10 TATALAKSANA GIZI BURUK 1.

Pengobatan atau pencegahan hipoglikemia Pada hipoglikemia, anak terlihat lemah, suhu tubuh rendah. Jika anak sadar dan dapat menerima makanan usahakan memberikan makanan sering/cair 2–3 jam sekali. Jika anak tidak dapat makan (tetapi masih dapat minum) berikan air gula dengan sendok. 2. Pengobatan dan pencegahan hipotermia Hipotermia ditandai dengan suhu tubuh yang rendah < 36o Celcius. Pada keadaan ini anak harus dihangatkan dgn cara ibu atau orang dewasa lain mendekap anak di dadanya lalu ditutupi selimut atau dengan membungkus anak dengan selimut tebal dan meletakkan lampu di dekatnya. Selama masa penghangatan dilakukan pengukuran suhu anak pada dubur setiap 30 menit sekali. Jika suhu anak sudah normal dan stabil tetap dibungkus dengan selimut/pakaian rangkap agar tidak jatuh kembali pada keadaan hipotermia. 3. Pengobatan dan pencegahan kekurangan cairan Tanda klinis yang sering dijumpai pada anak KEP berat dengan dehidrasi adalah ada riwayat diare sebelumnya, anak sangat kehausan, mata cekung, nadi lemah, tangan dan kaki teraba dingin, anak tidak buang air kecil dalam waktu cukup lama. Tindakan yang dapat dilakukan: a. Jika anak masih menyusui, teruskan ASI dan berikan setiap 1/2jam sekali tanpa berhenti. Jika anak masih dapat minum, lakukan tindakan rehidrasi oral dengan memberi minum anak 50 ml (3 sendok makan) setiap 30 menit dengan sendok. Cairan rehidrasi oral khusus KEP disebut ReSoMal. b. Jika tidak ada ReSoMal untuk anak dengan KEP berat dapat menggunakan oralit yang diencerkan 2x. Jika anak tidak dapat minum, lakukan rehidrasi intravena (infus) RL/Glukosa 5% dan NaCl dgn perbandingan 1:1. 4. Lakukan pemulihan gangguan keseimbangan elektrolit Pada semua KEP Berat/gizi buruk terjadi gangguan keseimbangan elektrolit diantaranya : a. Kelebihan natrium (Na) tubuh, walaupun kadar Na plasma rendah. b. Defisiensi Kalium (K) dan Magnesium (Mg). Ketidakmampuan elektrolit ini memicu terjadinya edema dan untuk pemulihan keseimbangan elektrolit diperlukan waktu minimal 2 minggu. Berikan makanan tanpa diberi garam/rendah garam, untuk rehidrasi, berikan cairan oralit 1 liter yang diencerkan 2x (dengan pe+an 1 liter air) ditambah 4 gr kecil dan 50 gr gula atau bila balita KEP bisa makan berikan bahan makanan yang banyak mengandung mineral bentuk makanan lumat 5. Lakukan pengobatan dan pencegahan infeksi Pada KEP berat tanda yang umumnya menunjukkan adanya infeksi seperti demam seringkali tidak tampak. Pada semua KEP berat secara rutin diberikan antibiotik spektrum luar. 6. Pemberian makanan, balita KEP berat Pemberian diet KEP berat dibagi 3 fase: a. Fase Stabilisasi (1–2 hari) Pada awal fase stabilisasi perlu pendekatan yang sangat hati-hati, karena keadaan faali anak yang sangat lemah dan kapasitas homeostatik berkurang, Pemberian makanan harus dimulai segera setelah anak dirawat dan dirancang sedemikian rupa sehingga energi dan protein cukup untuk memenuhi metabolisme basal saja, Formula khusus seperti formula WHO 75/modifikasi/modisko ½ yang dilanjutkan dan jadual pemberian makanan harus disusun agar dapat mencapai prinsip tersebut dengan persyaratan diet sbb: porsi kecil, sering, rendah serat dan rendah laktosa, energi 100 kkal/kg/hari, protein 1–1,5 gr/kgbb/hari, cairan 130 ml/kg BB/hari (jika ada edema berat 100

. 7. Fase Transisi (minggu II) 1) Pemberian makanan pada fase transisi diberikan secara perlahan untuk menghindari resiko gagal jantung. bermain) 10. 5) Secara perlahan diperkenalkan makanan keluarga. memandikan. . . 3) Protein : 4–6 gr/kgbb/hari. dianjurkan memberi formula WHO 75/pengganti/modisco ½ dengan gelas. Berikan stimulasi dan dukungan emosional Pada KEP berat terjadi keterlambatan perkembangan mental dan perilaku. Modifikasi bubur/mknn keluarga dapat digunakan asal kandungan energi dan protein sama 3) Naikkan dengan 10 ml setiap kali sampai hanya sedikit formula tersisa. yang dapat terjadi bila anak mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak secara mendadak. b. ciptakan lingkungan menyenangkan.Dosis tambahan disesuaikan dgn baku pedoman pemberian kapsul vitamin A 9. Tunggu sampai anak mau makan dan BB nya mulai naik (pada minggu II). rencanakan aktifitas fisik setelah sembuh. 2) Energi : 150–220 kkal/kg bb/hari.9 – 1.Vitamin A oral 1 kali. bila anak terlalu lemah berikan dengan sendok/pipet. Fase Rehabilitasi (Minggu III–VII) 1) Formula WHO-F 135/pengganti/modisco 1 ½ dengan jumlah tidak terbatas dan sering. Persiapan untuk tindak lanjut di rumah Bila BB anak sudah berada di garis warna kuning anak dapat dirawat di rumah dan dipantau oleh tenaga kesehatan puskesmas/bidan di desa. Lakukan penanggulangan kekurangan zat gizi mikro Semua pasien KEP berat mengalami kurang vitamin dan mineral.ml/kg bb/hari).0 gr/100 ml) dengan formula khusus lanjutan (energi 100 kkal dan protein 2.Bila BB mulai naik berikan zat besi dalam bentuk tablet besi folat/sirup besi . teruskan ASI. tingkatkan keterlibatan ibu (memberi makan. biasanya pada saat tercapai jumlah 30 ml/kg bb/kali pemberian (200 ml/kg bb/hari).Tambahan multivitamin lain . . jangan tergesa-gesa memberikan preparat besi (Fe).lakukan terapi bermain terstruktur 15-330 menit/har. karenanya diberikan : kasih sayang. 8. ditambah dengan makanan formula karena energi dan protein ASI tidak akan mencukupi untuk tumbuh kejar. 2) Ganti formula khusus awal (energi 75 kal dan protein 0.Bila anak diduga menderita cacingan berikan pirantel pamoat dosis tunggal. 4) Bila anak masih mendapat ASI. Pemberian formula WHO 75/pengganti/modisco ½ atau pengganti dan jadual pemberian makanan harus sesuai dengan kebutuhan anak.9 gr/100 ml) dalam jangka waktu 48 jam . Pemberian Fe pada masa stabilisasi dapat memperburuk keadaan infeksinya . Berikan setiap hari : .bila anak mendapat ASI teruskan. walaupun anemia biasa terjadi. Perhatikan masa tumbuh kejar balita Fase ini meliputi 2 fase: transisi dan rehabilitasi : a.