1

M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com


2
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com


ﹺﻢﺴﹺﺑ ِﷲ ﹺﻦﻤﺣﺮﻟﺍ ﹺﻢﻴﺣﺮﻟﺍ
ﺪﻤﳊﺍ ﷲ ﺏﺭ ﲔﳌﺎﻌﻟﺍ ﻢﻬﻠﻟﺍ ﻞﺻ ﻰﻠﻋ ﺎﻧﺪﻴﺳ ﺪﻤﳏ ﻰﻠﻋﻭ ﻝﺍ ﻪﺒﺤﺻﻭ ﻢﻠﺳﻭ . ﺎﻣﺍ ﺪﻌﺑ .
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga
penulis dapat menyelesaikan risalah kecil ini yang berisi ringkasan dari ilmu nahwu dan shorof
yang penulis ambilkan dari beberapa kitab seperti mutammimah al jurumiyah, al imrithi, Alfiyah
ibnu Malik, al amtshilah at tasrifiyah, qowa’idul I’lal, amsilati dan qowa’idus Shorfiyah.
Semoga tulisan ini bermanfaat di dunia dan di akhirat amiin. Kritik dan saran dari para
pembaca kami harapkan demi sempurnanya karya ini.

3
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com




Kalimah dalam Bahasa Arab di bagi menjadi 3 :
1. Isim (ﻢﺳﺍ)
2. Fi’il ( ﻞﻌﻓ)
3. Huruf (ﻑﻭﺮﺣ)
Kalimah dalam bahasa Arab sama dengan kata dalam bahasa Indonesia.

A. Pengertian kalimat isim
Isim adalah setiap kata yang menunjukan pada .
1. Nama-nama manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan benda mati, tempat dan waktu
1 Manusia
ﻣ `ﺪﻤﺤ
Muhammad
`ﻲﻠﻋ
Ali
ﹸﻥﺎﻤﹾﺜﻋ
Usman
2 Hewan
ﹲﻞﻴﻓ
Gajah
`ﻢﻨﹶﻏ
Kambing
`ﺡﺎﺴﻤﺗ
Buaya
3 Tumbuh-tumbuhan
ﹲﺓﺩﺭﻭ
Mawar
ﹾﻥﺎﺠﻧﺫﺎﺑ
Terung
`ﺐﻨﻋ
Anggur
Ka lim a h
I sim
4
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com



2. Kata-kata sifat
Besar `ﺮﻴﹺﺒﹶﻛ pandai `ﺮﻫﺎﻣ
Kecil `ﺮﻴﻐﺻ bodoh ﹲﻞﻫﺎﺟ
3. Kata-kata yang tidak berwaktu
Perjalanan `ﺮﹶ ﻔﺳ bacaan ﹸﺓَﺀﺍﺮﻗ Tulisan ﹲﺔﺑﺎﺘﻛ
B. Tanda-tanda kalimat isim
Tanda-tanda kalimat isim antara lain:
No Tanda Contoh Arti
1 Tanwin
ﹲﻞﺟﺭ
Orang laki-laki
`ﺏﺎﺘﻛ
Kitab
4 Benda mati
`ﻲﺳﺮﹸﻛ
Kursi
ﹲﺔﺳﺭﺪﻣ
Sekolah
ﹾﻜﻣ `ﺐﺘ
Meja
5 Tempat
ﹺ ﺞﻧﺭﺎﻤﺳ
Semarang
ﹾﺓﺮﻫﺎﹶﻘﹾﻟﹶﺍ
Mesir
ﺎﺗﺮﹶﻛﺎﺟ
Jakarta
6 Waktu
`ﺭﺎﻬﻧ
Siang
ﹲﻞﻴﹶﻟ
Malam
`ﺡﺎﺒﺻ
Pagi
5
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

ﹲﺓﺮﺠﺷ
Pohon
2 Al
ﻟﹶﺍ ﺮ ﹸﻞﺟ
Orang laki-laki itu
ﹾﻟﹶﺍ ﺏﺎﺘﻜ
Kitab itu
ﻟﹶﺍ ﹸﺓﺮﺠﺸ
Pohon itu
3 Nida’ (panggilan)
ﹶﺎﻳ ﺪﻳﺯ
Hai Zaid !

ﺎﻳ ﻲﻠﻋ
Hai Ali !
ﺎﻳ ﹸﻞﺟﺭ
Hai orang laki-laki !
4 Di jarkan
ﻰﻓ ﺖﻴﺒﹾﻟﺍ
Di rumah
ﻰﹶﻠﻋ `ﻲﺳﺮﹸﻜﹾﻟﺍ
Di atas kursi
ﻰﹶﻟﺍ ﹺﻕﻮﺴﻟﺍ
Ke pasar
5 Disandarkan pada kalimah lain
ﺏﺎﺘﻜﹾﻟﹶﺍ `ﺪﻴﻔﻣ
Kitab itu berguna
ﺖﻴﺒﹾﻟﹶﺍ `ﺮﻴﹺﺒﹶﻛ
Rumah itu besar
ﺪﹶﻟﻮﹾﻟﹶﺍ ¯ﻲﻛﺯ
Anak itu pintar

Apabila ada suatu kata dapat menerima semua tanda-tanda di atas, atau salah satu dari
pada tanda-tanda tersebut maka kalimat itu adalah isim.


Pengertian kalimat fi’il
Fi’il adalah setiap kata yang menunjukkan terjadinya sesuatu kegiatan/ pekerjaan dalam
waktu tertentu.
Contoh: sudah menulis ﹶﻛ ﺘ ﺐ pergilah ! ﺍ ﹾﺫ ﻫ ﺐ
Fi’ il
6
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Lihatlah ! ﹸﺍ ﻧ ﹸﻈ ﺮ sedang membuka ﻳ ﹾﻔ ﺘ ﺢ
Tanda-tanda kalimat fi’il
No Tanda Contoh Arti
1 Dapat dihubungkan dengan ta’ fa’il (yang
menunjukkan pelaku)
ﺮﹶﻈﻧ ﺕ
Saya telah melihat
ﺮﹶﻈﺣ ﺕ
Engkau telah hadir
2 Dapat dihubungkan dengan ta’ ta’nis (yang
menunjukkan pada pihak ke tiga perempuan )
ﺒﺘﹶﻛ ﺖ
Dia (pr) telah menulis
ﺗ ﹸﺃﺮﹾﻘ
Dia (pr) sedang membaca
3 Dapat dihubungkan dengan ya’ mukhotobah
(yang menunjukkan kepada orang ke dua
perempuan)
ﹺﺒﺘﹾﻜﺗ ﻴ ﻦ
Engkau (pr) sedang menulis
ﹺﺒﻫﹾﺫﺍ ﻲ
Pergilah engkau (pr)
4 Dapat dihubungan dengan nun taukid
(penegas )
ﺮﹸﻜﺷﹸﺍ ﱠﻥ
Bersyuurlah dengan sungguh-
sungguh
ﹶﺃﺮﹾﻘﻴﻟ ﱠﻥ
Hendalah ia membaca



Huruf adalah setiap kata yang tidak mempunyai arti atau tidak dapat dipahami maksudnya
kecuali bila digabungkan dengan kata lain. Contoh:
Di ﻰﻓ dari ﻦﻣ
Ke ﹶﱃﺍ dan ﻭ
H uruf
7
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com


Jenis-jenis kalimah isim
Isim dibedakan menjadi bermacam-macam menurut pengelompokannya, yaitu:
1) Isim mudzakar dan isim muanats
a) Isim mudzakar yaitu isim yang menunjukkan arti laki-laki atau dianggap laki-laki.
Contoh: Muhammad `ﺪﻤﺤﻣ Bulan ﺮﻤﹶﻘﹾﻟﹶﺍ
Orang laki-laki ﹲﻞﺟﺭ Masjid `ﺪﹺﺠﺴﻣ
Ada bebrapa isim mudzakar yang mempunyai tanda isim muanats, tetapi tetap dihukumi
mudzakar
Contoh: Tholhah ﹶﻃ ﹾﻠ ﺤ ﹸﺔ Hamzah ﺣ ﻤ ﺰ ﹸﺓ
Hudzaifah ﺣ ﹶﺬ ﻳ ﹶﻔ ﹸﺔ Musailamah ﻣ ﺴ ﻴ ﹶﻠ ﻤ ﹸﺔ
b) Isim muanats yaitu isim yang menunjukan arti perempuan atau yang dianggap
perempuan. Isim muanats dibagi menjadi tiga macam
 Mu’anats lafdzi hakiki, yaitu isim yang berakhiran ta’ ta’nits dan menunjukan arti
perempuan atau yang dianggap perempuan.
Contoh: Aisyah ﹸﺔﺸﺋﺎﻋ murid (Pr) ﹲﺓﺍﹶﺬﻴﻤﹾﻠﺗ
Kebun ﹲﺔﹶﻘﻳﺪﺣ papan tulis ﹲﺓﺭﻮﺒﺳ
 Mu’anats ma’nawi yaitu isim yang tidak berakhiran ta’ ta’nits, akan tetapi menunjukkan
arti perempuan.
Contoh: Maryam ﻢﻳﺮﻣ Zaenab ﺐﻨﻳﺯ
Je nis- je nis ka lim a h
8
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Hindun `ﺪﻨﻫ Ibu ¯ﻡﹸﺍ
 Muanats majazi yaitu isim yang menurut kaidahnya dihukumi muanats
Contoh: matahari ﺲﻤﺸﻟﹶﺍ rumah/ kampung `ﺭﺍﺩ
Angin `ﺢﻳﹺﺭ bumi `ﺽﺭﹶﺍ
Jama’ taksir ghoiru aqil juga dipandang sebagai muanats
Contoh: pena-pena `ﻡﹶﻼﹾﻗﹶﺍ buku-buku `ﺐﺘﹸﻛ
Lampu-lampu ﹺﺑﺎﺼ ﻣ ﻴ ﺢ pintu-pintu ﹶﺍ ﺏﺍﻮﺑ
2) Isim mufrod, isim tasniyah dan isim jama’
a) Isim mufrod adalah isim yang menunjukkan arti tunggal (satu) contoh: ﺪﻤﺣﹶﺍ , ﺖﻴﺒﹾﻟﹶﺍ ,
ﺪﹺﺠﺴﻤﹾﻟﹶﺍ , `ﻢﹶﻠﹶﻗ
b) Isim tasniyah atau mutsana adalah isim yang menunjukkan arti dua. Cara membuatnya
dengan menambah alif dan nun ketika rafa’ dan ya’ dan nun ketika nasob dan jar pada
akhir isim mufrodnya. Contoh:
ﺐﺼﻧ / ﺮﺟ ﻊﻓﺭ ﺪﻳﺯ ﻢﺳﺍ ﺩﺮﻔﻣ
ﹺﻦﻴﺘﺳﺭﺪﻣ ﻥﺎﺘﺳﺭﺪﻣ َ .... ﻥﺍ َ/ ..... ﹺﻦﻳ ﹲﺔﺳﺭﺪﻣ
ﹺﻦﻴﺗﺪﹺﺠﺴﻣ ﻥﺍﺪﹺﺠﺴﻣ َ .... ﻥﺍ َ / ..... ﹺﻦﻳ `ﺪﹺﺠﺴﻣ
ﹺﻦﻴ ﺑﺎﺘﻛ ﻥﺎﺑﺎﺘﻛ َ .... ﻥﺍ َ / .... ﹺﻦﻳ `ﺏﺎﺘﻛ
c) Isim jama’ adalah isim yang menunjukan arti lebih dari dua. Isim jama’ ada tiga macam
yaitu isim jama’ mudzakar salim, isim jama’ muanats salim dan isim jama’ taksir
 Isim jama’ mudzakar salim adalah isim yang menunjukan arti banyak untuk
mudzakar. Caranya dengan menambah wawu dan nun ketika rafa’ , ya’ dan nun
ketika nasob dan jar contoh:
9
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

ﺐﺼﻧ / ﺮﺟ ﻊﻓﺭ ﺪﻳﺯ ﻢﺳﺍ ﺩﺮﻔﻣ
ﲔﻤﻠﺴﻣ ﻥﻮﻤﻠﺴﻣ ُ .... ﻥﻭ ِ / .... ﻦﻳ ﻢﻠﺴﻣ
ﲔﳊﺎﺻ ﻥﻮﳊﺎﺻ ُ .... ﻥﻭ ِ / .... ﻦﻳ ﱀﺎﺻ
 Isim jama’ muanats salim adalah isim yang menunjukan arti banyak untuk muanats.
Caranya dengan menambah alif dan ta’ di akhirnya, kalau diakhiri dengan ta’ tanits,
ta tanitsnya dibuang. Contoh
ﻢﺳﺍ ﻊﲨ ﺚﻧﺆﻣ ﱂﺎﺳ ﺩﺮﻔﻣ ﻢﺳﺍ ﻊﲨ ﺚﻧﺆﻣ ﱂﺎﺳ ﻢﺳﺍ ﺩﺮﻔﻣ
`ﺕﺎﻤﻠﺴﻣ ﹲﺔﻤﻠﺴﻣ `ﺕﺎﻤﻳﺮﻣ ﻢﻳﺮﻣ
`ﺕﺎﻨﻣﺆﻣ ﹲﺔﻨﻣﺆﻣ `ﺕﺍﺪﻨﻫ `ﺪﻨﻫ
 Isim jama’ taksir yaitu isim yang menunjukkan arti banyak untuk semua kalimah
isim, baik benda mati atau hidup, mudzakar atau muanats. Contoh
ﻢﺳﺍ ﻊﲨ ﲑﺜﻜﺗ ﻢﺳﺍ ﺩﺮﻔﻣ ﻢﺳﺍ ﻊﲨ ﲑﺜﻜﺗ ﻢﺳﺍ ﺩﺮﻔﻣ
`ﺕﻮﻴﺑ `ﺖﻴﺑ `ﺐﺘﹸﻛ `ﺏﺎﺘﻛ
`ﺏﱠﻼﹸﻃ `ﺐﻟﺎﹶﻃ `ﺭﻮﺻ ﹲﺓﺭﻮﺻ
Adapun bentuk jama’ taksir ini sima’I, artinya mengikuti apa yang diucapkan orang Arab.
3) Isim dhomir
Isim dhomir adalah isim yang menunjukkan kata ganti orang pertama (mutakallim), orang kedua
(mukhatob), atau orang ketiga (ghaib).
Kata ganti untuk ﻊﻗﺍﻭ ﻢﺳﺍ ﲑﻤﺿ
Dia laki-laki 1
ﺩﺮﹾﻔﻣ ﺐﺋﺎﹶﻏﺮﹶﻛﹶﺬﻣ ﻮﻫ
Dia laki-laki 2
ﺗ ﹾﺔﻴﹺﻨﹾﺜ ﺮﹶﻛﹶﺬﻣ ﺐﺋﺎﹶﻏ ﺎﻤﻫ
Dia laki-laki banyak
ﻊﻤﺟ ﺮﹶﻛﹶﺬﻣ ﺐﺋﺎﹶﻏ ﻢﻫ
Dia perempuan 1
ﺩﺮﹾﻔﻣ ﹾﺔﺒﺋﺎﹶﻏﺮﹶﻛﹶﺬﻣ ﻲﻫ
10
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Dia perempuan 2
ﹾﺔﻴﹺﻨﹾﺜﺗ ﺮﹶﻛﹶﺬﻣ ﹾﺔﺒﺋﺎﹶﻏ ﺎﻤﻫ
Dia perempuan banyak
ﻊﻤﺟ ﺮﹶﻛﹶﺬﻣ ﹾﺔﺒﺋﺎﹶﻏ ﻦﻫ
Kamu laki-laki 1
ﺩﺮﹾﻔﻣ ﺐﹶﻃﺎﺨﻣﺮﹶﻛﹶﺬﻣ ﺖﻧﹶﺍ
Kamu laki-laki 2
ﹾﺔﻴﹺﻨﹾﺜﺗ ﺮﹶﻛﹶﺬﻣ ﺐﹶﻃﺎﺨﻣ ﺎﻤﺘﻧﹶﺍ
Kamu laki-laki banyak
ﻊﻤﺟ ﺮﹶﻛﹶﺬﻣ ﺐﹶﻃﺎﺨﻣ ﻢﺘﻧﹶﺍ
Kamu perempuan 1
ﺩﺮﹾﻔﻣ ﺮﹶﻛﹶﺬﻣ ﹾﺔﺒﹶﻃﺎﺨﻣ ﺖﻧﹶﺍ
Kamu perempuan 2
ﹾﺔﻴﹺﻨﹾﺜﺗ ﺮﹶﻛﹶﺬﻣ ﻣ ﹾﺔﺒﹶﻃﺎﺨ ﺎﻤﺘﻧﹶﺍ
Kamu perempuan banyak
ﻊﻤﺟ ﺮﹶﻛﹶﺬﻣ ﹾﺔﺒﹶﻃﺎﺨﻣ ﻦﺘﻧﹶﺍ
Saya
ﻢﻠﹶﻜﺘﻣ ﹾﺓﺪﺣﺍﻭ ﺎﻧﹶﺍ
Kita
ﻢﻠﹶﻜﺘﻣ ﹾﺓﺪﺣﺍﻭ ﻊﻣ ﹺﺮﻴﻐﹾﻟﺍ ﻦﺤﻧ



1. Fi’il madhi
Fi’il madhi adalah fi’il yang menunjuan pekerjaan atau peritiwa yang sudah lampau. Fi’il madhi
mempunyai empat belas bentuk sesuai dengan dhomirnya. Contoh: ﺱﺭﺩ , ﻢﹶﻠﹶﻛ , ﺐﺘﹶﻛ , ﺲﹶﻠﺟ
2. Fi’il mudhari’
Fi’il mudhari’ adalah fi’il yang menunjukan pekerjaan atau peristiwa yang sedang atau akan
terjadi. Tanda-tanda fi’il mudhari’ yaitu diawali dengan huruf mudharo’ah ( ﻱ , ﻥ , ﺍ , ﺕ ). Fi’il
mudhori’ mempunyai empat belas bentuk sesuai dengan dhomirnya. Contoh: ﺐ ﻫﹾﺫﹶﺍ , ﺐﻫﹾﺬﻳ ,
ﺐﻫﹾﺬﺗ , ﺐﻫﹾﺬﻧ
Macam-macam kalimah fi’il

11
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

3. Fi’il amar
Fi’il amar adalah fi’il yang menunjuan arti perintah untuk melaksanakan pekerjaan. Fi’il amar
hanya mempunyai enam bentuk untuk mukhotob dan mukhotobah. Contoh: ﺢﺘﹾﻓﺍ , ﺲﻠﺟﺍ , ﺐﺘﹾﻛﹸﺍ
ﻞﻌﻓ ﺮﻣﺍ ﹾﻞﻌﻓ ﻉﹺﺭﺎ ﻀﻣ ﹾﻞﻌﻓ ﻰﺿﺎﻣ ﻢﺳﺍ ﺮﻴﻤﺿ
- ﹸﻞﻌﹾﻔﻳ ﹶﻞﻌﹶﻓ ﻮﻫ
- ﻥﹶﻼﻌﹾﻔﻳ ﹶﻼﻌﹶﻓ ﺎﻤﻫ
- ﹶﻥﻮﹸﻠﻌﹾﻔﻳ ﺍﻮﹸﻠﻌﹶﻓ ﻢﻫ
- ﹸﻞﻌﹾﻔﺗ ﺖﹶﻠﻌﹶﻓ ﻲﻫ
- ﻥﹶﻼﻌﹾﻔﺗ ﺎﺘﹶﻠﻌﹶﻓ ﺎﻤﻫ
- ﻦﹾﻠﻌﹾﻔﻳ ﻦﹾﻠﻌﹶﻓ ﻦﻫ
ﹾﻞﻐﹾﻓﹸﺍ ﹸﻞﻌﹾﻔﺗ ﺖﹾﻠﻌﹶﻓ ﺖﻧﹶﺍ
ﹶﻼﻌﹾﻓﹸﺍ ﻥﹶﻼﻌﹾﻔﺗ ﺎﻤﺘﹾﻠﻌﹶﻓ ﺎﻤﺘﻧﹶﺍ
ﺍﻮﹸﻠﻌﹾﻓﹸﺍ ﹶﻥﻮﹸﻠﻌﹾﻔﺗ ﻢﺘﹾﻠﻌﹶﻓ ﻢﺘﻧﹶﺍ
ﻰﻠﻌﹾﻓﹸﺍ ﻦﻴﻠﻌﹾﻔﺗ ﹾﻠﻌﹶﻓ ﺖ ﺖﻧﹶﺍ
ﹶﻼﻌﹾﻓﹸﺍ ﻥﹶﻼﻌﹾﻔﺗ ﺎﻤﺘﹾﻠﻌﹶﻓ ﺎﻤﺘﻧﹶﺍ
ﻦﹾﻠﻌﹾﻓﹸﺍ ﻦﹾﻠﻌﹾﻔﺗ ﻦﺘﹾﻠﻌﹶﻓ ﻦﺘﻧﹶﺍ
- ﹸﻞﻌﹾﻓﹶﺍ ﺖﹾﻠﻌﹶﻓ ﺎﻧﹶﺍ
- ﹸﻞﻌﹾﻔﻧ ﺎﻨﹾﻠﻌﹶﻓ ﻦﺤﻧ

12
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com


1. Huruf yang masuk pada kalimah fi’il
Huruf-huruf nasab, yaitu huruf yang menasabkan fi’il mudhori’ : ﹾﻥﹶﺍ , ﻦﹶﻟ , ﹾﻥﹶﺫﺍ , ﻰﹶﻛ ,
Huruf-huruf jazm, yaitu huruf yang menjazmkan fi’il mudhori’: ﹶﻟ ﻢ , ﹶﻟ ﻤ ﺎ , ﻢﹶﻟﹶﺍ . ﹾﻥﺍ , ﺎﻣ , ﻦﻣ
Huruf-huruf lainnya seperti: ﺪﹶﻗ , ﻦﻴﺳ , ﻑﻮﺳ

2. Huruf yang masuk pada kalimah isim
Huruf jar

Contoh Arti Huruf
ﺎﻧﹶﺍ ﻊﹺﺟﺭﹶﺍ ﻦﻣ ﺔﺳﺭﺪﻤﹾﻟﺍ ﻰﻓ ﺔﻋﺎﺴﻟﺍ ﺓﺪﺣﺍﻮﹾﻟﺍ
Dari
ﻦﻣ
ﺪﻤﺣﹶﺍ ﺐﻫﹾﺬﻳ ﻰﹶﻟﺍ ﺔﺳﺭﺪﻤﹾﻟﺍ ﻊﻣ ﻪﺋﺎﹶﻗﺪﺻﹶﻻﹾﺍ
Ke
ﻰﹶﻟﺍ
ﻦﻋ ﹺﺲﻧﹶﺍ ﹺﻦﺑﺍ ﻚﻟﺎﻣ ﻲﺿﺭ ُﷲﺍ ﻪﻨ ﻋ
Dari
ﻦﻋ
ﺏﺎﺘﻜﹾﻟﹶﺍ ﻰﹶﻠﻋ ﹺﺐﺘﹾﻜﻤﹾﻟﺍ
Di atas
ﻰﹶﻠﻋ
ﻟﹶﺍ ﹸﺬﻴﻣﹶﻼﺘ ﻰﻓ ﹺﻞﺼﹶﻔﹾﻟﺍ
Di dalam
ﻰﻓ
ﺏﺭ ¸ﺬﻴﻤﹾﻠ ﺗ ﹶﻥﹶﻼﺴﹶﻛ ﺢﺠﻨﻳ ﻰﻓ ﻥﺎﺤﺘﻣﻻﹾﺍ
Kadang-kadang
ﺏﺭ
ﺖﺒﺘﹶﻛ ﹺﻢﹶﻠﹶﻘﹾﻟﺍﺎﹺﺑ
Dengan
ْﺀﹶﺎﺑ
ﺮﻤﻋ ﺪﺳﹶﻻﹾﺍﺎﹶﻛ ﻰﻓ ﺔﻋﺎﺠﺴﻟﺍ
Seperti
ﻒﹶﻛ
`ﺖﻴﺑ ¸ﺪﻳﺰﻟ
Untuk
ﻡﹶﻻ
ِﷲﺍﻭ ﹶﻻ ﹶﺍ ﻦﹶﻠﻌﹾﻓ ﺍﹶﺬﹶﻛ
Demi
ﻢﺴﹶﻘﹾﻟﺍﻭﺍﻭ
Macam-macam kalimah
huruf
13
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

` ﻡﹶﻼﺳ ﻲﻫ ﱴﺣ ﹺﻊﹶﻠﹾﻄﻣ ﹺﺮﺠﹶﻔﹾﻟﺍ
Demi
ُﺀﹶﺎﺗ ﻢﺴﹶﻘﹾﻟﺍ
ﻪ ﺘﻳﹶﺍﺭﺎﻣ ﹾﺬﻣ ﹺﻡﻮﻳ ﺔﻌﻤﺠﹾﻟﺍ
Sejak
ﹾﺬﻣ
ﻪ ﺘﻳﹶﺍﺭﺎﻣ ﹸﺬﻨﻣ ﹺﻡﻮﻳ ﺔﻌﻤﺠﹾﻟﺍ
Sejak
ﹸﺬﻨﻣ

3. Huruf yang bisa masuk pada kalimah isim dan kalimah fi’il
Huruf athof yaitu huruf yang menjadi penyambung (kata sambung) antara dua isim atau dua
fi’il anatara lain ﻭ , ْﺀﺎﹶﻓ , ﻢﹸﺛ , ﻡْﹶﺍ , ﻭﹶﺍ , ﺎﻣﺍ , ﹾﻞﺑ


14
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com


Jumlah ismiyah adalah susunan kalimat yang diawali dengan kalimat isim yang terdiri dari
mubtada’ dan khobar.
Orang islam
sholat di masjid
ﹶﺍ ﹾﻟ ﻤ ﺴ ﻠ ﻤ ﻮ ﹶﻥ ﻳ ﺼ ﱡﻠ ﻮ ﹶﻥ ﻓ ﻰ
ﹾﻟﺍ ﻤ ﺴ ﹺﺠ ﺪ
Kebun itu bagus
ﹶﺍ ﹾﻟ ﺒ ﺴ ﺘ ﹸﻥﺎ ﺟ ﻤ ﻴ ﹲﻞ
Khotib khotbah di
atas mimbar
ﹶﺍ ﹾﻟ ﺨ ﻄ ﻴ ﺐ ﻳ ﺨ ﹸﻄ ﺐ ﻋ ﹶﻠ ﻰ
ﹾﻟﺍ ﻤ ﻨ ﺒ ﹺﺮ
Burung di atas pohon
ﺮﺋﺎﱠﻄﻟﹶﺍ ﻕﻮﹶﻓ ﻟﺍ ﺓﺮﺠﺸ
Apel itu manis
ﹶﺍ ﺘﻟ ﹶﻔ ﺣﺎ ﹸﺔ ﺣ ﹾﻠ ﻮ ﹲﺓ
Ali menaiki keledai
ﻋ ﻠ ﻲ ﻳ ﺮ ﹶﻛ ﺐ ﹾﻟﺍ ﺤ ﻤ ﺭﺎ


