P. 1
Presentasi Profesi (BK)

Presentasi Profesi (BK)

|Views: 14|Likes:
Published by Aila Moleknian Ayu
Presentasi Mata Kuliah Profesi Kependidikan : Bimbingan Konseling
Presentasi Mata Kuliah Profesi Kependidikan : Bimbingan Konseling

More info:

Published by: Aila Moleknian Ayu on Jul 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPSX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2014

pdf

text

original

PRINSIP, ASAS, DAN KODE ETIK BIMBINGAN DAN KONSELING

Oleh : Kelompok 4
AHMAD TAUFIK AILA MOLEKNIAN AYU ARIE ANGGA PUTRA HENDRIES A. RAHMAN KHAIRIL FUADI WAHDINI DWIRANDA YULIANA (04846/08) (97847/09) (04847/08) (04868/08) (05449/08) (13389/09) (13950/09)

Prinsip – prinsip Bimbingan dan Konseling
Prinsip – prinsip bimbingan konseling merupakan pemaduan hasil teori dan praktek yang dirumuskan dan dijadikan pedoman sekaligus dasar dari penyelenggaraan bimbingan konseling.

a. b. c. d.

Prinsip – prinsip BK secara umum yaitu : Pengenalan dan pemahaman karakteristik individu. Pemberian bantuan agar individu mampu menghadapi kesulitan – kesulitannya. Bimbingan terpusat pada individu yang dibimbing. Penyelesaian masalah diserahkan kepada ahli atau lembaga yang berwenang menyelesaikannya.

h. Mengidentifikasi kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang akan dibimbing. Bimbingan sesuai dengan program pendidikan pada lembaga yang bersangkutan. Pelaksanaan program bimbingan dikelola oleh orang yang memiliki keahlian dalam bidang bimbingan.e. g. j. Pelaksanaan program bimbingan di evaluasi untuk mengetahui hasil dan pelaksanaan program. f. . i. Bimbingan yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan individu dan masyarakat. Program bimbingan harus senantiasa secara kontiniu.

Prinsip-prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang memberikan bimbingan (Konselor). 3. .Sedangkan prinsip – prinsip khusus yang digunakan dalam BK adalah sebagai berikut : 1. 2. Prinsip-prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang dibimbing (Klien). Prinsip-prinsip khusus yang berhubungan dengan organisasi dan administrasi bimbingan.

Beberapa prinsip dalam BK sebagian mendasari gerak langkah penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling. Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling disekolah dalam lapangan operasional bimbingan dan konseling. 3. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan Bimbingan dan Konseling 4. . 5. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan permasalahan yang dialami individu. 2. Prinsip-prinsip tersebut adalah : 1.

Asas. yaitu asas yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan.Asas Bimbingan dan Konseling Asas – asas bimbingan dan konseling merupakan jiwa dan nafas dari seluruh kehidupan layanan bimbingan dan konseling. 2. Asas Kerahasiaan (confidential) . Apabila asasasas tersebut diikuti dan terselenggara dengan baik maka proses pelayanan akan mengarah pada pencapaian tujuan. . Asas Kesukarelaan . Asas-asas bimbingan dan konseling yaitu ketentuan yang harus diterapkan dalam penyelenggaraan pelayanan itu. yaitu asas yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (klien) mengikuti/ menjalani layanan/kegiatan yang diperuntukkan baginya.Asas .asas bimbingan dan konseling tersebut adalah : 1.

5. Asas Kegiatan .3. yaitu peserta didik (klien) sebagai sasaran layanan/kegiatan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi individu-individu yang mandiri . yaitu asas yang menunjukkan pada tujuan umum bimbingan dan konseling. Asas Keterbukaan . Asas Kemandirian . yaitu asas yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan dapat berpartisipasi aktif di dalam penyelenggaraan/kegiatan bimbingan. baik dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. yaitu asas yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersikap terbuka dan tidak berpurapura. 4.

8. Asas Kekinian . baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. Asas Kedinamisan . Asas Keterpaduan .7. yaitu asas yang menghendaki agar obyek sasaran layanan bimbingan dan konseling yakni permasalahan yang dihadapi peserta didik/klien dalam kondisi sekarang. tidak monoton. yaitu asas yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (peserta didik/klien) hendaknya selalu bergerak maju. 9. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. saling menunjang. yaitu asas yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. harmonis dan terpadukan .

Asas Tut Wuri Handayani . dan memberikan rangsangan dan dorongan.10. . serta kesempatan yang seluasluasnya kepada peserta didik (klien) untuk maju. mengembangkan keteladanan. 11. yaitu asas yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (klien) kiranya dapat mengalihtangankan kepada pihak yang lebih ahli. yaitu asas yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. yaitu asas yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana mengayomi (memberikan rasa aman). Asas Keahlian . Asas Alih Tangan Kasus . 12.

Aturan tentang tindakan yang dianut berkenaan dengan perilaku suatu kelas manusia. Pengertian Etika adalah suatu sistem prinsip moral. . atau budaya tertentu. Kaidah-kaidah perilaku yang dimaksud. etika suatu budaya. Etika Profesi Bimbingan dan Konseling adalah kaidah-kaidah perilaku yang menjadi rujukan bagi konselor dalam melaksanakan tugas atau tanggung jawabnya memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada konseli.Kode Etik Profesi Konselor Indonesia 1. kelompok.

diamalkan dan diamankan oleh setiap anggota profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia. dan kebupaten/kota (Anggaran Rumah Tangga ABKIN. peraturan. . atau organisasi bagi para pekerja atau anggotanya. Kode Etik Bimbingan dan Konseling Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku profesional yang dijunjung tinggi. propinsi. pedoman. profesi. Kode Etik Bimbingan dan Konseling Indonesia wajib dipatuhi dan diamalkan oleh pengurus dan anggota organisasi tingkat nasional. dan nilai yang mengatur mengarahkan perbuatan atau tindakan dalam suatu perusahaan. dan interaksi antara para pekerja atau anggota dengan masyarakat. Bab II.Kode Etik adalah seperangkat standar. Pasal 2).

e. 2 dan 3 tentang standar pendidik dan tenaga kependidikan). b. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.2. Dasar Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling a. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (pasal 28 ayat 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. d. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. c. . Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

e. Mendukung misi Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia. b. Tujuan Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling a. Kode etik membantu konselor dalam membangun kegiatan layanan yang profesional. Kode etik merupakan prinsip-prinsip yang memberikan panduan perilaku yang etis bagi konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Kode etik menjadi landasan dalam menghadapi dan menyelesaikan keluhan serta permasalahan yang datang dari anggota asosiasi. d. c.3. . Melindungi konselor yang menjadi anggota asosiasi dan konseli sebagai penerima layanan.

2. DAN KEGATAN PROFESIONAL KONSELOR 1. . KOMPETENSI  Memahami secara mendalam konseling yang hendak dilayani  Menguasai landasan teoritik bimbingan dan konseling  Menyelenggarakan bimbingan dan konseling yang memandirikan  Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. KUALIFIKASI  Sarjana pendidikan (S-1) dalam bidang Bimbingan dan Konseling.  Berpendidikan profesi konselor (PPK). KOMPETENSI.BAB I KUALIFIKASI.

KEGIATAN PROFESIONAL KONSELOR a.3. Testing dan Riset  Penyimpanan dan penggunaan Informasi  Testing  Riset b. Proses Pelayanan  Hubungan dalam Pemberian Pelayanan  Hubungan dengan Konseli . Informasi.

Tanggung Jawab terhadap Dirinya Sendiri e. Tanggung Jawab Terhadap Orang Tua c. Tanggung jawab Konselor terhadap Siswa b. KESEJAHTERAAN BAGI ORANG YANG DILAYANI KONSELOR 2. Tanggung jawab terhadap Kolega/Pihak Sekolah d.BAB II HUBUNGAN KONSELING 1. TANGGUNG JAWAB KONSELOR a. Tanggung Jawab Terhadap Organisasi Profesi .

3.BAB III KERAHASIAAN DALAM KOMUNIKASI DAN HAL – HAL YANG BERSIFAT PRIBADI 1. 2. 4. Menghargai hak-hak konseli Berbagi Informasi dengan pihak lain Rekaman Data Konseling Penelitian dan pelatihan Konsultasi . 5.

Kesejahteraan konseli a. b. ASESMEN DAN INTERPRETASI 1. Asesmen 1. Kompetensi dalam menggunakan dan menginterpretasi instrumen asesmen. Pemberian ijin memberi informasi dalam asesmen dilakukan dengan: .BAB IV EVALUASI.

. Mekanisme Penerapan Sanksi. 4. Pendahuluan. b.BAB V PELANGGARAN TERHADAP KODE ETIK 1. Terhadap Konseli . Bentuk Pelanggaran . a. Terhadap Organisasi Profesi . 2. Sangsi Pelanggaran. 3.

Ada Pertanyaan ??? ...TERIMA KASIH .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->