You are on page 1of 24

KEBERHASILAN TERAPI FOTOKOAGULASI LASER PADA PASIEN RETINOPATI DIABETIK DI RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG PERIODE JANUARI

2004 – DESEMBER 2004

Disusun Oleh : Shanti F Boesoirie

Telah disetujui dan diperiksa oleh Pembimbing Unit Retina

Dr. Djonggi Panggabean, SpM(K)

Dr. Iwan Sovani, SpM, MKes

BAGIAN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN RS MATA CICENDO BANDUNG 2005

1

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Penelitian Retinopati diabetik merupakan salah satu penyebab berkurangnya tajam penglihatan pada 90 % penderita yang telah menderita diabetes melitus tipe 1 atau 2 selama 15 – 20 th.1,2 Diabetes mellitus tipe 1 adalah kelainan dimana pangkreas berhenti meproduksi insulin sehingga glukosa tidak bisa pindah dari darah ke sel, pada umumnya terjadi pada usia sebelum 30 th. Diabetes mellitus tipe 2, pangkreas tidak bisa memproduksi cukup insulin sehingga tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara maksimal, biasa terjadi pada usia lebih dari 40 th. Resiko penurunan tajam penglihatan pada penderita diabetes dapat dikurangi dengan cara deteksi dini retinopati, rajin memeriksakan kadar gula darah dan keadaan mata, serta penatalaksanaan yang efektif. Salah satu penatalaksanaannya adalah dengan fotokoagulasi laser.1,2,3,4,5,6,7 Fotokuagulasi laser telah memberikan hasil yang baik pada retinopati diabetik yang disertai clinically significant macular edema (CSME ),

neovaskularisasi

pada retina dan pada penderita dengan res iko tinggi

proliferative disease (retinopati diabetic preproliferatif). Dengan fotokoagulasi laser, progresifitas retinopati diabetik dapat diturunkan secara efektif (90 %), sehingga kehilangan tajam penglihatan berat dapat dihindari.
2,3,8,9

Terdapat tiga metoda fotokoagu lasi Laser pada retinopati diabetik. Pertama adalah Scatter ( panretinal) yang dapat memperlambat perkembangan serta me-regresi neovaskularisasi pada diskus optikus dan permukaan retina.

Kedua fotokoagulasi fokal yang ditujukan langsung pada kebocoran di fundus posterior retina untuk yang difus.2,3,8,9 2 mengurangi edema makula. Ketiga adalah fotokoagulasi

grid, yang ditujukan pada daerah edema yang terjadi akibat kebocoran kapiler

2 Tujuan Penelitian Untuk mendapatkan gambaran secara umum keberhas ilan terapi fotokoagulasi laser pada pasien retinopati diabetik di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung 1.3. sehingga dapat diketahui gambaran penyakit retinopati diabetik bagaimana yang dapat diterapi fotokoagulasi laser. perlu diketahui karakteristik retina pada retinopati diabetik. Di Rumah Sakit Mata Cicendo. 1.2 Rumusan Masalah Bagaimana keberhasilan terapi fotokoagulasi Laser pada penderita retinopati diabetik di Rumah sakit Mata Cicendo Bandung pada periode Januari 2004 .4 KEGUNAAN PENELITIAN Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih baik mengenai penanganan fotokoagulasi laser pada penderita retinopati diabetik di Rumah Sakit Mata Cicendo. 3 . belum terdapat data angka keberhasilan pasien retinopati diabetik yang dilakukan o f tokoagulasi laser.Desember 2004 ? 1.1 Maksud Penelitian Untuk mengetahui angka keberhasilan terapi fotokoagulasi laser pada pasien retinopati diabetik di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung 1. sehingga penyusunan data tersebut akan sangat membantu evaluasi hasil yang telah dicapai dalam rangka peningkatan hasil terapi.Untuk mendapatkan hasil pengobatan yang baik. s ehingga dapat memberi masukan terhadap penanganan pasien retinopati diabetik yang diterapi fotokoagulasi laser.3.3 Maksud dan tujuan penelitian 1.

Penatalaksanaan Retinopati kelainan penyakitnya.1. Keadaan lain yang mungkin timbul adalah penebalan membrana basalis yang terjadi karena gangguan sintesis m atriks ekstraseluler.11 4 . Salah diabetik. mempertahankan struktur pembuluh darah dan membantu fungsi sawar.9 Pada keadaan yang lebih lanjut.8 2. 9. cara dibuat adalah berdasar dengan pada tingkat sa tu mengguna kan fotokoagulasi laser yang digunakan pada Retinopati diabetik. pendarahan dan terbentuknya neovaskularisasi. eksudasi. kelainan ini dapat dit andai dengan pertumbuhan abnormal pembuluh darah retina yang disebabkan o leh iskemia retina. kadar serum lipid dan fibrinolisis yang abnormal.BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.11 akan menjala r kearah retina yang iskemik untuk memperdarahinya. dan dapat berkembang ke dalam beberapa tingkat penyakit. Hal n i i mengakibatkan terjadinya peningkatan perlekatan platelet dan agregasi trombosit. yang ditandai dengan dilatas i pembuluh darah. yang berakibat hilangnya hubungan antara perisit dengan endotel sehingga terjadi proliferasi endotel yang berlebihan. Pembuluh d arah yang abnormal tersebut 10. Gambaran klinis awal penyakit ini meliputi mikroaneurisma dan pendarahan retina.1 Patogenesis Retinopati Diabetik Hiperglikemia yang cukup lama dapat menyebabkan perubahan endotel vaskular. mikroaneuris ma.1 Kajian Pustaka Retinopati diabetik adalah suatu kelainan vaskular retina yang didapatkan pada penderita diabetes mellitus tipe 1 dan 2 setelah 10 – 15 th. serta jumlah hormon yang tid ak normal seperti vascular endothelial growth factor (VEGF). Kelainan vaskular ini disebabkan oleh hilangnya perisit yang melekat pada membrana basalis yang berfungsi mengatur kontraktilitas kapiler .

2 Klasifikasi Retinopati Diabetika International Clinical Diabetic Retinopathy and Diabetic Macul a r Edema Disease Severity Scales (2002) mengemukakan berdasarkan penelitian ETDRS sebagai klasifikasi retinopati diabetik nonproliferative diabetic retinopathy (NPDR). Peningkatan li pid . edema makula diabetik ( Diabetic macular edema/ DME) dapat terjadi.¼ daerah diskus atau NVD disertai perdarahan vitreus/ preretina. atau terdapat eksudat keras pada daerah tersebut. atau venous beading yang terjadi pada dua kuadran. atau NVE ≥ ½ daerah diskus dan perdarahan preretina/ vitreus).1 Pemeriksaan rutin Kelainan metabolik pada diabetes melitus mempunyai pengaruh besar pada komplikasi yang mungkin terjadi. atau IRMA pada 1 kuadran).1.11 2. yang juga dikenal sebagai background diabetic retinopathy (BDR) dan Proliferatif diabetic retinopathy (PDR). serta PDR berat ( polus posterior tertutup oleh perdarahan preretina/vitreus) 11 Selama progresifitas retinopati diabetik berjalan.11 Proliferatif diabetic retinopa thy (PDR) didiagnosis jika didapatkan neovaskularisasi dan atau perdarahan vitreus/preretina yang dibagi menjadi PDR awal ( adanya neovaskularisasi di diskus/NVD (neovaskularization of the disc ) atau tempat lain / NVE (neovascularization elsewhere) ).1. NPDR dibagi menjadi NPDR ringan ( hanya terdapat mikroaneurisma) . PDR resiko tinggi ( NVD ≥ ⅓ .8. 11 termasuk CSME bila terdapat penebalan retina pada jarak 500 m dari sentral makula.3 Penatalaksanaan Retinopati Diabetik 2.9. Kelainan sistemik dan beberapa keadaan juga dapat berpengaruh serum lipid terhada p dan tingkat retinopati diabetik.2. karena rusaknya sawar darah retina sehingga terjadi kebocoran pembuluh kapiler yang hiperpermiabel.3. serum misalnya dapat 5 peningkatan hi pertensi.1. atau terjadi penebalan retina yang lebih luas dari 1 area diskus dalam jarak 1 diameter diskus dari sentral makula. dan NPDR berat (lebih dari 20 perdarahan intra retina di setiap kuadran pada 4 kuadran. NPDR sedang ( lebih dari hanya mikroaneurisma ringan tetapi le bih ringan dari NPDR berat). DME dapat dibagi menjadi non CSME dan CSME.

retina dan ruang dibawah retina dengan resolusi yang tinggi. diperlukan beberapa pemeriksaan tambahan yang berguna untuk me ngontrol derajat progresifitas retinopati diabetik. Pasien dengan NPDR tanpa edema makula bukan indi kasi terapi fotokoagulasi laser.1.3 Fotokoagulasi Laser Fotokoagulasi laser dilakukan untuk mengurangi res iko penurunan penglihatan yang disebabkan oleh retinopati diabetik. Hal terpenting pada pasien – pasien ini adalah disiplin dalam memonitor kadar gula darah secara teratur tiap 4 – 6 bulan sekali. Angiografi fluoresin (FFA) berguna untuk membantu menget a hui derajat penyakit dengan mengetahui banyaknya kebocoran pada retina dan neovaskularisasi yang terjadi. dan bertujuan untuk membatasi kebocoran vaskular pada daerah retina yang mengalami kerusakan.1.3. tetapi intensitas dan besarnya bakaran pada PRP bervariasi tergantung dari setiap kasus dan protokol yang ditetapkan.3. yang dilakukan dalam pola menyebar ( scatter) pada retina. Terdapat beberapa tekhnik fotokoagulasi laser.9 6 . dapat dilakukan pada edema makula dan daerah yang mengalami kebocoran yang difus. 7. Optical coherence tomography (OCT ) dapat memberikan gambaran vitreoretina. sehingga dapat digunakan untuk memonitor edema makula dan mengetahui traksi vitreo makula. fotokoagulasi yang digunakan adalah PRP ( Panretinal photocoagulation). yang berguna untuk regresi neovaskularisasi.11 menyebabkan terjadinya eksudat retina pada NPDR dan edema makula.8.7.8.2 Pemeriksaan tambahan Pada penderita retinopati diabetik. Ultrasonografi (USG) membantu pemeriksaan Retinopati diabetik yang disertai kekeruhan media . 11 2.11 2.9 2 Focal dan Grid Laser Photocoagulation 6. Panretinal photocoagulation (PRP)/Scatter Pada retinopati diabetik. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan progresifitas edema makula dan Retinopati diabetik secara umum. yaitu : 1.

Early/moderate PDR ( proliferative diabetic retinopathy ) Penderita early/moderate PDR merupakan indikasi terapi laser. NPDR yang dIsertai dengan CSME.8. ditandai dengan perdarahan di seluruh kuadran retina.8 yaitu : 1. dan cotton wool spot.8. atau didapatkan kaliber vena yang abnormal ( beading ) di dua kuadran atau setidaknya terdapat IRMA ( intraretinal microvascular abnormalities ) di satu kuadran.9 Indikasi tindakan fotokoagulasi laser. karena sudah didapatkan pertumbuhan neovaskularisasi yang tidak normal sehingga fotokoagulasi laser d apat meregresi neovaskularisasi ini . cotton wool spot. yaitu 1) Focal laser photocoagulation diarahkan langsung pada pembul uh darah yang abnormal dengan tujuan mengurangi kebocoran cairan yang kronis.Penatalaksanaan edema makula pada retinopati diabetik dapat menggunakan dua metoda yang berbeda dengan PRP. Pada dasarnya semua pasien dengan CSME memerlukan terapi fotokoagulasi untuk melindungi makula dan penglihatan sentral8 2. difus.9 2) Grid laser Photocoagulation digunakan pada kebocoran yang edema. eksudat lunak.8 3. Keadaan ini mengindikasikan iskemi retina yang progresif. dan dilakukan dengan pola grid pada area Keadaan ini ditandai dengan perdarahan luas. PPDR (preproliferative retinopathy) merupakan indikasi terapi laser. karena resiko perkembangan penyakit kearah PDR tinggi ( 10 – 50 % dalam 1 tahun kecuali di terapi dengan laser). dan perdarahan intraretina 8 a yng multiple disertai NVE ( neovascularization elsewhere ) 7 .

PDR lanjut yang disertai neovaskularisasi8 Keadaan ini merupakan stadium lanjut retinopati diabetik. Focal/grid dan PRP ( panretinal photocoagulation) merupakan pilihan terapi pada keadaan ini8 5.3.8 Pada keadaan ini. Prevalensi retinopati diabetik meningkat seiring dengan durasi diabetes mellitus dan usia penderita. operator dapat melihat fundus retina secara adekuat. Retinopati diabetik jarang ditemukan pada usia kurang dari 10 th.4 Operatif Tindakan bedah yang dilakukan adalah vitrektomi pars plana. sehingga keadaan ini perlu dipertimbangkan untuk dilakukan vitrektomi. biasanya ditandai dengan neovaskularisasi pada diskus ( NVD ) pada area yang lebih besar dari ¼ ukuran diskus. karena jika terjadi perdarahan vitreus yang hebat. perdarahan vitreus. yang dilakukan bila terdapat media yang keruh. PDR dengan CSME Keadaan ini merupakan indikasi fotokoagulasi laser untuk me regresi neovaskularisasi yang tidak normal dan untuk melindungi makula juga penglihatan sentral. 2. 8 .4. dan resiko terjadinya retinopati diabetik meningkat setelah pubertas. akan sulit bagi operator untuk melakukan laser. atau perdarahan vitreus dan perdarahan preretina yang disertai NVD. ablasio retina traksi yang mengenai makula dan a blasio retina kombinasi traksi dan regmatogen. atau perdarahan vitreus dan preretina yang disertai neovaskularisasi lebih besar dari ½ diameter diskus tetapi jauh dari diskus optikus ( NVE ). laser merupa kan pilihan terapi untuk meregresi neovaskularisasi yang tidak normal dengan syarat.1.2 Kerangka Pemikiran Retinopati diabetik merupakan salah satu penyebab kebutaan di dunia. Keadaan ini ditandai dengan pe rdarahan subretinal yang luas disertai eksudat.11 8 pada 2.

11. Fo tokoagulasi laser dapat dilaku kan dengan mempertimbangkan banyaknya eksudat di fovea. dan fotopsia. dan penglihatan warna.11 Beberapa efek samping perlu diperhati kan setelah fotokoagulasi laser terutama fotokoagulasi laser scatter. Hasil penelitian ini menyimpulkan. selain turunnya tajam penglihatan 1-2 baris pada beberapa pasien.12 Penelitian lain yang dilakukan oleh Early treatment Diabetic Retinopathy study (ETDRS) mengenai terapi fotokoagulasi.11. kesimpulan.Berbagai penatalaksanaan telah diteliti. pada penderita retinopati diabetik yang diterapi dan 16 % dalam 2 tahun. sebaiknya fotokoagulasi laser dilakukan sebelumnya.11 9 . salah satunya adala h penggunaan fotokoagulasi laser.12 Pada pasien DME yang tidak disertai gejala da n mempunyai tajam penglihatan yang baik. hilangnya akomodasi sementara. Beberapa hal yang lebih jarang terjadi adalah silau. dibanding penderita yang tidak diterapi fotokoagulasi laser. keadaan mata sebelahnya. dan kemungkinan terjadinya PDR. Pada edema makula. diantaranya terapi awal fotokoagulasi la ser scatter mengurangi resiko penurunan tajam penglihatan yang berat ( <5/200 paling sedikit ) dalam periode 4 bulan hingga 90 %. sulit untuk membuat keputusan kapan harus dilakukan terapi fotokoagulasi laser. menghasilkan beberapa fotokoagulasi laser didapatkan penurunan resiko tajam penglihatan yang berat sebanyak 50% dalam 4 bulan. Lapang pandang juga dapat berkurang . Pada pasien yang akan dilakukan operasi katarak. fotokoagulasi laser menurunkan resiko berkurangnya tajam penglihatan dan dapat m engurangi edema retina.11 Diabetic retinopathy Study (DRS) meneliti tajam penglihatan penderita PDR atau PPDR yang diterapi fotokoagualsi L aser PRP. diantaranya penurunan tajam penglihatan di malam hari. fotokoagulasi laser Scatter bukan indikasi terapi pada retinopati diabetik yang ringan juga sedang dan lebih efektif dilakukan pada penderita diabetes melitus tipe 2. karena resiko terjadinya PDR lebih besar setelah operasi katarak.

Di Rumah Sakit Mata Cicendo. 10 . Data yang menujukkan angka keberhasilan terapi fotokoagulasi laser pada penderita retinopati diabetik di Rumah Sakit Mata Cicendo belum pernah dikumpulkan. tetapi menggunakan double ND YAG la ser yang frekuensinya mendekati argon laser. Perbedaan penggunaan kedua jenis laser tersebut belum pernah diteliti sebelumnya. Argon laser mempunyai frekuensi 514 nm. erapi t fotokoagulasi laser tidak menggunakan argon laser. hal tersebut membuat penulis ingin membuat penelitian mengenai hal ini. sedangkan double ND YAG laser mempunyai frekuensi 532 nm.

2 Objek Penelitian Obyek penelitian adalah semua pasien retinopati diabetik yang dilakukan Fotokoagulasi Laser pertama kali.Jenis Kelamin 2.Mempunyai rekam medis yang dapat ditemukan . data diambil dari rekam medis Rumah Sakit Mata Cicendo .Pasien retinopati diabetik pertama yang telah dilakukan fotokoagulasi laser untuk baik kali dalam periode bulan Januari 2004 – Desember 2004 unilateral ataupun bilateral.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini bersifat observasional retrospektif terhadap data sekunder rekam medik Rumah Sak it Mata Cicendo untuk melihat angka keberhasilan terapi fotokoagulasi laser pada pasien retinopati diabetik periode Januari 2004 – Desember 2004 3.2 Kriteria Eksklusi .2. akan dikumpulkan data dengan variabel sekunder. yang berobat ke Unit Retina pada periode Januari 2004 – Desember 2004 3.1 Kriteria Inklusi .3 Variabel Penelitian Pada penelitian ini.Penderita dengan rekam medik yang tidak lengkap 3.Usia . Karakteristik klinis 11 .Penderita dengan follow up minimum 3 bulan paska fotokoagulasi laser.BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3. Karakteristik demografi penderita . 3. yang meliputi : 1.2.

Tajam Penglihatan dasar awal sebelum fotokoagulasi Laser . atau IRMA pada 1 kuadran)9.Kadar gula darah sebelum fotokoagulasi laser .NPDR .. Retinopati diabetik adalah suatu kelainan vaskular retina yang terjadi pada penderita diabetes melitus baik tipe 1 atau tipe 2. NPDR sedang ( lebih dari hanya mikroaneurisma ringan tetapi lebih ringan dari NPDR berat).Tingkat retinopati diabetik . edema makula.Gambaran fundus retina sebelum fotokoagulasi Laser ( perdarahan. NPDR berat (lebih dari 20 perdarahan intra retina di setiap kuadran pada 4 kuadran.Sisi mata yang dilaser . .Gambaran fundus retina setelah fotokoagulasi laser ( regresi neovaskular. neovaskularisasi ) . Non proliferatif diabetic retinopathy (NPDR) dibagi menjadi NPDR ringan ( hanya terdapat mikroaneurisma). atau venous beading yang terjadi pada dua kuadran.11 Proliferatif diabetic retinopa thy (PDR) didiagnosis jika didapatkan neovaskularisasi dan atau perdarahan vitreus/pre retina11 12 . perdarahan) 3. tajam penglihatan yang tetap atau membaik setelah dilakukan fotokoagulasi laser.Tajam penglihatan setelah fotokoagulasi laser .PDR . penderita dengan edema makula yang membaik. regresi edema makula.PPDR .4 Definisi operasional Kriteria yang dimasukkan ke dalam keberhasilan terapi fotokoagulasi laser adalah penderita yang mengalami regresi neovaskular.Lama menderita diabetes mellitus .

3.April 2005.6 Analisis Data Analisa data dilakukan dengan menggunakan metoda statistik deskriptif non analitik terhadap seluruh variabel yang diamati. 5 Cara Kerja Data retrospektif dikumpulkan dari rekam medik penderita retinopati diabetik yang dilakukan laser fotokoagulasi di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung periode Januari 2004 – Desember 2004 Data yang diambil meliputi seluruh variabel penelitian yang dinilai dan dicatat di buku rekam medik pada saat penderita berobat ke unit retina Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung 3. 13 .7 Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilakukan di Rumah sakit mata Cicendo Bandung pada bulan Maret . 3.

40 41 .16 %) Tabel 4.64 14 24 36.84 63.16 14 .1. sedangkan 85 diantaranya tidak dapat dinilai keberhasilan terapinya.1.1 Keadaan Sebelum Fotokoagulasi Laser Terdapat 294 pasien retinopati diabeti k yang berobat ke uni t retina sejak Januari 2004 sam pai dengan dilakukan terapi Rumah Sakit Mata Cicendo Bandu ng Desember 2004.70 71 . hanya 38 pasien.50 51 .60 61 .14 % ) yang masuk dalam kriteria inklusi penelitian ini dan dapat dinilai keberhasilan terapinya.05 2. 84 %) dan 24 penderita wanita (63. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografi.63 36. 56 mata ( 21. Karakteristik demografi mencakup usia penderita dan jenis kelamin seperti yang terdapat pada tabel 4. Jenis Kelamin Laki .80 2. dan karakteristik klinis.84 %.1 Karakteristik Pasien Retinopati Diabetik yang Difotokoagulasi laser di RS. masing – masing 36.laki Perempuan Jumlah ( n = 38 ) 1 14 14 8 1 Persentase % 2. dengan presentasi tertinggi pada usia 41 – 50 th dan 51 – 60 th. Mata Cicendo periode Januari – Desember 2004 Data Pasien 1.84 21. didapatkan 14 penderita laki – laki ( 36. Usia Penderita (thn) 30 .1 Hasil Penelitian 4. 123 pasien (41. Berdasarkan jenis kelamin.84 36. Data karakterisitik pasien yang difotokoagulasi laser di Rumah Sakit Mata Cicendo dari Januari 2004 – Desember 2004 (n = 38 ) memperlihatkan usia pasien berkisar antara 30 hingga 80 tahun.84 %) diantaranya fotokoagulasi laser.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Dari 123 pasien ini.

sisi mata yang fotokoagulasi laser yang dilakukan dan dilaser. gambaran fundus sebelum dan setelah fotooagulasi laser.53 26.53 10.32%). kebanyakan men getahui dirinya mengidap DM selama kurang dari 5 th dan antara 5 .53 Dari 56 mata.32 10.2 Karakteristik klinis penderita yang akan difotokoagulasi laser periode Jan – Des 2004 1. yaitu lama menderita diabetes mellitus.32 19 7 10 4 50 18. kadar gula darah sebelum fotokoagulasi. Tabel 4. Lima puluh persen penderita ti dak mengetahui kadar gula darah m ereka sebelum fotokoagulasi laser. NPDR + CSME menempati urutan terbanyak didapatkan (58. dan karakteristik klinis mata yang akan dilaser yang meliputi ju mlah mata yang dilaser. dan dari semua pasien yang mengetahui menderita DM antara kurang dari 5 t h hingga 20 th. tingkat diabetik retinopati. Dapat dilihat pada semua pasie n terjadi CSME ( 100 % ) 15 .Karakteristik klinis dibagi berdasarkan karakteristik klinis penderita. dan kadar gula darah terbanyak adalah 201-400 mg/dl yang didapatkan pada 10 penderita ( 26.93 %).32 10.20 Tidak tahu 2. Kadar Gula Darah sewaktu/puasa/2jpp Tidak diketahui < 200 201-400 > 400 10 10 4 4 10 26.32 % ).15 > 15 .10 th.07 %).10 > 10 . diikuti PDR + CSME (41. Lama Menderita DM (th) <5 > 5 .32 26. Penderita retinopati diabetik kebanyakan tidak mengetahui mengidap diabetes mellitus (26. tajam penglihatan dasar sebelum fotokoagulasi laser.42 26.

5 21.36 %.4/4 4.14 %). seperti angiografi fluoresin / FFA (7.93 41.64 %).64 16. dilakukan Tajam penglihatan penderita retinopati diabetik bervariasi dari ≤ 1/60 hingga 4/4.07 5. Pada beberapa orang penderita pernah dilakukan beberapa tindakan sebelum fotokoagulasi laser. dengan presentasi terendah pada tajam penglihatan ≤ 1/60 yaitu 5.36 16 .5 %.14 19.71 7. Hanya 30. dan sisanya dilakukan pada kedua mata.57 %) dan pars plana vitrektomi / VPP 5. yang paling banyak ditemukan adalah adanya NVE yaitu 52.Dari 38 penderita. kebanyakan hanya satu mata yang fotokoagulasi laser (52.94 10.07 32.71 10.71 37.57 5. Sisi Mata yang dilaser Kedua mata Mata Kanan Mata Kiri 3. Tindakan Pre Laser FFA VPP IVTA Jumlah ( n = 56 mata ) 33 23 18 11 9 3 20 21 12 Jumlah (n = 17 mata) 9 4 4 Jumlah (n = 7 mata) 4 2 3 Persentase % 58.35 % mata yang didapatkan neovaskularisasi sebelum fotokoagulase laser. Tajam Penglihatan pre laser < 1/60 1/60 .5/60 >4/80 .43 52.94 %.14 3. Neovaskularisasi NVE NVD NVD + NVE 5.3 Karakteristik klinis mata yang akan difotokoagulasi laser periode Jan – Des 2004 Data Mata 1.36 % Tabel 4.36 35.4/16 >4/16 . Injeksi triamsinolon acetat intravitreal / IVTA (3. Tingkat Retinopati Diabetik NPDR + CSME PDR + CSME 2. kebanyakan tajam penglihatan penderita sebelum fotokoagulasi laser antara >4/80 – 4/16 yaitu 37.

15 0.2 5.36 %).≤ 150 m pada 28 mata ( 50 % ) Exposure time yang digunakan paling banyak adalah 0.≤ 150 100 .2 sec pada 45 mata (80. diikuti bakaran sebanyak < 500 yaitu pada 15 mata ( 26.15 – 0. Jenis Laser Focal Grid PRP 2.43 14. Tabel 4. Exposure time (sec) 0.57 %) diikuti fotokoagulasi fokal pada 12 mata (21. Jumlah bakaran < 500 501 . 24 42.29 50 17.79 %).86 10. Power (mw) < 200 ≥ 200 Karakteristik klinis mata penglihatan. Ukuran bakaran yang paling banyak adalah antara 100 .2 0.14 %).43 %) Jumlah bakaran terbanyak yang dilakukan antara 501 – 1000 bakaran yang dilakukan pada 29 mata (51.79 51.Fotokoagulasi laser yang dilakukan pada 56 mata kebanyakan b erupa fotokoagulasi PRP yang dilakukan pada 30 mata (53.≤ 400 4.14 pasca fotokoagulasi edema laser meliputi tajam regresi neovaskul ar dan makula.29 64. Tajam penglihatan 17 .≤ 300 200 .28 26.86 17.15 . dan power yang paling banyak digunakan adalah power ≥ 200 mW pada 32 mata (57.79 %). Ukuran bakaran (m) < 100 100 .4 Karakteristik fotokoagulasi laser yang dilakukan pada penderita diabetik retinopati periode Jan – Des 2004 Data Laser Jumlah mata (n = 56) 12 8 36 15 29 12 8 28 10 10 6 45 5 Persentase % 21.43 14.93 1.1000 > 1000 3.86 32 57.0.71 80.36 8.79 21.

21 . dan menjadi salah satu penyebab kebutaan di dunia.10.6 %. dan membaik sebanyak 30. Pada kebanyakan penderita terjadi regresi neovaskular setelah fotokoagulasi laser. regresi neovaskular pada retina dan diskus. Tabel 4. keadaan paska fotokoagulasi laser menetap pada 46. NVD 50 %dan pada NVE + NVD 50 % keadaannya tetap.22 25 0 23.4 MEMBURUK Jumlah % 22 2 1 0 13 39.43 % mata.6.penderita yang telah difotokoagulasi laser membaik (44.43 MEMBAIK Jumlah % 25 5 2 2 17 44.11 Fotokoagulasi laser menjadi salah satu pilihan terapi pada r etinopati diabetik karena dapat mengurangi penur unan tajam penglihatan yang berat dengan cara menutup kebocoran pada pembuluh darah retina dan meregresi neovaskularisasi abnormal pada retina akibat retina yang iskemi.9 Dari 123 penderita ( 246 mata ) yang difotokoagulasi laser pada tahun 2004. Pembahasan Retinopati diabetik merupakan kelainan vaskular retina yang disebabkan oleh keadaan hiperglikemia pada diabetes mellitus.5 Karakteristik klinis mata pasca fotokoagulasi laser periode Jan – Des 2004 URAIAN Tajam Penglihatan (n = 56) NVE (n = 9) NVD (n = 4) NVE + NVD (n = 4) CSME (n = 56) 4. Pada NVE kebanyakan membaik 55.9 Keberhasilan fotokoagulasi laser dapat dilihat dari tajam penglihatan yang stabil atau membaik.7.7.6. berkurangnya edema makula.29 22. Indikasi untuk dilakukan fotokoagulasi laser pada penderita retinopati diabetik adalah CSME.2.22 25 50 46. dan 50 % lagi membaik Dari 100 % penderita yang menderita CSME. neovaskularisasi dan resiko perkembangan penyakit ke arah proliferatif.07 22. hanya 38 penderita ( 56 mata ) saja yang dapat dianalisis keberhasilan 18 TETAP Jumlah % 9 2 1 2 26 16. serta progresifitas penyakit yang terkontrol.6 55. memburuk 39.6 50 50 30.8.64 %).4 %.8.23 % dan sisanya tidak ada perubahan baik sebelum maupun sesudah laser.

terbanyak pada usia 41 – 50 th dan 51 – 60 th (36.11 Kebanyakan penderita mendapat fotokoagulasi laser hanya pada kedua mata mata. penderita wanita lebih banyak ditemukan ( 63. hal ini mungkin karena penderita di Indonesia pada umumnya dan di Jawa Barat pada khususnya lebih jarang memeriksakan diri ke dokter karena faktor biaya dan kurangnya ilmu pengetahuan mengenai kesehatan.13 % lainnya bukan penderita yang pertama kali di fotokoagulasi laser.89 % status tidak terisi lengkap. hal ini dapat dilihat dari presentasi penderita yang tidak mengetahui dirinya mende rita diabetes mellitus sebanyak 26.13 Pada penelitian ini.15 th10. selanjutnya kebanyakan penderita telah mengidap diabetes mellitus kurang dari 5 tahun dan antara 5 hingga 10 th (26.11 19 . Hal ini dimungkinkan karena keadaan dan progresfitas retinopati diabetik pada kedua mata tidak selalu sama.14 %. Sebagian besar penderita tidak mengetahui sebelumnya bahwa mereka menderita diabetes mellitus.84 %). tetapi belum ada kepustakaan yang menerangkan apakah kelainan ini lebih banyak terjadi pada wanita atau pria. hanya disebutkan lebih tinggi angka kejadiannya pada penderita DM dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol. Belum ada kepustakaan yang menerangkan berapa tinggi kadar gula darah yang dapat menyebabkan retinopati diabetik. dan 8.64 % dilakukan pada mata kanan.1 6%) daripada pria.32 %) . dan 50 % diantaranya tidak mengetahui kadar gula darah mereka sebelumnya.terapinya.13 % statusnya tidak dapat ditemukan di rekam medik.11. yaitu pada 18 orang 32. hal ini tidak sesuai dengan kepustakaan yang mengatakan kebanyakan diabetik retinopati ditemukan pada penderita yang mengidap diabet es mellitus selama 10 .83 %) tidak pe rnah memeriksakan diri kembali setelah terapi fotokoagulasi laser.42 % penderita.8. sehingga penatalaksanaan yang dilakukan dapat berbeda. atau 4. Usia penderita berkisar antara 30 hingga 80 tahun. Hal ini karena sebagian besa r penderita (26.32 %. Kadar gula darah antara < 200 mg/dl terdapat pada 18. Hal ini masih sesuai dengan kepustakaan yang mengatakan kebanyakan kelainan ini menyerang pada usia 20 – 60 th. Dan 19. 8.

6 % penderita. kebanyakan adalah NPDR yang disertai CSME ( 58. karena jumlah pasien dan lamanya pemantauan yang berbeda. Angka keberhasilan pada pene litian ini tidak dapat dibandingkan dengan yang telah dilaporkan oleh peneliti lain. Tajam penglihatan penderita se belum dilakukan fotokoagulasi laser umumnya antara > 4/80 – 4/16 (37.93 %).35 % ) dan didapatkan NVE lebih banyak yaitu pada 9 mata (52.5 %). disamping itu terdapat regresi NVE pada 55. sehingga dapat terlihat pakah terjadi perbaikan atau perburukan. Tingkat keberhasilan fotokoagulasi laser terlihat dari meningkatnya tajam penglihatan pada 44.43 % CSME yang tidak berubah dan membaik 30.94 %) dibandingkan NVD dan nve yang disertai NVD. Pada beberapa rekam medis yang ada tidak dijelaskan lebih rinci tingkat NPDR yang mana yang dilakukan fotokoagulasi laser karena tidak semua status mencantumkan tingkat NPDR yang dilakukan fotokoagulasi laser. 50 % regresi NVD disertai 46. hal ini sesuai dengan literatur yang ada.64 % penderita. Tajam penglihatan ini dicatat untuk melihat perbandingan tajam penglihatan sebelum dan setelah fotokoagulasi laser. 20 . Neovaskularisasi sebelum fotokoagulasi laser terdapat pada 17 mata dari 56 mata ( 30.36 %.Dari 56 mata yang dilaser.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. edema makula ) 5.2 Saran Perlu dilakukan penelitian yan g bersifat retrospektif sehing ga dapat didapatkan jumlah sampel yang lebih besar dan data yang lebih lengkap.1 Kesimpulan Terapi laser dapat mempertahankan dan memperbaiki tajam penglihatan lebih dari 60 % dan dapat memp erbaiki gejala klinis lebih da ri 70 % ( perdarahan. 21 .

Deshpande M. Panama : Highlights of Ophthalmology .86:1139-1142 8.41:3655-3664 Investigative Ophthalmology Visual Sci ence. Engler C. O’colmain B. Hood DC . Our experience with laser photocoa gulation in diabetic macular o edema.122:544-551 5. Verdaguaer J. Diabetic Retinopathy and Diabetic Macular edema. Bharadwaj A.26:2653-2664 22 2002. Diabetic macular oedema:the effect of photocoagulation on fluorescein transport across the blood-retina barrier. Vats DP. Boyd editor. Yeo KT. Arch Ophthalmol.2003 6. 7. and novel therapies. Moss SE. Seiple W. Retinal function in Diabetic m acular edema after and focal laser photocoagulation. J Postgrad Med 1994. Diabetic retinopathy and dia betic macular edema. Dastur YK. 2004. Diabetes care 26:2653-2664. 1997 July. 2003. Preferred practice patter n : Diabetic Retinopathy. Klein R. 2-33 10. Retinal and Vitreoretinal Surgery Mastering the Latest Technique. Zinman B. T he prevalence of diabetic retinopathy among adult type 1 diabetic persons in the united states. Phooken R. pathophysiology. Andersen HL. screening. Dalam :Boyd BF. Dash RG. A study of d efaulters of treatment for diabetic retinopathy. 53(3):195-8 4. Chuah CT. British Journal Ophthalmology 2002. Ciulla T. Kempen JH. . Roy MS. The rationale of ar gon green laser photocoagulation for diabetic maculopathy. Singapore Med J 1999. Medical Journal Armed Forces India. Carr RE. Greenstein VC. Zinman B . San Fransisco. Saini JS.DAFTAR PUSTAKA 1. Moldow B. Sander B. Vol 40(03) 3.40:13-7 2. Chen H. Amador A. 161-187 9. 2000. Ciulla TA. Holopogian K. Larsen M. Classification and Management of Diabetic Retinopathy. Klein B. American Academy of Ophthalmol ogy. Diabetes care 2003. Amador AG.

88-111 12. 21-24 23 . McGavin M. American Academy of Ophthalmology. 46 2003. Diabetic Retinopathy. Dalam : Laser Surgery of the Posterior Segment. Brucker AJ editor. Community Eye Health Vol 16 No. Diabet ic Retinopathy Clinical Findin gs and Management. Bagian ke-12. 1997: 39-68 13. Retina and Vitreous. Viswanath K.11. San Fransisco. 2001 – 2002. Bloom SM. Edisi ke-2. Philadelphia: Lipincot Raven.

94 12 9.25 29 23.66 keseluruhan penderita Lampiran 2.08 Lampiran 3.LAMPIRAN Lampiran 1.60 61.40 41 .59 28.80 Jenis Kelamin Laki .5 th > 5 .58 27 21.15 th > 15 .34 53. Kadar Gula Dara keseluruhan penderita retinopati diabetik yang difotokoagulasi laser antara Jan 2004 – Des 2004 di RSMC Kadar GDS Tidak diketahui 100-200 201-300 301-400 401-500 Jumlah (n=123) % 75 60.50 51 .98 23 18.70 71 . Karakteristik keseluruhan penderita retinopati diabetik yang difotokoagulasi laser antara Jan 2004 – Des 2004 di RSMC Uraian Usia (th) 30 .46 5.7 17 13.laki Perempuan Jumlah n = 123 4 32 45 35 7 57 66 % 3.25 26.76 3 2.82 5 4.07 3 2.02 36.20 th > 20 th Tidak tahu Jumlah (n=123) % 4 3.69 46.44 37 30.44 24 .95 11 8. Lama menderita DM pada retinopati diabetik yang difotokoagulasi laser antara Jan 2004 – Des 2004 di RSMC Lama Menderita DM ≤ 1 th > 1 .10 th > 10 .