You are on page 1of 9

Pemeriksaan Fungsi Keseimbangan 1. Pemeriksaan fungsi keseimbangan dapat dilakukan mulai dari pemeriksaan yang sederhana yaitu: a.

Uji Romberg Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan, mula-mula dengan kedua mata terbuka kemudian tertutup. Biarkan pada posisi demikian selama 20-30 detik. Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat menentukan posisinya (misalnya dengan bantuan titik cahaya atau suara tertentu). Pada kelainan vestibuler hanya pada mata tertutup badan penderita akan bergoyang menjauhi garis tengah kemudian kembali lagi, pada mata terbuka badan penderita tetap tegak. Sedangkan pada kelainan serebeler badan penderita akan bergoyang baik pada mata terbuka maupun pada mata tertutup. tentang gangguan keseimbangan karena gangguan vestibuler, maka input visual diganggu dengan menutup mata dan input proprioseptif dihilangkan dengan berdiri di atas tumpuan yang tidak stabil. b. Uji Berjalan (Stepping Test) Berjalan di tempat 50 langkah, bila tempat berubah melebihi jarak 1 meter dan badan berputar lebih dari 30 derajat berarti sudah terdapat gangguan. 1. Tes Unterberger

Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama satu menit.Pada kelainan vestibuler posisi penderita akan menyimpang atau berputar ke arah lesi dengan gerakan seperti orang melempar cakram, kepala dan badan berputar ke arah lesi, kedua tangan bergerak ke arah lesi dengan lengan pada sisi lesi turun dan yang lainnya naik.Keadaan ini disertai nistagmus dengan fase lambat ke arah lesi.(vertigo)

2. Suatu cairan dingin yang dialirkan ke liang telinga kanan akan menimbulkan nistagmus dengan fase lambat ke kanan. penderita disuruh mengangkat lengannya ke atas. yaitu tes kalori cara Kobrak dan tes kalori bitermal. cermin dunia kedokteran)Pada tes ini.Nilai dihitung dengan mengukur lama nistagmus. dengan kepala fleksi 30º.VIII. Harga . Dengan tes ini dapat ditentukan adanya kanal paresis atau directional preponderance ke kiri atau ke kanan. Pada kelainan vestibuler akan terlihat penyimpangan lengan penderita ke arah lesi. Tes ini terdiri dari dua cara. Kecepatan maksimum dari komponen lambat dan lamanya nistagmus diukur bila tidak timbul penglihatan. kemudian diturunkan sampai menyentuh telunjuk tangan pemeriksa. subyek ditempatkan sedemikian rupa sehingga bidang salah satu kanalis semisirkularis (biasanya horisontal) menjadi sejajar dengan suatu bidang yang vertikal terhadap bumi yaitu dengan cara posisi pasien tidur terlentang. sedangkan directional preponderance menunjukkan lesi sentral. Tes Kobrak Digunakan spuit 5 atau 10 mL. atau duduk dengan kepala ekstensi 60º.(caloric stimulationinternet). Hal ini menyebabkan defleksi kupula dalam kanalis yang sebanding dengan gravitasi.Kanal paresis menunjukkan lesi perifer di labirin atau N. Sebagai akibatnya terjadi transfer panas dari telinga dalam yang menimbulkan suatu arus konveksi dalam endolimfe. sejak air mulai dialirkan sampai nistagmus berhenti.Perangsangan dilakukan dengan mengalirkan air es (0ºC). ujung jarum disambung dengan kateter.Kanal paresis ialah jika abnormalitas ditemukan di satu telinga.(vertigo. Past-pointing test (Uji Tunjuk Barany) Dengan jari telunjuk ekstensi dan lengan lurus ke depan. Rangsangan Kalori Rangsangan kalori adalah suatu tes yang menggunakan perbedaan temperatur untuk mendiagnosa adanya kerusakan saraf ke delapan yang menyebabkan vertigo.Hal ini dilakukan berulang-ulang dengan mata terbuka dan tertutup. dan rangsangan serabut-serabut aferennya.(vertigo) 3. sedangkan directional preponderance ialah jika abnormalitas pada arah nistagmus yang sama di masing-masing telinga. sebanyak 5 mL selama 20 detik ke dalam liang telinga. baik setelah rangsang air hangat maupun air dingin.fkui a.

…. diperiksa telinga kanan dengan air dingin juga kemudian telinga kiri dialirkan air panas. Suhu air dingin adalah 30ºC. …. dalam waktu 40 detik. Harga yang kurang dari 120 detik merupakan bukti defisit perifer atau adanya suatu paresis kanal. Setelah air dialirkan. Boies&fkui b. …. sedangkan suhu air panas adalah 44ºC. dicatat lama nistagmus yang timbul.1 Tes Kalori Langkah Pertama Kedua Ketiga Keempat Telinga Kiri Kanan Kiri Kanan Suhu air 30ºC 30ºC 44 ºC 44 ºC Arah Nistagmus Kanan Kanan Kanan Kanan Kanan Kanan Kanan Kanan Waktu Nistagmus a. Detik Hasil tes kalori dihitung dengan menggunakan rumus: Sensitifitas L – R : (a=c) – (b=d) = Dalam rumus ini dihitung selisih waktu nistagmus kiri dan kanan. maka berarti yang mempunyai waktu nistagmus lebih kecil mengalami paresis kanal. (lihat tabel Tes Kalori)fkui Tabel 2.fkui .Tetapi bila selisih ini lebih besar dari 40 detik. Pada cara ini dipakai 2 macam air. Volume air yang dialirkan ke dalam liang telinga masing-masing 250 mL. Bila selisih waktu ini kurang dari 40 detik maka berarti kedua fungsi vestibuler dalam keadaan seimbang. Detik d. Pada tiap-tiap selesai pemeriksaan (telinga kiri atau kanan atau air dingin atau air panas) pasien diistirahatkan selama 5 menit (untuk menghilangkan pusingnya). dingin dan panas. Setelah liang telinga kiri diperiksa dengan air dingin. …. Tes Kalori Bitermal Tes kalori ini dianjurkan oleh Dick & Hallpike. lalu telinga kanan. Detik b.normal 120-150 detik. Detik c.

Juga ditanyakan kekuatan vertigonya secara subyektif.4. Bila terdapat nistagmus spontan. Caranya ialah pasien diminta mengambil nafas cepat dan dalam selama satu menit. maka kekuatan nistagmus itu sama dengan Nylen 1. yaitu HL / HR dan BL / BR.fkui 5. Nistagmus yang terjadi dicatat masa laten. Nistagmus posisi yang berasal dari perifer dapat dibedakan dari nistagmus yang disebabkan oleh debris (nistagmus paroksismal tipe jinak). dan interpretasi sama dengan hiperventilasi. Pada kelainan sentral sebaliknya. dan bila nistagmus tetap ada meskipun mata melirik berlawanan arah nistagmus. mula-mula pasien duduk. kita hanya memerlukan dua posisi. Bila nistagmus spontan ini hanya timbul ketika mata melirik searah dengan nistagmusnya. atau kedua-duanya (kombinasi). Pada pemeriksaan. dan setelah itu kepala diputar ke kanan. terutama pada posisi akhir. Tes Nistagmus Spontan Nylen memberikan kriteria dalam menentukan kuatnya nistagmus ini. dan sejak mulai setengah menit terakhir direkam. tidak ada kelelahan dan vertigo ringan saja. kemudian tidur terlentang sampai kepala menggantung di pinggir meja periksa. maka kekuatannya disebut Nylen 3. Tes valsava caranya adalah dengan menahan nafas selama 30 detik. maka harus dilakukan tes hiperventilasi. dan sejak mulai menahan nafas itu direkam. maka disebut Nylen 2. Bila terdapat perbedaan 7º per detik maka berarti tes hiperventilasi positif. lalu kepala diputar ke kiri. atau oleh kelainan servikal. Tes nistagmus posisi dengan bantuan ENG menjadi sederhana. Posisi HL adalah tidur terlentang dengan . Pada setiap posisi nistagmus diperhatikan. yaitu tidak ada masa laten. Bila nistagmus timbul sewaktu mata melihat ke depan. Caranya adalah. Tes posisi ini dilakukan berkali-kali dan diperhatikan ada tidaknya kelelahan. Tes Nistagmus Posisi Tes nistagmus posisi ini dianjurkan oleh Hallpike dan cara ini disebut Perasat Hallpike. dan intensitasnya. Pada kelainan perifer akan ditemukan masa laten dan terdapat kelelahan dan vertigo biasanya terasa berat. Dengan tes posisi ini dapat diketahui kelainan sentral atau perifer.

Jadi NS = A – Bº perdetik Dengan pemeriksaan yang telah kita lakukan seperti di atas maka kita harus mampu menentukan apakah kelainan terdapat di sentral atau di perifer.fkui Tabel 2. dan posisi BR ialah tidur miring ke kanan. kita sebut saja nistagmus servikal (NS). Nistagmus spontan 2.2 Macam Nistagmus Tanda yang kita ketahui 1. dan nistagmus lain mungkin disebabkan oleh putaran servikal. yaitu rangsangan yang berasal dari debris (kotoran yang menempel pada kupula kss). yaitu besarnya sama dengan Bº perdetik. kita sebut saja nistagmus yang timbul adalah nistagmus debris (ND). sehingga posisi kepala dengan telinga kiri ada di bawah.leher diputar.Posisi BL adalah tidur miring ke kiri dengan leher tetap lurus. Nistagmus posisi 3. Nistagmus kalori Kelainan sentral Vertikal Tidak ada kelelahan Normal/ Preponderance Kelainan perifer Horizontal/rotatoir Ada kelelahan Paresis . atau bila HR maka dilakukan hal yang sama sehingga telinga kanan berada di bawah. Dalam perhitungan: Misal HL = aº perdetik BL = bº perdetik Maka A = NS+ND ND adalah sama dengan harga BL. Pada posisi HL mungkin terjadi dua macam rangsangan.

Sensory Organization Test (SOT) Secara obyektif mengidentifikasikan problem pengontrolan posisi dengan mengukur kemampuan pasien untuk mengefektifkan informasi penglihatan.undip 7. Kursi khusus ini dikenal dengan kursi Barany. Ada 3 macam tes posturografi yaitu. 20 detik) atau secara osilatorik (mis. dalam satu arah dengan percepatan konstan dalam waktu singkat (mis. yang khusus dibuat untuk tes ini. a. Untuk mendapatkan gambaran yang benar tentang gangguan keseimbangan karena gangguan vestibuler. Sinusoid). maka kanalis horisontalis dapat dirangsang secara maksimum. Pada tes ini dicatat waktu dalam detik.undip&boies Pada akhir putaran (rotasi) dihentikan mendadak dan penderita langsung disuruh melihat jari pemeriksa yang dilakukan di depan penderita dan terhadap telinga yang diperiksa. Posturografi Alat pemeriksaan keseimbangan dapat menilai secara obyektif dan kuantitatif kemampuan keseimbangan postural seseorang. sedangkan untuk rotasi sinusoid diukur fase serta hasil yang didapat. vestibuler dan proprioseptif. . Gerakan leher dicegah sehingga rotasi akan menggerakkan tubuh dan kepala bersamaan. Rotasi dilakukan dengan mata tertutup. Untuk percepatan konstan dilakukan pengukuran amplitudo dan lamanya respon. maka input visual diganggu dengan menutup mata dan input proprioseptif dihilangkan dengan berdiri di atas tumpuan yang tidak stabil. lama pasca nistagmus. Tes Rotasi Penderita didudukkan di atas kursi yang diletakkan pada pusat aksis rotasi dari suatu motor torque dan mempunyai perlengkapan untuk menjaga kepala dan kaki.6. dan pada orang normal akan hilang kurang lebih 25 sampai 35-40 detik. Bila subyek duduk tegak dengan memiringkan kepala 30º ke bawah.

3. b. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menetukan apakah gangguan keseimbangan tersebut disebabkan oleh penyakit di telinga dalam atau tidak. sway referenced surface and visual surround. fixed surface and visual surround. Eyes open. 8. sway referenced surface. Eyes closed. Eyes open. fixed surface. c. dengan demikian nistagmus tersebut dapat dianalisis secara kuantitatif. fixed visual surround. Eyes open. Tes Adaptasi Mengukur kemapuan pasien untuk memodifikasi reaksi motorik.Tracking test mengevaluasi pergerakan dari mata selama mengikuti gerakan dari benda target. fixed surface. Motor Control Test (MCT) Mengukur kemampuan pasien untuk secara cepat dan otomatis pulih dari provokasi eksternal yang tidak terduga. Eyes open. 2.Tes kalibrasi berguna untuk mengevaluasi rapid eye movements. 2. 5. dengan tujuan untuk merekam gerakan mata pada nistagmus. Ada empat bagian utama tes dari elektronistagmografi: 1. 6. 4. 3. .Tes posisi mengukur nistagmus yang diukurposisikepala. sway referenced visual surround.1. sway referenced surface. Eyes closed. Elektronigtagmogram Pemeriksaan ini hanya dilakukan di rumah sakit.

dan gerakan tuas ini akan membentuk grafik pada kertas. ENG juga berguna untuk memonitor gerakan bola mata. Bila mata bergerak ke kanan. maka galvanometer akan meninjukkan angka nol (di tengah). Bila muatan kornea mata kanan dan kiri sama. Rumus perhitungan yang dipakai sama dengan rumus yang dianjurkan Dick dan Hallpike. Muatan positif ini sifatnya sama dengan muatan positif listrik atau magnit yang selalu mengimbas daerah sekitarnya. arah nistagmus serta frekuensi dan bentuk grafiknya. Dalam grafik ENG dapat mudah dikenal gerakan nistagmus fase lambat dan fase cepat. ENG sangat bagus untuk mendiagnosis vestibular neuritis. Rumus I. Begitu pula muatan positif kornea ini mengimbas kulit sekitar bola mata. Sebagai contoh. Rekaman muatan ini disalurkan pada sebuah galvanometer. Jadi kesimpulannya. Dengan meletakkan elektroda pada kulit kantus lateral mata kanan dan kiri. maka akan mampu menggerakkan sebuah tuas. yang disebut elektronistagmografi (ENG). maka elektroda kanan akan bertambah muatannya. jarum galvanometer akan bergerak sesuai dengan gerak bola mata. ENG juga berguna untuk mendiagnosis BPPV dan gangguan keseimbangan bilateral. maka kekuatan muatan kornea kanan dan kiri bisa direkam. sedangkan elektroda kiri akan berkurang. Prinsipnya sederhana saja.4. Tes ENG merupakan gold standar untuk mendiagnosis gangguan telinga yang mengenai satu telinga pada suatu waktu. Bila gerak jarum galvanometer diperkuat. Sensitivitas L-R : (a+c) – (b+d) x 100% = (a+c+b+d) . hanya parameter yang dipakai adalah kecepatan fase lambat yang dihitung dengan derajat perdetik. yaitu bahwa kornea mata itu bermuatan positif.Tes kalori mengukur respon terhadap air panas dan dingin yang dimasukkan ke dalam liang telinga. Dengan demikian nistagmus yang terjadi bisa dipantau dengan baik. jarum galvanometer akan bergerak ke satu arah. Yang menjadi pegangan utama adalah kecepatan fase lambat dari nistagmus yang dapat dihitung di dalam derajat perdetik.

berarti kemungkinan terdapat lesi sentral di sebelah kanan. maka nistagmus berat ke kanan (directional preponderance to the right). Rumus II. maka vestibular yang hasilnya kecil berarti mengalami paresis kanal. dan bila hasilnya melebihi 15 derajat perdetik.Bila hasil rumus di atas kurang dari 20% maka kedua fungsi vestibuler dalam keadaan seimbang. Kuat Nist. atau ada fokus iritatif sentral di sebelah kiri. Bila hasilnya lebih besar dari 20%. R-L : (a+d) – (b+c) x 100% = (a+d+b+c) Bila hasil rumus lebih besar dari 20%. maka kedua fungsi vestibuler dalam keadaan normal. .