GAMBARAN IMUNOEKSPRESI MATRIX METALLOPROTEINASE 9 (MMP-9) PADA LESI-LESI PRAKANKER DAN KARSINOMA SERVIKS INVASIF

T E S I S

Oleh : Jessy Chrestella No. Registrasi : 17.928 Diajukan untuk melengkapi persyaratan untuk mencapai keahlian dalam bidang Patologi Anatomi pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DEPARTEMEN PATOLOGI ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif, 2009 Judul Tesis : Gambaran Immunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (MMP-9) pada Lesi-Lesi Prakanker dan Karsinoma Serviks Invasif Nama : Jessy Chrestella No. Register : 17.928 Program Studi : Program Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Anatomi TESIS INI TELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI OLEH : PEMBIMBING I

Prof. Dr. H. M. Nadjib Dahlan Lubis, SpPA(K) NIP. 130 318 033 PEMBIMBING II

Dr. H. Soekimin, SpPA NIP. 130 809 976

Ketua Program Studi PPDS I Departemen Patologi Anatomi

Dr. H. Joko S. Lukito, SpPA NIP. 130 675 617 Kepala Departemen Patologi Anatomi FK USU

Dr. H. Soekimin, SpPA NIP. 130 809 976 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif, 2009 PERNYATAAN

GAMBARAN IMMUNOEKSPRESI MATRIX METALLOPROTEINASE 9 (MMP-9) PADA LESI-LESI PRAKANKER DAN KARSINOMA SERVIKS INVASIF TESIS

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Medan, 19 Oktober 2009

Jessy Chrestella

Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif, 2009 LEMBAR PANITIA UJIAN Judul Tesis : Gambaran Immunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (MMP-9) pada Lesi-Lesi Prakanker dan Karsinoma Serviks Invasif Telah diuji pada Hari/ Tanggal : Jumat, 16 Oktober 2009 Pembimbing : Prof. Dr. H. M. Nadjib D. Lubis, SpPA (K) Dr. H. Soekimin, SpPA Dr. A. Harkingto Wibisono, SpPA Penyanggah : Prof. Dr. Gani W. Tambunan, SpPA (K) Dr. H. Joko S. Lukito, SpPA Dr. Betty, SpPA

Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif, 2009 UCAPAN TERIMA KASIH Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat kasih dan karunia-Nya penulisan tesis ini dapat diselesaikan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh keahlian dalam bidang Patologi Anatomi. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna, namun demikian besar harapan penulis kiranya tulisan sederhana ini dapat bermanfaat dalam menambah perbendaharaan bacaan khususnya tentang : GAMBARAN IMMUNOEKSPRESI MATRIX METALLOPROTEINASE 9 (MMP-9) PADA LESI-LESI PRAKANKER DAN KARSINOMA SERVIKS INVASIF Dengan selesainya laporan penelitian ini, perkenankan penulis menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada yang terhormat : Rektor Universitas Sumatera Utara dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara atas kesempatan yang telah diberikan kepada penulis untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran USU Medan dan juga atas bantuan materi dalam masa pendidikan dan penelitian ini. Kepala Departemen Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Dr. H. Soekimin, SpPA dan Ketua Program Studi PPDS-I Departemen Patologi Anatomi, Dr. H. Joko S.Lukito, SpPA, yang telah berkenan menerima, mendidik, membimbing serta senantiasa mengayomi penulis setiap hari dengan penuh kesabaran selama menjalani pendidikan. Sekretaris Departemen Patologi Anatomi, Dr. H. T. Ibnu Alferraly, SpPA dan Sekretaris Program Studi Dr. H. Delyuzar, SpPA (K), yang telah banyak memberi masukan, motivasi dan bimbingan kepada penulis. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif, 2009 Prof. Dr. H. M. Nadjib Dahlan Lubis, SpPA(K), selaku Guru Besar Departemen Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan Pembimbing penelitian dan penulisan tesis, yang penuh kesabaran telah meluangkan waktu yang sangat berharga untuk membimbing, memeriksa, dan melengkapi penulisan tesis ini hingga selesai dengan baik. Prof. Dr. Gani W. Tambunan, SpPA (K), Guru Besar di Departemen Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang membimbing, mendorong serta memberi semangat kepada penulis selama menjalani masa pendidikan. Dr. Antonius Harkingto Wibisono, SpPA, yang tetap semangat dan aktif dalam membimbing, mengayomi dan mendidik penulis sejak awal hingga akhir pendidikan. Kepala Instalasi Patologi Anatomi RSUP H. Adam Malik Medan, Dr. Sumondang M. Pardede, SpPA dan seluruh staf : Dr. Jamaluddin Pane, SpPA, Dr. Lisdine, SpPA, Dr. Stephen Udjung, SpPA yang telah

memberikan kesempatan, sarana dan bimbingan selama penulis mengikuti pendidikan. Drs. Abd. Jalil AA, M.Kes selaku pembimbing statistik yang telah dengan sabar memberikan bimbingan dalam penyusunan tesis ini. Kepala Departemen Ilmu Kedokteran Kehakiman beserta Staf, Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam beserta Staf khususnya Divisi Gastroenterologi, Kepala Departemen Radiologi beserta Staf, atas kesempatan dan bimbingan yang telah diberikan selama penulis stase di Departemen tersebut. Teman sejawat PPDS dan para senior, para pegawai dan analis di lingkungan Departemen Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif, 2009 Universitas Sumatera Utara serta para analis yang bertugas di Instalasi Patologi Anatomi RSUP H. Adam Malik Medan. Terima kasih atas kerja sama dan saling pengertian yang diberikan sehingga penulis dapat sampai pada akhir program pendidikan ini. Terima kasih yang tak terhingga saya sampaikan kepada Papa Riady dan Mama Elisabeth Tan, yang telah membesarkan, membimbing dan mendidik saya dengan penuh kasih sayang dari masa kecil hingga kini, memberi motivasi selama mengikuti pendidikan ini. Kepada yang saya hormati dan kasihi, Mami mertua, Dr. Endang Haryanti Gani, SpPar.K, yang telah banyak membantu dan memberi dorongan semangat selama mengikuti pendidikan, saya ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Buat suamiku tercinta Dr. Wahyudi Gani, SpOG dan anak-anakku yang tercinta, Samuel Joe Anderson Gani dan Grace Abigail Gani, tiada kata yang terindah yang dapat saya ucapkan selain puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kehadiran kalian bertiga dalam hidup saya dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengertian, kesabaran, dorongan semangat, pengorbanan dan doa yang diberikan kepada saya hingga dapat sampai pada akhir masa pendidikan ini. Akhirnya izinkanlah penulis memohon maaf kepada semua pihak atas semua kesalahan dan kekurangan penulis selama mengikuti masa pendidikan ini. Semoga segala bantuan, dorongan, bimbingan, dan doa yang telah diberikan kepada penulis selama mengikuti pendidikan kiranya mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan semoga Tuhan Yang Maha Baik senantiasa melimpahkan kasih dan berkatNya kepada kita semua. Medan, Oktober 2009 Penulis Dr. Jessy Chrestella Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif, 2009 DAFTAR ISI Halman LEMBAR PENGESAHAN TESIS?????....????????? i LEMBAR PERNYATAAN???????????????.?. ii LEMBAR PANITIA PENGUJI?????????????...? iii UCAPAN TERIMA KASIH??????????????.??... iv DAFTAR ISI??????????????????? ????? vii DAFTAR TABEL ??????????????? ????.. ix DAFTAR GAMBAR???????????????..??.. ?.. ix DAFTAR SINGKATAN??????????..????????? x ABSTRAK??????????????????????? xi BAB 1. PENDAHULUAN

.. 10 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 11 2.2. 8 2........ 20 2.. 23 2.1...3. 4 1...3. Matrix Metalloproteinase (MMP)? ??????????...??? 31 3..... Peranan MMP Dalam Angiogenesis?????????...1.?????.. 32 3.. Neoplasia Intraepitelial Serviks???????. Karsinoma Sel Skuamosa Serviks Invasif. 21 2....2. 30 BAB 3.2.. 17 2.. Ident ifikasi Masalah. Hipo tesis ???????????????????. 15 2..2..????????....4. 14 2.. 1 1..?? 36 3. Besar sampel penelitian?????????...... 35 3.1.....?...2. 33 3.. 16 2..5.. Manf aat Penelitian????????????????? 5 BAB 2..?..7. Waktu penelitian??????????..2.. Faktor Resiko Keganasan pada Serviks???????? 6 2.2. Tempat penelitian??????????????.. dan Besar Sampel Penelitian???? 33 3. Pembuatan sediaan mikroskopis???????? 39 3.6. .5... 2009 2.?.. Prot okol Pulasan MMP-9 dengan menggunakan The ....1... Klasifikasi Sistem Bethesda. Matrix Metalloproteinase 9 (MMP-9) ????.3.7.?....1.1.2.10.. ? 40 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 31 3.......1... TINJAUAN PUSTAKA 2.... Kerangka Konsepsional??????????????.....4. 6 2..6.. Prosedur sebelum pulasan antibodi primer.. Tuju an Penelitian????????????????? 4 1... Kanker pada Serviks??????????????.. Kriteria eksklusi??????????????.. 35 3.... 31 3. Sampel. 36 3.4...2....1..7.. 3 1.5.3.1.??.?????. Kriteria Inklusi dan Eksklusi????????????. Tempat dan Waktu Penelitian????????????.1.6.?? 39 3......???????????????. Populasi???????????????... Variabel penelitian????????????? 36 3.. 22 2. Kriteria inklusi?????????????? 35 3.. Prosedur dan Teknik Penelitian???????...1...7... Tuju an Khusus???????????.7.???.4.4.....5.5. 4 1.... 2009 3. High Grade Squamous Intraepithelial Lesion (HGSIL)???.. 33 3.. Klasifikasi MMP???????........3.... 18 2.8.. Low Grade Squamous Intraepithelial Lesion (LGSIL).. Sejarah Perkembangan Terminologi Lesi Prakanker Serviks??????. 31 3..?.4... Rancangan Penelitian?????????.....??????....3.. Definisi operasional ???.?..4.... Sampel????????????... Tujuan Umum????????????????? 4 1.2.. 33 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.6.5.1... Struktur MMP????????????????....5. Populasi. Peranan MMP Dalam Proses Keganasan???????.1.2. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional??????.. Kerangka Operasional??????????.9.6..1......5.....4.. Lata r Belakang Penelitian?????????????...6.

4...?...???????. 51 Tabel 4..?...?.??. 67 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif...?..???????????????.?.??..7.??. aktivasi dan inhibisi???????????????. 43 3.??. 47 4. Hasil Penelitian??????????..?...? 60 5.. Saran?.8.1. Hubungan histopatologi .. 41 3. 19 Tabel 4. 53 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif..??.1..?.2.. 2009 . 55 BAB 5.Envision+ Dual Link System dari Dako?????..??. 43 3.10.?. 47 Tabel 4. Instrumen Penelitian?????????. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.??.?.9..1..??..??? 45 3.8.. 61 DAFTAR PUSTAKA??????????????. KESIMPULAN DAN SARAN 5.. Gambaran histopatologi dengan skor kuantitas stroma?.......?. Gambaran histopatologi dengan skor intensitas epitel???????????.?. 46 BAB 4. Gambaran karakteristik penderita lesi prakanker dan kanker serviks invasif ????????????????..1..?..2.?.8. 50 Tabel 4...??????. skor intensitas stroma dan skor kuantitas stroma?????. skor intensitas epitel dan skor kuantitas epitel????.??..5.3..?..?.??????.??.... Bahan penelitian?????????????... Hubungan histopatologi ..????..2. 44 3..6. spesifisitas substrat..1. Gambaran histopatologi dengan skor kuantitas epitel 50 Tabel 4. 62 LAMPIRAN-LAMPIRAN??????????.2.?. Kesimpulan?????????. 52 Tabel 4.??.. Teknik Analisis Data????????????. Pem bahasan???. Alat dan Bahan Penelitian??????.?? 49 Tabel 4. 2009 DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.. MMP : nomenklatur.. Alat-alat penelitian??????????. Gambaran histopatologi dengan skor intensitas stroma.

.3. Histopatologi jaringan serviks normal.?????. 21 Gambar 2. CIN II dan CIN III?.DAFTAR GAMBAR Gambar 2.. CIN I.????.... Nomenklatur Displasia dan Klasifikasi Papanicolaou? 13 Gambar 2.. Perbandingan antara empat klasifikasi sitologi untuk lesi sel skuamosa serviks : Bethesda 2001... Peranan MMP dalam metastasis?.?????.. 2009 DAFTAR SINGKATAN MMP : Matrix Metalloproteinase HPV : Human Papilloma Virus CIN : Cervical Intraepithelial Lesion HSIL/HGSIL : High Grade Squamous Intraepithelial Lesion LSIL/LGSIL : Low Grade Squamous Intraepithelial Lesion Ca : carcinoma ECM : Extracellular Matrix IHK : Imunohistokimia VEGF : Vascular Endothelial Growth Factor TGF : Tumor Growth Factor LEEP : Loop Electrosurgical Excision Procedure Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad .???????? 22 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.2.4.1.??? 9 Gambar 2. Peranan MMP dalam angiogenesis???????. Nomenklatur CIN.

