putri.. dan mencurahkan syukur. Gul. Allah SWT. Farmakologi dan Terapi Ed. Alwi. Sanitasi Higiene dan Keselamatan Kerja dalam Pengelolaan Makanan. 3. 2009 . Siti. 2007 Staff Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Penerbit Djambatan: Jakarta. O. Hasuta A. Hidayat. pembimbing II yang selalu membimbing dalam penyusunan KTI ini. Penerbit Kanisius: Yogyakarta.. Dasar – Dasar Mikrobiologi. Majalah Ilmu Kefarmasian.Kes selaku penguji. Setiati.academ ic.ru diakses tanggal 1 Desember 2012 Sudoyo. Duchin. Simadibrata. http://www. Yessi Nurmalasari selaku 11. memohon. DAFTAR PUSTAKA 1. Air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) memiliki daya antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Klebsiella 3. J. Swingle) dan Uji Daya Antibakteri (Propionibacterium acne) Secara In Vitro. Yum Heryanti. 2007 Yuharmen. Mayo Clin Proc. dr. Marcellus. Formulasi Gel Obat Jerawat Minyak Atsiri Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia. Idrus. P. 9. Uji Aktifitas Antimikroba Minyak Atsiri dan Ekstrak Metanol Lengkuas (Alpinia galanga). Penerbit Yudhistira: Jakarta. 4. Ayah dan Ibu yang telah membuat.html.. Air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) memiliki daya antibakteri yang lebih kuat terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang merupakan Gram positif dibandingkan dengan bakteri Klebsiella pneumonia yang termasuk dalam bakteri Gram negatif. 2005 Purnawijayanti. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran. Bambang. 6. D. Deviani Utami selaku pembimbing I dan dr. 2002 Lusia. Skripsi. E.gov Sampathkumar. Nurbalatif.. Sema. 2007 Dwidjoseputro. 2006 Galuh. Aru. 5. Penerbit Gaya Baru: Jakarta. 12.. 7.

Edmund. Setiawan. Melnick. Nurkalimah. Davey. Kirana. EGC: Jakarta.Ait.. Eksiklopedia Milenium: Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia. 2004 38. Yogyakarta. 2006 25. Rukmana. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Arief. Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Buah Tumbuhan Harimonting ( Rhodomyrtus tomentosa W. Nelson. 2009 22. Penelitian In Vitro. Skripsi. Pratiwi. Edisi ke-4 Terjemahan Kosasih Padmawinata. 2003 28. 1995 23.P. Kimia Pangan dan Gizi. 2008 36. Wijayakusuma. EGC: Jakarta.Ait ). Mitchell.. Notoatmodjo. 2004 19. Biokoimia Harper Ed.. In Antimicrobial and Chemoterapy. Pelczar. Rianto. Fausto. Amirah. Cut. Mikrobiologi Farmasi. Kumar. Mandal. Antibiotics Sensitivity Test. Morse Stephen. Richard. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.. Merna F.14. E. Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Rineka Cipta: Jakarta. Klebsiella pneumoniae. Daya Antibakteri Air Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Pertumbuhan Stapylococcus aureus dan Escherichia coli yang Diuji Secara In Vitro. Robbins & Cotran ( Pocket Companion to Robbins & Cotran Pathologic Basis of Disease ).. et all. Rahmat. Hembing. Geo F.). Metode Penelitian Kesehatan. 2007 29. The McGraw-Hill Companies... ITB Press: Bandung. Pengamatan Zona Hambat Minyak Atisiri Bawang Putih. http://ccrcfarmasiugm.. 2002 27. Eko. Chan.).com 2009. Soekidjo. Jeruk Nipis: Prospek Agrobisnis. Penerbit Erlangga: Jakarta 32. 2003 31. Penerbit PT Elex Media Komputindo: Jakarta. Wilkins. Skripsi. http://maksumprocedure. Greenwood. 34. D. Jawetz. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 1. 6. 2010 . 29. Penerbit EGC: Jakarta. Penerbit Swadaya: Jakarta. Maksum. Wilcox. Butel.M. 2005 33. Dunbar. dan Pencapaian. Bibhat K. Danny Junior. Winarno F. Edward. Cengkeh dan Jintan Hitam Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus. 6: Lecture Notes. Budi Daya. Neal R. Sembiring. Michael J. Buku Saku Dasar Patologis Penyakit 7th Ed. Penerbit PT Prestasi: Jakarta. C. Brooks.R. Medical Microbiology: The Big Picture. Inc. Penerbit UIPress: Jakarta. Doloksaribu. S. 2003 16. Dalimartha. Skripsi. Isolasi Senyawa Flavonoid Dari Daun Tumbuhan Harimonting (Rhodomyrtus tomentosa W. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid II. Muuray. Al-Rasyid. Skripsi. Finch. 2011 26. Dasar – Dasar Mikrobiologi 2 terjemahan. diakses tanggal 1 Desember 2012 20. T. 25. Robert K. 5th revisi edition Oxford University Press.wordpress. Tan Tjay & Rahardjo.G. Janet.. Robinson. Budiarto. Obat – Obat Penting Ed. 2011 15. Mayon-White. Hariana.& Adelberg:Mikrobiologi Kedokteran. 2000 18. Metodologi Penelitian Kedokteran : Sebuah Pengantar. Pelczar. Hoan. United Kingdom. Abul..com diakses tanggal 1 Desember 2012 37.. Penerbit EGC: Jakarta. Penyakit Infeksi Ed. Chamberlain. Kamus Kedokteran Dorland Ed. Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia). 2011 24. Penerbit Trubus Agriwidya: Jakarta. Simanjuntak. EGC: Jakarta. Richard. Skripsi. 2000 17. Abbas. 2004 30. Vinay.. Penerbit Kanisius: Yogyakarta. Fahimah. Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Rendemen dan Kualitas Minyak Atsiri Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis L. Natalia Br.. 2010 21. Penerbit Erlangga: Jakarta 35. Sylvia T..