. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa jika seseorang mengalami kejang persisten atau seseorang yang tidak sadar kembali selama lima menit atau lebih harus dipertimbangkan sebagai status epileptikus.   DEFINISI: Pada konvensi Epilepsy Foundation of America (EFA) status epileptikus didefenisikan sebagai keadaan dimana terjadinya dua atau lebih rangkaian kejang tanpa adanya pemulihan kesadaran diantara kejang atau aktivitas kejang yang berlangsung lebih dari 30 menit.

Epilepsi (25%) Hemorrhage Intoksikasi Alkoholic Tumor Otak Trauma . 3. 4. 5. 2. 6.1.

tumor. kejang terbatas pada daerah kecil dari otak. hari. biasanya lobus temporal partialis Epilepsia kontinum adalah varian yang melibatkan jam.1. Convulsive 2. Ini merupakan konsekuensi dari penyakit pembuluh darah. . atau ensefalitis. dan status epilepticus merupakan bentuk yang jarang dari kondisi yang ditandai dengan kejang nonconvulsive. atau bahkan untuk masturbasiseminggu. Dalam kasus CPSE. Non-convulsive status epilepticus Kompleks parsial. dan obat-tahan. atau CPSE.

hipertermia dan DIC Fase (> 30 menit) . asidosis laktat Kegagalan autoregulasi serebral/edema otak Depresi pernafasan Disritmia jantung.mekanisme terkompensasi. Pada fase ini terjadi: ◦ ◦ ◦ ◦ Pelepasan adrenalin dan noradrenalin Peningkatan cerebral blood flow dan metabolisme Hipertensi. rhabdomyolisis. hipotensi Hipoglikemia. hiperpireksia Hiperventilasi. Kegagalan ini terjadi bila rangsangan bangkitan kejang (Neurotransmiter eksitatori: glutamat.mekanisme tidak terkompensasi. aspartat dan acetylcholine) melebihi kemampuan hambatan intrinsik (GABA) atau mekanisme hambatan intrinsik tidak efektif. yaitu: Fase I (0-30 menit) . hiponatremia Gagal ginjal. Status epileptikus dibagi menjadi 2 fase. Pada fase ini terjadi: ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ . takikardi.Pada status epileptikus terjadi kegagalan mekanisme normal untuk mencegah kejang.

1. dijumpai perubahan kepribadian dengan paranoia. halusinasi. Pasien dengan status epileptikus non-konvulsif ditandai dengan stupor atau biasanya koma. . retardasi psikomotor dan pada beberapa kasus dijumpai psikosis. tingkah laku impulsif (impulsive behavior). Status Epileptikus Non Konvulsif Kondisi ini sulit dibedakan secara klinis dengan status absens atau parsial kompleks. cepat marah.Ketika sadar. tidak seperti 3 Hz spike wave discharges dari status absens. delusional. Pada EEG menunjukkan generalized spike wave discharges. karena gejalanya dapat sama.

ibu jari dan jari-jari pada satu tangan atau melibatkan jarijari kaki dan kaki pada satu sisi dan berkembang menjadi jacksonian march pada satu sisi dari tubuh. Konvulsife a.Status Somatosensorik Jarang ditemui tetapi menyerupai status somatomotorik dengan gejala sensorik unilateral yang berkepanjangan atau suatu sensory jacksonian march. b. Variasi dari status somatomotorik ditandai dengan adanya afasia yang intermitten atau gangguan berbahasa (status afasik). . Kejang mungkin menetap secara unilateral dan kesadaran tidak terganggu.Status Somatomotorik Kejang diawali dengan kedutan mioklonik dari sudut mulut.2. dimana sering berhubungan d engan proses destruktif yang pokok dalam otak. Pada EEG sering tetapi tidak selalu menunjukkan periodic lateralized epileptiform discharges pada hemisfer yang berlawanan (PLED).

tumbuh kembang Penyakit yang sedang diderita dan RPD. umum. . tonik/klonik) Tingkat kesadaran diantara kejang Riwayat kejang sebelumnya. riwayat kejang dalam keluarga Panas. Lama kejang. trauma kepala Riwayat persalinan. sifat kejang (fokal. Anamnesis: ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦  Pemeriksaan fisik: pemeriksaan neurologi lengkap meliputi: -Tingkat kesadaran -Pupil -Refleks fisiologis dan patologi -Ubun-ubun besar -Tanda-tanda perdarahan -Lateralisasi.

Mengatasi penyulit 7. atau Barbiturat (thiopental. pentobarbital) atau  Inhalasi dengan bahan isoflurane .Pemberian obat anti kejang lanjutan 4.Prinsip penatalaksanaan penderita dengan status epileptikus adalah sebagai berikut: 1. dengan urutan pilihan sebagai berikut (harus tercapai dalam 30 menit pertama):  Pilihan I: Golongan Benzodiazepin (Lorazepam.  Dengan memberikan obat anti kejang. Diazepam)  Pilihan II: Phenytoin  Pilihan III: Phenobarbital 3. yaitu ABC:  Airway: Bebaskan jalan nafas  Breathing: Pemberian pernafasan buatan/bantuan nafas  Circulation: Pertahankan/ perbaiki sirkulasi. phenobarbital.  Merupakan tindakan awal yang bertujuan menstabilisasi penderita ( harus tercapai dalam 10 menit pertama). Hentikan kejang secepatnya*. bila perlu pemberian infus atau transfusi jika terjadi renjatan 2. Tindakan suportif.Penatalaksanaan penyakit dasar 6. Bila terjadi refrakter status epileptikus atasi dengan*:  Midazolam. Cari penyebab status epileptikus 5.

5. 8. 10. . Asidosis Hipoglikemia Hiperkarbia Hipertensi pulmonal Edema paru Hipertermia 7. 2. 3. 6. Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) Gagal ginjal akut Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit Edema otak 9.1. 4.

    Tergantung pada: Penyakit dasar Kecepatan penanganan kejang Komplikasi .

com/2008/03/tandadan-gejala-psikiatri.htm .   http://co-ass.com/isi03.html http://en.blogspot.php?page=ht ml&hkategori=pdt&direktori=pdt&filepdf=0& pdf=&html=061214-gtfy209.org/wiki/Status_epileptic us http://www.pediatrik.wikipedia.