Jumlah fi’liyah adalah susunan kalimat yang diawali dengan kalimat fi’il yang terdiri dari fi’il dan
fa’il.
Saya makan jeruk
ﺖﹾﻠﹶﻛﹶﺍ ﹶﻞﹶﻘﺗﺮﺒﹾﻟﹶﺍ
Muhammad memetik
bunga
ﻒﹶﻄﹶﻗ `ﺪﻤﺤﻣ ﹰﺓﺮﻫﺯ
Orang miskin itu
merasakan
kedinginan
ﺮﻌﺷ ﺮﻴﻘﹶﻔﹾﻟﺍ ﺩﺮﺒﹾﻟﺎﹺﺑ
Hasan membaca kitab
ﹶﺃﺮﹶﻗ `ﻦﺴﺣ ﺏﺎﺘﻜﹾﻟﹶﺍ
Pak guru telah
datang
َﺀﺎﺟ ﹸﺫﺎﺘﺳﹸﻻﹾﺍ
Saya membeli bolpoin
ﺷﺍ ﺖﻳﺮﺘ ﺎﻤﹶﻠﹶﻗ


Maful bih adalah isim yang dii’robi nashob yang jatuh setelah fi’il dan fa’il
Murid menulis
pelajaran
ﺐﺘﹾﻜﻳ ﹸﺬﻴﻤﹾﻠ` ﺘﻟﺍ ﺱﺭﺪﻟﺍ
Umar menunggang
kuda
ﺮﻤﻋ ﺐﹶﻛﺮﻳ ﹶﻥﺎﺼﺤﹾﻟﺍ
Sapi jantan itu
membaja tanah
ﹸﺙﺮﺤﻳ ﺭﻮﱠﺜﻟﺍ ﺽﺭﹶﻻﹾﺍ
Anak itu makan nasi
ﹸﻞﹸﻛﹾﺄﻳ ﺪﹶﻟﻮﹾﻟﹶﺍ ﹶﻻﹶﺍ ﺭ ﺯ
Jumlah ismiyah
Jumlah Fi’liyah
Maful bih
15
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Laila mendapat
hadiah
ﺕﺯﺎﺣ ﻰﹶﻠﻴﹶﻟ ﹰﺓﺰﺋﺎﺟ
Ayah minum kopi
ﺏﺮﺸﻳ ﺪﻟﺍﻮﹾﻟﹶﺍ ﹶﺓﻮﻬﹶﻘﹾﻟﺍ

( ﻦﻋ , ﻦﻟ , ﻝ + ﻞﻌﻓ ﻉﺭﺎﻀﻣ )
Fi’il mudhori’ yang terletak setelah ﹶﺍ ﹾﻥ , ﹶﻟ ﻦ , ﹺﻝ I’robnya mansub. Contoh
Tidak akan (ﻦﹶﻟ) untuk (ﹺﻝ)
Saya senang jika kamu jujur ﻳ ﺴ ﺮ ﹺﻧ ﻰ ﹶﺍ ﹾﻥ ﺗ ﺼ ﺪ ﻕ
Pedagang itu tidak akan pergi ke pasar ﹶﺍ ﺘﻟ ﹺﺟﺎ ﺮ ﹶﻟ ﻦ ﻳ ﹾﺬ ﻫ ﺐ ﺍ ﹶﻟ ﻰ ﺴﻟﺍ ﻮ ﹺ ﻕ
Saya duduk untuk beristirahat ﺟ ﹶﻠ ﺴ ﺖ ِ ﹶﻻ ﺳ ﺘ ﹺﺮ ﻳ ﺢ
Masdar adalah kata kerja yang dibendakan (perbuatan yang tidak terikat dengan waktu
tertentu). Contoh

ﺭﺪﺼﻣ ﻞﻌﻓ ﻉﺭﺎﻀﻣ ﻓ ﻌ ﹾﻞ ﻣ ﺿﺎ ﻰ
ﻛ ﺘ ﺑﺎ ﹰﺔ ﻳ ﹾﻜ ﺘ ﺐ ﹶﻛ ﺘ ﺐ
ﻗ ﺮ َﺀﺍ ﹰﺓ ﻳ ﹾﻘ ﺮ ﹸﺃ ﹶﻗ ﺮ ﹶﺃ
ﺍ ﺳ ﺘ ﻤ ﻉﺎ ﻳ ﺴ ﺘ ﻤ ﻊ ﺍ ﺳ ﺘ ﻤ ﻊ
ﹺﺯ ﻳ ﺭﺎ ﹰﺓ ﻳ ﺰ ﻭ ﺭ ﺯ ﺭﺍ
ﺑ ﺤ ﹰﺜ ﺎ ﻳ ﺒ ﺤ ﹸﺚ ﺑ ﺤ ﹶﺚ
Masdar muawal
Masdar
16
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com




ﻡﺰﺟ ﲑﺟ ﺐﺼﻧ ﺭ ﻊﻓ ﺔﻤﻠﻜﻟﺍ ﺓﺮﳕ
...... ﺓﺮﺴﻛ ﺔﺤﺘﻓ ﺔﻤﺿ ﻢﺳﺍ ﺩﺮﻔﻣ
ﻑﺮﺼﻨﻣ
١
ﺕﺭﺮﻣ ﻳﺰﹺﺑ ¸ﺪ ﺖﻳﹶﺍﺭ ﺪﻳﺯ ﺍ َﺀﺎﺟ ﻳﺯ `ﺪ ﹲﻝﺎﹶﺜﻣ
...... ﺔﺤﺘﻓ ﺔﺤﺘﻓ ﺔﻤﺿ ﻢﺳﺍ ﺩﺮﻔﻣ ﲑﻏ
ﻑﺮﺼﻨﻣ

ﺕﺭﺮﻣ ﹺﺏ ﻤﺣﹶﺍ ﺪ ﺖﻳﹶﺍﺭ ﻤﺣﹶﺍ ﺪ َﺀﺎﺟ ﻤﺣﹶﺍ ﺪ ﹲﻝﺎﹶﺜﻣ
...... ﺓﺮﺴﻛ ﺔﺤﺘﻓ ﺔﻤﺿ ﻊﲨ ﲑﺜﻜﺗ
ﺼﻨﻣ ﻑﺮ
٢
ﺕﺭﺮﻣ ﺟﹺﺮِﹺﺑ ﹴﻞ ﺖﻳﹶﺍﺭ ﺎﺟﹺﺭ ﹰﻻ َﺀﺎﺟ ﺎﺟﹺﺭ ﹲﻝ ﹲﻝﺎﹶﺜﻣ
...... ﺔﺤﺘﻓ ﺔﺤﺘﻓ ﺔﻤﺿ ﻊﲨ ﲑﺜﻜﺗ ﲑﻏ
ﻑﺮﺼﻨﻣ
ﺕﺭﺮﻣ ﺿ ﻮ ﹺﺭﺍ ﺏ ﺖﻳﹶﺍﺭ ﺿ ﻮ ﹺﺭﺍ ﺏ َﺀﺎﺟ
ﺿ ﻮ ﹺﺭﺍ ﺏ
ﹲﻝﺎﹶﺜﻣ
...... ﺓﺮﺴﻛ ﺓﺮﺴﻛ ﺔﻤﺿ ﻊﲨ ﺚﻧﺆﻣ ﱂﺎﺳ
٣ ﺕﺭﺮﻣ ﺎﻤﻠﺴﻤﹾﻟﺎﹺﺑ ﺕ ﺖﻳﹶﺍﺭ ﹾﻟﺍ ﻤ ﺴ ﻠ ﻤ ﺎ ﺕ ﹶﺋﺎﺟ ﺖ
ﹾﻟﺍ ﻤ ﺴ ﻠ ﻤ ﺎ ﺕ
ﹲﻝﺎﹶﺜﻣ
ﻥﻮﻜﺳ ...... ﺔﺤﺘﻓ ﺔﻤﺿ ﻞﻌﻓ ﻉﺭﺎﻀﻣ ٤
ﺏﺮﻌﻣ ﺕﺎﻛﺮﳊﺎﺑ
17
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

ﺢﻴﺤﺻ ﺮﺧﺍ
ﹶﻟ ﻢ ﻳ ﻀ ﹺﺮ ﺏ ...... ﹶﻟ ﻦ ﻳ ﻀ ﹺﺮ ﺏ ﻳ ﻀ ﹺﺮ ﺏ ﹲﻝﺎﹶﺜﻣ
ﻑﺬﺣ ﻑﺮﺣ ﺔﻠﻋ ...... ﺔﺤﺘﻓ ﺔﻤﺿ ﻞﻌﻓ ﻉﺭﺎﻀﻣ
ﻞﺘﻌﻣ ﺮﺧﺍ
ﹶﻟ ﻢ ﻳ ﻐ ﺰ ...... ﹶﻟ ﻦ ﻳ ﻐ ﺰ ﻭ ﻳ ﻐ ﺰ ﻭ ﹲﻝﺎﹶﺜﻣ





ﻡﺰﺟ ﲑﺟ ﺐﺼﻧ ﻊﻓﺭ ﺔﻤﻠﻜﻟﺍ ﺓﺮﳕ
...... ﺀﺎﻳ ﺀﺎﻳ ﻒﻟﺍ ﻢﺳﺍ ﺔﻴﻨﺜﺗ
١
...... ﻣ ﺕﺭﺮ ﺪﻳﺰﻟﺎﹺﺑ ﻳ ﹺﻦ ﺖﻳﹶﺍﺭ ﺪﻳﺰﻟﺍ ﻳ ﹺﻦ ﻡﺎﹶﻗ ﺪﻳﺰﻟﺍ ﺍ ﻥ ﹲﻝﺎﹶﺜﻣ
...... ﺀﺎﻳ ﺀﺎﻳ ﻭﺍﻭ ﻊﲨ ﺮﻛﺬﻣ ﱂﺎﺳ
٢
...... ﺕﺭﺮﻣ ﺪﻳﺰﻟﺎﹺﺑ ﻳ ﻦ ﺖﻳﹶﺍﺭ ﺪﻳﺰﻟﺍ ﻳ ﻦ ﻡﺎﹶﻗ ﺪﻳﺰﻟﺍ ﻭ ﹶﻥ ﹲﻝﺎﹶﺜﻣ
...... ﺀﺎﻳ ﻒﻟﺍ ﻭﺍﻭ ﺀﺎﲰﺍ ﺔﺴﲬ / ﺔﺘﺳ
٣
...... ﺕﺭﺮﻣ ﹺﺑﹶﺎﹺﺑ ﻴ ﻚ ﺖﻳﹶﺍﺭ ﺑﹶﺍ ﺎ ﻙ ﻡﺎﹶﻗ ﺑﹶﺍ ﻮ ﻙ ﹲﻝﺎﹶﺜﻣ
ﻑﺬﺣ ﻥﻮﻧ ...... ﻑﺬﺣ ﻥﻮﻧ ﻥﻮﻧ ﻝﺎﻌﻓﺍ ﺔﺴﲬ
٤
ﻢﹶﻟ ﺍﻮﺑﹺﺮﻀﻳ ...... ﻦﹶﻟ ﺍﻮﺑﹺﺮﻀﻳ ﻮﺑﹺﺮﻀﻳ ﹶﻥ ﹲﻝﺎﹶﺜﻣ

ﺏﺮﻌﻣ ﻑﺮﳊﺎﺑ
18
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Bagan Pembagian Shighot
shighot
Fi’il Amar
Fi’il Nahi
Isim Maf’ul
Fi’il Madhi
Fi’il Mudhori’
IsimDzorof
Masdar
Isim Fa’il
Isim Alat
Masdar Mim
Masdar Ghoiru Mim
IsimDzorof Zaman
IsimDzorof Makan
19
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com


bagan pembagian bina’





















Bina’
Wawi dan Yai
Lafif
Shohih
Mahmuz
Mitsal
Naqis
Mudhoa’f
Ajwaf
Fa’
Ain
Lam
Maqrun
Mafruq
Mu’tal
20
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com


 Definisi shorof
Menurut bahasa: perubahan
Menurut istilah :ilmu yang membahas tentang perubahan keadaan kalimat, dari suatu bentuk
kepada bentuk yang lain dengan memandang makna yang dikehendaki.
 Definisi tasrif
Tasrif menurut istilah ulama’ shorof adalah perubahan atau perpindahan kalimat dari
bentuk satu atau asal satu (masdar/ fi’il madli) kebentuk lain yang berbeda-beda karena
menghendaki ma’na yang diinginkan/ di tuju.
Asal
satu
Ma’na asal Kalimat yang berbeda-
beda
Ma’na yang dituju
ﺏﺮﺿ
Telah
memukul
ﺏﹺﺮﻀﻳ
Sedang/ akan memukul
ﺏﹺﺮﺿﺍ
Pukullah
ﺏﹺﺮﻀﺗﹶﻻ
Jangan kau pukul
`ﺏﹺﺭﺎﺿ
Yang memukul
Adapun bentuk satu atau asal satu menurut ulama Basroh adalah masdar contoh

