Pasien jiwa harus minum obat teratur, karena : a.

Penderita umumnya tidak merasa memiliki masalah atau sakit b. Untuk memacu atau menghambat fungsi mental yang terganggu c. Memperbaiki kondisi penderita d. Obat yang dikonsumsi efektif untuk mengatur keseimbangan neurotransmitter dalam otak

Obat untuk pasien dengan gangguan jiwa : A. Anti Psikotik 1. Mekanisme kerja : menahan kerja reseptor dopamin dalam otak (di ganglia dan substansia nigra) pada sistem limbik dan sistem ekstrapiramidal. 2. Efek farmakologi : sebagai penenang, menurunkan aktivitas motorik, mengurangi insomnia, sangat efektif untuk mengatasi: delusi, halusinasi, ilusi dan gangguan proses berpikir. 3. Indikasi pemberian: Pada semua jenis psikosa, Kadang untuk gangguan maniak dan paranoid 4. Efek samping pada sistem saraf (extrapyramidal side efect/EPSE) a) Parkinsonisme Efek samping ini muncul setelah 1 - 3 minggu pemberian obat. Terdapat trias gejala parkonsonisme yaitu Tremor: paling jelas pada saat istirahat, Bradikinesia: muka seperti topeng, berkurang gerakan reiprokal pada saat berjalan ; Rigiditas: gangguan tonus otot (kaku) b) Reaksi distonia: kontraksi otot singkat atau bisa juga lama Tanda-tanda: muka menyeringai, gerakan tubuh dan anggota tubuh tidak terkontrol c) Akathisia Ditandai oleh perasaan subyektif dan obyektif dari kegelisahan, seperti adanya perasaan cemas, tidak mampu santai, gugup, langkah bolak-balik dan gerakan mengguncang pada saat duduk. Ketiga efek samping di atas bersifat akur dan bersifat reversible (bisa ilang/kembali normal). d) Tardive dyskinesia

dopamin) pada sinaps neuron di SSP. terjadi setelah pengobatan jangka panjang bersifat irreversible (susah hilang/menetap). 2.Merupakan efek samping yang timbulnya lambat. serotonin. dan gerakan tersebut hilang pada waktu tidur. . 3. Chlorpromazine (thorazin) disingkat (CPZ) b. Serenase B. Yang termasuk efek samping anti kolinergik adalah:      Mulut kering Konstipasi Pandangan kabur: akibat midriasis pupil dan sikloplegia (pariese otot-otot siliaris) menyebabkan presbiopia Hipotensi orthostatik. Efek samping pada sistem saraf perifer atau anti cholinergic side efect Terjadi karena penghambatan pada reseptor asetilkolin. akibat penghambatan reseptor adrenergik Kongesti/sumbatan nasal Jenis obat anti psikotik yang sering digunakan: a.mulut/rahang. berupa gerakan involunter yang berulang pada lidah. C. Anti Depresan 1. Efek samping: sakit kepala. mual. Hipotesis: syndroma depresi disebabkan oleh defisiensi salah satu/beberapa aminergic neurotransmitter (seperti: noradrenalin. wajah. anggota gerak seperti jari dan ibu jari. Halloperidol disingkat Haldol c. Mekanisme kerja: meningkatkan reseptor dopamin. tryhexifenidil (THF). khususnya pada sistem limbik. 5. untuk mengatasi gejala parkinsonisme akibat penggunaan obat antipsikotik. Anti Parkinson 1. Jenis obat yang sering digunakan: levodova. muntah dan hipotensi.

konstipasi. 4. Efek samping: Efek neurologik ringan: fatigue. Pada mania dengan kondisi berat pemberian obat anti mania dikombinasi dengan obat antipsikotik. Indikasi: syndroma depresi Jenis obat yang sering digunakan: trisiklik (generik). hipotensi orthostatik. MAO inhibitor. Menghambat penghancuran oleh enzim MAO (Mono Amine Oxidase) sehingga terjadi peningkatan jumlah aminergik neurotransmitter pada neuron di SSP. diare. Mengoreksi/mengontrol pola tidur. lethargi. kurang koordinasi. Mekanisme kerja: menghambat pelepasan serotonin dan mengurangi sensitivitas reseptor dopamin.2. 2. edema). D. 3. Efek farmakologi: a. Efek farmakologi: Mengurangi gejala depresi dan Penenang 4. Meningkatkan sensitivitas terhadap aminergik neurotransmiter b. Efek samping: yaitu efek samping kolonergik (efek samping terhadap sistem saraf perifer) yang meliputi mulut kering. Menghambat re-uptake aminergik neurotransmitter c. pada ginjal (meningkatkan jumlah lithium. Tidak menimbulkan efek sedatif c. Indikasi: Mania dan hipomania. 5. . iritabel dan adanya flight of idea 3. Mekanisme kerja obat: a. tremor di tangan terjadi pada awal terapi dapat juga terjadi nausea. penglihatan kabur. amitriptyline (nama dagang). pada SSP (tremor. Mengurangi agresivitas b. nistagmus dan disorientasi. Efek toksik: pada ginjal (poliuria. Obat Anti Mania/Lithium Carbonate 1. sehingga menambah keadaan oedema. lebih efektif pada kondisi ringan.