P. 1
Resume 1

Resume 1

|Views: 12|Likes:
Published by Juzt Zhara
res
res

More info:

Published by: Juzt Zhara on Aug 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2013

pdf

text

original

RESUME SKENARIO 1 MASALAH KESEHATAN Oleh : Kelompok E Tamzila Akbar Nila Sandhi Cynthia Damayanti Hilwa Alfi Fauziah

Aisyiyah Alviana Agustin Zhara Vida Zhubika Rastra Defa Sari Putu Ratih Pradnyani Dewi Natasha Amelia I Gede Prima Julianto Stefen Andrean Hanifa Rosyida Rizqi C Olyvia Yulyani K.P Fairuztya Naila Maris FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER 2011 112010101061 112010101062 112010101063 112010101064 112010101065 112010101066 112010101067 112010101069 112010101070 112010101071 112010101072 112010101073 112010101074

1

SKENARIO 1 : MASALAH KESEHATAN

Dokter Sule, dokter baru lulusan OVJ, merasa tergerak hatinya untuk megabdikan ilmu yang baru didapatnya setelah menerima surat penempatan di PKM Sumber Baru. Beliau berpikir keras menentukan masalah-masalah kesehatan di daerah pegunungan tersebut yang perlu diselesaikan. Suatu hari beliau berjalan-jalan untuk melihat kondisi PKM yang baru ditempatinya. Di dinding beberapa ruang terpampang berbagai data mengenai karakteristik demografi wilayah, dll. Disana juga terdapat keterangan mengenai macam-macam penyakit yang terdiagnosis di PKM, prevalensi serta insidensi penyakit seperti diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut, hipertensi dll dalam 1 tahun. Ada juga data mengenai angka kelahiran, angka kematian, jumlah kematian ibu melahirkan dan case fatality rate. Data-data tersebut dapat digunakan untuk menetukan masalah kesehatan yang sedang berkembang di wilayah kerjanya, menentukan prioritas, menentukan faktor risiko, hubungan sebab akibat dan yang terkait dengan berbagai masalah kesehatan lainnya. Dalam hati beliau berkata, “Dokter sebelumku sudah cukup detail, tapi kenapa masalah pengelolaan obat tidak tercantum sama sekali?”.

2

Klarifikasi Istilah

1. Demografi Adalah ilmu yang mempelajari gambaran bangsa ( ilmu kependudukan) 2. Prevalensi Adalah frekuensi penyakit lama dan baru yang terjangkit dalam titik waktu tertentu. 3. Insidensi Adalah frekuensi penyakit baru pada suatu wilayah tertentu dalam titik waktu tertentu. 4. Case Fatality Rate Adalah Jumlah seluruh kematian karena satu penyebab dalam jangka waktu tertentu dibagi dengan jumlah seluruh penderita pada waktu yang sama dalam persen atau permil. 5. Angka kelahiran dan angka kematian • Angka kelahiran : Banyaknya bayi yang lahir tiap seribu penduduk dalam satu tahun. • Angka Kematian : Jumlah kematian yang dicatat dalam satu tahun per 1000 penduduk ada pertengahan tahun yang sama 6. ISPA Adalah penyakit infeksi pada salauran pernapasan atas yang disebabkan oleh masuknya kuman mikroorganisme (bakteri dan virus) ke dalam organ saluran pernapasan yang berlangsung selama 14 hari. 7. Hipertensi Adalah tekanan darah arterial tinggi; berbagai kriteria sebagai batasannya berkisar dari sistol 140 mm Hg dan diastol 90 mm Hg hingga setinggi sistol 200 mm Hg dan diastol 110mmHg.
3

kelompok kami mendapatkan beberapa permasalahan sebagai berikut: 1. Indonesia sehat 2015 4 . dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia seperti tenaga. Faktor Risiko Adalah menurut buku diagnosa klinis awal. lingkungan biologis. jenis kelamin.3 Peran dalam dunia kedokteran 1. sosial. 9.8. pendistribusian dan penggunaan obat yang dikelola secara optimal untuk menjamin tercapainya ketetapan jumlah dan jenis perbekalan farmasi dan alat kesehatan.4 Segitiga Epidemiologi 1. sarana dan perangkat lunak (metode dan tata laksana) dalam upaya mencapai tujuan yang ditetapkan di berbagai tingkat unit kerja. Menetapkan Permasalahan Dari skenario 1 “Masalah Kesehatan”.2 Macam-macam 1. pengadaan. faktor resiko adalah kelainan yang dimiliki seseorang yang menyebabkan seseorang itu menderita penyakit. Pengelolaan obat Adalah serangkaian kegiatan yang menyangkut aspek perencanaan. dan pelayanan kesehatan. Biasanya dipengaruhi oleh faktor umur. Epidemiologi 1. lingkungan fisik.1 Ruang lingkup 1.5 Deskripsi Insidensi dan Prevalensi 2. dana.

3 Hambatan-hambatan 4.4 Program-program pemerintah 2.sakit 5.3 Hambatan pencapaian 2.4 Solusi 4.2 Prioritas Masalah Kesehatan 4.5 Hubungan dengan MDGs 3. Mengetahui seluk beluk epidemiologi 5 .2 Strategi pencapaian 2.6 Indikator kesehatan nasional 4.1 Triple Burden Disease 4. Masalah Kesehatan 4.7 Derajat Kesehatan 4.1 Definisi Tujuan : 1.2.5 Sumber data 4.1 Tahapan 3. Pengelolahan Obat 3.1 Visi dan Misi 2.2 Pengawasan 3.8 Perbedaan antara Negara maju dengan Negara berkembang 5. Konsep sehat.3 Penyebaran masalah kesehatan 4.

Dapat menentukan royalitas kita di dunia kerja sehingga bisa mengerti permasalahan yang berkembang. Mengetahui penerapan MDGs di Indonesia 7. 9. Ruang Lingkup 2. Mengetahui dan memahami konsep sehat dan sakit 4. Mengambil sikap yang tepat terhadap pengelolaan obat 12. Dapat mengetahui prioritas masalah kesehatan 13. Macam-macam 3. Memahami triple burden of disease MIND MAP 1. Segitiga Epidemiologi 6 . Mengetahui tentang Indonesia sehat 2015 5. Peran di kedokteran 4. Mengetahui indicator kesehatan nasional 6. Mengetahui pengelolaan obat di Negara maju dan Negara berkembang 10.2. Mengetahui visi dn misi dari Indonesia sehat 2015 8. Mengetahui derajat kesehatan di Negara maju dan Negara berkembang 3. Mengetahui penyebaran masalah kesehatan 11.

antara Konsep Sehat dan Sakit Definisi Analisis Masalah 1. Pengawasan 3. Tahapan 2. EPIDEMIOLOGI 7 . Sumber Data 6. Triple Burden Disease 2. Ham 1. Prioritas 3. Progr am 4.1. Hambatan Epidemiolo gi Pengelolaan Obat 1. Perb. Indikator 7. Visi & Misi Masalah Kesehatan Masyarakat Indones ia Sehat 2015 2. Penyebaran 4. Strat egi 3. Solusi 5.

where dan when dari timbulnya suatu masalah kesehatan. Selanjutnya dianalisa hubungannya dengan akibat yang ditimbulkan. o Menjawab pertanyaan why dari timbulnya suatu masalah kesehatan. Macam 1. pada satu Pengumpulan.   Penyebab : menunjuk pada faktor-faktor yang mempengaruhi Akibat : menunjuk pada frekwensi.1. penyebaran serta timbulnya suatu masalah kesehatan.1. 2. penyaji-an dan interpretasi kelompok masyarakat saja  penyajian dan intepretasi data dilakukan pada dua kelompok masyarakat  Tidak bermaksud Bermaksud membuktikan suatu hipotesa membuktikan suatu hipotesa 8 . penyebaran dan munculnya suatu masalah kesehatan. Epidemiologi Deskriptif o Hanya mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran suatu masalah kesehatan saja. tanpa memandang perlu mencarikan jawaban terhadap faktorfaktor penyebab. When) Juga suatu menjelaskan masalah mengapa kesehatan timbul di masyarakat (Why)   Pengumpulan. Perbedaan Epidemiologi Deskriptif dan Epidemiologi Analitik : Epidemiologi Deskriptif  Epidemiologi Analitik  Hanya menjelaskan keadaan suatu masalah kesehatan ( Who. o Menjawab pertanyaan who. Epidemiologi Analitik o Mencakup pencarian jawaban terhadap penyebab terjadinya frekwensi. Where. data hanya pengolahan. pengolahan.

etiologi: mengidentifikasimasalah 2. Subjek dan objek epidemiologi adalah masalah kesehatan 2. lalu diperdalam dan dianalisa dengan epidemiologi analitik.3. saling berkaitan dan mempunyai peranan masing-masing sesuai tingkat kedalaman pendekatan epidemiologi yang dihadapi. Bustan (2006:13) mengemukakan bahwa ruang lingkup epidemiologi dalam masalah kesehatan tersebut dapat meliputi 6E : 1. 1.efikasi:daya optimal yang diperoleh dari adanya intervensi kesehatan 3. efisiensi: sebuahkonsepekonomi yang melihatpengaruh yang dapatdiperolehberdasarkanbiaya yang diberikan 9 . selanjutnya disusul dengan melakukan epidemiologi eksperimental untuk menguji kebenarannya. Ruang Lingkup Menurut Azwar (1999:15).2. Masalah kesehatan yang dimaksud menunjuk pada masalah kesehatan yang ditemukan pada sekelompok manusia. Secara umum dapat dikatakan bahwa pengungkapan dan pemecahan masalah epidemiologi dimulai dengan epidemiologi deskriptif. Epidemiologi Eksperimental o Menguji kebenaran suatu data dengan cara melakukan percobaan dan intervensi pada suatu masalah kesehatan Ketiga jenis epidemiologi ini tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. 3. Dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan dimanfaatkan data tentang frekwensi dan penyebab penyebaran masalah kesehatan tersebut. efektivitas: besarnyahasil yang dapatdiperolehdarisuatutindakan 4. ruang lingkup epidemiologi adalah : 1.

5. epidemiologi merupakan landasan bidang kesehatan masyarakat dan pencegahan. Segitiga epidemiologi ini didasarkan pada model penyakit menular. atau sporadik. evaluasi: penilaiansecarakeseluruhankeberhasilansuatupengobatanatau program kesmas 6. Model ini berguna untuk memperlihatkan interaksi dan ketergantungan satu sama lainnya antara lingkungan. bertahan. dan waktu seperti yang digunakan dalam investigasi penyakit dan epidemi. Keempat faktor tersebut meliputi (1) peran pejamu. pandemik. serta untuk menetapkan pola penyakit endemik. edukasi: peningkatanpengetahuantentangkesehatanmasyarakatsebagaibagiandaripencegahn penyakit. Epidemiologi digunakan untuk menentukan kebutuhan akan program-program pengendalian penyakit. epidemik. 1. 1. (3) keadaan lingkungan yang dibutuhkan penyakit untuk berkembang pesat. Agens :  penyebab suatu penyakit 10 . 1.3. serta (4) permasalahan yang berkaitan dengan waktu. dan menyebar. untuk mengembangkan program pencegahan. (2) agens atau organisme penyebab suatu penyakit. pejamu. Segitiga Epidemiologi Keterkaitan 4 faktor epidemiologi sering berkontribusi dalam terjadinya KLB suatu penyakit. agens. Keterkaitan antara berbagai faktor yang berkontribusi dalam KLB penyakit akan lebih dipahami jika disajikan dalam bentuk model. dan kegiatan pecegahan layanan.4. Peran dalam kedokteran Sebagai metode investigasi.

faktor fisik. defisiensi gizi. atau beberapa substansi lain 2. dan fisik lingkungan  lingkungan bagi agens adalah efek dari lingkungan terhadap agens itu sendiri  dapat berada di luar atau di dalam pejamu 4. virus. jamur. Waktu: 11 . sosial budaya. atau kapang merupakan penyebab penyakit infeksikus  juga dapat berupa zat kimia. Pejamu:  tempat persinggahan penyakit  pejamu bisa terkena ataupun tidak terkena penyakit  faktor yang menentukan efek yang dapat ditimbulkan organisme terhadap tubuh tingkat imunitas susunan genetik tingkat pajanan status kesehatan kebugaran tubuh kemampuan organisme (agens) menerima lingkungan baru 3. bakteri. penyakit. Lingkungan:  merupakan kondisi luar dari manusia atau hewan yang menyebabkan atau memungkinkan penularan penyakit  faktor-faktor lingkungan mencakup: biologis.

5. sebelumnya harus diketahui terlebih dahulu data tentang jumlah penderita baru dan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit baru ( Population at Risk ). 12 . atau organisme. Insidensi Insidensi merupakan salah satu ukuran untuk menetapkan KLB. harapan hidup pejamu. durasi perjalanan penyakit atau kondisi  berapa lama seseorang terinfeksi atau keparahan penyakit 1. Insidensi menjelaskan sampai sejauh mana seseorang –di dalam populasi yang tidak menderita penyakit. 2007:5) Untuk dapat menghitung angka insidensi suatu penyakit. mempengaruhi masa inkubasi.terserang penyakit selama periode waktu tertentu (Timmreck. Deskripsi Insidensi dan Prevalensi a.

Dirumuskan : Perhitungan Penduduk Pertengahan Tahun : Jika diketahui Jumlah Penduduk pada 1 Januari dan 31 Desember pada tahun yang sama. yaitu : i.Secara umum angka insiden ini dapat dibedakan menjadi 3 macam. maka penghitungan jumlah penduduk pertengahan tahunnya adalah : Bila diperoleh Jumlah Penduduk pada 1 Maret dan 31 Desember. maka Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun : Manfaat Incidence Rate adalah : • • Mengetahui masalah kesehatan yang dihadapi Mengetahui Resiko untuk terkena masalah kesehatan yang dihadapi 13 . Incidence Rate Yaitu Jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu (umumnya 1 tahun) dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit baru tersebut pada pertengahan jangka waktu yang bersangkutan.

maka makin tinggi pula kemampuan Penularan Penyakit tersebut. Attack Rate Yaitu Jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu saat dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit tersebut pada saat yang sama. iii. Dirumuskan : 14 . ii. Dirumuskan : Manfaat Attack Rate adalah : Memperkirakan derajat serangan atau penularan suatu penyakit. Makin tinggi nilai AR. Biasa digunakan menghitung suatu panyakit menular dan dalam suatu populasi yang kecil ( misalnya dalam Satu Keluarga ). Secondary Attack Rate Adalah jumlah penderita baru suatu penyakit yang terjangkit pada serangan kedua dibandingkan dengan jumlah penduduk dikurangi orang/penduduk yang pernah terkena penyakit pada serangan pertama.• Mengetahui beban tugas yang harus diselenggarakan oleh suatu fasilitas pelayanan kesehatan.

Prevalensi bertujuan untuk memberitahukan tentang derajat penyakit yang sedang berlangsung dalam populasi pada satu titik waktu. 15 . Pada perhitungan angka Prevalensi. gangguan. atau kondisi tertentu pada satu titik waktu. Nilai Periode Prevalen Rate hanya digunakan untuk penyakit yang sulit diketahui saat munculnya. Period Prevalence Rate Yaitu jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu dibagi dengan jumlah penduduk pada pertengahan jangka waktu yang bersangkutan. (Timmreck. i. Prevalensi Prevalensi adalah jumlah orang dalam populasi yang mengalami penyakit. 2) Durasi atau lamanya kejadian penyakit itu dalam populasi. 2007:5 ) Prevalensi merupakan gambaran tentang frekwensi penderita lama dan baru yang ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu di sekelompok masyarakat tertentu. digunakan jumlah seluruh penduduk baik orang/penduduk yang Kebal atau Penduduk dengan Resiko (Population at Risk). misalnya pada penyakit Kanker dan Kelainan Jiwa. Timmreck (2007:5) mengemukakan bahwa prevalensi berpegang teguh pada dua faktor : 1) Berapa banyak orang yang mendapatkan penyakit itu sebelumnya(berdasarkan insidensi terdahulu).b.

maka rumus untuk hubungan prevalensi dan insiden adalah : P=IxD Keterangan : P = Prevalen I = Insiden D = Lama sakit (duration of illness) 16 . Point Prevalence Rate Adalah jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit pada suatu saat dibagi dengan jumlah penduduk pada saat itu. Dirumuskan : c. dimana baik pelayanan kesehatan maupun kekuatan penularan penyakit tidak berubah. Pada kondisi yang tetap. sedangkan prevalensi relatif lebih mudah. Hubungan prevalence dan incidence Sesuai dengan keterangan di atas tampak bahwa insiden merupakan ukuran yang tidak mudah untuk didapat. Dapat dimanfaatkan untuk mengetahui mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.Dirumuskan : ii.

Walaupun insiden tinggi prevalen akan tetap rendah. Bila usaha pencegahan berhasil insiden akan menurun. • Lama berlangsungnya suatu penyakit bersifat stabil : Tidak menunjukkan perubahan yang terlalu mencolok. prevalen turun walaupun insiden tetap. Bila pengobatan menyembuhkan penderita. yaitu : • Nilai Insidensi dalam waktu yang cukup lama bersifat konstan : Tidak menunjukkan perubahan yang mencolok. 2. insiden tetap atau bahkan bertambah. sebaliknya bila pencegahan tidak berhasil. Lama sakit ditentukan oleh keberhasilan pengobatan.1 VISI dan MISI Visi dan Misi Indonesia Sehat 2015 dalam “Indikator Indonesia Sehat 2015 & Pedoman Penetapan Indikator Provinsi Sehat & Kabupaten/Kota Sehat” yang dikeluarkan oleh Menkes dr. Sebaliknya pengobatan yang tidak menyembuhkan penderita tetapi dapat memperpanjang hidupnya. Ahmad Sujudi (2003) adalah sebagai berikut : VISI 1. Memiliki derajat kesehatan yang tinggi MISI 17 .justru akan meningkatkan prevalen penyakit tersebut. Hidup dalam lingkungan yang sehat 2. Mempraktekkan perilaku hidup bersih & sehat 3.Rumus hubungan Insidensi dan Prevalensi tersebut hanya berlaku jika dipenuhi 2 syarat. Mampu menyediakan. Jadi. memanfaatkan dan menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu 4. angka prevalensi dipengaruhi oleh tingginya insidensi dan lamanya sakit/ durasi penyakit. Prevalen pun akan turun bila penyakit mematikan dalam waktu singkat (misalnya rabies).

Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat 3.2 Strategi pencapaian 1. Pembangunan berwawasan kesehatan c. merata & terjangkau 4. monitoring dan informasi kesehatan 4. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas 3.4 Program-Program Pemerintah a. Kurang berkembangnya ilmu pengetahuan berbasis bioteknologi sehingga kasus seperti flu birung berlarut larut 2.1. Adanya exsploitasi alam yang berpengaruh terhadap rehabilitasi lingkungan sehingga berakibat menurun nya daya dukung lingkungan sehingga penyakit inveksi dan degenerative terus berkembang 2.3 Hambatan 1. Meningkatkan system surveillance. sehingga berpengaruh terhadap penyakit degenerative 3. Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan 2. JPKM (jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat) 18 . keluarga & masyarakat termasuk lingkungannya 2. Desentralisasi b. Meningkatkan pembiayaan kesehatan 2. Memelihara & meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Memelihara & meningkatkan kesehatan individu. Kurang seriusnya lembaga” terkait dalam menanggulangi berbagai penyakit. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat 2.

Mengurangi tingkat kematian anak 5. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan 3.d. Perencanaan dan pemilihan obat Pengadaan Distribusi dan penyimpanan Penggunaan dan pengawasan 3. (Profesionalisme diterapkan untuk melaksanakan misi pembangunan kesehatan) 2.2 Pengawasan 19 . Perlawanan terhadap HIV/AIDS. malaria. d. Pemerataan pendidikan dasar 3.1 Tahapan a. Mendukung adanya persamaan jender dan pemberdayaan perempuan 4. Pengentasan kemiskinan dan lelaparan yang ekstrim 2. Menjamin daya dukung lingkungan hidup 8. b. Meningkatkan kesehatan ibu 6. dan penyakit lainnya 7. Profesionalisme.5 Hubungan Dengan MDGs : 1. c.

Sentralisasi. pengendalian. Safety 2. Truthful labeling 3. 4. Seluruh kebutuhan user disuplai dari depo(satelit) yang berada di dekat atau di sekitar user 20 .kosmetik dan alat kesehatan sangat bertujuan guna memperluas serta meningkatkan mutu terhadap kesehatan dengan jalan mencukupi persediaan yang sangat bermutu tinggi bahkan dapat tersebar merata dengan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Efficacy 3. dan pengaturan obat. Diawasi oleh BPOM dan FDA Misi pengawasan dan pengendalian: 1. Jumlah obat ternyata terlalu banyak dipesan Jenis obat tertentu tidak pernah digunakan Kehabisan jenis obat tertentu Obat yang datang tidak sesuai dengan yang dipesan Harga obat yang terlalu mahal b) Distribusi Meliputi kegiatan pengendalian persedian obat. 2. 2. dan pengadaan.3 Hambatan Dilihat dari segi: a) Masalah pemilihan dan pengadaan 1. yaitu: 1. dan penyimpanan. 3. seluruh kebutuhan user disuplai dari gudang pusat Desentralisasi. 5. Distribusi dapat dilakukan dengan dua cara.Perlunya pengawasan. makanan.

Contoh : diare. Pengendalian Persediaan Obat Menjaga keseimbangan antara penyimpanan persediaan dengan biaya yang dibutuhkan untuk menyimpan persediaan tersebut  Penyimpanan Obat Kegiatan penyimpanan obat meliputi: 1. tipus. 4. ISPA. 3. yang meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Infeksi (Re-emerging) Dikarenakan mikroorganisme. meliputi : 1. Pengaturan tata ruang Penyusunan stok obat Pencatatan stok obat Pengamatan c) Penggunaan dan pengawasan • Penggunaan obat merupakan salah satu mata rantai yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pengelolaan obat yang lain. Aspek penggunaan obat di Apotek diletakkan dalam konteks dukungan terhadap kerasionalan peresepan. d. Malaria. 2. DBD. c. b.1 Triple Burden Disease Triple Burden of Disease adalah tiga penyakit utama yang menjadi beban sebuah wilayah/Negara. 21 . Pengendalian kecukupan suplai Jaminan mutu obat Evaluasi konsumsi obat terhadap pola morbiditas Pemberian informasi tentang obat d. yaitu seleksi. pengadaan dan distribusi obat.

termasuk keadaan geografis. b. d. pendidikan. keadan pemerintahan. keturunan. yaitu : a. Pengolahan Data Apabila data yang telah berhasil dikumpulkan. Pemilihan Prioritas MasalahHasil penyajian data akan memunculkan pelbagai masalah. ada tiga macam penyajian data yang lazim dipergunakan yakni secara tekstular. Karena itu diperlukan pemilihan prioritas masalah. secara manual. 3. pekerjaan. tabular dan grafikal. Flu burung. Degeneratif Penyakit yang menurunkan fungsi-fungsi organ tubuh. Untuk itu perlulah dilakukan pengumpulan data. Secara sederhana dapat dibedakan menjadi dua macam. perilaku. maka data tersebut harus diolah. elektrikal dan mekanik. Contoh : Hipertensi. Cara pemilihan prioritas masalah banyak macamnya. Data yang perlu dikumpulkan adalah data yang berkaitan dengan lingkungan. Scoring Technique : 22 . dalam arti masalah yang paling penting untuk diselesaikan. sosial budaya. dan keadaan kesehatan. Tidak semua masalah dapat diselesaikan.2. c. dan pelayanan kesehatan. Melakukan pengumpulan data Untuk dapat menetapkan prioritas masalah kesehatan. mata pencaharian. New Emerging disease Dikarenakan virus Contoh : AIDS. d. Cara pengolahan data yang dikenal ada tiga macam.2 Prioritas Masalah Kesehatan Hal-hal yang diperlukan dalam penentuan prioritas meliputi a. Penyajian Data Data yang telah diolah perlu disajikan. perlu tersedia data yang cukup. maksudnya adalah menyusun data yang tersedia sedemikian rupa sehingga jelas sifatsifat yang dimiliki oleh masing-masing data tersebut. kependudukan.

2.Pada cara ini pemilihan prioritas dilakukan dengan memberikan score (nilai) untuk berbagai parameter tertentu yang telah ditetapkan. Lalu diminta untuk mengemukakan beberapa masalah. Kelompok kriteria C = kemudahan penanggulangan masalah 4. Masalah yang banyak dikemukakan adalah prioritas. Non Scoring Technique Memilih prioritas masalah dengan mempergunakan berbagai parameter. Kelompok kriteria B = tingkat kegawatan masalah 3.3 Penyebaran Masalah Kesehatan 1. Besarnya masalah 2. Berat ringannya akibat yang ditimbulkan 3. Parameter yang dimaksud adalah : 1. dilakukan bila tersedia data yang lengkap. Penyebaran Menurut Waktu 23 . dimana : P = Kesesuaian E = Secara ekonomi murah A = Dapat diterima R = Tersedianya sumber L = Legalitas terjamin b. Kenaikan prevalensi masalah 4. Kelompok kriteria D = Pearl factor. • Metode Hanlon Dalam metode Hanlon dibagi dalam 4 kelompok kriteria. maka cara menetapkan prioritas masalah yang lazim digunakan adalah : 1. Sehingga diperlukan penjelasan terlebih dahulu untuk meningkatkan pengertian dan pemahaman peserta tanpa mempengaruhi peserta. Delbech Technique Penetapan prioritas masalah dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang tidak sama keahliannya. Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah 7. Bila tidak tersedia data. d. Delphin Technique Yaitu penetapan prioritas masalah tersebut dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang sama keahliannya. Kelompok kriteria A = besarnya masalah 2. Setiap peserta yang sama keahliannya dimintakan untuk mengemukakan beberapa masalah pokok. Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut 5. Keuntungan sosial yang dapat diperoleh jika masalah tersebut terselesaikan 6. Sumber daya yang tersedia yang dapat dipergunakan untuk mengatasi masalah. masing-masing adalah : 1. masalah yang paling banyak dikemukakan adalah prioritas masalah yang dicari. Pemilihan prioritas masalah dilakukan melalui pertemuan khusus.

Penyebaran Menurut Tempat 24 . c. serta 5) lenyapnya penyakit dalam waktu yang lama. Penyebaran satu kurun waktu Penyebaran masalah kesehatan menurut satu kurun waktu tertentu. Misalnya lebih dari 10 tahun. . 2) masa inkubasi yang panjang.Contagious diseasese epidemic atau propagated epidemic ialah suatu keadaan wabah yang ditandai oleh 1) timbulnya penyakit yang pelan. 4) waktu munculnya penyakit tidak jelas. 3) episode penyakit merupakan peristiwa tunggal 4) muncul pada waktu tertentu saja. b.Point-source epidemic atau common source epidemic ialah suatu keadaan wabah yang ditandai oleh timbulnya 1) gejala penyakit yang cepat 2) masa inkubasi yang pendek. serta 5) lenyapnya penyakit dalam waktu yang cepat. 3) episode penyakit bersifat majemuk. Penyebaran siklis Penyebaran masalah kesehatan yang frekwensinya naik atau turun menurut suatau siklus tertentu. 2.Pembagian macam penyebaran masalah kesehatan menurut waktu tergantung dari tujuan yang dimilki. Penyebaran sekular Penyebaran masalah kesehatan yang mengalami perubahan yang cukup lama. . d. Penyebaran satu saat Penyebaran masalah kesehatan diukur pada saat tertentu. Secara umum pembagian tersebut adalah: a.

c. ciri-ciri manusia yang maempengaruhi penyebaran masalah kesehatan dapat dibedakan atas beberapa macam. yang peranannya amat besar dalam membantu mencari jalan keluar penanggulangan masalah kesehatan yang dimaksud. Umur Jenis kelamin Golongan etnik Status Perkawinan 25 . b. yakni : a. Dalam epidemiologi. Dengan membanding-bandingkan ciri khas dari masing-masing daerah. c. tidak di daerah lainnya. Dengan diketahuinya penyebaran menurut tempat ini. maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. misalnya kajian terhadap penyebab mengapa masalah kesehatan tersebut banyak ditemukan di suatu daerah. Penyebaran Menurut Ciri-ciri manusia Penyebaran menurut ciri-ciri manusia dapat digunakan untuk mengetahui besarnya masalah kesehatn yang dihadapi dan di lain pihak keterangan yang diperoleh akan dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi masalah kesehatan yang dimaksud. Penyebaran satu negara (nasional) Masalah kesehatan ditemukan di semua wilayah yang ada di negara tersebut. d. baik dipengaruhi oleh keadaan . b. Penyebaran yang seperti ini disebut penyebaran menurut tempat terjadinya masalah kesehatan tesebut.Seringkali ditemukan suatu masalah kesehatan tertentu terjadi di suatu daerah tertentu saja. berbagai kajian lebih lanjut dapat dilakukan. tetapi amat sedikit ditemukan di daerah lain. akan dapat diketahui penyebab tersebut. d. Penyebaran beberapa wilayah Masalah kesehatan tergantung dari system pemerintahan yang dianut. Secara umum pembagiannya adalah : a. hubungan komunikasi yang dimiliki. Penyebaran satu wilayah Masalah kesehatan hanya ditemukan di satu wilayah saja. Penyebaran beberapa negara (regional) Masalah kesehatan menyebar ke beberapa negara.

Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. puskesmas memenuhi standar mutu 3. ibu hamil dan kelompok masyarakat risiko tinggi terlindung dari penyakit c) Di setiap desa tersedia SDM kesehatan yang kompeten d) Di setiap desa tersedia cukup obat essensial dan alat kesehatan dasar e) Setiap puskesmas dan jaringannya dapat menjangkau dan dijangkau seluruh masyarakat di wilayah kerjanya f) Pelayanan kesehatan di setiap rumah sakit. Meningkatkan sistem surveilans. Pekerjaan Pendidikan Status Sosial Ekonomi d. anak. a) Seluruh desa menjadi desa siaga b) Seluruh masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat c) Seluruh keluarga sadar gizi 2. a) Setiap orang miskin mendapat pelayanan kesehatan yang bermutu b) Setiap bayi. 5% dari PDB) b) Anggaran kesehatan pemerintah diutamakan untuk upaya pencegahan dan promosi kesehatan 26 dan jaringannya . g.4 Solusi 1. a) Pembangunan kesehatan memperoleh prioritas penganggaran pemerintah pusat dan daerah(min. f.e. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat. monitoring dan informasi kesehatan.

Dinkes. balai pengobatan) Instansi yang berhubungan dengan kesehatan (Depkes. perusahaan) Data dari WHO (Population bulletin. BPS) Absensi (sekolah. Sumber Data Sekunder   Survei epidemiologi Pengamatan epidemiologi 27 .c) Terciptanya sistem jaminan pembiayaan kesehatan terutama bagi rakyat miskin 4. Populatian and vital Statistics report)    b. a) Setiap kejadian penyakit terlaporkan secara cepat kepada kepala desa/lurah untuk kemudian diteruskan ke instansi kesehatan terdekat b) Setiap kejadian luar biasa (KLB) dan wabah penyakit tertanggulangi secara cepat dan tepat sehingga tidak menimbulkan dampak kesehatan masyarakat c) Semua sediaan farmasi. Meningkatkan pembiayaan kesehatan. makanan dan perbekalan kesehatan memenuhi syarat d) Terkendalinya pencemaran lingkungan sesuai dengan standar kesehatan e) Berfungsinya sistem informasi kesehatan yang evidence based di seluruh Indonesia d. Epidemiological report. industri. Sumber Data Primer  Sarana pelayanan kesehatan (rumah sakit. Tergantung dari tujuan yang dimiliki serta kemampuan Menurut Budiarto dan Anggraeni (2002:38). data yang dikumpulkan dapat berupa data primer dan sekunder : a.5 Sumber Data Pada dasarnya identik dengan melakukan penelitian epidemiologi deskriptif. puskesmas.

2. tenaga. • Survai khusus dalam bidang penyakit disebut dengan survai penyakit. sehingga keterangan tentang masalah kesehatan yang dimiliki tidak memadai. Sensus • Yang banyak dilakukan adalah sensus penduduk. antara lain : 1. Secara umum dapat dibedakan 2 macam : a. • Memerlukan dana dan tenaga yang cukup besar. sarana dan waktu yang lebih sedikit. Penyaringan Azwar (1999:52) menyatakan bahwa sumber data masalah kesehatan dapat diperoleh dari : • • • • • Catatan dan laporan peristiwa kehidupan (vital record) Catatan dan laporan masah penyakit Catatan dan laporan instansi khusus Hasil survei Hasil sensus penduduk yang tersedia maka penelitian epidemiologi deskriptif banyak macamnya. melainkan data kependudukan. Namun tujuan utama dari sensus penduduk bukanlah untuk mengumpulkan data kesehatan. Survai Khusus • Lebih praktis daripada sensus karena membutuhkan dana. kasus baru seseorang tercatat 28 Survai insiden penyakit Data yang dikumpulkan adalah Hasil lebih dapat dipercaya oleh karena pertanyaan yang diajukan masih dalam batas daya ingat Tidak menggambarkan keadaan kesehatan suatu masyarakat oleh karena kasus-kasus lama tidak .

Penjaringan kasus / Screening Dikembangkan karena ditemukan kesulitan pada cara sensus atau survai khusus dan juga karena sering yang dibutuhkan hanya data untuk masalah kesehatan tertentu saja 4.  Cara telusur ke depan (forward tracing) untuk mencari kasus baru 29 .b. - Survai prevalen penyakit Data yang dikumpulkan adalah semua peristiwa penyakit (kasus baru dan kasus lama) Data lebih lengkap sehingga dapat menggambarkan keadaan kesehatan masyarakat Kebenaran data sedikit diragukan terutama tentang penyakit yang telah lama terjadi 3.2.   Cara telusur ke belakang (backward tracing) Tujuan utamanya untuk mencari sumber penularan Dikumpulkan data tentang orang-orang yang pernah berhubungan dengan penderita tersebut sakit sebelum penderita a. - Pencarian kasus (Case Finding) Merupakan salah satu cara penanggulangan wabah Tujuannya untuk menemukan sumber penularan dan atau mencari ada tidaknya penderita baru di masyarakat Ada 2 macam : a. Pencarian kasus aktif (active case finding) • • Cara kerja = screening Bedanya dengan skrining adalah kelompok masyarakat yang dituju dalam pencarian kasus aktif adalah mereka yang dicurigai terkena penyakit • • Petugas mendatangi daerah yang terkena wabah Ada 2 macam : a.1.

 Dikumpulkan data tentang orang-orang yang pernah berhubungan dengan penderita setelah penderita tersebut terserang penyakit b. Dari 5 cara penemuan masalah kesehatan tersebut di atas semua menghasilkan data yang bersifat deskriptif namun tidak semuanya merupakan penelitian deskriptif yang murni Screening Case Finding Survailance Sensus Survai khusus Tidak memperhatikan masalah sample yang representative Penelitian epidemiologi deskriptif Penelitian epidemiologi deskriptif yang banyak dilakukan adalah survai khusus penyakit. b. baik survai insiden maupun prevalen penyakit 30 . Ada 2 macam : Survailen aktif (active surveillence) Pengamatan kasus langsung ke lapangan Survailen pasif (passive surveillence) Tidak langsung yakni hanya melalui laporan yang diterima saja. Pencarian kasus pasif (passive case finding) Data diperoleh dengan hanya menunggu penderita yang datang berobat ke satu fasilitas kesehatan saja. 5. Jika dalam pengamatan masih ditemukan kasus baru berarti wabah belum berhenti • a. • • •  Survailen (Surveillance) Adalah suatu pengamatan terhadap suatu masalah kesehatan yang dilakukan secara terus menerus Banyak dilakukan pada keadaan pada keadaan wabah Tujuan utama : menganalisa keadaan wabah yang dihadapi.

d.1 Definisi Indikator Terdapat banyak literatur yang menyebutkan tentang definisi indikator. Pendidikan dan Kesejahteraan Amerika Serikat. Dari definisi tersebut di atas jelas bahwa indikator adalah variabel yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keadaan atau status dan memungkinkan dilakukannya pengukuran terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan (Green. tetapi kerap kali hanya memberi petunjuk (indikasi) tentang keadaan keseluruhan tersebut sebagai suatu pendugaan (proxy). dan berimbang terhadap kondisi-kondisi atau aspek-aspek penting dari suatu masyarakat (Departemen Kesehatan. Indikator adalah variabel-variabel yang mengindikasi atau memberi petunjuk kepada kita tentang suatu keadaan tertentu. c. Misalnya.6 Indikator Kesehatan Nasional 4. Indikator adalah variabel yang membantu kita dalam mengukur perubahan perubahan yang terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung (WHO.2 Persyaratan indikator 31 . 1993). komprehensif. 1981). Suatu indikator tidak selalu menjelaskan keadaan secara keseluruhan. Indikator adalah suatu ukuran tidak langsung dari suatu kejadian atau kondisi.7. Indikator adalah statistik dari hal normatif yang menjadi perhatian kita yang dapat membantu kita dalam membuat penilaian ringkas. Pengumpulan data dilakukan dari sekelompok masyarakat (sample) yang representative.7. Beberapa di antaranya yang cukup baik adalah sebagai berikut. a. insidens diare yang didapat dari mengolah data kunjungan pasien Puskesmas hanya menunjukkan sebagian saja dari kejadian diare yang melanda masyarakat. 4. b. 1992). 1969). Misalnya berat badan bayi berdasarkan umur adalah indikator bagi status gizi bayi tersebut (Wilson & Sapanuchart. d.

Dengan demikian dapat digunakan untuk perbandingan antara satu tempat dengan tempat lain atau antara satu waktu dengan waktu lain.yaitu DAPAT DIPERCAYA.yaitu DAPAT DIUKUR. seyogianya tidak digunakan dulu.yaitu BERMANFAAT. (M)EASURABLE .3 Jenis indikator Sesuai dengan uraian dalam definisi indikator. Attributable. benar. yaitu: a. (A)TTRIBUTABLE .yaitu TEPAT WAKTU. sesuai dengan rumusan itu. indikator berbentuk absolut. Indikator berbentuk absolut adalah indikator yang hanya berupa pembilang 32 . Jadi harus spesifik untuk pengambilan keputusan tertentu. Artinya indikator yang ditetapkan harus dapat didukung oleh pengumpulan dan pengolahan data serta pengemasan informasi yang waktunya sesuai dengan saat pengambilan keputusan dilakukan. terdapat paling sedikit tiga jenis indikator. d.. Ini berarti bahwa indikator itu harus merupakan pengejawantahan dari informasi yang memang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. c. dan Timely. Reliable. 4.7. Artinya indikator yang ditetapkan sedapat mungkin sederhana dalam pengumpulan data maupun dalam rumus penghitungan untuk mendapatkannya. Artinya indikator yang ditetapkan harus dapat didukung oleh pengumpulan data yang baik. disampaikan rumusan dalam istilah Inggeris. e. Measurable. (T)IMELY . persyaratan yang harus dipertimbangkan dalam merumuskan indikator adalah: a. dan teliti. Kejelasan pengukuran juga akan menunjukkan bagaimana cara mendapatkan datanya. benar. (S)IMPLE . Jadi. yang dapat disingkat menjadi SMART.yaitu SEDERHANA. Indikator yang tidak/belum bisa didukung oleh pengumpulan data yang baik. Artinya indikator yang ditetapkan harus merepresentasikan informasinya dan jelas ukurannya. b. (R)ELIABLE . Artinya indikator yang ditetapkan harus bermanfaat untuk kepentingan pengambilan keputusan. yaitu Simple.Untuk memudahkan mengingat persyaratan apa saja yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan indikator. dan teliti.

indikator berbentuk angka atau rasio. Provinsi Sehat. Indikator ini terdiri atas indikator-indikator ketiga pilar yang mempengaruhi hasil akhir. a. Misalnya angka malaria di kalangan anak balita yang dihasilkan dari pembagian jumlah kasus malaria anak balita 4. b. Indikator Proses dan Masukan.saja. dikelompokkan ke dalam kategori sebagai berikut. indikator-indikator perilaku hidup masyarakat. seperti misalnya kasus meningitis di Puskesmas.7. Angka atau rate adalah ukuran dasar yang digunakan untuk melihat kejadian penyakit karena angka merupakan ukuran yang paling jelas menunjukkan probabilitas atau risiko dari penyakit dalam suatu masyarakat tertentu selama periode tertentu. Indikator berbentuk angka adalah indikator yang menunjukkan frekuensi dari suatu kejadian selama waktu (periode) tertentu. c. baik untuk Indonesia Sehat. Biasanya digunakan untuk sesuatu yang sangat jarang. yaitu jumlah dari sesuatu hal/kejadian. dan Indikator berbentuk proporsi adalah indikator yang nilai resultantenya dinyatakan dengan persen karena embilangnya merupakan bagian dari penyebut. yaitu Derajat Kesehatan. Misalnya proporsi Puskesmas yang memiliki dokter terhadap seluruh Puskesmas yang ada. Indikator ini terdiri atas indikator-indikator 33 . Indikator Hasil Antara. maka uraian indikator. b. Indikator Hasil Akhir yang paling akhir adalah indikator-indikator mortalitas (kematian). serta indikatorindikator akses dan mutu pelayanan kesehatan.000 populasi (konstanta atau k). yaitu indikator-indikator keadaan lingkungan. maupun Kabupaten/Kota Sehat.4 Klasifikasi Indikator Untuk menyederhanakan penetapan Indikator Menuju Indonesia Sehat 2010. c. Biasanya dinyatakan dalam bentuk per 1000 atau per 100. Indikator Hasil Akhir. indikator berbentuk proporsi. yang dipengaruhi oleh indikator-indikator morbiditas (kesakitan) dan indikator status gizi.

indikator-indikator sumber daya kesehatan.23 tahun 1992. Yang meliputi kesehatan badan. rohani (mental) dan sosial dan bukan hanya keadaan yang bebas penyakit. ruang lingkup dari derajat kesehatan adalah keadaan bangasa Indonesia yang sehat. dan indikator-indikator kontribusi sektorsektor terkait. KUALITAS HIDUP Tingkat kualitas hidup masyarakat dapat dilihat berdasarkan kualitas status kesehatan masyarakat. Ada empat aspek yang dapat dihbungkan dengan masalah status kesehatan yaitu faktor keturunan. c. d.7 Derajat Kesehatan a. 34 . cacat. maka bertambahlah derajat kualitas kehidupan masyarakat. Ruang Lingkup : Menurut UU No. faktor pelayanan kesehatan. Definisi : Tingkat kualitas kesehatan masyarakat dilihat berdasarkan indikator kesehatan masyarakat yaitu: Angka kematian Ibu(AKI). Kriteria : Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat. Angka Kematian Bayi(AKB). Semuanya saling berhubungan satu sama lain demi tercapainya status kesehatan masyarakat yang berkualitas. dan faktor lingkungan.pelayanan kesehatan. Bila status kesehatan masyarakat berkualitas. Umur Harapan Hidup(UHH). dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi. faktor perilaku masyarakat. indikatorindikator manajemen kesehatan. dan status Gizi b.

Antara lain bayi dengan Berat Badan Rendah (BBLR). Angka kematian pada umumnya dihitung dengan melakukan berbagai survey dan penelitian.MORTALITAS Gambaran perkembangan derajat kesehatan mayarakat dapat dilihat dari kejadian kematian dalam masyarakat dari waktu ke waktu. kejadian kematian juga dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan lainnya. Satus gizi balita. dan rehabilitatif. MORBIDITAS Angka kesakitan penduduk didapat dari data yang berasal dari masyarakat (community based data) melalui studi morbiditas dan hasil pengumpulan data baik dari Dinas Kesehatan dalam hal ii bersumber dari puskesmas maupun dari sarana pelayanan kesehatan ( facility based data) yang diperoleh melalu sistem pencatatan dan pelaporan STATUZ GIZI Status Gizi masyarakat dapat diukur melalui beberapa indikator. dan tersier. sekunder. 35 . Disamping itu. kuratif. Negara Berkembang 1 2 Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk hidup sehat. Negara Maju Masyarakat sudah dapat hidup sehat. Mengatasi masalah kesehatan dengan program primary. status gizi wanita subur kurang energi protein (WUS KEK) (sumber: Buku Profil Kesehatan Kabupaten Jombang 2010) d. Mengatasi masalah kesehatan dengan preventif.8 Perbedaan di Negara maju dengan Negara berkembang No.

Menurunnya angka kesakitan dan kematian. Status gizi tidak menjadi masalah. Konsep Sehat a.  Menurut White: keadaan seseorang jika saat diperiksa tidak ada penyakit dan keluhan. dan social. rohani. 23 tahun 1992: merupakan kondisi yang sempurna baik fisik maupun mental.3 Meningkatnya upaya kesehatan lingkungan. c. mental. 2. Meningkatnya status gizi masyarakat. social tidak hanya bebas Dario penyakit atau kelemahan.  Konsep sehat positif: keyakinan bahwa menjadi sehat hanya akan tercapai dengan adanya upaya terus menerus seperti menjaga makanan dan olahraga teratur. Pembagian konsep sehat menurut Journal Concepts of Health and Ill Health  Konsep sehat holistic: keyakinan bahwa menjadi sehat berarti tanpa gangguan fisik/penyakit dan nyaman secara emosional. Konsep Sakit a.  Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal. Definisi sehat:  Menurut WHO: keadaan sempurna fisik. dan mampu melakukan aktifitas produktif. b. Definisi Sakit:  Menurut Perkins: Suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga mengalami gangguan aktivitas sehari-hari. 4 5 5.  Konsep sehat negatif: keyakinan bahwa menjadi sehat adalah tidak adanya penyakit berat.  Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup. baik aktivitas jasmani.  Menurut UU Kesehatan RI No.  Menurut Reverely: Ketidakselarasan antara lingkungan dan individu. Degeneratif meningkat akibat lifestyle(gaya hidup). Konsep Sehat-Sakit 5. Faktor-Faktor yang mempengaruhi sakit: 36 . Landasan-landasan menentuan konsep sehat (Edelaman dan Mendell 1994)  Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.  Menurut New Webster Dictionary: Keadaan yang ditandai dengan perubahan gangguan nyata.1 Definisi 1. Ada medical care service yang available dan accessible. b.

 Perubahan perasaan nyata (symptom).  Terhadap peran keluarga: setiap orang memiliki peran dalam kehidupan si sakit.  Terhadap konsep diri: konsep diri adalah citra mental seseorang terhadap dirinya sendiri. kelompok social.  Kontak dengan pelayanan kesehatan. d. latar belakang budaya. Dinamika keluarga merupakan proses dimana keluarga melakukan fungsi. memberi dukungan kepada anggota keluarganya. sakit hati.  Terhadap dinamika keluarga. mengambil keputusan. e Dampak Sakit:  Terhadap perilaku dan emosi klien: setiap orang memeliki reaksi yang berbeda-beda tergantung asal penyakit. Keadaan sakit ditunjukkann oleh:  Keadaan moral yang buruk.  Feel Unwell. Tahapan sakit:  Pengenalan gejala. ekonomi. tidak aman. mencangkup bagaimana mereka melihat kekuatan dan kelemahannya pada seluruh aspek kepribadiannya.  Terhadap citra tubuh: Citra tubuh merupakan konsep subyektif seseorang terhadap penampilan fisiknya. asal/jenis penyakit)  Faktor eksternal (gejala yang dapat dilihat. dan dukungan sosial) c.  Ketergantungan Si sakit. Faktor internal (persepsi individu terhadap gejala dan sifat sakit yang dialami. tiodak senang. 37 .  Persepsi diri yang dirasakan. perasaan kekurangan. kemudahan akses terhadap system pelayanan.  Penyembuhan dan rehabilitasi.  Keadaan tubuh yang tidak sehat akibat dari proses penyakit.  Kriteria menyatakan sakit:  Keadaan manifestasi unit.  Ketidakmampuan dalam melaksanakan fungsi normal. seperti Ayah mencari nafkah untuk membantu pengobatan anaknya yang sakit.  Asumsi peranan sakit.

38 . umur. KESIMPULAN Sebagai seorang dokter harus mengetahui ilmu epidemiologi serta masalah kesehatan yang ada saat ini serta mampu memprioritaskan masalah kesehatan tersebut sehingga dapat melakukan tindakan tepat. Bibit penyakit : Suatu substansi atau elemen tertentu yang kehadiran atau ketidakhadirannya dapat mempengaruhi perjalanan suatu penyakit. jenis Sehat Menderita penyakit karena daya tahan pejamu berkurang Menderita penyakit karena kemampuan bibit penyakit meningkat Menderita penyakit karena lingkungan berubah kelamin).Seseorang dikatakan sehat atau sakit jika : Keterangan : Pejamu : Semua factor yang terdapat pada diri manusia yang dapat mempengaruhi timbulnya serta perjalanan suatu penyakit (contoh : factor keturunan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->