Sedangkan menurut ulama’ Kufah adalah fi’il madhi contoh
 Sighot dan bina’
21
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Sighot adalah bentuk kalimat yang ditinjau dari ma’na sedangkan bina’ adalah bentuk
kalimat yang ditinjau dari segi huruf dan tata letaknya.
ﻋﺎﹶﻓ ﹲﻞ ﻮﻬﹶﻓ ﹰﻼﻌﹾﻔﻣﻭ َﹰﻼﻌﹶﻓ ﹸﻞﻌﹾﻔﻳ ﹶﻞﻌﹶﻓ
ﺢﻴﺤﺻ
Isim fai’
Isim
dhomir
Masdar
mim
Masdar ghoiru
mim
Fi’il
mudhori’
Fi’il madli
Orang
yang
berbuat
Dia laki-
laki
Perbuatan Perbuatan
Sedang
berbuat
Sudah
berbuat
Bina’
ﹲﻞﻌﹾﻔﻣ ﹲﻞﻌﹾﻔﻣ ٢ ﹾﻞﻌﹾﻔﺗﹶﻻ ﹾﻞﻌﹾﻓﹸﺍ ﹲﻝﻮﻌﹾﻔﻣ ﻙﹶﺫﻭ
Isim alat
Dhorof
makan/
zaman
Fi’il nahi Fi’il amar
Isim
maf’ul
Isim
isyaroh

Alat
untuk
berbuat
Waktu /
tempat
berbuat
Jangan
berbuat !
Berbuatlah !
Yang
dikenai
perbuatan
Itu laki-
laki


 Macam-macam shighot
1. Shighot fi’il madhi
Fi’il madly adalah kalimat yang menunjukkan arti pekerjaan dalam waktu lampau contoh
Telah duduk
ﺲﹶﻠﺟ
Telah menolong
ﺮﺼﻧ
Telah membuka
ﺢﺘﹶﻓ
Telah memukul
ﺏﺮﺿ
22
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com


2. Shighot fi’il mudlori’
Fi’il mudlori’ adalah kalimat yang menunjukkan arti pekerjaan dalam waktu sekarang
(sedang) atau akan datang (akan)
Sedang/ akan
duduk
ﺲﻠﺠﻳ
Sedang/ akan
menolong
ﺮﺼﻨﻳ
Sedang/ akan
membuka
ﺢﺘﹾﻔﻳ
Sedang/ akan
memukul
ﺏﹺﺮﻀﻳ

3. Shighot masdar
Masdar adalah kalimat yang menunjukkan arti pekerjaan atau peristiwa tanpa zaman atau
waktu.
Masdar ada dua macam yaitu
Masdar ghoiru mim adalah masdar yang tidak dimulai dengan mim zaidah contoh
Kedudukan
ﹰﺎﺴﹶﻠﺠﻣ
Pertolongan
ﺍﺮﺼﻧ
Pembukaan
ﹰﺎﺤﺘﹾﻔﻣ
Pukulan
ﺎﺑﺮﺿ

Masdar mim adalah masdar yang dimulai dengan mim zaidah (selain dalam wazan )
4. Isim dlomir
Isim dlomir adalah isim yang menunjukkan kata ganti
23
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Kita
ﻦﺤﻧ
Dia laki-laki 1
ﻮﻫ
Kamu perempuan 1
ﺖﻧﹶﺍ
Kamu laki-laki 1
ﺖﻧﹶﺍ

5. Isim fa’il
Isim fa’il adalah kalimat yang menunjukkan arti orang yang melakukan pekerjaan
Orang yang duduk
`ﺲﻟﺎﺟ
Penolong
`ﺮﺻﺎﻧ
Pembuka
`ﺢﺗﺎﹶﻓ
Pemukul
`ﺏﹺﺭﺎﺿ

6. Isim isyaroh
Isim isyaroh adalah isim yang berfungsi sebagai kata tunjuk
Itu (perempuan jauh)
ﻚﹾﻠﺗ
Ini (laki-laki dekat)
ﺍﹶﺬﻫ
Ini(perempuan dekat)
ﻩﺬﻫ
Itu (laki-laki jauh)
ﻚﻟﹶﺫ

7. Isim maf’ul
Isim maf’ul adalah isim yang menunjukkan arti yang dikenai pekerjaan (objek)
Yang diduduki
`ﺱﻮﹸﻠﺠﻣ
Yang ditolong
`ﺭﻮﺼﻨﻣ
24
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Yang dibuka
`ﺡﻮﺘﹾﻔﻣ
Yang dipukul
ﻭﺮﻀﻣ `ﺏ

8. Fi’il amar
Fi’il amar adalah kalimat yang menunjukkan arti perintah melakukan pekerjaan contoh
Duduklah
ﺲﻠﺟﺍ
Tolonglah
ﺮﺼﻧﹸﺍ
Bukalah
ﺢﺘﹾﻓﺍ
Pukulah
ﺏﹺﺮﺿﺍ

9. Fi’il nahi
Fi’il nahi adalah kalimat yang menunjukkan arti mencegah atau melarang melakukan
pekerjaan. Contoh
Jangan kau duduk
ﹶﻻ ﺲﻠﺠﺗ
Jangan kau tolong
ﹶﻻ ﺮﺼﻨﺗ
Jangan kau buka
ﺢﺘﹾﻔﺗﻻ
Jangan kau pukul
ﹶﻻ ﺏْﹺﺮﻀﺗ

10. Isim zaman
Isim zaman adalah kalimat yang menunjukkan arti waktu terjadinya pekerjaan contoh
Waktu duduk
`ﺲﻠﺠﻣ
Waktu menolong
`ﺮﺼﻨﻣ
Waktu membuka
`ﺢﺘﹾﻔﻣ
Waktu memukul
`ﺏﹺﺮﻀﻣ
25
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com


11. Isim makan
Isim zaman adalah kalimat yang menunjukkan arti tempat terjadinya pekerjaan contoh
Tempat duduk
`ﺲﻠﺠﻣ
Tempat menolong
`ﺮﺼﻨﻣ
Tempat membuka
`ﺢﺘﹾﻔﻣ
Tempat memukul
`ﺏﹺﺮﻀﻣ

12. Isim alat
Isim alat adalah kalimat yang menunjukkan arti alatnya melakukan pekerjaan. Contoh
Alat untuk duduk
`ﺲﹶﻠﺠﻣ
Alat untuk menolong
`ﺮﺼﻨﻣ
Alat untuk membuka/ kunci
`ﺢﺘﹾﻔﻣ
Alat untuk memukul
ﻀﻣ `ﺏﺮ
 Wazan
Wazan adalah kalimat yang dijadikan dari huruf fa’, ain dan lam ﹶﻞﻌﹶﻓ dalam fi’il tsulatsi
dan ﹶﻞﹶﻠﻌﹶﻓ dalam fi’il ruba’i yang berfungsi untuk menimbang kalimat lain (mauzun) agar bisa
diketahui huruf asalnya dan ziyadah serta harokat dan sukunnya.
 Mauzun
Mauzun adalah kalimat yang ditimbang untuk diketahui huruf asal dan ziadahnya serta
harokat dan sukunnya.
26
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

 Muthobaqoh
Muthobaqoh adalah kalimat yang terdapat pada kitab tasrif (selain wazannya) yang
berfungsi sebagai tempat untuk mencocokkan kalimat lain yang tidak terdapa dalam kitab
tasrif yang sama dalam shighot, bina’ dan wazan serta waqi’nya agar bisa diketahui tasrifnya.
 Bina’
Bina’ adalah bentuk kalimat yang ditinjau dari segi huruf dan tata letaknya.
1. Bina’ shohih
Bina’ shohih adalah kalimat yang fa’, ain dan lam fi’ilnya (huruf asli) tidak berupa huruf
ilat, tadl’if (dobel huruf / tasydid) dan hamzah. Yang termasuk huruf ilat adalah alif, wawu dan
ya’. Contohnya ﺢﺘﹶﻓ , ﺮﺼﻧ , ﺐﻫﹶﺫ
2. Bina’ mu’tal
Bina’ mu’tal adalah kalimat yang salah satu dari fa’, ain’ dan lam fi’ilnya berupa huruf ilat,
tadlif atau hamzah.
a) Bina’ mitsal (mu’tal fa’)
Bina’ mitsal adalah kalimat yang fa’ fi’ilnya berupa huruf ilat. Bina’ mitsal dibagi menjadi
dua yaitu bina’ mitsal wawi dan mitsal yai. Contoh ﺮﺴﻳ , ﺪﻋَﻭ
b) Bina’ ajwaf (mu’tal ain)
27
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Bina’ ajwaf adalah kalimat yang ain fi’ilnya berupa huruf ilat. Bina’ ajwaf dibagi menjadi
dua yaitu ajwaf wawi dan ajwaf yai’. Contoh ﹶﻝﺎﹶﻗ ﻊﻴﺑ =ﻉﹶﺎﺑ
ﹶﻝ ﻮﹶﻗ =
c) Bina’ naqis (mu’tal lam)
Bina’ naqis adalah kalimat yang lam fi’ilnya berupa huruf ilat. Bina’ naqis dibagi menjadi
dua yaitu naqis wawi dan naqis yai. Contoh: ﻱﺮﺳ =ﻯﺮﺳ َﻭﺰﹶﻏ =ﺍﺰﹶﻏ
d) Bina’ mudloaf
Bina’ mudloaf tsulatsi mujarod dan mazid adalah kalimat yang ain fi’il dan lam fi’ilnya
berupa huruf yang sejenis contoh ﺩﺪﺘﻣﺍ =ﺪﺘﻣﺍ ﺩﺪﻣ =ﺪﻣ
Bina’ mudlo’af fi’il ruba’I yaitu kalimat yang fa’ fi’il dan lam fi’il yang pertama sejenis
serta ain dan lam fi’ilnya yang kedua juga sejenis contoh ﹶﻞﹶﻠﻌﹶﻓ = ﹶﻝﺰﹾﻟﺯ ﹶﻞﹶﻠﻌﹶﻔﺗ =
ﹶﻝﺰﹾﻟﺰﺗ

e) Bina’ mahmuz
Bina’ mahmuz adalah kalimat yang salah satu dari fa’ fi’il, ain fi’il dan lam fi’ilnya berupa
hamzah. Bina’ mahmuz dibagi menjadi tiga yaitu sesuai dengan tempat hamzahnya kalau
bertempat di fa’ fi’il maka dinamakan mahmuz fa, jika bertempat di ain fi’il maka dinamakan
mahmuf ain dan jika bertempat di lam fi’il maka dinamakan mahmuz lam. Contoh
28
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

ﹶﺄﺸﻧ ,ﹶﻝﹶﺄﺳ ,ﹶﺬﺧﹶﺃ
f) Bina’ lafif
Bina’ lafif adalah kalimat yang dua huruf asalnya berupa huruf ilat, apabila huruf ilat
tersebut kumpul dan tidak dipisah( huruf lat sebagai ain fi’il dan lam fi’il atau fa’ fi’il dan ain
fi’il) maka maka dinamakan bina’ lafif maqrun. Contoh ﻱﻮﺷ =ﻯﻮﺷ
Apabila dua huruf ilatnya terpisah (huruf ilat sebagai fa’ fi’il dan lam fi’il ) maka
dinamakan bina’ lafif mafruq contoh: ﻲﹶﻗﻭ =ﻰﹶﻗﻭ
29
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

ﹺﻢﺴﹺﺑ ِﷲﺍ ﹺﻦﻤﺣﺮﻟﺍ ﹺﻢﻴ ﺣﺮﻟﺍ
ﺔﻣ`ﺪﹶﻘﻣ
ﻰﻓ ﹺﻞﺼﹶﻓ ِﺀﺎﻨﹺﺒﹾﻟﺍ
FASAL BINA’
Secara singkat bina’ itu ada 7, perinciannya secara urut di bawah ini dengan menyanyikan lagu
“ﺰ ﺟﺭ” yaitu :
`ﺢﻴﺤﺻ ﺎﹶﺜﻣﻭﹶﺍ ﹲﻝ ﺎﻀﻣﻭَﹶﺍ `ﻒﻋ `ﻒﻴﻔﹶﻟ `ﺺﻗﺎﻧ `ﺯﻮﻤﻬﻣ

`ﻑﻮﺟﹶﺍ
`ﺢﻴﺤﺼﻟﺍ
Bina’ Shokheh
Bina’ shokheh itu ada 2 yaitu tsulatsi dan ruba’i.
Bina’ shokheh tsulatsi : Kalimah yang fa’ fi’il, ‘ain fi’il dan lam fi’ilnya bukan hamzah dan bukan
huruf ‘ilat (ﻯﺍﻭ) serta huruf ‘ain fi’ilnya tidak sejenis dengan huruf lam fi’il. Seperti lafadz :
ﺮﺼﻧ
Bina’ shokheh ruba’i : Kalimah yang huruf fa’ fi’ilnya tidak sejenis dengan huruf lam fi’ilnya yang
awal. Seperti lafadz : ﺝﺮﺧﺩ (ﺩ tidak sejenis dengan ﺭ )
30
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

ﹸﻝﺎﹶﺜﻤﹾﻟﺍ
Bina’ Mitsal
Bina’ mitsal itu ada 2 yaitu mitsal wawi dan mitsal ya’i.
Ketika fa’ fi’ilnya wawu maka disebut mitsal wawi seperti lafadz ﺪﻋﻭ, tetapi jika fa’ fi’ilnya ya’
maka disebut mitsal ya’i seperti lafadz ﺮﺴﻳ
ﻒﻋﺎﻀﻤﹾﻟﺍ
Bina’ Mudho’af

Bina’ mudho’af itu ada 2 yaitu tsulatsi dan ruba’i.
Mudho’af tsulatsi : Kalimah yang huruf ‘ain fi’ilnya sejenis dengan huruf lam fi’ilnya seperti
lafadz ﺪﻣ asalnya ﺩﺪﻣ.
Mudho’af ruba’I : Kalimah yang huruf fa’ fi’ilnya sejenis dengan huruf lam fi’ilnya yang awal
seperti tho’ dengan tho’, begitu juga jika ‘ain fi’ilnya sejenis dengan huruf lam fi’ilnya yang
kedua seperti hamzah dengan hamzah. Contohnya seperti lafadz ﹾﺎﹶﻃ

ﺎﹶﻃ
َﺀ
.
31
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com


ﻒﻴﻔﱠﻠﹾﻟﺍ
Bina’ Lafif
Bina’ lafif juga ada 2 yaitu lafif mafruq dan lafif maqrun.
Lafif mafruq : Kalimah yang fa’ fi’il dan lam fi’ilnya huruf ‘ilat seperti lafadz ﻰﹶﻗﻭ.
Lafif maqrun : Kalimah yang ‘ain fi’il dan lam fi’ilnya juga huruf ‘ilat, seperti lafadz ﻯﻮﺷ
ﺺﻗﺎﻨﻟﺍ
Bina’ Naqis
Bina’ naqis ada 2 yaitu naqis wawi dan naqis ya’i.
Ketika lam fi’ilnya wawu maka disebut naqis wawi seperti lafadz ﺍﺰﹶﻏ asalnya ﻭﺰﻏ, ketika lam
fi’ilnya ya’ maka disebut naqis ya’i seperti lafadz ﻯﺮﺳ asalnya ﻯﺮﺳ.
ﺯﻮﻤﻬﻤﹾﻟﺍ
Bina’ Mahmuz
Bina’ mahmuz yaitu kalimah yang fa’ fi’il atau ‘ain fi’ilnya atau lam fi’ilnya berupa hamzah.
Bina’ mahmuz ada3 :
32
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Jika hamzah tadi bertempat pada fa’ fi’il maka disebut mahmuz fa’ seperti lafadz ﻡﺩﹶﺍ
Jika hamzah tadi bertempat pada ‘ain fi’il maka disebut mahmuz ‘ain seperti lafadz ﺎﺳ

ﹶﻝَ
Jika hamzah tadi bertempat pada lam fi’il maka disebut mahmuz lam seperti lafadz ﹶﺍﺮﹶﻗ


ﻑﻮﺟﹶﺎﹾﻟﺍ
Bina’ Ajwaf
Bina’ ajwaf ada 2 yaitu ajwaf wawi dan ajwaf ya’i.
Kalimah yang ‘ain fi’ilnya wawu maka disebut ajwaf wawi, seperti lafadz ﹶﻥﺎﺻ asalnya ﹶﻥﻮ ﺻ
Kalimah yang ‘ain fi’ilnya ya’i maka disebut ajwaf ya’i, seperti lafadz ﺭﺎﺳ asalnya ﺮﻴﺳ
7 jenis bina’ tadi jika dihitung secara terperinci menjadi 15 macam, perhitungannya seperti di
bawah ini :
No. Bina’ Jenis Contoh
1. Shokheh
1 Tsulatsi
ﺮﺼﻧ
2 Ruba’i
ﺝﺮﺣﺩ
2. Mitsal 1 Wawi
ﺪﻋﻭ
33
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

2 Ya’i
ﺮﺴﻳ
3. Mudho’af
1 Tsulatsi
ﺪﻣ
2 Ruba’i
ﹾﺎﹶﻃ

ﹶﺎﹶﻃ


4. Lafif
1 Mafruq
ﻰﹶﻗﻭ
2 Maqrun
ﻯﻮﺷ
5. Naqis
1 Wawi
ﺍﺰﹶﻏ
2 Ya’i
ﺍﺮﺳ
6. Mahmuz
1 Fa’ fi’il
ﻡﺩﹶﺍ
2 ‘Ain fi’il
ﹶﺎﺳ

ﹶﻝ
3 Lam Fi’il
ﹶﺍﺮﹶﻗ


7. Ajwaf
1 Wawi
ﹶﻥﺎﺻ
2 Ya’i
ﺭﺎﺳ

Setiap kalimah belum tentu hanya mempunyai satu bina’. Kadang-kadang ada yang mempunyai
dua bina’ , seperti lafadz :
34
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

ﻯ ﹶﺍﺭ berbina’ mahmuz ‘ain dan bina’ naqis ya’i
َﺀﺎﹶ ﻓ berbina’ ajwaf ya’I dan mahmuz lam
ﺩﹶﺍ ﻭ berbina’ mitsal wawi dan mahmuz ‘ain
Bina’nya kalimah fi’il ruba’i mujarrod dan kalimah fi’il ruba’i mulkhaq itu hanya shokheh atau
mudho’af.
Catatan tambahan :
Jika pada kitab-kitab shorof terdapat istilah mu’tal, maka yang dimaksud mu’tal yaitu kalimah
yang fa’ fi’il, ‘ain fi’il atau lam fi’ilnya huruf ‘ilat. Jadi kalimah bina mitsal, lafif, naqis, ajwaf
semuanya bisa disebut kalimah mu’talah. Hitungan mitsal disebut mu’tal fa’, ajwaf disebut
mu’tal ‘ain, naqis disebut mu’tal lam, lafif disebut mu’tal fa’,dan lam atau disebut mu’tal fai wal
lam.
Keterangan bina’-bina’ di atas bisa diringkas seperti table di bawah ini :


Fi’il Bina’
ﻝ / ﻉ/ﻑ
Huruf Contoh
Ruba’i
Shokheh
Awal ﻝ / ﻑ
Tidak sejenis
ﺝﺮﺣﺩ
Mudho’af
Awal ﻝ / ﻑ
Sejenis
(ﻁ + ﹾﺎﹶﻃ

ﹶﺎﹶﻃ


Tabel Bina’ Ruba’i
35
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

ﻁ)
Kedua ﻝ / ﻉ ( ﺀ + ﺀ )




No. No. Fi’il Bina’
ﻝ /
ﻉ/ﻑ
Huruf Contoh
1 1
TSULATSI
Shokheh
ﻑ ﻉ

ﻝ + ﻉ
bukan huruf
(ﻯﺍﻭ) dan
bukan hamzah
dan tidak
sejenis
ﺮﺼﻧ
2 2 Mudho’af
ﻝ + ﻉ
sejenis
ﺪﻣ
3
3
Mitsal
Wawi

ﻭ ﺪﻋﻭ
4 Ya’i
ﻱ ﺮﺴﻳ
4 5 Ajwaf Wawi
ﻉ ﻭ ﹶﻥﺎﺻ
Tabel Bina’ Tsulatsi
36
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

6 Ya’i
ﻱ ﺭﺎﺳ
5
7
Naqis
Wawi

ﻭ ﺍﺰﹶﻏ
8 Ya’i
ﻱ ﻯﺮﺳ
6
9
Lafif
Mafruq
ﻝ + ﻑ
Huruf ‘ilat
ﻰﹶﻗﻭ
10 Maqrun
ﻝ + ﻉ ﻯﻮﺷ
7
11
Mahmuz
Fa’

Hamzah
ﹶﻞﻣﹶﺍ
12 ‘ain
ﻉ ﹶﺎﺳ

ﹶﻝ
13 Lam
ﻝ ﹶﺍﺮﹶﻗ



37
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

ﹺﻢﺴﹺﺑ ِﷲﺍ ﹺﻦﻤﺣﺮﻟﺍ ﹺﻢﻴ ﺣﺮﻟﺍ
ﷲﺪﻤﳊﺍ ﻩﺪﻤﳓ ﻰﻠﻋ ﺎﻣ ﻢﻌﻧﺍ . ﻰﻠﺼﻧﻭ ﻢﻠﺴﻧﻭ ﻰﻠﻋ ﲔﻘﻳﺮﻔﻟﺍﺪﻴﺳﺪﻤﳏ ﻦﻣ ﺏﺮﻋ ﻢﺠﻋﻭ . ﻰﻠﺻ ﷲﺍ ﻪﻴﻠﻋ
ﻰﻠﻋﻭ ﻪﻟﺍ ﻪﺒﺤﺻﻭ ﻢﻠﺳﻭ .
ﺎﻣﺍ ﺪﻌﺑ : ﻝﻮﻘﻴﻓ ﺻ ﺐﺣﺎ ﻂﳋﺍ : ﺎﳌ ﺖﻤﻠﻋ ﻙﺎﻨﻫ ﺔﻌﺒﻄﳌﺍ ﻡﺪﻋ ﻩﺬﻫ ﺔﻟﺎﺳﺮﻟﺍ ﱴﻟﺍ ﺎﻬﻴﻓ ﺪﻋﺍﻮﻗ ﻦﻣ
ﺪﻋﺍﻮﻘﻟﺍ ﺔﻴﻟﻼﻋﻻﺍ ﻊﻣ ﺓﺮﺜﻛ ﺝﺎﺘﶈﺍ ﺎﻬﻴﻟﺍ , ﺕﺩﺭﺎﻓ ﻥﺍ ﺎﻬﺒﺘﻛﺍ ﻰﻠﻋ ﺎﻣ ﺖﻠﻧ ﻦﻣ ﻞﺿﺎﻓﻻﺍﺬﻴﺗﺎﺳﻻﺍ ﻰﻤﻠﻌﻣ
ﻦﻣﺪﻬﻌﲟﺔﻴﻣﻼﺘﻟﺍ ﺔﻴﻣﻼﺳﻻﺍﺪﻫﺎﻌﳌﺍ ﺎﻴﺟﺍﺭ ﻦﻣ ﷲﺍ ﺎﺿﺭ ﻩ ﻪﺘﲪﺭﻭ . ﺎﻬﺘﺒﺘﻛﻭ ﻰﻠﻋ ﻖﻳﺮﻃ ﺮﺼﺣ ﻞﻬﺳ
ﻞﻬﺴﻴﻟ ﻰﻠﻋ ﺉﺪﺘﺒﳌﺍ ﺎﻬﻤﻬﻓﻭﺎﻬﻈﻔﺣ . ﷲﺍﻭ ﻝﺎﺳﺍ ﻥﺍ ﻢﻌﻳ ﺎﻬﻌﻔﻧ ﻭ ﺎﻬﺣﻼﺻ . ﻝﻮﻗﺎﻓ ﷲﺎﺑﻭ ﻖﻴﻗﻮﺘﻟﺍ ﻮﻫﻭ
ﱮﺴﺣ ﻢﻌﻧﻭ ﻖﻴﻓﺮﻟﺍ .

ﺖﹶﻛﺮﺤﺗﺍﹶﺫﺍ ﺪﻌﺑُﺀﺎﻴﹾﻟﺍﻭﻭﺍﻮﹾﻟﺍ ¸ﺔﺤﺘﹶﻓ ¸ﺔﹶﻠﺼﺘﻣ ﻰﻓ ﺎﻤﹺﻬﻴﺘﻤﹾﻠﻛ ﺎﺘﹶﻟﺪﺑﹸﺍ ﺎﹰﻔﻟﹶﺍ ﹸﻞﹾﺜﻣ " ﹶﻥﺎﺻ " ﻭ " ﻉﺎﺑ :" ﺎﻤﻬﹸﻠﺻﹶﺍ " ﹶﻥﻮﺻ "
ﻭ " ﻴﺑ ﻊ ."
Terjemah :
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﱃﻭﻻﺍ :
38
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Ketika ada huruf wawau atau ya’ yang hidup (berharokat) jatuh setelah fathah dan berkukumpul
dalam satu kalimat, maka wawu atau ya’ harus diganti dengan alif seperti lafadz ﹶﻥﺎﺻ dan ﻉﺎﺑ
yang aslinya ﹶﻥﻮﺻ dan ﻊﻴﺑ

ﺍﹶﺫﺍ ﹾﻟﺍ ﺔﻌﹶﻗﻭ ﻭﺍﻮ ُﺀﺎﻴﹾﻟﺍﻭ ﺎﻨﻴﻋ ﹰﺔﹶﻛ`ﺮﺤﺘﻣ ﻦﻣ ¸ﻑﺍﻮﺟﹶﺍ ﹶﻥﺎﹶﻛﻭ ﺎﻣ ﺎﻤ ﻬﹶﻠﺒﹶﻗ ﺎﻨﻛﺎﺳ ﺎﺤﻴﺤﺻ ﺖﹶﻠﻘﻧ ﻰﹶﻟﺍﺎﻤﻬﺘﹶﻛﺮﺣ ﺎﻣ
ﺎﻤﻬﹶﻠﺒﹶﻗ . ﻮﺤ ﻧ " ﻡﻮﹸﻘﻳ ﻊﻴﹺﺒﻳﻭ " ﺎﻬﹸﻠﺻﹶﺍ " ﻡﻮﹸﻘﻳ , ﻊﻴﹺﺒﻳﻭ ."
Terjemah :
Ketika wawu atau ya’ berharokat jatuh pada tempatnya lam fi’ilnya bina ajwaf dan huruf
sebelumnya berupa huruf shokheh yang sukun, maka harokat wawu atau ya’ dipindah ke huruf
yang sebelumnya. Seperti lafazd ﻡﻮﹸﻘﻳ dan ﻊﻴﹺﺒﻳﻭ aslinya ﻡﻮﹸﻘﻳ dan ﻊﻴﹺﺒﻳﻭ

ﺍﹶﺫﺍ ﻭﺍﻮﹾﻟﺍ ﺔﻌﹶﻗﻭ ﻴﹾﻟﺍﻭ ُﺀﺎ ﺪﻌﺑ ¸ﻒﻟﹶﺍ ¸ﺓﺪﺋﺍﺯ ﹶﺎﺘﹶﻟﺪﺑﹸﺍ ﹰﺓﺰﻤﻫ , ﻁﺮﺸﹺﺑ ﹾﻥﹶﺍ ﹰﺎﻨﻴﻋﹶﺎﻧﻮﹸﻜﺗ ﻰﻓ ﹴﻢﺳﺍ ﹴﻞﻋﺎﹶﻓ ﺎﹰﻓﺮﹶﻃﻭ ﻰﻓ
ﹴﺭﺪﺼﻣ . ﹸﻞﹾﺜﻣ `ﻦﺋﺎﺻ `ﺮﺋﺎﺳﻭ ٌﺀﺎﺴﻛﻭ ٌﺀﺎﻨﹺﺑﻭ . ﺎﻬﹸﻠﺻﹶﺍ ﹲﻥﹺﻭﺎﺻ , `ﺮﹺﻳﺎﺳﻭ , `ﻭﺎﺴﻛﻭ , `ﻯﺎﻨﹺﺑﻭ .
Terjemah :
Apabila ada wawu atau ya’ jatuh setelah alif tambahan, maka itu harus diganti hamzah. Dengan
syarat : Apabila wawu atau ya’ tadi bertempat pada isim fa’il, maka wawu atau ya’ tadi ada pada
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺔﻴﻧﺎﺜﻟﺍ :
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺔﺜﻟﺎﺜﻟﺍ :
39
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

‘ain fi’ilnya. Dan jika pada isim masdar maka wawu atau ya’ tadi berada pada akhir kata, seperti
lafadz :
`ﻦﺋﺎﺻ `ﺮﺋﺎﺳﻭ ٌﺀﺎﺴﻛﻭ ٌﺀﺎ ﻨﹺﺑﻭ aslinya ﹲﻥﹺﻭﺎﺻ , `ﺮﹺﻳﺎﺳﻭ , `ﻭﺎﺴﻛﻭ , `ﻯﺎﻨﹺﺑﻭ

ﺖﻌﻤﺘﺟﺍﺍﹶﺫﺍ ﻭﺍﻮﻟﹾﺍ ُﺀﺎﻴﹾﻟﺍﻭ ﻰﻓ ¸ﺔﻤﻠﹶﻛ ¸ﺓﺪﺣﺍﻭ ﺖﹶﻘﹺﺒﺳﻭ ﺎﻤﻫﺍﺪﺣﺍ ﻥﻮﹸﻜﺴﻟﺍﺎﹺﺑ ﺖﹶﻟﺪﺑﹸﺍ ﻭﺍﻮﹾﻟﺍ ًﺀﺎﻳ ﺖﻤﻏﺩﹸﺍﻭ
ُﺀﺎﻴﹾﻟﺍ ﹸﻻﹾﺍ ﻰﹶﻟﻭ ﻰﻓ ﺔﻴﹺﻧﺎﱠﺜﻟﺍ . ﻮﺤﻧ `ﺖ`ﻴﻣ ﻭ ¯ﻰﻣﺮﻣ . ﺎﻤﻬﹸﻠﺻﹶﺍ : `ﺕﹺﻮﻴﻣ ﻭ `ﻯﻮﻣﺮﻣ .
Terjemah :
Ketika ada wawu dan ya’ berkumpul dalam satu kalimat, dan salah satu dari wawu dan ya’ tadi
yang pertama mati, maka wawunya harus diganti ya’, lalu ya’ yang pertama diidhomkan pada ya’
yang kedua. Seperti lafadz : `ﺖ`ﻴﻣ
asalnya `ﺕﹺﻮﻴﻣ dan ﺮﻣ ¯ﻰﻣ asalnya `ﻯﻮﻣ ﺮﻣ

ﺍﹶﺫﺍ ﺖﹶ ﻓﺮﹶﻄﺗ ُﺀﺎﻴﹾﻟﺍﻭﻭﺍﻮﹾﻟﺍ ﹰﺔﻣﻮﻤﻀﻣﺎﺘﻧﺎﹶﻛﻭ ﺎﺘﻨﻜﺳﹸﺍ ﻮﺤﻧ ﻭﺰﻐﻳ ﻭ ﻰﻣﺮﻳ ﺎﻤﻬﹸﻠﺻﹶﺍ ﻭﺰﻐﻳ ﻭ ﻰﻣﺮﻳ

Terjemah :
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺔﻌﺑﺍﺮﻟﺍ :
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺔﺴﻣﺎﳋﺍ
40
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Ketika ada wawu atau ya’ yang berharokat dhommah berada pada akhir kalimat, maka wawu atau
ya’ tadi wajib disukun. Seperti lafadz ﻭﺰﻐﻳ dan ﻰﻣﺮﻳ aslinya ﻭﺰﻐﻳ dan ﻰﻣﺮﻳ

ﺖﻌﹶﻗﻭﺍﹶﺫﺍ ﻭﺍﻮﹾﻟﺍ ﹰﺔﻌﹺﺑﺍﺭ ﺍﺪﻋﺎﺼﹶﻓ ﻰﻓ ﱠﻄﻟﺍ ﻑﺮ ﻢﹶﻟﻭ ﻦﹸﻜﻳ ﺖﹶﻟﺪﺑﹸﺍﺎﻣﻮﻤﻀﻣﺎ ﻬﹶﻠﺒﹶﻗﺎﻣ ًﺀﹶﺎﻳ ﻮﳓ ﻰﺿﺮﻳ ﻭ ﻯﻮﹾﻘﻳ
ﺎﻤﻬﹸﻠﺻﹶﺍ ﻮﺿﺮﻳ ﻭ ﻭﻮﹾﻘﻳ
Apabila ada wawu jatuh pada urutan yang ke-4, dan seterusnya diakhir (lam fi’il) maka wawu
harus diganti dengan ya’ seperti lafadz ﻰﺿﺮﻳ dan ﻯﻮﹾﻘﻳ
asalnya ﻮﺿﺮﻳ dan ﻭﻮﹾﻘﻳ

ﺖﻌﹶﻗﻭﺍﹶﺫﺍ ﻦﻴﺑﻭﺍﻮﹾﻟﺍ ﺔﺤﺘﹶﻔﹾﻟﺍ ﺓﺮﺴﹶﻜﹾﻟﺍﻭ ﺔﹶﻘﱠﻘﺤﻤﹾﻟﺍ ﻑﺮﺣﺎﻬﹶﻠﺒﹶﻗﻭ ﺔﻋﺭﺎﻀﻤﹾ ﻟﺍ ﻑﹶﺬﺤﺗ ﻮﳓ ﺪﻌﻳ ﻪﹸﻠﺻﹶ ﺍ ﺪﻋﻮﻳ
Terjemah :
Ketika ada wawu jatuh diantara harokat fathah dan kasroh almukhaqqoqoh, dan sebelumnya
berupa huruf mudhoro’ah , maka wawu tadi wajib dibuang. Seperti lafadz ﺪﻌﻳ aslinya ﺪﻋﻮﻳ

ﺖﻌﹶﻗﻭﺍﹶﺫﺍ ﻭﺍﻮﹾﻟﺍ ¸ﺓﺮﺴﹶﻛﺪﻌﺑ ﻰﻓ ﹴﻢﺳﺍ ﹴﻞﻌﻓﻭﹶﺍ ﺖﹶﻟﺪﺑﹸﺍ ًﺀﺎﻳ ﻮﳓ ﻰﺿﺭ ﻭ ﹴﺯﺎﹶﻏ ﺎﻤﻬﹸﻠﺻﹶﺍ ﻮﺿﺭ ﻭ `ﻭﹺﺯﺎﹶﻏ
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺔﺳﺩﺎﺴﻟﺍ
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺔﻌﺑﺎﺴﻟﺍ
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺔﻨﻣﺎﺜﻟﺍ
41
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Terjemah :
Apabila ada wawu yang jatuh sesudah kasroh, baik yang berada di kalimah isim ataupun kalimah
fi’il, maka wawunya harus diganti dengan ya’. Seperti lafadz ﻰﺿﺭdan ﹴﺯﺎﹶﻏ yang berasal dari
lafadz ﻮﺿﺭ dan `ﻭﹺﺯﺎﹶﻏ

ﺖﻴﻘﹶﻟﺍﹶﺫﺍ ﻭﻭﺍﻮﹾﻟﺍ ُﺀﺎﻴﹾﻟﺍ ﻥﺎﺘﻨﻛﺎﺴﻟﺍ ¸ﻑﺮﺤﹺﺑ ﹴﻦﻛﺎﺳ ﹶﺎﺘﹶﻓﺬﺣﺮﺧﹶﺍ ﻮﳓ ﻦﺻ ﻭ ﺮﺳ ﺎﻤﻬﹸﻠﺻﹶﺍ ﹾﻥﻮﺻﹸﺍ ﻭ ﺮﹺﻴﺳﺍ

Terjemah :
Kapan ada wawu yang berharokat sukun yang bertemu dengan huruf yang berharokat sukun,
maka wawu tersebut harus dibuang. Seperti lafadz ﻦﺻdan ﺮﺳ aslinya ﹾﻥﻮﺻﹸﺍ dan ﺮﹺﻴﺳﺍ


ﻊﻤﺘﺟﺍﺍﹶﺫﺍ ﻰﻓ ﻥﹶﺎﻓﺮﺣ¸ﺔﻤﻠﹶﻛ ﻦﻣ ﹴﺲﻨﹺﺟ ¸ﺪﺣﺍﻭ ﻥﹶﺎﺑﹺﺭﺎﹶﻘﺘﻣﻭﹶﺍ ﻰﻓ ﹺﺝﺮﺨﻤﹾﻟﺍ ﻢﹶﻏﺪﻳ ﹸﻝﻭﹶﻻﹾﺍ ﹺﰱ ﻰﹺﻧﺎﱠﺜﻟﺍ ﹺﻞ ﻌﺟﺪﻌﺑ
ﹺﻦﻴﺑﹺﺭﺎﹶﻘﺘﻤﹾﻟﺍ ﹶﻞﹾﺜﻣ ﻰﹺﻧﺎﱠﺜﻟﺍ ﹺﻞﹶﻘﺜﻟ ﹺﺭﺮﹶﻜﻤﹾﻟﺍ ﻮﺤﻧ ﺪﻣ ُِﺪﻣﻭ ﹶﻞﺼﺗﺍﻭ ﺎﻬﹸﻠ ﺻﹶﺍ ﺩﺪﻣ ﺩﺪﻣﹸﺍﻭ ﹶﻞﺼﺗﻭﺍﻭ

ﻘﻟﺍ ﺓﺪﻋﺎ ﺔﻌﺳﺎﺘﻟﺍ
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺓﺮﺷﺎﻌﻟﺍ
42
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Terjemah :
Ketika ada dua huruf yang sejenis atau berdekatan dalam makhrojnya yang berkumpul dalam
satu kalimat, baik kedua huruf itu yang awal mati atau hidup, maka huruf yang awal tadi harus
diidhomkan kepada huruf yang kedua, jika dua huruf tadi mutaqoribaen, maka huruf yang awal
harus dijadikan seperti huruf yang kedua karena kalau tidak demikian diperkirakan berat.
Seperti lafadz ﺪﻣ َِﺪﻣ dan ﹶﻞﺼﺗﺍ aslinya ﺩﺪﻣ ﺩﺪﻣﹸﺍ dan ﹶﻞﺼﺗﻭﺍ

ﻥﹶﺎﺗﺰﻤﻬﹾﻟﹶﺍ ﺎﺘﹶﻘﺘﻟﹾﺍﺍﹶﺫﺍ ﻰﻓ ¸ﺔﻤﻠﹶﻛ ¸ﺓﺪﺣﺍﻭ ﺎﻤﻬﺘﻴﹺﻧﺎﹶﺛ ﹲﺔﻨﻛﺎﺳ ﺐﺟﻭ ﹸﻝﺍﺪﺑﺍ ﺔﻴﹺﻧﺎﱠﺜﻟﺍ ¸ﻑﺮﺤﹺﺑ ﺐﺳﺎﻧ ﻰﹶﻟﺍ
ﻰﹶﻟﻭﹸﻻﹾﺍﺔﹶﻛﺮﺣ ﻮﺤﻧ ﻦﻣﹶﺍﺀ ﹾﻞﻣﻭﹸﺍﻭ ﻡﺪﻳﺍﻭ ﺎﻤﻬﹸﻠﺻﹶﺍ ﻦﻣﹾﺃﹶﺃ ﹾﻞﻣﺅﹸﺃﻭ ﻡﺪﹾﺋﺃ ﻭ
Terjemah :
Apabila ada dua hamzah yang berkumpul dalam satu kalimat dan hamzah yang kedua mati, maka
hamzah yang kedua tadi harus diganti dengan huruf yang pantas terhadap harokat hamzah yang
pertama. ﻦﻣﺍَﺀ ﹾﻞﻣﻭﹸﺍﻭ ﻡﺪﻳﺍﻭ aslinya ﻦﻣﹾﺃﹶﺃ ﹾﻞﻣﺅﹸﺃﻭ ﻡﺪﹾﺋﹺﺇﻭ


ﱠﻥﺍ ﻭﺍﻮﹾﻟﺍ َﺀﺎﻴﹾﻟﺍﻭ ﹺﻦﻴﺘﻨﻛﺎﺴﻟﺍ ﻥﹶﻻﺪﺒﺗﹶﻻ ﹶﻥﺎﹶﻛﺍﹶﺫﺍﱠﻻﺍﺎﹰﻔﻟﹶﺍ `ﻰﻠﺻﹶﺍﺮﻴﹶﻏﺎﻤﻬﻧﻮﹸﻜﺳ ﹾﻥﹶﺎﹺﺑ ﺖﹶﻠﻘﻧ ﻰﹶﻟﺍﺎﻤﻬﺘﹶﻛﺮﺣ
ﺎﻤﻬﹶﻠﺒﹶﻗﺎﻣ ﻮﺤﻧ ﺏﺎﺟﹶﺍ ﻭ ﹶﻥﺎﺑﹶﺍ ﺎﻤﻬﹸﻠﺻﹶﺍ ﺏﻮﺟﹶﺍ ﻭ ﻦﻴﺑﹶﺍ
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺔﻳﺪﳊﺍ ﺓﺮﺸﻋ
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺔﻴﻨﺜﻟﺍ ﺓﺮﺸﻋ
43
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Terjemah :
Sesungguhnya wawu dan ya’ sukun itu tidak perlu diganti dengan alif kecuali jika sukun keduanya
bukan asli, yaitu pindahan harokat keduanya ke huruf sebelumnya. Seperti : ﺏﺎﺟﹶﺍ ﻭ ﹶﻥﺎﺑﹶﺍ
aslinya ﺏﻮﺟﹶﺍ ﻭ ﻦﻴﺑﹶﺍ


ﺖﻌﹶﻗﻭﺍﹶﺫﺍ `ﻢﺿﺪﻌﺑﺎﹰﻓﺮﹶﻃﻭﺍﻮﹾﻟﺍ ﻰﻓ ﹴﻢﺳﺍ ﻤﺘﻣ ﹴﻦﱢﻜ ﻰﻓ ﹺﻞﺻَﻷﹾﺍ ﺖﹶﻟ ﺪﺑﹸﺍ ًﺀﺎﻳ ﺖﺒﻠﹸﻘﹶﻓ ﹸﺔﻤﻀﻟﺍ ﹰﺓﺮﺴﹶ ﻛ ﹺﻞ ﻳﺪﺒﺗﺪﻌﺑ
ًﺀﺎﻳﹺﻭﺍﻮﹾﻟﺍ ﻮﺤﻧ ﺎﻴﻃﺎﻌﺗ ﻭ ﹰﺎﻳ`ﺪﻌﺗ ﺎﻤﻬﻠﺻﺍ ﺍﻮﹸﻃﺎﻌﺗ ﻭ ﺍﻭﺪﻌﺗ
Terjemah :
Ketika ada wawu yang berada pada akhir kalimat serta jatuh estela huruf yang berharokat
dhummah yang bertempat pada isim (yang aslinya menerima tanwin) maka harus diganti dengan
ya’ kemudian harokat dhummah tersebut diganti dengan kasroh. Seperti lafadz ﺎﻴﻃﺎﻌﺗ ﻭ ﹰﺎﻳ`ﺪﻌﺗ
aslinya ﺍﻮﹸﻃﺎﻌﺗ ﻭ ﺍﻭﺪﻌﺗ

ﺖﻧﺎﹶﻛﺍﹶﺫﺍ ُﺀﺎﻴﹾﻟﺍ ﻛﺎﺳ ًﹰﺔﻨ ﹶﻥﺎﹶﻛﻭ ﺖﹶﻟﺪﺑﹸﺍﺎﻣﻮﻤﻀﻣﺎﻬﹶﻠﺒﹶﻗﺎﻣ ﺍﻭﺍﻭ ﻮﺤﻧ ﺮﺳﻮﻳ ﻭ `ﺮﺳﻮﻣ ﺎﻤﻬﹸﻠﺻﹶﺍ ﺮِﺴﻴﻳ ﻭ `ﺮِﺴﻴﻣ
Terjemah :
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺔﻌﺑﺍﺮﻟﺍ ﺓﺮﺸﻋ
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺔﺜﻟﺎﺜﻟﺍ ﺓﺮﺸﻋ
44
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Apabila ada ya’ mati yang jatuh sesudah dhummah, maka ya’ yang mati tersebut harus diganti
dengan wawu, contoh lafadz ﺮﺳﻮﻳ ﻭ `ﺮﺳﻮﻣ asalnya ﺮِﺴﻴﻳ ﻭ `ﺮِﺴﻴﻣ



ﱠﻥﺍ ﻢﺳﺍ ﹺﻝﻮﻌﹾﻔﻤﹾﻟﺍ ﹶﻥﺎﹶﻛﺍﹶﺫﺍ ﻦﻣ ﱢﻞﺘﻌﻣ ﹺﻦﻴﻌﹾﻟﺍ ﺐﺟﻭ ﻑﹾﺬﺣ ﹺﻝﻮﻌﹾﻔﻤﹾﻟﺍﹺﻭﺍﻭ ﻪﻨﻣ ﺪﻨﻋ ¸ﻪﻳﻮﺒﻴﺷ ﻮﺤﻧ ﹲﻥﻮﺼﻣ ﻭ
`ﺮﻴِﺴﻣ ﺎﻤﻬﹸﻠﺻﹶﺍ ﹲﻥﻭﻮﺼﻣ ﻭ `ﺭﻮﻴﺴﻣ
Terjemah :
Apabila ada isim maf’ul bina mu’tal ‘ain/ bina ajwaf, baik ajwaf wawi atau ajwaf ya’i menurut
madzhab Syibawaeh wawu maf’ulnya harus dibuang sebab bertemu dua sukun. Seperti lafadz
ﹲﻥﻮﺼﻣ ﻭ `ﺮ ﻴِﺴﻣ yang aslinya `ﺭﻮﻴﺴﻣ ﹲﻥﻭﻮﺼﻣ ﻭ


ﺖﹶﻛﺮﺤﺗﺍﹶﺫﺍِ ﻭﺍﻮﹾﻟﺍ ُﺀﺎﻴﹾﻟﺍﻭ ﺖﻧﺎﹶﻛﻭ ﹰﺔﺣﻮﺘﹾﻔﻣﺎﻤﻬﹶﻠﺒﹶﻗﺎﻣ ﺎﹰﻔﻟﹶﺍﺎﺘﹶﻟﺪﺑﹸﺍ ﻮﳓ ﹶﻥﺎﺻ ﻭ ﻉﺎﺑ ﹾﻥﺍﺍﹶﺬﻫ ﺖﻧﺎﹶﻛ
ﹰﺔﻴﻠﺻﹶﺍﺎ ﻤﻬﺘﹶﻛﺮﺣ ﹾﻥﺎﹶﻓ ﺖﻧﺎﹶﻛ ﹶﱂﹰﺔﺿﹺﺭﺎﻋ ﺎﻬﹺﺑﺪﺘﻌﻳ ﻮﺤﻧ ﻡﻮﹶﻘﹾﻟﺍﺍﻮﻋﺩ ﹾﻥﺍﻭ ﹺﻡﹶﻻﺮﻴﹶﻏﹶﺎﺘﻧﺎﹶﻛ ﹺﻞﻌﻔﹾﻟﺍ ﹸﻁﺮﺘﺸﻳ ﹾﻥﹶﺍ ﹶﻥﻮﹸﻜﻳ
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺔﺴﻣﺎﳋﺍ ﺓﺮﺸﻋ
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ
45
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

ﺎﻤﻫﺪﻌﺑﺎﻣ ¸ﻥﻮﹸﻜﺳﺮﻴﹶﻏ ﺎﺘﺤ`ﺤﺻﱠﻻﺍﻭ ﻮﺤﻧ " ¸ﻥﹶﺎﻴﺑ , ﹴﻞﻳﹺﻮﹶﻃﻭ , ﹴﻖﻧﺭ ﻮﺧﻭ ." ﹾﻥﺎﹶﻓ ﺎﻣﹶﻻﹶﺎﺘﻧﺎﹶﻛ , ﺐﺟﻭ ﹸﻝﹶﻼﻋﻻﹾﺍ ﻢﹶﻟﺎﻣ
ﻦﹸﻜﻳ ﻦﻛﺎﺴﻟﺍ ًﺀﹶﺎﻳﻭﺎﹰﻔﻟﹶﺍﺎﻤﻫﺪﻌﺑ ﹰﺓﺩﺪﺸﻣ . ﹶﺎﻴﻣﺮﹶﻛ `ﻯﹺﻮﹶﻠﻋﻭ . ﻚﻟﹶﺫﻭ ﻮﺤﻧ ﹶﻥﻮﺸﺨﻳ ﹸﻠﺻﹶﺍ ﻪ ﹶﻥﻮﻴ ﺸﺨﻳ .


Terjemah :
Apabila ada wawu atau ya’ berharokat jatuh sesudah harokat fathah maka wawu atau ya’ harus
diganti alif seperti lafadz ﹶﻥﺎﺻ ﻭ ﻉﺎﺑ , hal itu jika harokat wawu atau ya’ asli. Namun jika
harokat keduanya bukan harokat asli, maka tidak harus diganti alif seperti lafadz ﻡﻮﹶﻘﹾﻟﺍﺍﻮﻋﺩ
Namun jika wawu atau ya’ tidak berada pada lam fi’il, maka huuruf yang jatuh sesudah wawu
atau ya’ harus berharokat selain sukun. Jika sebaliknya yaitu huruf yang jatuh sesudah wawu
atau ya’ tersebut berharokat sukun maka wawu atau ya’ dianggap shokheh (bebas dari i’lal),
seperti lafadz ¸ﻥﺎﻴﺑ , ﹴﻞﻳﹺﻮﹶﻃﻭ , ﹴﻖﻧﺭﻮﺧﻭ
Apabila wawu atau ya’ berada pada lam fi’il dan huruf yang berharokat sukun yang jatuh
sesudahnya bukan berupa alif atau ya’ musyaddadah (bertasydid), seperti lafadz ﺎﻴﻣﺮﹶﻛ `ﻯﹺﻮﹶﻠﻋ ﻭ
maka wawu atau ya’ tersebut wajib dii’lal sesuai dengan qoidah yang dibutuhkan.



46
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com



ﹶﻥﺎﹶﻛﺍﹶﺫﺍ ُﺀﹶﺎﻓ ﹶﻞﻌﺘﹾﻓﺍ ﺍﺩﺎﺻ , ﺍﺩﺎﺿﻭﹶﺍ , ﺍﺩﺎﺿﻭﹶﺍ , ًﺀﹶﺎﻃﻭﹶﺍ , ً ﺀﺎﹶﻇﻭﹶﺍ , ﺖﺒﻠﹸﻗ ﻩﺅﺎﺗ ًﺀﹶﺎﻃ ﻌﺘﻟ ﹺﻖﹾﻄﻨﻟﺍﹺ ﺮﺴ ﻩﺬﻫﺪﻌﺑ
ﻑﻭﺮﺤﹾﻟﺍ . ﺎﻤﻧﺍﻭ ﺐﹶﻠﹾﻘﺗ ُﺀﺎﺘﻟﺍ ِﺀﺎﱠﻄﻟﺎﹺﺑ ﺎﻬﹺﺑﺮﹸﻘﻟ ﻦﻣ ِﺀﺎﺘﻟﺍ ﺎ ﺟﺮﺨﻣ . ﻮﺤﻧ : ﺢﹶﻠﹶﻄﺻﺍ , ﺏﺮﹶﻄﺿﺍﻭ , ﺩﺮﱠﻃﺍﻭ ,
ﺮﻬًﱠﻇﺍﻭ . ﺎﻤﻬﹸﻠﺻﹶﺍ : ﺢﹶﻠﺘﺻﺍ ﺏﺮﺘﺿﺍﻭ ﺩﺮﺘﹾﻃﺍﻭ ﺮﻬﺘﹶﻇﺍﻭ .

Terjemah :
Jika ada kalimat yang ikut wazan yang mana fa’ fi’ilnya berupa huruf shod, dhod, tho’, dzo, maka
ta’nya harus diganti dengan tho’. Karena mengucapkan ta’ yang jatuh setelah huruf ithbaq itu
dianggap sulit dan ta’ dengan tho’ itu berdekatan dalam makhrojnya. Contoh ﺮﻬﱠﻇﺍﻭ ﺢﹶﻠﹶﻄﺻﺍ ,
ﺏﺮﹶﻄﺿﺍﻭ , ﺩﺮﱠﻃﺍﻭ yang asalnya ﺢﹶﻠﺘﺻﺍ ﺏﺮﺘﺿﺍﻭ ﺩﺮﺘﹾﻃﺍﻭ ﺮﻬﺘﹾﻇﺍﻭ


ﹶﻥﺎﹶﻛﺍﹶﺫﺍﺍ ُﺀﺎﹶﻓ ﹶﻞﻌﺘﹾﻓﺍ ﹰﻻﹶﺍﺩ , ﹰﻻﺍﹶﺫﻭﹶﺍ , ﹰﺎﻳﺍﺯﻭﹶﺍ , ﺖﺒﻠﹸﻗ ﻩُﺀﺎﺗ ﹰﻻﺍﺩ ﹺﻖﹾﻄﻨﻟﺍﹺﺮﺴﻌﻟ ِﺀﺎﺘﻟﺎﹺﺑ ﺪﻌﺑ ﻩﺬﻫ ﺮﺤﹾﻟﺍ ﻑﻭ , ﺎﻤﻧﺍﻭ
ﺐﹶﻠﹾﻘﺗ ُﺀﺎﺘﻟﺍ ﹺﻝﺍﺪﻟﺎﹺﺑ ﺎﻬﹺﺑﺮﹸﻘﻟ ﻦﻣ ِﺀﺎﺘﻟﺍ ﺎﺟﺮﺨﻣ . ﻮﺤﻧ ﹶﺃﺭﺩﺍ , ﺮﹶﻛﱠﺫﺍﻭ , ﺮﺟﺩﺯﺍﻭ , ﺎﻤﻬﻠﺻﺍ ﹶﺃﺮﺗﺩﺍ ,
ﺮﹶﻜﺗﹾﺫﺍﻭ , ﺮﺠﺗﺯﺍﻭ .
ﺔﻌﺑﺎﺴﻟﺍﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ
ﺔﺳﺩﺎﺴﻟﺍﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺓﺮﺸﻋ
47
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Terjemah :
Apabila ada wazan yang fa’ fi’ilnya berupa huruf dal, dzal atau za’, maka ta’nya harus diganti
dengan huruf dal, karena sulit untuk mengucapkan ta’ setelah mengucapkan huruf-huruf ini
(dal, dhal, za’). Hal ini disebabkan karena dekatnya makhroj antara huruf ta’ dengan dal. Contoh
ﹶﺃﺭﺩﺍ , ﺮﹶﻛﱠﺫ ﺍﻭ , ﺮﺟﺩﺯﺍﻭ aslinya adalah ﹶﺃﺮﺗﺩﺍ ﺮﹶﻜﺗﹾﺫﺍﻭ , ﺮﺠﺗﺯﺍﻭ


ﹶﻥﹶﺎﻛﺍﹶﺫﺍ ُﺀﹶﺎﻓ ﹶﻞﻌﺘﹾﻓﺍ ًﺀﹶﺎﻳﻭﹶﺍﺍﻭﺍﻭ ًﺀﹶﺎﺛﻭﹶﺍ ﺖﺒﻠﹸﻗ ﻩﺅﺎﹶﻓ ًﺀﹶﺎﺗ ﹺﻖﹾﻄﻨﻟﺍﹺﺮﺴﻌﻟ ﻑﺮﺤﹺﺑ ﹺﻦ`ﻴﻠﱠﻟﺍ ﹺﻦﻛﺎﺴﻟﺍ ﺎﻤﻟ ﻦ ﻣﺎﻤﻬﻨﻴﺑ
ﹺﺝﺮﺨﻤﹾﻟﺍﺔﺑﺭﺎﹶﻘﻣ ﻒﺻﻮﹾﻟﺍﺓﺎﹶﻓﺎﻨﻣﻭ ﱠﻥﹶﻻِ ﻑﺮﺣ ﱠﻟﺍ ﹺﻦ`ﻴﻠ ﹲﺓﺭﻮﻬﺠﻣ ُﺀﺎﺘﻟﺍﻭ ﹲﺔﺳﻮﻤﻬﻣ . ﻮﺤﻧ ﹶﻞﺼﺗ ﺍ , ﺮﺴﺗﺍﻭ ,
ﺮﻐﱠﺛﺍﻭ . ﺎﻤﻬﻠﺻﺍ ﹶﻞﺼﺗﻭﺍ , ﺮﺴﺘﻳﺍﻭ , ﺮﻐﺘﹾﺛﺍﻭ .
Terjemah :
Kapan ada kalimat yang berwazan dan pada fa’ fiilnya berupa huruf wawu, ya’ atau tsa, maka
huruf fa’ fi’il tersebut harus diganti dengan huruf ta’. Karena sulitnya mengucapkan huruf
layyinah (wawu atau ya’ yang mati) yang bertemu ta’. Hal itu dikarenakan huruf-huruf tersebut
berdekatan dalam makhrojnya. Dan berbeda dalam sifatnya yaitu huruf (wawu atau ya) adalah
huruf majhuroh (mempunyai sifat jahr) dan tsa adalah huruf mahmusah (mempunyai sifat hams)
contohﺮﻐﱠﺛﺍ ﹶﻞﺼﺗﺍ , ﺮﺴﺗﺍﻭ :
ﺔﻨﻣﺎﺜﻟﺍﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺓﺮﺸﻋ
48
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com



ﺍﹶﺫﺍ ﹶﻥﺎﹶﻛ ُﺀﺎﹶﻓ " ﹶﻞﻌﹶﻔﺗ " ﻭ " ﹶﻞﻋﺎﹶﻔﺗ " ًﺀﺎﺗ , ًﺀﺎﹶﺛﻭﹶﺍ , ًﹰﻻﺍﺩﻭﹶﺍ , ًﹰﻻﺍﹶﺫ ﻭﹶﺍ , ﺎﻳﺍﺯﻭﹶﺍ , ﺎﻨﻴﺳﻭﹶﺍ , ﻭﹶﺍ ﺎﻨﻴﺷ , ﺍﺩﺎﺻﻭﹶﺍ ,
ﺍﺩﹶﺎﺿﻭﹶﺍ , ًﺀﹶﺎﻃﻭﹶﺍ , ًﺀﺎﹶﻇﻭﹶﺍ : ﺯﻮﺠﻳ ﺐﹾﻠﹶﻗ ﺎﻤﻫِﺀﺎﺗ ﺎﻤﹺﺑ ﻪﺑﹺﺭﺎﹶﻘﻳ ﹺﰱ ﹺﺝﺮﺨﻤﹾﻟﺍ ﺪﻌﺑ ﹺﻞﻌﺟ ﹺﻝﻭﹶﺍ ﹺﻦﻴﺑﹺﺭﺎﹶﻘﺘﻤﹾﻟﺍ ﹶﻞﹾ ﺜﻣ
ﻰﹺﻧﺎﱠﺜﻟﺍ ﺔﺴﻧﺎﺠﻤﹾﻠﻟ ﻊﻣ ﹶﻼﺘﺟﺍ ﹺﺏ ﺓﺰﻤﻫ ﹺﻞﺻﻮﹾﻟﺍ ﻦﻜﻤﻴﻟ ُﺀﺍﺪ ﺘﺑﺎﹾﻟﺍ ﺎﹺﺑ ﹺﻦﻛﺎﺴﻟ . ﻮﺤﻧ : ﺱﺮﺗﺍ , ﹶﻞﹶﻗﺎﱠﺛﺍﻭ ,
ﺮﱠﺛﺩﺍﻭ , ﺮﱠﻛﱠﺫﺍﻭ , ﺮﺟﺯﺍﻭ , ﻊﻤﺳﺍﻭ , ﻖﱠﻘﺷﺍﻭ , ﻕﺪﺻﺍﻭ , ﻉﺮﺿﺍﻭ , ﺮﻬﱠﻇﺍﻭ , ﺮﻫﺎﱠﻃﺍﻭ . ﺎﻬﹸﻠﺻﹶﺍ : ﺱﺮﺘﺗ ,
ﹶﻞﹶﻗﺎﹶﺜﺗﻭ , ﺮﱠﺛﺪﺗﻭ , ﺮﱠﻛﹶﺬﺗﻭ , ﺮﺟﺰﺗﻭ , ﻤﺴﺗﻭ ﻊ , ﻖﱠﻘﺸﺗﻭ , ﻕﺪﺼﺗﻭ , ﻉﺮﻀﺗﻭ , ﺮﻬﹶﻈﺗﻭ , ﺮﻫﺎﹶﻄﺗﻭ .
Terjemah :
Ketika ada kalimat yang mengikuti wazan ﻞﻋﺎﻔﺗ, yang mana fa’ fi’ilnya berupa huruf ﺕ , ﺙ , ﺩ ,
ﺫ , ﺯ , ﺱ , ﺵ , ﺹ , ﺽ , ﻁ , ﻅ , maka ta fi’il tersebut boleh diganti dengan huruf yang
mendekati dalam makhrojnya, yaitu setelah menjadikan huruf pertama yang berdekatan tadi
seperti huruf yang kedua agar sejenis dengan mengidghomkannya kepada huruf yang kedua,
serta mendatangkan hamzah wasol untuk mengawali huruf mati. Seperti contoh :
ﺗﺍ ﺱﺮ , ﹶﻞﹶﻗﺎﱠﺛﺍﻭ , ﺮﱠﺛﺩﺍﻭ , ﺮﱠﻛﱠﺫﺍﻭ , ﺮﺟﺯﺍﻭ , ﻊﻤﺳﺍﻭ , ﻖﱠﻘﺷﺍﻭ , ﻕﺪﺻﺍﻭ , ﻉﺮﺿﺍﻭ , ﺮﻬﱠﻇﺍﻭ , ﺮﻫﺎﱠﻃﺍﻭ
aslinya
ﺱﺮﺘﺗ , ﹶﻞﹶﻗﺎﹶﺜﺗﻭ , ﺮﱠﺛﺪﺗﻭ , ﺮﱠﻛﹶﺬﺗﻭ , ﺮﺟﺰﺗﻭ , ﻊﻤﺴﺗﻭ , ﻖﱠﻘﺸﺗﻭ , ﻕﺪﺼﺗ ﻭ , ﻉﺮﻀﺗﻭ , ﺮﻬﹶﻈﺗﻭ , ﺮﻫﺎﹶﻄﺗﻭ
ﺓﺪﻋﺎﻘﻟﺍ ﺔﻌﺳﺎﺘﻟﺍ
49
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com



No Pengertian Contoh
1
ﻭ / ﻱ hidup sebelumnya fathah:
diganti alif
ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹶﻝﻮﹶﻗ , ﻉﹶﺎﺑ ﻊﻴﺑ
2
ﻭ / ﻱ hidup sebelumnya huruf shohih
yang sukun: dipindah harokatnya
ﻊﻴﹺﺒﻳ ﻊﹺﻴﺒﻳ , ﹸﻝﻮﹸﻘﻳ ﹸﻝﻮﹾﻘﻳ
3
ﻭ / ﻱ sukun (karena harokatnya
dipindah) terletak setelah fathah:
diganti alif
ﻑﺎﺨﻳ ﻑﻮﺨﻳ ﻑﻮﺨﻳ ﻑﺎﺨﻳ
4
ﻭ / ﻱ setelah alif tambahan: diganti
hamzah
ٌ ﺀﺎﻨﹺﺑ `ﻱﺎﻨﹺﺑ , ﹲﻞﺋﺎﹶﻗ ﹲﻝﹺﻭﺎﹶﻗ
5
ﻭ / ﻱ beriringan, yang pertama
sukun: wawu diganti ya’
¯ﻲﺷ `ﻱﻮﺷ
6
ﻭ setelah kasroh: diganti ya’ `ﺩﺎﻌﻴﻣ `ﺩﺎﻋﻮﻣ
7
ﻱ setelah dlomah: diganti wawu ﺮﺳﻮﻳ ﺮِﺴﻴﻳ
8
ﻭ / ﻱ berharokat dhumah atau
kasroh (pada akhir kata): disukun
ﻭﺰﻐﻳ ﻭﺰﻐﻳ , ﻲﻣﺮﻳ ﻲﻣﺮﻳ
KAIDAH I’LAL
50
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

9
Untuk menyelamatkan wawu, maka
kasroh sebelumnya diganti dhumah
ﹶﻥﻮﻣﺮﻳ ﹶﻥﻮﻴﻣﺮﻳ ﹶﻥﻮﻴﻣﺮﻳ ﹶﻥﻮﻣﺮﻳ ﹶﻥﻮﻣﺮﻳ
10
Untuk menyelamatkan ya’ (supaya ya’
tidak diganti wawu) maka dhumah
sebelumnya digani kasroh
ﻦﻳﹺﺰﻐﺗ ﻦﻳﹺﻭﺰﻐﺗ ﻦﻳﻭﺰﻐﺗ ﻦﻳﺰﻐﺗ ﻦﻳﹺﺰﻐﺗ
11
ﻭ sukun antara fathah dan kasroh:
wawu dibuang
ﺪﻌﻳ ﺪﻋﻮﻳ
12
Hamzah washolnya fi’il amar dibuang
jika huruf setelahnya hidup
ﻦﺻ ﹾﻥﻮﺻﹸﺍ ﹾﻥﻮﺻﹸﺍ ﻦﺻﹸﺍ ﻦﺻ
13
Dua huruf yang sama diidghomkan
ﺪﻣ ﺩﺪﻣ
14
Bertemunya dua sukun dihindari
dengan membuang salah satunya atau
memberinya harokat
ﺪﻣ ﺩﺪﻣﹸﺍ ﺩﺪﻣﹸﺍ ﺩﺪﻣﹸﺍ ﺪﻣﹸﺍ ﺪﻣ
15
Alif setelah dhumah diganti wawu
ﹶﻞﻋﻮﹸﻔﺗ majhul dari ﹶﻞﻋﺎﹶﻔﺗ . ﹶﻞﻋﻮﹸﻔﺗ
ﹶﻞﻋﺎﹸﻔﺗ
16
Dua hamzah bertemu, yang kedua
mati, diganti dengan huruf ilat yang
sesuai dengan harokat sebelumnya
ﻦﻣﺃ ﻦﻣﹾﺃﹶﺃ , ﹲﻥﺎﻤﻳﺍ ﹲﻥﺎﻤﹾﺋﺍ

51
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com

Sumber: PROGRAM PEMULA MEMBACA KITAB KUNING ﺔﻴﻓﺮﺻ Metode Praktis Memahami
Shorof dan I’lal. KH. Taufiqul Hakim.
: Asalnya
: : Maka

ﺖﻤﺗ
ﷲﺍﻭ ﻢﻠﻋﺍ ﺏﺍﻮﺼﻟﺎﺑ






52
M odul N ahwu S horof

www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com


Nama : Ahmad Maslakhudin
Alamat : Semarang
Email : udin87asror@yahoo.co.id
Fb : www.facebook.com/maslakhudin
Twitter : www.twitter.com/maslakhudin
Blog : www.masla87.wordpress.com dan www.ahmadmaslakhudin.blogspot.com
Pendidikan formal:
a) RA Al Iman : 1994
b) MI Al Iman : 2000
c) MTs Al Asror : 2003
d) MA Al Asror : 2006
e) Universitas Negeri Semarang (UNNES) : 2006-Sekarang
Pendidikan non formal
a) Pondok Pesantren As Salafy Al Asror, Patemon, Semarang
: 2003-sekarang
b) Madrasah Diniyah Salafiyah Al Asror, Patemon, Semarang
: 2003-2009

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful