You are on page 1of 6

MEDIA INTERAKTIF BERBASIS MANUSIA DAN KOMPUTER

DALAM PENDIDIKAN
Maksimus Adil (69080064)

Abstrak
Media interaktif berbasis komputer telah menjadi bagian integral dari dunia pendidikan saat ini. Ke
depan, sangat sulit dibayangkan pendidikan tanpa media interaktif berbasis komputer atau peralatan
elekronik lainnya. Namun media interaktif berbasis komputer saja belumlah memadai. Agar media
interaktif berbasis komputer dapat memberikan sumbangan yang signifikan untuk mencapai tujuan
pembelajaran di kelas, ia harus didukung oleh media interaktif lainnya seperti media interaktif berbasis
manusia. Masing-masing media interaktif mempunyai kekhasannya. Kekhasan masing-masing media
interaktif ini serentak menjadi kelemahan media interaktif lainnya. Untuk itu agar dapat mencapai hasil
yang maksimal dalam penerapannya diperlukan adanya semacam kombinasi di antara keduanya.
Kombinasi itupun masih mengandaikan kemahiran dari guru, tutor atau instruktur dalam
pengoperasiannya agar kombinasi kedua media pembelajaran itu dapat digunakan secara efektif dan
efisien di dalam proses belajar mengajar demi mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Kata-kata kunci: Media interaktif, media interaktif berbasis komputer, media interaktif berbasis
manusia, computer-managed instruction (CMI), Computer-assisted instruction (CAI), Computer-
based instruction (CBI), Computer-based training (CBT)

I. Pendahuluan
Pendidikan tanpa media interaktif akan menjadi pendidikan yang sangat membosankan.
Bahkan dewasa ini sangat sulit untuk membayagkan adanya suatu pendidikan atau sistem
pembelajaran yang sama sekali tanpa melibatkan media interaktif di dalamnya. Dapat dikatakan
bahwa pendidikan tanpa media interaktif bukanlah pendidikan.
Hal ini terjadi karena dua alasan. Pertama, manusia dewasa ini sudah melekat sedemikian rupa
dengan media interaktif dalam berbagai macam jenis dan bentuknya. Kedua, sifat dasar
manusia yang lebih mudah untuk fokus pada pembelajaran bila di hadapannya objek yang
dipelajari hadir secara nyata, atau setidaknya representasi dari objek yang dipelajari ada di
hadapan peserta belajar. Itulah sebabnya maka akan lebih mudah mengajarkan siswa tentang
pengolahan susu sapi dari tahap pemerasan hingga menjadi produk seperti yang dapat kita
temukan di supermarket-supermarket dengan melakukan field trip ke pabrik susu untuk melihat
proses pembuatannya mulai dari pemerasan susu, pengolahan sampai pada pengemasan
daripada sekedar menjelaskannya di dalam kelas.
Pendidikan yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah pendidikan formal seperti sekolah-
sekolah dalam berbagai levelnya dan pendidikan non formal seperti kursus-kursus, pelatihan,
dan sebagainya.
Pernyataan Marc Prensky barangkali dapat menjadi gambaran betapa pentingnya media
interaktif dalam pendidikan. Menyindir sekolah-sekolah yang lamban dalam menerapkan media
interaktif di sekolah, Prensky menyatakan, “Schools are stuck in the 20th century. Students
have rushed into the 21st. How can schools catch up and provide students with a relevant
1
education? .
Berangkat dari kenyataan yang kita hadapi saat ini, kita dapat memprediksi bahwa di masa
depan pendidikan pasti selalu mengandaikan peralatan elektronik atau digital, dalam hal ini
berarti media interaktif.

1
Marc Prensky seperti dimuat dalam http://www.ascd.org/authors/ed_lead/el200512_prensky.html.

1
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa penggunaan multi media atau media interaktif dalam
2
pembelajaran menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Francis M. Dwyer ,
salah seorang peneliti, antara lain menemukan bahwa setelah lebih dari tiga hari pada umumnya 
manusia  dapat  mengingat  pesan  yang  disampaikan  melalui  tulisan  sebesar  10  %,  melalui  audio  10  %, 
visual  30  %  dan  apabila  ditambah  dengan  melakukan,  maka  akan  mencapai  80  %.  Dari  penelitian  ini 
dapat  kita  lihat  bahwa  penggunaan  media  interaktif  dalam  hal  ini  termasuk  media  interaktif  berbasis 
komputer sangat signifikan dalam membantu proses pembelajaran di sekolah.
Dalam rangka memahami duduk persoalan peran media interaktif dalam dunia pendidikanlah
tulisan ini kami buat. Ada dua kategori media interaktif yang akan dibahas di dalam tulisan ini
yakni media interaktif berbasis manusia dan media interaktif berbasis komputer. Apa dan
bagaimana kedua media interaktif itu akan diuraikan pada tempat yag pertama setelah
pendahuluan. Kemudian akan dibahas kekhasan keduanya, untuk itu akan dibuat
perbandingan. Lalu disusul uraian tentang kemungkinan kombinasi keduanya dalam dunia
pendidikan, contoh implementasi kombinasi itu, kesimpulan dan catatan kritis.

II. A. Media Interaktif Berbasis Manusia

Media interaktif adalah suatu sistem yang dapat merespon tanggapan peserta didik dalam
suatu proses pembelajaran. Media interaktif berbasis manusia dalam dunia pendidikan
mengacu kepada guru, instruktur, tutor, roleplay, aktivitas kelompok, field trip atau studi
3
lapangan . Sepanjang sejarah kita semua tahu betapa pentingnya peran guru. Di negeri tercinta
ini, pentingnya peran guru diapresiasi dengan memberi mereka gelar “pahlawan tanpa tanda
jasa.” Bahkan untuk mereka diciptakan lagu khusus yang telah menjadi lagu wajib pada tiap-
tiap perayaan hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei, “Terpujilah Engkau Ibu Bapa Guru”.
Peran guru, instruktur atau tutor dalam pendidikan sangatlah luas. Keluasan peran itu tercakup
dalam satu istilah yang sudah lazim dan umum ‘mengajar’. Yang tercakup dalam term mengajar
ini adalah merencanakan dan merancang, mendemonstrasikan, membimbing, menceritakan,
menanyakan, menguji, mengumpulkan data-data yang didapat dari proses belajar mengajar,
memotivasi, mengkritisi, bahkan belajar. Hampir semua aspek ini membutuhkan keahlian dan
4
pengalaman untuk menjalankannya. Carolyn Dowling melukiskan peran guru seperti berikut:
Human teachers characteristically perform a wide range of activities that we subsume under the
general heading of ‘teaching’. These include planning and designing, demonstrating, guiding, telling,
questioning, testing, recording, motivating, criticising—even learning. Many of these aspects of a
teacher’s role require significant expertise and the making of finely tuned and sensitive judgments
based on both breadth and depth of experience. This is important, for instance, in relation to the
provision of appropriate scaffolding to learners. It can also be argued that the human teacher is in a
strong position, in particular by virtue of overall life experience and sophistication as a communicator,
to both model and facilitate co-operative learning behaviours. And who better than a ‘real’ teacher to
recognise and develop ‘authentic’ contexts for learning?
Di dalam proses pendidikan yang telah melibatkan prasarana dan sarana yang canggih dan
serba interaktif sekalipun dapat dipastikan bahwa peran guru tidak tergantikan. Kekhasan
media interaktif berbasis manusia akan ditunjukkan lebih lanjut pada bagian ke-3 ketika
membandingkan antara media interaktif berbasis manusia dan berbasis computer.

B. Media Interaktif Berbasis Komputer


Media interaktif berbasis komputer mengacu kepada pembelajaran yang berbasis komputer,
5
video interaktif berbasis komputer, hypertext, dan lain-lain . Media interaktif berbasis komputer

2
Bdk. Ariasdi, Multimedia Dalam Pendidikan, http://ariasdimultimedia.wordpress.com/2009/03/16/multimed...
diunduh pada 5/5/09 11:25 AM
3
Bdk. Materi Kuliah Media Interaktif MPD UPH: MP611105_0100_01_Introduction, slide no. 7
4
Bdk. Carolyn Dowling, The Role of the Human Teacher in Learning Environments of the Future, School of
Business and Informatics, Australian Catholic University (Pdf File).
5
Bdk. Materi Kuliah Media Interaktif UPH, ibid.

2
ini mencakup beberapa aspek yang saling bersinergi seperti: teks, grafik, gambar statis,
6
animasi, film, dan suara .
7
Ada tiga kategori penerapan media interaktif berbasis komputer : Pertama, Pembelajaran yang
pengaturannya oleh komputer (Computer-managed instruction – CMI). Pada pembelajaran
kategori ini proses pembelajaran yang dapat di-manage oleh computer adalah:
1. Perencanaan, pengaturan, dan penjadwalan pembelajaran
2. Evaluasi siswa (testing)
3. Pengumpulan data tentang siswa
4. Melakukan analisis statistik atas data pembelajaran
5. Menyimpan laporan tentang siswa (kelompok dan individu)
Kedua, Pembelajaran dengan bantuan komputer (computer-assisted instruction – CAI). Peran
komputer di sini adalah:
1. Sebagai alat bantu belajar; termasuk di dalamnya adalah untuk presentasi atau latihan,
tapi tidak keduanya sekaligus.
2. Menunjang pembelajaran dan latihan (training), tetapi bukan sebagai media utama
penyampaian pembelajaran.
a. Contoh: Komputer dapat digunakan sebagai tutorial, hanya untuk
menyampaikan informasi. Hal-hal lainnya dalam proses belajar disampaikan
dalam bentuk non-computer-based system.
b. Penggunaan lain dari komputer dalam mendukung pembelajaran adalah untuk
kebutuhan yang sifatnya individual untuk pen-dril-an dan latihan.
Ketiga, Pembelajaran atau latihan berbasis komputer (Computer-based instruction or training –
CBI or CBT). Pada kategori ini:
1. Komputer merupakan mode utama pembelajaran
2. Komputer digunakan untuk menyampaikan semua (atau sebagian besar) dari
pembelajaran untuk pelajaran tertentu.

III. Kekhasan Media Interaktif Berbasis Manusia dan Berbasis Komputer

Masing-masing jenis media interaktif mempunyai karakternya sendiri-sendiri. Media interaktif


berbasis manusia mempunyai kekhasan yang tidak dimiliki oleh media interaktif berbasis
komputer, demikian juga sebaliknya. Kekhasan dari masing-masing media interaktif itu dapat
menjadi kekuatannya. Namun demikian masing-masing media interaktif juga mempunyai
kelemahan sendiri-sendiri. Apa yag khas dalam satu media pembelajaran interaktif dapat
dipastikan tidak ada pada media interaktif lainnya, dan karena itu menjadi kelemahan dari
media interaktif yang lainnya itu. Untuk itulah maka diperlukan adanya kombinasi di antara
keduanya agar dapat memberikan efek yang maksimal untuk meningkatkan kualitas atau
pencapaian hasil belajar.
Tabel di bawah memperlihatkan kekhasan masing-masing dari kedua media interaktif yang
dibicarakan. Data-data dalam tabel tidak dimaksudkan untuk membandingkan media yang satu
dengan yang lainnya secara head-to-head. Tabel berikut sifatnya hanya sekedar pemaparan
data bagaimana kedua media itu bersifat khas satu terhadap yang lainnya.

Media interaktif berbasis manusia Media interaktif berbasis komputer

1. Terjadi komunikasi muka dengan muka 1. Sangat efektif bila memerlukan


2. Monitoring dan pengaruh secara langsung pengulangan untuk mengembangkan
3. Emosi menyatu dengan kondisi kelas basic skill atau untuk mengiingat informasi
4. Peran tiap-tiap individu dapat berubah yang diperlukan.
dengan mudah 2. Sangat dinamis, interaktif dan bagus
5. Sangat ideal untuk interaktivitas antara untuk pembelajaran yang sifatnya

6
Lih. Ditto, William. Multimedia, Encarta Premium DVD Ensiclopedia 2006.
7
Bagian ini sepenuhnya diambil dari materi kuliah Media Interaktif – Instructional Design, Computer-Based System

3
guru dan peserta belajar dan antara individual.
sesama peserta belajar 3. Mampu memvisualisasikan objek-objek
6. Mental experimentation dan creative- atau hal-hal yang dianggap sulit, seperti
problem solving dimungkinkan pergerakan planet-planet.
4. Mampu menggabungkan antara text,
gambar, audio, musik, animasi gambar
atau vidio dalam satu kesatuan yang
saling mendukung.
5. Memperluas kemungkinan transfer of
learning dengan mengajarkan hal-hal
yang kompleks dalam kondisi yang
hampir menyerupai keadaan yang
sesungguhnya dari objek pembelajaran
itu, misalnya tentang kehidupan di bawah
laut.

Karakter dari masing-masing media interaktif yang terekam dalam table di atas hanya sebagian
saja dari banyak karakter yang dimiliki masing-masing media yang dibahas dalam tulisan ini.
Data yang terekam dalam tabel diharapkan dapat memberi gambaran yang cukup memadai
untuk memahami fakta bahwa kedua media interaktif yang dibahas dalam tulisan ini memang
memiliki kekhasan masing-masing yang dapat saling melengkapi bila digunakan atau
dioperasikan secara bersamaan.

IV. Kemungkinan Kombinasi Keduanya

Setelah melihat karakter masing-masing media interaktif yang khas, kiranya kita sudah memiliki
gambaran bagaimana kedua media ini digunakan secara bersama atau dikombinasikan untuk
dapat mencapai tujuan pembelajaran, yakni penguasaan materi belajar secara maksimal oleh
siswa. Berikut adalah dua kemungkinan kombinasi antara keduanya.
1. Merekam kegiatan field trip atau praktek laboratorium lalu diedit untuk dijadikan media
pembelajaran interaktif berbasis komputer. Atau dengan kata lain, pembelajaran
interaktif yang berbasis manusia direkam secara digital untuk kemudian ditransfer ke
dalam mode computer-based sehingga siswa bisa mengulanginya kembali bila
diperlukan untuk memperkuat skil dasar yang diperlukan atau untuk kepentingan
memorize.
Contohnya, membuat film tentang proses pengolahan susu sapi mulai dari pemerasan
susu sampai dengan pengolahan dan pengemasan serta pendistribusiannya hingga ke
supermarket-supermarket. Tentu pembuatan film ini dilakukan ketika diadakan studi
lapangan atau field trip. Kemudian film ini diedit dan dijadikan media pembelajaran
interaktif berbasis komputer untuk kemudian di gunakan pada kesempatan yang lain
atau dapat digunakan siswa untuk memperkuat skil atau daya ingatnya.
2. Siapkan materi pembelajaran dengan mode computer-based terlebih dahulu. Kemudian
materi yang telah disiapkan itu diputar di dalam ruangan kelas atau tempat belajar yang
memadai lainnya dengan bantuan seorang guru atau dosen sebagai operator sehingga
kemudian segala bentuk respons atau feedback dari siswa dapat segera ditanggapi
atau didiskusikan lebih lanjut secara bersama-sama.
Contoh: Guru atau dosen menyiapkan rekaman tentang kehidupan biota laut terlebih
dahulu atau setidaknya membuat suatu film imajiner tentang kehidupan biota laut yang
mendekati aslinya. Kemudian siswa dimungkinkan untuk mencoba mengalaminya
dengan mencobanya atau melakukan interaksi dengan media pembelajaran berbasis
komputer itu. Dalam hal ini guru atau dosen harus terlibat secara langsung untuk
membimbing siswanya agar mereka benar-benar tune in dengan proses
pembelajarannya. Lalu kemudian interaksi secara langsung guru – siswa atau siswa –

4
siswa dimungkinkan untuk memantapkan pemahaman dan penguasaan mereka atas
materi yang dipelajari.

V. Implementasi Kombinasi Keduanya


Dalam pengalaman hidup sehari-hari, implementasi kombinasi antara kedua media interaktif
yang dibahas dalam tulisan ini sudah lazim. Kemungkinan-kemungkinan yang disampaikan di
atas pun sebetulnya sudah memberikan gambaran yang jelas bagaimana implementasi
kombinasi antar kedua jenis media pembelajaran interaktif ini mungkin. Kunci dari kombinasi
penggunaan kedua mode pembelajaran interaktif ini adalah bagaimana menggunakan teknologi
pembelajaran berbasis komputer secara efektif agar dapat mencapai tujuan pembelajaran
secara maksimal yakni penguasaan materi belajar oleh siswa secara maksimal dalam arti
cakupannya luas dan pemahamannya benar-benar mendalam. Sebab tujuan dari penerapan
kombinasi antara kedua media pembelajaran interaktif ini adalah untuk meningkatkan mutu
pengajaran dan pembelajaran.
Beberapa contoh implementasi kombinasi antara kedua media pembelajaran antara kedua
media pembelajaran itu adalah seperti berikut:
1. Dalam dunai astronomi misalnya, simulasi computer tentang dunia angkasa luar, dunia
planet-planet dan bintang-bintang sangat membantu siswa dalam memahami pelajaran
tentang perbintangan dan planet-planet asalakan didukung oleh kemairan guru dan
siswa itu sendiri dalam mengoperasikan programnya.
2. Dalam pelajaran agama Kristen Protestan dan Kristen Katolik misalnya, semulasi
computer tentang peristiwa Malaikat Gabriel menyampaikan kabar kepada Maria atau
peristiwa kelahiran dan penyaliban Yesus sangat membantu siswa dalam memahami
kisah-kisah itu sejauh bisa didampingi dengan baik oleh guru agamanya dalam
mengoperasikan programnya.
Masih ada sangat banyak contoh lainnya, seperti dalam bidang matematika, Fisika, Kimia,
Biologi dan seterusnya. Semua implementasi kombinasi antara keduanya akan sangat
bermanfaat bila didukung oleh berbagai factor tehnios terkait lainnya, seperti ketersediaan
sarana seperti computer dan program-programnya yang memadai, adanya guru yang terlatih
dan mahir dalam mengoperasikan computer atau program penunjang yang yang diperlukan
dalam computer tersebut.

VI. Kesimpulan
Media interaktif baik yang berbasis manusia maupun yang berbasis komputer sangat penting
untuk menunjang proses belajar dan untuk mencapai tujuan pembelajaran di kelas. Penerapan
media interaktif yang berbasis manusia maupun yang berbasis komputer di dalam kelas akan
membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan meningkatkan tingkat
penguasaan siswa terhadap materi yang dipelajari.
Media interaktif berbasis komputer, betapapun canggihnya tidak pernah dapat menggantikan
peran guru di dalam kelas. Karena ada unsur yang khas dari kehadiran seorang guru yang tidak
bisa digantikan oleh kompter misalnya. Teknologi sifatnya hanya sebagai pelengkap, tambahan
atau alat bantu bagi guru, meski pada dunia modern ini posisinya naik menjadi pelegkap atau
alat bantu yang harus ada. Karena itu guru tidak bisa lagi menafikan peran teknologi, dalam hal
ini komputer, bagi keberlangsungan pendidikan di kelas. Media interaktif pembelajaran berbasis
komputer akan sangat membantu pelaksanaan tugas seorang guru dalam kelas sekaligus
membantu siswa untuk menikmati proses belajar-mengajar.

VII. Catatan Kritis

 Belajar bukan hanya menyangkut penguasaan materi oleh siswa, tetapi juga menyangkut
pembentukan diri dan kepribadiannya atau aspek pedagogisnya. Unsur itu sebetulnya
tidak bisa tidak harus diasah oleh guru bersama siswanya. Karena itu kehadiran seorang

5
guru sebagai mentor dan model tetap akan sangat diperlukan.
 Mengingat pentingnya peran media pembelajaran interaktif berbasis komputer dewasa ini
maka para guru dituntut untuk terus mengembangkan diri dalam hal penguasaan teknologi
dan metode pengajaran. Seperti yang dipaparkan di atas, kesiapan, keterampilan, dan
kemahiran guru dala mengelola dan memanfaatkan media interaktif berbasis komputer
serta peralatan digital lainnya akan sangat membantu dalam mengembangkan kegiatan
belajar-mengajar yang efektif dan efisien di dalam kelas.
 Penerapan media pembelajaran interaktif di kelas harus sesuai dengan kebutuhan riil para
siswa dan sesuai dengan kebutuhan materi yang sedang dipelajari dan bukan demi
gengsi lembaga dan guru semata.
 Meski semakin disadari bahwa peran media interaktif berbasis komputer dan berbasis
manusia sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar dewasa ini, namun tidak berarti
bahwa semua lembaga pendidikan telah siap untuk mengadakan dan menerapkannya.
Faktanya, karena kondisi perekonomian dan sumber daya manusia yang tidak merata di
seluruh tanah air, maka banyak hal yang dibahas dalam tulisan ini masih sekedar impian
bagi sebagian guru dan lembaga pendidikan.

Referensi
Ariasdi, Multimedia Dalam Pendidikan,
http://ariasdimultimedia.wordpress.com/2009/03/16/multimed. diunduh pada 5/5/09 11:25 AM
Carolyn Dowling, The Role of the Human Teacher in Learning Environments of the Future,
School of Business and Informatics, Australian Catholic University (Pdf File).
Ditto, William. Multimedia, Encarta Premium DVD Ensiclopedia 2006.
Marc Prensky, Educational Leadership, December 2005/January 2006 | Volume 63 | Number 4
Learning in the Digital Age Pages 8-13
http://www.ascd.org/authors/ed_lead/el200512_prensky.html, diunduh pada 7/5/09 1130 AM
Materi Kuliah Media Interaktif MPD UPH: MP611105_0100_01_Introduction, slide no. 7