You are on page 1of 7

IDENTIFIKASI MEDIKOLEGAL Identifikasi dalam kedokteran forensik merupakan upaya membantu penyidik untuk menentukan identitas seseorang.

Identitas personal sering merupakan masalah dalam kasus pidana maupun perdata. Penentuan identitas personal dalam kasus-kasus pidana atau perdata dengan tepat, amat penting dalam penyidikan karena adanya kekeliruan dapat berakibat fatal dalam proses peradilan. Dari identifikasi banyak informasi yang diperoleh dan ini adalah hal yang penting dalam ilmu kedokteran forensik, selain berguna untuk kemanusiaan juga berguna untuk kasus-kasus kematian karena tindak pidana. Upaya suatu identifikasi medikolegal bertujuan untuk membuktikan bahwa barang bukti (trace evident) tersebut adalah manusia, penentuan ras, penentuan jenis kelamin, perkiraan umur, perkiraan tinggi badan, perkiraan jumlah korban, ciri khusus, deformitas, dan tanda-tanda kekerasan pada barang bukti tersebut. A. Menentukan Jenis Kelamin Dari Kerangka Apabila korban masih utuh mudah membedakannya dengan melihat tandatanda sex primer (alat kelamin) dan tanda-tanda sex sekunder. Selain tanda-tanda sex sekunder terdapat pula perbedaan secara global antara pria dan wanita, yaitu : 1. Tubuh pria keseluruhan lebih besar daripada wanita 2. Pria : bahu lebih lebar daripada pinggul 3. Pria : pinggang tidak nyata seperti wanita 4. Pria : gluteus lebih datar, pada wanita lebih berisi 5. Wanita : tungkai lebih bulat, pergelangan tangan, pergelangan kaki dan kuku lebih halus/kecil 6. Wanita : rambut hanya di mons pubis, sedang pada pria sampai ke pubis, bahkan kadang-kadang sampai ke abdomen, kadang-kadang juga di dada 7. Wanita : larynx kurang menonjol 8. Wanita : pinggul lebih lebar dari bahu.

Kerangka 1. Non Metrik Penentuan jenis kelamin ini didasarkan pada ciri-ciri yang mudah dikenali pada tulang-tulang, seperti tulang panggul, tengkorak, tulang panjang. Yang mempunyai nilai tinggi di dalam hal penentuan jenis kelamin adalah tulang panggul dan baru kemudian tulang tengkorak. Menurut Krogman kebenaran atau ketepatan penentuan jenis kelamin berdasarkan pemeriksaan tulang sebagai berikut : a. 100% apabila ditemukan seluruh kerangka b. 95% apabila hanya diperiksa pelvis c. 92% apabila hanya diperiksa tengkorak d. 98% apabila yang diperiksa pelvis dan tengkorak e. 80-85% apabila hanya diperiksa tulang panjang f. 95% apabila yang diperiksa tengkorak dan tulang panjang g. 98% apabila yang diperiksa pelvis dan tulang panjang Untuk lebih jelasnya perbedaan antara kerangka pria dan wanita bisa dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Perbedaan pelvis pria dan wanita Ciri-ciri Pelvis keseluruhan Bentuk tepi True pelvis Ilium Sendi sacroiliaca Sulcus pre auricular Greater sciatic notch Acetabulum Ichiopubic rami Foramen obturator Os Pubic-corpus Symphisis Sudut sub-pubic Pria Berat, kasar, bekas otot jelas Jantung Relatif kecil Tinggi tegak Besar Tidak sering Kecil, dalam Besar Bagian atas convek Besar, oval Triangular Tinggi Sempit, V-shape Wanita Tidak berat, bekas otot tidak prominent, halus Circular Luas, dangkal Rendah, divergen ke lateral Kecil, oblique Sering Besar, lebar Kecil Bagian atas concave Kecil, triangular Quadrangular Rendah Lebar, U-shape

Sacrum

Panjang, sempit, dapat terdiri > 5 segmen

Pendek, lebar, S1, S2, S3, S5 melengkung, 5 segmen Kurang menonjol Dapat dilewati kepalan tangan

Promontorium Pelvic outlet

Lebih menonjol Tak dapat dilewati kepalan tangan

Tabel 2. Perbedaan tengkorak pria dan wanita Ciri-ciri Ukuran, Volume endokranial Arsitektur Tonjolan supra orbital Prosesus mastoid Daerah oksipital, linea muskulares dan protuberensia Eminensia frontalis Eminensia parietalis Orbita Kecil Kecil Persegi empat, tepi tumpul, rendah, relatif Dahi Tulang pipi Mandibula kecil Curam, kurang membundar Berat, arkus lebih ke lateral Besar, simfisisnya tinggi, ramus asendingnya lebar Palatum Foramen magnum Besar Besar Bundar, tepi tajam, tinggi relatif besar Bulat penuh Ringan, lebih memusat Kecil, dengan ukuran korpus dan ramus lebih Pria Besar Kasar Besar Besar, kasar, tumpul Tidak jelas Kecil Halus Kecil/tipis Kecil, halus, runcing Jelas/menonjol Wanita

kecil Besar dan lebar, bentuk U Kecil, bentuk V Besar Kecil

Tabel 3. Perbedaan tulang panjang pria dan wanita Ciri-ciri Panjang Tempat perlekatan otot Diameter caput femur Pria Lebih panjang Prominen Lebih lebar Wanita Lebih pendek Kurang prominen Lebih kecil

Diameter caput humerus Condylus humerus 2. Metrik

Lebih lebar Permukaan luas, lebar

Lebih kecil Lebih kecil

 Perbedaan jenis kelamin berdasarkan pemeriksaan tulang pelvis. Setelah masa pubertas tulang pubis pada perempuan lebih besar daripada tulang pubis laki-laki  Sciatic notch Rumus Sciatic notch = Lebar sciatic notchx100/dalam sciatic notch Indek sciatic notch : pada pria 40-50 ; pada wanita 50-60  Os pubis Ischia Pubic Index = Panjang tulang ischium(mm)/panjang tulang pubis(mm)x100 Index IP pria 72-94 ; 91-115  Os sacrum IP= lebar dasar sacrum/panjang longitudinal sacrumx100 Pada pria didapatkan hasil kurang dari 112 ; pada wanita lebih dari 116

 Os ileum Bentuk arcus compose pada pria, lengkung dari pinggir cranial ventral, facies auricularis dapat dilanjutkan pada pinggir cranial dari ventral ischiadica mayor,, sedangkan pada wanita terdapat dua lengkungan yang terpisah. B. Menentukan Tinggi Badan Pada Pemeriksaan Kerangka Apabila seluruh tubuh atau bagian-bagian tubuh dapat seluruhnya ditemukan maka tidaklah terlalu sulit untuk menentukan tinggi badannya, yaitu dengan menghimpun kembali dan mengukur langsung tinggi badannya. Tetapi, kadang-kadang hanya sebagian tubuh saja yang dapat ditemukan atau sebagian

kerangka saja. Dalam hal ini ada beberapa rumus yang dapat dipakai untuk memperkirakan tinggi badan, antara lain : 1. Panjang kepala adalah kira-kira 1/8 panjang badan 2. Pertengahan panjang kepala adalah garis tepat di bawah mata 3. Dari dagu ke lubang hidung = lubang hidung ke bawah mata = ¼ panjang kepala 4. Pubis membagi tinggi badan menjadi 2 sama panjang 5. Tinggi badan kira-kira sama dengan jarak ujung jari ke ujung jari apabila kedua lengan direntangkan 6. Panjang tangan = ½ panjang lengan bawah = ½ panjang lengan atas 7. ½ panjang tangan = phalang = metacarpal + carpal C. Menentukan Umur Pada Pemeriksaan Kerangka Umur merupakan identitas primer, selain penting untuk identifikasi juga diperlukan dalam kasus-kasus, seperti :  Perkosaan  Pelanggaran kesusilaan  Perkawinan  Warisan  Undang-undang kerja  Wajib militer  Wajib belajar  Saksi pengadilan Pada pemeriksaan luar korban hanya dapat memperkirakan usia seseorang dan kemungkinan dapat terjadi kesalahan bila korban adalah orang dewasa. Untuk menentukan umur dari pemeriksaan kerangka dapat dilakukan dengan melihat :  Wajah  Gigi-geligi  Perubahan tulang dan osifikasi

 Berat badan dan tinggi badan Gigi manusia dapat memeberi informasi penting dalam perkiraan umur manusia. Berikut adalah tabel penentuan umur berdasarkan erupsi gigi tetap : Tabel 4. Penentuan umur berdasarkan erupsi gigi tetap Gigi Incisivus I Incisivus II Caninus Premolar I Premolar II Molar I Molar II Molar III Atas dan bawah (dalam tahun) 7 8 11 9 10 8 12-13 17-25

Pada umur muda penentuan umur dapat diperkirakan dengan ketepatan yang cukup dengan melihat erupsi gigi seperti skema diatas dan dengan memeriksa fusion dari center ossifikasi. Dengan ketentuan pada wanita kira-kira satu tahun lebih dahulu maturitasnya.

D. Menentukan Ras Pada Pemeriksaan Kerangka Cara menentukan ras berdasarkan pemeriksaan kerangka memang agak sukar dan diperlukan pengalaman serta pengetahuan antropologi yang cukup. Walaupun demikian hal ini penting sekali di negara kita, mengingat Indonesia termasuk negara yang banyak dikunjungi turis mancanegara. Pembagian ras yang ada dibedakan atas Eropa (Kaukasoid), Mongol, dan Negro. Ada 2 tulang yang dapat dipercaya untuk membedakan ras, yaitu tulang tengkorak dan pelvis. Menurut penelitian, tulang-tulang tengkorak dapat membedakan ras hingga 85-90% kasus, sedangkan pelvis hingga 70-75%. Tabel 5. Perbedaan ras berdasar tulang tengkorak No. Ciri-ciri 1. Tulang hidung Eropa Panjang-sempit Mongol Lebar-pendek Negro Lebar-pendek

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Tinggi tulang hidung Tulang pipi Tulang langitlangit Gigi seri Rasio tibia-femur Rasio radius-femur Lengk.femuralis

Tinggi L lengkung, tidak lebar Segitiga Tidak Kecil Kecil Menonjol

Antara EropaNegro Antara EropaNegro Tapal kuda Tidak Kecil Kecil Menonjol

Rendah Datar lebar Segi empat Mirip skop Agak besar Agak besar Kurang menonjol