BAB I PENDAHULUAN

Kelainan umbilikus seringkali ditemukan oleh bedah anak. Pada neonates, korda umbilikalis biasanya mongering dan terpisah dalam waktu 3 minggu, kemudian mengering, bekas luka di tengah perut yang berbentuk seperti bintang yang akan membentuk umbilikus. Kegagalan cincin umbilikus untuk menutup secara sempurna dapat menyebabkan terjadinya hernia umbilikalis, yang merupakan kelainan umbilikus tersering. Adanya cairan ataupun jaringan yang abnormal dari umbilikus sering disebabkan oleh granuloma umbilikal, tetapi juga dapat merupakan hasil dari involusi tidak sempurna dari urachus ataupun duktus omfalomesenterikus. Berbagai cairan, massa, ataupun adanya lubang merupakan suatu keadaan patologis dan harus dievaluasi dengan tepat dan dilakukan pengobatan.1,2

1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi dan Embriologi Umbilikus Korda umbilikalis terbentuk ketika body stalk dan duktus

omfalomesenterikus yang merupakan coelom umbilikus diselubungi oleh penyebaran cairan pada minggu keempat dan kedelapan. Kemudian ketika membran rongga amnion berkontak dengan rongga korion dan 2 lapisan mesoderm ekstra-embrionik yang menutupi kedua membrane tersebut akhirnya menyatu. Dengan pergerakan embrio, amnion mengelilingi body stalk, duktus omfalomesenterikus dan pembuluh darah umbilikus, kemudian membatasi bagianbagian dari korda umbilikalis.3

Gambar 1a: body stalk3

Gambar 1b: pembentukan korda umbilikalis3

2

Gambar 2a: korda umbilikalis3 Gambar 2b: gelembung umbilikus pada rongga korion3 Gambar 3a: perkembangan korda umbilikalis pada minggu ke delapan3 Gambar 3b: potongan transversal dari korda umbilikalis dengan adanya hernia fisiologis pada bulan ketiga3 Pada tahap awal (sekitar minggu kedelapan). korda umbilikalis berada dalam bentuk yang sangat tebal dan pendek dengan struktur berikut ini:3 3 .

Biasanya duktus vitelinus hilang pada minggu kelima sampai kesembilan dari kehamilan. Selain adanya arteri dan vena umbilikal. dan tidak meninggalkan sisa. 2 arteri dan 2 vena). Didapat: delayed umbilikal separation. Congenital: omphalomesenteric duct remnant.1 2. Kantung umbilikus berada di cavitas korion b. umbilikal hernia. pembuluh darah (arteri dan 1 vena). dan urachus menghilang menjadi ligamentum umbilikal median pada bulan keempat sampai kelima. umbilikal cord juga berisi vitelline atau duktus omfalomesenterikus (yang menghubungkan kantong kuning telur ke usus tengah) dan allantois (bagian yang menghubungakan umbilikus ke kandung kemih dan menjadi urachus).2 Klasifikasi kelainan umbilikal Kelainan kelainannya:1 a. Setelah lahir. Duktus omfalomesenterikus yang mana menghubungkan usus primitive dengan kantung umbilikus dan 2 pembuluh darah vitelinus (vasa omfalomesenterika. granuloma umbilikal c.a. Infeksi: omfalitis b. korda umbilikalis melemah dan terpisah. Selama perkembangan akan bergeser ke depan supaya akhirnya bersatu dengan bakal kantung umbilikal c. umbilikal polyp. Korda umbilikalis merupakan portal utama untuk masuk dan keluarnya darah dari plasenta ke janin selama masa hidup intrauterine. dermoid cyst umbilikal dapat diklasifikasikan berdasarkan etiologi 4 . Coelom umbilikal yang menghubungkan coelom ekstra embrionik dengna coelom intra embrionik. Body stalk dengan alantois. patent urachus. Kelainan umbilikal dapat terjadi ketika sisa embrional masih ada atau gagal untuk menghilang secara lengkap.

dan sisa potongan inilah yang sering terinfeksi Staphylococcus aereus. Penyebab terjadinya omfalitis pada kasus ini adalah akibat kurangnya aseptik antiseptik saat pengguntingan dan perawatan tali pusat oleh bidan penolong persalinan.1 Omfalitis a.4 Pada keadaan infeksi berat. saat lahir atau selama masa perawatan. Sebelum luka sembuh merupakan jalan masuk untuk kuman dan infeksi yang dapat menyebabkan sepsis.4 Tali pusat biasanya puput satu minggu setelah lahir dan luka sembuh dalam 15 hari.2. Hasil apus pus omfalitis adalah bakteri batang Gram negatif. 5 . Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya infeksi tali pusat pada bayi baru lahir adalah sebagai berikut :6 Faktor kuman Staphylococcus aereus ada dimana-mana dan didapat pada masa awal kehidupan hampir semua bayi. Pada ujung tali pusat akan mengeluarkan nanah dan pada sekitar pangkal tali pusat akan memerah dan disertai edema.4 Tali pusat merupakan bagian yang penting untuk diperhatikan pada bayi yang baru lahir.2. Definisi Omfalitis adalah infeksi pada tali pusat bayi baru lahir yang ditandai dengan kulit kemerahan disertai pus. Etiologi Infeksi tali pusat adalah suatu penyakit toksemik akut yang disebabkan olehClostridium tetani dengan tanda utama kekakuan otot (spasme) tanpa disertai gangguan kesadaran. Pengenalan secara dini infeksi tali pusat sangat penting untuk mencegah sepsis. infeksi dapat menjalar hingga ke hati (hepar) melalui ligamentum falsiforme dan menyebabkan abses yang berlipat ganda. sesuai dengan pola kuman yang sering menginfeksi bayi baru lahir. Pada keadaan menahun dapat terjadi granuloma pada umbilikus.5 b. Bayi yang baru lahir kurang lebih dua menit akan segera di potong tali pusatnya kira-kira dua sampai tiga cm yang hanya tinggal pada pangkal pusat (umbilikus).

dan saluran cerna terkolonisasi. Transpor imunuglobulin melalui plasenta terutama terjadi pada paruh terakhir trimester ketiga. Status paritas (wanita multipara atau gravida lebih dari 3) dan umur ibu (kurang dari 20 tahun atua lebih dari 30 tahun. Prematuri ( berat badan bayi kurang dari 1500 gram). upayakan tali pusat agar tetap kering dan bersih.Biasanya Staphylococcus aereus sering dijumpai pada kulit. dan latar belakang mempengaruhi kecenderungan terjadinya infeksi dengan alasan yang tidak diketahui sepenuhnya. merupakan faktor resiko terjadinya infeksi. Bayi kulit hitam lebih banyak mengalami infeksi dari pada bayi berkulit putih. ras. Ibu yang berstatus sosio. menyebabkan 6 . 3.ekonomi rendah mungkin nutrisinya buruk dan tempat tinggalnya padat dan tidak higienis. 2. Ketuban pecah dini (KPD) Prosedur selama persalinan. konsentrasi imunoglobulin serum terus menurun. Untuk pencegahan terjadinya infeksi tali pusat sebaiknya tali pusat tetap dijaga kebersihannya. Kurangnya perawatan prenatal. Faktor Neonatatal 1. 1. saluran pernafasan. basahnya tali pusat dan memperlambat proses pengeringan Dan masih banyak penyebab lain yang dapat memperbesar peluang terjadinya infeksi pada tali pusat seperti penolong persalinan yang kurang yang digunakan pada saat menjaga kebersihan terutama pada alat-alat menolong persalinan dan khususnya pada saat pemotongan tali pusat. pada saat memandikan di minggu pertama sebaiknya jangan merendam bayi langsung ke dalam air mandinya karena akan menyebabkan tali pusat. Faktor Maternal Status sosial-ekonomi ibu. Setelah lahir. Umumnya imunitas bayi kurang bulan lebih rendah dari pada bayi cukup bulan.

Penggunaan kateter vena/ arteri maupun kateter nutrisi parenteral merupakan tempat masuk bagi mikroorganisme pada kulit yang luka. sehingga menyebabkan resisten berlipat ganda. Kombinasi antara defisiensi imun dan penurunan antibodi total dan spesifik. bisa menimbulkan resiko pada neonatus yang melebihi resiko penggunaan antibiotik spektrum luas. bersama dengan penurunan fibronektin. Laki-laki dan kehamilan kembar.laki empat kali lebih besar dari pada bayi perempuan. Infeksi pada neonatus lebih sering di temukan pada 7 . Dengan adanya hal tersebut.kadang di ruang perawatan terhadap epidemi penyebaran mikroorganisme yang berasal dari petugas (infeksi nosokomial). 3. kemampuan fagositosis dan leukosit immunitas masih rendah. 2.hipigamaglobulinemia berat. 2. Insidens infeksi pada bayi laki. antara lain kulit dan selaput lendir yang tipis dan mudah rusak. Bayi juga mungkin terinfeksi akibat alat yang terkontaminasi. menyebabkan sebagian besar penurunan aktivitas opsonisasi. paling sering akibat kontak tangan. IgG dan IgA tidak melewati plasenta dan hampir tidak terdeteksi dalam darah tali pusat. Paparan terhadap obat-obat tertentu. dan memerlukan waktu perawatan di rumah sakit lebih lama. aktifitas lintasan komplemen terlambat. Imaturitas kulit juga melemahkan pertahanan kulit. sehingga menyebabkan kolonisasi spektrum luas. dan C3 serta faktor B tidak diproduksi sebagai respon terhadap lipopolisakarida. khususnya terhadap streptokokus atau Haemophilus influenza. Faktor Lingkungan 1. seperti steroid. 3. Defisiensi imun. Neonatus bisa mengalami kekurangan IgG spesifik. Kadang. Ada defisiensi imun bayi cenderung mudah sakit sehingga sering memerlukan prosedur invasif. Kerentanan neonatus terhadap infeksi dipengaruhi oleh berbagai faktor.

cairan amnion yang sudah terinfeksi akan terinhalasi oleh bayi dan masuk dan masuk ke traktus digestivus dan traktus respiratorius. Cara lain. Infeksi lebih sering ditemukan pada bayi yang lahir di rumah sakit dibandingkan dengan bayi yang lahir di luar rumah sakit. Bakteri yang dapat melalui jalur ini. Infeksi yang terjadi sesudah kelahiran umumnya terjadi akibat infeksi nosokomial dari lingkungan di 8 . Akibatnya. Infeksi saat persalinan terjadi karena yang ada pada vagina dan serviks naik mencapai korion dan amnion. sedangkan bayi yang minum susu formula hanya didominasi oleh E. yaitu saat persalinan. Pada bayi yang minum ASI.BBLR. selanjutnya kuman melalui umbilikus masuk dalam tubuh bayi. b. parotitis. kemudian menyebabkan infeksi pada lokasi tersebut. Dalam hal ini tidak termasuk bayi yang lahir di luar rumah sakit dengan cara septik. sitomegalo. Pada masa antenatal kuman dari ibu setelah melewati plasenta dan umbilikus masuk dalam tubuh bayi melalui sirkulasi darah janin. dan toksoplasma. Selain cara tersebut di atas infeksi pada janin dapat terjadi melalui kulit bayi atau port de entre lain saat bayi melewati jalan lahir yang terkontaminasi oleh kuman.colli. 5. Beberapa kuman yang melalui jalan lahir ini adalah Herpes genetalis. Ini merupakan alasan mengapa bayi harus dirawat dengan ketat bila dicurigai mengalami infeksi. 4. yaitu : a. herpes.colli ditemukan dalam tinjanya. Kuman penyebab infeksi adalah kuman yang dapat menembus plasenta antara lain virus rubella. Pada masa intranatal atau saat persalinan. Infeksi paska atau sesudah persalinan. c. spesies Lactbacillus dan E.gonorrea. hepatitis. terjadi amniotis dan korionitis. Mikroorganisme atau kuman penyebab infeksi dapat mencapai neonatus melalui beberapa cara. koksaki. influenza. sipilis. Pada masa antenatal atau sebelum lahir. antara lain malaria. Segala bentuk infeksi yang terjadi pada bayi merupakan hal yang lebih berbahaya dibandingkan dengan infeksi yang terjadi pada anak atau dewasa. Candida albican dan N.

Ada yang mengatakan tali pusat bayi itu harus diberi abu-abu pandangan seperti inilah yang seharusnya tidak boleh dilakukan karena justru dengan diberikannya berbagai ramuan tersebut kemungkinan terjangkitnya tetanus lebih besar biasanya penyakit tetanus neonatorum ini cepat menyerang bayi. abnormalitas saluran cerna. Proses persalinan Persalinan yang tidak sehat atau yang dibantu oleh tenaga non medis. bakteremia tanpa kerusakan jaringan setempat dikaitkan dengan berbagai tanda. dan disfungsi serebral merupakan hal umum. berkisar dari yang ringan sampai dengan keadaan yang berat. adanya perfusi yang buruk. masalah termoregulasi. Manifestasi klinis6 Manifestasi kebanyakan infeksi Staphylococcus pada neonatus adalah tidak spesifik. 9 .alat : penghisap lendir. abses. Distress pernafasan. c. botol minuman atau dot). dan osteomielitis. Untuk perawatan tali pusat juga tidak lepas dari masih adanya tradisi yang berlaku di masyarakat. Infeksi juga dapat terjadi melalui luka umbilikus.luar rahim (misal melalui alat. omfalitis. Faktor tradisi Sebagian masyarakat misalnya dengan memberikan berbagai ramuanramuan atau serbuk-serbuk yang dipercaya bisa membantu mempercepat kering dan lepasnya potongan tali pusat. terjadi pada saat memotong tali pusat menggunakan alat yang tidak steril dan tidak diberikan obat antiseptik. Infeksi spesifik yang disebabkan oleh Staphylococcus aereus meliputi pneumonia. apnea. efusi pleural. selang nasogastrik. infus. endokarditis. bradikardia. pada keadaan infeksi berat hanya beberapa hari setelah persalinan jika tidak ditangani biasa mengakibatkan meninggal dunia. meningitis. Perawat atau profesi lain yang ikut menangani bayi dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomil. selang endotrakhea.

Jika terdapat granuloma. Pada keadaan yang berat infeksi dapat menjalar ke hati (hepar) melalui ligamentum falsiforme dan menyebabkan abses yang berlipat ganda. 1) Infeksi tali pusat lokal atau terbatas Jika tali pusat bengkak. Cara penanganannya : a) Biasakan untuk selalu mencuci tangan sebelum memegang atau membersihkan tali pusat. mengeluarkan nanah. untuk mencegah berpindahnya kuman dari tangan. atau berbau busuk. sebagai pengobatan lokal dapat diberikan salep yang mengandung neomisin dan basitrasin. Selain itu juga dapat diberikan salep gentamisin. Penanganan Jika tali pusat bayi terinfeksi oleh Staphylococcus aereus. pada tempat tersebut biasanya akan mengeluarkan nanah dan pada bagian sekitar pangkal tali pusat akan terlihat merah dan dapat disertai dengan edema.5 Gambar 4: Omfalitis d. dan di sekitar tali pusat kemerahan dan pembengkakan terbatas pada daerah ≤ 1 cm di sekitar pangkal tali pusat lokal atau terbatas. dapat pula dioleskan dengan larutan nitras argenti 3%. 10 .Bayi yang terinfeksi tali pusatnya. Pada keadaan menahun dapat terjadi granuloma pada umbilikus.

obati sebagai tali pusat berat atau meluas. b) Beri kloksasilin per oral selama 5 hari. c) Olesi tali pusat pada daerah sekitarnya dengan larutan antiseptik (misalnya gentian violet 0.2.b) Bersihkan tali pusat menggunakan larutan antiseptik (misalnya klorheksidin atau iodium povidon 2.2 Delayed Umbilikal Separation a. c) Jika terdapat pustule / lepuh kulit dan selaput lendir. tergantung dari latar belakang etnis. 2) Infeksi tali pusat berat atau meluas Jika kulit di sekitar tali pusat merah dan mengeras atau bayi mengalami distensi abdomen. di Negara berkembang. Pemisahan korda biasanya pada minggu pertama setelah lahir dan jika persistent selama 3 minggu dikategorikan terlambat. dan dikatakan dapat menurunkan angka kejadian dan mortalitas dari omfalitis8. 11 . triple dye akan memperpanjang pemisahan korda sampai 8 minggu. perawatan antiseptic korda sanga tdianjurkan. d) Jika kemerahan atau bengkak pada tali pusat meluas melebihi area 1 cm. Anjurkan bayi melakukan ini kapan saja bila memungkinkan. Perawatan korda yang kering lebih efektif pada Negara-negara berkembang7. e) Lakukan perawatan umum seperti dijelaskan untuk infeksi tali pusat lokal atau terbatas.5%) dengan kain kassa yang bersih.5% atau iodium povidon 2. dan metode penanganan korda. obati seperti infeksi tali pusat berat atau meluas. d) Cari tanda-tanda sepsis. Definisi Waktu pemisahan corda umbilikalis berbeda-beda.5%) delapan kali sehari sampai tidak ada nanah lagi pada tali pusat. 2. Cara penanganannya : a) Ambil sampel darah dan kirim ke laboratorium untuk pemeriksaan kultur dan sensivitasi. Perbedaan dalam hal antiseptic corda umbilikalis dapat memperpanjang waktu pemisahan. lokasi geografis. sebagai contoh. Bagaimanapun.

c. sisi ujung harus dibersihkan dengan antiseptic dan dibiarkan terkena udara3. Pemeriksaan darah dan diferensial dapat digunakan sebagai skrining awal adanya leukocyte adhesion deficiency. 2. Definisi Granuloma umbilikal merupakan lempengan kecil perwarna merah terang. kelainan yang didasari system imun. yang tidak tertutup oleh sel kulit secara normal. Manifestasi klinis Pada pemeriksaan. (seperti leukocyte adhesion deficiency) atau abnormalitas urachus9-11. lukanya basah yang berada di umbilikus setelah korda lepas ketika proses penyembuhan seharusnya sudah terjadi. Setelah dibuang. penanganannya adalah dengan cara membuang korda secara manual atau dibagi secara persis bagian bawah dari kulit normal dengan gunting atau pisau bedah. leukositosis dan neutrofilia bisa saja terjadi pada pasien-pasien leukocyte adhesion deficiency12. Granuloma umbilikalis bukan suatu kelainan 12 . biasanya pada stalk. b. Penanganan Jika ada pasien dengan delayed cord separation.2. Granuloma umbilikal merupakan lempengan kecil dari jaringan bekas luka. Meskipun tidak ada infeksi. Granuloma umbilikalis merupakan kelainan umbilikal yang paling umum ditemukan dalam praktikneonatal. kulit di sekeliling korda umbilikalis yang tersisa secara hati-hati diperiksa untuk melihat apakah adanya sisa urachus atau untuk mencari adanya tanda infeksi seperti omfalitis yang dapat berkembang secara progresif dan merupakan suatu infeksi yang mengancam jiwa pada neonates3. factor lain yang dapat menghambat pelepasan korda umbilikalis termasuk infeksi. Umbilikal grauloma tidak dipersarafi sehingga tidak terasa12.Di samping berbagai alat ataupun perawatan yang digunakan dalam perawatan korda.3 Granuloma Umbilikus a.

Jarang sekali Adapun granulomaumbilikalis membutuhkan tindakan operasi. penanganansecara operatif dilakukan dengan melakukan excise dan selanjutnya 13 . biasanya diulangi persisten dua hingga tiga kali. lembab. Tatalaksana Penanganan yang paling umum dilakukan adalah kauterisasi dengan menggunakan Silver Nitrate 75% (AgNO3) hingga areagranuloma mengalami epitelialisasi. bertangkai. Secara klasik berupa massa bundar. b.kongenital sejati. kolonisasi bakteri dan infeksi memegang peranan dalam pathogenesis12. tetapi penyebab pasti tidak diketahui12. Etiologi Penyebab granuloma umbilikal berhubungan dengan bagaimana penyembuhan jaringan selama proses pengeringan dari korda umbilikalis. sebuah massa kecil dari jaringan granulasi dapat terbentuk pada dasar umbilikus12. Setelah pemisahan tali pusat. Gambar 5: Granuloma Umbilikalis d. tetapi menandakan suatu inflamasi dan pembentukan jaringan granulasi yang sedang berlangsung dari umbilikus yang belum mengalami epitelialisasi. Manifestasi klinis Granuloma ini terdiri dari jaringan granulasi sejati dengan fibroblas dan kapiler. dan biasanya berdiameter 3-10mm. c. erythematous.

Hernia yang tetap ada sampai umur 5 tahun umumnya memerlukan tindakan bedah. Pada kebanyakan kasus. Penampang defek kurang 1 cm. hernia hilang spontan dan jarang sekali residif. meskipun jarang ditemukan terjadinya komplikasi pada hernia umbilikalis14. Omentum dan usus dapat mesuk ke dalam kantong hernia. Definisi Hernia umbilikalis merupakan defek dinding abdomen persis di pusat umbilikus. bila tekanan intraabdomen meninggi. peritoneum dan kulit akan menonjol dan berdekatan.13. 95% dapat sembuh spontan. Pada bayi prematur defek ini lebih sering ditemukan.Waktu lahir banyak bayi dengan hernia umbilikalis karena defek yang tidak menutup sempurna dan linea alba tetap terpisah. b. cincin hernia mengecil setelah umur beberapa tahun. Penutupan defek terjadi perlahan-lahan kira-kira 18% setiap bulan. Kulit kantong hernia tidak pernah ruptur dan sangat jarang terjadi inkarserasi. 2.mengaplikasikan Silver Nitrate atau materi hemostatik yang dapat diserap (absorbable) lainnya. Defek kurang 1 cm waktu lahir dapat menutup spontan pada umur 1–2 tahun.5 cm jarang menutup spontan. berupa herniasi utuh yang hanya tertutup peritoneum dan kulit yang terdapat waktu lahir. Waktu lahir pada fasia terdapat celah yang hanya dilalui tali pusat. Etiologi Hernia umbilikalis pada bayi dan anak terjadi karena defek fasia di daerah umbilikus dan manifestasinya terjadi setelah lahir. Setelah pengikatan. Bila defek 14 . bila defek lebih 1. Defek ini cukup besar untuk dilalui peritoneum. puntung tali pusat sembuh dengan granulasi dan epitelisasi terjadi dari pinggir kulit sekitarnya.4 Hernia Umbilikalis a. Umumnya hernia umbilikalis dapat menutup spontan tanpa pembedahan setelah bayi berumur 2-3 tahun. alternatif diagnosis perlu dipertimbangkan12.2. khususnya bila bayi menangis1. Apabila pada suspek granuloma umbilikalis tidak memberikan respon terhadap kauterisasi.

Hernia umumnya tidak menimbulkan nyeri dan sangat jarang terjadi inkaserasi. c.14. penutupan lebih lama dan beberapa hernia tidak hilang spontan. insiden hernia umbilikalis 8 kali lebih sering pada bayi kulit hitam dibanding bayi kulit putih14. Epidemiologi Hernia ini terdapat pada kira-kira 20% bayi dan angka ini berbeda lebih tinggi lagi pada bayi prematur. Tidak ada perbedaan angka kejadian pada bayi laki-laki dan perempuan. d. Hernia yang besar sekali menimbulkan gangguan pada anak dan ibu sehingga perlu operasi lebih cepat15. Diagnosis banding bila ada defek supraumbilikus dekat dengan defek umbilikus dengan penonjolan lernak preperitonial yang dirasakan tidak enak13. Gambar 6: Hernia Umbilikalis 15 . Diagnosis tidak sukar yaitu dengan adanya defek pada umbilikus.lebih besar. Gejala Klinis Hernia umbilikalis merupakan penonjolan yang mengandung isi rongga perut yang masuk melalui cincin umbilikus akibat peninggian tekanan intraabdomen. biasanya ketika bayi menangis. Di amerika.

hal ini dapat mempercepat penyembuhan namun masih kontroversi Indikasi dilakukan tindakan bedah:13 1. Bila diameter cincin hernia 2 cm atau lebih. Normalnya menghilang secara komplit pada minggu ke sembilan dari kehidupan janin. Tatalaksana Strepping dengan plester di atas hernia dengan ataupun tanpa uang logam yang dipertahankan selama 10-20 hari dan di ulang sampai sampai 6 bulan sampai 1 tahun. Reposisi spontan seperti hernia inguinal tidak dianjurkan. penutupan spontan hampir pasti tidak akan terjadi. pembedahan dapat dilakukan pada setiap saat dalam tahun ke 2 atau ke 3 f. hanya ada satu kasus dengan nekrosis omentum15.5 Sisa Duktus Omfalomesenterikus atau Duktus Vitelinus Selama masa awal perkembangan janin. tetapi tidak ada salahnya bila ditunggu hingga umur 3 tahun 3.16 16 . duktus vitelinus ataupun duktus omfalomesenterikus berfungsi sebagai saluran dari kantung telur ke usus tengah.2. Bila diameter cincin hernia > 1 cm pada umur 1 tahun. Kalau terjadi. hernia mungkin sekali akan menutup spontan. 2.e. Pada beberapa kasus yang mengalami inkarserasi. dalam kantong terdapat usus tidak mengalami nekrosis. Bila diameter cincin hernia < 1 cm pada umur 1 tahun. Sebagian atau keseluruhan duktus yang gagal menghilang menjadi beberapa struktur berikut ini:1. kerusakan usus lebih cepat dibanding pada hernia inguinal karena cincin umbilikus kurang elastis dibanding hernia inguinal. kemungkinan menutup spontan kurang. Sebaiknya ditunggu sampai pasien berumur 3 tahun. 2. Komplikasi Hernia umbilikalis jarang mengalami inkarserasi.

Kista omfalomesenterikus yang bersala dari tali fibrosa f. Divertikulum Meckel. yang mana dapat berfungsi sebagai fixed point yang dapat menyebabkan vlovulus usus. dan sering bermanifestasi sebagai perdarahan gastrointestinal bawah yang disebabkan kelainan mukosa gaster.a. Pita congenital yang persistent. Tali fibrosa melekatkan ileum pada dinding abdomen d. Kista duktus omfalomesenterikus. Divertikulum Meckel yang melekat pada permukaan belakang dari dinding abdomen depan oleh tali fibrosa c. biasanya bermanifestasi sebagai mukosa pink yang menonjol dari umbilikus dan biasanya minimal tetapi berisi cairan usus yang menetap ataupun feses e. Divertikulum Meckel merupakan kelainan sisa vitelinus yang tersering. tetapi agak jarang. Kista omfalomesenterikus dan sinus tanpa perlekatan usus Gambar 7: Sisa Duktus Omfalomesenterikus17 17 . Keterangan a. Sinus umbilikus yang berakhir pada tali fibrosa yang melekat ke ileum g. Polip umbilikal b. Sisa duktus omfalomesenterikus komplit dengan saluran yang menghubungkan umbilikus ke ileum. Fistula intestinal-umbilikus e. dimana proksimal dan distal hilang tetapi sisanya masih di atara dua struktur it. d. dimana hanya divertikulum yang melekat di ileum yang gagal menghilang. Divertikulum Meckel b. tetapi jarang yang bermanifestasi seperti diverticulitis atau bisa saja berfungsi sebagai tempat awal intususepsi c. hal ini akan menyebabkan suatu infeski atau obstruksi.

meskipun penutupan pada sisi kandung kemih membentuk suatu sinus umbilikalis. Patent urachus mengeluarkan urin dan menjadi factor predisposisi terhadap sistitis ataupun infeksi traktus urinarius yang berulang.Semua sisa duktus omfalomesenterkus harus diseresksi secara bedah. urachus merupakan duktus embrional yang menghubungkan antara puncak kandung kemih dan cincin umbilikus. Divertikulum Meckel secara histology dapat berisi mukosa gaster ataupun jaringan pancreas. Kista urachus biasanya terjadi ketika terinfeksi. dan akan memperlihatkan kista hipoekogenik pada ruang pre-peritoneal. usus ditutup secara melintang dan arteri vitelinus diligasi. sebuah VCUG harus dipastikan untuk mengeksklusi adanya katup uretra posterior. nyeri perut dan eritema. Pasien dengan pemisahan korda umbilikalis yang terlambat bisa saja mempunyai kelainan urachus. Sonogram dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya patent urachus ataupun sinus urachus. Ligamentum umbilikal medialis terbentuk di ruang pre-peritoneal antara fasia transversalis dan peritoneum. Divertikulum Meckel harus dibuang dari dasar. 2. membentuk ligamentum umbilikal medialis. Baik patent urachus maupun sinus urachus bisa saja didapati dengan adanya cairan dari umbilikus. yang memperlihatkan pembengkakan di bawah umbilikus.6 Kelainan Urachus Pada fetus. 18 . dan secara normal menghilang saat lahir. Adanya garis rangkap longitudinal dari puncak kandung kemih ke umbilikus mengindikasikan adanya sisa urachus.2. Tidak adanya penutupan seluruh traktus akan menyebabkan urachus. Untuk patent urachus. USG biasanya berguna dalam diagnosis kista urachus. Divertikulum Mekel yang luas mungkin memerlukan reseksi formal dengan anastomosis primer. Gejala bisa saja menyerupai apendisitis.

Penanganan kista dermoid umbilikus adalah eksisi kista1. kemerahan di dasar umbilikus yang terdiri atas sisa embriologi duktus omfalomesenterikus atau urachus. polip umbilikal tidak merespon terhadap silver nitrat dan harus di eksisi bedah dan dievaluasi secara histology untuk konfirmasi diagnosis.Gambar 7: Berbagai bentuk kelainan urachus Tatalaksana mencakup reseksi lengkap dari traktus yang gagal menghilang secara komplit. Pada pemeriksaan.7 Kista dermoid umbilikus Kista dermoid umbilikus merupakan suatu massa di umbilikus yang jarang didapati dan disebabkan oleh masuknya epitel kulit di bawah atau di dalam kulit umbilikus normal.8 Polip umbilikal Polip umbilikal merupakan massa bulat. 2.2. dan warnanya lebih gelap.2. Biasanya lebih merah terang dan sedikit lebih besar dari granuloma umbilikalis. 2. umbilikus terlihat lebih lebar. Diagnosis dibuat pada saat pembedahan dan ditemukan adanya karakteristik material sebasea seperti sikatgigi pada massa umbilikus.tindak lanjut untuk duktus omfalomesenterikus yang mendasari atau 19 . Tidak seperti granuloma. Penting untuk membuang cuff of baldder ketika eksisi urachus untuk mencegah resiko berkembangnya adenokarsinoma urachus di kemudian hari. Jika suatu polip umbilikal didiagnosis. Tidak ada peradangan kecuali jika kista terinfeksi.

Berdasarkan laporan sekitar 30-60% kemungkinan didapatkan adanya anomaly duktus omfalomesenterikus yang mendasari pada polip umbilikal yang diidentifikasi1. Gambar 8: Polip umbilikus 2. 20 .9 Absent umbilikus Malposisi ataupun tidak adanya umbilikus merupakan suatu temuan yang sering dijumpai pada pasien dengan ekstrofi kandung kemih.2. Ketika umbilikus tidak ada. terbentuk suatu omfaloplasty.sisa urachus harus dilakukan. Penelitian sudah sering dilakukan untuk membantu penempatan umbilikus sesuai lokasinya dan didasarkan juga atas dasar kosmetik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful