Kirim Teman | Print Artikel

AP Tersenyum bahagia ketika meninggalkan Singapura Berita Terkait: • Perjalanan Panjang Anggi dan Anjeli ... • Bocah Kembar Anggi-Angeli Berhasil Dipisahkan! • Anggi dan Angeli Layak Dioperasi ... 10 Jam yang Menyelamatkan ... Jakarta, Rabu "Mereka begitu lincah, sama sekali tidak terlihat seperti baru menjalani sebuah operasi yang menegangkan,” begitu komentar Dr. K.C. Tan, kepala tim 15 dokter bedah yang sukses memisahkan bayi kembar berusia 15 bulan, Anggi dan Anjeli. Banyak yang tidak menyangka, akhir operasi akan berjalan begitu mulus. Dr. Keny Ee, salah seorang spesialis, menyatakan bahwa ia sangat berterima kasih pada para dokter bedah, sehingga ia hanya sedikit menemui masalah. “Kedua bayi sangat baik dan stabil kondisinya,” ujarnya. Meski sepertinya adem ayem, operasi yang dilakukan di Rumah Sakit Gleneagels Singapura itu sempat menimbulkan kekhawatiran. Dr. Tan menjelaskan, tim khawatir kalau jantung Anjeli akan tidak mampu bertahan terhadap stres akibat operasi. Namun, Anjeli bisa mengatasinya dengan baik. Dalam kenyataannya, sebagian besar dari 400 ml darah yang diperlukan selama operasi tersedot oleh Anggi. Dr. Tan memperkirakan, setelah enam minggu kedua bayi bisa pulang ke rumah mereka di Sumatera. Sementara biaya dan segala akomodasi selama mereka tinggal di Singapura ditanggung oleh seorang pengusaha asal Medan, Olo Panggabean. Total jenderal uang yang keluar dari kantong Panggabean sekitar AS $ 1 juta.

Anjeli ditransfusi darah akibat kekurangan oksigen gara-gara jantungnya masih lemah. Senin. dan vagina yang semuanya “menggumpal" jadi satu. Siang: Liver yang cuma satu dibelah. Ventilator Anggi dicabut sehingga ia bernapas dengan sistem pernapasan sendiri. Usus besar cukup panjang untuk dibagi dua. 16. termasuk kaki buatan. Pisau bedah memotong bagian belakang kaki ketiga. Dengan begitu masing-masing bayi memperoleh bagian untuk membentuk kolon. Selasa.15: Bayi kembar Anggi dan Anjeli didorong menuju ruang operasi. 16. Minggu. Yang menjadi perhatian yaitu perawatan di masa depan. Jari kaki pada kaki ketiga dibuang dan jaringan digunakan sebagai penutup perut yang terbuka pada kedua bayi. 24 Mei 2005: Kedua bayi bersiaga dan aktif. 20. 23 Mei 2005: Pemulihan kondisi kedua bayi sangat baik. Salah satu bayi kemudian di bawa ke kamar operasi lain untuk direkonstruksi bagian perutnya. Kedua bayi menangis karena sakit. setidaknya satu langkah telah terselesaikan. Beginilah saat-saat operasi yang menegangkan itu: Sabtu. Tim mulai membedah bagian perut yang menyatu.30: Operasi selesai. Namun. Para dokter kemudian mempelajari organ-organ tubuh yang letaknya amburadul dan memilah organ milik siapa. Kedua bayi dibawa ke unit perawatan intensif yang dipantau dari jam ke jam. persoalan biaya bukan masalah bagi orangtua Anggi dan Anjeli.00: Usus-usus akhirnya bisa dipisahkan. 22 Mei 2005: Anjeli bangun duluan disusul Anggi. uteri. saluran kencing.Untuk sementara.00: Para dokter mengurai kandung kemih.30: Si kembar akhirnya terpisah. Proses ini memerlukan beberapa jam dan mereka kaget menemukan bahwa organ reproduksi dan pengeluaran ada dua. 21 Mei 2005 07. 10. seorang pedagang keliling. . pasangan Subari (41).00: Kedua bayi diletakkan telentang. dan Neng Harmaeini (37). 15. Ventilator Anjeli dicabut. 11.00: Tulang yang tidak berguna di kaki ketiga dibuang. ovarium. Mereka bermain dengan mainan dan minum susu. Irisan kulit dari kaki ini dibagi dua dan masing-masing ditangkupkan ke pangkal paha.

18 Juli 2005: Anggi dan Anjeli meninggalkan Singapura dan tiba kembali di Indonesia melalui Bandara Polonia.Akhir pekan: Anggi dan Anjeli akan dikeluarkan dari unit perawatan intensif. Medan.6 minggu berikutnya: Kedua bayi dijadwalkan kembali ke Indonesia. Minggu berikutnya: Mereka menjalani fisioterapi untuk menguatkan kaki. Senin. Masingrnasing hanya memiliki satu kaki. 4 . (intisari) .