Hasil : Jumlah sel yang terwarnai diffuse pada stroma serviks dapat ditemukan pada 23 kasus (46%). Peningkatan ekspresi imunohistokimia MMP-9 berperan penting dalam proses karsinogenesis tumor serviks. 2009 IMMUNOEXPRESSION OF MATRIX METALLOPROTEINASE 9 (MMP-9) ON PRECANCEROUS LESIONS AND INVASIVE CERVICAL CANCER Abstract : . Kesimpulan : Semakin tinggi positivitas imunohistokimia MMP-9 yang dinilai berdasarkan intensitas dan kuantitasnya. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. terdapat hubungan yang positif dan signifikan dengan ekspresi imunohistokimia MMP-9 baik dari segi intensitas pewarnaannya maupun dengan jumlah sel yang positif terwarnai. Penelitian ini mengevaluasi level immunoekspresi dari MMP-9 secara immunohistokimia pada berbagai spektrum lesi prakanker dan lesi karsinoma serviks invasif. High Grade Squamous Intraepithelial Lesion (HGSIL). Stroma pada lesi LGSIL lebih banyak yang tidak menampilkan IHK MMP-9. MMP-9. Desain penelitian ini akan menggunakan studi potong lintang secara observasional dan diuji statistik dengan korelasi Spearmen. Kata Kunci : Matrix Metalloproteinase 9.a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. semakin tinggi derajat keparahan lesi neoplasia serviks. HGSIL. 2009 GAMBARAN IMMUNOEKSPRESI MATRIX METALLOPROTEINASE 9 (MMP-9) PADA LESI-LESI PRAKANKER DAN KARSINOMA SERVIKS INVASIF Abstrak : Latar Belakang : Matrix Metalloproteinase 9 (MMP-9) merupakan enzim proteolitik yang diduga berperan penting dalam proses progresifitas lesi prakanker menjadi kanker serviks. LGSIL. Bahan dan Cara : Evaluasi dilakukan terhadap intensitas dan kuantitas ekspresi immunohistokimia MMP-9 dari 50 jaringan serviks yang terbagi dalam tiga kelas yaitu lesi prakanker Low grade Squamous Intraepithelial Lesion (LGSIL). immunohistokimia. di antaranya 12 kasus pada karsinoma invasif dan 9 kasus (18%) HGSIL. Pada stroma neoplasia intraepitel dan karsinoma invasif serviks. dan lesi karsinoma invasif. Kadar MMP-9 yang tinggi akan menyebabkan proses degradasi jaringan serviks menjadi lebih cepat dan mempermudah proses invasi sel kanker. karsinoma serviks invasif.

Background : Matrix Metalloproteinase 9 (MMP-9) is a proteolytic enzyme assumed to have an important role in cervical carcinogenesis. MMP-9.4 Reagan dan Hamonic pada tahun 1956 memperkenalkan istilah displasia untuk membedakan lesi prakanker serviks yang lebih ringan dengan keadaan karsinoma insitu. invasive cervical cancer. This is an observational. 1. and invasive cervical carcinoma.6 . Conclusion : MMP-9 expression in immunohistochemistry is involved in the cervical tumors carcinogenesis. LGSIL. kanker serviks menduduki urutan teratas bagi kanker ginekologi wanita dan mencakup 20% -30% dari keseluruhan kanker wanita.5. 4. Keywords : Matrix Metalloproteinase 9.3. The higher MMP-9 immune reactive expression intensity and quantity. Material and Method : MMP-9 immune expression of 50 cervical tissues was evaluated in three different groups which are Low grade Squamous Intraepithelial Lesion (LGSIL). Results : Diffusely and intensely stained stromal cells can be found in 23 cases (46%) that included 12 cases in invasive carcinoma and 9 cases (18%) in HGSIL. There is statistically significant correlation between histopathologically diagnosed lesions with MMP-9 immune expression in stromal cells of precancerous lesions and invasive carcinoma. Latar Belakang Penelitian Kanker serviks merupakan salah satu ancaman malignansi terbesar bagi wanita. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. High Grade Squamous Intraepithelial Lesion (HGSIL).1. cross-sectional study and statistically analyzed with Spearmen correlation. Di negara sedang berkembang. HGSIL. Higher MMP-9 level will make cervical tissue degradation faster and cancer cells invasion easier. Stromal cells in LGSIL mostly showed negative immune expression of MMP-9.2. immunohistochemistry. WHO pada tahun 1975 memberikan definisi displasia sebagai lesi dimana epitel normal digantikan dengan sel-sel yang menunjukkan proses atipia. 2009 BAB 1 PENDAHULUAN 1. the more severe the neoplastic cervical lesions. This study was done to evaluate the immune expression level of MMP-9 by immunohistochemistry on different precancerous lesions and invading cervical carcinoma.

2009 1.Richart menggunakan terminologi Cervical Intraepitelial Neoplasia (CIN) untuk menggambarkan spektrum biologis dari lesi prakanker serviks. 4-8 Sistem Bethesda kemudian memperbaiki terminologi lesi prakanker serviks menjadi Low Grade Squamous Intraepitelial Lesion (LGSIL). seorang patolog dengan pengamatannya dapat menentukannya dengan melihat membran basalis epitel pelapis dan . 4. Dari berbagai terminologi ini jelas tergambar bahwa proses karsinogenesis epitel serviks merupakan suatu proses tunggal. Deteksi dini keganasan pada serviks telah banyak dilakukan baik dengan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). bahkan sering membutuhkan bertahun-tahun untuk suatu lesi prakanker serviks hingga berkembang menjadi kanker invasif. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.7. dimana di Indonesia karsinoma serviks menempati urutan pertama kanker terbanyak pada wanita.6. patogenesis kanker serviks akan menjadi lebih jelas dan memberi dampak pada usaha preventif dan kuratif bagi kanker serviks. Proses karsinogenesis ini lebih sering berkembang lambat. seorang klinisi akan melakukan biopsi jaringan tersebut dan mengirimkannya ke laboratorium Patologi Anatomi untuk dievaluasi secara histopatologi. Pada keadaan dimana terdapat lesi serviks yang mencurigakan. Namun demikian ada kalanya proses ini terjadi lebih cepat dari yang diduga. Diharapkan dengan adanya penelitian ini.9-11 Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) merupakan enzim proteolitik yang diduga berperan penting dalam proses progresifitas lesi prakanker menjadi kanker serviks. Schiller test menggunakan larutan lugol dan Pap?s smear. Kadar MMP-9 yang tinggi akan menyebabkan proses degradasi jaringan serviks menjadi lebih cepat dengan demikian prose invasi sel kanker akan berlangsung lebih mudah. Identifikasi Masalah Deteksi dini lesi displasia (prakanker) pada serviks sangat penting dalam usaha pencegahan terhadap karsinoma serviks. Kanker serviks merupakan hasil akhir dari perjalanan progresifitas proses displasia atipik dari epitel serviks. Untuk mengetahui apakah lesi tersebut merupakan lesi infiltratif ataukah masih berupa lesi prakanker. High Grade Squamous Intraepitelial Lesion (HGSIL) dan kanker Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.2. 2009 invasif. Namun. masih banyak juga kasus keganasan yang tidak terdeteksi secara dini karena seringkali pasien datang berobat dalam keadaan sudah stadium lanjut. 12-14 Peneliti berkeinginan untuk mengevaluasi sekaligus berusaha untuk mengkuantifikasi ekspresi MMP-9 secara imunohistokimia pada berbagai spektrum lesi prakanker dan kanker serviks. CIN II (displasia sedang) dan CIN III (displasia berat/ karsinoma in situ). Terdapat tiga terminologi CIN yang digunakan yaitu CIN I (displasia ringan).

diharapkan pemahaman ahli Patologi Anatomi akan peran imunohistokimia secara umum dan imunohistokimia MMP-9 secara khusus dalam mengevaluasi dan membantu penegakan diagnostik kanker serviks dapat menjadi lebih baik. Hipotesis Hipotesis kerja penelitian ini adalah : Ekspresi MMP-9 akan tampak meningkat secara gradual menurut tingkat keparahan lesi neoplasia intraepithelial dan karsinoma serviks invasif.5.serviks tersebut. Tujuan Umum Mengetahui peranan imunohistokimia MMP-9 pada neoplasia intraepithelial dan karsinoma serviks invasif dalam menentukan derajat keparahan lesi neoplasma di serviks.4. Selain untuk menentukan diagnosis. Cara lain yang mungkin lebih objektif adalah dengan memeriksa tampilan enzim Matrix Metalloproteinase-9 yang merupakan salah satu enzim yang terlibat dalam proses awal infiltrasi stroma serviks oleh sel-sel ganas. Tujuan Penelitian 1. Pemahaman akan keterlibatan MMP-9 dalam proses invasi dan perkembangan kanker serviks diharapkan akan memberikan sumbangsih dalam usaha preventif dan kuratif dari lesi prakanker serviks dan penanganan kanker serviks.2. 1. Tujuan Khusus 1. 1.4. apakah masih intak atau tidak. 1. 2009 3. 2. Dengan adanya penelitian ini. 2009 usaha preventif dan kuratif dari lesi prakanker serviks dan penanganan kanker serviks. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 2. Mengevaluasi derajat keterlibatan Matrix Metalloproteinase 9 (MMP-9) dan sekaligus mengkuantifikasikan ekspresi MMP9 secara imunohistokimia pada lesi prakanker serviks dan kanker serviks invasif. 3.3. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sarana indikator untuk melihat derajat keparahan atau perkembangan lesi prakanker serviks menjadi lesi kanker invasif serviks. . 1.4. Melihat gambaran karakteristik penderita lesi prakanker dan karsinoma serviks invasif.1. Melihat sifat hubungan antara level imunoekspresi MMP-9 dengan prognosis lesi prakanker dan karsinoma serviks invasif. Manfaat Penelitian 1. cara ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai prognosis dalam perkembangan kanker serviks serta memberikan sumbangsih dalam Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.

sedangkan onkoprotein E7 akan .6. dengan perkiraan 274.Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. status sosioekonomi rendah.5.15-20 Infeksi Human Papiloma Virus Penyakit keganasan pada serviks ini umumnya berawal dari infeksi Human Papiloma Virus (HPV) yang merangsang perubahan perilaku sel pelapis epitel serviks. Di antaranya adalah infeksi HPV (Human Papilloma Virus).7. 1. merokok dan lainnya. hubungan seksual Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.1. 99.15 Kanker serviks masih sangat sering dijumpai pada wanita dari negaranegara sedang berkembang karena minimnya fasilitas-fasilitas screening seperti Pap smear dan kurangnya edukasi awam tentang keganasan pada wanita. 1.2. Dan sekarang ini hampir bisa dipastikan.000 kasus baru di seluruh dunia atau sekitar 83% kasus baru di negara-negara berkembang. HIV (Human Immunodeficiency Virus) ? AIDS. 2009 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. hubungan seksual di usia muda. Walaupun tidak semua infeksi virus HPV berakhir dengan kanker serviks. multiparitas. Diperkirakan setiap tahun dijumpai sekitar 500. penyakit infeksi menular seksual.4. Sedangkan di negara-negara maju. 2.7% kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV. 2. keganasan atau kanker pada serviks masih merupakan penyebab kematian terbanyak akibat penyakit kanker. kanker serviks masih merupakan penyebab kematian pertama akibat kanker pada wanita usia reproduktif.16-19 2. Subtipe virus HPV berpengaruh besar terhadap persisten atau tidaknya suatu infeksi. Di Indonesia. Onkoprotein E6 akan mengikat dan menjadikan tumor suppressor gene p53 menjadi tidak aktif.000 wanita. angka kanker serviks dapat ditekan sampai 4-10 kasus per 100. lebih dari 90% kanker serviks jenis skuamosa mengandung DNA virus HPV. Kedua tipe virus ini mempengaruhi sekuensi gen onkoprotein E6 dan E7.000 kematian di seluruh dunia pada tahun 2004.2. 2009 dengan banyak pasangan.4. Hampir bisa dipastikan bahwa kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV. Kanker pada Serviks Hingga kini. Faktor Resiko Keganasan pada Serviks Faktor-faktor resiko seorang wanita mengalami keganasan pada serviks cukup banyak.20-24 Virus HPV tipe 16 dan tipe 18 merupakan dua tipe virus yang paling banyak bertanggung jawab terhadap terjadinya kanker serviks.

Displasia ini dimulai dengan displasia ringan.17. kebiasaan merokok. kelenjar limfatik dan atau . aktivitas mitotik yang meningkat dan perubahan pola maturitas.21. Terminologi lesi prakanker serviks menjelaskan adanya proses displasia yang ditandai dengan adanya sel atipia pada intraepitel serviks. untuk kemudian menginvasi stroma.27 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 11% akan menjadi lesi invasif dalam 3 tahun. kebiasaan berganti pasangan seksual.26. immortal dan menginvasi jaringan stroma di bawahnya. displasia ringan atau akan mereda dengan sendirinya. status imunitas tubuh. dengan tepi ireguler dan hiperkromatik. kontak seksual pertama pada usia muda.27 2. Neoplasia Intraepithelial Serviks Perubahan sel epitel serviks yang dikenal dengan displasia memiliki spektrum perkembangan yang khas. sedang. 2 Transisi dari lesi prakanker serviks menjadi karsinoma invasif dan berbagai proses metastase lanjutan memerlukan kemampuan sel untuk melakukan penetrasi membran basalis.24-26 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.3. Sedangkan subtipe virus HPV lainnya seperti tipe 6 dan tipe 11 lebih banyak menyebabkan kondiloma .berikatan dan menjadikan tumor suppressor gene Retinoblastoma (Rb) menjadi tidak aktif. 2. 2009 Lesi-lesi intraepithel serviks dapat terlihat dengan adanya inti sel epitel yang mengalami pembesaran.21.15. penggunaan imunosupresan dan infeksi HIV akan turut menentukan hasil akhir suatu infeksi virus HPV. Glikogen sitoplasma juga berkurang bahkan tidak ada sehingga pada tes Schiller (pewarnaan Lugol) tidak terwarnai. Beberapa kondisi seperti tingkat metaplasia serviks uteri saat terpapar virus HPV.21. region subendothelia.21. 20. 20.26.18 Petersen (1956) dalam salah satu penelitian terdahulunya menyebutkan bahwa dari 127 penderita lesi prakanker serviks yang berat. 22% dalam 5 tahun dan 33% dalam 9 tahun. Sel yang bermutasi ini akan melakukan pembelahan sel yang tidak terkendali. berat dan karsinoma insitu dan akhirnya setelah menginvasi membran basalis epitel serviks disebut sebagai kanker serviks invasif. 20. 20. 2009 Infeksi virus HPV memerlukan ko-faktor untuk dapat menimbulkan suatu keganasan.24-26 Sel epitel serviks yang terinfeksi oleh virus HPV mengalami mutasi genetik sehingga merubah perilakunya. Keadaan mutasi genetik yang tidak dapat diperbaiki akan menyebabkan terjadinya pertumbuhan kanker ini.

karsinoma invasif skuamosa serviks adalah hasil progresifitas suatu lesi pre invasif.11 Richart menggunakan terminologi Cervical Intraepitelial Neoplasia (CIN) untuk menggambarkan spektrum biologis dari lesi prakanker serviks.29-32 Gambar 2. Namun demikian ada kalanya proses ini terjadi lebih cepat dari yang diduga. Semua proses ini membutuhkan adanya enzim litik. Reagan dan Hamonic (1956) memperkenalkan istilah displasia untuk membedakan lesi prakanker serviks yang lebih ringan dengan keadaan karsinoma insitu. 4 Terminologi lesi pra kanker serviks berkembang dan mengalami perubahan sejalan dengan waktu.14. 4 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.11 Dari berbagai terminologi diatas. 4. Proses karsinogenesis ini lebih sering berkembang lambat. Kanker serviks merupakan hasil akhir dari perjalanan progresifitas proses displasia atipik dari epitel serviks. 2009 2. dimana seperti yang terbukti dan diyakini sampai saat ini. jelas tergambar bahwa proses karsinogenesis epitel serviks merupakan suatu proses tunggal. High Grade Squamous Intraepitelial Lesion (HGSIL) dan kanker invasif.1. CIN II dan CIN III (Diambil dari kepustakaan no.pembuluh darah.8) Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. bahkan sering membutuhkan bertahun tahun untuk suatu lesi prakanker serviks hingga berkembang menjadi kanker invasif. Sejarah Perkembangan Terminologi Lesi Prakanker Serviks Schauenstein (1908) adalah orang pertama yang mengemukakan gagasan bahwa karsinoma serviks invasif merupakan kejadian de novo. Histopatologi jaringan serviks normal.22 .4. 4. CIN II (displasia moderat) dan CIN III (displasia berat/ karsinoma in situ ). 2009 Sistem Bethesda kemudian memperbaiki terminologi lesi prakanker serviks menjadi Low Grade Squamous Intraepitelial Lesion (LGSIL). Terdapat tiga terminologi CIN yang digunakan yaitu CIN I (displasia ringan). 13. Konsep ini kemudian ditentang oleh banyak pihak. CIN I. 4 WHO (1975) memberikan definisi displasia sebagai lesi dimana epitel normal digantikan dengan sel-sel yang menunjukkan proses atipia.15. Istilah karsinoma insitu menggambarkan lesi kanker yang masih terbatas di dalam epithelium serviks. 4.

2009 Gambar 2. yang menggambarkan betapa bukti epidemiologis. 4. High Grade Squamous Intraepithelial Lesion (HGSIL) HGSIL mencakup semua lesi prakanker serviks yaitu displasia sedang (CIN 2) dan displasia berat (CIN 3). ASC of undetermined significance (ASC-US) b. HSIL dan karsinoma serviks invasif.grade squamous intraepithelial lesion (ASC-H) 2.Nomenklatur Displasia dan Klasifikasi Papanicolaou (diambil dari kepustakaan no.15 Menurut sistem Bethesda (2001). Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Nomenklatur CIN. Pengelompokan terminologi LSIL dan HSIL tetap dipertahankan. Sistem Bethesda yang dipakai dalam pelaporan lesi prakanker serviks sel skuamosa tidak mengalami perubahan yang berarti. Klasifikasi Sistem Bethesda Sejak diperkenalkan pada tahun 1988.2. 4.4. yang terbagi menjadi subgroup : a. sedangkan ASC-H dalam membedakan metaplasia reaktif (imatur) dengan HSIL. Perbandingan antara empat klasifikasi sitologi untuk lesi sel skuamosa serviks : Bethesda 2001. Namun sekarang ini diaplikasikan juga dalam pelaporan jaringan histologi dengan terminologi squamous intraepithelial lesion (SIL) yang terbagi lagi menjadi dua subdivisi yaitu low grade dan high grade. Sedangkan lesi high grade (HSIL/HGSIL) berhubungan dengan lesi CIN II dan CIN III serta Ca insitu. Kedua . klinis dan bukti molekuler mendukung bahwa LSIL merupakan grup lesi heterogen yang kebanyakan merupakan infeksi HPV transien. Atypical squamous cell (ASC) . sedangkan HSIL lebih sering berkaitan dengan infeksi viral persisten dan peningkatan resiko progresifitas menjadi kanker. 2. displasia ringan atau CIN 1. ASC cannot exclude high.15 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. ASCUS mengimplikasikan adanya keraguan dalam membedakan hasil sitologi reactive changes dengan LSIL.2. 11) Interpretasi abnormalitas sel epitel skuamosa serviks pada sediaan histopatologi lebih sederhana karena hanya terbagi dalam 3 kategori yaitu LSIL. 3. Low Grade Squamous Intraepithelial Lesion (LGSIL) LGSIL mencakup semua lesi prakanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV. 2 Disini kategori ASCUS dan ASC-H pada sitologi tidak termasuk dalam pendiagnosaan histopatologis oleh karena tidak mempunyai kedudukan hirarki. interpretasi abnormalitas sel epitel skuamosa serviks pada sitologi adalah sebagai berikut : 11 1.5. Karsinoma sel skuamosa serviks invasif. Lesi low grade (LSIL/LGSIL) berhubungan dengan CIN I (dan juga lesi HPV-induced yang belum terkualifikasi sebagai CIN I). serta karsinoma insitu. 2009 Klasifikasi ini sebenarnya dirancang dan ditujukan awalnya untuk pelaporan specimen sitologi serviks.

2009 2. Pengelompokon kedua keadaan ini didukung oleh bukti penelitian reprodusibilitas interobserver dan intraobserver yang menunjukkan bahwa tingkat reprodusibilitas terendah dalam kontinum CIN adalah antara infeksi HPV (atypia koilocytotic) dengan CIN I. Sedangkan yang mengalami abnormalitas inti atau atipia dengan figur mitotik adalah lapisan basal sepertiga bawah.perbedaan ini seharusnya dapat dinilai dengan mudah pada sediaan histopatologi. diharapkan akan terdapat suatu metode pelaporan lesi yang standar sehingga dapat memfasilitasi peer review dan quality assurance. 2. dengan menggunakan sistem Bethesda dalam pelaporan sitologi dan histopatologi. Low Grade Squamous Intraepithelial Lesion (LSIL/ LGSIL) LGSIL ditandai dengan proses maturasi yang dapat terlihat pada dua pertiga lapisan atas dari epitel skuamous. 11 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 15 Bukti penelitian terkini lebih jauh lagi mendukung tetap dipertahankannya sistem Bethesda ini menggantikan pendahulunya yang telah dipakai berpuluh tahun lamanya. sistem Bethesda tetap melanjutkan kombinasi efek sitopatik infeksi HPV tanpa bukti adanya proses CIN dengan abnormalitas sitologis yang diklasifikasikan terdahulu sebagai CIN I ke dalam kategori LGSIL. 15 Tahun 2001. 4 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.5. Alasan-alasan yang mendukung yaitu sebagai berikut : 4.11 1.15 Oleh karena sulitnya membedakan CIN I pada epitel lesi flat-non condylomatous dengan infeksi HPV murni. 47 2. dan pada lapisan superfisial dapat kita jumpai lesi sitopatik viral seperti koilositosis. CIN II dapat ditandai dengan adanya proses maturasi pada setengah lapisan atas epitel dengan sel-sel atipik pada dua pertiga lapisan bawah/basal. 2009 Selain itu.5. High Grade Squamous Intraepithelial Lesion (HSIL/ HGSIL) HGSIL merupakan terminologi baru yang mencakup CIN II dan III serta karsinoma insitu. maka infeksi HPV sendiri dimasukkan ke dalam kategori LGSIL. Pengklasifikasian lesi prakanker serviks menjadi LSIL dan HSIL .2.1. Pada CIN III dan Ca insitu. abnormalitas inti dan atipia serta figur mitotik dapat ditemukan pada hampir seluruh ketebalan lapisan epitel.

12-14.merupakan tindakan diagnostik yang reproducible dan secara klinis sangat bermakna. baik dalam hal penegakan diagnostik maupun perencanaan terapi. ratio N/C meningkat.5. akan terlihat seluruh ketebalan lapisan epitel skuamous mengalami pembesaran inti. karsinoma serviks dapat berbentuk polipoid ataupun infiltratif ke dalam. 2009 2. rheumatoid . Tumor ini cenderung lebih besar namun lebih jarang ditemukan dibandingkan yang tipe non keratinizing. 2 Kanker serviks disebut invasif apabila sel-sel tumor telah menembus membran basalis dengan catatan apabila kedalaman invasi ke stroma kurang dari 5 mm dengan penyebaran horizontal maksimal 7 mm disebut sebagai mikroinvasif (menurut staging FIGO). 2 Secara mikroskopis. transisi antara kartilago menjadi tulang sejati dalam proses osifikasi dan proses invasi trofoblast ke dalam stroma endometrium saat pembentukan plasenta. 2. Beberapa tumor bahkan tidak kelihatan secara klinis sehingga pemeriksa terkadang melewatkannya begitu saja. 2. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. nukleoli menonjol. Terdapat dua bentuk dari karsinoma sel skuamosa yaitu keratinizing dan non keratinizing. proses penyembuhan luka. Pembagian kelompok HGSIL menjadi CIN 2 dan CIN 3 (displasia sedang dan displasia berat) ternyata tidak reproducible baik dari segi interobserver maupun intraobserver . Tipe keratinizing memiliki diferensiasi yang lebih baik dan kurang begitu berhubungan dengan infeksi HPV dan CIN. Karsinoma Sel Skuamosa Serviks Invasif Secara makroskopis. ovulasi. MMP hanya terbentuk pada tempat dan waktu saat remodeling jaringan terjadi. Efek infeksi HPV secara sitologi tidak dapat dibedakan secara jelas dengan CIN I atau displasia ringan. sedangkan tipe non keratinizing tidak dijumpai. kromatin kasar. seperti saat perkembangan embrio. 2009 2. atherosklerosis.15 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. involusi jaringan payudara dan uterus. Dalam keadaan normal. Pada tipe keratinizing akan terlihat massa pearl horn cyst atau lapisan mutiara tanduk.3. Tumor tipe infiltratif akan menginvasi dan merusak struktur jaringan sekitarnya dibandingkan dengan yang polipoid. gagal jantung.6. MMP juga terbentuk dan berperan pada keadaan patologis seperti periodontitis. Matrix Metalloproteinase (MMP) MMP adalah kumpulan besar enzim yang mampu mendegradasi berbagai komponen dari ECM (Extra Cellular Matrix).32-35 Namun. 3.

prodomain dan domain katalitik. dari keseluruhan jenis MMP yang pernah ditemukan sampai sekarang ini.arthritis dan invasi sel tumor serta proses metastasis dan angiogenesis. Secara kolektif. Stromelysin (MMP-3. 37-39 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. peran dari MMP dalam perkembangan tumor dan metastasis lebih kompleks dimana MMP juga bertindak sebagai mediator utama dalam aktivasi faktor pertumbuhan.1. jenis Gelatinase dalam hal ini MMP-2 dan MMP-9.6. MMP yang terikat pada membran/membrane bound MMP (MTMMP-1. Matrilysin (MMP-7.18) 5.35.34-38 1.-4). Klasifikasi MMP MMP secara garis besar terbagi menurut spesifisitas substratnya. Struktur MMP secara garis besar terdiri dari peptida signal. adhesi dan motilitas sel. 2009 Tabel 2. MMP : Nomenklatur.36 Menurut penelitian Deryugina dan Quigley (2006). aktivasi dan inhibisi 32 . 10. merupakan jenis yang paling sering diteliti dan dipelajari karena sangat berhubungan dalam pertumbuhan dan perkembangan sel kanker. kesemua famili MMP dapat mendegradasi semua komponen matriks ekstraseluler dan membran basalis epitel. 37. Proses pengaktifan dari MMP dalam keadaan proses patologis seperti kanker banyak mem-bypass proses pengaktifan normal.8 dan 13) 2. Terdapat lima subgroup MMP yaitu : 12.38 2. 2009 Sekarang terdapat lebih dari 20 anggota keluarga MMP dan semuanya dapat dikelompokkan berdasarkan strukturnya. 12.1. 11 dan 19) 4.12. apoptosis dan mekanisme survival. Collagenase (MMP-1. Namun. Gelatinase (MMP-2 dan -9) 3. bioavailabilitas reseptor dan signaling. spesifisitas substrat. angiogenesis dan respon imun serta immune surveilance. 35 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.14.

12) Bagan diatas menerangkan peranan MMP dalam proses angiogenesis. Struktur MMP MMP adalah sekelompok enzim proteolitik yang memiliki karakteristik khusus yaitu sebagai berikut : 40-42 1. Peranan MMP Dalam Angiogenesis Gambar 2. (Diambil dari kepustakaan no. Beberapa MMP diaktivasi dengan serine protease seperti plasmin dan furin.35. MMP dapat dihambat oleh inhibitor jaringan alami yang disebut TIMP (Tissue Inhibitors of Metalloproteinase). Hal ini akan mengaktifkan sel endothel untuk . Semua MMP mengandung ion seng/zinc dalam domain katalitiknya.7. MMP disekresi dalam bentuk proenzim (zymogen) dan membutuhkan aktivasi untuk dapat sepenuhnya bekerja.3. enzim ini perlu membelah secara proteolitik. Faktor angiogenesis seperti VEGF dan bFGF (digambarkan sebagai segitiga berwarna) disekresikan oleh sel inflamasi atau sel tumor dan kemudian berikatan dengan reseptornya (reseptor berbentuk Y) di permukaan sel endotel. 32.2. sedangkan MMP lainnya diaktivasi oleh sesamanya sendiri. Kumpulan atau famili MMP ini membutuhkan unsur zinc/seng dalam proses aktivasi katalitiknya. 3.Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.38 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 2009 2. Aktivasi MMP yang paling banyak dipelajari adalah aktivasi MMP-9 oleh MT1. 43-45 Kemampuan degradasi MMP dalam tubuh manusia sangat tergantung dari keseimbangan antara banyaknya enzim yang aktif dan inhibitor alaminya yaitu TIMP. 4. 2. 2009 2.6. Adanya enzim yang teraktivasi merupakan aspek yang penting dibandingkan dengan keberadaan proenzimnya sendiri. Untuk menjadi aktif.37. MMP adalah proteinase yang dapat mendegradasi komponen ECM. Peranan MMP dalam angiogenesis.MMP. yang dapat diinhibisi oleh chelating agent.

2009 merangsang sekresi MMP oleh sel endothel dan juga bertindak sebagai chemoattractant untuk sel inflamasi dan merekrut perisit ke pembuluh darah baru hingga membantu proses maturasi pembuluh darah tersebut. Hal ini akan membantu proses .36 2. MMP kemudian juga berperan dalam modifikasi microenvironment baru di tempat metastasis. terjadi pelepasan VEGF. MMP membantu proses angiogenesis tumor dan peningkatan kemampuan sel tumor untuk bermigrasi dan menginvasi stroma disekitarnya.mensekresi MMP.4. Tahapan peranan MMP dalam proses malignansi. MMP juga memfasilitasi migrasi sel endothel dengan cara mendegradasi adhesi jaringan. yaitu sebagai berikut : 12. untuk mengubah ekspresi integrin (reseptor bentuk T) dan melangsungkan proliferasi. MMP membantu pembentukan microenvironment yang mendukung bagi pertumbuhan tumor yang diperkirakan terjadi melalui pelepasan ECM growth factor. 12. (Diambil dari kepustakaan no.12) Peran serta MMP dalam proses malignansi mulai banyak dipelajari. 4. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 12 Saat berlangsungnya proses degradasi ECM oleh MMP. Peranan MMP Dalam Proses Keganasan Initiation of growth Intravasation Extravasation Sustained growth Metastasis Survival in circulation Local migration Angiogenesis Invasion Primary tumor growth Primary tumor Gambar 2. MMP berperan dalam kerusakan membran basalis dinding pembuluh darah. 3.36 1.8. sehingga memudahkan masuknya sel tumor kedalam sirkulasi darah (intravasasi) dan keluar dari sirkulasi darah (ekstravasasi). 2009 2. bFGF dan TGF lebih banyak lagi oleh jaringan matriks. Peranan MMP dalam metastasis. TGF Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.

Matrix Metalloproteinase 9 (MMP-9) Matrix metalloproteinase (MMP) merupakan sekelompok enzim litik yang diduga berperan dalam proses karsinogenesis sel epitel termasuk epitel serviks.40 MMP-9 disekresi oleh sel tubuh manusia. 42. Lebih lanjut. 5.33. Peningkatan ekspresi ini dapat diamati dengan tehnik imunohistokimia yang terlihat terutama pada sel-sel stroma dan hampir pasti berkaitan dengan prognosis buruk pada penderita kanker. 2. dari antara tipe IV collagenase ini. Mereka juga memiliki kemampuan tinggi dalam proses gelatinolitik yang mendegradasi colagen tipe V. kedua enzim gelatinase ini berasal dari transkripsi mRNA yang terpisah dari gen yang terpisah pula. 2009 Kadar gelatinase A (MMP-2) dan gelatinase B (MMP-9) ditemukan meninggi pada kanker lambung.pertumbuhan sel tumor metastasis di lingkungan barunya. Ekspresi berlebihan dari MMP dan TIMP telah ditunjukkan dengan baik dalam berbagai penelitian kanker dan berhubungan erat dengan stage dan grade tumor.44. ternyata MMP-9 memiliki peran terpenting dan paling berkaitan dengan progresifitas suatu tumor. keratinosit dan makrofag. bersamaan dengan peningkatan matrilysin (MMP-7) dan MT1-MMP (MMP-14). masing masing dengan keuntungan dan kerugiannya.38.39. 13.9.45 Penelitian MMP pada proses karsinogenesis manusia memiliki beberapa kesulitan. Penelitian imunohistokimia yang melibatkan 203 pasien kanker lambung menunjukkan ekspresi MMP-2 berkaitan dengan prognosis yang lebih jelek. fibronektin dan elastin. Terdapat beberapa teknik pendeteksian MMP. IX dan X. Walaupun serupa dalam struktur dan fungsinya. VII.40 Gelatinase atau collagenase tipe IV (MMP-2 dan -9) memiliki kemampuan untuk mendegradasi triple helix collagen tipe IV dari Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. MMP berperan dalam proses angiogenesis pada lokasi metastasis sehingga mendukung kelangsungan hidup sel tumor metastasis. tipe IV collagenase yang disebut juga sebagai gelatinase merupakan tipe matrixine yang memiliki aktivitas degradasi kolagen tertinggi.38. 13. 35-37 . sel endothel. Disebutkan bahwa peningkatan ekspresi MMP-9 terjadi pada proses inflamasi dan juga pada proses keganasan.44 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. sel polimorfonuklear. walaupun tingkat survival tidak berbeda bermakna antara kadar ekspresi MMP-2 yang tinggi ataupun yang rendah. seperti sel fibroblast. Di antara banyak enzim litik famili matrixine ini. 13.33. 2009 lamina basalis yang ditemukan pada membran basalis.

Matilla. 10 kasus HGSIL dan 10 kontrol. 13 Gilles et al ( 1996) mencoba membandingkan 7 kasus CIN III dan 7 kasus karsinoma serviks invasif dengan tehnik imunohistokimia dan mendapatkan bahwa terdapat peningkatan bermakna dari kadar MMP-2 pada semua kasus karsinoma serviks invasif bila dibandingkan dengan kelompok CIN III. Prognosis pasien dengan tumor yang menunjukkan aktifitas colagenase secara bermakna lebih jelek dibandingkan dengan pasien tanpa aktifitas Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 35. MMP juga ditemukan meningkat pada jaringan kanker payudara. 10 kasus CIN II dan 15 kasus CIN III dan mendapatkan bahwa terdapat ekspresi MMP-2 yang jauh lebih kuat dari grup karsinoma serviks bila dibandingkan dengan grup lesi prakanker serviks (CIN I. dan penelitian zymografi menunjukkan bentuk aktif MMP-2 dan MMP-9 sering ditemukan dalam spesimen kanker dan MMP-2 bentuk aktif tidak ditemukan dalam mukosa kolon normal. 32.Sier dkk juga menemukan bahwa adanya aktifitas gelatinase A dan progelatinase B pada kanker lambung juga merupakan marker prognostik yang tidak tergantung pada klasifikasi patologi. CIN II dan CIN III). 2009 Davidson et al ( 1999) mengevaluasi 49 kasus karsinoma serviks skuamosa. . dengan ditemukannya semua MMP dan TIMP kecuali stromelysin 2 (MMP-10) dan neutrophil collagenase (MMP-8). et al (1991) mengevaluasi 38 kasus karsinoma serviks.38 Murray dkk menunjukkan ekspresi MMP-1 berkaitan dengan prognosis buruk kanker kolorektal. Davidson et al mendapatkan bahwa ekspresi MMP-2 jauh lebih intens pada grup karsinoma dibandingkan dengan grup kontrol. 2009 collagenase ini. Prognosis ini terlepas dari stage tumor dan umur pasien. 35 Talvensaari. 13 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 35 Zeng dkk menemukan bahwa ekspresi mRNA gelatinase B secara bermakna berbanding terbalik dengan disease free survival.34 Penelitian insitu hibridisasi kanker kolorektal menunjukkan peningkatan ekspresi gelatinase. Penelitian terhadap 64 pasien tumor kolorektal menunjukkan bahwa MMP-1 positif pada 5 diatara 38 pasien Dukes B dan 5 diantara 25 kasus tumor Dukes C. 13 kasus CIN I.

Teori ini didasarkan pada observasi bahwa membran sel neoplastik tidak mempunyai kontrol terhadap sistem adaptasi enzim. sel-sel neoplastik bersifat invasif karena memperoleh kemampuan menghasilkan enzim litik yang mereka lalui. Selanjutnya informasi ini akan menjadi dasar untuk mendesain inhibitor MMP spesifik yang dapat menghambat subgroup MMP tersebut. 13 Sampai saat ini dikenal teori proteolitik atau lisisnya membran basalis. 13 Sheu et al (2001) mengevaluasi 30 kasus karsinoma serviks dan menyimpulkan bahwa ekspresi MMP-2 terjadi pada hampir semua sel stroma. penelitian ini juga akan membantu identifikasi MMP tunggal ataupun subgroup MMP dalam progresifitas kanker tertentu. maka dengan adanya enzim lisis ini. Karena membran basalis terdiri dari terutama colagen tipe IV. 2009 basalis dapat dengan mudah terurai. sehingga mempermudah . Garzetti juga mengungkapkan bahwa terdapat positivitas yang lebih besar dari karsinoma invasif dibandingkan dengan keadaan lesi prakanker serviks CIN I. sehingga dapat menjadi bagian dari terapi kanker yang lebih efektif. Dengan demikian.36 Penelitian mengenai peran enzim litik MMP-9 dan kaitannya dengan proses karsinogenesis serviks uteri masih terbatas.13 Garzetti et al (1996) dalam penelitian dengan tehnik imunohistokimia menunjukkan terdapat korelasi antara ekspresi MMP-2 dan adanya metastasis kanker serviks stadium Ib dan IIa. sedangkan pada grup kontrol hanya ditemukan ekspresi sangat minimal bahkan sampai tidak ditemukannya ekspresi MMP-2. laminin dan proteoglikan. CIN II dan CIN III. 2009 Penelitian terhadap ekspresi MMP dan TIMP (Tissue inhibitors of metalloproteinase) pada proses malignansi sangat penting karena data penelitian ini akan lebih menjelaskan peranan enzim MMP dan TIMP dalam pertumbuhan tumor dan proses metastasisnya. Kapan dan bagaimana lesi prakanker mulai mengadakan invasi terhadap stroma serviks masih mengundang beberapa pertanyaan. Menurut teori ini. 13 Carmichael dkk yang juga mendukung hasil diatas mengemukakan bahwa regulasi fisiologis MMP-2 pada matriks ekstrasellular mungkin merupakan faktor penting dalam pertumbuhan atau perkembangan jaringan tubuh manusia. 12. membran Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.32 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 14. terutama pada enzim yang tidak seharusnya ditemukan pada daerah lesi tersebut.

10. Kerangka Konsepsional Human Papilloma Virus (HPV) Onko Protein E6 Onko Protein E7 LGSIL HGSIL Ca invasif MMP-9 Serviks normal Angio- . 2009 2. 36-38. penulis merasa bahwa diperlukan penelitian lebih jauh untuk dapat lebih memahami peranan imunohistokimia pada umumnya dan imunohistokimia MMP-9 pada khususnya dalam perkembangan lesi prakanker serviks dan kanker serviks invasif. 13 Oleh sebab itu.perjalanan sel neoplastik bertransisi dari karsinoma insitu menjadi invasif. dengan harapan bahwa penelitian ini dapat berguna baik dalam membantu penegakan diagnostik patologi anatomi maupun bagi klinisi dalam praktek sehari hari.42 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.

Jaringan tersebut kemudian dievaluasi secara imunohistokimia untuk ekspresi MMP-9. pengumpulan data. tidak diberikan perlakuan terhadap variabel. 3.3. pengolahan data penelitian serta penulisan tesis. Kerangka Operasional . HGSIL dan karsinoma serviks invasif. 2009 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Rancangan penelitian ini akan menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional.2.1.1.genesis & metastasis Inaktivasi p53 Degradasi ikatan antar sel. Pengukuran variabelnya hanya dilakukan satu kali dan pada satu saat. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan mulai dari September 2008 sampai Mei 2009 yang meliputi studi kepustakaan. 3. namun hanya dilihat hasil pulasan imunohistokimia MMP-9. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.1. 2009 Dalam penelitian ini. Departemen Patologi Anatomi RSUP Haji Adam Malik Medan dan Laboratorium swasta di Medan. membran basalis dan sel stroma Inaktivasi gen Rb Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Tempat dan Waktu Penelitian 3. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan sampel jaringan serviks yang terbagi merata atas tiga kelas yaitu LGSIL.2. 3. pengumpulan sampel. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Sentra Diagnostik Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran USU Medan.

RSUP Haji Adam Malik Medan dan Laboratorium swasta di Medan.IMUNOHISTOKIMIA MMP-9 Karsinoma invasif HGSIL LGSIL Pembacaan ulang Displasia berat (CIN III) Displasia Sedang (CIN II) Karsinoma sel skuamous invasif Displasia Ringan (CIN I) Kriteria eksklusi Blok paraffin Sediaan serviks Distribusi Ekspresi MMP-9 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.4. Sampel dan Besar Sampel Penelitian 3. 2009 3. . Populasi.1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah sediaan blok parafin yang berasal dari jaringan serviks yang didiagnosa sebagai lesi prakanker dan karsinoma invasif pada Sentra diagnostik Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran USU.4.

3. 3. (untuk ? = 0.842) P 1 = proporsi penderita kanker serviks invasif = 0.17 P 2 = proporsi penderita lesi prakanker high grade SIL = 0.05 ? Z? = 1.P 1 = 1 ? 0.4) .20 ? Z? = 0. Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah sediaan blok parafin dari jaringan serviks yang sesuai dengan kriteria inklusi dan sesuai besar sampel penelitian.2% (kepustakaan no.4. 2009 Z? = nilai baku normal dari tabel Z yang besarnya tergantung pada nilai ? yang ditentukan.96) Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.83 = 0.2.15 ? menurut studi ALTS Trial. Besar Sampel Penelitian Perkiraan besarnya sampel penelitian berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus uji hipotesis terhadap 2 proporsi : (Z??2PQ + Z??P 1 Q 1 +P 2 Q 2 ) 2 (P1-P2) 2 n = Keterangan : n = besar sampel ? n 1 = n 2 = n 3 Z? = nilai baku normal dari tabel Z yang besarnya tergantung pada nilai ? yang ditentukan. persentase keseluruhan CIN2 dan CIN3 dalam populasi = 15% (kepustakaan no.4) Q 1 = 1.4.3.83 ? menurut salah satu studi. penderita kanker serviks invasif di negara sedang berkembang = 83. (untuk ? = 0.

28 ? 13 Jadi dibutuhkan sampel minimal untuk masing-masing kelompok lesi prakanker dan karsinoma invasif serviks adalah 13.4364) 2 (0.15) = 0.15)(0. displasia berat (CIN III) dan karsinoma sel skuamous invasif.83 + 0.5.50) 2 = (1. ? Sediaan blok parafin yang rusak dan tidak dapat diproses lebih lanjut dengan pulasan imunohistokimia MMP-9.2.49)(0.49 Q = 1. Kriteria Inklusi dan Kriteria Eksklusi 3.P 2 = 1 .5.1.51) + 0. 3.Q 2 = 1. displasia berat (CIN III) dan karsinoma sel skuamous invasif.96?2(0.85 P = ? (P 1 +P 2 ) = ? (0.51 Hasil perhitungan : n = [ (1. karsinoma undifferentiated serviks dan tumor sekunder (metastase). .85) ] 2 (0.842?(0.49 = 0. 2009 Besar keseluruhan sampel minimal yang diikutkan dalam penelitian ini adalah 3 x 13 = 39 sampel. Kriteria Inklusi Yang termasuk kriteria inklusi adalah sediaan blok parafin jaringan serviks dan slide pulasan Hematoksilin-Eosin yang didiagnosa dengan displasia ringan (CIN I). displasia sedang (CIN II).17)+(0.5. displasia sedang (CIN II).83)(0.15 = 0.P = 1 ? 0. ? Sediaan jaringan serviks yang didiagnosa dengan keganasan yang lain seperti adenokarsinoma serviks. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.0.50) 2 = 13.3857 + 0. 3. Kriteria Eksklusi ? Sediaan blok parafin jaringan serviks yang bukan didiagnosa sebagai displasia ringan (CIN I).

2. bila terlihat tampilan pulasan warna coklat pada sitoplasma sel epitel ataupun stroma dengan menggunakan mikroskop cahaya pembesaran 400X pada 5 lokasi Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. ? Positif. konfigurasi serta orientasi sel yang masih terbatas pada epitel. 3.6. Displasia serviks (Cervical Intraepithelial Neoplasm = CIN) adalah perubahan neoplastik pada sel epitel pelapis serviks berupa peningkatan proliferasi. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Yang dinilai pada jaringan ada 2 yaitu : ? Skor intensitas warna coklat : 0 = negatif +1 = lemah +2 = sedang +3 = kuat ? Skor kuantitas : banyaknya sel yang positif terwarnai F = Fokal (setempat) jumlah sel yang terwarnai < 50% D = Diffuse (merata) jumlah sel yang terwarnai > 50% ? Yang dimaksud dengan lesi prakanker adalah lesi displasia ringan (CIN I). bila tidak berhasil menampilkan warna coklat. 2009 lapangan pandang dan pada saat yang sama kontrol (+) juga menampilkan warna yang sama.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.6. 2009 ? Displasia ringan adalah perubahan neoplastik pada sel yang hanya terjadi pada sepertiga bawah (dari membran basalis) epitel pelapis skuamous. 2009 3. ? Displasia sedang adalah perubahan neoplastik pada sel yang terjadi pada minimal setengah ketebalan epitel pelapis skuamous mulai dari membran basalis. . displasia sedang (CIN II) dan displasia berat (CIN III).Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.6. Definisi Operasional ? MMP-9 adalah suatu enzim yang mampu mendegradasi berbagai komponen dari ECM (Extra Cellular Matrix) dalam proses invasi sel tumor dalam hal ini karsinoma sel skuamous pada serviks serta proses metastasis. Variabel Penelitian Variabel yang menjadi perhatian di dalam penelitian ini adalah : ? Variabel bebas berupa tampilan immunohistokimia MMP-9 ? Variabel terikat berupa lesi prakanker dan karsinoma sel skuamous serviks invasif. ? Hasil pulasan immunohistokimia MMP-9 adalah tampilan pulasan warna coklat pada sitoplasma sel stroma yang dinyatakan dengan : ? Negatif. ukuran. dimana pada saat proses yang sama kontrol (+) menampilkan warna coklat dengan pewarnaan kromogen DAB.

3. Pembuatan sediaan mikroskopis Sediaan mikroskopis dibuat dengan cara sebagai berikut : 1. 2. maka diagnosa akan dikelompokkan ke dalam variabel yang lebih berat.7. 2.? Displasia berat adalah perubahan neoplastik pada sel yang meliputi hampir seluruh ketebalan epitel pelapis skuamous namun membran basalis masih intak. 5. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Dalam penelitian ini. Keringkan dalam inkubator bersuhu 37?C selama satu malam. disimpan dalam freezer sampai cukup dingin. 3.1. A3548 sigma 5 mL + aseton 195 mL) selama 10 menit. 2009 Proses pembuatan coated slide kaca objek adalah sebagai berikut : 1. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Kaca objek selanjutnya dicuci dengan akuades.7. yang tercakup dalam LGSIL adalah displasia ringan (CIN I) dan yang tercakup dalam HGSIL adalah displasia sedang sampai berat (CIN II dan CIN III) bahkan karsinoma in situ. Dalam hal ini. Masukkan kaca objek dalam larutan APES (3aminopropyltriethoxylene. Setiap blok parafin. Blok parafin yang telah dikumpulkan. karsinoma sel skuamous invasif tidak kita bedakan berdasarkan tipenya apakah keratinizing (membentuk zat mutiara tanduk) atau non keratinizing (tidak membentuk zat mutiara tanduk). cat no. Pada pulasan imunohistokimia MMP-9 digunakan kaca objek yang telah di-coating dengan poly-L-lysine atau Silanized slide agar jaringan dapat menempel pada kaca objek selama proses pulasan imunohistokimia. 2009 ? Karsinoma sel skuamous invasif adalah tumor ganas pada epitel pelapis skuamous pada serviks yang telah mengadakan infiltrasi ke stroma sekitarnya dimana bisa dipastikan membrana basalisnya tidak intak lagi. Dimana menurut sistem ini. Prosedur dan Teknik Penelitian 3. kami kelompokkan bersama dengan lesi displasia berat. Kaca objek siap digunakan. Sampel blok parafin yang sudah dipotong tipis (4 ?m) ditempelkan pada kaca objek. bila terdapat lesi karsinoma insitu. ? Dalam penelitian ini. Bila ditemukan beberapa lesi prakanker secara bersamaan. 4. Lesi-lesi prakanker ini sering dijumpai secara bersamaan. . Kaca objek direndam seluruhnya dalam Aseton selama 10 menit. displasia kami kelompokkan menjadi dua tingkatan menurut sistem Bethesda yaitu LGSIL (Low Grade Squamous Intraepithelial Lesion) dan HGSIL (High Grade Squamous Intraepithelial Lesion). dipotong ulang 1 kali untuk pulasan imunohistokimia MMP-9. selanjutnya dipotong tipis dengan menggunakan mikrotom dengan tebal 4 ?m.

2009 1. Dinginkan selama 20 menit dalam suhu ruangan. Masukkan ke dalam larutan Buffer Sitrat (yang telah dipanaskan sebelumnya dengan microwave selama 5?) . Bilas dengan PBS 2 kali masing-masing selama 3 menit. 8. Protokol Pulasan MMP-9 dengan menggunakan The Envision+ Dual Link System dari Dako Langkah 1 : Endogenous Enzyme Block ? Bersihkan preparat dari sisa buffer pencuci dengan menggunakan lap khusus. Setelah mengembang. masing-masing selama 5 menit. Deparafinisasi dengan mencelupkan preparat ke dalam cairan xylol sebanyak 3 kali. 2009 ? Teteskan Dual endogenous enzyme block secukupnya untuk menutupi seluruh specimen. suhu 37 ?C. kaca objek diletakkan di atas alat pemanas (hot plate) 50-60?C. ? Inkubasi selama 30 menit. Langkah 3 : Labeled Polymer-HRP ? Bersihkan preparat dari sisa cairan buffer seperti di atas. Langkah 2 : Reagen antibodi primer atau kontrol negatif ? Bersihkan preparat dari sisa cairan buffer pencuci dengan lap khusus. Selanjutnya. ? Bilas dengan lembut pada solusi buffer dan tempatkan dalam bath buffer (maksimal 1 jam dalam suhu ruangan). 3. ? Teteskan antibodi primer (yang sudah diencerkan) secukupnya menutupi seluruh jaringan. Siapkan preparat berupa potongan tipis jaringan 4 ?m yang sudah ditempelkan pada kaca objek silanized. 3. ? Teteskan labelled polymer secukupnya. 4. ? Bilas dengan air distilasi atau solusi buffer (PBS) tanpa mengenai specimen langsung. 2. pindahkan ke atas kaca objek. Preparat dimasukkan dalam inkubator 1 malam. 6.2. 80% dan 70% masing-masing selama 5 menit. kaca objek dikeringkan dan potongan jaringan siap untuk dipulas.3. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. kemudian alkohol 90%. 7. .2 x (masing-masing 5?). Setelah parafin melunak.Cara menempelkan potongan tipis pada kaca objek coated adalah menggunakan ujung pisau atau pinset yang runcing. Prosedur sebelum pulasan antibodi primer Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Bilas dengan PBS selama 3 menit 2 kali dan keringkan air di sekitar potongan jaringan. Tandai di sekeliling potongan jaringan yang ingin dipulas dengan Pap Pen. ? Letakkan preparat dalam bath buffer yang baru. Rehidrasi dengan cara mencelupkan secara berurutan dalam etanol 98% sebanyak 3 kali.7. Potongan tipis dipisahkan dan diratakan dengan memasukkannya ke dalam air hangat. 5.7. ? Inkubasi selama 30 menit. ? Inkubasi selama 5 -10 menit. 3. 9. masing-masing 5 menit.

gelas Erlenmeyer. 2009 timbangan bahan kimia. 3. kertas saring. microwave. rak inkubasi. staining jar. rak kaca objek. pengukur waktu. sedang. inkubator. ? Bilas lembut dengan air distilasi. Alat-Alat Penelitian Alat-alat yang diperlukan untuk penelitian ini adalah : mikrotom. tabung sentrifuge. freezer. ? Bilas dalam bath air distilasi. hot plate. 3. pensil Diamond. waterbath.037 mol/L atau bluing agent lainnya. pipet mikro. berat dan karsinoma sel skuamous invasif.2. Bahan Penelitian ? Blok parafin yang telah didiagnosa dengan pulasan Hematoksilin Eosin sebagai lesi serviks displasia ringan.92 gr dalam aquadest 800 ml. entelan dan mikroskop cahaya. ? Bilas slide dalam bath air distilasi atau deionisasi selama 2-5 menit.8. ? Pulasan imunohistokimia menggunakan metode The EnVision+ Dual Link System kit. Langkah 6 : Mounting ? Teteskan dengan entelan atau media mounting lain dan tutup dengan kaca penutup.8. gelas beker. Antibodi primer yang digunakan adalah Rabbit Polyclonal Hu.antibody MMP-9 dengan pengenceran 1 : 20. kaca penutup. Alat dan Bahan Penelitian 3. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. ? Teteskan larutan DAB + substrat-kromogen secukupnya dan inkubasi selama 5-10 menit. thermolyte stirrer. kaca objek. The EnVision+ Dual Link System kit terdiri dari : 9 1 botol Dual endogenous enzyme block (15 ml) 9 1 botol Labelled polymer-HRP (15 ml) 9 1 botol DAB+ Substrat Buffer (18 ml) 9 1 botol DAB+ Chromogen (1 ml) ? Larutan PBS : 9 NaCl 87. Langkah 4 : Substrat-kromogen Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 2009 ? Lap kering slide preparatnya seperti biasa. teknik pulasan IHK 2 langkah.1. Langkah 5 : Counterstain hematoxylin ? Masukkan slide ke dalam cairan Meyer hematoksilin dan inkubasi seperti biasa.8. ? Celupkan slide 10 kali dalam larutan amonia 0. 9 Tambahkan dengan Na 2 .5 gr + KH 2 PO 4 1.? Bilas dengan lembut pada larutan buffer PBS/Tris HCl dan tempatkan dalam bath buffer selama 5 menit.

hasil akan disajikan dalam bentuk tabulasi dan dideskripsikan. Teknik Analisis Data 1.9.33 gr. aduk sampai larut. Untuk mengevaluasi derajat keterlibatan Matrix Metalloproteinase 9 (MMP-9) secara imunohistokimia pada lesi prakanker serviks dan kanker serviks invasif. ? Kontrol negatif : karsinoma serviks dengan antibodi primer yang digantikan dengan serum normal. 3. Untuk penilaian terhadap pulasan imunohistokimia MMP-9 adalah sebagai berikut : ? Kontrol positif : jaringan yang telah diketahui positif terhadap MMP-9 pada penelitian terdahulu (dalam hal ini sarkoma).1 gr dilarutkan dalam 1 Liter aquadest. 9 Ditetesi dengan NaOH 2 M sampai tercapai pH 6. Dan untuk melihat sifat hubungan antara level imunoekspresi MMP-9 dengan prognosis lesi prakanker dan karsinoma serviks invasif. 2009 ? Larutan Buffer Sitrat : 9 Citric acid 2. 9 Tambahkan aquades sampai satu liter. 9 Langkah 2 : Untuk setiap 1 ml buffer. 2009 ? Positif : warna coklat yang tertampil pada sitoplasma sel epitel maupun stroma. 9 Bila akan digunakan. tambahkan setetes (20?L) cairan DAB+ kromogen. .10. dan jaringan placenta atau jaringan hepar. Untuk melihat gambaran karakteristik penderita lesi prakanker dan karsinoma invasif pada serviks. digunakan uji korelasi Spearmen. hasil disajikan dalam bentuk tabulasi dan dideskripsikan tanpa diuji. ? Larutan DAB + Substrat-kromogen (1 ml larutan cukup untuk 10 jaringan) : 9 Langkah 1 : Masukkan ke aliquot 1 ml substrat buffer secukupnya ke dalam kontainer (tergantung dari jumlah specimen yang akan dikerjakan).HPO 4 2H 2 O 15. harus diencerkan 10X. 3. 3. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. campurkan segera. 2. 9 Larutan DAB+ substrat kromogen ini hanya stabil dalam ? lima hari bila disimpan dalam suhu 2-8 ?C. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan adalah hasil pulasan imunohistokimia MMP-9 terhadap sampel sediaan jaringan serviks. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.

2009 P ad a pap?smear didapati kelompok yang paling banyak adalah Pap II yaitu inflamatori smear sekitar 58%. Ca Invasif + metastase 6 12.0 LGSIL 12 24. diikuti dengan kelompok Pap III (28%) dan Pap IV 10%.0 Jumlah 50 100.0 Histopatologi LGSIL + radang 4 8.0 Specimen LEEP 10 20. Perincian karakteristik dari 50 sampel tersebut adalah sebagai berikut : Tabel 4.1.Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.0 .0Pap Smear Pap II 29 58.0 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.0 Jumlah 50 100. 2009 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.0 Pap IV 5 10.0 Biopsi 32 64.1.0 TAH 8 16. Gambaran karakteristik penderita lesi prakanker dan kanker serviks invasif Karakteristik Parameter n % Pap I 2 4.0 HGSIL 11 22. Hasil Penelitian Pemeriksaan imunohistokimia MMP-9 dilakukan terhadap 50 sediaan blok parafin jaringan histopatologi serviks yang sebelumnya didiagnosa dengan pulasan Hematoksilin & Eosin sebagai lesi prakanker LGSIL dan HGSIL serta karsinoma invasif.0 Pap III 14 28.0 Ca Invasif 11 22.0 HGSIL + radang 6 12.

0 Fokal 12 24.0) 4 (8.0 Kuat 13 26.0) 1 (2.0) 2 (4.2.0) 4 (8. dengan usia yang paling muda adalah 24 dan yang paling tua adalah 57 tahun.0 Jumlah 50 100.0) 11 (22.17 Sediaan jaringan pada sampel kasus yang diikutkan dalam penelitian ini lebih banyak diperoleh dari biopsi eksisi (64%) dibandingkan dengan yang diperoleh dari total abdominal histerektomi (16%).0 Sedang 13 26.0 Fokal 18 36.1.0) 6 (12.Jumlah 50 100. HGSIL dan karsinoma invasif Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Gambaran Histopatologi dengan Skor Intensitas Epitel Skor Intensitas Epitel Jumlah Negatif Lemah Sedang Kuat n (%) Histopatologi n (%) n (%) n (%) n (%) LGSIL 3 (6. Usia rata-rata penderita lesi prakanker dan lesi kanker invasif yang ikut dalam penelitian ini adalah 40. dengan tampilan diffuse pada 23 kasus (46%).0 Skor kuantitas Negatif 15 30.0 Tabel 4. 2009 masing-masing sebanyak 12.0) 1 (2.0) 2 (4. Lanjutan Karakteristik Parameter n % Skor kuantitas Negatif 7 14.0) 1 (2.0 Lemah 17 34. Sediaan histopatologi konvensional yang diikutkan dalam penelitian ini ada tiga kelompok besar yaitu LGSIL.0 Jumlah 50 100.0) .0 Diffuse 25 50.0) 5 (10.0 Diffuse 23 46.0) 12 (24.0 Skor intensitas Negatif 7 14.0) LGSIL + radang 0 (0.0) 2 (4.0) 0 (0.0) 2 (4.0) HGSIL 2 (4.0) HGSIL + radang 0 (0.0) 6 (12.28 tahun. Dari penelitian ini. dengan skor kuantitas pada epitel kebanyakan diffuse pada 25 kasus (50%).0 Jumlah 50 100.0) 7 (14.0) Ca Invasif 1 (2.0) 4 (8.0 Jumlah 50 100.0) 11 (22.0 Skor intensitas Negatif 15 30. 11 dan 11 kasus.0 Umur N = 50 Mean = 40.0 Kuat 7 14. didapati skor intensitas imunohistokimia MMP-9 pada epitel lebih banyak yang lemah sekitar 17 kasus (34%).0 Lemah 17 34. Ada beberapa kasus dengan radang yang prominen diikutkan dalam penelitian ini.28 Minimum = 24 Maksimum = 57 SD = 9.0) 0(0.0) 1 (2. Tabel 4.0 Sedang 11 22. Skor intensitas IHK MMP-9 yang kuat pada stroma hanya ditemukan pada 7 kasus (14%).

0) 1 (2. 2009 yang kuat yaitu 12 kasus.0) 6 (12. sehingga pada penelitian ini didapati tidak ada hubungan antara derajat keparahan neoplasia intraepithelial dan karsinoma serviks invasif dengan tampilan ekspresi imunohistokimia MMP-9. Pada kelompok LGSIL ditemukan satu kasus yang terpulas dengan kuat (+3) dimana hal ini dimungkinkan oleh karena adanya peradangan yang prominen dan luas.0) 6 (12.4. Hubungan Histopatologi.0) 2 (4.05) Dari tabel 4. .0) 3 (6.0) 11 (22.0) Jumlah 7 (14.0) Pada epitel.0) LGSIL + radang 0 (0.0) Pada sediaan LGSIL paling banyak ditemukan intensitas imunohistokimia MMP-9 yang lemah pada sel epitel serviks : 7 kasus (14%). 2009 didapat secara statistik tidak signifikan.0) 6 (12.Ca Invasif + metastase 1 (2.0) 6 (12.0) 25 (50. Tabel 4.0) 13 (26.129 0.3. Sedangkan untuk sediaan HGSIL dan karsinoma invasif.0) 7 (14.0) HGSIL + radang 0 (0.556 0.0) 17 (34. Gambaran Histopatologi dengan Skor Kuantitas Epitel Skor Kuantitas Epitel Jumlah Negatif Fokal Diffuse Histopatologi n (%) n (%) n (%) n (%) LGSIL 3 (6. masing-masing 10 kasus (20%) dan 9 kasus (18%) terpulas dengan diffuse.0) Ca Invasif + metastase 1 (2. Sedangkan untuk HGSIL dan karsinoma invasif.0) 1 (2.266 0. Skor Intensitas Epitel dan Skor Kuantitas Epitel Variabel yang dihubungkan n r p Histopatologi dengan Skor Intensitas Epitel 50 0.0) 4 (8.0) HGSIL 2 (4.0) 13 (26.0) Ca Invasif 1 (2.0001* Keterangan : Uji Korelasi Spearman * Signifikan (p<0.0) 50 (100.0) 12 (24.0) Jumlah 7 (14.373 Skor Kuantitas Epitel dengan Skor Intensitas Epitel 50 0.0) 7 (14.0) 3 (6.0) 3 (6.0) 3 (6.0) 50 (100. kita dapat melihat hubungan antara lesi histopatologi yang telah didiagnosa sebelumnya dengan skor intensitas dan kuantitas pada epitel. kedua hubungan yang Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.0) 3 (6.0) 11 (22.062 Histopatologi dengan Skor Kuantitas Epitel 50 0. Setelah diuji dengan korelasi Spearmen.0) 1 (2.4. intensitas pewarnaan IHK MMP-9 pada epitel ditemukan cukup banyak Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.0) 2 (4. Tabel 4. dijumpai 7 kasus LGSIL terpulas fokal (14%).0) 3 (6.0) 18 (36.0) 3 (6.

0) 2 (4.0) Ca Invasif 2 (4.0) .0) 1 (2.0) 2 (4.0) HGSIL + radang 2 (4. Hanya satu kasus LGSIL yang disertai radang prominen yang menampilkan ekspresi kuat. Hal ini sesuai dengan tinjauan kepustakaan yang menyebutkan bahwa MMP-9 berperan pada proses inflamasi keganasan yang mana hampir pasti berkaitan dengan prognosis buruk penderita kanker.5.0) 11 (22.0) 1 (2.556.0) 1 (2. Artinya semakin banyak sel semakin kuat intensitas tampilan epitel ternyata signifikan berhubungan skor intensitas tampilan imunohistokimia yang terwarnai dengan diffuse.0) Ca Invasif 2 (4. Hal ini sesuai dengan penelitian Garzetti et al (1996) yang menunjukkan adanya korelasi antara ekspresi MMP dengan adanya kanker serviks yang telah bermetastasis.0) 1 (2.0) 4 (8. Sedangkan untuk lesi HGSIL.0) Ca Invasif + metastase 1 (2.0) 0(0.0) 11 (22.0) HGSIL 0 (0.0) 50 (100.0) 2 (4.Sedangkan tampilan skor kuantitas positif (r=0.0) 3 (6. diikuti dengan intensitas sedang pada 4 kasus (8%) HGSIL.0) Jumlah 15 (30.0) 4 (8.0) Ca Invasif + metastase 1 (2.0) 5 (10. p< 0.0) 11 (22.0) 12 (24.0) 11 (22. mulai dari tampilan negatif sampai tampilan terbanyak pada intensitas sedang dijumpai pada 6 kasus (12%).0) 4 (8.0) 6 (12.0) 0 (0.0) 2 (4. tampilan terbanyak ditemukan dengan intensitas lemah 9 kasus (18%).0) 6 (12.0) LGSIL + radang 1 (2.0) 12 (24.0) HGSIL 0 (0. Hanya 2 kasus yang tertampil dengan intensitas kuat.0) 1 (2. Tabel 4.0) 0 (0.05) dengan MMP-9.0) 6 (12. imunohistokimianya.5.0) 2 (4.0) 6 (12.0) 0 (0.0) 11 (22.0) 4 (8. memperlihatkan gambaran histopatologi dengan skor intensitas yang tertampil pada stroma jaringan serviks lesi neoplasia intraepitel dan karsinoma invasif. Tabel 4. Gambaran Histopatologi dengan Skor Kuantitas Stroma Skor Kuantitas Stroma Jumlah Negatif Fokal Diffuse n (%) Histopatologi n (%) n (%) n (%) LGSIL 9 (18.0) 8 (16. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.0) 4 (8.0) 1 (2.0) 4 (8.0) 1 (2.0) 5 (10.0) 4 (8.0) 2 (4. Stroma pada lesi LGSIL lebih banyak yang tidak menampilkan IHK MMP-9 (20%) atau hanya 4 kasus (8%) yang menampilkan pulasan dengan intensitas lemah. Kasus karsinoma invasif lebih terdistribusi ekspresi imunohistokimianya. Gambaran Histopatologi dengan Skor Intensitas Stroma Skor Intensitas Stroma Jumlah Negatif Lemah Sedang Kuat n (%) Histopatologi n (%) n (%) n (%) n (%) LGSIL 9 (18. Tampilan MMP-9 juga ditemukan positif pada 5 kasus (10%) karsinoma invasif yang telah mengalami metastase vaskuler maupun organik.0) HGSIL + radang 2 (4.0) 1 (2.6.0) Tabel 4.0) 17 (34. 2009 sedangkan yang 2 kasus LGSIL lain menampilkan intensitas lemah.0) 6 (12.0) LGSIL + radang 1 (2.0) 3 (6.0) 0 (0.0) 7 (14.

di antaranya 12 kasus pada karsinoma invasif dan 9 kasus (18%) pada lesi neoplasia intraepitel sedang-berat (HGSIL).05) Dengan menggunakan uji korelasi Spearmen. Hubungan Histopatologi.471 0. 2009 Jumlah sel yang terwarnai positif diffuse pada stroma serviks dapat ditemukan pada 23 kasus (46%) penelitian ini.001* Skor Kuantitas Stroma dengan Skor Intensitas Stroma 50 0.0001* Keterangan : Uji Korelasi Spearman * Signifikan (p<0. dengan 5 diantaranya dari kelompok HGSIL.0) 12 (24. Tabel 4.0) 50 (100.378 0. 2009 sesuai dengan penemuan pada penelitian Gaiotto et al (2003) yang menggunakan imunohistokimia MMP-2 pada serviks.0) Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.0) 23 (46.736 0. Hal yang sama diperoleh pula untuk hubungan antara skor kuantitas pulasan pada stroma dengan skor intensitasnya.05).05) dimana artinya semakin tinggi skor kuantitas atau jumlah sel stroma yang terwarnai positif dengan IHK MMP9. Terdapat hubungan positif yang signifikan (p<0. semakin tinggi pula tingkat intensitas warnanya. dapat ditemukan bahwa pada stroma lesi neoplasia intraepitel dan karsinoma invasif serviks yang terdiagnosa dengan histopatologi konvensional.7. Hal ini Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Ekspresi fokal pada stroma dijumpai pada 12 kasus.Jumlah 15 (30. Skor Intensitas Stroma dan Skor Kuantitas Stroma Variabel yang dihubungkan n r p Histopatologi dengan Skor Intensitas Stroma 50 0. . Hubungan yang positif berarti bahwa semakin tinggi intensitas dan kuantitas ekspresi enzim MMP-9. semakin tinggi pula tingkat keparahan neoplasia intraepitel dan invasif pada serviks. terdapat hubungan yang positif dan signifikan dengan ekspresi imunohistokimia MMP-9 baik dari segi intensitas pewarnaannya maupun dengan jumlah sel yang positif terwarnai (p<0.007* Histopatologi dengan Skor Kuantitas Stroma 50 0.

2009 4.Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Pola penyebaran per kontinuitatum ke organ-organ sekitar serviks uteri akan menentukan derajat keparahan/stadium kanker serviks. Pembahasan Lesi prakanker serviks dan kanker serviks invasif merupakan suatu penyakit keganasan yang memiliki pola penyebaran dan perjalanan penyakit yang cukup jelas. Penelitian ini menunjukkan lebih jauh seberapa besar peranan enzim proteolitik MMP-9 ini dalam berbagai tingkatan lesi prakanker dan kanker serviks. Hal ini terlihat dari hasil penelitian ini dimana sel stroma fibroblast dan sebagian sel-sel epitel tumor terpulas positif pada sitoplasmanya dengan derajat intensitas dan kuantitas yang berbeda. dimana famili matriks metalloproteinase diperkirakan mempunyai peran penting dalam mekanisme metastasis kanker serviks ke jaringan sekitarnya. Walaupun begitu. Penetrasi jaringan ini membutuhkan enzim proteolitik.6) jelas menunjukkan bahwa jumlah sel yang positif pada pewarnaan IHK MMP-9 jelas berbeda signifikan antara lesi prakanker dan bila dibandingkan dengan kanker serviks invasif. Matrix Metalloproteinase (MMP) berperan penting dalam proses karsinogenesis dan invasi sel tumor menembus membran basal menuju stroma dan metastasis. Overekspresi imunohistokimia MMP9 sebagai salah satu famili enzim MMP.3) tampak bahwa pada epitel di antara lesi prakanker LGSIL dan HGSIL serta kanker terdapat trend peningkatan intensitas pewarnaan IHK MMP-9 seiring dengan bertambahnya derajat keparahan penyakit. Dari hasil penelitian ini (tabel 4. Perjalanan penyakit kanker serviks selalu dimulai dari lesi prakanker dan membutuhkan lazimnya waktu bertahun-tahun untuk menembus membran basal serviks dan menjadi kanker invasif. 2009 LGSIL.2. Yang menarik disini adalah pada lesi prakanker serviks HGSIL.2 dan 4. walaupun setelah diuji (tabel 4. . HGSIL dan karsinoma serviks invasif. yang menyebabkan sel serviks tersebut lebih aktif membelah. tidak terkontrol dan mudah melakukan penetrasi ke jaringan sekitarnya.3) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. terlihat bergradasi pada lesi Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. pengamatan terhadap aktifitas MMP-9 pada stroma serviks (tabel 4. Infeksi HPV tipe onkogenik (HPV 16 dan 18) akan menyebabkan perubahan DNA sel serviks. Dengan demikian pada penelitian ini didapati tidak ada hubungan antara derajat keparahan neoplasia intraepithelial dan karsinoma serviks invasif dengan tampilan ekspresi imunohistokimia MMP-9 pada epitel serviks.

dimana pembacaan sitologi atau histopatologi HGSIL yang meragukan atau cenderung kanker. terdapat aktifitas MMP-9 yang cukup kuat pada stroma serviks. 2009 enzim proteolitik MMP-9. sebelum proses penetrasi sel kanker berlangsung. untuk melakukan proses litik jaringan ikat dan stroma serviks. 10 HGSIL cenderung untuk memiliki proses mikroinvasi lebih banyak dibandingkan lesi LGSIL. 2009 basalis. dapat dilakukan pewarnaan IHK MMP-9. Menurut penelitian Benedet et al. Sel displastik atau kanker mengeluarkan lebih banyak Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Hal ini harus dicermati dalam pembacaan histopatologi jaringan. 2009 karsinoma invasif dengan metastase. dimana jaringan HGSIL atau LGSIL dengan proses radang sebaiknya dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan IHK. Hal ini sesuai dengan penelitian Gaiotto et al. Enzim ini cenderung berperan sebagai inflammatory cells chemoatractant. sehingga dapat dibedakan apakah radang tersebut hanya berupa proses inflamasi akibat infeksi lokal atau merupakan tanda aktifitas enzim proteolitik. Pada penelitian ini dibedakan lesi HGSIL / LGSIL dengan atau tanpa proses radang. Carmichael et al dan Shu et al yang menyebutkan bahwa MMP-9 berperan pada proses inflamasi keganasan yang mana hampir pasti berkaitan dengan prognosis buruk penderita kanker. Hal ini menjelaskan bahwa diperlukan peran MMP-9 terlebih dahulu. Howe dan Anderson et al. sehingga akan mengundang lebih banyak sel radang ke sekitar proses lesi prakanker dan kanker serviks. Tampilan MMP-9 yang diffuse juga ditemukan positif pada 4 dari 6 kasus karsinoma invasif yang telah mengalami metastase vaskuler maupun organik. Lesi HGSIL dan LGSIL yang disertai proses radang secara konsisten memberi gambaran pewarnaan IHK MMP9 yang jelas lebih intens dibandingkan dengan lesi HGSIL atau LGSIL tanpa proses radang. dengan demikian dapat mendahului proses pembacaan histopatologi konvensional dalam mengenal proses malignansi pada jaringan serviks tersebut. dimana HGSIL dengan pewarnaan IHK MMP-9 yang kuat diperkirakan akan memiliki waktu lebih singkat untuk menjadi kanker serviks invasif. Namun dari 6 kasus Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Hal ini sesuai dengan penelitian Garzetti et al (1996) yang menunjukkan adanya korelasi antara ekspresi MMP dengan adanya kanker serviks yang telah bermetastasis. Peranan IHK MMP9 dalam hal ini adalah untuk mengenal lebih dini lesi prakanker mana yang akan memberikan intensitas pewarnaan yang lebih kuat. dengan demikian klinisi dan pasien dapat lebih menentukan langkah tindakan yang perlu ditempuh untuk mendapat kesembuhan atau remisi total penyakit ini. tidak satu kasuspun yang . Secara klinis hal ini mungkin dapat membantu para klinisi.dimana belum terjadi penetrasi sel kanker yang menembus membran Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.

Terdapat hubungan yang bermakna dan searah antara derajat keparahan lesi neoplasia serviks dengan tingkat positivitas dan luas imunoekspresi MMP-9 pada fibroblast stroma tumor. Saran 1. semakin tinggi positivitas imunohistokimia MMP-9 yang dinilai berdasarkan intensitas dan kuantitasnya. 2009 Bab 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5. Peningkatan ekspresi imunohistokimia MMP-9 berperan penting dalam proses karsinogenesis tumor serviks. Ekspresi imunohistokimia MMP-9 pada sel stroma serviks dapat membedakan lesi-lesi neoplasia prakanker yang derajat rendah dengan derajat tinggi dan bahkan dengan karsinoma serviks invasif. Hal ini juga merupakan salah satu bias pada penelitian ini dimana ada beberapa kasus HGSIL yang tidak memperlihatkan ekspresi MMP-9 yang mungkin disebabkan specimen jaringan yang diperoleh cukup kecil. 3.1. 2009 5.terlihat memiliki intensitas kuat pada sel stromanya. tidak ada hubungan bermakna. 2.2. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 4. Ukuran jaringan biopsi juga mempengaruhi dalam tampilan IHK MMP9. Kesimpulan 1. Terdapat hubungan yang signifikan dan searah antara jumlah sel yang terpulas imunohistokimia MMP-9 dengan intensitas positivitas sel baik pada epitel maupun sel stroma serviks. namun pada sel epitel pelapis serviks. Semakin tinggi derajat keparahan lesi neoplasia serviks. Pemeriksaan imunohistokimia MMP-9 dianjurkan untuk dilakukan secara rutin pada pemeriksaan biopsi lesi prakanker serviks karena dapat memberikan informasi progresivitas penyakit . Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 5.

Cervical cancer. Kanker serviks. 2005. Saifuddin AB. Cetakan pertama. Andrijono. Saslow D. The Gade institute section for pathology Department of Pathology Institute Haukeland University Hospital. 2006. 6. Holschneider CH. and diagnosis of invasive cervical cancer. Lester SC. American cancer society guideline for the early detection of cervical neoplasia and cancer . Uterine cervical neoplasia : aspects of biology and pathology. 2002. 52:342-62. 9 th edition. Buku acuan nasional : Onkologi Ginekologi. Philadelphia : Mosby. et al. University of Bergen. Crum CP. Diperlukan penelitian lanjutan untuk melihat ketepatan diagnosis histopatologi dan imunohistokimia dalam hubungannya dengan ukuran specimen biopsi lesi prakanker serviks dan kanker serviks invasif. 3. 4 th edition. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins. Rosai and Ackerman? s : Surgical Pathology. Dalam : Aziz F. Cetakan pertama. 2. Dalam : Aziz F. Robbins S. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Runowicz CD. 2009 DAFTAR PUSTAKA 1. 337-86. In : Kumar V. Epidemiology. editors. 7. Available at : http://www. 44254. 399-412. Moscick AB. 8. Vol 2. Edianto D. The female genital system and breast. 1523-51. Practical gynecologic oncology. editor. CA Cancer J Clin. Moegni EM. Cotran RS. In : Berek JS. Buku acuan nasional : Onkologi Ginekologi. Hacker NF. 5. 2006. 2004.sebelum lesi prakanker menjadi lesi invasif. clinical features. Andrijono. . Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Lesi prakanker serviks. editors.com. Cotran RS. Saifuddin AB. Putra AD. Robbins basic Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Smith RA. 2006 . International 7 th edition. Rosai J. Hacker NF. Philadelphia : Saunders. 4. Solomon D. Bertelsen BI.UpToDate. 2. 2003. editor. 2005. 2009 pathology.

Ribalta JLC. 2nd ed. Concise pathology. Virology of human papillomavirus infections and the link to cancer. The Cervix. Inc. 9. In : Frederickson HL. v-viii. Matrix metalloproteinases. and squamous cells cervical carcinoma. Wilkins-Haug L. 2004. Epithelial tumors of the uterine cervix.Taylor CR. Louis : CV Mosby Company. Kurman RJ. Feldman S. 265-310. 1994 . 1295-317. Pathology. 15. In : Mills SE. Focchi J. Robboy SJ. 19. In : Crum CP. Comparative study of MMP-2 (Matrix Metalloproteinase 2) immune expression in normal uterine cervix. Farber JL editors. Premalignant disease of the cervix. 7 th ed. International 9 th ed. Lee KR editor. Nucci MR. Hacker NF.684-9. editors. Crum CP. Hellman S. 267?344. vagina and vulva. Duggan MA. Rundhaug JE.com. intraepithelial neoplasias. In : Rubin E. 1643-52. In : Tavasolli FA. Diagnostic gynecologic and obstetric pathology. 2004. Lee KR. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins. Ostor AG. Kraus FT. Cancers of the cervix. Vol 2. 259-71. In : Berek JS. Campion MJ. 16. Cancer : principles and practice of oncology. Eiffel PJ. Philadelphia : JB Lippincott. 790-4.UpToDate. Rose PG. 4 th ed. 2005 . St. Cranston RD. Vol 2. 2006. et al editors. Crum CP. 14. Berek JS. and cancer. angiogenesis. Clin. vagina and vulva. 2005. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 2001. editors. Chandrasoma P. 2003. et al. 922-31. Cancer Res. Practical gynecologic oncology. Terry DM. Goodman A. 20. Gaiotto MAM. 12. Pathology and genetics of tumours of the breast and female genital organs. Approach to screening for cervical cancer. 2005. Lyon : WHO IARC Press. 9:551?4. 21. Available at: http://www. 22. Crum CP. Franschesci S. 2004 . 11. 3 rd ed. 1990. Stavale JN. Nayar R.com. 4 th edition. Wells M. Philadelphia : Lippincott Williams and Wilkins. . 2 nd edition. Book II.UpToDate. et al. Preinvasive disease. Palefsky JM. 190:1278-82. Singapore : McGraw-Hill. OBGYN secrets. 2005. Markman MA. New York : Springer-Verlag. Carter D et al. editors. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins. Philadelphia: Elsevier Saunders. 2003 . editors. 2 nd edition. 2378-415. Female genitalia. Sternberg?s diagnostic surgical pathology. Devilee P. World Health Organization classification of tumours. Solomon D. In : DeVita VT. 13. Cervical squamous neoplasia. Anderson?s pathology. 10. 2009 18. Am J Obstet Gynecol. 117-9. Available at : http://www. 17. The female reproductive system. In : Kissane J editor. The Bethesda system for reporting cervical cytology.

Leveno KJ. Thompson JD. Massachusetts : Blackwell Publishing. Neoptolemos JP. 288-307. 121-4. Williams manual of obstetrics. Louis : CV. Ghaneh P. Te Linde?s operative gynecology. 39. gynecology and women?s health. In a page : OB/GYN and women?s health. 36. Genetic polymorphisms of matrix metalloproteinases in lung.Mosby company. Clin. Annals New York Academy Of Sciences. 4(6):509-11. 2007 . 53. 88. The molecular perspective : Matrix metalloproteinase 2.119. et al. Niedzwiecki A. 2004 . Roomi MW. New Orleans. 32. Rapid obstetrics and gynecology. Textbook of obstetrics. 40. 78-90. 35. Cunningham FG. 1999 . International edition. J. Zugibe FT. St. editors. Thompson JD. 612-3. Shingleton HM. Ye S. 2003 . An amino-bisphosphonate targets MMP-9?expressing macrophages and angiogenesis to impair cervical carcinogenesis. 16. Duncan ME. breast and colorectal cancer. Philadelphia : WB Saunders. 325-7. Diagnostic histochemistry. Novak ER. Kahan S. Giraudo E. editors. 29. 5 th edition. 38. Netter?s obstetrics. 26. Humphreys M. Suppression of MMP expression and invasion of human cervical cancer cell lines Hela and DoTc2 4510 by nutrients. 100:513-7. Murray GI. Ivanov V. 114 (5):623-633 . Canada : Icon Learning Systems LLC. 1997 . Karunaharan N. 24. Richardson JP. Hanahan D. Datta M. Holmes N. Rath A. New York : McGraw Hill. In : Frederickson HL. Freund KM. 27.23. Cell. 1970. In : Rock JA. Cervical cancer precursors and their management. 2009 30. 73:197?221. Med. 34. Goodsell DS. Watchful waiting may be appropriate for some women with HPV. Melvin WT. Paridaens R. Calcutta : New Central Book Agency (P) Ltd. J. 1962. 103. OBGYN secrets. Mol. 8 th ed. Te Linde?s operative gynecology. Human matrix metalloproteinase-9: activation by limited trypsin treatment and generation of monoclonal antibodies specific for the . 2003. Cancer of cervix. Fothergill JE. 25. 1997 . Novak?s Gynecologic and obstetric pathology. Ricciotti HA. 8 th ed. 37. March 6-10. Matrix metalloproteinases and angiogenesis. 2 nd edition. Woodruff JD. Rundhaug JE. J Natl Cancer Inst. Frederickson H. 2002 . Gunt NF. 33. Philadelphia : Lippincott Williams and Wilkins. 31. Richart RM. 2005. 9(2):267-85. Randall L. In : Rock JA. Thompson JD. Carr PL. 21 st edition. Invest. Clin Genet . 28. Inoue M. 1413-36. Jones L. editors. Philadelphia : Lippincott Raven. Carcinoma of the uterine cervix. 2008. Dutta DC. Medscape Medical News ? CME. The matrix metalloproteinases and their inhibitors in the treatment of pancreatic cancer. Wilkins-Haug L. Alexander JM. 2008. 2005. Presented at : 44th Annual meeting of the society of toxicology. 1385-409. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Barclay L. Decock J. Philadelphia : Lippincott Raven. The oncologist.

Lee MH. 46. 43. Deeds J. Zhao X. 47. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 2003. a gelatinbinding matrix metalloproteinase. Roblin P. 84:A1?A21. The impact of proteinases on matrix biology. Curtis C. Acta Cryst. Mosher R. Morgan MJ. J. Kelloff GJ. et al. 188(3):S2-S5. 1998. Sigman CC. D'Alessio KJ. 258:37-43. Whawell SA. Jakarta: Rineka Cipta. 12(12):366197. 2000. Am J Obstet Gynecol. Journal of Cell Science. Metodologi penelitian kesehatan. Berek JS. 117:4015-6. No. Janson CA. 2003. Eur J Oral Sci. 49. Expression of matrix metalloproteinases and their inhibitors correlates with invasion and Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif.activated form. Int. J. 45. Eccles SA. Murphy G. 2003 . Matrix metalloproteinases at a glance. 42. Rhys-Evans PH. Chen Y. Clin Cancer Res. O-charoenrat P. D58:1182-92. Progress in chemoprevention drug development : the promise of molecular biomarkers for prevention of intraepithelial neoplasia and cancer : A plan to move forward. Exp. Eur. 127:813-20. 44. Blain E. 2006. et al. Elkins PA. Arch Otolaryngol Head Neck Surg. 63:1927?35. Structure of the C-terminally truncated human ProMMP9. 2002. Bennett JH. Path. Slide Nam a Umur Pap Smear Specimen Histopato (H & E . et al. Lippman SC. 2009 LAMPIRAN 1 DATA BAKU PENELITIAN TAMPILAN IHK MMP-9 PADA LESI NEOPLASTIK INTRAEPITEL DAN KARSINOMA INVASIF SERVIKS No . Dannenberg AJ. 2004 . 48. Metalloproteinase expression in normal and malignant oral keratinocytes : stimulation of MMP-2 and -9 by scatter factor. 2002. Cancer Research. 2001. Identification of cervical cancer markers by cDNA and tissue microarrays. Biochem. et al. 108:281-91. Edisi revisi. Pearce HL. Atkin P. 2009 metastasis in squamous cell carcinoma of the head and neck. Simplification of the new Bethesda 2001 classification system. Yen SH. Smith WW. 41. Notoatmodjo S. Miller C.

255.pa.pa. 283.pa.O. 07.09 K 35 thn Pap II LEEP HGSIL + radang 32.pa.08 Su 48 thn Pap II TAH Ca invasif (Non ker 36. N. 338.1320.pa.pa.09 LFN 45 thn Pap II Biopsi LGSIL 7.pa. 387. 2009 24.pa.pa. 61.09 N 24 thn Pap II Biopsi LGSIL 11.pa. Slide Nam a Umur Pap Smear Specimen Histopato (H & E 20.08 TTS 53 thn Pap II Biopsi LGSIL 8. 57. 340.pa.pa.09 Z 47 thn Pap IV (Displasia sedangberat) Biopsi LGSIL + HGSIL se 17.08 S 54 thn Pap III (Displasia ringan) Biopsi Ca invasif (Non ker .O. 68. 418.pa. 225.08 U 40 thn Pap II (HPV) Biopsi LGSIL +radang 4.pa.pa. 258. 06.08 SG 35 thn Pap II Biopsi LGSIL 10.B.09 S 35 thn Pap II Biopsi LGSIL 6.pa. 428.pa.08 SW 30 thn Pap II LEEP HGSIL + radang Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. 49. 263. 388. 70.08 A 30 thn Pap III (Displasia ringan) LEEP HGSIL 23. No. 532.08 NY 29 thn Pap II Biopsi HGSIL 21.08 NTN 38 thn Pap III (Displasia ringan) Biopsi LGSIL + radang 12.pa.09 Wi 28 thn Pap IV (Displasia sedang) Biopsi HGSIL 25.08 CA 35 thn Pap II LEEP LGSIL 2. 19.pa. 92.09 F 44 thn Pap IV (Displasia sedang) Biopsi LGSIL + radang 15.08 SE 47 thn Pap II Biopsi LGSIL 13.pa. 320.pa. 557. 43.09 S 44 thn Pap III (Displasia ringan) Biopsi HGSIL + radang 29.08 NP 29 thn Pap II LEEP HGSIL + radang 22.08 P 42 thn Pap IV (Displasia sedangberat) Biopsi HGSIL 27.08 J 29 thn Pap I Biopsi LGSIL 3.pa. 04.09 R 27 thn Pap I Biopsi LGSIL 16.pa.08 UI 40 thn Pap II (HPV) LEEP HGSIL No .09 N 34 thn Pap III (Displasia ringan) Biopsi LGSIL 14. 254.08 S 43 thn Pap II Biopsi HGSIL 26.08 RY 34 thn Pap II TAH Ca invasif (Non ker 38. 386.pa.08 TS 48 thn Pap III (Displasia ringan) Biopsi LGSIL 9. 51.pa.08 H 57 thn Pap III (Displasia ringan) Biopsi Ca invasif (Non ker 37.08 Sa 52 thn Pap III (Displasia ringan) TAH Ca invasif (Non ker KGB) 35.0 8 Si 54 thn Pap III (Displasia ringan) TAH Ca invasif (Non ker KGB) 39.09 LD 30 thn Pap III (Displasia ringan) Biopsi HGSIL 31. 11. 03.pa.O. N.1. 61. 323.pa. 62. 1903.B.09 KL 35 thn LEEP HGSIL 30.pa.08 SG 35 thn Pap III (Displasia ringan) LEEP HGSIL 19.pa.pa.pa.09 TSC 47 thn Pap II Biopsi LGSIL +radang 5.O.06 H 45 thn Pap II Biopsi HGSIL (Ca Insitu) 33.08 GS 42 thn Pap II LEEP HGSIL 18. 924.09 IA 28 thn Pap II LEEP HGSIL 28. 66. 30.0 8 L 52 thn Pap II Biopsi HGSIL (Ca Insitu) 34. 805.

0 8 DL 34 thn Pap III (Displasia ringan) TAH Ca invasif (Non Ker +angioinvasi) 44.O. 1965. jamur) ? Pap III : Displasia ringan ? Pap IV : Displasia sedang.B. 019.0 8 M 32 thn Pap II TAH Ca invasif (Non ker 49.O.B. 03.0 8 RH 56 thn Pap II (HPV) Biopsi Ca invasif (Non ker 41.40. 316.B.0 8 Ru 46 thn Pap IV (Displasia sedang) Biopsi Ca invasif (Non ker angioinvasi) No .08 EP 46 thn Pap II Biopsi Ca invasif (Non ker 50.B. 168.08 I 51 thn Pap II Biopsi Ca invasif (Non Ker +angioinv) 47.B.O.O. non spesifik. 2009 KETERANGAN Pap smear : hasil sitopatologi Pap?smear yang terdahulu sebelum dilakukan biopsi.B.08 S 54 thn Pap III (Displasia ringan) Biopsi Ca invasif (Non ker 48. No. ? Pap I : Tidak ada kelainan ? Pap II : Inflamatori smear (bisa karena HPV.B. 3445. 1538.0 8 N 32 thn Pap II TAH Ca invasif (Non ker KGB) 46. 1741. 5511. 1197.0 8 SN 45 thn Pap III (Displasia ringan) TAH Ca invasif (Non ker KGB) 45.0 8 EP 28 thn Pap II Biopsi Ca invasif (Non ker 43. 1804.08 R 46 thn Pap II Biopsi Ca invasif (Non ker Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Slide Nam a Umur Pap Smear Specimen Histopato (H & E 42.berat ? Pap V : Karsinoma .

Skor kuantitas : F = Fokal (setempat) D = Diffuse (merata) Skor intensitas : 0 = negatif 1 = lemah Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. jaringan terpulas positif di epitel dan atau stroma. Pembesaran 100x Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan . didapat diagnosa : ? LGSIL : Low Grade Squamous Intraepithelial Lesion (displasia ringan) ? HGSIL : High Grade Squamous Intraepithelial Lesion (displasia sedang ? berat termasuk Ca insitu) ? Ca invasif : Non keratinizing Squamous Cell Carcinoma (sudah menembus membran basal) ? Bisa saja sudah ada angioinvasi (menembus pembuluh darah) dan metastase kelenjar getah bening IHK MMP-9 : Imunohistokimia dengan antibodi Matrix Metalloproteinase 9. 2009 2 = sedang 3 = kuat LAMPIRAN 2 FOTO-FOTO MIKROSKOPIS IMUNOHISTOKIMIA MMP-9 AB Gambar 1. biopsi eksisi ? TAH : Total Abdominal Histerektomi Histopatologi ? prosedur konvensional dengan Hematoksilin & Eosin.Pembesaran 40x.Specimen : cara memperoleh jaringan ? LEEP : Loop Electrosurgical Excision Procedure (biopsi dengan alat elektrokauter) ? Biopsi : Punch biopsy. B. Jaringan karsinoma invasif dengan tampilan IHK MMP-9 intensitas kuat dan diffuse pada stroma A.

2009 Gambar 9. Sediaan Ca invasif den tampilan IHK MMP-9 intensitas dan diffuse pada epitel ser (x100). Jaringan HGSIL dengan tampilan IHK MMP-9 intensitas sedang dan diffuse pada epitel dan pada stroma (x100). Jaringan LGSIL dengan tampilan IHK MMP-9 intensitas sedang dan fokal pada epitel dan lemah pada stroma (x100). Jaringan dengan tampilan IHK MMP-9 intensitas kuat dan diffuse pada epitel karsinoma invasif (x100). Jaringan HGSIL denga tampilan IHK MMP-9 intensitas ku namun fokal pada epitel dan nega pada stroma (x100). . Gambar 8. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Gambar 6. Biopsi Ca serviks invasif dengan skor intensitas +3 kuat yang terpulas fokal pada epitel permukaan (x200). Sediaan Ca insitu (HGSIL dengan tampilan IHK MMP9 memiliki intensitas sedang dan diffuse pada epitel dan stroma (x100). Gambar 7. Gambar 4. 2009 Gambar 2. Gambar 3. Ekspresi positif kuat da diffuse pada jaringan hepar sebaga kontrol positif IHK (x200).Karsinoma Serviks Invasif. Gambar 5.

SD St.1996 3. SMP St. Dr. Mansur No. 13 Januari 1982 Tempat/ Tgl Lahir Jenis Kelamin Status Agama : Wanita : Menikah : Kristen Alamat : JL.com / jes_ch_99@yahoo. 2009 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama NIP : Dr. INDONESIA Telepon Email : 061. Thomas 1 Medan ? tahun 1993 . 77 Medan ? 20131. Wahyudi Gani. SMA St.Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase 9 (Mmp-9) Pad a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. SpOG Nama suami Nama anak : Samuel Joe Anderson Gani Grace Abigail Gani RIWAYAT PENDIDIKAN : 1.1999 .8211272 / HP.1993 2. 08126023988 : jes_ch@msn. Yoseph II Medan ? tahun 1987 . Thomas 1 Medan ? tahun 1996 .com : Dr. Jessy Chrestella : 132 325 719 : Medan.

15-18 Juli 2008. Medan. 4. 6. Peserta Seminar Waspada Kanker pada Anak . Panitia 2 nd Asean Conference on Medical Sciences. 16. 13. 25-26 Januari 2009. Peserta Simposium Upaya Deteksi Dini Karsinoma Nasofaring di Sumatera Utara. Peserta Simposium Early Detection of Ovarian Cancer. 4-7 November 2009.IDAI dan USU. 3. 27-29 MEI 2005. 2009 Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Peserta Pelatihan Advanced Cardiac Life support (ACLS). 21 Februari 2009. 13-14 Desember 2008. Peserta Seminar Advances in Breast Cancer. Medan.sekarang. Peserta pelatihan Basic Life Support Education Program. Jakarta. Jakarta. Medan. Panitia Seminar awam Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker pada Wanita. Kuala Lumpur. Medan. Peserta Kursus Neuropatologi. Peserta Kursus Patologi Gastrointestinal. Medan. 14. Medan. Panitia Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomi (IAPI) ke-16. 2009 PARTISIPASI DALAM KEGIATAN ILMIAH : 1. 24-25 Maret 2007. Medan. 7. Peserta Konferensi Kerja ke-11 dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomi (IAPI). 24-25 Maret 2006. 15. 29 April 2008. 18-20 Agustus 2002. 5. 2009 17. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Manado. 4-5 Oktober 2003. 8. 5. Peserta Pertemuan Ilmiah IDI Cabang Medan. Peserta Kursus Patologi Ginekologi. 10-11 November 2001. Medan. Jessy Chrestella : Gambaran Imunoekspresi Matrix Metalloproteinase a Lesi-Lesi Prakanker Dan Karsinoma Serviks Invasif. Jakarta. 13 Januari 2007. Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Anatomi. Januari 2006 . 12. Peserta Seminar dan Workshop Dermatopatologi. Jakarta. MEDAN. 3-4 Mei 2008. Peserta Kursus Patologi Limforetikuler dan Sumsum Tulang. 14 Juni 2008. 18 Maret 2006. 2. 9 (Mmp-9) Pad 9 (Mmp-9) Pad 9 (Mmp-9) Pad 2009. 10. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara ? tahun 1999 2004. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Peserta 24 th World Congress of Pathology and Laboratory Medicine. Medan. Medan. USU. 20-24 Agustus 2007. Medan.4. . Peserta Kursus Patologi Tiroid dan Payudara. 25-26 April 18. 9. 11.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful