Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

HINA NABI,

BARAT TANTANG ISLAM
KENAPA PENGUASA DIAM?
www.mediaumat.com
Harga Rp. 6000,- Luar jawa Rp. 7500,-

Ketua DPP HTI

Wawancara: Rokhmat S Labib

Siyasah Syar’iyyah

Tak Perlu Persetujuan PBB! Monas Jadi Saksi Keteguhan Ulama Perjuangkan Negara Warisan Nabi
Fokus

Hukum Menghina Nabi SAW, Serta Sanksi dan Tindakan Khalifah
Muslimah

Tips Agar Anak Tidak Ikut Tawuran Hukum Money Game
Ustadz Menjawab

2

Salam

Media Pembaca

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Salam Redaksi
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Salam Perjuangan! Bagaimana kabar Anda? Semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan hidup kepada Anda semua. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW, Nabi yang amat kita cintai. Pembaca yang dirahmati Allah, hari-hari belakangan ini adalah masa ujian bagi kita kaum Muslimin. Nabi SAW mendapat penghinaan dan penistaan dari orang-orang kafir. Mereka dengan beraninya menyerang kehormatan Rasulullah SAW. Bagaimana perasaan Anda? Marah? Atau cuek aja? Jika Anda marah, itu suatu yang wajar. Sebaliknya jika ada orang yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kok tidak terbersit sedikitpun kemarahan atau ketersinggungan, maka patut dipertanyakan keimanannya. Pembaca yang dirahmati Allah, penistaan Nabi SAW oleh orang-orang kafir ini ternyata tidak berhenti pada film Innocence of Muslims. Di tengah aksi kaum Muslim di berbagai negara, eh penistaan lain muncul di berbagai majalah yang terbit di negaranegara Eropa. Bukankah ini kian menantang umat Islam? Maka, pada edisi ini kami mengangkat isu ini di Media Utama. Kami suguhkan makar-makar orang kafir tersebut dan reaksi yang muncul dari negara yang bersangkutan, para penguasa kaum Muslim, dan kaum Muslim sendiri di berbagai negara. Tak lupa, bagaimana makar-makar itu bisa dihentikan. Untuk memperkayanya, kami sajikan pula tulisan di Siyasah Syar'iyah tentang hukum menghina Nabi SAW serta sanksi dan tindakan khilafah. Pembahasan ini paling tidak bisa memberikan pencerahan kepada kaum Muslimin bagaimana kajian fiqihnya dari para ulama. Pembaca yang dirahmati Allah, ada artikel yang cukup menarik di rubrik Mancanegara. Di sana kami sajikan pidato ipar istrinya mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair yang telah masuk Islam, Lauren Booth. Ia menyerukan pembebasan Dr Aafia Siddiqui, perempuan ahli syaraf yang dipenjara 86 tahun oleh Amerika dan selama dalam tahanan mengalami pelecehan seksual. Ada juga tulisan menarik soal 'money game'. Ini penting juga diketahui oleh para pembaca di tengah maraknya kasus tersebut akhir-akhir ini. Sudah banyak korbannya. Anda perlu membacanya agar bisa bersikap. Tulisan ini pun terkait pula dengan tulisan di rubrik bisnis yang khusus membahas soal itu. Kami berharap sajian kami kali ini membawa manfaat bagi Anda. Dan jangan lupa, mari terus sebar luaskan media ini kepada kaum Muslim yang lain agar umat bisa bertambah cakrawala berpikirnya dan tidak lagi terkungkung oleh informasi menyesatkan dari media-media sekuler. Kami pun menunggu masukan dan saran Anda, dan bisa juga informasi menarik di tempat Anda yang bisa kami tindak lanjuti berkenaan dengan kondisi keumatan saat ini. Akhirnya, kami sampaikan selamat membaca. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Hizbut Tahrir Belanda menggelar aksi mengecam penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Aksi ini dilakukan di depan kedubes Prancis dan Amerika Serikat di Den Haag, Ahad (30/9).

Media Pembaca
Berita Duka
Inna lillaahi wainna ilaihi rojiun telah berpulang ke rahmatullah pada hari selasa jam 6.30 tgl 18 September 2012, pendukung perjuangan khilafah Bpk Sulaiman dari Kampung Citeurep, Cilayung Sumedang. Beliau mengalami kecelakaan ketika sedang berjualan mencari nafkah. Mohon doanya mudahmudahan diterima iman Islamnya dan diterima segala amal perbuatannya serta ditempatkan di surga-Nya. Aamiin. Walau sudah berusia lanjut (78 thn) tetapi semangat untuk menegakkan syariah dan khilafah, tidak pernah kendur. Setiap kegiatan yang diselenggarakan HTI beliau selalu hadir dari MBI, KTU, konferensi Rajab, Liqa Syawal Ulama dll. Teladan yang diberikan oleh beliau adalah semangat untuk menegakkan syariah dan khilafah yang tidak kalah oleh generasi yang lebih muda. KH Ali Bayanullah. Pimpinan Ma'had Darul Bayan, Sumedang. tetap sabar dan semangat. Dalam menjalin hubungan baik dengan Allah SWT melalui shalat. Dan dalam menjalin hubungan baik dengan sesama umat manusia, melalui silaturahmi . Yani. Bengkulu +6285664661xxx

Butuh Keadilan
Rakyat sesungguhnya menanti keadilan tentang perlakuan represif BNPT & Densus 88 sebagai kepanjangan tangan rezim SBY terhadap kaum Muslim terutama aktivis Islam. Kenapa ciut nyalinya, menampakkan sikap pengecut ketika berhadapan dengan OPM - yang telah jelas makarnya terhadap bangsa ini? Keberingasan dan kebengisannya dalam menumpahkan darah kaum Muslimin, justru tidak tampak sedikitpun dalam menghadapi OPM. Memang sudah saatnya umat ini memiliki pemimpin yang berintegritas, berdaulat, mampu menjaga heterogenitas masyarakat dalam kesejahteraan, kedamaian, kesejukan, ketenteraman dan keharmonisan. Pemimpin ini adalah sang khalifah, yang akan menerapkan Islam secara totalitas. Pak De Darto Diponegoro, Klaten +628975060xxx

Kita adalah Dai
Assalamu’alaikum Wr Wb. Saudaraku, hidup matinya Islam diletakkan Allah di genggaman kita. Baik buruknya masyarakat dunia berada di pundak kita. So, mari bergabung & berjuang menyerukan penting & wajibnya penegakan syariah & khilafah. Kalau bukan kita yang menyerukannya, siapa lagi saudaraku? setiap muslim=da'i, yuk jadi da'i penyeru syari'ah&khilafah! Zainuddin Mansyur. Bandung. +6289695249xxx

Standar Ganda Barat
When you attack black people, They call it "Racism", When you attack Jewish people, They call it "Anti-semetism", When you attack Women, They call it "Gender discrimination", When you attack Homosexuality, They call it "Intolerance", When you attack your Country, They call it "Terrorism", When you attack a Religious sect, they call it "Hate speech", But when They attack at the dignity of our Beloved Prophet MUHAMMAD (P.B.U.H), They call it " Freedom of Expression". Hm hm. Selalu double standard ya? Fuad Bawazier, Mantan Menteri Keuangan.

Persatuan
Khilafah dan syariah adalah satu paket yang tak terpisahkan, yang harus ditegakkan dan diperjuangkan oleh semua umat yang mengaku dirinya 'ISLAM' dengan satu ikatan tanpa mengenal aliran, paham, golongan dan kedudukannya sebagai santri, kyai, ajengan dsb. Atas kebersamaan dalam satu ikatan, kesatuan dan persatuan, insya Allah perjuangan kita umat Islam dengan izin dan ridhaNya akan segera tercapai. Aamiin.

JELAJAHI

www.mediaumat.com

Tetap Semangat
Assalamu'alaikum Wr Wb. Dengan pengorbanan yang besar. Kita harus berhasil dalam menggapainya,

SMS Media Redaksi: Pembaca: 081288020261. 081288020261. Sertakan Sertakan Nama dan Nama Asaldan Asal

SMS Berlangganan: 0815 978 5498

Penerbit: Pusat Kajian Islam dan Peradaban. Dewan Penasihat : KH Ma'ruf Amien, KH Nazri Adlani, KH Amrullah Ahmad, KH Syukron Makmun, KH Muhammad Arifin Ilham , KH Athian Ali M Dai, Achmad Michdan SH, H Azwir, KH dr Muhammad Utsman, H Hari Moekti, Ustadz Abu Bakar Baa'syir, AGH Sanusi Baco, Lc, KH Syamsuddin Latif, KH DR Miftah Faridl, Dra Hj Nurdiati Akma M.Si, Dra Hj Nurni Akma, Prof Dr Ir Zoer’aini Djamal Irwan MS, KH Husin Naparin, Lc, MA. Penasihat Hukum: Achmad Michdan SH. Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Farid Wadjdi. Pemimpin Perusahaan: Anwar Iman. Sidang Redaksi: Hafidz Abdurrahman, MR Kurnia, Harist Abu Ulya, Muhammad Ismail Yusanto, Rochmat S. Labib. Redaktur Pelaksana: Mujiyanto. Redaksi: W almaroky, Zulkifli, Joko Prasetyo, Iwan Setiawan, Zulia Ilmawati, Nanik Wijayati, Febrianti Abbasuni, Kholda. Kontributor Daerah: Rifan (Jatim), Fakhruddin (Babel), Apri Siswanto (Riau), Rikhwan Hadi (Sumbar), Kurdiyono & Ahmad Sudrajat (DIY), Eko (Sultra), Nazar Ali & Handani (Jabar), Bahrul Ulum (Sulsel), Abduh (Kalsel), Budianto Haris (Sumsel), Dani Umbara Lubis (Sumut), Dadan Hudaya (Banten) Desain dan Pracetak: Kholid Mawardi. Keuangan: Budi Darmawan . Marketing: Muhammad Ihsan. Sirkulasi: Wahyudi. Iklan: Aris Rudito, M Rosyid Aziz. Alamat Redaksi: Jl. Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12790. Email: pembaca.tabloidmu@gmail.com. Iklan Pemasaran: Jl. Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12790. Email Iklan: iklan.tabloidmu@gmail.com . Email Marketing: marketing.tabloidmu@gmail.com Hunting Pemasaran: 085711044000 , 087876904000. Hunting Iklan: 085780137043. Rekening: Bank Muamalat No Rek 9064150699 a.n Budi Darmawan.

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012
Wassalam. Iwa Kustiaman. Padaherang. Ciamis. Jabar +6282120807xxx

Editorial
Direktur IMF Christine Lagarde dan Presiden Mesir Muhammad Mursi

3

Persembahkan Jiwa Raga
Jika orang kafir cari mati dengan jalan memperolok Islam dan Rasulullah maka orang Muslim dengan ikhlas mempersembahkan jiwa dan raganya untuk membela din Allah SWT... Ingat! Orang kafir mati dalam memperolok Islam adalah kerugian yang sangat besar tapi Muslim mati dalam mempertahankan agamanya adalah keberuntungan yang tak ternilai harganya., persembahan paling terindah buat ilahnya...Allahu Akbar! Diana. Sulbar +6281221043xxx

Awal Kebangkitan
Assalamu’ alaikum Wr Wb. Ustadz kariim rahimakumullah...sampaikanlah kepada khalayak ramai, bahwa banyaknya ragam makar keji yang dilakukan musuh-musuh Allah dengan mengerahkan segenap kemampuan mereka. Sejatinya itu semua menandakan benar-benar kebangkitan Islam telah berada di depan mata. Karena tidak akan mereka meningkatkan frekuensi, jenis, dan kekejaman mereka kecuali itu semua disebabkan kesadaran dan kerinduan kaum Muslimin terhadap Islam telah berada di puncak. Ketakutan musuh-musuh Allah benar-benar tergambar dengan makar-makar mereka, karena kebangkitan Islam berarti kiamat bagi mereka. Untuk itu, bergembiralah wahai para pejuang Allah, hilangkan sedih dan gundah dalam hatimu, karena usaha kita tinggal sebentar lagi...tinggal sebentar lagi...Yaa Allah mudahkanlah... Ja'far. Papua. 085244448xxx.

100 Hari Muhammad Mursi
udah lebih 100 hari Muhammad Mursi menjadi presiden di Mesir. Inilah pertama kalinya Mesir dipimpin oleh presiden yang dipilih oleh rakyat secara lebih terbuka dan demokratis. Ia seorang sipil dan uniknya berasal dari Ikhwanul Muslimin, yang selama rezim militer berkuasa mengalami banyak tekanan dan penindasan. Harapan besar ada pada pundak Mursi, untuk melakukan perubahan nyata di Mesir. Umat Islam Mesir yang merindukan syariah Islam juga berharap Mursy dengan sungguhsungguh akan menerapkan syariah Islam. Apalagi selama ini Ikhwanul Muslimin menjadikan Islam sebagai solusi sebagai slogan penting. Namun 100 hari telah berlalu, harapan itu, meskipun masih ada, masih belum terwujud. “Islam sebagai solusi” masih jauh dari realita. Dalam analisnya di khilafah.com, Adnan Khan menyebutkan beberapa kendala dan tantangan Mursi selama ini. Kendala utama yang dialami Mesir saat ini adalah masalah konstitusi. Hingga saat ini konsitutusi Mesir baru, masih diperdebatkan. Ini artinya, yang berlaku masih konstitusi lama yang selama ini dipraktikkan rezim Mubarak. Tarik menarik kekuasaan terjadi antara Mursi, parlemen, dan militer. Namun, militer dengan senjata yang dimilikinya masih merupakan 'the real power' di Mesir. Sayangnya, militer Mesir masih tunduk kepada kepentingan Amerika. Tantangan terbesar Mesir adalah ekonomi. Ini menjadi salah satu faktor utama bergeraknya rakyat Mesir menumbangkan Husni Mubarak. Ekonomi Mesir sangat tergantung pada pertanian, media, ekspor minyak bumi, ekspor gas alam, dan pariwisata. Terdapat pula lebih dari tiga juta orang Mesir bekerja di luar negeri, terutama di Arab Saudi, Teluk Persia dan Eropa. Jasa industri merupakan 49 persen dari perekonomian. Masalahnya, sebagian besar sumber-sumber ekonomi Mesir masih dikuasai oleh rezim elite lama terutama rezim militer. Diperkirakan sekitar 40 persen ekonomi Mesir dikuasai oleh mereka. Bahkan ketika Mesir di masa Husni Mubarak melakukan kebijakan liberalisasi ekonomi Mesir, sebagian besar ya jatuh ke lingkaran elite pemerintah dan militer yang merupakan kroni Mubarak dan putranya Gamal. Pengusaha besar seperti Ahmed Ezz (besi dan baja), keluarga Sawiris (multimedia, minuman, dan telekomunikasi), dan Mohamed Nosseir (minuman dan telekomunikasi) dikenal merupakan kroni Mubarak. Mereka bukan hanya menerima perlindungan dari negara tapi juga kontrak-kontrak istimewa dan pinjaman besar dari bank-bank. Tidak mengherankan kalau kekayaan keluarga Mubarak diperkirakan sebesar 70 milyar dolar. Ironisnya, untuk menyelesaikan persoalan ekonomi Mesir, Mursi memilih untuk meminjam dana dari IMF. Padahal semua tahu, meminta bantuan dari IMF bukan saja akan menghancurkan ekonomi negara tapi juga merupakan jebakan politik yang mematikan. Lebih-lebih lagi pinjaman itu mengandung riba yang jelas-jelas diharamkan dalam Islam. IMF secara resmi memberikan pinjaman 4,9 milyar dolar. Perdana Menteri Mesir Hesham Qandil menyatakan pinjaman ini harus dibayar dalam waktu 5 tahun dengan bunga 1,1 persen. Hisyam menyatakan pinjaman ini bermanfaat untuk rakyat. Namun di sisi lain ia menyatakan akan ada pemotongan, pengeluaran, dan kebijakan-kebijakan lain. Pemerintah Mursi sepertinya menyembunyikan adanya syarat-syarat yang diminta oleh IMF ketika mereka memberikan pinjaman. Pengurangan subsidi BBM dan makanan yang jelas-jelas akan menambah derita rakyat. Seperti yang ditulis Financial Times (22/8/ 2012): "IMF menginginkan Mesir untuk membuat outline perencanaan untuk mengurangi defisit anggaran dengan memperkuat pendapatan dan pemangkasan sektor publik, termasuk subsidi BBM dan makanan. Mesir juga harus mengamankan pembiayaan dari lembaga pemberi pinjaman lainnya sebagai bagian dari istilah pinjaman." Isu panas lain adalah hubungan diplomatik dengan negara zionis Israel, termasuk mempertahankan perjanjian damai Camp David yang intinya merupakan pengakuan terhadap negara zionis Israel. Dengan retorikanya Mursi memilih mempertahankan hubungan diplomatik dengan negara penjajah itu dengan alasan menghormati perjanjian internasional. Padahal setiap syarat apapun yang menyalahi Alquran dan sunnah adalah batil. “Tiada gunanya orang mempersyaratkan syarat-syarat yang tidak ada di dalam Kitabullah. Syarat apapun yang tidak ada dalam Kitabullah adalah batil meskipun seratus syarat. Ketetapan Allah lebih layak (diikuti) dan syarat Allah lebih kuat (dipegangi) (HR al-Bukhari, Malik dan Ibn Majah). Oleh karena klausul perjanjian atau poin kesepakatan apapun yang menyalahi syariah adalah batal demi hukum; ia harus diabaikan dan tidak boleh dilaksanakan. Ironisnya, demi kepentingan parawisata Mesir, Partainya Mursi tidak melarang minuman keras dan pakaian bikini. Saad al-Husseini, anggota Partai Kebebasan Mesir dan Keadilan mengatakan dalam sebuah wawancara, pariwisata sangat penting bagi Mesir dan menekankan minum dan menjual alkohol dilarang dalam Islam. Namun, ia menambahkan, "Namun hukum Islam juga melarang memata-matai tempat pribadi dan ini berlaku untuk pantai serta ... Saya berharap 50 juta wisatawan akan melakukan perjalanan ke Mesir bahkan jika mereka datang telanjang." Walhasil, memang sulit mengharapkan perubahan yang nyata di dunia Islam termasuk Mesir, hanya dengan mendudukkan orang-orang Islam, bahkan anggota partai Islam ke kursi kekuasaan. Kalau kemudian tidak menerapkan syariah Islam. Tawaran demokrasi Amerika untuk Mesir meskipun berbalut Islam dengan istilah negara madani (ad daulah al madaniyah), Islam moderat, Islam inklusif, akan tetap gagal. Karena intinya tetap melestarikan sekulerisme, kapitalisme dan campur tangan Amerika, yang menjadi biang kerok berbagai persoalan dunia Islam. Karena itu perjuangan tidak boleh berhenti, hingga kekuasaan Islam diraih untuk benar-benar digunakan menerapkan syariah Islam secara kaffah (menyeluruh) di bawah naungan Khilafah. Saat itulah perubahan yang nyata, yang memberikan kebaikan kepada setiap manusia akan terjadi, Muslim maupun non Muslim.[] farid wadjdi

S

Doa
Tak kusangka, kaki ini dapat kujejakkan di belakang benderaMu ya Allah. Tak pernahku bayangkan keringat ini akan mengalir di bawah naungan kasihMu, Subhanallah ya Allah. . Engkaulah Zat Yang Maha Menunjuki. Terima kasih atas segalanya. Kuatkan hati kami. Tegarkan kaki kami berdiri di atas kerikil tajam penegakan daulahMu. Istiqamahkan kami di atas cobaan yang tak hentinya datang menguji lurusnya tekad kami. Tabahkan diri kami di dalam perjuangan menegakkan Islam di bumiMu ini. Luruskan niat kami. Kuatkan, tabahkan, sabarkan kami. Berilah kami kesempatan agar kami bisa sesaat hidup dalam indahnya syariatMu. Terima kasih, terima kasih tiada terhingga, yang tak akan bisa kami ungkapkan kepadaMu ya Rabbi. Istiqamahkan kami terus, terus, dan terus sampai benderaMu tegak di atas debu-debu bendera kapitalis. Allahu Akbar !! Nur. Bau-bau. Sulteng +6285696390xxx

Tinggal Masalah Waktu
Assalamu'alaikum Wr Wb. Subhanallah siang ini Senin (1/10) menyimak di telivisi Al Manar ditayangkan trailer aksi umat Islam di seluruh dunia termasuk di dalamnya aksi Hizbut Tahrir Indonesia dan Hizbut Tahrir Bangladesh mengutuk video penghinaan Nabi, Insya Allah semakin menguatkan hati bahwa khilafah akan tegak dalam waktu dekat (it's a matter of time) Insya Allah.. Allahu Akbar. Martua. Padangsidimpuan, Sumatera Utara.081376224xxx

Komentar untukMU
Jokowi-Ahok
Assalamu 'alaikum Wr Wb. Apa agenda Jokowi Ahok? Berapa dana kampanye dan dari mana? Saya harap Media Umat mengupas tuntas biar umat tahu apa sebenarnya yang terjadi. Muhammad alMurod, Makam Agung, Tuban +628165469xxx

Versi Ponsel
Minta tolong Pak, untuk Media Umat dibuatkan versi ponsel dengan format jar...biar gampang di-donwload dan diakses serta gampang dibawa ke mana-mana karena praktis di dalam hp. Jadi nggak repot bawa dalam bentuk tabloid. Rahmat NTB Mataram. +6285337766xxx

Syair Khilafah
Assalamu 'alaikum Wr Wb. MU, salam perjuangan syariah dan khilafah, mohon dengan sangat syair khilafah misal judul Yaumul Nashr dimuat di MU baik dalam bahasa Arab juga bahasa Indonesia. Jazzakallah ahsanal jazza. Ali Muslim. Setu, Tangsel. 085693279xxx Wassalamualaikum wr wb. Terima kasih atas masukan para pembaca semua. Masukan yang baik akan kami pertimbangkan untuk memenuhinya sesuai dengan tema yang sedang dibahas. Khusus soal versi ponsel, ini usulan yang menarik. Kami akan coba pikirkan. Redaksi.

4

Media Utama

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Barat Hina Nabi, Tantang Islam
Penguasa Muslim Kok Diam?
Wikileaks dalam temuannya melansir bahwa Amerika ada keterkaitan dengan penerbitan ulang kartun Nabi SAW di Denmark.
elombang penghinaan dan penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW terus bergulir. Ditentang yang satu, muncul yang lain. Penentangan keras kaum Muslimin terhadap film Innocence of Muslims di seluruh dunia ternyata justru membuat orang-orang kafir tambah semangat untuk menistakan Nabi SAW. Seperti mendapat angin, orang-orang kafir lainnya di Prancis, Jerman, dan yang terbaru di Spanyol pun ikut-ikutan menghina dan menistakan Nabi SAW. Di ketiga negara tersebut, kartunkartun pelecehan dibuat dan diterbitkan di majalah. Sebelumnya di Jerman, sekelompok orang malah mengadakan lomba membuat kartun Nabi SAW yang isinya tentu mengejek dan menistakannya. Pantas jika kaum Muslimin, hingga berita ini ditulis, masih turun ke jalan. Mereka tidak terima Nabi SAW dihina dan dinistakan. Sementara mereka pun melihat bahwa para pelakunya tak diapa-apakan. Pembuat film itu Nakoula Basseley Nakoula (55) tidak dihukum/ditahan atas perbuatannya itu. Negara Amerika Serikat, tempat ia berada, tak mempermasalahkan aksi penistaan itu dan hanya menjeratnya dengan kasus lain yakni terkait perbankan. Negara-negara Barat selalu berbicara bahwa apa yang dilakukan oleh warga negaranya merupakan wujud dari kebebasan berekspresi. Mereka tidak bisa dihukum karena hal itu dianggap akan melanggar kebebasan. Inilah yang dipertontonkan oleh Barat bagaimana mereka melindungi orang-orang yang menghina Islam. Salman Rushdie yang menghina Islam hingga detik ini dilindungi oleh Inggris dan malah diberi gelar 'Ksatria' oleh Ratu Elizabeth II. Pembuat kartun di majalah Jyllands-Posten malah dijaga oleh aparat keamanan Denmark, bukan dihukum. Juga pembuat film Fitna, Geert Wilders, justru dibebaskan oleh pengadilan Belanda. Sebuah dokumen yang dilansir oleh Wikileaks menyebutkan bahwa Amerika ada di balik kasus pemuatan ulang kartun Nabi SAW dalam majalah JyllandsPosten. Bukankah ini menunjukkan adanya keterlibatan negara? Janggal kalau seperti ini dikatakan tak terlibat. Yang pasti, minimal negara-negara Barat dengan sengaja membiarkan penistaan terhadap Islam dan kaum Muslimin terjadi. Penistaan itu tidak akan pernah terjadi jika negara-negara Barat melarangnya. Ini kan tidak sama sekali. Sementara itu, para penguasa negeri kaum Muslimin tak bereaksi dengan memadai. Sebagai kepala negara yang memiliki kekuasaan, mereka tak bertindak apapun untuk kehormatan Nabi SAW dan Islam. Mereka hanya mengucapkan kata-kata yang tidak ada maknanya sama sekali. Sekadar mengecam dan mengutuk. Malah yang menyedihkan, sampai ada syeikh dari satu negara yang selama ini dianggap sebagai pusat Islam mengecam aksi kaum Muslimin di seluruh dunia. Pantas kemudian bila kaum Muslimin bertindak sendiri. Mereka tak bisa lagi berharap kepada para pemimpin di negerinya. Mereka melakukan apa yang mereka bisa lakukan dalam rangka membela orang yang paling dicintainya yakni Rasulullah SAW. Mereka rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk itu. Mereka tak lagi memikirkan diri mereka sendiri. Dengan semangat yang luar biasa, mereka menembus dinding-dinding pagar kedutaan yang awalnya dijaga oleh 'anjinganjing penjaga' dari kalangan bangsa mereka sendiri. Mereka merangsek masuk dan menurunkan bendera Amerika. Mereka kemudian mengganti bendera lambang adidaya kekufuran itu dengan bendera Islam. Penghinaan dan penistaan terhadap Islam berubah menjadi magnet perlawanan di seluruh dunia. Seorang pengamat mengatakan, aksi kaum Muslimin ini mengindikasikan bahwa kekuatan Amerika di negeri-negeri Islam kian melemah. Kaum Muslimin tak lagi takut dengan Barat dan para penguasa antek Barat di negerinya. Mereka seolah mendapat angin untuk kebangkitan bersama atas nama Islam. Mereka tak lagi mengedepankan simbolsimbol fanatisme sempit mereka. Mereka mulai menyadari bahwa mereka adalah umat dari seorang Nabi yang satu yakni Muhammad SAW. Tak mengherankan, dari berbagai aksi di berbagai belahan dunia terlihat mereka membawa bendera Islam bertuliskan: “laa ilaha illaLlah”. Fakta itu menunjukkan, secara akidah kaum Muslimin sebenarnya sangat mudah disatukan karena mereka memiliki satu akidah Islam. Upaya merusak akidah umat Islam justru akan menimbulkan gelombang kebangkitan yang tidak terduga sebelumnya oleh orang-orang kafir. Aksi-aksi tersebut juga memunculkan harapan yang besar bahwa umat Islam akan segera bersatu dalam waktu dekat. Dua faktor yang mendorongnya yakni: ketiadaan pemimpin yang melindungi kehormatan Islam dan kaum Muslim serta silih bergantinya serangan-serangan dari Barat. Kaum Muslimin mulai menyadari bahwa mereka butuh khilafah. Hanya dengan khilafah, kehormatan Nabi SAW, Islam, dan kaum Muslimin bisa terjaga. Fakta sejarah menunjukkan hal itu. Sebagai contoh bagaimana Khalifah Sultan Abdul Hamid II bisa menggagalkan drama karya Voltaire yang menghinakan Nabi SAW yang akan dipentaskan di Prancis dan Inggris. Dengan keberaniannya, Sultan mengirimkan surat kepada kedua negara itu untuk menggagalkan rencana pementasan drama itu. Jika tidak, Sultan akan mengirimkan tentaranya untuk menghentikannya. Akhirnya, Prancis dan Inggris tak berani. Itulah yang saat ini tidak ada. Kaum Muslimin tak memiliki lagi junnah (perisai) yakni khilafah. Akibatnya, kaum Muslimin seolah menjadi makanan yang diperebutkan dan disantap oleh srigala-srigala yang kelaparan. Kaum Muslim tak berdaya. Oleh karena itu, di sinilah urgensi kaum Muslimin bersatu dalam Daulah Khilafah. Kaum Muslimin yang terpecah belah dalam negara bangsa (nation state) terbukti menjadikan kaum Muslim lemah. Terbukti pula bahwa para penguasa Muslim yang memimpinnya tidak mengabdi kepada kepentingan umat tapi kepentingan Barat. Selain urgensinya dari sisi fakta/empiris, menegakkan khilafah adalah kewajiban Allah dan Rasul-Nya. Hanya dengan khilafah, syariah Islam bisa dilaksanakan secara kaffah. Dengan khilafah pula kaum Muslimin akan kembali memiliki izzah (kemuliaan) sebagai khairu ummah (umat terbaik). Dan dengan khilafah, kaum Muslimin akan bisa menikmati karunia Allah berupa kekayaan alam sehingga kesejahteraan akan benar-benar dirasakan. Dan khalifah akan menjaga kaum Muslimin dari kejahatan orangorang kafir. Lebih dari itu, dengan khilafah hidup jadi berkah. Ridha Allah tercurah. Bukankah itu yang kita inginkan? [] mujiyanto

G

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Terus Menerus Menghina Islam
Orang-orang Barat kian lantang menghina Islam, sementara pemerintah mereka mendiamkam.
video seperti itu. Jawabannya adalah ini diamanatkan oleh hukum yang kami miliki: Undangundang kami melindungi hak kebebasan berbicara," tegas Obama ketika menyampaikan pidato pada sidang di Markas Besar PBB, New York. Sebelumnya, pengadilan Belanda juga membebaskan Wilders dari hukuman karena dianggap memicu kebencian maupun diskriminasi di kalangan masyarakat Muslim itu. Pengadilan Belanda menilai tudingan itu tidak berdasar. Barat jelas-jelas melindungi para penghina Nabi SAW. Novelis Salman Rushdie justru memperoleh anugerah gelar kebangsawanan dari Ratu Elizabeth II. Bersama seorang wartawan CNN dan agen ganda KGB, ia menerima gelar ksatria yang menandai perayaan ulang tahun Ratu Elizabeth II pada 16 Juni 2007. Sebuah informasi Wikileaks yang dimuat di surat kabar Norwegia Afterposten baru-baru ini menyebutkan, Kedutaan Amerika di Copenhagen ambil bagian ketika mereka mendengar bahwa Jyllands-Posten bermaksud mencetak ulang kartun Nabi Muhammad setahun setelah penerbitan pertamanya. Nah.[] mujiyanto

Aksi Hizbut Tahrir Amerika bersama umat kecam penghinaan Nabi, Sabtu (22/9) di Chicago.
rang-orang kafir terus mengusik kaum Muslimin. Di tengah berbagai aksi kaum Muslim menentang film anti-Islam Innocence of Muslims, para pembenci Islam kembali menghina Nabi Muhammad SAW. Aksi terbaru mereka adalah penghinaan terhadap Nabi SAW dalam sebuah majalah Spanyol, El Jueves. Majalah tersebut memasang karikatur Nabi Muhammad SAW pada sampul atau kover depannya. Edisi terbaru El Jueves yang terbit pada Rabu (26/9) lalu menggambarkan sejumlah Muslim yang berdiri seperti barisan para tersangka saat diidentifikasi polisi. Di atasnya, terdapat tulisan dalam huruf besar: Pero ... Alguien Sabe Como Es Mahoma? (Tetapi ... apakah ada yang tahu seperti apa sosok Muhammad itu?). Di atas tulisan atau judul itu di sebelah kiri, terdapat pula tulisan lain dalam kotak biru. Bunyinya: Revueltas Por Las Representaciones De Mahoma (Revolusi oleh perwakilan Muhammad). Pemuatan karikatur ini hanya berselang seminggu setelah majalah Prancis, Charlie Hebdo, memasang karikatur yang menghina Rasulullah SAW. Sampul depan majalah tersebut menunjukkan seorang Yahudi Ortodoks mendorong sosok bersorban di kursi roda dan beberapa karikatur Nabi dimasukkan pada halaman isinya, termasuk beberapa digambarkan dalam keadaan telanjang. Tidak berhenti sampai di situ, penghinaan berikutnya sudah disiapkan. Majalah satir terkemuka Jerman Titanic berencana menampilkan halaman depan edisi Oktober yang menunjukkan sebuah foto Bettina Wulff –istri mantan Presiden Jerman Christi-

O

an Wulff— yang sedang dirangkul oleh seorang pria Arab yang mengenakan sorban dan memegang pisau. Headline majalah edisi Oktober yang terbit pada 28 September mengatakan: "Barat Bangkit: Bettina Wulff Garap Film tentang Muhammad." Edisi yang menghina Islam tersebut rencananya akan dicetak sebanyak 100.000 eksemplar. Editor majalah Leo Fischer dalam sebuah wawancara dengan mingguan Der Spiegel mengatakan alasan kenapa mereka menerbitkan majalah yang akan menyinggung umat Islam tersebut, "Sekarang Muhammad menjadi buah bibir semua orang dan kami bereaksi akan hal itu," ujarnya seraya menambahkan, majalahnya memberikan dukungan kepada majalah satir Prancis Charlie Hebdo. Pertengahan Agustus lalu, atas nama kebebasan berekspresi, sebuah kelompok ekstrim kanan anti Islam bernama ProGerman menggelar pesta menggambar karikatur Nabi Muhammad SAW di Berlin, Ibukota Jerman. Munculnya film, majalah, dan aksi yang menghina Nabi SAW ini menambah panjang daftar penghinaan yang dilakukan oleh orang-orang kafir Barat terhadap Islam. Tahun 2008 lalu, politisi anti-Islam Belanda Geert Wilders membuat film Fitna di internet. Dalam film itu ia mengutip cuplikan video kasus-kasus kekerasan di seluruh dunia. Intinya, dalam film berdurasi 15 menit itu, ia mencitrakan Islam sebagai agama barbar yang tidak berperkemanusiaan. Ajaran Islam digambarkan sebagai ajaran kekerasan. Tidak berhenti di situ, sete-

lah dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan Belanda, Wilders sudah menyiapkan film berikutnya dengan judul yang sama, Fitna 2. Pemimpin Partai untuk Kebebasan (PVV) Belanda mengumumkan, filmnya yang akan mencerca kehidupan Nabi Muhammad tersebut akan dirilis tahun 2012. Seperti dikutip situs NIS News Bulletin(2/5/2011), Wilders mengungkapkan film terbarunya akan mengupas “”the barbaous life of the sick spirit of Mohammed” (kehidupan barbar dari roh sakit Muhammad). Wilders berdalih ingin merangsang “debat publik” tentang Nabi Muhammad agar umat Islam meninggalkan Islam (murtad). “Perdebatan dapat menawarkan pemahaman dan dukungan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk meninggalkan Islam,” katanya. Pada 30 September 2005, harian Denmark, Jyllands-Posten memuat karikatur Nabi SAW. Sebelumnya juga beredar novel The Satanic Verses karya Salman Rushdie yang jelas-jelas sangat melecehkan Islam.

hadap agama tertentu, di antaranya video cuplikan film antiIslam Innocence of Muslims. Ketika berbicara dalam Debat Umum Sidang ke-67 Majelis Umum PBB, Selasa (25/9), Obama justru menekankan semua pihak di dunia harus menghentikan kekerasan dan ekstrimisme dalam menanggapi pernyataan-pernyataan yang tidak dapat diterima. "Saya tahu ada yang bertanya kenapa kami tidak melarang saja

Standar Ganda Barat
ak lama setelah unjuk rasa terhadap film Innocence of Muslims meluas di seluruh dunia, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menyerukan toleransi beragama kepada warga dunia. Pesan Hillary ini sangat janggal ketika malah warganya sendiri yang mengobok-obok agama lain. Ia pun menyerukan agar berbagai aksi di dunia tidak disertai kekerasan. Namun di sisi lain, Amerika dengan jumawa dan pongahnya mempertontonkan aksi koboi dan kekerasan di negeri-negeri Islam. Sudah jutaan orang mati karena kebiadaban Amerika dan Barat di berbagai belahan dunia atas nama kebebasan. Ketika tabloid “The Sun” terbitan Januari 2005 memuat foto Pangeran Harry, pewaris tahta kerajaan Inggris, sedang berpose dengan memakai baju seragam militer Nazi lengkap dengan simbol swastikanya, orang Yahudi marah. Foto tersebut dianggap melecehkan orang Yahudi dan melukai perasaan orang Eropa yang pernah dibantai Nazi. Seakan tak mau direpotkan oleh demonstrasi warga Yahudi di Inggris dan Eropa, Istana Buckingham langsung meminta maaf kepada publik Inggris dan Eropa atas “kenakalan” pewaris tahtanya tersebut. Tak ketinggalan, Pangeran Harry-pun melayangkan permintaan maaf. Tabloid itu pun segera meminta maaf kepada publik atas pemuatan foto tersebut. Bahkan di Jerman, media tidak diperkenankan mempertanyakan kebenaran tragedi Holocaust. Undang-undang melarangnya. Sementara itu, di Yunani, penulis komik asal Austria, Gerhard Haderer, diganjar enam bulan penjara lantaran komiknya menceritakan Yesus yang sedang mengisap obat bius mariyuana. Tidak hanya itu, buku-buku komik karyanya dilarang beredar di Yunani selama 20 tahun. Di Prancis, wanita Muslimah dilarang mengenakan burqa, padahal itu menjadi bagian dari ekspresi beragama. Inilah bukti standar ganda Barat yang kian terkuak. Sudah cetha wela-wela (gamblang sekali).[] emje

T

Barat Bertanggung Jawab
Munculnya penghinaan Nabi Muhammad SAW dan Islam tidak bisa dilepaskan begitu saja dari peran dunia Barat. Sejauh ini tidak ada negara Barat satu pun yang mencegah penghinaan itu terjadi. Malah, kian terlihat Barat membiarkan aktivitas itu terus berlanjut. Ketika film Innocence of Muslims memicu kemarahan kaum Muslim di seluruh dunia, Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersikeras pemerintahannya tidak akan melarang peredaran video bernada hujatan ter-

6

Media Utama

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Penguasa Muslim Gagal Lindungi Islam
Mereka hanya sekadar mengecam dan mengutuk tanpa tindakan konkret. Dan itu terjadi berulang-ulang.
aum Muslimin memiliki banyak penguasa. Setidaknya ada lebih dari 50 penguasa Muslim di seluruh dunia. Sayangnya, tidak ada satu pun penguasa tersebut yang tergerak hatinya untuk membela kehormatan Rasulullah SAW dan Islam dengan nyata. Ini bisa dilihat dari sikap para penguasa tersebut. Mereka baru bereaksi manakala rakyat mereka sudah bergerak terlebih dahulu. Dengan reaksi tersebut, harapannya rakyat kemudian bisa diredam kemarahannya. Cuma sekadar itu, tidak lebih. Lihatlah sikap Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebagai penguasa dari negeri Muslim terbesar di dunia, suaranya nyaris tak terdengar. Saat memberikan pengarahan di acara Munas Alim Ulama dan Nah-

K

agama. “Saya sudah menyampaikan ketidaksenangan dan kecaman saya, atas diedarkannya film yang menghina Nabi Muhammad itu,” ujarnya. Presiden SBY mengatakan produser film itu sangat tidak bertanggungjawab, karena dampak yang ditimbulkannya sangat besar. Warga Amerika Serikat yang tidak bersalah di seluruh dunia menjadi sasaran kemarahan umat Muslim. “Akibat perilaku produsernya yang tidak bertanggung jawab, banyak negara dibuat repot, membuat dunia tidak tentram,” katanya. Presiden menegaskan Indonesia terus aktif dan peduli untuk menciptakan perdamaian dunia, termasuk mengecam aksi-aksi pelecehan agama. Langkah seperti ini sudah dilakukan Indonesia saat terjadi pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW mela-

aksi pelecehan agama seperti itu”. Pertanyaan yang muncul? Terus apa yang diperbuatnya untuk membela kehormatan Ra-

saja. Sebagai penguasa pusat peradaban Islam reaksinya ditunggu oleh kaum Muslimin. Ia baru mau bersuara Selasa

Tak Bisa Disalahkan
Yang menarik dari sikap para penguasa kaum Muslimin ini adalah kecaman mereka kepada kaum Muslimin yang melakukan tindak kekerasan di lapangan. Sikap ini jelas aneh, soalnya para penguasa ini tidak berbuat apaapa atas penghinaan dan penistaan terhadap Nabi SAW. Padahal mereka ini memiliki kekuasaan untuk bisa menghentikan kejahatan orang-orang kafir tersebut. Fakta menunjukkan, rakyat bergerak membela Nabi SAW karena para penguasanya diam dan tidak bisa diharapkan. Suatu hal yang wajar jika akhirnya rakyat bertindak sendiri sesuai dengan kemampuan merek a untuk mengekspresikan kemarahan mereka kepada orang-orang kafir. Andai saja, para penguasa ini 'menjadi laki-laki dalam sehari saja' untuk membela kehormatan Nabi SAW, Islam, dan kaum Muslimin dengan mengerahkan tentara yang dimilikinya atau minimal mengancam negara kafir yang melindunginya, pasti rakyat akan tenang dan mendukung kebijakan tersebut. Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI Hafidz Abdurrahman menegaskan, sikap para penguasa ini menunjukkan bahwa mereka telah gagal menjadi pelindung kaum Muslimin. “Mereka gagal menjalankan fungsi negara yang seharusnya melindungi Islam dan kaum Muslimin,” tegasnya. Oleh karena itu, lanjutnya, di sinilah sebenarnya urgensi kaum Muslimin memiliki khilafah. Khilafah akan menjaga kehormatan

dlatul Ulama di Cirebon (17/9), ia mengaku geram karena peredaran film tersebut merupakan bentuk penistaan dan pelecehan

lui karikatur di Denmark. “Ke depan, negara-negara di dunia harus memiliki komitmen yang tangguh untuk menindak aksi-

Tidak Marah? Keterlaluan!
agaimana jika ibu atau bapak Anda dihina orang? Anda pasti marah. Aneh jika orang tua Anda dihina orang, Anda malah santai saja membiarkannya. Sungguh keterlaluan pula sikap yang ditunjukkan oleh mufti Wahabi Arab Saudi Abdul Aziz al Syaikh yang justru mengecam keras aksi unjuk rasa yang dilakukan kaum Muslimin di seluruh dunia. Ia menyebut aksi itu tidak Islami dan meniru orang kafir. Ia meminta kaum Muslimin mengutuk penghinaan tersebut tanpa kemarahan. Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) M Ismail Yusanto menegaskan, wajar kaum Muslimin marah. “Apakah kalian tidak marah bila orang tua kalian yang baik-baik dituduh orang yang suka main gila? Tentu sebagai anak yang mencintai orang tuanya akan marah! Penghormatan dan kecintaan kami kaum muslimin, kepada Nabi Muhammad jauh lebih besar dari pada kepada orangtua sendiri!” tegasnya menjawab per tanyaan war tawan asing yang mempertanyakan mengapa umat Islam harus marah karena penghinaan itu adalah bagian dari kebebasan. Ia juga menolak alasan beberapa kalangan yang menentang beberapa aksi kaum Muslimin yang diarahkan kepada kepentingan Amerika dan Barat dengan alasan film itu dibuat oleh individu. Ia menegaskan, orang-orang kafir itu bisa dengan seenaknya menghina dan menistakan Nabi SAW karena dibiarkan oleh negaranya. Malah, ketika dunia protes pun negara yang bersangkutan tetap melindunginya.[] emje

B

sulullah SAW dengan kekuasaan yang dimilikinya? Cuma geram dan mengecam? “Itu belum memadai. Seharusnya pemerintah memberikan tekanan kepada Amerika,” kata Syamsuddin Latief, pimpinan cabang Muhammadiyah Makassar. Sikap yang tak jauh berbeda diperlihatkan oleh penguasa Mesir. Presiden Mesir Muhamad Mursi pun menolak penghinaan terhadap Nabi Muhammad dalam film kontroversial yag memicu aksi demo anti-AS di Mesir dan negara-negara lain. Namun Mursi juga menegaskan dirinya mengecam setiap kekerasan. "Kami bangsa Mesir menentang semua bentuk serangan atau penghinaan terhadap Nabi kami. Saya mengutuk dan menentang semua yang menghina Nabi kami," kata Mursi dalam kunjungan kenegaraan ke Brussel, Belgia. "Tapi adalah tugas kami untuk melindungi tamu-tamu kami dan pengunjung dari luar negeri... Saya meminta semua orang untuk mempertimbangkan hal tersebut, jangan melanggar hukum Mesir... jangan menyerang kedutaan-kedutaan," tegas Mursi seperti dilansir AFP, Kamis (13/9). Ia pun mengutuk serangan di konsulat AS di Benghazi, Libya timur yang menewaskan Dubes AS Chris Stevens dan tiga stafnya. "Kami mengutuk apa yang terjadi di Benghazi," ujar presiden dari partai Ikhwanul Muslimin tersebut. Sama dengan Presiden Indonesia, pertanyaannya adalah tindakan nyatanya apa dengan kekuasaan yang dimilikinya? Yang lebih parah lagi adalah sikap kerajaan Arab Saudi. Ketika para penguasa lain bersuara —meski cuma basa-basi--, Raja Arab Saudi Abdullah diam-diam

malam, ketika berpidato menyambut hari berdirinya negara Arab Saudi ke-82, seperti dilansir Arab News Kamis (27/9/2012). Ia mendesak orang di seluruh dunia melawan mereka yang melecehkan agama samawi dan nabi-nabi Allah. Dalam pidato singkatnya, Raja Abdullah menggambarkan Islam sebagai agama yang menjunjung toleransi, kasih sayang dan persamaan. Sikap Saudi ini mendapat sorotan para pengamat politik. Doktor Gamal Zahran, dosen ilmu politik di Universitas Kanal Suez mengaku heran dengan Arab Saudi dan negara-negara Teluk Persia yang tidak menunjukkan reaksi proporsional dalam hal ini. Menurutnya, ini terjadi karena garis besar kebijakan Arab Saudi

cenderung memuja Amerika Serikat. "Politik Arab Saudi berlandaskan pada persekutuan dengan Amerika Serikat, dan oleh karena itu kita tidak akan mendengar pernyataan negatif atau gerakan massal anti-Amerika di Saudi, seakan tidak pernah terjadi penistaan terhadap Rasulullah SAW," tutur doktor ini.

Nabi SAW, Islam, dan kaum Muslimin. Khalifah akan memfungsikan dirinya sebagai junnah (tameng/perisai). “Bila khilafah sudah berdiri tidak ada yang berani lawan-lawan Islam berbuat seperti sekarang,” kata Syamsuddin Latief, pimpinan cabang Muhammadiyah Makassar.[] mujiyanto

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012
Aksi kaum Muslim di depan Kedubes AS di Tunisia, Rabu (12/9).

Media Utama

7

Umat Bangkit, Khilafah Kian Dekat
Kaum Muslimin bergerak karena tuntutan akidah. Berbagai perbedaaan hilang berubah menjadi persatuan.
aum Muslim tidak terima Nabi Muhammad SAW dihina. Protes atas penghinaan ini merebak luas di berbagai negara khususnya di negeri-negeri Islam. Mereka marah. Protes keras pertama kali pecah di Kairo, Mesir awal September lalu. Di negeri Firaun inilah pertama kalinya film berbahasa Inggris yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab itu disaksikan oleh sejumlah orang melalui situs jejaring sosial YouTube selama 14 menit. Film berdurasi dua jam ini oleh kaum Muslim Mesir dianggap sangat tidak pantas dan menista junjungan umat Islam. Tak pelak, film ini menyulut kerusuhan di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kairo, para pengunjuk rasa memanjat tembok kedutaan untuk membakar bendera Amerika Serikat. Tak lama berselang, aksi serupa menjalar ke Libya. Kaum Muslim yang baru saja terbebas dari diktator Muamar Qaddafi ini marah begitu Rasulullah SAW dihina lewat film Innocence of Muslims. Aksi unjuk rasa besar-besaran pun terjadi. Sasarannya pemerintah Amerika. Di Benghazi, kota kedua terbesar di Libya yang pernah menjadi basis perlawanan terhadap

K

Qaddafi, insiden pun terjadi. Konsulat AS itu diserbu para pengunjuk rasa. Tiba-tiba gedung itu terbakar. Dubes AS J Christopher Stevens dan tiga stafnya tewas akibat menghirup asap kebakaran tersebut. Dari Libya dan Mesir, aksi protes terus meluas hingga ke Yaman, Iran, dan Irak. Kondisi kawasan Arab dan Timur Tengah memanas serta mengancam berbagai kepentingan Negeri Paman Sam. Di Sana'a, Yaman, Kedubes AS yang berpenjagaan ketat diserbu para pengunjuk rasa yang meneriakkan "Matilah Amerika". Mereka sempat memanjat pagar terluar dan berupaya membakar gedung kedubes sebelum dihalau petugas keamanan. Suara tembakan terdengar setelah petugas keamanan berusaha menghalau mereka dengan menembakkan senapan ke udara dan menggunakan meriam air. Pengunjuk rasa juga membakar bendera AS dan dua kendaraan di kompleks kedutaan. Teriakan "Matilah Amerika" juga bergema di depan Kedubes Swiss di Teheran, Iran. AS memang tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan negeri yang mayoritas warganya Syiah tersebut. Karena itu, segala kepentingan AS di Iran dilewatkan Kedubes Swiss.

Aksi unjuk rasa itu diikuti ribuan orang. Tidak ada laporan tindak kekerasan atau vandalisme. Ratusan petugas keamanan diterjunkan untuk menghalau mereka. Staf kedutaan juga telah lebih dulu diungsikan. Unjuk rasa juga melanda

Cinta Nabi.” Aksi serupa pun digelar di Jakarta. Unjuk rasa ini berlangsung secara marathon oleh berbagai organisasi massa Islam. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengawali aksinya di depan kantor Kedubes AS di Jl Merdeka Selatan. Ribuan massa HTI mengecam dan mengutuk keras film penghinaan itu dan menyerukan kaum Muslimin untuk segera menegakkan khilafah agar Islam dan kaum Muslimin terjaga dari kejahatan orang-orang kafir. Aksi serupa berlangsung di berbagai kota besar di Indonesia. Selain HTI, aksi pun digelar oleh Front Pembela Islam (FPI), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan sejumlah organisasi lainnya. Di Palestina, puluhan orang turun ke jalan di kota Qilqiliya untuk menunjukkan kemarahan atas film tersebut. Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan anti-AS, dan membakar bendera AS. Mereka menyatakan bahwa film itu merupakan provokasi langsung yang dilakukan AS terhadap kaum Muslimin. Kaum Muslimin di Kuwait, Tunisia, Maroko, Bangladesh, pun tak ketinggalan turun ke jalan.Di Tunis, ibukota Tunisia, pengunjuk rasa membakar ben-dera AS dan meneriak k an slogan-slogan seperti “Obama, Obama, kami berada di sini untuk keja-yaan Islam”. Unjuk rasa besar-besaran pun merembet ke Yunani dan Turki. Aksi itu bahkan menyebabkan ratusan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di ibu kota Yunani, Athena. Para demonstran berarak menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat di Athena sambil berteriak, “Nabi Muhammad adalah segalanya buat kita!” Reuters melaporkan, massa juga membawa berbagai jenis dan ukuran poster bertuliskan “Kami menuntut hukuman secepatnya bagi mereka yang mencoba mengejek

Besar Amerika Serikat di London, Inggris. Mereka meminta warga AS untuk hengkang dari negara Muslim. Massa juga membakar bendera AS. Dalam aksinya, para demonstran juga mengusung poster-poster bertuliskan “Amerika Musuh Islam dan Muslim” “Demokrasi dan kebebasan akan mati” dan “Islam kini datang”. Di tempat lain, sebanyak 500 orang melancarkan aksi protes di depan Kedubes AS di Kota Danish, Copenhagen, Denmark. Sebelumnya, demonstrasi juga terjadi di Kedubes AS di Paris. Ketika itu, polisi menangkap 150 dari 250 orang demonstran karena tidak memiliki surat izin untuk menggelar aksi protes tersebut. Unjuk rasa pun mewarnai kota Sydney, Australia. Ratusan demonstran sempat bentrok dengan aparat polisi di luar gedung konsulat AS di kota tersebut. Dalam aksinya, para demonstran melempar botol dan batu-batu ke arah polisi yang berjaga-jaga di depan konsulat. Para demonstran yang termasuk anak-anak ini meneriakkan “Jatuhlah AS” dan membawa banner-banner bertuliskan “Penggal mereka semua yang menghina Nabi”. “Kami muak dan capek dengan semua orang yang menghina Nabi tercinta kami,” cetus seorang demonstran, Houda Dib kepada kantor berita AFP, Sabtu (15/9). Aksi unjuk rasa di berbagai negara itu didorong oleh satu ikatan yang sama yakni akidah Islam. Mereka melepaskan diri dari berbagai atribut yang dimilikinya. Mereka memiliki tujuan yang sama yakni membela Nabi SAW. Gerakan massif kaum Muslimin di berbagai belahan dunia itu menunjukkan bahwa mereka sangat mungkin disatukan karena ada kesamaan akidah. Selain itu, adanya gerakan kaum Mus-

Liwa dan Raya pun Berkibar
da pemandangan menarik dalam aksi unjuk rasa besar-besaran kaum Muslimin di berbagai kota besar di seluruh dunia. Bendera Islam al-Liwa (bendera Islam berwarna putih) dan ar-Raya (panji perang berwarna hitam) mewarnai setiap aksi. Ada yang sampai dikibarkan di tiang yang sebelumnya ditempati bendera Amerika ada yang sekadar dibawa. Di Kedubes AS di Kairo, Mesir ribuan pengunjuk rasa memanjat dinding pagar kantor tersebut. Mereka meringsek masuk ke halaman dan kemudian menurunkan bendera Amerika yang dikibarkan setengah tiang. Mereka kemudian menggantikan bendera itu dengan bendera bertuliskan “La ilaha illallah”. Media

A

Barat menyebut bendera tersebut dengan 'bendera bertuliskan lambang Islam” Di Sana'a, Yaman, massa pun berhasil memasuki halaman Kedubes AS. Seperti halnya di Kairo, mereka pun menurunkan bendera AS dan menggantinya dengan bendera berwarna putih bertuliskan lafad Lailaha illallah Muhammadar Rasulullah. Di negeri-negeri lainnya, bendera Rasulullah ini bisa dijumpai di tengah-tengah para pengunjuk rasa. Bendera kebesaran Islam ini mendominasi setiap aksi. Mereka tak lagi membawa bendera kebangsaan mereka sendiri.[] emje

Pakistan. Di Islamabad, aksi unjuk rasa menentang film Innonce of Muslims memakan korban satu orang dari pengunjuk rasa. Mereka mengutuk Amerika Serikat dan Prancis karena dituduh sebagai biang penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Untuk mengatasi unjuk rasa yang mulai mengarah kekerasan, Pemerintah Pakistan mendeklarasikan “Hari Khusus

nabi kami, Nabi Muhammad.” Di Istanbul, Turki, aksi unjuk rasa membela Nabi Muhammad SAW justru dihadang oleh polisi. Massa yang membawa spanduk bertuliskan “Matilah Amerika” dan “Matilah Prancis” dibubarkan polisi. Aparat keamanan menahan sekitar 400 siswa dalam aksi itu. Sekitar 1.000 orang berdemonstrasi di depan Kedutaan

limin di seluruh dunia yang menentang Amerika dan ideologinya menunjukkan bahwa khilafah Islamiyah sudah semakin dekat. Apalagi, fakta menunjukkan Amerika mulai kehilangan taji di berbagai negara yang dicengkeramnya. Kebangkitan Islam tak bisa dibendung. [] humaidi

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Abah Hideung, Pimpinan Ponpes An Nizhamiyah Sukabumi

Hukum Mati bagi Penghina Nabi
Memang benar, di awal dakwah Islam Nabi Muhammad SAW tidak melawan ketika dirinya dihina bahkan diludahi berkali-kali. Namun, setelah beliau SAW hijrah dan berdirinya Negara Islam yang pertama dan turunnya wahyu ...”Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.” (TQS At Taubah: 61) apa hukuman yang layak bagi penghina Nabi SAW? Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan Media Umat Joko Prasetyo dengan Abah Hideung, Pimpinan Ponpes An Nizhamiyah, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Berikut petikannya.

Belum juga reda kecaman umat Islam terhadap pembuat film penghina Nabi di Amerika, di Prancis dan Jerman muncul kartun Nabi. Tanggapan Anda? Kalau reaksi dari umat ini belum selesai, memang tidak akan selesai. Karena umat ini akan terus bergerak, terus akan menampakkan diri, sampai akhirnya diraihlah kemenangan. Insya Allah. Orang-orang kafir membuat film di Amerika, disusul dengan membuat kartun di Prancis dan Jerman, itu bukan kebetulan. Esok atau lusa mereka pun akan membuat penghinaanpenghinaan lagi. Sebab mereka, pada prinsipnya ingin memastikan apakah umat Islam ini masih ada apa tidak. Jadi ini merupakan bentuk pengetesan dari mereka, apakah umat Islam ini akan diam atau bereaksi, masih ada atau tidak. Apa perlunya mereka melakukan pengetesan? Secara global, mereka kan ingin menguasai dunia. Untuk melakukan itu, mereka perlu memperhitungkan kekuatankekuatan umat ini sampai di mana dan terus dites, dicobacoba, masih ada tidak kekuatannya.

Mereka yang mengetes itu hanya kelompok-kelompok warga saja atau terkait erat dengan kebijakan negaranya? Warga dan kelompok masyarakat yang didukung oleh negaranya. Buktinya? Di Prancis misalnya. Pemerintah Perancis lebih memilih menutup sementara kedutaan, konsulat, pusat-pusat kebudayaan dan sekolahsekolahnya di 20 negara dari pada mencegah kartun penghinaan terhadap Nabi itu dimuat oleh majalah terbitan Prancis. Kan keterlaluan sekali. Mengapa? Alasannya karena negara melindungi kebebasan berekspresi warganya. Amerika apalagi, dengan tegas Obama mengatakan akan berusaha terus-menerus untuk memburu orang-orang yang tidak terima Nabinya dihina hingga menewaskan duta besar Amerika di Libya. Padahal kita tahu bahwa terbunuhnya dubes kafir harbiy Amerika itu merupakan ekses dari perlindungan Amerika terhadap penghina Nabi. Nah, memang si pembuat film itu ditangkap aparat Amerika tapi kemudian dilepaskan lagi. Karena berdasarkan aturan kebebasan

berekspresi yang berlaku di sana. Kan gila! Mereka membiarkan warga negaranya menghina Nabi kita sebagai kebebasan berekspresi sedangkan kita dilarang melawan. Jadi dusta besar Obama itu ketika mengatakan pemerintah Amerika tidak terkait dengan film propaganda anti Islam yang dibuatnya. Kalau tidak terkait cegah dong, hukum pelakunya, dan musnahkan filmnya. Jadi Amerika tidak perlu repot-repot mengurus mayat-mayat duta besarnya yang mati. Jadi memang Amerika, Prancis dan Jerman terlibat dengan propaganda penghinaan ini bila tidak dapat mencegah atau menghentikan warganya yang hina dina itu. Dalam pandangan Islam, penghina Nabi harus diapakan? Kalau pelaku penghina Nabi itu orang kafir dan tidak mau masuk Islam, hukumannya ya dibunuh saja. Selesai. Kalau pelakunya orang Islam? Ya harus dibunuh juga. Bahkan Imam bin Qasim dari Imam Malik mengatakan kalau pelakunya orang Islam harus dibunuh tanpa diminta bertaubat! Adakah ulama atau mujtahid yang berbeda terkait hukuman bagi penghina Nabi? Tidak ada. Generasi salaf maupun generasi khalaf sepakat bahwa penghina Nabi dihukum mati. Imam Al Khattibiy berkata: “Saya tidak melihat adanya perbedaan di antara kaum Muslimin atas kewajiban

menghukum mati orang yang mencela Nabi SAW.” Imam Asy Syaukani dalam kitabnya yang sangat populer Nayl al Awthar mengemukakan dua hadits tentang hukuman bagi penghina Rasulullah SAW. Hadits pertama diriwayatkan Imam Abu Dawud dari Khalifah Ali bin Abi Thalib ra, yang artinya, "Sesungguhnya pernah ada seorang wanita Yahudi yang sering mencela dan menjelekjelekkan Nabi SAW. Oleh karena perbuatannya itu, perempuan itu lalu dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki. Ternyata Rasulullah SAW menghalalkan darahnya." Hadits kedua diriwayatkan Imam Abu Dawud dan Imam AnNasa'i dari Ibnu Abbas ra. Hadits ini panjang, dalam hadits itu diceritakan seorang laki-laki buta yang istrinya senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan Nabi SAW. Lelaki itu berusaha melarang dan memperingatkan agar istrinya itu tidak melakukannya. Sampai pada suatu malam lelaki itu sudah tidak tahan lagi, karena istrinya itu mulai lagi mencela dan menjelek-jelekkan Nabi SAW. Tidak banyak omong lagi, karena sudah bosan memperingatkan, ia mengambil kapak kemudian menebaskannya ke perut istrinya. Ia menghunjamkannya dalamdalam sampai istrinya itu mati. Lantas sikap Rasulullah SAW bagaimana? Besoknya, melalui Malaikat Jibril, Allah SWT menceritakan kejadian itu kepada Nabi SAW. Hari itu juga Rasulullah SAW mengumpulkan kaum Muslimin dan bersabda, "Dengan menyebut nama Allah, aku meminta kepada orang yang melakukannya, yang sesungguhnya tindakan itu adalah hakku, untuk

berdiri." Kemudian, Ibnu Abbas ra melihat lelaki buta itu berdiri dan berjalan dengan meraba-raba sampai ia turun di hadapan Rasulullah SAW, kemudian duduk seraya berkata, "Akulah suami yang melakukan hal tersebut, ya Rasulullah SAW. Kulakukan hal tersebut karena ia senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Aku telah berusaha melarang dan selalu mengingatkannya, tetapi ia tetap melakukannya. Dari wanita itu, aku mendapatkan dua orang anak seperti mutiara. Istriku itu sayang kepadaku. Akan tetapi, kemarin ketika ia kembali mencela dan menjelek-jelekkan dirimu, aku lalu mengambil kapak, kemudian menebaskannya ke perut istriku, menghujamkan kuat-kuat ke perut istriku, dan menghujamkan kuat-kuat sampai ia mati." Apa jawab Rasulullah SAW? "Saksikanlah bahwa darah wanita itu halal.” Nah, itulah salah satu dalil yang menunjukkan hukum bagi penghina Nabi SAW adalah hukuman mati. Lantas bagaimana caranya menghukum orang Amerika, Prancis dan Jerman yang telah menghina Nabi itu? Karena itulah kita butuh khilafah, pemerintahan Islam yang memberlakukan seluruh syaraih Islam. Tanpa khilafah kita tidak bisa, karena kita kan rakyat biasa. Sebelum kita mempunyai pemerintahan Islam kita belum bisa melaksanakan undangundang itu. Banyak undangundang lain yang belum bisa kita laksanakan karena ketiadaan khalifah. Itulah salah satu urgensinya penegakan kembali khilafah.[]

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Rokhmat S Labib, Ketua DPP HTI

Tak Perlu Persetujuan PBB!
Presiden SBY pada Rabu (26/9) di Sidang Umum PBB mengusulkan untuk dibuatnya Protokol Anti Penistaan Agama. Apakah tindakannya itu murni ingin melindungi agama atau sekadar untuk menenangkan rakyatnya? Lantas apa yang seharusnya dilakukan oleh penguasa negeri-negeri kaum Muslimin? Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan Media Umat Joko Prasetyo dengan Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia Rokhmat S Labib. Berikut petikannya.
Mengapa rakyat marah dan turun ke jalan mengecam film dan kartun yang menghina Nabi SAW? Wajar rakyat marah. Dan memang harus marah. Siapa yang tidak marah ketika nabi yang amat dihormati, dimuliakan, dicintai, dan diteladani dilecehkan oleh orang-orang kafir. Dalam hadits al-Bukhari ditegaskan: Lâ yu`minu ahadukum hattâ akûna ahabba ilayhi min wâlidihi wa waladihi wa al-nâsi ajma'în, tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintai daripada bapaknya, anaknya, dan seluruh manusia . Jika orang tua kita dihina, kita bisa marah kepada pelakunya, maka kita harus lebih marah ketika yang dihina dan dilecehkan itu adalah Rasulullah SAW, orang yang paling kita cintai. Justru aneh sekali jika tidak marah. Bahkan layak dipertanyakan keimanannya. Tapi mengapa para penguasa di negeri-negeri Islam cenderung diam terhadap penghinaan itu? Ini yang kita pertanyakan. Mereka mengaku Muslim. Mengucapkan kalimat syahadat bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah. Dalam setiap shalat, nama beliau disebut. Demikian juga dalam setiap adzan, iqamah, dan doa. Semua itu mengharuskan mereka tidak boleh rela Nabi SAW dihina. Jika pengakuan mereka sebagai Muslim itu benar, mereka tidak akan mendiamkan penghinaan terhadap Nabi SAW terus berulang. Akan tetapi, tidak terlihat tindakan tegas para penguasa itu. Jangankan menghukum pelakunya, sekadar memutuskan hubungan dengan Amerika saja tidak dilakukan. Padahal, jelas, film penghinaan terhadap Nabi SAW itu dibuat oleh warga Amerika, di Amerika, dan dibiarkan beredar bebas di Amerika. Sebagian penguasa itu kan sudah mengutuk dan mengecam. Apa itu tidak cukup? Jelas tidak cukup. Sebab, sebagaimana diterangkan para ulama, hukuman bagi penghina Nabi SAW adalah hukuman mati. Bahkan menurut al-Khaththabi, tidak ada perbedaan tentang hal itu. Para penguasa itu memiliki kemampuan untuk melakukan itu; menghukum mati para penghina Nabi SAW. Namun anehnya, yang dilakukan justru sebaliknya. Para penguasa itu lebih sibuk menenangkan rakyatnya. Dengan berbagai dalih, mereka meminta rakyat tidak terpancing emosinya. Ketika rakyatnya mendemo Amerika dan kedubesnya, para penguasa itu malah yang menjadi pelindung Amerika. Bentrok antara rakyat pendemo dengan aparat keamanan pun seringkali tak terhindarkan. Bahkan, di beberapa negara, demonstrasi itu mengakibatkan jatuhnya korban. Ironisnya, yang menjadi korban adalah kaum Muslimin, baik dari kalangan pendemo atau aparat keamanan. Sungguh, amat menyedihkan. Darah umat tertumpah, sementara pelaku penghinaannya sendiri tetap tak tersentuh. Bahkan, menurut saya, kecaman mereka itu tidak bermakna apa-apa kecuali hanya untuk menenangkan rakyatnya. Biar rakyatnya melihat bahwa mereka telah melakukan sesuatu. Tidak lebih dari itu. Tapi kan pelakunya warga negara lain, bagaimana bisa melaksanakan hukuman itu? Itu tidak menjadi halangan. Dulu, ketika Sultan Abdul Hamid II menjadi khalifah, mendengar ada rencana pementasan drama karya Voltaire yang menghina Nabi SAW di Prancis, ia tidak tinggal diam. Khalifah memberikan ancaman kepada negara tersebut sehingga pementasan pun batal dilaksanakan. Ketika drama tersebut hendak digelar di Inggris, ancaman serupa juga ia sampaikan. Apabila tidak dihentikan, khalifah siap mengobarkan jihad dan memobilisasi kaum melawan negara tersebut. Akhirnya, pementasan drama itu pun batal. Ingat, pementasan drama itu juga di luar negeri: Prancis dan Inggris. Ketegasan sang khalifah inilah yang menghentikan rencana jahat kaum kafir itu. Oleh karenanya, para penguasa itu juga bisa bersikap tegas. Misalnya meminta kepada negara kafir itu untuk menyerahkan warganya yang menghina Rasulullah SAW untuk diadili dan dihukum. Jika menolak, berarti negara tersebut telah menjadi pelindung para penghina itu. Para penguasa kaum Muslim bisa mengirimkan pasukan untuk memerangi negara tersebut. Dengan tindakan tegas itu, akan memberikan pelajaran kepada siapa pun agar tidak bertindak lancang terhadap Rasulullah SAW. Presiden SBY mengusulkan kepada PBB agar membuat Protokol Anti Penistaan Agama. Murni ingin melindungi agama atau sekadar untuk menenangkan rakyatnya? Sebenarnya para penguasa negeri Muslim tahu bahwa usulan itu akan mentok. Berhenti dan selesai sampai di situ. Sebab mereka tahu bahwa lembaga itu dikuasai negara-negara Barat, terutama negara-negara pemegang hak veto. Dan semua negara itu, adalah negara-negara yang mengagungkan kebebasan. Dalam menyikapi film Innocence of Muslims, misalnya, Presiden Amerika Barrack Obama bersikeras tidak bisa melarang. Alasannya negaranya menganut kebebasan berekspresi. Jika sudah bisa dipastikan demikian, sulit usulan itu dilandasi oleh niatan untuk melindungi agama. Oleh karena itu, usulan tersebut hanya untuk menunjukkan kepada rakyatnya bahwa dia telah berbuat sesuatu. Untuk lebih memastikan, apa sikapnya kalau usulannya ditolak oleh Sidang Umum PBB? Apakah berhenti dan selesai sampai di situ atau ada tindak lanjut? Bahkan melakukan tindakan sendiri tanpa harus menunggu persetujuan PBB! Maksudnya? Ya, seperti yang saya katakan tadi. Kalau para penguasa itu mau, mereka bisa mengancam dan menyerang Amerika. Tidak perlu meminta persetujuan PBB. Amerika saja ketika ingin menyerang Irak langsung melakukan, meskipun tanpa persetujuan PBB. Amerika bisa bertindak sendiri ketika keputusan PBB bertentangan dengan kepentingannya. Maka sangat aneh, kalau para penguasa negeri Muslim itu lebih tunduk dan patuh kepada PBB. Kasus penghinaan terhadap Nabi SAW ini semakin menunjukkan bahwa penguasa negeri-negeri Islam memang tidak bisa diharapkan untuk melindungi kehormatan Islam, Nabi SAW, Alquran, dan kaum Muslimin. Apa pelajaran penting dari kasus ini bagi kaum Muslimin? Kebutuhan umat terhadap khilafah. Terus berulangnya penghinaan terhadap Islam dan Nabi SAW disebabkan karena tidak ada kekuatan yang menghentikan penghinaan itu. Umat membutuhkan institusi yang menjadi melindungi Islam dan umatnya. Dan itu hanya pada khilafah, negara yang menyatukan umat dan negerinegeri Islam dalam satu kepemimpinan. Sebagaimana ditegaskan Nabi SAW, imam atau khilafah berfungsi sebagai junnah (pelindung). Pelindung bagi Islam dan umatnya. Inilah yang dilakukan oleh khilafah di masa lalu. Seperti saya katakan tadi, Khilafah Utsmaniyyah saat itu sangat lemah pun menjalankan tugas itu. Itu menunjukkan, selemah apa pun kondisi khilafah, tetap menjalankan tanggungjawabnya untuk melindungi kehormatan Islam. Bandingkan dengan para penguasa sekuler itu. Mereka hanya diam meskipun Islam dan Rasulullah SAW dihina berkalikali. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain bagi umat kecuali berjuang menegakkan khilafah Bagaimana memanfaatkan kemarahan rakyat ini menjadi kekuatan yang permanen dalam menghadapi penghinaan terhadap kehormatan Nabi? Kemarahan umat terhadap penghinaan Nabi tidak boleh hanya berhenti sampai aksi dan demonstrasi. Kemarahan itu harus diarahkan untuk berjuang menegakkan khilafah. Harus disampaikan kepada umat, jika mereka tidak menginginkan Rasulullah SAW, Alquran, dan Islam dilecehkan oleh musuhmusuh mereka, maka umat ini harus bergiat dalam perjuangan menegakkan khilafah.[]

10

Aspirasi

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Mereka Bicara
Penghinaan Nabi
Muhammad Usman, Humas HTI Jatim Nurdiati Akma, Ketua Dewan Pakar PP Aisyiah Syuhada Bahri, Ketua Umum DDII

Ngaku Islam tapi Liberal
Para penguasa negeri-negeri Islam diam terhadap kafir harby atau kafir yang menunjukkan permusuhannya terhadap Islam dan umat Islam setidaknya karena dua faktor. Pertama, kalau dia tidak beragama non Islam berarti dia mungkin beragama Islam tetapi ideologi pemikirannya yang dipakai bukan Islam. Contoh penguasa Arab. Para penguasanya beragama Islam tetapi pemikirannya tidak islami, ideologi yang diusung di kepalanya, di negaranya itu tidak Islam. Itulah yang menyebabkan kepala negara itu menganggap dirinya itu bukan bagian dari komunitas Islam. Artinya, mereka tidak menganggap dirinya wajib untuk menaati ajaran Islam. Kedua, pada dasarnya para penguasa itu mengusung paham liberalisme. Sehingga para penguasa ini berpikir mereka itu bebas yang penting media mereka, apa yang menjadi ekspresi mereka, pikiran mereka, bebas untuk berekspresi baik untuk menghina terhadap Nabi, terhadap agama, terhadap siapa pun. Termasuk penguasa Indonesia. Penguasa Indonesia itu mengaku agamanya Islam, anggota DPR ya kebanyakannya juga begitu, menteri-menterinya juga demikan. Akan tetapi Islam tidak dijadikan akidah bagi pribadinya apalagi bagi negaranya dan bagi bangsanya. Sehingga mereka tidak merasa bertanggung jawab untuk melindungi kehormatan Nabi Muhammad SAW.[] Budi Mulyana, Pengamat Hubungan Internasional

Harus Melawan!
Kebencian Barat terhadap Islam tidak akan pernah habis sampai akhir zaman. Karena sudah tercantum dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 120, yang artinya, “Dan tidak akan pernah rela orang-orang Yahudi dan Nasrani kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka.” Jadi sinyalemen Allah SWT 1500 tahun lalu itu terbukti benar. Di sekolah-sekolah Barat, di sekolah-sekolah Kristen digambarkan bahwa Islam itu jelek, Islam itu teroris, Islam itu bodoh, Islam itu harus dibasmi. Saya masih ingat dulu, teman saya namanya Siti tetapi agamanya Kristen. Saya tanya mengapa namanya Islam tetapi agamanya Kristen? Dia jawab, sekolah saya dari TK-SMA di Sragen itu sekolah Kristen. Di sekolah dicekoki bahwa Islam itu jahat. Maka tatkala Siti dan calon suaminya yang tadinya Islam itu, pas menikah masuk Kristen. Padahal ibu-bapak kedua belah pihak itu Islam. Jadi memang ditanamkan Islam itu jelek, Islam itu jahat. Maka tidak aneh mereka menghina Islam. Di Barat kebanyakan dari mereka yang telah mengetahui kebobrokan teologi Kristen pun lebih baik menjadi atheis ketimbang masuk Islam karena pengaruh cekokan itu. Kalau mereka menghina, kita sebagai umat Islam harus melawan! Kalau kita diam atas penghinaan itu, justru itu yang mereka inginkan. Memang sangat disayangkan ketika kita melihat negaranegara Muslim yang besar kok diam saja. Diamnya mungkin karena kaki mereka sebelah sedang diinjak juga.[] Syamsuddin Latief, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Makassar

Hubbudunya Penguasa Dominan
Kebencian mereka tampak dari mulut mereka tetapi kebencian dalam hati mereka lebih dari apa yang sudah mereka munculkan, seperti yang Allah SWT nyatakan dalam Alquran Surat Ali Imran Ayat 118, yang artinya: “Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.” Terus mereka bekerja. Kemudian mereka mencoba mengevaluasi hasil pekerjaannya itu. Cara mengevaluasinya itu dengan memunculkan letupan-letupan, salah satunya melalui film dan kartun penghinaan terhadap Nabi. Ternyata respon umat Islam terhadap realitas yang ada itu tidak seperti yang kita harapkan. Malah banyak yang mengajak kita untuk diam. Ada juga yang mengatakan, “Walaupun mereka menghujat Nabi, kesucian dan keunggulan Rasulullah SAW itu tidak akan ternodai.” Itu betul tapi saya khawatir, dengan sikap seperti itu, orang kafir akan meneruskan program-programnya hingga sampai kaum Muslimin tidak berkutik. Kita menyeru kepada para penguasa negara-negara Muslim untuk bereaksi, tetapi mereka diam. Itu terjadi karena banyak faktor. Di antaranya adalah karena hubbudunya-nya sudah begitu dominan dan kualitas keimanannya menurun. Oleh karena itu kita harus menumbuhkan keseriusan kita di dalam mempelajari, mengamalkan, mendakwahkan dan membela Islam serta kita harus terus-menerus membangun kualitas keikhlasan kita di dalam perbuatan kita.[] joko prasetyo Abdurrachman Malik, Wakil Ketua PW Al Irsyad Al Islamiyah Kalsel

Tak Ada Perangkat Hukum Internasional
Perangkat hukum secara internasional untuk dapat menindak pelaku penghinaan dan mencegah penghinaan berulang tidak ada, dan tidak mungkin akan ada. Pola interaksi antar negara dalam perangkat hukum internasional (international law) adalah bermuara kepada kepentingan nasional (national interest) masing-masing negara. Pasti setiap negara akan beralasan bahwa mereka punya kedaulatan untuk membela warganya yang melakukan penistaan tersebut. Itulah kebebasan berpendapat. AS misalnya memiliki jaminan konstitusional perihal kebebasan berekspresi yang tertuang dalam Pasal 19, 20 dan 21 ICCR. Dalam pasal tersebut dijamin hak sipil, berpolitik dan kebebasan berekspresi. Bila ada dorongan demi nilai-nilai universal untuk mencegak berulangnya penghinaan semacam tersebut, pasti juga negara-negara akan mengelaknya dengan prinsip pacta sun servanda. Tidak ada satu negara pun yang akan memaksakan dirinya terikat dengan instrumen hukum internasional, bila memang tidak ada kepentingan di dalamnya. Alasan moral adalah alasan yang terlalu absurd dalam politik internasional. Kalaupun mau, dan semestinya ada adalah, umat Islam harus bersatu, memiliki institusi politik yang menjadi negara adikuasa yang akan mengunakan power-nya untuk melakukan tekanan politik, bahkan menindak negara manapun yang menjadi sponsor bahkan pembiaran terhadap upaya penistaan kepada Rasulullah SAW, Islam dan umatnya. Itulah dulu yang dilakukan Khalifah Abdul Hamid II pada masa Khilafah Islam Turki Utsmani, dan juga khalifah-khalifah sebelumnya. Sejak runtuhnya khilafah pada 1924, tidak ada institusi yang secara nyata membela kehormatan Islam dan kaum Muslimin. Sehingga orang-orang kafir tersebut leluasa melakukan penghinaan tersebut, umat Islam berada dalam posisi yang sangat terpuruk sehingga musuhmusuh Islam dengan seenaknya menghina dina dan menistakan umat Islam, tanpa ada penghukuman yang setimpal bagi para penghina tersebut.[]

Hanya Khilafah yang Dapat Mencegah
Penguasa negeri-negeri Islam cenderung diam terkait penghinaan terhadap kehormatan Nabi itu akibat peradaban Barat sudah membudaya bagi mereka. Termasuk di negeri kita ini ya, sekalipun ada pernyataan dari Presiden SBY baru-baru ini. Tapi menurut saya itu belum memadai. Seharusnya pemerintah memberikan tekanan kepada Amerika, tapi ya memang jauh-jauh sebelum menjadi presiden, SBY telah menyatakan bahwa dirinya cinta Amerika dengan segala kesalahannya dan menjadikan Amerika negeri keduanya. SBY tunduk sekali pada Amerika, apa maunya Amerika diikuti, sekalipun mungkin di kalangan bawahannya masih ada orang orang yang pemikirannya masih bagus. Tapi yang penting ini kan dia itu top pimpinan, yang menentukan coraknya negara. Agar Nabi tidak dihina lagi, maka perlu adanya persatuan umat Islam sedunia. Dibina dengan baik supaya satu suara, satu langkah. Meskipun sekarang ada OKI, tetapi OKI juga tidak bisa diharap. Kalau melihat keadaan dunia Islam sekarang ini memang tidak ada lembaga yang bisa diharap selain dengan tegaknya khilafah dan syariah. Tidak ada yang bisa membela Islam kalau tidak dengan khilafah. Buktinya seperti kejadian sekarang. Bila khilafah sudah berdiri tidak ada yang berani lawan-lawan Islam berbuat seperti itu. Jadi tanpa khilafah rasa takut dan segan mereka terhadap umat Islam musnah. Ini barangkali yang digambarkan Nabi SAW pada suatu saat kaum Muslimin bagaikan buih di lautan. Sekarang ini jumlah kaum Muslimin besar tetapi diremehkan orang karena seperti buih, tidak punya kekuatan. Kekuatan itu dapat dicapai dengan disatukannya kaum Muslimin dalam bingkai khilafah, dan hanya khilafah. Jadi agenda utama saat ini adalah kaum Muslimin harus bahu-membahu menegakkan khilafah.[]

Urgensi Khilafah Terbukti Hari Ini
Saya melihat mereka sengaja memancing kemarahan umat. Kalau kita melawan dengan melakukan kekerasan, mereka mendapat justifikasi bahwa Islam itu agama kekerasan lalu tuduhan mereka bahwa Islam mengajarkan terorisme terbukti. Jadi dalam hal ini kita harus marah, tapi harus cerdas dalam menyalurkan marahnya terhadap Barat hari ini. Harusnya kita protes lewat diplomasi, perang pemikiran, kalau perlu kita menulis buku, tapi buku juga sudah banyak ditulis. Tapi Barat ini memang ndableg banget. Soalnya sekarang para pemimpin negerinegeri Islam harus disadarkan oleh para ulama. Hanya persoalan hari ini, ulama kita ini kebanyakan ulama pragmatis bukan ulama yang ideologis. Itu yang jadi persoalan. Jadi memang setiap kepala negara negeri Muslim harus merapatkan barisan bagaimana menghadapi Barat ini. Tetapi saya betul-betul pesimis dengan mereka. Karena mereka telah menjadi agen-agen Barat. Ini bisa dibuktikanlah dari sistem yang dipakai di setiap negeri Muslim dan kebijakan-kebijakan dari parlemen negerinegeri Muslim itu kan tidak ada yang berpihak pada rakyat tetapi selalu berpihak pada Barat. Mengkhayal kalau kita ingin mendapatkan pemimpin yang takut kepada Allah SWT dari sistem republik atau pun monarki. Kalau pemimpin sudah tidak takut kepada Allah SWT bagaimana bisa diharapkan akan membela Islam? Jadi saya melihat tanpa ada khilafah kekuatan kita akan tetap lemah. Jadi saya melihat, jelas apa yang diperjuangkan Hizbut Tahrir tentang urgensi penegakan kembali khilafah itu terbukti kebenarannya hari ini. Asal kita mau berpikir secara rasional dengan akal sehat, argumen Hizbut Tahrir sangat terbukti.[] joy

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Telaah Wahyu

11

Menjadi Kaum yang Dijanjikan
Oleh: Rokhmat S Labib, MEI
kepada kebatilan. Dikemukakan al-Syaukani, ayat ini merupakan keterangan pertama tentang hukum murtad setelah penjelasan bahwa mengangkat orang kafir sebagai wali oleh seorang Muslim adalah kufur. Sebab, itu merupakan salah satu jenis kekufuran. Demikian dalam tafsir Fath al-Qadîr. Itu artinya, penolakan terhadap hukum haramnya mengangkat orang kafir sebagai wali dapat menyebabkan riddah. Semua penafsiran itu masuk dalam cakupan pengertian murtad dalam ayat ini. Sehingga, sebagaimana dinyatakan al-Alusi, ayat ini menjelaskan keadaan orang yang murtad secara umum. Kemudian ditegaskan: fasawfa ya`til-Lâh biqawmin (maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum). Bahwa tindakan mereka yang murtad itu sama sekali tidak merugikan dan membahayakan Allah SWT. Sebaliknya, Dia berkuasa untuk mendatangkan kaum yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih lurus jalannya daripada mereka. Ini adalah ancaman kepada mereka. Ancaman seperti 165 Kecintaan hamba terhadap Tuhan mereka adalah dengan menaati-Nya, mencari ridha-Nya, dan tidak mengerjakan segala perbuatan yang menyebabkan kemarahan dan hukuman-Nya. Sedangkan kecintaan Allah SWT terhadap hamba-Nya adalah dengan memberikan mereka pahala atas ketaatan mereka, memuliakan, memuji, dan meridhai mereka. Demikian al-Zamakhsyari dalam tafsirnya. Didahulukannya cinta Allah SWT kepada mereka karena seandainya Allah SWT tidak mencintai mereka, niscaya Allah SWT tidak akan memberikan mereka taufik sehingga mereka menjadi orang-orang yang mencintaiNya. Kedua: Adzillat[in] 'alâ almu`minîna a'izzat[in] 'alâ al-kâfirîn (yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orangorang kafir). Kata adzillah merupakan bentuk jamak dari kata dzalîl. Artinya, mereka menunjukkan rasa iba, simpati, dan tawadhu' terhadap kaum Mukmin. Sedangkan al-a'izzah bentuk jamak dari kata 'azîz. Artinya, mereka menunjukkan sikap keras, tegas, dan tinggi atas kaum kafir. Demikian al-Syaukani dalam tafsirnya. Sikap ini sebagaimana juga disebutkan dalam TQS al-Fath [48]: 29. Ketiga: Yujâhidûna fî sabîlilLâh (yang berjihad di jalan Allah). Mereka juga mengangkat senjata dan berperang di jalan Allah SWT dengan harta dan jiwanya. Secara syar'i, pengertian al-jihâd adalah al-qitâl fî sabîlil-Lâh (berperang di jalan Allah). Perintah berjihad amat banyak terdapat dalam Alquran dan sunnah. Keutamaan amal tersebut juga amat besar. Kaum yang dijanjikan itu menyambut panggilan Allah dan rasul-Nya untuk berjihad di jalanNya. Keempat: Walâ yakhâfûna lawmata lâ`im (dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela). Dalam menolong agama-Nya, mereka sama sekali tidak takut terhadap siapa pun. Termasuk celaan dari para pencela. Bagi mereka, perintah Allah SWT dan rasul-Nya lebih didengar dari para pencela yang hanya akan menjerumuskan mereka kepada kekufuran dan kemaksiatan. Kemudian Allah SWT berfirman: Dzâlika fadhlul-Lâh yu`tîhi man yasyâ` (itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya). Frasa fadhlulLâh (karunia Allah) ini menunjuk kepada sifat yang disebutkan se-

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui (TQS al-Maidah [5]: 54.
asca penjajahan Barat, kaum Muslimin dibanjiri dengan berbagai ide kufur yang menyesatkan. Tanpa disadari, banyak orang yang tertipu dengan ide-ide sesat itu. Bahkan, tidak sedikit yang terjerumus kepada kekufuran. Di saat itu, kita berharap dengan janji Allah SWT yang hendak mendatangkan kaum uang lebih baik. Untuk memahami hal tersebut, ada baiknya

Ikhtisar:
1. Murtad adalah keluar dari Islam kepada kekufuran. Bisa dengan masuk agama lain atau menolak syariah, baik secara keseluruhan maupun sebagian. 2. Allah SWT berkehendak untuk menggantikan kaum yang murtad dengan kaum yang lebih baik dengan sifat khas. 3. Masih terbuka kesempatan menjadi kaum yang lebih baik.
belumnya. Bahwa keseluruhan sifat mereka itu merupakan karunia Allah SWT dan taufik-Nya yang diberikan kepada kaum tersebut. Ayat ini pun ditutup dengan firman-Nya: Wal-Lâh Wâsi` 'Alîm (dan Allah Maha Luas [pemberian-Nya] lagi Maha Mengetahui). Allah Wâsi`, Maha Luas karuniaNya. Dan 'Alîm, Maha Mengetahui orang yang berhak mendapatkan karunia-Nya itu. Demikian Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

P

tad dari agamanya. Mengenai siapa orang murtad yang dimaksud ayat ini, ada beberapa penjelasan para mufassir. Dikatakan al-Thabari, mereka adalah orang yang murtad dari agamanya yang benar, kemudian mengganti agamanya itu dengan masuk ke dalam kekufuran, baik agama Yahudi, Nasrani, maupun golongan kufur lainnya. Menurut al-Qurthubi, mereka yang murtad itu ada dua go-

Kita Masih Bisa Berharap
Menurut banyak mufassir, kaum yang dijanjikan itu adalah Abu Bakar al-Shiddiq ra. Alasannya, sepeninggal Rasulullah SAW ada beberapa kaum yang murtad dari agama-Nya. Ada yang menolak kewajiban zakat, bahkan menolak syariah secara keseluruhan. Terhadap semua kaum yang murtad itu, Abu Bakar bertindak tegas. Khalifah pertama itu mengirimkan pasukan perang hingga mereka bisa dikalahkan. Bahwa Abu Bakar ra termasuk dalam cakupan ayat ini, tidak bisa ditolak. Akan tetapi ayat ini tidak bisa dibatasi hanya untuk beliau. Sebab, lafadz ayat ini bersifat umum. Kata man syarthiyyah yang berarti 'siapa saja' dalam ayat ini memberikan makna umum. Berlaku bagi siapa saja yang memenuhi syarat tersebut. Oleh karena itu, kita masih bisa berharap menjadi kaum yang dijanjikan tersebut. Kesempatan itu kian terbuka lebar di saat banyak orang tertipu dan mengikuti sekularisme, kapitalisme, liberalisme, demokrasi, HAM, dan berbagai ide sesat lainnya yang dapat menjerumuskan pelakunya keluar dari Islam. Jika kita ingin menjadi kaum yang dijanjikan, kita harus mencinta-Nya dengan sepenuh kecintaan; memperlakukan sesama umat Islam sebagai kawan dan orang kafir sebagai lawan; berjihad dan menolong agama-Nya; serta tidak takut terhadap celaan para pencela dan semua risiko lainnya. Semoga kita termasuk di dalamnya. Wal-Lâh a'lam bi al-shawâb.[]

kita menelaah lebih dalam firman Allah SWT dalam ayat ini.

Ancaman bagi Orang Murtad
Allah SWT berfirman: Yâ ayyuhâ al-ladzîna âmanû man yartadd minkum 'an dînihi (hai orangorang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya). Khithâb atau seruan ayat ini ditujukan kepada orangorang beriman. Yakni, orangorang yang membenarkan Allah SWT dan rasul-Nya, serta semua yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Ditegaskan kepada mereka, siapa pun di antara mereka yang mur-

longan. Pertama, golongan yang menolak syariah secara keseluruhan dan keluar dari syariah tersebut. Kedua, golongan yang menolak zakat dan mengakui kewajiban selainnya. Mereka mengatakan, “Kami berpuasa dan shalat, namun kami tidak berzakat.” Abu Bakar al-Shiddiq memerangi semua golongan itu dan mengutus Khalid bin Walid beserta bala tentara untuk memerangi dan menawan mereka. Ibnu Katsir mengatakan, mereka adalah orang yang berpaling dari menolong agama-Nya dan menegakkan syariah-Nya. Diterangkan pula oleh beliau, orang tersebut kembali dari kebenaran

ini juga ditegaskan dalam QS Muhammad [47]: 38 dan QS Ibrahim [14]: 19. Demikian dijelaskan Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Sifat Kaum yang Menggantikan
Dalam frasa berikutnya diterangkan mengenai sifat kaum yang dijanjikan sebagai pengganti kaum yang murtad itu. Pertama: yuhibbuhum wa yuhibbûnahu (yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya). Mencintai Allah SWT merupakan sifat orang Mukmin yang benar, sebagaimana ditegaskan dalam QS al-Baqarah [2]:

12

Media Nasional

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

‘Operasi Senyap’ Bailout Century
Penguasa mencari uang dengan segala cara untuk mempertahankan kekuasaannya.
kandal Bank Century terus menimbulkan banyak misteri. Kasus ini yang sudah melewati tahap politik, ternyata tak ditindaklanjuti di tingkat hukum. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun dibuat mandul dalam kasus ini. Tiba-tiba beberapa waktu lalu mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut ada 'Operasi Senyap' dalam skandal Century ini. Seperti apa sebenarnya yang terjadi? Politisi Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Misbakhun mendefinisikan “Operasi Senyap” yang dimaksud mantan Wapres Jusuf Kalla adalah pencarian biaya dengan segala cara yang dilakukan oleh penguasa saat itu untuk memperpanjang kekuasaannya. “Salah satu cara mencari biayanya ya dengan kasus bailout Bank Century itu. Jelas kok Robert Tantular bilang dia cuma minta Rp 1 trilyun. Tapi kan faktanya negara mengeluarkan uang sebesar Rp 6,7 trilyun. Ke mana sisanya?” ungkapnya kepada Media Umat, Ahad (30/9) di Jakarta. Dikatakan operasi senyap karena Wakil Presiden saat itu

S

Yusuf Kalla tidak tahu dan tidak dilibatkan. Padahal pengucuran bailout Century itu dilakukan saat Presiden SBY keluar negeri, otomatis orang nomor satu di dalam negeri adalah JK. JK pula yang harus bertanggung jawab segala urusan di dalam negeri. “Dan pada saat itu, JK yang sedang menjalankan tugas presiden tidak tahu sama sekali. Makanya itu dibilang operasi senyap!” ungkapnya. Misbakhun menduga JK tidak dilibatkan karena JK seorang nasionalis yang berseberangan dengan kaum neoliberal. “JK kan seorang nasionalis yang tahu agenda-agenda kelompok asing yang berkepentingan terhadap negara ini,” ungkap Misbakhun. Makanya, Menteri Keuangan dan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) saat itu Sri Mulyani tetap memilih meminta arahan kepada SBY saja meski presiden sedang di luar negeri. Dan hal itu terungkap dalam beberapa risalah rapat. “Pada risalah rapat telekonferensi 13 Nopember 2008 itu jelas kok Ibu Sri lapor dan mendapatkan arahan dan petunjuk dari Pak Presiden. Walaupun presiden sedang di luar negeri. Tetapi wakil

presiden yang di dalam negeri tidak diberi tahu sama sekali,” ungkapnya. Misbakhun pun menjelaskan sikap rakyat Indonesia terhadap masalah ini sudah jelas. Rakyat menyimpulkan ada pelanggaran hukum dalam kasus tersebut. Kesimpulan itu beralasan. “Karena Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai lembaga audit negara yang mendapatkan amanah konstitusi sudah mengatakan ada pelanggaran hukum di sana,” ungkapnya. Namun sayangnya aparat penegak hukumnya mandeg. “Dibuatlah drama seolah yang melakukan pelanggaran itu ada di pihak Bank Century. Sementara pihak Bank Indonesia, KKSK, dan kemudian Lembaga Penjamin Simpanan termasuk di dalamnya ada Departemen Keuangan, tidak disentuh sama sekali,” ungkapnya. Bahkan figur-figur yang sudah dinyatakan terlibat tidak diusut, malah kariernya tetap mulus. “Seperti Darmin Nasution, Firdaus Jaelani, Boediono, jadi gubernur BI, jadi komisoner OJK (Otoritas Jasa Keuangan, red), jadi wapres, ini bagaimana?” keluh Misbakhun.

Misbakhun
Rezim ini, menurutnya, benar-benar menantang rakyat, menantang konstitusi, yang sudah jelas-jelas mengamanatkan kepada rakyat bahwa hasil auditnya ada pelanggaran hukum. “Ini pelanggaran yang jelas lho, nyata!” tegasnya. Misbakhun juga tidak bisa berharap banyak kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan Agung dapat menyeret mereka yang terlibat dalam masalah ini selama SBY masih berkuasa. “Kalau kepolisian dan Kejaksaan Agung, saya tidak bisa berharap banyak. Karena domain mereka berada dalam otoritas pemerintah. Karena yang disasar adalah figur-figur penting dalam kekuasaan, jadi tidak mungkin mereka akan menyasar mereka yang berkuasa saat ini,” prediksinya. Seharusnya kalau bahasa hukum ini digunakan secara jelas, independen, dan kekuasaannya tidak dipengaruhi oleh kekuasaan apa pun, lanjutnya, hukum itu akan netral dan orang-orang yang terlibat seharusnya diproses secara hukum. Jelas kan mengapa kasus ini seolah sulit diurai?[] joko prasetyo

Rohis Tangkal Tawuran dan Teroris

S

adis, pasca tuduhan ngawur Rohis sarang teroris, tawuran antar pelajar langsung marak. Di Jakarta terjadi

tama tahun 2012 ini saja ditemukan 139 kasus tawuran antar pelajar. Sebanyak 12 pelajar tewas dan sisanya luka berat dan ringan. Angka tersebut meningkat diban-

DKI Untung S Rajab, mengatakan, “Paling tidak ada tiga aspek yang harus dimiliki, yaitu knowledge, keterampilan dan moral. Sumber moral adalah agama,” ungkapnya,

dua kasus yang menewaskan dua orang. Satu terjadi di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, antara sekolah yang bertetangga yakni SMAN 6 dan SMAN 70. Satu lagi terjadi di kawasan Manggarai, tepatnya Minangkabau, Jaksel. Komisi Perlindungan Anak (KPA) mencatat, enam bulan per-

dingkan periode sama pada tahun 2011, yaitu 128 kasus tawuran. Kasus paling akhir adalah tawuran antar siswa SMU 6 dan SMU 70 Jakarta yang menewaskan Alawy siswa SMAN 6 Jakarta pada 24 September lalu. Mengomentari maraknya tawuran antar pelajar, Kapolda

Selasa (25/9) di Mapolda Metro Jaya. Di sekolah umum, Rohis lah wadah para siswa memupuk moralitas itu dengan mempelajari Islam dan mempraktekkannya. Hal yang sulit atau hampir mustahil bisa diwujudkan melalui pelajaran agama di sekolah yang ha-

nya dua jam seminggu. “Maka sungguh aneh jika muncul tuduhan dan opini yang bisa mendorong Rohis dihambat, diawasi bahkan dilarang,” ungkap Ketua Lajnah Siyasiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia Yahya Abdurrahman, Senin (1/10) di Jakarta. Tuduhan Rohis menjadi pintu masuk rekrutmen terorisme itu jelas sangat berbahaya seperti yang ditayangkan Metro TV pada 5 September lalu. Dengan tag line yang provokatif Awas, Generasi Baru Teroris. Dalam acara itu ditampilkan info grafis pola rekrutmen teroris muda, salah satunya dengan program ekstra kurikuler di masjid-masjid sekolah alias (Rohani Islam/Rohis). Menurut Yahya, acara dialog di Metro TV itu, menyimpan suatu bentuk intimidasi terhadap masyarakat, khususnya para orang tua dan juga pelajar tingkat SMP dan SMU. Di dalamnya dengan jelas disebutkan, siswa kelas IX SMP dan siswa SMU menjadi sasaran perekrutan teroris. Kesimpulan itu bisa menjadi teror tersendiri bagi para orang tua yang menyekolahkan anaknya di lebih dari 28.700 sekolah SMP, 10.700 SMU dan 7.500 SMK di seluruh negeri ini. Para orang tua bisa dibuat khawatir dan was-was

anak-anak mereka akan menjadi sasaran direkrut oleh teroris. “Sungguh aneh, sesuatu yang diklaim bagian dari upaya memberantas terorisme, justru menjadi “teror” yang menanamkan rasa takut dan was-was di masyarakat. Akibatnya, kegiatan yang sangat positif kemudian dihindari. Padahal keberadaan Rohis itu justru sangat diperlukan saat ini. Sebab saat ini banyak masalah yang mengintai siswa SMP dan SMU, seperti masalah tawuran, narkoba, seks bebas, terorisme dan sebagainya. Maka, menurutnya, keberadaan Rohis dan kegiatannya harus didukung, diberi ruang dan difasilitasi. Para orang tua pun semestinya justru mendorong anaknya aktif di kegiatan Rohis, bukan sebaliknya. Bahkan untuk menyelesaikan berbagai masalah remaja yang ada, salah satu cara yang efektif adalah melalui pembinaan Rohis secara intensif. “Itu artinya adalah kembali kepada ajaran Islam. Alquran sendiri menegaskan, ketika tampak jelas berbagai kerusakan, maka solusinya hanyalah kembali kepada Islam, kembali kepada syariah,” ujarnya.[] joko prasetyo

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Media Nasional

13

Usulan draft revisi UU KPK mengindikasikan KPK akan dikerdilkan sehingga tak leluasa lagi bergerak memburu para koruptor.
PK mengaku tidak bisa melawan bila DPR mengkebiri lembaga yang saat ini ditakuti para koruptor itu. “KPK kan pelaksana UU, jadi tidak bisa berupaya untuk meng-

DPR Mau Kebiri KPK
Namun, berdasarkan draf revisi UU tersebut, Johan menilai bahwa DPR memang sedang melakukan langkah yang bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi. “Kalau tujuannya untuk menguatkan KPK tentu kewenangannya itu harusnya ditambah bukan dikebiri atau dipangkas. Maka sebenarnya tujuan dari revisi UU ini untuk menguatkan atau melemahkan KPK?” curhatnya. Pasalnya, kewenangan KPK untuk melakukan penuntutan akan dihapus. Dalam draf revisi UU No 30 tahun 2002 tersebut DPR mengusulkan mencabut kewenangan penuntutan yang ada di Pasal 6c. Jika pada UU Nomor 30/2002 Pasal 6 huruf c disebutkan kewenangan KPK "melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi". Maka pada draf UU yang baru, kata penuntutan dihilangkan. Sehingga bunyinya menjadi "penyelidikan dan penyidikan terhadap tindak pidana korupsi". Hal itu, otomatis menghilangkan juga fungsi koordinasi antara KPK dengan Kejaksaan. Menurutnya, upaya pelemahan lainnya adalah dengan memperketat waktu dan proses penyadapan seperti yang disebutkan dalam draf Pasal 6a yang mengharuskan KPK meminta izin tertulis Ketua Pengadilan dalam melakukan penyadapan dan waktu penyadapan paling lama tiga bulan. Ini artinya memperpanjang birokrasi penyadapan. Semakin panjang birokrasi penyadapan dikhawatirkan akan memperlama proses penyadapan tersebut sehingga kemudian data dan bukti yang hilang semakin besar. Dapat terjadi konflik kepentingan terutama jika kasus korupsi tersebut menyangkut instasi yang memberikan izin penyadapan. Pembatasan waktu penyadapan yang cukup pendek membuat tidak leluasanya pihak KPK dalam mengumpulkan alat bukti, jika ingin diberikan pembatasan waktu sebaiknya melalui simulasi rata-rata waktu yang diperlukan selama ini, dan ada pengecualian untuk kasus-kasus besar yang membutuhkan waktu lebih lama. Tak cukup hanya itu, DPR pun mengusulkan pembentukan Dewan Pengawas KPK. Dalam draf itu usulan tersebut akan masuk pada BAB VA tentang Dewan Pengawas. Pada pasal 37A disebutkan alasan pembentukan Dewan Pengawas. Dalam rangka mengawasi pelaksanaan tugas wewenang KPK dibentuk Dewan Pengawas. Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud pada ayat 1 merupakan suatu lembaga yag bersifat independen dalam bebas pengaruh dan kekuasaan Pemerintah serta pihak lain. “Dewan Pengawas KPK ini siapa yang mengangkat? Nanti akan muncul lagi pertanyaan, siapa yang akan mengawasi Dewan Pengawas KPK? Apalagi saya dengar bahwa dewan pengawas itu akan bisa melakukan penyidikan, penyelidikan. Wah tambah ruwet lagi,” ungkapnya. Johan mengaku dirinya atau pun pihak KPK tidak pernah diajak bicara terkait rencana perubahan UU lembaga tempatnya bernaung. “Kami, sebagai pelaksana UU, sejak awal tidak pernah diajak bicara soal itu, tidak pernah diajak bicara soal kebutuhan untuk penguatan KPK. Soal gedung saja, sampai hari ini belum disetujui juga. Kalau semangatnya memperkuat KPK mengapa gedung tidak disetujui,” ungkapnya. [] joko prasetyo

K

di Jakarta. Sehingga KPK pun menyerahkan masalah ini kepada masyarakat karena KPK hanyalah pelaksana UU. “Apakah masyarakat itu setuju dengan upaya revisi tersebut atau tidak. Jadi masyarakat

Johan Budi

gagalkan draf UU yang berpotensi melemahkan KPK itu,” ungkap Juru Bicara KPK Johan Budi kepada Media Umat, Ahad (30/9)

harus mengawal. Bukankah DPR itu wakilnya rakyat?” ujarnya.

Upaya Pelemahan

Lintas Nasional

Pejabat dari Golkar, PDIP dan PD Terbanyak Terlibat Kasus Hukum
Sejak Oktober 2004 hingga September 2012, Presiden SBY telah mengeluarkan 176 persetujuan tertulis untuk penyelidikan hukum pejabat negara dalam berbagai kasus. Lebih dari separuh di antaranya adalah pejabat dari partai politik, dengan tiga besarnya adalah Partai Golkar, PDIP dan PD. “Berdasarkan kategori kasus yang diajukan, sebanyak 131 orang atau 74,43 persen menyangkut tindak pidana korupsi, dan 45 orang atau 25,29 persen terkait tindak pidana,” ungkap Seskab Dipo Alam di Kantor Sekretariat Kabinet (Setkab), Jl Majapahit, Jakarta Pusat, Jumat (28/9) sore. Adapun menurut latar belakang pejabat negara yang dimohonkan persetujuan pemeriksaannya adalah: Golkar 64 orang (36,36 persen); PDIP 32 orang (18,18 persen); Partai Demokrat 20 orang (11,36 persen); PPP 17 orang (3,97 persen); PKB 9 orang (5,11 persen); PAN 7 orang (3,97 persen); PKS 4 orang (2,27 persen); PBB 2 orang (1,14 persen); PNI Marhaen, PPD, PKPI, Partai Aceh masing-masing 1 orang (0,56 persen); Birokrat/TNI 6 orang (3,40 persen); independen/non partai 8 orang (4,54 persen); dan gabungan partai 3 orang (1,70 persen).[] detik.com

teroris? Saya pikir mereka akan menunggu sebutan teroris kalau orang-orang yang terduga terlibat menyiapkan bom tersebut ada satu saja nama; Muhammad, Abdullah atau Abu Bakar,” ujarnya. Padahal logika Polri yang diketahuinya adalah

takan. “Justru teguran Australia mengindikasikan kontra terorisme tidak boleh diarahkan untuk kasus separatisme seperti OPM. Karena di lapangan fakta intelijen Australia banyak sokong OPM. Tito Karnavian yang menjadi Kapolda Papua sekarang harusnya konsisten dan tegas, apakah mereka teroris atau tidak?” imbuhnya.[] voa-islam.com

RUU Kamnas Pro Investor Asing
Forum Keamanan Nasional Indonesia (FKNI) menilai Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional (RUU Kamnas) lebih pro terhadap kepentingan investor asing di Indonesia. "Definisi ancaman nasional itu jelas pro investor asing," kata anggota FKNI Haris Azhar di Jakarta. Haris memprediksikan UU Kamnas akan dimanfaatkan kelompok tertentu untuk kepentingan bisnis yang menyangkut dengan investor asing. Haris menjelaskan UU Kamnas akan dimanfaatkan kepentingan bisnis berdasarkan Master Plan Perluasan dan Percepatan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang menyangkut eksplorasi sumber daya alam dan energi di Indonesia. "Maka dibuatlah RUU Kamnas untuk mengamankan program MP3EI yang ditargetkan menjadi UU pada akhir tahun ini," ujar Haris. Haris menambahkan RUU Kamnas berpotensi memunculkan persoalan baru dalam menghadapi keamanan nasional karena sudut pandang terhadap rakyat yang dianggap mengancam keamanan. "Dalam istilah terminologi UU Kamnas, maka ancaman, hambatan dan gangguan terhadap pembangunan nasional dikatakan ancaman keamanan nasional," ujar Haris. Lebih lanjut, Haris mencontohkan UU Kamnas akan mengatasi berbagai konflik sosial maupun pertanahan, seperti di Mesuji (Lampung), Ogan Ilir (Sumatera Selatan), Sumbawa (NTB) dan Papua telah menghambat masuknya investasi asing di Indonesia. Padahal, masyarakat sekitar hanya menuntut pengelolaan lahan tanah yang menjadi mata pencaharian.[] republika.co.id

Harits Abu Ulya
memasukkan kelompok yang menyerukan etnonasionalism atau sparatism adalah teroris. “Nah, apakah ada satu kata pun yang keluar dari pihak aparat kepolisian bahwa rencana aksi terorisme ini adalah termasuk tindak pidana terorisme? Atau hanya akan disebut tindak kriminal biasa?” tanyanya. Padahal mereka layak diberi label teroris karena ada organisasi, ada plan ada visi dan gerakan. “Inilah kemunafikan aparat kepolisian,” ujarnya. Harits pun mengingatkan umat Islam harus sadar 100 % bahwa label teroris adalah keputusan politik dan terkait dengan kepentingan politik. “Penguasa negeri ini sudah menjadi bebek kepentingan negara asing,” ujarnya. Selain itu, menurut Harits Abu Ulya intervensi Australia dalam mengendalikan kontra-terorisme di Indonesia pun amat jelas khususnya dalam hal menyikapi OPM di Papua. Seperti diberitakan radio Australia 29 Agustus 2012, Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, mengatakan telah meminta kepada Indonesia untuk melakukan pengusutan atas pembunuhan Tabuni, salah satu petinggi OPM. Ia mengatakan, Kepolisian Federal Australia melatih satuan Densus 88 karena ingin Indonesia mempunyai kapasitas anti terorisme yang kuat, tapi bukan untuk menumpas pemberon-

Belajar dari Bom Papua: Inilah Kemunafikan Aparat!
Pemerhati kontra-terorisme, Harits Abu Ulya melihat penemuan sejumlah bom siap ledak di Sekretariat Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Kampung Honailama, Papua, sebagai qadarullah yang menyingkap hakikat kontra-terorisme. “Subhanallah, Allah Ta’ala memperlihatkan kepada umat Islam, tentang hakikat kontra-terorisme dari kasus Papua kali ini,” ucap direktur The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA) ini. Ia menyangsikan bahwa BNPT atau Densus 88 berani mengatakan bahwa lembaga mantel OPM untuk membangun connecting/jaringan di dalam negeri maupun di luar negeri itu sebagai teroris. “Coba tanya kepada BNPT atau Densus 88 apakah mereka

14

Media Daerah

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Artis Porno Mejeng di LKS
Bukan sekali ini media pembelajaran siswa sekolah diintervensi materi sesat.
ikon industri pornografi dan pornoaksi Jepang, JAV (Japan Adult Video). Pada 2010, produser porno Indonesia coba mendatangkan Miyabi untuk shooting film ''Menculik Miyabi''. Rencananya, Miyabi bakal tiba Desember 2010. Namun promosinya sudah menimbulkan kegemparan sejak beberapa bulan sebelumnya. Bahkan menurut Front Pembela Islam (FPI), rencana menghadirkan Miyabi dan Terra Patrick (artis porno Amerika), telah menyebabkan Indonesia diamuk bencana Gunung Merapi meletus dan gempa bumi Mentawai. "Bencana ini dari Allah SWT, tapi ada sebab musababnya. Artinya, dengan adanya orang maksiat di muka bumi ini, itu yang membuat Allah murka. Kita lihat banyak maksiat sekarang. Salah satu contohnya kedatangan Miyabi dan Tera Patrick," jelas Ketua DPD FPI DKI Jakarta Habib Salim Umar Alatas, November 2010. Bukan sekali ini media pembelajaran siswa sekolah diintervensi materi sesat. Sebelumnya, ada soal cerita ''Bang Maman dari Kalipasir'' di bacaan anak SD yang mengandung materi perselingkuhan. Juga kisah jawara Betawi dalam cerita rakyat Si Angkri di buku kelas I SD. Di dalamnya disebut kisah preman bayaran untuk membunuh hingga menggunakan perempuan untuk memperdaya. Materi kekerasan juga ditemukan dalam cerita Rosim di buku kelas tiga SD. Rosim digambarkan ditusuk-tusuk dengan tusuk konde, tangannya diikat, dan dibakar oleh Nyonya Van der Plog. Pada akhir Oktober 2009, Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Jatim kecolongan dengan beredarnya soal Ujian Tengah Semester pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam soal untuk kelas VI SD itu, muncul kata-kata porno. Yang paling fatal adalah visualisasi Nabi Muhammad SAW di buku SD Islam di Solo, yang dipergoki pada 22 Mei 2012. Ada lima halaman dalam buku berjudul Kisah Menarik Masa Kecil Para Nabi yang menggambarkan Rasulullah SAW. Pada tiap gambar ''Nabi Muhammad'' disertai tulisan ''Muhammad'' menggunakan huruf Arab. Meski disamarkan dengan seberkas warna putih seperti sinar, ada yang wajahnya cukup jelas. Itu contoh ''kecil'' kemungkaran ilmu. Menurut Direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSIST), Hamid Fahmy Zarkasyi, kemungkaran ilmu adalah pangkal kerusakan umat. ''Ketika ilmu sudah rusak, rusak pula hasil pemikiran dan perilaku orang yang memilikinya,'' ia menandaskan. Mungkarnya pendidikan nasional terlihat antara lain pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab VI pasal 15: Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus. Pasal itu mendikotomikan antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Secara kelembagaan pun, perguruan tinggi dipisahkan antara perguruan tinggi agama seperti UIN dan perguruan tinggi umum seperti ITB atau UI. Pendidikan agama di perguruan tinggi umum, jatahnya tidak proporsional dan tidak pula dijadikan landasan bagi bidang akademik lainnya. Lebih parah lagi, mata kuliah agama hanya mata kuliah pilihan, atau ditawarkan pada semester akhir (ITB), atau bahkan ditiadakan sama sekali seperti di Kedokteran Universitas Sumatera Utara.[] ta

ulll.... tumpukan LKS Bahasa Inggris dibakar Kepala Sekolah Islam Brawijaya Kota Mojokerto, Sukisno, di halaman sekolahnya, Senin (24/9). Disaksikan pejabat Dinas Pendidikan setempat, sebanyak 140 eksemplar Lembar Kerja Siswa (LKS) dihanguskan sore itu. Pasalnya, di buku LKS tersebut, terselip gambar artis porno asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi. Foto artis cabul itu kali pertama dipergoki siswa kelas 3. Gambar yang diambil dari internet tersebut terpajang di ha-

B

laman 36. Di sini para siswa diminta mendeskripsikan dalam Bahasa Inggris fisik Miyabi bersama Hamster, Harimau, dan Dude Herlino. LKS serupa juga ditemukan di SMPN 1 Soko. Seorang wali murid mengadukannya ke DPRD setempat. Kegemparan pun tersulut. Para pelajar yang tersadar segera memboikot ''LKS Miyabi''. Mereka juga membakar LKS The Bell terbitan CV Sinar Mulia sebagai tanda protes. Gambar Miyabi di LKS itu memang tergolong ''sopan''. Tapi, seluruh dunia tahu, Miyabi adalah

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Ekonomi

15

Beli Pesawat Tempur AS, Siapa Diuntungkan?
Demi mengatasi krisis ekonomi negaranya, Amerika ‘merayu’ Indonesia untuk membeli alat utama sistem senjata.
emerintah Amerika Serikat (AS) benarbenar tidak akan melepaskan Indonesia menjadi bagian dari 'kekuatan militer' mereka. Setelah sebelumnya menawarkan hibah 10 unit pesawat tempur F16 kepada pemerintah Indonesia, Pemerintah Barack Obama kembali menawarkan delapan unit helikopter Apache. Alasannya, pengadaan pesawat-pesawat tersebut dapat memperkuat alat utama sistem senjata (Alutsista) pertahanan Indonesia yang dianggap sudah usang. Sebelumnya pemerintah AS juga telah menghibahkan 24 pesawat serupa. Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, pada Agustus lalu mengakui, pemerintah Indonesia memang mendapatkan hibah 24 pesawat F16 dari Pemerintah AS. Setelah melakukan kunjungan langsung ke AS untuk melihat pesawat yang akan dihibahkan tersebut, AS kembali menawarkan hibah 10 unit lagi. Rencana hibah tersebut sebelumnya diungkapkan Presiden AS Barack Obama kepada Presi-

P

den RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Bali, 18 Nopember 2011 lalu. Hibah 24 pesawat F16 dari AS rencananya akan tiba di Indonesia pada 2014. Meski hibah, bukan berarti Pemerintah Indonesia tidak perlu mengeluarkan kocek negara. Sebab pesawat AS yang bakal datang ke Indonesia adalah F-16 model C/D atau jenis block 25 yang sudah pensiun dan tidak lagi masuk dalam inventaris Angkatan Udara AS. Padahal yang Indonesia inginkan adalah F 16 block 52. Karena itu pesawat F-16 tersebut harus di-upgrade. Dana mengupgrade F 16 block 25 menjadi block 52 diperkirakan mencapai 750 juta dolar AS atau setara dengan Rp 6,7 trilyun. Dengan iming-iming hibah pesawat F-16, pemerintah AS ternyata tidak berhenti 'merayu' Indonesia. Ketika melakukan lawatan ke Indonesia, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang bertemu Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa menawarkan helikopter AH-64D Apache Longbow. Berbeda dengan pesawat F-

16 yang 'gratis', 'rayuan' Hillary berhasil menaklukkan 'hati' Marty. Pemerintah Indonesia akhirnya berniat membeli helikopter AH64D Apache Longbow. Artinya kocek APBN bakal keluar lagi untuk mengisi kantong pemerintah AS. Menurut laporan AFP, Hillary mengatakan pemerintah AS telah menginformasikan kepada Kongres tentang potensi penjualan delapan helikopter AH-64D Apache Longbow kepada Pemerintah Indonesia. “Perjanjian ini akan memperkuat kemitraan menyeluruh kita dan membantu meningkatkan keamanan di kawasan,” ujar Hillary. Staf Ahli Wapres bidang Keamanan Wawan Hari Purwanto mengatakan rencana pembelian delapan unit helikopter Apache dari AS dapat memperkuat Alutsista pertahanan, mengingat alutsista yang dimiliki Indonesia banyak yang sudah usang karena sudah berumur 60-70 tahun. “Pembelian delapan unit helikopter Apache ini jelas akan memperkuat dan memberikan perlindungan keamanan nasional bagi Indonesia. Ini juga menun-

Helikopter AH-64D Apache Longbow
jukkan hubungan Indonesia dengan pemerintah Amerika juga cukup bagus,” tuturnya. Pernyataan senada juga sempat diungkapkan juru bicara Pentagon Kolonel Laut Leslie HullRyde, seperti dikutip Reuters beberapa waktu lalu ketika pemerintah Indonesia bersedia menerima hibah pesawat tempur F-16. “Indonesia adalah mitra penting bagi AS dan pemimpin di Asia Tenggara. Departemen Pertahanan AS tengah bekerja untuk mendukung militer Indonesia dalam upaya memodernisasi kekuatannya,” katanya. Pertanyaan apakah hibah pesawat F-16 dan pembelian helikopter Apache benar-benar untuk memperkuat kekuatan militer Indonesia? Jangan-jangan yang terjadi sebaliknya, justru menguntungkan Pemerintah AS. Secara ekonomi, sudah pasti AS bakal meraup laba trilyunan rupiah dari Indonesia. Keuntungan lain yang bakal diambil pemerintah AS adalah dominasi kekuatan militer di Indonesia makin kuat. Apalagi sebelumnya pemerintah AS juga sudah berancang-ancang membangun gedung baru kedutaan besar yang cukup megah di Jakarta. Jika semua terealisasi, maka cengkraman AS di bumi Indonesia makin kokoh. Bahaya buat Indonesia, juga kaum Muslimin. [] joe lian

Bisnis Syariah

Heru Binawan Pengusaha Konsultan Stategic Planing dan Pilantropi DPP HTI

H Y I P
orang lain secara batil dan ini tampak dari akad transaksinya tidak jelas untuk kegiatan usaha apa, tidak ada laporan keuangan yang menggambarkan kondisi usaha riil usaha serta pada sebagian perusahaan yang menjalankan kegiatan investasi skema Ponzi ini sengaja menyamarkan aspek legalitas perusahaannya. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (TQS An-Nisaa: 29). 3. Terdapat unsur Maysir ; spekulasi atau judi. Jadi bisa dikatakan bahwa investasi seperti ini adalah bodong dan tidak sesuai dengan syariat Islam. Oleh karena itu kepada pengusaha Muslim yang berniat untuk mengembangkan hartanya, hendaknya berhati-hati, terlebih lagi dalam sistem ekonomi kapitalistik seperti sekarang ini yang tidak memperhatikan aspek halal dan haram. Islam secara gamblang telah menjelaskan hukum sebab-sebab pengembangan harta (tanmiyatul mal). Bila kita belum memahami maka didiklah diri kita sendiri terlebih dahulu agar tidak hanya selamat harta dari kerugian namun juga usaha kita menjadi berkat dan berkah.[]

alam sistem kapitalis dikenal bisnis HYIP yang merupakan singkatan dari High Yield Investment Program, yaitu program investasi yang menawarkan profit tinggi. Investasi model seper ti ini ada yang berani memberikan keuntungan fix berupa bunga antara 5 persen sampai 250 persen per bulan. Karena memberikan keuntungan lebih besar dari bunga bank maka pengelola bisnis HYIP ini seringkali berhasil mengumpulkan uang dari investor yang mengharapkan keuntungan lebih tersebut. Sedikit mengulas kebelakang tentang bagaimana HYIP itu muncul. Sistem ini diperkenalkan oleh Charlez Ponzi sekitar tahun 1920 dan sampai sekarang sering disebut sebagai skema Ponzi. Skema Ponzi membujuk investor dengan menawarkan keuntungan besar dari investasinya tersebut, namun yang terjadi adalah Ponzi membayar keuntungan investor dari investasi member lain. Jadi investor lama dibayar oleh investor baru dan inilah cikal bakal munculnya sistem piramida dan MLM. Skema Ponzi ini adalah skema penipuan karena tidak ada bisnis riil yang dijalankan. Ia akan berjalan selama masih ada investor baru yang menanamkan modalnya. Ketika tak ada lagi member baru yang masuk atau jumlah member baru yang bergabung berkurang maka dipastikan seluruh bangunan ini akan runtuh dan investor yang bergabung belakangan akan mengalami kerugian. Di masa sekarang HYIP tidak hanya dijalankan dengan

D

skema Ponzi sederhana tapi sudah berkembang dalam bentuk instrumen investasi yang lebih canggih, dikenal apa yang disebut dengan derivative transaction. Berawal dari satu transaksi kemudian dibuat transaksi turunannya (derivative) akhirnya berkembang menjadi 10 transaksi dan dari 10 transaksi berkembang menjadi 100 transaksi dan begitu seterusnya. Namun bila dicermati sistem transaksi derivative ini akan berjalan selama masih ada investor yang mau membeli surat-surat berharga derivative yang dikeluarkan oleh lembaga lembaga keuangan terkait. Jika ada yang mengatakan bahwa setiap investasi atau bisnis memiliki risiko, maka jawabannya adalah benar bahwa bisnis dan investasi memiliki risiko. Akan tetapi risiko tidak sama dengan penipuan. Skema Ponzi adalah penipuan demikian pula transaksi derivative, karena sistem keduanya memberikan bagian keuntungan bukan dari sebuah transaksi bisnis riil melainkan dari setoran modal investor lain dan itu adalah kecurangan… bukan risiko. Bila kita kaji secara syar'i maka HYIP bertentangan dengan syariat Islam dalam beberapa hal : 1. Terdapat unsur Riba ; karena menjanjikan keuntungan fix atas investasi yang ditanam tidak memperhatikan apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian. 2. Terdapat unsur Gharar; yaitu memakan harta

16

Fokus

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggarakan Silaturahim Akbar pasca bulan Ramadhan 1433 H di berbagai kota di Indonesia. Tulisan ini ingin memotret pelaksanaan acara tersebut.

lagi. Serentak peserta pun kembali menjawab mau.

Menyambut Seruan
Tidak puas hanya dengan mendengar jawaban mau secara serentak seperti itu, panitia pun mempersilakan beberapa ulama naik podium untuk menyatakan kesiapannya. “Mudah-mudahan semua yang ada di sini adalah ulama yang mau berjuang dengan wadah Hizbut Tahrir,” harap Pimpinan Ponpes Nurul Ulum Jember KH Abdullah, ulama dari Jawa Timur yang sengaja didatangkan untuk mengajak peserta berjuang bersama. Dengan pakaian hitamhitam dan berikat kepala hitam khas adat Banten Kidul, Abah Hideung menyatakan kesediaannya. “Insya Allah, saya akan menjemput khilafah ini dengan kebahagiaan, berjihad bersama Hizbut Tahrir,” ungkap Pimpinan Ponpes An Nidzamiyah Cicurug, Sukabumi. Sedangkan Habib Khalilullah bin Abu Bakar Al Habsyi mengaku merasa tercerahkan sejak dikontak aktivis Hizbut Tahrir. “Tiga tahun lalu saya dalam suasana kekufuran. Setelah Hizbut Tahrir menjelaskan dengan gamblang, saya paham, bahwa demokrasi ide kufur yang menginjak-injak dan mengebiri Islam,” ungkap Pimpinan Majelis Taklim Imdadul Hadadi Jakarta Timur yang disambut takbir ribuan peserta tersebut. Takbir yang berulang-kali dipekikkan para peserta membuat semangat semakin bergelora untuk berjuang bersama Hizbut Tahrir. Ditambah lagi dengan pembacaan syair Yaumun Nashr, yang berisi ajakan kembali menegakkan Islam kaffah dalam bingkai khilafah. “Suasana ini seolaholah Daulatul Khilafah sudah berdiri,” ungkap KH Mansyur Muhyiddin. “Kita lanjutkan saja, jangan mundur ke belakang, demi tegaknya khilafah, demi tegaknya syariah Islam!” ajak pendiri Yayasan KH Wasyid 1888 Geger Cilegon, Banten tersebut. Kemudian naiklah kyai sepuh usia 70-an ke podium. “Meski saya paling tua di podium ini tapi di Hizbut Tahrir saya paling muda, kurang lebih baru satu tahun saya mengenal Hizbut Tahrir, tapi baru empat bulan saya 'sekolah' di HT. Kelasnya baru kelas satu, kitabnya juga kitab satu tapi belum tamat,” aku Pimpinan Ponpes Subul El Salam Jayanti, Tangerang KH Jauhari dengan jujur yang kemudian disambut tawa peserta. Alumnnus Ponpes Modern Gontor Ponorogo, Jawa Timur tersebut pun berpesan kepada ribuan ulama yang masih mudamuda di depannya. “Jangan jadikan ilmu itu ilmu thok, tetapi harus diamalkan, agar dapat melaksanakan amanah sebagai ulama yang harus berada dalam garda terdepan dalam menegakkan khilafah dan syariah,” tegasnya yang kemudian disambut takbir

Monas Jadi Saksi Keteguhan Ulama Perjuangkan Negara Warisan Nabi

hadirin. Suasana semakin panas ketika sekitar sebelas ulama termasuk mereka yang naik podium menandatangani dua piagam raksasa yakni Taushiyah Ulama': Sertifikasi Ulama Haram dan Taushiyah Ulama':Hukuman Mati untuk Siapa pun yang Menghina Rasulullah SAW. Sebagian peserta berdiri sembari meneriakan takbir, sebagiannya lagi mendekat panggung agar lebih jelas lagi melihat dan memotret proses penandatanganan tersebut. Untuk semakin memanaskan suasana, peserta lainnya mengibarkan bendera warisan Nabi Muhammad SAW yakni bendera hitam (raya') dan bendera putih (liwa') bertuliskan dua kalimat syahadat. Kedua bendera tersebut dengan izin Allah akan segera berkibar di atas seluruh negeri Islam.

Liqa' Daerah
Acara di Monas tersebut merupakan puncak Liqa' Syawwal 1433 H: Silaturahim Akbar Keluarga Besar Hizbut Tahrir bersama Ulama yang digelar lebih dari 40 kota di Indonesia yang berlangsung sejak 2 September lalu. Pada Ahad (23/9) silaturahim digelar di Medan. Sekitar 1.000 ustadz/ustadazh, mubaligh/muballighah, akademisi, guru, pengurus BKM, majelis taklim, pengusaha, dan tokoh lainnya hadir dalam acara yang digelar di Masjid Agung Medan, Jl Diponegoro. Di antara mereka yang hadir nampak pula: Fanani Lubis (Ketua BKM Masjid Agung Medan), Awaluddin Thayab (Majelis Pakar Kahmi Sumut/Dosen USU), Tarmizi (Rektor Universitas Amir Hamzah Medan). Sedangkan pada Sabtu (22/9) acara kolosal tersebut digelar di Pandeglang dan Banyuwangi. Di Pandeglang, sekitar 10.000 peserta dari kalangan ulama, asatidz, santri, tokoh masyarakat, hadir untuk menyamakan visi dan misi perjuangannya, yaitu penerapan syariah dalam bingkai khilafah. “Malam ini menjadi saksi bahwa upaya memperjuangkan Khilafah Islamiyah terus disambut oleh banyak kalangan, termasuk ulama,” ujar KH Mukhlisin, asal Tangerang. Suara yang menggelegar pun turut mempengaruhi suasana. Warga umum yang bermaksud melepas lelah akhir pekan dengan menikmati kuliner dan hiburan malam pun tertarik dibuatnya. Mereka mengelilingi di sekitar pagar pembatas yang dibuat panitia hingga acara usai. Seorang warga menuturkan kaget ada acara akbar yang tidak pernah ada sebelumnya. “Dikira saya dangdutan. Tapi kok ada takbir dan bendera Laa ilaha illallahnya,” ujarnya. Di Banyuwangi, sekitar 500 kyai, ustadz, dan tokoh masyarakat berkumpul di Pondok Pesantren Minhajut Thullab Krikilan Glenmore. Acara Silaturrahim ini dibuka dengan sambutan oleh

ejuknya semilir angin malam di jantung ibukota Jakarta ternyata tidak mampu mendinginkan panasnya hati sekitar 7.000 kyai, ustadz, habib, santri dan aktivis Islam yang marah dengan penghinaan kafir Barat terhadap kehormatan Rasulullah SAW melalui film yang dibuat seorang Kristen Koptik berkewarganegaraan Amerika. Para ulama yang berkumpul pada Selasa (25/9) di lapangan selatan Monumen Nasional (Monas) dari pukul 20.00 WIB-00.30 WIB tersebut mengutuk pembuatan dan penyebarluasan film serta mengutuk juga pemerintah Amerika yang membiarkan begitu saja film ini dibuat dan disebarluaskan ke seluruh dunia. “Ini perbuatan biadab yang tidak bisa dibiarkan!” pekik KH Muhyiddin, Pimpinan Ponpes An Nur Pamijahan, Kabupaten Bogor. Mereka pun geram, lantaran beberapa hari sebelumnya, antek penjajah di dalam negeri melontarkan wacana sertifikasi ulama. “Sertifikasi ulama jelas-jelas melecehkan dan mengerdilkan para ulama, mendiskreditkan Islam serta menciderai perasaan umat Islam!” pekik KH Ahmad Zainuddin Qh, Pimpinan Ponpes Al Husna Cikampek. Meski demikian, akal peserta Silaturahim Akbar Keluarga Besar Hizbut Tahrir Indonesia ber-

S

sama Ulama tersebut tetap dingin dan berpikir jernih sehingga para pewaris Nabi ini menyadari bahwa solusi untuk menghentikan kekejian itu tiada lain dan bukan adalah dengan menegakkan kembali khilafah, negara Islam warisan Nabi SAW yang menjaga kehormatan Nabi SAW, ulama dan kaum Muslimin. Menurut Muhyiddin, hanya khilafah yang secara nyata menghentikan semua penghinaan itu serta melindungi kehormatan Islam dan umatnya sebagaimana dilakukan oleh Khalifah Abdul Hamid II terhadap Inggris dan Prancis yang hendak mementaskan drama karya Voltaire yang menghina Nabi Muhammad SAW. “Ketegasan sang Khalifah yang mengobarkan jihad melawan Inggris itulah yang akhirnya menghentikan rencana jahat itu sehingga kehormatan Rasulullah SAW tetap terjaga!” ungkapnya. Dengan khilafah itu pula kaum Muslimin akan mengepung negara-negara yang mencela Rasulullah SAW. “Sebagaimana beliau SAW mengepung kaum Yahudi Bani Quraidhah yang melindungi orang yang mencela beliau SAW,” katanya menyampaikan dalil. Sementara itu Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia Rokhmat S Labib berpesan kepada para ulama dalam upaya membangkitkan umat. Menurutnya, ulama

harus menyatakan secara tegas kepada umat agar melepaskan ikatan secara total dengan ideologi yang lahir dari akidah kufur termasuk nasionalisme dan demokrasi. “Akidah kufur itu najis, sudah selayaknya kaum Muslimin meninggalkannya!” tegasnya. Pesan lainnya adalah bahwa ulama harus terus menyadarkan kepada umat bahwa umat Islam itu adalah umat yang satu. “Umat Islam Indonesia, Malaysia, India bahkan Amerika adalah umat Islam yang satu! Sudah saatnya bersatu, tunjukkan jati dirinya sebagai umat kuat, umat terbaik yang mengusir tentara Amerika!” teriak Rokhmat. Namun, persatuan dan kekuatan itu akan terhimpun ketika ikatan nasionalisme tercerabut seiring menguatnya ikatan akidah Islam dan tegaknya khilafah Islam, sebagai negara pemersatu dan penghimpun kekuatan seluruh potensi umat Islam. Kemudian Rokhmat pun mengajak para ulama untuk bergabung memperjuangkan tegaknya kembali sistem pemerintahan warisan Nabi SAW tersebut. “Maukah saudara-saudara berjuang dengan kelompok yang memperjuangkan tegaknya khilafah?” tanya Rokhmat. “Mauuu…” pekik ribuan peserta. “Maukah bergabung dengan Hizbut Tahrir?” tanyanya

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Fokus

17

shohibul bait Gus In'am putra dari KH Toha Muntoha Pengasuh Ponpes Minhajut Thullab Krikilan Glenmore. Tampak hadir dalam acara tersebut Kyai Muhammad Asyrofi (Pengasuh Ponpes Darun Najjah Jalen Setail Genteng) dan Ustadz Muh Jazuli (Ketua BKPRMI Banyuwangi). Sedangk an pada Ahad

tidak akan terjajah dan hidup sejahtera. AllahuAkbar!”serunya.

Takut Ditinggal Umat
Di Malang, sekitar 2.000 ulama hadiri acara silaturahim yang bertempat di Ponpes Sabilul Huda Bumi Ayu. Di Ponpes asuhan KH Abdul Hamid ini HTI Malang menyuguhkan kepada ribuan

Pandeglang, Banten
(16/9) acara serentak digelar di Palembang, Pontianak, Malang, Banda Aceh, Kendari, Banua Enam, Purwokerto, Garut, Cianjur, Purworejo, Bogor, Cirebon, Ciamis dan Kabupaten Bandung, Sumedang dan Padang Panjang. Di Palembang, sekitar 500 peserta berkumpul di Masjid Raya Taqwa. Mereka dengan seksama menyimak tausiyah dari para ulama tentang wajibnya menegakkan kembali khilafah. Sedangkan salah seorang tokoh masyarakat Palembang, Asmadi menyatakan bahwa orang-orang yang tidak setuju dengan syariah dan khilafah yang merupakan sistem dari Sang Khalik, sebagai orang-orang yang sakit mata dan sakit hatinya , atau seperti orangorang yang belekan . “Mereka menyalahkan matahari ketika kesilauan di pagi hari, padahal matanya yang sakit,” tegasnya. Di Pontianak, seratus kyai, ustadz, tokoh, mubalighah, inteulama yang hadir format kolaborasi acara multimedia, pengajiian sekaligus rapat akbar. Dalam kesempatan tersebut, ulama karismatik dari Gondang Legi KH Abdul Qoyyum banyak bercerita tentang pengalaman pribadi betapa berat harus bergabung dengan gerakan Hizbut Tahrir. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satu faktor yang terberat bagi para kyai, ketika hendak bergabung bergerak bersama untuk menegakkan syariah Allah dalam frame Khilafah, menurutnya, adalah rasa takut ditinggal umat atau organisasi induk sebelumnya. “Padahal umat justru semakin mendekat dan bertambah, ketakutan itu tidak terbukti!” ungkapnya. Di Banda Aceh, silaturahim digelar di Gedung Academic Activity Center (AAC) Unsyiah Banda Aceh. Sekitar 800-an peserta hadir dalam acara tersebut yang berasal dari kalangan pesantren, tengku,

menghimbau para ulama untuk berada di barisan terdepan perjuangan penegakan khilafah. Di Kendari, 1.300 ulama dan tokoh masyarakat padati Aula Hotel Kubra Kendari. Hadir di antaranya adalah Ketua MUI Provinsi Sulawesi Tenggara KH Marwan Aidid, para pimpinan pondok pesantren, ulama dan asatidz. Di Banua Enam, lebih dari 1.000 ulama, asatidz, dan muballighoh beserta muhibbin memenuhi halaman Pondok Pesantren Al Hikmah Tabudarat Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Mereka datang dari enam kabupaten di Kalimantan Selatan, yaitu Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong. Kemudian berturut-turut kalimah minal ulama disampaikan oleh KH Abdul Hasan (Ketua MUI Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan); Ustadz Mu'ninan Syarif (Pengasuh Majelis Khotmil Qur'an Kabupaten Tapin yang juga alumnus Pondok Pesantren Darul Ulum Tuban Jawa Timur) dan KH Ahmad Arsyad atau yang biasa dipanggil Guru Ahmad (ulama senior berusia 95 tahun yang juga pendiri Pondok Pesantren Al Hikmah Tabudarat Kabupaten Hulu Sungai Tengah).

nyampaikan 'Kalimah minal Ulama' antara lain: H Pudjiono (Pengurus Daerah Muhammadiyah Purworejo), Gus Muhaimin (Pengasuh Ponpes Al Mujahidin Jomborsari Bener Purworejo), H Djumadi (Pengurus Daerah Muhammadiyah Kebumen), dan KH Nashirudin Syukur (Pengasuh Majelis Taklim Al Maqwa Magelang). Di Cirebon, untuk pertama kalinya HTI Se-Wilayah III Cirebon menggelar Liqa' Syawwal. Acara yang dihadiri sekitar seribu ulama dan tokoh masyarakat itu berlangsung di Gedung Pusdiklat PRI, Jalan Ciptomangunkusomo. Peserta berdatangan dari Indramayu, Majalengka, Kuningan, dan Kota Cirebon sendiri. Para tokoh yang hadir diantaranya adalah Nurhilal Ahmad (utusan DPP HTI), KH Ilyas Dimyati (Ulama Jatiwangi Majalengka), KH Edi Subakhas (Ulama Kuningan), Ustadz Syahrudin (Ponpes Manbaul Ulum Kertasmaya Indramayu), dan Ahmad Kholiq (Tokoh Intelektual Cirebon). Di Ciamis, acara berlangsung di Gedung Nadwatul Um-

Di Sumedang, Sekitar dua ribu orang yang terdiri dari para ulama, mubaligh, mubalighah dan muhibbin menghadiri undangan Silatuhrahmi Akbar Keluarga Besar Hizbut Tahrir (HTI) DPD II Sumedang di Gedung Olah Raga (GOR) Tajimalela. Di Padang Panjang, ratusan ulama, buya dan Asatidz dari kab/kota di Sumatera Barat memenuhi Aula Abdul Karim Amarullah di Perguruan Thawalib Putra Padang Panjang tempat berlangsungnya Silaturahim Akbar Keluarga Besar Hizbut Tahrir bersama Ulama yang diselenggarakan oleh DPD HTI Sumbar. Pada Sabtu (15/9) liqa' digelar di Samarinda. Sekitar 50 peserta berkumpul di Rosty Restauran memenuhi undangan silaturahim yang bertema Peran Ulama dan Tokoh Umat dalam Menegakkan Khilafah, Negara Ideal yang Menyejahterakan. Pada Jum'at (14/9) silaturahim berlangsung meriah di Lapang Bathok Bangunjiwo di Bantul, Yogyakarta. Suara kelompok

Langsung Jatuh Hati
Di Purwokerto, Silaturahim Akbar HTI Banyumas dengan Ulama dan Tokoh Masyarakat berlangsung sangat akrab penuh kekeluargaan. Sekitar 800 peserta yang merupakan para uama dan tokoh masyarakat Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap dan Banyumas berkumpul di Masjid Agung Baitussalam, Alun-alun Purwokerto. Ustadz Sukarno, dari Banjarnegara, yang sudah berkelana di banyak organisasi dakwah, menuturkan: ”Saya itu sudah puluhan tahun berdakwah, berpindah dari satu harakah/ormas ke ormas lain mencari yang cocok karena sebenarnya saya tidak mudah jatuh cinta. Tapi begitu kenal HTI, saya langsung jatuh hati.” Dan yang langsung disambut riuh hadirin. Di Garut, sekitar 900 ajengan, pengasuh pesantren, pengurus ormas, intelektual, mahasiswa dan tokoh masyarakat Garut memadati Gedung Bale Paminton Inten Dewata dalam rangka Liqa Syawal Ulama 1433 H. Di Cianjur, Gedung Assakinah yang berkapasitas sekitar 1.000 orang itu menjadi penuh sesak dihadiri sekitar 1.200 ulama dan tokoh umat di sekitar wilayah Cianjur dan Sukabumi. Mereka berdatangan mulai dari pinggiran Samudera Hindia sampai kaki Gunung Gede, Gunung Pangrango dan Gunung Salak. Bahkan di antara mereka ada yang menginap di sekitar tempat acara agar bisa mengikuti acara tepat waktu. Di Purworejo, seribu kyai, asatidz dan tokoh masyarakat dari Purworejo, Kebumen, Magelang dan sekitarnya menghadiri acara silaturahim tersebut. Beberapa ulama yang berkesempatan me-

Kendari, Sulawesi Tenggara
mah Ponpes Darussalam Pimpinan KH Fadhil Yani Ainusyamsi. Dalam sambutannya di hadapan sekitar 500 peserta yang hadir, ia menyatakan terima kasih atas kepercayaan dari HTI untuk menjadikan Darussalam sebagai pelaksanaan Silaturahim Akbar Keluarga Besar HTI. rebana Syamsuri menggema sampai ke sudut-sudut lapangan menyambut dan mengiring acara ke pembukaan. Dalam acara yang dihadiri sekitar seribu peserta tersebut tampak hadir Sukri Fadloli (mantan wakil Walikota Yogyakarta); Saiful Amsor (Hidayatullah Yogyakarta); Ainullah (Pengasuh PP Ar-Rohmah Kedungbule Srandakan). Sedangk an pada Rabu (12/9) silaturahim di gelar di Bogor. Lebih dari 2.000 kyai, pengusaha, pejabat, intelektual, mahasiswa dan tokoh-tokoh masyarakat yang berasal dari Kota maupun Kabupaten Bogor ini memadati ruangan. Mereka mengikuti acara dengan antusias. Acara yang diselingi dengan rampak perkusi dan nasyid perjuangan ini mendapat respons yang luar biasa. Marsidi, mantan Kasat Brimob Kedung Halang, menegaskan bahwa syariah Islam memang harus cepat diterapkan. “HTI memang harus terus menasihati pemerintah,” imbaunya. Kesan senada juga disampaikan oleh KH Azhari Saleh, Pimpinan Pondok Pesantren Sirojul Fallah Karadenan Bogor. “Saya tercerahkan dan sangat mendukung untuk perjuangan tegaknya syariah dan khilafah,” tegasnya.[] joko prasetyo dari kontributor daerah

Agar Tersetrum
Di Kabupaten Bandung, lebih dari seribu ulama berkumpul dan mengokohkan tekad untuk memperjuangkan tegaknya khilafah di Aula Ponpes Al Basyariyah, Cigondewah Hilir, Kabupaten Bandung. Buya KH Saeful Azhar, pendiri dan sesepuh Ponpes Al-Basyariyah yang merupakan salah satu pesantren terbesar dan terbaik di Indonesia ini sangat menyetujui langkah yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir yang menurutnya berbeda dengan yang dilakukan gerakan yang lain. “Hizbut Tahrir memperjuangkan Islam dengan dakwah, intelektualitas bukan dengan kekerasan,” ujarnya. Usai menyimak jalannya acara ia mempersilakan Hizbut Tahrir ke depannya untuk mengadakan acara yang sama di pesantrennya. Bahkan ia mengatakan “Saya juga menginginkan para santri Al-Basyariyah mengikuti kegiatan tersebut, supaya tersetrum semangatnya,” pungkasnya.

Banda Aceh, NAD
lektual, pengusaha dan mahasiswa berkumpul di Aula Gedung Dekopin. Hadir pula Winardi, purnawirawan TNI yang juga seorang mubaligh, menyampaikan testimoninya setelah berinteraksi dengan HTI. “Perjuangan para pahlawan kemerdekaan bukan hanya untuk mengusir penjajah, namun para pahlawan juga ingin agar diterapkan syariah Islam di Indonesia. Saya mendukung perjuangan HTI untuk memperjuangkan syariah dan khilafah. Hanya dengan syariah dan khilafah umat Muslim intelektual, tokoh dan para mubalighah. Para peserta merupakan utusan berbagai daerah di Aceh seperti Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Timur, Gayo Lues, Aceh Tengah dan Banda Aceh. Dalam kesempatan itu, Tgk Jasnawi, pimpinan Pesantren Darul Ma'rifah Aceh berharap HTI mampu membangunkan umat dari tidurnya untuk bangkit memperjuangkan khilafah. Hal senada juga diutarakan oleh Tgk Syahbuddin, pimpinan Pesantren Miftahus Salamah Gayo Lues yang

18

Siyasah Syar’iyyah

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Hukum Menghina Nabi SAW, Serta Sanksi dan Tindakan Khilafah
Oleh: Hafidz Abdurrahman, Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI
Syifa bi Ta'rif Huquq al-Musthafa, menjelaskan bentuk-bentuk hujatan kepada Nabi SAW, ”Orang yang menghujat Rasululah SAW adalah orang yang mencela, mencaricari kesalahan, menganggap pada diri Rasul SAW ada kekurangan, mencela nasab (keturunan) dan pelaksanaan agamanya. Selain itu, juga menjelek-jelekkan salah satu sifatnya yang mulia, menentang atau mensejajarkan Rasululah SAW dengan orang lain dengan niat untuk mencela, menghina, mengkerdilkan, menjelek-jelekkan dan mencari-cari kesalahannya. Orang seperti ini termasuk orang yang telah menghujat Rasul SAW.” (Lihat, al-Qadhi 'Iyadh, as-Syifa bi Ta'rif Huquq al-Musthafa, hal. 428). Hal senada juga dinyatakan oleh Kholil Ibn Ishaq al-Jundiy, ulama besar madzhab Maliki, “Siapa saja yang mencela Nabi, melaknat, mengejek, menuduh, merendahkan, melabeli dengan sifat yang bukan sifatnya, menyebutkan kekurangan pada diri dan karakternya, merasa iri karena ketinggian martabat, ilmu dan kezuhudannya, menisbatkan hal-hal yang tidak pantas kepadanya, mencela, dll.. maka hukumannya adalah dibunuh.” (Lihat, Kholil Ibn Ishaq al-Jundiy, Mukhtashar al-Kholil, I/251). Masih menurut al-Qadhi 'Iyadh, ketika seseorang menyebut Nabi SAW dengan sifatnya, seperti “anak yatim” atau “buta huruf”, meski ini merupakan sifat Nabi, tetapi jika labelisasi tersebut bertujuan untuk menghina Nabi atau menunjukkan kekurangan Nabi, maka orang tersebut sudah layak disebut menghina Nabi SAW. Sesuatu yang menyebabkan seorang ulama sekaliber Abu Hatim at-Thailathali difatwakan fuqaha Andalusia untuk dibunuh. Hal yang sama dialami oleh Ibrahim alFazari, yang difatwakan oleh fuqaha Qairuwan dan murid Sahnun untuk dibunuh (Lihat, al-Qadhi 'Iyadh, as-Syifa bi Ta'rif Huquq al-Musthafa, hal. 430). Abu Mus'ab dan Ibn Uwais, Ashba' dan 'Abdullah bin al-Hakam. Bahkan, al-Qadhi 'Iyadh menyatakan, ini merupakan kesepakatan para ulama (Lihat, al-Qadhi 'Iyadh, asSyifa bi Ta'rif Huquq al-Musthafa, hal. 428430). Al-Khatthabi menyatakan, “Saya tidak tahu ada seorang (ulama) kaum Muslim yang berbeda pendapat tentang wajibnya hukuman mati (bagi pencela Rasulullah SAW).” (Lihat, Ibn Taimiyyah, as-Sharim alMaslul 'ala Syatimi ar-Rasul, I/9). Allah berfirman, “Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan, “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya”. Katakanlah, “Ia mempercayai semua apa yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orangorang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu”. Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu bagi mereka azab yang pedih. Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan Rasul-Nya yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orangorang yang Mukmin. Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui, bahwasanya barang siapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahannamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itulah adalah kehinaan yang besar. Orang-orang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka, “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah, “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. At-Taubah: 61-66). Ayat di atas dengan tegas menyatakan, bahwa orang yang mengolok-olok Allah SWT, ayat-ayat-Nya serta rasul-Nya dinyatakan kafir. Terlebih lagi (min babil aula), bila secara sengaja mencela, menjelek-jelekkan, menuduh, menistakan dan sejenisnya, maka tindakan tersebut nyata kufur. Selain itu, ada beberapa hadits yang terkait dengan masalah ini. Di antaranya riwayat Abu Dawud dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra, yang menyatakan, “Ada seorang wanita Yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi SAW (oleh karena perbuatannya itu), maka perempuan itu telah dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki. Ternyata Rasulullah SAW menghalalkan darahnya.” (HR Abu Dawud). Sanad hadis ini dinyatakan jayyid (baik) oleh Syaikh al-Islam Ibn Taimiyah, dan termasuk sejumlah hadits yang dijadikan hujjah oleh Imam Ahmad (Lihat, as-Sharim al-Maslul 'ala Syatimi ar-Rasul, III/59). Hadits ini juga memiliki syahid, yakni hadits riwayat Ibn Abbas yang menyatakan bahwa ada seorang laki-laki buta yang istrinya senantiasa mencela dan menjelekjelekkan Nabi SAW. Lelaki itu berusaha melarang dan memperingatkan agar istrinya tidak melakukannya. Sampai pada suatu malam istrinya mulai lagi mencela dan menjelek-jelekkan Nabi SAW. Merasa tidak tahan lagi lelaki itu lalu mengambil kapak kemudian dia tebaskan ke perut istrinya dan dia hunjamkan dalam-dalam sampai istrinya itu mati. Keesokan harinya, turun pemberitahuan dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW yang menjelaskan kejadian tersebut. Pada hari itu juga Nabi SAW mengumpulkan kaum Muslim dan bersabda, “Dengan menyebut asma Allah, aku minta orang yang melakukannya, yang sesungguhnya tindakan itu adalah hakku, berberdirilah!” Kemudian (kulihat) lelaki buta itu berdiri dan berjalan dengan meraba-raba sampai dia berada di hadapan Rasulullah SAW. Kemudian ia duduk seraya berkata, ”Akulah suami yang melakukan hal tersebut ya Rasulullah SAW. Kulakukan hal tersebut karena ia senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Aku telah berusaha melarang dan selalu mengingatkannya, tetapi ia tetap melakukannya. Dari wanita itu, aku mendapatkan dua orang anak (yang cantik) seperti mutiara. Istriku itu sayang kepadaku. Tetapi kemarin ketika ia (kembali) mencela dan menjelek-jelekkan dirimu, lantas aku mengambil kapak, kemudian kutebaskannya ke perut istriku dan kuhunjamkan kuat-kuat ke perut istriku sampai ia mati.” Tindakan lelaki ini dibenarkan oleh Nabi SAW. Inilah ketentuan yang berlaku terhadap seorang Muslim yang menghina Nabi. Namun, jika pelakunya kafir dzimi, maka perjanjian dengan mereka otomatis batal, pelakunya diberlakukan hukuman mati. Kecuali, menurut sebagian fuqaha, jika mereka masuk Islam. Namun dalam kontek ini keputusan ada di tangan Khalifah, apakah keislamannya bisa diterima atau tetap diberlakukan hukuman mati sebagai pelajaran bagi orang-orang kafir yang lain. Sedangkan terhadap kafir harbiy, maka hukum asal perlakuan terhadap mereka adalah perang (qital). Siapapun yang melakukan pelecehan terhadap Rasulullah SAW akan diperangi. Inilah ketentuan yang seharusnya dilakukan negara atau penguasa kaum Muslim hari ini menghadapi penghinaan kepada Nabi SAW yang dilakukan oleh orang kafir, warga AS maupun yang lain itu. Dengan begitu, segala bentuk penistaan terhadap Nabi akan bisa dihentikan. Hanya saja, ini membutuhkan seorang Khalifah yang memiliki ketegasan, keberanian, serta taat kepada Allah SWT. Karena Khalifahlah yang secara nyata akan menghentikan semua penghinaan itu, serta melindungi kehormatan Islam dan umatnya, sebagaimana yang pernah ditunjukkan oleh Khalifah Abdul Hamid II terhadap Prancis dan Inggris yang hendak mementaskan drama karya Voltaire, yang menghina Nabi Muhammad SAW.[]

enghinaan kepada Nabi terus dipertontonkan oleh kaum kafir. Setelah film Innocence of Muslim, majalah mingguan di Prancis, Charlie Habdo, memuat kartun yang menistakan Nabi SAW. Penghinaan seperti ini bukan kali pertama. September 2005, kartun yang menggambarkan Rasulullah SAW sebagai sosok teroris dipublikasikan oleh koran Jyllands-Posten. Tahun berikutanya kartun Nabi berkalung sorban, dengan bom di kepala juga dimuat di beberapa koran di Eropa, France Soir di Prancis, Die Welt di Jerman, La Stampa di Italia dan El Periodico di Spanyol. Sudah tidak terhitung penistaan dan penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam kasus film Innocence of Muslim yang diproduksi di Amerika, dan menimbulkan kemarahan umat Islam di seluruh dunia, jelas tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pemerintah Amerika. Namun, alih-alih minta maaf kepada umat Islam, Obama, Presiden negara kafir penjajah itu, saat pidato di depan Sidang Umum PBB, justru meminta delegasi negeri-negeri Muslim untuk menghargai prinsip Freedom of speech (kebebasan berekspresi) yang mereka anut. Dengan justifikasi prinsip yang sama, dengan pongahnya, presiden negara kafir penjajah itu menyatakan tidak bisa melarang, apalagi menghentikan produksi film tersebut. Ironinya, tidak ada seorang pun penguasa kaum Muslim yang membela martabat Nabinya. Ini bukti, bahwa negara-negara kaum Muslim, dan para penguasanya saat ini telah gagal menjaga kemuliaan dan kesucian Nabi Muhammad SAW. Ini juga membuktikan, bahwa negara dan penguasa kaum Muslim itu hanyalah boneka negara kafir penjajah. Sekaligus membuktikan dengan kasat mata, bahwa Islam dan umatnya membutuhkan negara dan penguasa yang kuat, dan bisa melindungi kemuliaan dan kesucian Nabinya. Itu tak lain adalah Negara Khilafah, yang dipimpin oleh seorang Khalifah.

P

Hukum dan Sanksi
Bagi orang Islam, hukum menghina Rasul jelas-jelas haram. Pelakunya dinyatakan Kafir. Adapun sanksi bagi pelakunya adalah hukuman mati. Al-Qadhi 'Iyadh menuturkan, bahwa ini telah menjadi kesepakatan di kalangan ulama dan para imam ahli fatwa, mulai dari generasi sahabat dan seterusnya. Ibn Mundzir menyatakan, bahwa mayoritas ahli ilmu sepakat tentang sanksi bagi orang yang menghina Nabi SAW adalah hukuman mati. Ini merupakan pendapat Imam Malik, Imam al-Laits, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ishaq bin Rahawih dan Imam as-Syafii (Lihat, al-Qadhi 'Iyadh, as-Syifa bi Ta'rif Huquq al-Musthafa, hal. 428). Al-Qadhi 'Iyadh kembali menegaskan, bahwa tidak ada perbedaan di kalangan ulama kaum Muslim tentang halalnya darah orang yang menghina Nabi SAW. Meski sebagian ada yang memvonis pelakunya sebagai orang murtad, tetapi kebanyakan ulama menyatakan pelakunya kafir, bisa langsung dibunuh, dan tidak perlu diminta bertaubat serta tidak perlu diberi tenggat waktu tiga hari untuk kembali ke pangkuan Islam. Ini merupakan pendapat al-Qadhi Abu Fadhal, Abu Hanifah, as-Tsauri, al-Auza'i, Malik bin Anas,

Bentuk Penghinaan
Syaikh al-Islam, Ibn Taimiyah, dalam bukunya As-Sharim al-Maslul 'ala Syatimi ar-Rasul (pedang yang terhunus untuk penghujat Rasul), telah menjelaskan batasan tindakan orang yang menghujat Nabi Muhammad SAW, “Kata-kata yang bertujuan meremehkan dan merendahkan martabatnya, sebagaimana dipahami kebanyakan orang, terlepas perbedaan akidah mereka, termasuk melaknat dan menjelekjelekkan” (Lihat, Ibn Taimiyyah, as-Sharim al-Maslul 'ala Syatimi ar-Rasul, I/563). Al-Qadhi 'Iyadh, dalam kitabnya, as-

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Potret

19

Silaturahim Akbar Keluarga Besar Hizbut Tahrir Indonesia 1433 H

Banjar, Jawa Barat

Banua Enam, Kalimantan Selatan

Bojonegoro, Jawa Timur

Pangandaran, Jawa Barat

Lumajang, Jawa Timur

Sumedang, Jawa Barat

Padang Panjang, Sumatera Barat

Banyuwangi, Jawa Timur

20

Cermin

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Kebijakan Sultan Abdul Hamid Terhadap Para Penghina Rasulullah SAW
emimpin adalah pe risai (junnah) , umat berperang di belakang serta berlindung dengannya. Demikianlah sabda baginda Rasulullah SAW menggambarkan tugas keberadaan pemimpin bagi umat. Ia adalah pelindung umat dari segala bahaya (dharar) yang menimpa harta, jiwa, Sultan Abdul Hamid Ats-Tsani. kehormatan, akal, dan agamanya. Dialah seorang khalifah yang dibaiat untuk menerapkan syariah, yang dengannya fungsi-fungsi ini bisa terwujud. Tak heran ketika perisai ini lenyap, bukan hanya harta, jiwa dan kehormatan umat yang terbaikan tanpa pelindung, namun kehormatan Rasulullah SAW pun berulangkali dihina dan dinistakan. Hal ini berbeda ketika Daulah Khilafah masih ada. Seterpuruk apapun kondisi umat saat itu, setiap upaya dan tindakan yang menistai Islam dan umatnya, tetap bisa ditindak tegas. Inilah yang ditunjukkan Sultan Abdul Hamid Ats-Tsani. Pada akhir abad ke-19, tahun 1890, ketika seorang penulis Prancis, Henri de Bornier, membuat pentas drama komedi berisi penghinaan kepada Rasulullah SAW, Sultan Abdul Hamid mengirim surat kepada Prancis agar melarang pementasan drama itu di seluruh Prancis. Prancis pun memenuhi permintaan itu dan mengambil keputusan melarang pementasan drama itu.

P

Prancis mengirim surat kepada Sultan Abdul Hamid yang di antara isinya: “Kami percaya, keputusan yang kami ambil sebagai pemenuhan atas keinginan yang mulia Sultan akan memperkuat hubungan hangat di antara kita ..”. Ketika penulis itu berusaha mementaskannya di Inggris dan mulai membuat persiapan pementasannya di Allesiyom yang terkenal, Sultan mengetahuinya dan mengirimkan surat agar pementasan itu dilarang. Maka pementasan itu pun dilarang. Padahal kala itu, Inggris merupakan negara adidaya, namun ia tetap meminta maaf atas persiapan pementasannya, meski drama itu belum sempat dipentaskan. Tidak cukup sampai di situ, Sultan pun memanggil seluruh duta negara-negara Eropa yang ada di Daulah Khilafah Utsmaniyyah. Ketika mereka datang, sang khalifah membiarkan mereka menunggu berjam-jam di depan pintu kekhilafahan. Kemudian Sultan datang menemui mereka dengan berpakaian militer sambil menjinjing sepatu, lalu dengan penuh wibawa dan nada mengancam, ia berkata kepada mereka: "la in lam tantahi faronsa 'an fi'latiha, la anta'ilannaha bi jaisyil khilafah, kama anta'ilu hadzal hidza biyadii, fahkhrijuu qobbahakumullah" Artinya: "Seandainya Prancis tidak menghentikan tindakannya (pementasan drama yang menghina Rasulullah), niscaya aku kerahkan pasukan khilafah yang dengannya aku perlakukan mereka seperti sepatu yang ada ditanganku ini. Maka pergilah, semoga Allah SWT menimpakan keburukan kepada kalian". Para duta itu pun segera menyampaikan kepada para pemimpin mereka, apa yang mereka dengar dan mereka saksikan dari sang khalifah. Terkejut mendengar acaman di atas, Ratu Inggris yang ketika itu sedang hamil, keguguran janinnya. Betapa tidak, ancaman tegas tampak dalam ucapan sang Sultan. Al-inti'al artinya adalah Lubs an na'l (mengenakan sepatu). Dikatakan,

inta'ala al-ardha, artinya saafara 'alaiha (berjalan di atasnya), atau wathi'aha (menginjakkan kaki di atasnya). Selain itu, sang Sultan tidak memandang bahwa tindakan penghinaan tadi, seandainyaa pementasan drama itu benar-benar terlaksana, hanya ulah salah seorang warga Prancis, tetapi ia menganggapnya sebagai kebiadaban yang dilakukan oleh institusi negara. Sehingga dengan perkataannya itu, tak ada satu negara pun yang bisa beralasan bahwa itu hanyalah tindakan makar warganya, apalagi berlindung di balik alasan kebebasan. Tak heran berselang tiga tahun setelah itu, yakni pada tahun 1893, ketika tersiar berita bahwa di Roma-Italia akan digelar sebuah pementasan drama berjudul "Muhammad atTsaniy". Pemerintah Italia langsung membatalkan rencana tersebut. Sikap khalifah ini jugalah yang membuat umat menjadi tenang. Mereka merasa senang dan bangga dengan sikap sang Sultan. Berbagai surat ucapan selamat dikirim oleh kaum Muslimin dari berbagai penjuru dunia, bahkan sebagian mereka mengadakan perayaan atas kabar gembira tersebut. Hal ini jauh berbeda dengan kondisi umat saat ini. Persoalan demi persolan yang menimpa umat Islam serta penghinaan demi penghinaan terhadap Rasulullah SAW semakin menunjukkan bahwa para pemimpin sekuler yang ada saat ini, bukan hanya tidak mampu melindungi kehormatan Islam dan kaum Muslimin, namun juga semakin jelas menunjukkan bahwa keberadaan mereka justru untuk melindungi kepentingan asing yang membenci dan memusuhi kaum Muslimin. Wajar, meski tidak semuanya dapat dibenarkan, bila umat saat ini, melakukan tindakannya masing-masing, dengan caranya sendiri-sendiri demi membela agama dan kehormatannya. Wallahu a'lam.[] abu muhtadi

Kristologi

Arti Salib dalam Alquran
Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center
erlu kita garis bawahi lagi di sini bahwa fondasi keimanan Kristen adalah terletak pada 'Kematian Yesus' di kayu salib. Tanpa 'Kematian' maka tidak akan terjadi 'Kebangkitan', dan tanpa 'Kebangkitan' maka Yesus bukan tuhan, alias tidak akan ada Kekristenan. Maka oleh gereja, doktrin 'Yesus mati di kayu salib' benar-benar dijaga dan dipertahankan. Inilah yang tegas dibantah oleh Allah SWT dalam Alquran, Allah berfirman; Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keraguraguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa. (TQS An Nisa: 157)

P

Metode Penyaliban
Prosesi penyaliban atau hukuman salib adalah suatu bentuk hukuman mati yang diterapkan oleh Kekaisaran Romawi

yang lazim diberlakukan saat itu bagi pemberontak dan pelaku pidana. Esensi dari penyaliban bukanlah kematian itu sendiri, melainkan penderitaan saat menjelang kematian. Dengan demikian, kematian merupakan suatu hal yang sangat diinginkan oleh orang yang disalib. Berbeda dengan cara eksekusi terpidana mati pada masa sekarang, proses penyaliban memerlukan waktu yang relatif lama sehingga saat-saat penderitaan pun menjadi panjang. Terhukum ak an dipaku kedua tangannya di tiang salib, dikarenakan berat tubuhnya maka si terhukum akan mengalami kesulitan nafas karena terhimpit paru-parunya hingga akhirnya hal ini akan mempercepat kematian. Namun untuk menambah penderitaan (memperlama proses kematian) maka pada telapak kaki diberikan sandaran papan dan kakinya dipakukan kepada papan tersebut. Terhukum akan dibiarkan menderita haus dan rasa sakit bahkan gangguan dari mangsa hewan liar. Penyaliban merupakan prosesi hukuman mati yang perlahan-lahan, dan biasanya memakan waktu sampai dengan tiga hari hingga ajalnya tiba, berdasarkan catatan sejarah dan dari tinjauan sains serta medis. Umumnya kematian ditiang salib terjadi karena dua hal: pertama, oleh

infeksi. Dipakunya tangan dan kaki pada kayu salib membuka peluang masuknya kuman ke dalam tubuh. Tanpa perlindungan antibiotika, kuman tersebut akan berkembang dan menyebar ke seluruh tubuh. Proses kematian karena infeksi seperti ini, biasanya berlangsung 2-3 hari. Kedua, kematian disalib terjadi karena kelaparan dan dahaga. Dengan tidak masuknya bahan makanan yang diperlukan untuk kehidupan normal, maka hal tersebut akan mengganggu metabolisme dalam tubuh. Proses ini biasanya berlangsung 6-7 hari.

Arti Salib
Hakikat hukuman salib adalah kejamnya penyiksaan yang dirasakan oleh terhukum, bukan pada kematiannya. Sehingga untuk mempercepat kematian, terhukum akan dipatahkan kedua tulangtulang kakinya sehingga terhukum tidak punya tempat untuk menyanggah bobot tubuhnya dan kematiannya akan segera datang. Tanpa prosesi ini, terhukum biasanya masih dapat bertahan berharihari sebelum menemui ajalnya. Salib/shalib (Shad, Lam, Ba') atau shalb berasal dari kata ash-shaliib yg berarti sumsum atau lemak. Dalam bahasa Arab dikatakan ash-haabush-shulubi , yakni orang-orang yang mengumpulkan al-

'idhaama (tulang) dan mengeluarkan sumsumnya serta mencampurkannya. Di dalam Alquran dikatakan, "yakhruju min bainish shulbi wat taraa'ib" (yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada. QS.Ath Thaariq [86]:7). Dalam ayat yang lain dikatakan, "Wa ammal aakharu fasyushlabu fata' kuluththairu min rasihii" (Dan adapun yang lain, lalu dia akan disalib, lalu burung-burung memakan sebagian dari kepalanya. QS Yusuf [12]:41). Jika kita meneliti asal dan makna kata yg terbentuk dari huruf sh-l-b (shalb) maka artinya adalah tulang atau sumsum. Dipatahkannya tulang-tulang kaki (shalb-salib/patahkan tulang mengeluarkan sumsum) merupakan salah satu prosesi yang harus dilakukan kepada terhukum. Manusia yang hanya digantung dan tidak mati di atas kayu salib serta tidak menjalani prosesi penyaliban secara sempurna yakni hanya mengalami pemakuan di tiang kayu namun tidak mengalami pematahan tulang dan sumsum maka tidak bisa dikatakan telah dihukum salib, belum dapat dikatakan telah menjalani hukuman penyaliban. Lalu bagaimana dengan Yesus? Insya Allah berlanjut di edisi berikutnya.[]

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Mercusuar

21

Ilmu & Teknologi Maritim untuk Khilafah
Oleh: Prof Dr Ing Fahmi Amhar
eperti apa ilmu dan teknologi maritim kalau dunia Islam bersatu dalam Negara Khilafah? Allah mengaruniai umat Islam dengan negeri yang sangat luas, terbentang dari tepi Samudera Atlantik dengan tepi Samudera Pasifik. Di dalamnya ada padang pasir, pegunungan bersalju, tetapi juga hutan tropis dan pulau-pulau yang berserak laksana zamrud katulistiwa, dan semuanya di jalur strategis perdagangan dunia. Dua negeri dengan pulau terbanyak di dunia adalah

S

Thariq bin Ziyad menaklukkan Spanyol dengan armada laut, walaupun dia lalu membakar semua kapalnya agar pasukannya berketetapan hati terus berjihad. Suatu angkatan laut terbangun dari beberapa bagian. Ada pelaut yang mengoperasikan kapal. Ada marinir yang akan diturunkan dari kapal untuk masuk ke daratan dan bertempur menaklukkan sebuah wilayah. Ada navigator yang memberi orientasi di mana posisi kapal berada dan ke mana mereka harus menuju. Ada petugas

ataupun hadits Rasulullah, bahwa kaum Muslim adalah umat yang terbaik dan bahwa sebaik-baik pasukan adalah yang masuk Konstantinopel atau Roma. Motivasi mabda'i ini yang menjaga semangat mereka mempelajari dan mengembangkan berbagai teknologi yang dibutuhkan. Maka sebagian kaum Muslim pergi ke Mesir untuk belajar astronomi. Mereka mengkaji kitab Almagest karangan Ptolomeus agar dapat mengetahui posisi lintang bujur suatu tempat hanya dengan membaca jam dan mengukur

Perbandingan kapal Cheng-Ho – laksamana Muslim di Cina, dengan kapal Colombus.
Indonesia dan Filipina. Indonesia adalah negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Filipina sebelum didatangi bangsa Barat adalah juga sebuah kesultanan Islam. Karena itu sangat relevan bila kita bertanyatanya, seperti apa dulu ilmu dan teknologi maritim negara Khilafah, dan seperti apa nantinya bila Khilafah berhasil tegak kembali. Adalah Umar bin Khattab yang pertama kali membangun armada angkatan laut Muslim untuk menghadapi Romawi. Romawi memiliki jajahan-jajahan di seberang lautan seperti Afrika Utara dan Timur Tengah. Mencapai negeri-negeri itu lewat darat sangat tidak efisien. Karena itu, untuk mematahkan Romawi, kaum Muslim harus membangun angkatan laut. isyarat yang melakukan komunikasi ke segala pihak yang dianggap perlu baik di laut maupun di darat. Ada teknisi mekanik yang menjaga agar kapal tetap berfungsi. Ada bagian logistik yang menjamin bahwa kapal tetap memiliki kemampuan dayung atau layar yang cukup. Kalau sekarang berarti pasokan bahan bakar, makanan dan air tawar. Dan ada bagian administrasi yang menjaga agar seluruh perbekalan di laut tertata dan digunakan optimal. Seluruh hal di atas telah dan tetap dipelajari di semua akademi angkatan laut dari zaman Romawi hingga kini. Ketika angkatan laut Muslim pertama dibangun, modal pertamanya jelas keimanan. Mereka termotivasi oleh berbagai seruan Alquran sudut tinggi matahari, bulan atau bintang. Ada juga yang pergi ke Cina untuk belajar membuat kompas. Sebagian lagi mempelajari buku-buku Euclides sang geografer Yunani untuk dapat menggambar peta. Jadilah mereka orang-orang yang dapat menentukan posisi dan arah di lautan. Kemudian pembuatan kapal menjadi industri besar di negeri-negeri Islam, baik dalam konstruksi kapal dagang maupun kapal perang. Selain galangan kapal utama, terdapat galangan-galangan pribadi di pinggir sungai-sungai besar dan di sepanjang pantai di daerah Teluk dan Laut Merah. Tipe kapal yang ada mulai dari perahu cadik yang kecil hingga kapal dagang besar dengan kapasitas lebih dari 1.000 ton dan kapal perang

yang mampu menampung 1.500 orang. Menulis pada abad-4 H (abad 10M), al-Muqaddasi mendaftar nama beberapa lusin kapal, ditambah dengan jenisjenis yang digunakan pada abad sesudahnya. Dan sumbersumber Cina menunjukkan bahwa kapal yang dipakai Cheng-Ho, seorang laksamana Muslim abad 15 sudah jauh lebih besar daripada yang dipakai Columbus menemukan benua Amerika. Semua kapal Muslim mencerminkan karakteristik tertentu. Kapal dagang biasanya berupa kapal layar dengan rentangan yang lebar relatif terhadap anjangnya untuk memberi ruang penyimpanan (cargo) yang lapang. Kapal perang agak lebih ramping dan menggunakan dayung atau layar, tergantung fungsinya. Semua kapal dan perahu itu dibangun dengan bentuk papan luar rata (carvel-built), yaitu kayukayu diikatkan satu sama lain pada sisisisinya, tidak saling menindih sebagaimana lazimnya kapal dengan bangun berkampuh (clinker-built) di Eropa Utara. Kemudian kayukayu itu didempul dengan aspal atau ter. Tali untuk menambatkan kapal dan tali jangkar terbuat dari bahan rami, sedangkan salah satu pembeda dari kapal-kapal Muslim adalah layar lateen yang dipasangkan pada sebuah tiang berat dan digantung dengan membentuk sudut terhadap tiang kapal. Layar lateen tidak mudah ditangani, tetapi jika telah dikuasai dengan baik, layar ini memungkinkan kapal berlayar lebih lincah daripada layar persegi. Dengan demikian kapal Muslim tidak terlalu banyak mensyaratkan rute memutar saat menghindari karang atau badai, sehingga total perjalanan lebih

singkat. Begitu banyaknya kapal perang yang dibangun kaum Muslim di Laut Tengah, sehingga kata Arab untuk galangan kapal, dar al-sina'a, menjadi kosa kata bahasa Eropa, arsenal. Perhatian para penguasa Muslim atas teknologi kelautan juga sangat tinggi. Sebagai contoh, Sultan Salahuddin al Ayubi (1170 M) membuat elemen-elemen kapal di galangan kapal Mesir, lalu membawanya dengan onta ke pantai Syria untuk dirakit. Dermaga perakitan kapal ini terus beroperasi untuk memasok kapal-kapal dalam pertempuran melawan pasukan Salib. Sultan Muhammad al-Fatih menggunakan kapal yang diluncurkan melalui bukit saat menaklukkan Konstantinopel. Teknologi ini ditunjang ilmu bumi dari para geografer dan penjelajah. Geografer terkenal seperti Al-Idrisi, AlBiruni dan Ibnu Batutah menyediakan peta-peta yang lengkap dengan deskripsi geografis hasil ekspedisi yang beraneka ragam. Mereka juga menyediakan pengetahuan baik yang bersifat fisik seperti meteorologi dan oseanografi, maupun yang sosial seperti etnologi, yang sangat berguna untuk berkomunikasi dengan suku-suku asing yang tersebar di berbagai pulau terpencil. Para arsitek seperti Mimar Sinan membangun mercusuar yang lebih kokoh, dan Banu Musa menyediakan lampu-lampu suar yang tahan angin, sehingga secara keseluruhan dunia pelayaran di negeri Islam menjadi lebih aman. Di sisi lain, para pujangga menulis kisah-kisah para pelaut dengan menawan, seperti hikayat Sinbad yang populer di masyarakat. Di luar sisi-sisi magis yang sesungguhnya hanya bumbu cerita, kisah itu mampu menggambarkan kehidupan pelaut secara nyata sehingga menarik jutaan pemuda untuk terjun ke dalam berbagai profesi maritim. Tanpa ilmu dan teknologi kelautan yang handal, mustahil daulah Islam yang sangat luas itu mampu terhubungkan secara efektif, mampu berbagi sumber dayanya secara adil, dan terus memperluas cakupan pengaruhnya ke seluruh penjuru dunia, termasuk hingga ke Nusantara. Dengan teknologi kelautan, negara Khilafah mampu bertahan beberapa abad sebagai negara adidaya.[]

Sosok

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Ajengan Ejen, Aktivis HTI Ciamis

Semangat Muda di Usia Senja
ambut yang sudah didominasi warna putih terlihat jelas ketika peci hitamnya dibuka untuk diganti helm, sesaat sebelum dirinya dibonceng naik motor, Ahad (23/9) di parkir utara Masjid Agung Ciamis, Jawa Barat. Kemudian lelaki sepuh yang mengenakan celana panjang dan baju koko hitam itu pun bersama ratusan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ciamis konvoi keliling kota mengecam pembuat dan pelindung film penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Sedangkan peserta ibu-ibu dan anak-anak berkonvoi dengan menggunakan kereta mini berbentuk replika tank panser. Sepanjang perjalanan peserta meneriakkan yel-yel: “Khilafah, Khilafah, Kami Rindu Khilafah”, “Hukum Mati Penghina Nabi!” Konvoi pun berakhir di Taman Raflesia Alun-Alun Ciamis, kakek yang lahir 71 silam tersebut membuka helm dan kembali mengenakan pecinya.

R

Ajengan Ejen, begitu sapaan akrabnya, dengan semangat mengacung-acungkan spanduk bertuliskan Hukum Mati Penghina Rasul SAW, Tegakkan Syariah dengan Khilafah kepada para pengendara yang melintas sembari menyimak suara pimpinan HTI Ciamis yang membacakan pernyataan sikap HTI terhadap film penistaan tersebut. Usia boleh tua tetapi semangat tetap muda, makanya pensiunan guru aliyah ini, tidak mau kalah dengan mereka yang muda-muda. Di samping kesibukannya mengisi pengajian dan khutbah Jumat di berbagai masjid di Ciamis, ia selalu menyempatkan diri mengikuti berbagai kegiatan HT tingkat Kabupaten Ciamis. Bila diminta berpartisipasi untuk acara tingkat Propinsi Jawa Barat maupun nasional seperti Halqah Islam dan Peradaban, masyiroh, Majelis Buhuts Al Islamyah, Konferensi Tokoh Umat, Liqa' Syawwal, ia selalu bersedia.

“Bahkan kalau ada kesempatan saya ingin ikut kegiatan Hizbut Tahrir luar negeri, itu juga kalau diizinkan oleh pengurus dan masih ada umur serta kondisi sehat karena kegiatan-kegiatan tersebut sangat menggugah dan menggetarkan hati saya,” ungkapnya.

Mengenal HT
Ajengan Ejen lahir di Ciamis, 29 Nopember 1941 dengan nama Zaenal Arifin. Pendidikan formal diawali dengan sekolah di sekolah rakyat (SR) di Petir Hilir, Ciamis, dilanjutkan ke SMP PGRI Ciamis Kelas Sore. Sedangkan pendidikan nonformalnya di dapat sepulang sekolah di Pesantren Cibeunying dan Pesantren Karanggedang, Ciamis. Kemudian sekolah dilanjutkan ke pendidikan guru agama (PGA) Muhamadiyah Ciamis. Setamat PGA, ia terpilih ikatan dinas di PGA Bandung,

Jalan Patuha selama 6 tahun. Pada 1960 ditugaskan jadi guru agama di Sekolah Rakyat Islam (SRI) Desa Panyingkiran, Buniseuri, Ciamis. Lalu dipindah ke SMP PUI Cijantung, Ciamis, sambil kuliah di IKIP Ekstension Bandung Kelas Ciamis selama 3 tahun dan di IAID Darussalam 3 tahun. Sebelum pensiun pada 1993, ia pun mengajar di Madrasah Aliyah PUI Cijantung. Pada tahun 2000, aktif di lingkungan Petir Hilir bersama salah satu jamaah yang mengadakan kajian-kajian fadhilah-fadhilah amal. Namun dalam perjalanannya merasa agak kurang pas karena tidak boleh membicarakan politik. Dalam waktu bersamaan ia berkenalan dengan syabab HT mengenalkan dirinya dengan HT, jamaah dakwah yang membahas politik dari sudut pandang Islam. “Sejak saat itu saya selalu mendapatkan buletin Al Islam dan nasyrah-nasyrah dan yang paling berkesan dengan mendapat kiriman surat kartu lebaran dari Hizbut Tahrir,” kenangnya. Saat itu, struktur HT Ciamis belum terbentuk, sehingga ia pun mengikuti kajian ke daerah terdekat, yakni Garut yang berjarak sekitar 71 kilometer. Ia pun mengikuti kajian secara intensif. “Dengan hidayah dari Allah dan keyakinan tinggi saya berniat untuk ikut mendekat dan berjuang bersama Hizbut Tahrir,” tegasnya. Sayangnya, pada 2006 ia vakum dalam mengikuti kajian intensif bersama HT akibat kendala teknis jarak, waktu dan komunikasi. Namun demikian ia tetap mengikuti acara-acara yang digelar seperti Konferensi Khilafah Internasional di Jakarta pada 2007, Muktamar Ulama Nasional di Jakarta pada 2009, dan Majelis Buhuts Al Islamiyah di Bandung pada 2009. Dan Alhamdulillah sejak 2010, ia kembali aktif mengikuti pembinaan intensif bersama kelompok para ajengan yang sama-sama berusia senja. Kepada Media Umat, ia menyatakan bahwa mengikuti pembinaan intensif menjadi prioritasnya. “Kegiatan inti saya adalah halqah murakazah (pembinaan intensif ) dan ini harus diprioritaskan, Alhamdulillah sekarang sudah masuk kitab ke2. Kegiatan lainnya adalah kontak-kontak dakwah dan silaturahim, serta aktif dalam kepanitiaan kegiatan-kegiatan HTI Ciamis,” ungkap lelaki yang menjadi anggota HTI Ciamis sejak Ramadhan 1433 H/Agustus 2012 lalu tersebut.

Aktif Berdakwah
Ajengan Ejen aktif bersilaturahim ke warga dan tokoh masyarakat Ciamis untuk membangun kesadaran ulama dan umat akan wajibnya menegakkan kembali khilafah. “Namun seringkali mendapati

penolakan bahkan cemoohan meskipun mereka tidak punya dalil yang kuat untuk menolak ide-ide yang diperjuangkan HT yang saya sampaikan,” ungkapnya. Penolakan dan cemoohan itu kadang membuat hatinya galau, apakah berhenti saja berdakwah dan menikmati hari tua dengan bermain-main dengan cucu. Namun kegalauan langsung ditepisnya dan kembali bergerak, berdakwah di tengah masyarakat seraya mengingat pesan pembinanya. “Berjuang atau tidak berjuang kita akan tetap mati maka selayaknya segera berjuang selama sehat dan punya waktu.” Kalau sudah begitu, kendala ongkos transportasi yang kerap menghampirinya tidak menghentikannya untuk tetap berjuang. “Prinsipnya selama sehat dan bisa dijangkau, insya Allah saya akan selalu mengikuti kegiatan Hizbut Tahrir walaupun dengan berjalan kaki baik siang maupun malam,” tekadnya. Ia meyakini selalu ada kemudahan dalam rangka berjuang di jalan Allah SWT. Ia berprinsip dana bukan masalah utama yang penting selalu berusaha dengan halal pasti ada saja rezekinya untuk aktifitas dakwah. “Alhamdulillah meskipun usia sudah tua tapi semangat saya tetap muda, jadi kendala fisik tidak ada masalah sebab seringkali para syabab yang lain membonceng bahkan menjemput saya dengan mobil maupun motornya,” ungkapnya. Kalaupun suatu saat ada kendala, mengatasinya adalah hanya dengan usaha dan doa kepada Allah SWT, sebab janji Allah, pasti akan dikabulkan doa selama dalam berjuang di jalan Allah SWT. Ajengan Ejen pun sangat bersyukur ketika salah satu cucunya turut berjuang menegakkan syariah dalam bingkai khilafah. “Saya bangga karena salah seorang cucu saya juga sama-sama turut berjuang bersama Hizbut Tahrir, namanya Dede Ahmad yang sedang kuliah di IAID Darusasalam Ciamis,” ungkapnya. Di akhir wawancara, Ajengan Ejen pun berpesan kepada para aktivis dakwah agar jangan berkeluh kesah ketika mendapati masalah, jangan patah semangat dalam perjuangan atau saat mendapati kegagalan. Tetap semangat saja karena jangankan untuk perjuangan baik, untuk perjuangan jahat pun ada tantangan. Jangan putus asa dan harus ditanamkan pengorbanan, kerja sama, dan kebulatan niat untuk mencari ridha Allah SWT. “Perjuangan harus kita fokuskan dalam rangka menetapi ajaran Allah SWT dan Rasulullah SAW yaitu Islam,” ingatnya.[]apip haris/joy

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Anjangsana

23

Pondok Pesantren Sumber Batu, Pegantenan, Pamekasan, Jawa Timur

Utamakan Kesopanan
mengingat lokasinya memang berada di daerah perbukitan, sehingga harus sering naik turun untuk melihat setiap ruangan. Semua terlihat begitu rapi dan bersih. Pesantren Sumber Batu memiliki ruang yang cukup lengkap; ada perpustakaan, ruang kelas mulai MI/MTs dan MA, masjid dengan kapasitas 500 orang, asrama santri, pos keamanan, dan ruang pertemuan. Dalam sistem pendidikan, Sumber Batu tetap mempertahankan metode pembelajaran salaf dan menjunjung tinggi akhlak mulia. Beberapa santri Sumber Batu pernah meraih juara III lomba membaca kitab kuning se-Kabupaten Pamekasan. Pesantren ini dengan keseriusan pimpinan dan tim asatidznya mampu menjadi penggerak kegiatan perekonomian mikro di tengah-tengah masyarakat. Sehingga berdasar informasi yang diperoleh dari warga sekitar, bahwa eksistensi Sumber Batu yang berdiri sejak 1960 ini sangat dirasakan manfaat dan peranannya.[] aang kunaifi/joy

adang yang luas serta udara segar menerpa sepanjang jalan, ditambah air muka yang bersahabat dan senyum hangat terpancar dari wajah-wajah warga sekitar Pondok Pesantren Sumber Batu yang berpapasan dengan Media Umat, membuat perjalanan dari jantung kota Pamekasan selama 30 menit menggunakan sepeda motor sangat menyenangkan. Tepat di atas gerbang pintu masuk Ponpes Sumber Batu yang bercat putih tersebut terpampang falsafah pesantren yang cukup besar bertuliskan “Kesopanan Lebih Tinggi Nilainya daripada Kecerdasan.” Dengan senyum ramah, beberapa ustadz langsung menyambut dan mempersilakan Media Umat menunggu di ruang tamu. Beberapa saat kemudian RKH Abdul Aziz Syahid, Pimpinan Ponpes Sumber Batu, masuk ruangan. Senyum ramah dan bersahabat seperti yang ditunjukkan warga dan beberapa ustadz yang menyambut di gerbang tadi ditampakkan pula oleh sosok pemuda kelahiran 30 tahun silam. Ya, kyai muda ini memimpin Sumber Batu sejak ayahandanya KH Muhammad Syahid berpulang ke rahmatullah pada 2008 silam. Abdul Aziz memimpin pesantren yang bersantri sekitar 400 orang ini dengan tetap mewarisi falsafah Sumber Batu yang didirikan oleh sang kakek KH Abdul Adzim, yang merupakan seorang ulama dan tokoh masyarakat setempat. Meski masih relatif muda, kharisma dan raut keseriusan tampak di wajah Abdul Aziz. Maklum di samping mengurus ratusan santri putra dan putri, ia juga sering menjadi pembicara di acara-acara keislaman, baik di dalam maupun luar kota Pamekasan. Semangat yang masih muda pun mendorongnya untuk mengikuti berbagai kegiatan keislaman, daurah atau seminar yang diadakan di luar kota. Ia pun melengkapi perpustakaan pribadinya dengan berbagai kitab dan referensi, ditambah dengan berlangganan berbagai media Islam terbitan Timur Tengah juga terbitan Indonesia, termasuk di antaranya Tabloid Media Umat dan Majalah Al-Waie. Generasi ketiga pemimpin Ponpes Sumber Batu ini pun pernah nyantri di Pesantren Al-Khaliliy An Nuroniyyah, Bangkalan serta di Pesantren Al-Wafa, Tempurejo, Jember.

L

KH Abdul Aziz Muhammad Syahid, Pimpinan Ponpes Sumber Batu

Tanpa Khilafah Mustahil Kaaffah
ari semua sisi kehidupan, wajib bagi umat untuk menegakkan dan melaksanakan syariah. Syariah yang dimaksud adalah seluruh aturan kehidupan, tidak hanya aspek ubudiyah atau ibadah seperti shalat, puasa, haji, akan tetapi kehidupan bersyariah yang dimaksud adalah sebagaimana yang tercantum dalam Alquran: “..Udkhuluu fissilmi kaaffah..”. Jadi kaffah di sini berimplementasi pada penegakan syariah baik dalam hal tingkah laku (akhlaq), berpolitik, semua harus berdasarkan syariah. Sehingga meskipun seseorang rajin shalat di masjid tetapi dalam berpolitik tidak berdasaarkan syariah, maka dia tidak bisa disebut kaffah. Termasuk di dalamnya aturan pendidikan, kemasyarakatan, keluarga semua ada syariahnya secara detail. Satu-satunya cara agar syariah Islam bisa ditegakkan adalah dengan khilafah. Karena tanpa adanya satu pimpinan khalifah sebagaimana pernah dicontohkan Rasulullah SAW dan para sahabat, mustahil syariah bisa diterapkan secara kaffah. Hal itu merupakan thariqah atau metode menuju tegaknya atau penerapan syariah. Sangat ironis karena pada saat ini umat tidak bisa membedakan antara musyawarah dengan demokrasi, antara yang haq dan yang bathil. Sebab, pemahaman umat terhadap syariah dan khilafah sangat minim. Berdasarkan sejarah sejak masa Rasulullah SAW sampai Khilafah Utsmaniyah, dampak pelaksanaan syariah sangat terasa (efektif) bagi umat Islam. Saya mengenal Hizbut Tahrir, harakah yang memperjuangkan tegaknya kembali khilafah, kira-kira setahun yang lalu, meskipun sebenarnya sudah lama saya tahu keberadaan HT. Namun mengenal perjuangan HT cukup lengkap saya dapatkan dari paman saya, K Nuruttamam Bukhori (Pengasuh Ponpes Al Hamidy) dan KH Abdullah (Pengasuh Ponpes Tempurejo, Jember). Saya lihat perjuangan teman-teman di HT sangat luar biasa, Insya Allah. Saya senantiasa berdoa agar aktifitas dakwah teman-teman HT selalu lancar dan mendapat pertolongan Allah SWT dan mendapat ridha-Nya. Saya juga melihat perjuangan HT sangat tulus, tanpa pamrih dan penuh pengorbanan. Bagi saya perjuangan HT yang penuh tantangan ini sangat bernilai dan berkualitas. Untuk itu, sudah saatnya para kyai, ulama dan tokoh umat bersama-sama membimbing dan menyerukan kepada umat untuk kembali kepada jalan yang haq. Kyai dan ulama adalah pewaris Nabi, marilah kita memperbaiki kondisi umat ini dengan memberi contoh kepada umat untuk mengamalkan Alquran dan Sunnah. “Wa laa talbisul haqqa bil bathil wa taktumul haqqa wa antum ta'lamuun”. Saat ini umat banyak yang salah memahami sesuatu; sehingga perbuatan maksiat dianggap sebagai sebuah kebebasan berekspresi, orang-orang yang berjuang untuk Islam dijuluki sebagai teroris atau pembuat makar. Masyarakat harus disadarkan untuk memilah dan memilih perbuatan yang benar-benar sesuai syariah serta menjauhi aturan thaghut/setan.[] aang kunaifi/joy

D

Fasilitas
Usai berbincang, Media Umat pun dipersilakan melihat-lihat. Suasana dalam kompleks pesantren cukup indah dengan relief lokasi yang tidak rata,

24

Muslimah

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Muslimah Berhijab Dilarang, Femen Dibebaskan
Kebebasan untuk menjelekkan, mengutuk, ataupun mengejek tidaklah menunjukkan suatu masyarakat yang dewasa. Ini justru merupakan simbol dari kecacatan dan ketidakmatangan ideologi.
engan alasan kebebasan, majalah Prancis “Charlie Hebdo” edisi 19 September lalu menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW. Ini adalah kali kedua majalah satir itu mengulangi perbuatannya yakni menghina Nabi SAW. Tak lama berselang, kaum

D

Ini menunjukkan pemerintah Prancis menerima penuh aksi ketelanjangan tersebut dan sistem hukumnya mengabadikan hak untuk menghina dan mengekspresikan kemesuman sebagai bagian dari konstitusinya. Bahkan, Perdana Menteri Jean-Marc Ayrault menegaskan ulang kerusakan yang sempurna

Wanita Muslimah ditangkap di Perancis akibat berbusana Muslimah.

perempuan dari kelompok Femen-feminis Ukrania, merayakan pembukaan kantor mereka di Paris dengan berpawai setengah telanjang melintasi lingkungan mayoritas Muslim di kota itu, dengan kalimat seperti “No to Syariah”. Bukan di poster atau spanduk, tulisan itu ditulis di tubuh mereka untuk mengekspresikan perlawanan terhadap Islam dan kebodohan mereka terhadap bagaimana Islam memperlakukan perempuan. Pemerintah Prancis tak bereaksi sama sekali. Tidak ada penangkapan atau pelarangan.

ini dalam tanggapannya terhadap kartun Nabi SAW yang dimuat di Charlie Hebdo, ia menyatakan “we live in a country where freedom of expression is guaranteed, including the freedom to caricature.” (Kita hidup di sebuah negara di mana kebebasan berekspresi yang menggaransi, termasuk kebebasan untuk menggambar karikatur). Aktivis Femen telah mendapat citra buruk karena memamerkan tubuh mereka dalam aksi protes yang serupa di seluruh dunia. Meskipun demikian, negara Prancis tidak

memiliki keraguan sedikitpun dalam memberikan organisasi itu lisensi untuk membuka kantor pusat dan beroperasi di negara itu. Sebaliknya, pemerintah Prancis terus melarang hijab di sekolah-sekolah. Dengan ini pemerintah Prancis telah membatasi anak perempuan untuk mendapat pendidikan yang baik hanya karena mengekspresikan keyakinan luhur dari agama mereka. Prancis juga melarang niqab yang berbuntu pada penangkapan dan denda pada perempuan bercadar. Mereka dihukum karena dianggap telah melakukan kejahatan kesopanan! Dr Nazreen Nawaz, Central Media Representatif HizbutTahrir mempertanyakan, ideologi amoral macam apa yang merayakan hak bejat untuk memfitnah, menghina, dan berpawai telanjang di jalanan, sementara pada saat yang sama justru mengutuk Muslimah yang mencontohkan kehormatan dan kesopanan. Menurutnya, tradisi sejarah panjang ekstrimisme sekuler dan liberalisme fanatik inilah yang membentuk prinsip dasar Republik Prancis. Itu sama sekali tidak ada yang bisa dibanggakan! “Ini bukan merupakan tanda masyarakat yang beradab melainkan masyarakat yang amoral, yang tidak akan bisa menjamin kehormatan perempuan, tidak akan mencapai keharmonian antara masyarakatnya, juga tidak akan menjadi contoh dunia dalam membangun hubungan yang sehat antara umat beragama,” tandasnya. Nazrin menilai, kebebasan untuk menjelekkan, mengutuk, ataupun mengejek tidaklah menunjukkan suatu masyarakat yang dewasa. Ini justru merupakan simbol dari kecacatan dan ketidakmatangan ideologi dan sistem yang tidak bisa membedakan antara hak untuk mendebat dan mendiskusikan ide secara terbuka, mengungkapkan penentangan terhadap

penindasan, atau meminta pertanggungjawaban penguasa– semua ini adalah ciri sehatnya sebuah masyarakat yang beradab—dari budaya pengganggu kekanak-kanakan yang sering menghina dan mengumpat. Ia melanjutkan, gambaran jahat kartun Nabi SAW adalah cerminan dari logika jahat sistem sekuler-liberal yang memeluk keyakinan absurd bahwa penghinaan terhadap entitas sakral dan keyakinan agama yang dipegang teguh dapat melahirkan suasana positif dalam diskursus gagasan/ide. “Penghambaan buta terhadap kebebasan berekspresi ini jelas bukanlah sarana kemajuan, melainkan adalah resep untuk kekacauan!” Begitu juga, sambungnya, ketidakrasionalan kaum sekuler gagal memahami bahwa setiap manusia pasti memiliki kepekaan tertentu, termasuk keyakinan beragama, yang jika tidak dihormati atau dilindungi akan mengarah pada kemarahan, kekacauan dan bahkan kekerasan. Pemerintah Prancis memperlihatkan kemunafikan usang. Ini terlihat ketika Prancis mendukung hak Duchess of Cambridge untuk mengambil tindakan hukum melawan majalah Prancis karena mencetak gambar tidak senonoh yang ia pandang sebagai pelecehan atas kesopanannya. Akan tetapi pada saat yang sama sistem munafik ini merampas hak-hak kaum Muslimah untuk menutupi aurat mereka berdasarkan keyakinan mereka. “Jaminan hak seperti ini tidak berlaku bagi Islam dan kaum Muslimin,” lanjutnya. Nazrin menegaskan, sangat memalukan jika pemerintahan Muslim, termasuk mereka yang menikmati musim semi Arab, begitu bersemangat untuk merangkul sistem sekuler liberal yang cacat secara intelektual dan miskin moral ini, sementara Islam dan Khilafah merepresentasikan cita-cita intelektual, moral yang luhur, dan nilai-nilai

kemanusiaan yang luhur justru ditinggalkan. Menurutnya, adalah aib jika kaum Muslim mengagumi sebuah ideologi yang merayakan penghinaan, pornografi, dan pelecehan perempuan atas nama kebebasan berekspresi, sementara mereka memunggungi sistem yang menolak nilai-nilai bejat seperti itu, sebuah sistem yang mewujudkan kebajikan, memuliakan kesopanan, dan mensucikan martabat perempuan! Oleh karena itu ia menyeru kepada kaum Muslim untuk menolak sistem sekuler liberal yang korup ini, dan bersegera menuju tegaknya Khilafah—yang merupakan satusatunya negara yang mengangkat harkat perempuan pada posisi yang terhormat. “Kami mengatakan kepada pemerintah Prancis, Anda boleh merasa bebas melindungi penghinaan terhadap Nabi kami tercinta, atau melecehkan martabat Muslimah di negeri Anda, tapi perhatikan, ini tidak akan lama lagi. Karena seperti Anda pernah dilarang untuk memainkan sebuah pertunjukan di abad 19 yang mengolok-olok Nabi SAW, dan Anda menyerah pada tekanan dari beban berat politik internasional saat itu yakni Khilafah, maka segera Anda akan kembali berhadapan dengan kekuatan tak tertandingi dari negara seperti itu melalui kelahirannya kembali yang sudah sangat dekat. Siapa pun yang berani menistakan Islam akan menggigil meski hanya dalam pikirannya saja!” serunya. Ia mengingatkan dengan firman Allah: “Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shaleh dinaikkanNya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka adzab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.” [TQS Fatir: 10].[] mj

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Muslimah

25

Tips Agar Anak Tidak Ikut Tawuran
araknya tawuran di kalangan pelajar membuat banyak orang tua khawatir. Menurut data yang dilansir Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebanyak 17 pelajar tewas dalam tawuran terhitung sejak 1 Januari hingga 26 September 2012. Siapapun orang tua pasti khawatir, anak yang menjadi harapan masa depan, mati sia-sia menjadi korban tawuran. Maraknya tawuran merupakan persoalan sistemik, kegagalan sistem kapitalisme. Sistem pendidikan yang sekuler telah menjauhkan anak didik dari Islam yang kaffah. Anak-anakpun kehilangan pedoman hidup yang shahih yang menyelamatkan dirinya. Di samping itu, kapitalisme telah menciptakan masyarakat kekerasan melalui film, video, game, hingga komik.

M

“Glorifikasi” kekerasan ini dengan gampang menyulut anak-anak remaja terlibat dalam kekerasan. Peran orang tua dalam kondisi seperti ini sangat penting untuk mencegah anak terlibat dalam tawuran. Pertama, bina anak dengan Islam. Ajarkan mereka akidah Islam dan kewajiban keterikatan hukum syara'. Inilah yang membuat anak-anak memiliki pegangan hidup yang jelas. Jelaskan kepada anak setiap perbuatan memiliki konsekuensi pahala dan dosa yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Kedua, ciptakan suasana kedekatan, persahabatan dan kelembutan di keluarga. Orang tua harus dekat dengan anak, menjadi sahabat dekatnya. Hal ini akan menghindari anak mencari teman dekat yang tidak jelas, yang bisa menjebak anak dalam gank kekerasan. Suasana kelembutan di rumah tangga juga harus dibangun. Orang tua harus menghindari kekerasan

verbal berupa katakata kasar kepada anak, meskipun maksudnya baik. Harus dihindari bertengkar di depan anak-anak. Orang tua juga harus mengawasi tontonan anak termasuk gamenya, dijauhkan dari permainan yang membanggakan kekerasan, menjelaskan kekeliruan kekerasan dan bahayanya. Ketiga, arahkan anak pada kegiatan bermanfaat. Anak-anak remaja pastilah membutuhkan sahabat, sebagai teman permainan mereka, membagi cerita dan keluhan. Mereka juga menginginkan eksistensinya diakui dan dihargai. Di sinilah perang orang tua untuk mengarahkan remaja mendapatkan kelompok dan pertemanan yang positif. Harus diwaspadai anak-anak bergabung dengan kegiatankegiatan yang memiliki bahaya

yang tersembunyi seperti olahraga kekerasan atau seni yang merusak dan melegalkan kemaksiatan. Anak diarahkan untuk ikut dalam kegiatan dakwah seperti Rohis di sekolah dan kelompok dakwah ideologis yang shahih. Melalui kegiatankegiatan ini anak akan mendapatkan teman seiring yang membawa ke dalam kebaikan. Keempat, eksistensi anakanak harus dihargai. Terlibatnya anak-anak dalam kekerasan dan tawuran antara lain karena mereka tidak diakui dan dihargai eksistensinya. Padahal adalah hal

yang lazim kalau remaja perlu diakui. Di sinilah peran penting orang tua dan guru untuk menghargai anak apapun potensi yang dimilikinya. Mungkin dia menekuni sains dan teknologi bisa diarahkan kekegiatan sains, atau yang suka olahraga, seni, atau hobi-hobi tertentu disalurkan secara positif. Anak-anak bisa dilibatkan lombalomba yang positif. Menang atau kalah, anak harus dihargai dan dipuji. Dengan cara ini keinginan dihargai anak bisa disalurkan pada jalan yang baik. [] ummu salamah

Konsultasi

Diasuh oleh: Dra (Psi) Zulia Ilmawati

Kenakalan Anak
seperti tidak menurut, suka mengganggu, baik sesama temannya ataupun orang di sekitarnya. Anak yang nakal biasanya cenderung melakukan sesuatu secara sengaja untuk melukai atau merusak seseorang atau sesuatu (hewan maupun barang), baik secara fisik maupun mental. Kenakalan dapat menghambat anak dalam menjalin hubungan sosial dengan teman, maka perlu diatasi sejak dini. Ibu Fasya yang baik, Kita semua menyadari, bahwa menjadi orang tua yang baik itu tidak mudah. Hal yang paling sulit biasanya terkait dengan pengendalian emosi saat mendidik dan mengasuh anak. Ketidakmampuan orang tua dalam mengendalikan emosi akan berdampak buruk pada anak. Saat anak bertingkah dengan kenakalannya, biasanya emosi kita akan ikut terpancing. Dan tidak menutup kemungkinan akan muncul kemarahan. Tapi ingatlah, amarah seringkali akan mendekatkan diri kita kepada hal-hal yang berbahaya. Tanpa kita sadari anak terkadang akan menjadi sasaran kemarahan kita. Dan yang pasti, kemarahan tidak akan mendekatkan kita dengan surga. Rasulullah SAW bersabda: “Dahulu ada seorang lelaki yang datang menemui Rasulullah SAW dan mengatakan, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.”Maka beliau bersabda,“Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR Thabrani) Ibu Fasya yang baik, Mengajari disiplin kepada anak, apalagi masih balita tidak harus dengan marah-marah atau bahkan memberikan hukuman fisik, dipukul misalnya. Anak balita terkadang masih belum bisa memahami hubungan antara tindakannya yang 'nakal' (menurut orang tua) dengan pukulan yang diterimanya. Anak hanya merasakan sakit karena dipukul tanpa tahu kenapa dia dipukul. Kalaupun si anak tidak lagi melakukan tindakan 'nakal'nya itu, bukan karena dia menyadari kenakalannya, tetapi lebih pada rasa takut akan dipukul lagi. Artinya, pukulan sama sekali tidak bisa mendisiplinkan anak atas kesadarannya sendiri. Memukul tidak ada gunanya buat anak, kecuali hanya memuaskan emosi orang tua. Apalagi jika dilakukan saat dalam kondisi marah atau kesal karena melihat perilaku si kecil. Secara tidak langsung, kita telah mengajarkan pada mereka tentang bagaimana mengekspresikan kemarahan. Dalam Islam sangsi fisik baru diberikan saat anak berusia 10 tahun, dalam rangka pendisiplinan pelaksanaan taklif syariah (shalat) bila meninggalkan dengan sengaja. Sanksi fisik yang dimaksud adalah dalam rangka ta'dib (pembelajaran) bukan menyakiti atau menyiksa. Ibu Fasya yang baik, Menghadapi sikap anak yang 'nakal' dan tidak disiplin, antara lain bisa dilakukan dengan menyuruh anak untuk diam beberapa saat, duduk di sebuah kursi atau masuk ruangan tertentu dalam waktu tertentu. Panjang waktu yang paling efektif adalah disesuaikan dengan usia anak. Misalnya, untuk anak usia 2 tahun cukup 2 menit, anak usia 3 tahun 3 menit. Cara ini cukup efektif untuk menghukum anak yang suka memukul, merusak barang atau berkelakuan di luar batas sopan santun yang telah ditentukan oleh orangtua. Setelah selesai, orang tua harus menjelaskan kenapa dia diminta diam, kemudian anak dinasihati tentang perilaku yang seharusnya dilakukan. Menasihati pada saat anak sudah tenang akan memberikan hasil yang lebih efektif, dibandingkan pada saat anak menangis. Menasihati anak sambil berteriak, ditambah lagi pada saat emosi anak tinggi, tidak akan membuahkan hasil sama sekali. Semoga anak-anak didik Anda menjadi anak yang shalih dan shalihah. Aamiin..[]

Assalamualaikum Wr Wb. Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi keluarga yang saya hormati, saya seorang pengelola pendidikan anak usia dini. Sering mendapatkan keluhan dari orang tua tentang anak yang menurut mereka “nakal”. Sebetulnya, sejauh mana anak bisa dikatakan nakal. Tingkah polah mereka kadang mengejutkan dan membuat emosi. Tidak jarang kemudian orang tua memarahinya dengan keras bahkan memberikan hukuman fisik. Secara psikologis apa dampaknya pada anak, khususnya balita yang sering dimarahi karena kenakalannya. Jazakillah atas jawabanya. Wassalamu'alaikum Wr Wb. Fasya - Bogor Wa'alaikumsalam Wr Wb Ibu Fasya yang baik, banyak orang tua mengeluhkan tentang nakalnya anak-anak. Kadang merasa khawatir bahkan kesal ketika menghadapi anak yang nakal. Banyak pula orang tua yang bingung untuk menghadapi masalah satu ini. Nakal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah “suka berbuat kurang baik, tidak menurut, mengganggu, dan sebagainya, terutama bagi anak-anak”. Dari definisi ini dapat ditarik kesimpulan bahwa anak nakal adalah anak yang suka berbuat kurang baik,

26

Ustadz Menjawab

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Hukum Money Game
Diasuh Oleh: Ust M Shiddiq Al Jawi
Tanya : Ustadz, apa itu money game? Dan bagaimana hukum money game? Abu Kamila - Jaktim Jawab : Money game di Indonesia lazim disebut Bisnis Penggandaan Uang. Money game adalah bisnis penggandaan uang melalui sistem piramida uang, yaitu pemberian bonus kepada anggota lama (upline) yang diperoleh dari uang anggota baru (downline) tanpa produk (barang) yang dijualbelikan kecuali sekadar kamuflase. Mekanisme penggandaan uang diawali dengan permintaan perusahaan kepada member (anggota) untuk menanamkan uangnya pada perusahaan (sering disebut “investasi”). Perusahaan berjanji akan mengembalikan uang tersebut dengan nilai berlipat ganda. Perusahaan lalu meminta member itu untuk merekrut sejumlah orang untuk menjadi member baru sebagai downline-nya dan ikut menanamkan uang mereka di perusahaan. Uang dari para downline inilah yang akan diberikan kepada member lama (upline) dengan nilai berlipat ganda dari nilai yang telah ditanamkannya. Uang selebihnya menjadi milik perusahaan. Ilustrasinya sbb; si A menanamkan uang Rp 1 juta kepada perusahaan. Lalu A mencari misal 8 orang member baru untuk menjadi downline-nya. Kedelapan member baru tersebut juga menanamkan uang masing-masing Rp 1 juta ke perusahaan. Total uang yang masuk adalah Rp 1 juta plus Rp 8 juta, sama dengan Rp 9 juta. Misalkan perusahaan menjanjikan keuntungan tiga kali lipat kepada A, maka perusahaan memberikan uang Rp 3 juta kepada si A pada akhir periode. Sisanya sebesar Rp 6 juta menjadi milik perusahaan. Lalu bagaimana cara perusahaan membayar kembali uang milik 8 orang yang menjadi downline si A? Yang dilakukan perusahaan adalah meminta masing-masing dari delapan orang tersebut untuk mencari delapan orang lagi sebagai downline mereka. Demikianlah seterusnya. Money game menggunakan sistem piramid mirip MLM, tapi tanpa jual beli produk seperti lazimnya MLM. Kalau ada penjualan produk, itu hanya kamuflase. Kamuflase ini bermacam-macam, misalnya bisnis laptop, pulsa, emas, berlian, alat pertanian, benda seni interior (art interior), alat kesehatan, trading forex, dan sebagainya. Menjelang tahun 2000 terbongkar beberapa perusahaan money game, seperti New Era 21, BMA, Solusi Centre, PT BUS (Republika, 25/7/1999; Adil, No.42 21-27 Juli 1999). Fakta-fakta mutakhir money game tahun 2012 ini misalnya Koperasi Langit Biru yang berkedok bagi hasil bisnis daging sapi dan Speedline yang berkedok trading forex (perdagangan valuta asing). Money game hukumnya haram dan merupakan dosa besar, karena dua alasan utama; Pertama, karena money game adalah penipuan atau kecurangan (al ghisy). Perusahaan money game mengklaim mereka melakukan bisnis riil (jual beli produk), padahal faktanya tidak. Ini termasuk kategori penipuan/kecurangan (al ghisy) yang diharamkan Islam, berdasarkan riwayat Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW suatu saat melewati seonggok

makanan yang dijual di pasar. Lalu Rasulullah SAW memasukkan tangannya ke dalam onggokan makanan itu hingga jari beliau menyentuh makanan yang basah. Rasulullah SAW bertanya,”Apa ini wahai penjual makanan?” Penjual makanan menjawab,” Itu kena hujan wahai Rasulullah SAW.” Rasulullah SAW berkata,”Mengapa tak kamu letakkan yang basah itu di atas supaya dapat dilihat orang-orang? Barangsiapa berbuat curang maka ia bukan golongan kami.” (HR Muslim). Kedua, karena perusahaan money game melakukan transaksi ribawi. Ketika perusahaan money game meminta member menanamkan uangnya ke perusahaan, sebenarnya perusahaan itu hanyalah meminjam uang membernya, bukan memutar uang itu dalam bisnis riil. Perusahaan itu lalu mengembalikan uang itu disertai tambahan yang disebut bonus atau komisi. Jelas ini adalah riba yang diharamkan Islam. Allah SWT berfirman (artinya),”Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS Al Baqarah [2] : 275). Wallahu a'lam. []

Bingung Memilih Informasi yang Benar?

BACA
JAKARTA Jakarta Pusat : Yudi 0858 8324 0048; Topan 021-90558935, 085691264454; Jakarta selatan: jagakarsa: Joko Prasetyo 081288020261; Tanjung Barat: Abu Mahariq 08211471011; Cilandak: deni 0856 7039 810; Kebayoran Lama: A Zidan Telp. 081510642452. Jakarta Barat : Slipi: Luqi: 08567100480; Kebayoran baru: Abu Zidan 08973747576, kalideres: Abdurrahman 081330145148. Jakarta Timur: Cipayung: Bini Santoso Hp 081311447433; Jatisampurna (Kranggan): Joko Hp. 0813 83265915. Ciracas: Irfan Telp. 021-32584167/ 083873930179. Duren Sawit: Ali Akbar 08111898408. Cakung: Yusuf 081511748827. Cempaka Putih: Hamzah, Klender: H. Abd Rahman S. 021-860 9612;, Matraman: Ali, Utan kayu: Adeng 081334670290; RS Islam Pondok Kopi Jaktim Agus Hamzah Hp 081317000605. Jakarta Utara : Koja: Akrom 085283435391; Yudi 0858 8324 0048;

!

TELPON AGEN KAMI SEKARANG JUGA UNTUK BERLANGGANAN
Yunaedi 0852 6660 5704, Siti 0856 6989 3721; LAMPUNG: Bandar Lampung : Sulthon Agency Hp. 085279756668/ Telp. 07219924126; Kalianda: M. Ihsan Hp. 081369517774. BENGKULU: Faizar-Fatih agency 0813 6862 5180; BANGKA BELITUNG: Pangkalpinang: Endi Surahman Hp. 0852 68189888/ 081377776888/ 081929079888/ Telp.0717436507, Suryadi 081278435108. MEDAN : Salman. Jl. Eka Rasmi No.72, Kel Gedung Johor Hp. 0819 6000180/ 0852 6276 5025/ 0813 9713 1505; Junaidi Agency Hp. 0852 7029 2450; TB Khilafah (061) 76575301 Hp. 085261768890; Taher 0857 6182 3531; Amali 0813 7626 1198; Tono 0857 6085 2768; Khalid 0813 7690 6741; Miko 0852 6176 2818; Kab. Batubara: Yudi Setiadi Hp 0813 7005 0017; Deli Serdang : TB IQRO' MEDIA 085361997066. Sergai: Biru Ponsel Hp 0812 6452 009; Dolok masihul Lilik 0831 9782 7028; Tebing: Nilwan Hp. 0813 9760 JAWA TIMUR 3789; Binjai: Auliya Rasyidah, 76274439. Darto 0813 9777 7531; Padang Sidempuan: Surabaya: Wacana Islamiyah Agency 031-5993408 / 71494080, Zahro Agency 031Maratua Simanjuntak Hp. 0813 7622 4487; ACEH: Banda Aceh: Rahmat Basuki 0852 JAWA BARAT 5914501, 081331319375, Anjik Permata AgencyTelp. 031-71251217, Faizah Agency, 62552485/ 081360241061. Meulaboh: Rusmanita 0813 60021154/ 0852 77182174. BEKASI: Bekasi Kota: Jumadi Hp. 021 71398949; Bekasi Timur: Yusuf ; Regency (BTR) Jl. Ketintang 031-72732961. Container Crane Agency Hp. 0857 3133 2733; Aulia Hp. 08881054020. Cikarang Abu Rifadh 081319873253. Vila asri bekasi timur Ust Abu Agency 031-72536907; Jombang : Jundi Muda Agency 0321-5147405. Pasuruhan : SULAWESI Zafiroh Hp 0878899091133; Bekasi Timur Rasa Hp 085714899471; Karawang: Abu Pustaka Arrisalah, 03437831801. Sidoarjo : Ar Rowi Agency, Kec. Taman 031- SULSEL : Makassar, Ahmad Danial Hp. 085242144840. Bantaeng : Suharno Hp. 0813 Hamzah Hp.0816842819/02679154424, Purwakarta: Ahmad Sapan 0817 4872742. 71654022 Hp. 081703742236. Probolinggo: Rahmania Agency, 0335-682890 Hp. 20457662, Jeneponto: Said Hp. 0813 55669269; Gowa ; Abd Hafiz Thoha 0411SUBANG: Dindin Awaludin Hp: 0812 9515 489; Cikampek : Wahid Ali 0821 1081 0495; 08124952963 Jember : Kamil Agency 0331-330124 Hp.08123254134. Gresik : Nada 5318997/ 081355099626, Maros; Rahmat Telp. 0411-2303382 Hp. 0852 4277 3082; Depok: Irfan Hp. 085777517380; Masjid UI Depok: Mas Ncep, (Toko buku Masjid UI), Agency 081553401845 Gresik: Media Ummah Agency Hp. 081615063909 Ngawi : Parepare : Muh Shaleh, Hp. 0852 99066543, Palopo : A. Massiwa Hp.0852 99235946, Beji Panmas: Marno 0818 0823 0217. BOGOR: Tedy Hp. 085717365900; AZIZ Hp. Smile Center 0351745934. Madiun : Luqman Agency 0351495027 Hp. 081335668774. Barru : Mukti Alimin, Hp. 0813 42671857, Pangkep : H. Erwin/ H. Onge, Hp. 085283779097/Telp. 0251 8360665; Cilebut: M.Izzata 081381361993/ Telp. Lumajang : Aftoni Agency 0334-884121 Hp. 081336762535. Banyuwangi : Khasanah 081355613017. Luwu Timur : Trisno Hp. 0813 55406162. Luwuk Banggai: Muh Arief, 02517542807; Cibinong: Andi zaenal Hp. 0817 9912458; SUKABUMI: Cikole: Yusuf Semesta 0333-7765856 Hp. 081358332444. Kediri : Al Ma'ruf Agency 0354-7061173 Hp. 085241187141; SULTRA : Awaluddin Raga 0813 41552048; AN NAHDHAH Agency 081563563216; Cibadak: Soma 085716895674; Cisaat: Ust Damanhuri Hp.081931036614. Tuban : Cipta Agency 0852 30316968. Bojonegoro : Harik Agency 0852 41042526/ 081341388318/ 0852 41026965. SULTENG: Palu: Syarlan 081382502197/ 081563122853, Pelabuhan Ratu : Abdussalam 085721415414. Lebak Kulon 0852 32590536. Malang : Zhafira Agency Hp. 081333007744. Tulung 085241158478; GORONTALO: Nurdini Hp, 0813 40042078. MALUKU: Ternate: BANDUNG: Iman Hp 022 6130 1056; Riki 0853 1553 1924, Regol: Dodiman Ali 022- Agung : Kios Muslim “Arinal Haq” Hp. 0852 3354 8294; Sampang : Cendekia Agency Sabarudin Hp. 0813 40187185/ Hp. 0812 4493965/ Telp. 0921 3302034/ 0921 76542224/ 08562187497; Ujung Berung: Ruswandi 08997119081. Cimahi: Azhari Hp. 0817 03630599. Sumenep : Rusliy Agency 0328-7710028 Hp. 081703030119. 3309054; Sulawesi Barat: Polewali mandar: Andi rahmawan 081354622248; Mamuju: 0817 0228025 / 08176509636/ 022 92557147; Padalarang: Ade Gustiadi Bangkalan : Global Partner Agency 031 81045451, 087849943666 . Pamekasan : Ust Haris 081355106685, Majene: Syafril 085299100068, Mamasa : Muh Yusron 085724420962; Margahayu: Zaenudin 085320137503; Ranca Ekek Barat: Budi Harun 0813 3285 6752/ 0819 1379 6115; Mojokerto : Wahana Karya 0321-7174466, 081342682787 Saifullah 0852 2276 0768, Rancaekek Timur: Dodi Adi Kusuma 0852 9521 6738; Hp. 08563439049. Situbondo : Media Umah,Irfan, 033 80673015 Hp. 08113502243. KALIMANTAN Cileunyi: Sahlan 081321712170; Majalaya: Arifin 087824035731. Cangkuang: Anggara Magetan : Forkisma Agency 0351-7681700. Nganjuk : Candra Agency 035 86132967 KALSEL : Banjarmasin. TB Al Ashar. Jl Brigjen H. Hasan Basri, Kayutangi ( Seberang kelana 085320916842; Solokan Jeruk: Alit Haeruman 085722597660/ Hp.085856543132; Blitar: Mukhlish Agency Telp. 0342-809515. Lamongan : Aris Gedung Iqro') Telp. 0511 240942. Umar, Spd Hp 085752606267 TB. JAILANI Banjar. 081320732334. Soreang: Achmad Mulyana 081573059743; SUMEDANG kota: Ence (LA_Net) 0322-318545, 085645554634. Banjarbaru : Natsir Telp. 0511 7560103. KALBAR : Al-Ponty Agency 0852 52585193. Hidayat 081572024919; Tanjungsari: Cucu 085221174604. CIANJUR: Usman Abu YOGYAKARTA Violeta Agency 760589. KALTIM : Balik Papan: Imam Sujono Hp. 0815 20368808. Ihsas 087778880443/0815 6376 5443; Tasikmalaya; Beny Agency 0853 5312 5778/ Yogyakarta : Nur Widianto Hp. 0811 2503937; Gunung Kidul : Anang Ma'ruf 0274- Balikpapan Utara: Abu Ridho 08125343526. Tanah grogot: Fahliannor (Abu Karamah) 0265 338734. CIAMIS-BANJAR: Asoed 085759159591; Oyah Rokayah 0812 2282678/ 7406061 Hp. 08175463111. Sleman : Jumardi Yanto 0811 2503937. Bantul : Farid 0853 9348 1117. Tarakan: Mansyur Hp. 0852 47424945; Berau : Madzudi/ TB Kiass 0265 741260; GARUT: Agus Kurniawan 085223994229; CIREBON: Acong Hp. 0852 Ma'ruf Telp. 0274-2660609 Hp. 08175423370. Kulonprogo : M. Hanif Telp. 0274- 085246080726. SAMARINDA: Yustinian Hp 0857 5280 0297; KALTENG : Palangkaraya: 24008686/ Telp. 0231 221040. KUNINGAN: Engkus Kustika 085324490903/ Mursyid Alfandy 0852 5288 1980/ 0857 5267 9700; Firdaus agency elp. 0812 7131593. 087723727500. INDRAMAYU: Barat : Khoirul Basri 081324244794; Timur: Haryono 5151011, Abu Farhan Supianur; Jl. Merak 0813 48149268. Barito Timur: Agus SUMATERA Hp. 0813 22537243. MAJALENGKA: Jatiwangi: Tatang SP 0813 95101850/ Supriyanto 0857 51551682, Buntok : Siti Jubaidah Jl Pelita Raya 0815 2808748; SUMBAR: Padang : Fadhilah 085762937889, Nursyam 0852 8687 1031; Bukittinggi: 08172308582; Obay Sobari 081324993057/ 0233 8286812. NTB: MATARAM: Anjani Hp.0818 03750962; Amanah , Jl. Pemuda No. 11 Telp.0370Agus Putra Hp: 081374668766, Lb. Alung: Usman 0857 6611 5006; Payakumbuh: irvan BANTEN 0813 7700 0771; Maninjau: Medios 0813 7463 2749; Lb Basung: Syaf 0852 6319 6601673. SUMBAWA : Ibrahim Kantor Bupati Sumbawa. Jl Garuda No.1 Hp. 0813 SERANG: Nizar, Pesantren AL abqory, Hp 085295121283/085716791554. Pandeglang: 7476; Solok: Dedi 0852 6379 7487; Dharmasraya: Syaiful Hp. 0852 7479 4940; Pesisir 53657551. Bahrudin Hp 0852 85425848; TANGERANG: Rahmat Nur 0813 8610 2196/ 0888 1888 Selatan: Bustanuddin Hp. 0821 7144 5938. Pasaman: Ibnu Aslim 0813 6370 2275; BALI: DENPASAR : Ust Hanif Hp. 0813 3064 1459. 588; Ali (Granada Agency) 021-9977 8904; Tangerang Kota: Abu Hanif Hp. SUMSEL: Palembang Syaiful Islam 0819 7815225/ 07117423504; Lubuk Linggau: PAPUA : Jayapura: Giri, Hp. 0813 4463 5563; Sorong: Muhammad Ja'far Abdullah, Hp. 081314844941; CIPUTAT: Abu Fariz Hp. 0815 978 5498. Supartono Hp.0852 8299 4889; Prabumulih: Fery Sofana 085268682244/ 0852 4444 8979. JAWA TENGAH 085294241272; RIAU PEKANBARU: Muhammad Ihsan Hp. 081268090955/ Salatiga: Ummah Wahidah Agency 0812 2890594. Purbalingga: Amin Agency 085227085935; Banjarnegara: Adi Agency 081334670290; Kendal: Almira Sahda Agency 08156548388. Pekalongan: Bp Ridho 081325075511. Klaten : Ahmad Faiz 0852 9102360; Solo : Abu Yusro 0817 443051. Sragen : UD Salsa Bila 0852 93711479. Boyolali : Wasith, Bendan, 0815 7641207. Wonogiri : Royyan 0813 29317863. Sukoharjo: Abu Ibrahim (0271) 7560751. Purworejo : Yasin, 0813 28710443. Magelang : Pustaka Maqwa 0293-5500222, Hp 081328665825. Cilacap : Sulthon Agency 0856 47673766, Rahmat 08157933384 . Purwokerto : Faizah Agency 0819 05352881. Pemalang: Bp Syahru 0816667035; Wonosobo: Marsaid Hp. 0852 2153 2359; Temanggung: Wahyu 0817 270 329. Semarang; Cahaya Umat 08174156771. Rembang: Bp. Jady 085290471147. Pati: Bp. 083187441188. Bengkalis Dumai: Riau agency Bpk Faisal Hp. 0852 7129 9488, Ust Edi 085726364422. Kudus: Isham Agency 085876767330. Jepara: Ghuroba Agency Armen Hp. 0852 7142 9632; KEPULAUAN RIAU: Erwin Susanto Hp. 0811 774272/ Telp. 085290730166. Blora: Fauzi 085878718661; Ungaran: Fazsy Agency 085865286444. 0771 28992; Batam: Nurul Izzati 08992009197, Azzam Hp. 0813 6477 4645. JAMBI:

Dapat dibeli di toko Gunung Agung Se-Jabotabek dan Toko Buku Walisongo Kwitang Jakarta Pusat

Konfirmasi Perubahan Data Agen sms ke M. Ihsan 087876904000

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Opini

27

Potret Perempuan dalam Kapitalisme
Oleh: Hana Annisa Afriliani SS, Ibu Rumah Tangga
e re m p u a n a d a l a h makhluk yang istimewa. Oleh karena itu, Rasulullah SAW sangat memuliakan perempuan dan tidak pernah menyakiti perempuan. Namun, sungguh ironis nasib perempuan di tengah-tengah sistem kapitalisme separti saat ini. Mereka dihinakan dan dilecehkan dengan segala bentuknya. Atas nama kebebasan berekspresi, kaum perempuan berlomba-lomba menampakkan kecantikkannya di hadapan publik. Padahal seharusnya hanya suaminyalah yang berhak atas kecantikannya tersebut. Kaum perempuan juga kerap kali menjadi korban eksploitasi, sebagai model, bintang iklan, pemain sinetron, dan lain sebagainya, meskipun aurat mereka diumbar. Mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya mereka tengah terjerat dalam bisnis kapitalisme. Bukan itu saja, kaum perempuan juga berlombalomba menjadi tenaga kerja wani-

P

ta di luar negeri demi menopang perekonomian keluarga. Pemerkosaan, pelecehan seksual, KDRT pun, rata-rata korbannya adalah kaum perempuan. Sebenarnya hal tersebut terjadi karena faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah karena lemahnya penanaman akidah Islam pada diri perempuan. Sedangkan faktor eksternal adalah ketiadaan sistem yang menerapkan aturan Islam secara kaffah dalam negara. Lemahnya penanaman akidah mengakibatkan lahirnya sosok-sosok perempuan yang rapuh, mudah terpengaruh, dan tidak berprinsip. Pada akhirnya mereka akan mudah terseret oleh derasnya arus kapitalisme yang melanda negeri ini. Ketiadaan pondasi dasar dalam pembentukkan kepribadian mereka, mangakibatkan mereka mudah terjebak kepada hal-hal yang sesungguhnya menjerumuskan mereka dalam kemaksiatan. Padahal sesungguhnya dengan tertancapnya akidah yang

kokoh dalam diri-diri kita merupakan perisai awal untuk menangkis segala bentuk godaan dalam sistem kapitalisme ini. Seorang perempuan yang kokoh akidahnya tidak akan mudah terpengaruh untuk mengumbar auratnya demi mengikuti fashion. Ia akan tetap istiqamah dengan pakaian takwa yang diwajibkan Allah atasnya. Dengan begitu ia akan terjaga dari pandangan lakilaki yang bukan mahramnya karena Allah pun menjaganya atas ketaatannya. Ia pun tidak akan mudah rapuh dengan segala kondisi yang menyulitkan dirinya, misalnya kondisi ekonominya yang tidak bersahabat. Ketiaadaan sistem yang menerapkan aturan Islam secara kaffah juga turut andil dalam mewujudkan nasib perempuan yang kian terpuruk. Karena hanya aturan Islamlah yang sesungguhnya mampu memuliakan perempuan. Islam mewajibkan perempuan untuk menutup auratnya dengan sempurna ketika berada di kehidupan umum, yakni dengan ke-

rudung dan jilbab. Islam juga mengatur bahwa suamilah yang wajib dalam mencari nafkah bagi keluarganya, sehingga tidak membebankan perempuan untuk ke luar rumah mencari nafkah apalagi sampai ke luar negeri meninggalkan keluarganya seperti yang terjadi dalam sistem kapitalisme saat ini. Kalau pun pada akhirnya kaum perempuan sangat terpaksa harus bekerja, Islam melarang perempuan untuk bekerja yang menampakkan auratnya dan mengeksploitasi kecantikannya. Itulah sistem Islam yang dengan segala keagungannya mampu mengangkat derajat kaum perempuan pada kemuliaan. Dalam naungan sistem Islam, perempuan terlindungi. Contohnya, ketika seorang Muslimah dilecehkan oleh Yahudi Bani Qainuqa di Madinah, Rasulullah segera mengambil tindakan tegas pada kaum Yahudi tersebut, yakni mengusir mereka keluar dari Madinah. Sedangkan saat ini, ketika banyak perempuan menjadi

korban perkosaan dan pelecahan, apa yang dilakukan oleh para penguasa negeri ini? Tidak ada, kecuali hanya kecaman yang sekadar retorika. Jelaslah bahwa hanya dengan Islam dengan akidah dan syariahnyalah yang mampu mewujudkan kesejahteraan dan kemuliaan pada diri perempuan. Dan kapitalisme hanyalah ide yang absurd dalam mewujudkan hal tersebut, melainkan justru membuat para perempuan semakin tenggelam dalam lumpur kenistaan. Sudah saatnya kaum perempuan menyadari akan jerat-jerat kapitalisme yang manis namun sesungguhnya mampu membunuh mereka perlahan-lahan. Perempuan harus bangkit dengan memperkokoh akidah mereka serta berjuang bersama-sama untuk mengembalikan kehidupan Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah. Ingatlah, bahwa perempuan shalihah adalah pendamping orang-orang yang dirindukan surga.[]

28

Mancanegara

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Pidato Lauren Booth:

Menentang Penahaan Dr Aafia Siddiqui di London
Wahai ibu, setiap malam dalam mimpiku Rasulullah SAW mengunjungiku. Lalu Rasulullah SAW mengajakku untuk menemui istrinya Aisyah ra, dan mengenalkannya ke istrinya bahwa inilah putriku Afia.
Kalau ada orang yang berani mengecam kita sebagai unjuk rasa anti Barat, maka kami akan katakan jangan coba-coba mengancam kami secara emosional, karena hukum yang buruk tetaplah hukum yang buruk, tindakan kriminal tetaplah kriminal, dan kita akan selalu memprotesnya hingga Allah subhanahu wa ta'ala memanggil kita.. dan kalian tidak akan membungkam kami dengan tuduhantuduhan 'anti Barat' dan 'anti semitisme' Saudara-saudara, Afia Siddiqui tidak ditahan sebagai teroris. Dia ditahan karena dia adalah ilmuwan biologi syaraf. Dia ditahan karena dia adalah aktifis. Kalian mungkin tidak tahu, tapi dalam waktu 5-6 tahun sebelum dia ditahan, Afia telah menyuarakan derita Bosnia, Afghanistan, Irak dan umat Islam di dunia. Afia adalah seorang yang terbaik di antara umat kita ini. Saya bekerja dengan Muslim Legal Fund (yayasan bantuan hukum untuk Muslim) di Amerika, dan ketahuilah ketidakadilan yang menimpa Afia bukanlah satu-satunya.. Saat ini di Amerika ada sekitar 300 saudara Muslim yang menjalani hukuman penjara dalam waktu yang lama karena tuduhan yang berdasarkan motivasi pre-emptive (sangkaan kejahatan sebelum kejahatan tersebut terjadi). Amerika senang melakukan tindakan pre-emptive, seperti serangan pre-emptive dan sekarang mereka mau keadilan pre-emptive. Kalian tahu? Menurut saya mereka terlalu banyak menonton film, siapa yang telah menonton Minority Report? Di dalam film tersebut Tom Cruise adalah seorang polisi dari masa depan, dan tidak ada kejahatan sama sekali, karena jika ada tindakan kejahatan, mereka bisa ke masa depan dan menghentikan tindakan kejahatan tersebut. Mereka berpikir bahwa itu yang sedang terjadi di Amerika. Jika kalian berpakaian seperti “teroris”, jika kalian pergi ke konferensi-konferensi aktivis, jika kalian memprotes dan kalian cocok dengan kriteria-kriteria tersebut, Amerika akan melakukan tindakan pre-emptive dengan memasukkan kalian ke penjara dengan tuduhan kejahatan teroris, sebuah tindakan yang tidak kalian lakukan, dan tidak akan pernah kalian lakukan, saya mau kalian semua awas terhadap ini, bukan berarti saya ingin kalian takut saudara-saudara, tapi kita harus bersatu. Afia Siddiqui selalu teguh berjuang untuk saudara-saudara dan tidak pernah mundur. Demikian pula kita juga harus bersikap sama dengan Afia dan umat Islam lainnya di masyarakat kita. Karena kalau kita lihat Inggris sekarang, ketika salah seorang dari saudara kita ditahan, seseorang yang kita kenal, mungkin dia seorang dokter, atau sukarelawan, tahukah kita apa yang terjadi? Apakah kita masih mau mengunjunginya, atau kita berkilah kita khawatir terhadap keluarga kita? ingat bahwa kita semua akan mempertanggungjawabkan kepada Allah terkait nasib saudarasaudara kita. Maka kita tidak boleh takut, hukum yang tidak adil adalah hukum yang tidak adil. Dan saya akan akhiri dengan pernyataan berikut. Afia Siddiqui adalah korban ketidakadilan, tapi tidak ada yang menang disini. Saya beritahu, Subhanallah, Afia Siddiqui adalah pemenang terhadap para penahannya. Dia adalah pemenang yang sebenarnya karena Afia menginginkan Jannah. Alhamdulillah. Di bulan Ramadhan 2011, ibu dari Afia mendapatkan telpon dari Afia yang terpenjara di Amerika . Ibunya pun menangis.. Ia ingat cucunya harus melalui penderitaan, cucu laki-lakinya masih hilang, dan anak perempuannya masih tidak jelas kapan akan bebasnya, kecuali dengan ridha Allah.. Tahukah apa yang Afia katakan kepada ibunya? “Wahai ibu janganlah menangis, saya gembira!” Subhanallah, kenapa dia gembira? “Wahai ibu, setiap malam dalam mimpiku Rasulullah SAW mengunjungiku. Lalu Rasulullah SAW mengajakku untuk menemui istrinya Aisyah ra, dan mengenalkanku ke istrinya bahwa inilah putriku Afia..” Subhanallah Jadi kita bukanlah pemenang, tapi kita akan menjadi pemenang kalau kita bersikap tegas dalam menegakkan keadilan demi Allah subhanahu wa ta'ala. Dan ibu Afia telah mendapatkan kabar bahwa Afia akan mendapatkan jannah dari Nabi Muhammad SAW dalam mimpi Afia. Allahu Akbar, takbir! Kita tidak akan takut oleh siapapun, kecuali Allah SWT. Assalamu'alaykum. [] rusydan/fw ; sumber : http://www.youtube.com/ watch?feature=player_embedded &v=6UalWi7qQ1E#)

Lauren Booth
paya pembebasan Dr Aafia Siddiqui terus dilakukan kaum Muslimin dari berbagai kawasan dunia. Muslimah Pakistan, Dr Aafia Siddiqui ilmuwan yang dipenjara 86 tahun di Amerika, menderita kanker dan mengalami pelecehan seksual selama dalam tahanan. Dr Aafia Siddiqui lahir di Karachi, Pakistan, tanggal 2 Maret 1972. Dia adalah ibu dari tiga orang anak dan juga seorang penghafal (hafiz) Quran. Aafia dan ketiga anaknya itu ditangkap oleh agen intelijen Pakistan pada bulan Maret 2003 dan diserahkan kepada orang-orang Amerika di

U

Afghanistan dan dipenjarakan di Bagram. Di penjara ia berulang kali diperkosa, disiksa dan dilecehkan selama bertahun-tahun. Pada tanggal 4 Agustus 2008, jaksa federal di Amerika Serikat menegaskan Aafia Siddiqui telah diekstradisi ke AS dari Afghanistan. Dia ditahan sejak pertengahan Juli 2008. Selama dalam tahanan wanita kecil dan lemah ini dituduh menembaki para perwira AS (padahal tidak ada yang terluka) sementara dirinya lah yang terluka selama proses penahanan itu. Berikut ini pidato yang menyentuh dari Lauren Booth seorang mualaf Inggris dalam aksi ' Menentang Penahanan Aafia Sid-

Pukul07.30-08.00WIB

diqui' di London, Ahad (23/9). Lauren Booth dikenal gencar melakukan pembelaan terhadap umat Islam yang ditindas. Meskipun merupakan saudara ipar dari mantan PM Inggris Tony Blair, Booth dengan berani menyerukan menyeret mantan PM Inggris itu bersama George W Bush ke Pengadilan Kriminal Internasional karena bertanggung jawab dalam berbagai kejahatan terhadap umat Islam. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Wahai saudara-saudaraku seiman, Aafia Siddiqui adalah saudara kita dalam ikatan kemanusiaan. Dia adalah saudara kita dalam Islam, dan apa yang telah diperbuat Amerika terhadapnya adalah sebuah tindakan kejahatan, dan mengapa mereka memenjarakan seorang wanita seperti saudara kita Aafia? Mari kita lihat sebenarnya siapakah dia. Aafia Siddiqui adalah seorang ilmuwan biologi syaraf, salah satu dari para ilmuwan jenius umat kita sekarang. Wahai saudara-saudaraku, enam bulan yang lalu saya berada di Malaysia, saya mendatangi sebuah konferensi yang bertujuan untuk membawa George Bush dan Tony Blair ke pengadilan Den Haag, pengadilan dengan tuduhan kriminalitas perang. Di konferensi itu saya berbincang dengan seseorang ibu-ibu Irak, yang telah diambil dari rumahnya, yang telah dituduh dengan salah satu tuduhan kriminalitas Amerika, yang telah disiksa, keponakannya telah dibawa ke selnya dan ditelanjangi di hadapannya, dan dipermalukan dengan tindakan lainnya, anak perempuannya diancam akan diperkosa.

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012 Kronik Mancanegara

Mancanegara

29

MA Bangladesh : Hizbut Tahrir Bukan Teroris
Mahkamah Agung Bangladesh (18/9) telah membatalkan penangkapan Prof Dr Sayyid Ghulam Mawla melalui Pengadilan Tingkat Pertama. Mahkamah Agung menolak klaim pemerintah bahwa kegiatan Hizbut Tahrir masuk dalam ketentuan UndangUndang Anti-Terorisme yang dituduhkan. Namun putusan Mahkamah Agung tersebut tidak menyenangkan pemerintah, sehingga pemerintah memutuskan untuk tidak menghormati putusan pengadilan itu dengan cara menculiknya. Ini adalah pengadilan yang sama, yang pemerintah bersungguh-sungguh melaksanakan semua kepu-tusan hukumnya jika keputusan hukumnya itu sesuai keinginannya. Ini menunjukkan akan standar ganda dan kemunafikan rezim yang berkuasa dan sistem demokrasi.[]

Iran Akui Tengah Membantu Tiran Suriah
Kepala Staf Umum Pasukan Iran Hasan Fairuz Abadi menjelaskan dalam sebuah wawancara semi resmi dengan kantor berita ILNA (21/9/2012) bahwa perang yang sedang berlangsung di Suriah adalah perang di dalam negerinya. Ia mengatakan: “Apa yang dikatakan oleh Basyar al-Asad adalah benar, karena Suriah adalah garis depan dalam menghadapi entitas penjajah al-Quds. Dan saya telah mempertahankan garis ini selama bertahun-tahun.” Surat kabar Wall Street Journal mengutip Komandan Garda Revolusi Muhammad Ali Jaafari yang mengatakan kepada sekelompok pelatih tentara Iran pada pertengahan bulan lalu: “Kami terlibat dalam pertempuran dengan semua dimensinya, baik yang sifatnya militer maupu budaya.”[]

Kristen Koptik Mesir Tuntut Penerapan Syariah Islam
Bahkan uskup mereka meminta para wanita memakai pakaian seperti halnya Muslimah.
ekelompok Kristen di Mesir menuntut Majelis Konstituante menyusun konstitusi baru yang secara tegas memungkinkan mereka untuk melaksanakan syariah Islam. Kantor berita “Asy-Syarq al-Ausath” melaporkan asosiasi “Koptik 38” menyatakan penolakannya terhadap pasal baru yang diusulkan kepada Majelis Konstituante. Dalam pasal ini ditetapkan para penganut agama samawi selain Islam menerapkan hukum mereka sendiri dalam persoalan perdata dan urusan agama. Asosiasi menekankan akan kelayakan mereka sebagai rakyat Mesir untuk menerapkan syariah Islam yang ditetapkan secara eksplisit melalui konstitusi. Dalam memorandumnya Ahad (23/9), kelompok Kristen Koptik ini menegaskan alasan kenapa mereka menuntut penerapan syariat Islam. Antara lain syariah Islam menasakh (menghapus) syariah-syariah sebelumnya, syariah Islam menjaga darah, kehormatan dan kemuliaan ahlul kitab (Nasrani dan Yahudi), syariah Islam memberi mereka hak-hak yang sama seperti hak-hak kaum Muslim. Alasan lainnya, tidak ada syariah (aturan hukum) dalam Kristen, sehingga Alkitab (Injil) memerintahkan umat Kristen untuk mengikuti konstitusi negara, di manapun mereka berada. Oleh karena itu sebagai umat Kristen di Mesir wajib mengikuti syariah Islam sebagai sumber utama konstitusi negara, yang darinya lahir undang-undang (hukum) umum bagi negara. Asosiasi Koptik ini juga menegaskan pasal baru itu justru akan mengancam bangsa, karena ia akan membakar api fitnah (konflik) sektarian. Apalagi hal itu kontradiksi dengan perjanjian internasional tentang hak asasi manusia. Pasal baru ini dikhawatirkan akan menghancurkan konsep kewarganegaraan. Sebelumnya Uskup Bishoy,seorang Uskup Koptik Mesir menyararankan agar wanita Kristen Mesir berpakaian lebih sopan, seperti saudara Muslimah mereka dan mengikuti teladan mereka. “Bunda Maria biasa memakai tarha (syal panjang yang

Diculik

S

menutupi rambut), mengapa Anda tidak mengikuti contohnya dan menutup rambut?” kata uskup, yang merupakan salah seorang calon bagi kursi kepausan Gereja Ortodoks Koptik, mengatakan baru-baru ini. Keberadaan Kristen Koptik di Mesir yang mencapai 10 persen dari 85 juta penduduk Mesir menunjukkan bagai-mana Islam memperlakukan agama Kristen dengan baik. Meskipun Mesir pernah di bawah naungan Khilafah yang menerapkan syariah Islam, pemeluk agama Kristen tetap dilindungi. Warga non Muslim yang hidup dalam wilayah Khilafah disebut ahlul dzimmah -orang yang terikat perjanjianyang berarti mereka menikmati hak penuh kewarganegaraan. Hak mereka dilindungi di bawah hukum syariah baik dalam hal hidup, kehormatan, harta, agama dan lainnya sama seperti warga negara lainnya. Mereka memiliki kewajiban membayar jizyah tetapi dibebaskan dari kewajiban membayar zakat. Rasulullah SAW juga bersabda: “Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, ia tidak akan mendapatkan bau surga meski bau surga itu bisa tercium dalam jarak 40 tahun perjalanan." (HR. Ahmad) Sir Thomas Arnold dalam bukunya 'The Call to Islam' menyatakan: "Kami tidak pernah mendengar tentang upaya untuk memaksa pihak non Muslim untuk menerapkan Islam atau tentang segala penganiayaan terorganisir yang ber tujuan membasmi umat Kristen.” Lebih lanjut dia juga mengatakan "Seandainya khalifah memilih salah satu dari rencana ini (memaksa atau membasmi umat Kristen), tentunya mereka bisa membasmi umat Kristen dengan mudah seperti yang terjadi pada umat Muslim selama pemerintahan Ferdinand dan Isabella di Spanyol, dengan metode yang sama Louis XIV membasmi Protestan dengan menghukum mati pengikutnya, atau dengan kemudahan yang sama mengusir orang Yahudi dari Inggris untuk periode 350 tahun".[] fw dari berbagai sumber

Istri Sayyid Ghulam Mawla, penasihat senior Hizbut Tahrir Bangladesh dan dosen pada Studi Manajemen Universitas Dhaka, pada Senin (24/9) menyatakan bahwa suaminya telah menjadi korban 'penghilangan secara paksa'. Pada jumpa pers yang diselenggarakan di ruang pengacara Mawla, Shahida Ahmed mengaku bahwa mereka tidak tahu tentang keberadaan suaminya. Pada 19 September, wali Mawla Latif Ahmed mengajukan dokumen yang diperlukan atas jaminan pembebasan penasehat Hizbut Tahrir kepada kepala Penjara Kashimpur Abul Bashar. Namun pada saat itu, kepala penjara, bukannya menyerahkannya kepada walinya itu, malah menyerahkannya kepada sekelompok orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota Detektif Kepolisian. Shahida Ahmed mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui mengenai keberadaan Mawla sejak 'penangkapan ilegal' dari gerbang penjara itu. Mawla Latif menyatakan bahwa polisi pada hari Kamis mengaku dihadapan Wakil Rektor bahwa mereka telah menahan seorang dosennya.[]

Lagi, Teroris Amerika Bantai Muslim Pakistan
Negara teroris Amerika kembali menyerang umat Islam di perbatasan Pakistan-Afghanistan. 6 Muslim terbunuh, Senin (24/9) malam, di wilayah suku di Pakistan barat-laut, Waziristan Utara. Seperti biasa, Amerika mengklaim yang terbunuh adalah grilyawan yang menentang penjajahan Amerika di kawasan itu. Serangan pesawat tanpa awak milik AS pada Senin adalah yang ke-30 di Pakistan pada 2012. Sejauh ini, sedikitnya 219 orang dilaporkan telah tewas dalam serangan semacam itu. Tanpa pengadilan, tanpa bukti, hanya dengan anggapan bahwa target adalah militan, Amerika dengan pesawat tanpa awaknya terus meneror umat Islam di Pakistan. BBC (25/9) mengutip sebuah laporan AS menyebutkan warga sipil Pakistan ”diteror” oleh serangan pesawat tak berawak CIA selama 24 jam.[] joy dari berbagai sumber

30

Hikmah

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

Wali Allah SWT vs Wali Setan
lquran membagi manusia menjadi dua golongan: mereka yang termasuk para wali Allah SWT (awliya'ulLah) dan mereka yang tergolong para wali setan (awliya'usysyayathin). Dua golongan ini tentu berbeda dan saling bertentangan satu sama lain. Terkait dua golongan ini Allah SWT berfirman (yang artinya): Sebagian manusia ada yang mendapat hidayah, sementara sebagian yang lainnya disesatkan karena mereka sesungguhnya telah menjadikan setan-setan sebagai wali selain Allah, sementara mereka mengira bahwa mereka mendapatkan hidayah (TQS al-A'raf [7]: 30). Allah SWT juga berfirman (yang artinya): Orangorang beriman itu berperang di jalan Allah, sementara orang-orang kafir berperang di jalan thaghut. Maka dari itu, perangilah para wali setan karena sesungguhnya tipudaya setan itu benar-benar lemah (TQS an-Nahl [16: 98). Tentang wali Allah SWT, Allah SWT berfirman (yang artinya): Ingatlah sesungguhnya para wali Allah itu tidak ada ketakutan dalam diri mereka dan mereka tidak merasa khawatir. Mereka beriman dan bertakwa (kepada Allah) (TQS Yunus [10]: 62). Dalam ayat di atas tegas, Allah SWT menyatakan bahwa para wali-Nya adalah siapa saja yang beriman dan bertakwa. Sebaliknya, para wali setan, menurut Ibnu Taimiyah, adalah siapa saja yang kafir kepada Allah, para malaikat-Nya kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya dan Hari Akhir. Demikian pula orang yang mengimani sebagian ayat-ayat Allah tetapi mengingkari sebagian ayat-ayat lainnya. Mereka adalah orang-orang kafir yang sebenarbenarnya. Dengan demikian menurut Ibnu Taimiyah, keimanan dan ketakwaan termasuk dalam makna

A

kewalian. Karena itu, orang-orang kafir, munafik atau fasik bukanlah wali Allah SWT (Ibnu Taimiyah, t.t.: 20). Tentang betapa mulianya kedudukan para wali Allah SWT, ada sebuah hadits qudsi yang terkenal. Disebutkan bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda: Allah SWT telah berfirman, “Siapa saja yang memusuhi wali-Ku, dia berarti telah memaklumkan agar Aku memerangi dirinya. Tidaklah seseorang bertaqarrub kepada Diri-Ku yang lebih Aku sukai seperti saat dia menunaikan apa saja yang telah Aku wajibkan kepada dirinya. Seorang hamba senantiasa bertaqarrub kepada Diri-Ku dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintai dirinya. Jika Aku telah mencintai dirinya, Aku menjadi pendengarannya yang dengan itu dia mendengar; menjadi penglihatannya yang dengan itu dia melihat; menjadi tangannya yang dengan itu dia menyerang; menjadi kakinya yang dengan itu dia melangkah. Jika dia memohon kepada Diri-Ku, niscaya Aku mengabulkan doanya. Jika dia memohon perlindungan kepada Diri-Ku, pasti Aku akan melindungi dirinya.” (HR al-Bukhari). Menurut Ibnu Taimiyah, hadits di atas adalah hadits paling shahih yang menjelaskan ihwal wali Allah SWT. Lalu apa yang dimaksud dengan perwalian ( wilayah )? Perwalian ( wilayah ) adalah lawan dari permusuhan ('adawah). Asal wilayah adalah cinta dan kedekatan. Asal permusuhan ('adawah) adalah kebencian dan kerenggangan. Sering dikatakan, “Sesungguhnya seorang wali disebut wali karena dia berwali kepada Allah di dalam ketaatan atau mengikuti seluruh aturan-Nya.” (Ibnu Taimiyah, t.t.: 44). Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya para waliku adalah orang-orang yang bartakwa, siapapun mereka dan di mana pun mereka

berada.” (HR Ahmad). Ada sebagian orang yang menyangka, bahwa wali Allah itu adalah orang yang memiliki keistimewaan di luar kebiasaan (khawariq al-'adah). Memang, tidak dipungkiri di tengah-tengah kaum Muslim ada orang-orang yang bersungguh-sungguh di dalam ilmu, kezuhudan dan ibadah. Pada saat yang sama mereka memiliki kemampuan di luar kebiasaan seperti kemampuan mukasyafah (menyingkap perkara-perkara gaib). Tentu, keistimewaan di luar kebiasaan atau kemampuan mukasyafah bukanlah ukuran kewalian seseorang. Sebab, sebagian orang kafir atau munafik pun kadang memiliki kemampuan yang sama seperti halnya dukun, tukang sihir dll. Kemampuan ini datang dari setan. Yang jadi ukuran kewalian seseorang adalah sejauh mana mereka menempuh manhaj Rasulullah SAW. Karena itu, tidak boleh terlintas dalam benak siapapun bahwa para wali itu, misalnya memiliki thariqah sendiri menuju Allah SWT yang berbeda dengan para nabi; atau bahwa para nabi hanya teladan bagi orang-orang kebanyakan, bukan untuk orang-orang khusus. Tidak boleh juga terlintas dalam benak seorang Muslim bahwa seseorang yang telah mencapai derajat wali Allah atau makrifat kepada Allah boleh meninggalkan syariah-Nya. Bahkan seandainya ia memiliki sejumlah keistimewaan seperti bisa terbang di udara atau shalat di atas air, tetapi meninggalkan syariah-Nya, maka ketahuilah, sebagaimana kata Ibnu Taimiyah pula, ia bukan wali Allah, tetapi wali setan (Ibnu Taimiyah, t.t.: 62). WalLahu a'lam. [] abi

Media Umat | Edisi 90, 19 Dzulqaidah - 2 Dzulhijjah 1433 H/ 5 - 18 Oktober 2012

31

Alhamdulillah...
atas terselenggaranya

Silaturahim Akbar

Keluarga Besar Hizbut Tahrir Indonesia
2 - 25 September 2012 di lebih dari 40 kota dan kabupaten

Peran Ulama dalam Menegakkan Khilafah,

Negara Ideal

yang Menyejahterakan

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful