PORTOFOLIO KASUS V No. ID dan Nama Peserta : No.

ID dan Nama Wahana: Topik: Death case (CHF NYHA III-IV) Tanggal (kasus) : 12 Desember 2012 Nama Pasien Ny. I Tanggal presentasi : 13 Desember 2012 Tempat presentasi: RSUD Ajappange Kab. Soppeng Obyek presentasi : Keilmuan Diagnostik Neonatus  Bayi Keterampilan Manajemen Anak Remaja Penyegaran Masalah Dewasa Lansia Tinjauan pustaka Istimewa Bumil No. RM : 10 31 67 Pendamping: dr. Abd. Rahman U. Sp.PD / dr. Made Arie Dwi Winarka / RSUD Ajappange Kab. Soppeng

Deskripsi Subjektif: Seorang perempuan berumur 21 tahun dengan keluhan nyeri perut kanan bawah sejak kurang lebih empat hari sebelum masuk rumah sakit. Pada awalnya nyeri dirasakan di ulu hati kemudian berpindah di perut kanan bawah, lalu nyeri dirasakan di seluruh bagian perut. Nyeri dirasakan terus-menerus dan tidak menjalar, nyeri semakin memberat sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan, mual, muntah (1x, isi makanan dan lendir keputihan) dan perut terasa kembung. Pasien mengalami demam sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit, demam dirasakan terus-menerus sepanjang hari. Pasien tidak BAB selama 2 hari, tidak flatus, BAK normal. Pola makan pasien tidak teratur dan jarang mengkonsumsi makanan berserat. Riwayat berobat sebelumnya di puskesmas dan mendapat terapi antasida dan antibiotik.

Tujuan: mengetahui gambaran dan penanganan awal terhadap tuberculosis Bahan bahasan: Cara membahas: Tinjauan pustaka Diskusi Presentasi diskusi dan E-mail Pos Riset Kasus Audit

isi makanan dan lendir keputihan) dan perut terasa kembung. : massa tumor (-). sela iga tidak melebar. dirasakan terus-menerus sepanjang hari.2 cmH2O  Toraks: Inspeksi Palpasi : simetris kiri = kanan. BAK normal. Pola makan pasien tidak teratur dan jarang mengkonsumsi makanan berserat./  Leher : DVS R+/. Pasien tidak BAB selama 2 hari . Objektif:  Tanda vital : Tekanan darah : 130/90 mmHg  Kepala: Konjungtiva anemis : . nyeri tekan (-). vocal fremitus kiri=kanan Perkusi : sonor. Wh -/Bunyi jantung I/II murni regular  Ekstremitas : Edema (-) 3. mual. Riwayat Keluarga: - . tidak flatus. 2. 21 tahun MRS dengan nyeri perut kanan bawah dialami sejak empat hari sebelum masuk RS dan memberat sejak satu hari yang lalu.8 0C Auskultasi : Bronkovesikuler.Data utama untuk bahan diskusi: 1. Demam sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Subjektif: Perempuan. Riwayat kesehatan/penyakit: - 5.. Awalnya nyeri dirasakan di ulu hati kemudian berpindah ke perut kanan bawah lalu di seluruh bagian perut. Nafsu makan menurun. Riwayat Pengobatan: riwayat mengkonsumsi antasida dan antibiotik 4. BPH : ICS VI kanan depan N : 90 x/menit P: 28 x/menit S: 37. muntah (1x. bunyi tambahan : Rh -/.

dirasakan terus-menerus sepanjang hari.4 PLT: 222 x 103  USG Kesan: tampak collection fluid sekitar Mc. Hasil pembelajaran: 1. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV.e. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI b.6. 21 tahun MRS dengan nyeri perut kanan bawah dialami sejak empat hari sebelum masuk RS dan memberat sejak satu hari yang lalu.a. Peter.2 x 106 HGB: 12. Aru w. Pasien tidak BAB selama 2 . Kabo. Penatalaksanaan kasus Appendisitis Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio 1. Nafsu makan menurun.1 x 103 RBC: 4. Awalnya nyeri dirasakan di ulu hati kemudian berpindah ke perut kanan bawah lalu di seluruh bagian perut. muntah (1x. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.2010.Bagaimana menggunakan obat-obat kardiovaskular secara rasional.Burney. Subyektif: Perempuan. Sudoyo.2006. isi makanan dan lendir keputihan) dan perut terasa kembung. Riwayat pekerjaan: mahasiswa 7. Lain-lain:  Lab : Darah rutin WBC: 7. mual. Demam sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. tidak tampak target sign Diagnosa masuk: Appendisitis akut Daftar Pustaka a. Diagnosis Appendisitis 2.

vagus. nyeri di daerah epigastrium akan terjadi beberapa jam (4-6 jam) seterusnya akan menetap di kuadran kanan bawah dan pada keadaan tersebut sudah terjadi nyeri somatik yang berarti sudah terjadi rangsangan pada peritoneum parietale dengan sifat nyeri yang lebih tajam. Pola makan pasien tidak teratur dan jarang mengkonsumsi makanan berserat. Pada awalnya nyeri dirasakan di ulu hati. obstipasi dan meteorismus. Obyektif: Tanda-tanda vital dalam batas normal. kemudian berpindah di perut kanan bawah lalu nyeri dirasakan di seluruh bagian perut. maka nyeri visceral itu akan dirasakan mula-mula di daerah epigastrium dan periumbilikal Secara klasik. Pada mulanya terjadi nyeri visceral. Burney. usia 30 tahun mengeluh nyeri perut bawah kanan sejak 4 hari (SMRS). namun jarang berlanjut menjadi berat dan kebanyakan vomitus hanya sekali atau dua kali. vomitus. BAK normal. Assessment (penalaran klinis): Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik diagnosis pasien ini adalah Akut Abdomen e. Disertai gejala anoreksia. nyeri semakin memberat sejak 1 hari SMRS. terlokalisir serta nyeri akan lebih hebat bila batuk ataupun berjalan kaki. Apendisitis akut.hari . Berdasarkan anamnesis didapatkan bahwa pasien merupakan seorang pria. Hal tersebut timbul oleh karena apendiks dan usus halus mempunyai persarafan yang sama. yaitu nyeri yang sifatnya hilang timbul seperti kolik yang dirasakan di daerah umbilikus dengan sifat nyeri ringan sampai berat. 2. . Gejala utama pada apendisitis akut adalah nyeri abdomen. susp. tidak flatus. Nyeri dirasakan terus-menerus dan tidak menjalar. Hampir tujuh puluh lima persen penderita disertai dengan vomitus akibat aktivasi N. pada pemeriksaan abdomen ditemukan nyeri tekan pada daerah Mc.c. 3.

kembung (+) bila terjadi perforasi. Rovsing sign (+). Rovsing sign adalah nyeri abdomen di kuadran kanan bawah. Pada auskultasi didapatkan bising usus (+) menurun. penonjolan perut kanan bawah terlihat pada appendikuler abses. Obturator sign adalah rasa nyeri yang terjadi bila panggul dan lutut difleksikan kemudian dirotasikan kearah dalam dan luar secara pasif. Defance muscular adalah nyeri tekan kuadran kanan bawah abdomen yang menunjukkan adanya rangsangan peritoneum parietal. Psoas sign terjadi karena adanya rangsangan muskulus psoas oleh peradangan yang terjadi pada apendiks. hal tersebut menunjukkan peradangan apendiks terletak pada daerah hipogastrium Auskultasi tidak banyak membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis. tetapi kalau sudah terjadi peritonitis maka bunyi peristaltik usus atau tidak terdengar sama sekali. Pada pemeriksaan rectal toucher didapatkan nyeri tekan(+) jam 9-12. hal ini diakibatkan oleh adanya nyeri lepas yang dijalarkan karena iritasi peritoneal pada sisi yang berlawanan. Rectal Toucher/Colok dubur . Rebound tenderness (nyeri lepas tekan ) adalah rasa nyeri yang hebat (dapat dengan melihat mimik wajah) di abdomen kanan bawah saat tekanan secara tiba-tiba dilepaskan setelah sebelumnya dilakukan penekanan yang perlahan dan dalam di titik Mc Burney. defans muskular (+) di kuadran kanan bawah.Burney sign). Defans musculer (+) karena rangsangan M. Nyeri lepas (+) karena rangsangan peritoneum. hal tersebut timbul biasanya pada letak apendiks pelvikal yang merangsang daerah rektum. Pada pemeriksaan fisik didapatkan Nyeri tekan (+) di seluruh lapang abdomen terutama kuadran kanan bawah (Mc. diduga telah terjadi perforasi.Penderita apendisitis akut juga mengeluh obstipasi sebelum datangnya rasa nyeri dan beberapa penderita mengalami diare.Rektus abdominis. yaitu suhu antara 37. nyeri tekan pada jam 9-12. Biasanya penderita berjalan membungkuk sambil memegangi perutnya yang sakit. Pada palpasi didapatkan titik nyeri tekan kuadran kanan bawah atau titik Mc Burney. Gejala lain adalah demam yang tidak terlalu tinggi.50C tetapi bila suhu lebih tinggi. Nyeri lepas (+) Psoas sign (+).50 – 38. apabila kita melakukan penekanan pada abdomen bagian kiri bawah. Hal ini sesuai pada tanda klinis apendisitis akut. . Obturator sign (+).

Obstruksi usus biasanya nyeri timbul perlahan-lahan di daerah epigastrium. Pada pemeriksaan urinalisa dapat ditemukan hematuria dan piuria pada 25 % pasien. pada kondisi perforasi gambarannya dapat berupa lesi tubuler dengan air-fluid level di regio iliaca dextra. 4.Kelainan bidang urologi seperti batu ureter atau batu ginjal kanan. Adanya riwayat kolik dari pinggang ke perut menjalar ke inguinal kanan merupakan gambaran yang khas. Pada pemeriksaan fisis akan menunjukkan distensi abdomen dan timpani. nyeri tajam pada perut bagian bawah. demam dan tenesmus. maka perbedaannya bukanlah hal penting.000-20. Foto polos abdomen atau urografi intravena dapat memastikan penyakit tersebut. Plan Diagnosis: Dari hasil pemeriksaan fisik dan penunjang yang dilakukan maka pasien didiagnosis dengan Apendisitis Akut. Jika leukosit lebih tinggi biasanya dicurigai telah terjadi perforasi. terdengar metalic sound pada auskultasi. antara lain: Kelainan bidang gastroinestinal seperti divertikulitis menunjukkan gejala yang hampir sama dengan apendisitis tetapi lokasi nyeri lebih ke medial. Beberapa diagnosis banding appendicitis akut yang perlu dipikirkan.Patogenesis Pemeriksaan radiologi yang dapat membantu diagnosis adalah USG. Kolitis ditandai dengan feses bercampur darah. Pada pemeriksaan laboratorium dapat ditemukan leukositosis moderat (10. Eritrosituria sering ditemukan. Karena kedua kelainan ini membutuhkan tindakan operasi.000/ µL). .

Abdomen tegang. Peradangan peritoneum merupakan penyulit berbahaya yang dapat terjadi dalam bentuk akut maupun kronis. Komplikasi yang lain yaitu peritonitis generalisata dan terbentuknya massa periapendikular. Keterlambatan penanganan merupakan alasan penting terjadinya perforasi. Konsul dokter ahli bedah Pada apendisitis akut. Hal ini ditandai dengan adanya nyeri perut yang sangat hebat di seluruh lapang abdomen serta peningkatan suhu tubuh terus-menerus. pasien dianjurkan untuk tirah baring dan diberikan antibiotik sistemik spektrum luas untuk mengurangi insidens infeksi pada luka post operasi. nyeri makin hebat meliputi seluruh perut dan perut menjadi tegang dan kembung. Nyeri tekan dan defans muskuler di seluruh perut. Keadaan ini biasanya terjadi akibat penyebaran infeksi dari apendisitis. Injeksi Ranitidine 1 ampule/ 8 jam/iv 4. kaku.Penatalaksanaan Awal di Unit Gawat Darurat 1. nyeri tekan. aktivitas peristaltik berkurang sampai timbul ileus paralitik. dan bunyi usus menghilang. Darah Rutin 5. peristaltik usus menurun sampai menghilang karena ileus paralitik. Bila bahan yang menginfeksi tersebar luas pada permukaan peritoneum menyebabkan timbulnya peritonitis generalisata. Dengan begitu. Injeksi Ceftriaxone 1 gr/ 12 jam/iv 3. Pada pasien ini kemungkinan sudah terjadi perforasi dan peritonitis lokal. Pada tanda klinis didapatkan defans muscular lokal di kuadran kanan bawah serta bising usus menurun. oligouria. Komplikasi apendisitisyang dapat terjadi adalah Perforasi. dan mungkin syok. abses. muntah. dan perforasi diperlukan tindakan operasi apendiktomi cito. Gejala : demam. usus kemudian menjadi atoni dan meregang. Cairan dan elektrolit hilang ke dalam lumen usus menyebabkan dehidrasi. Sebelum dilakukan tindakan pembedahan. Foto BNO 3 posisi 6. gangguan sirkulasi. Lab. nyeri abdomen. USG Abdomen 7. Perforasi appendix akan mengakibatkan peritonitis purulenta yang ditandai dengan demam tinggi. . Tindakan ini dapat dilakukan melalui laparotomi atau laparoskopi. lekositosis. IVFD RL 24 tpm 2.

27 Desember 2012 Peserta Pendamping dr. serta komplikasi yang mungkin terjadi.Pendidikan: Kita menjelaskan prognosis dari pasien. Rujukan: Diperlukan jika terjadi komplikasi serius yang harusnya ditangani di rumah sakit dengan sarana dan prasarana yang lebih memadai. Makassar. Misdawaty . Konsultasi: Dijelaskan adanya indikasi operasi dan konsultasi dengan spesialis bedah untuk penanganan lebih lanjut. Made Arie Dwi Winarka dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful