1

Dawuh-Dawuh Gus Miek (Pesan Gus Miek)
5 March 2012 at 00:09

Dhawuh 1 Saya adalah mursyid tunggal Dzikrul Ghofilin. “Lho, Gus kok berkata begitu bagaimana dengan farid dan syauki..?” tanya Gus Ali sidoarjo.”mereka hanya meramaikan saja” , jawab Gus Miek Dhawuh 2 Demi Allah, saya hanya bisa menangis kepada Allah, semoga sami‟in yang setia, pengamal Dzikrul Ghofilin, semua maslah-masalahnya tuntas diperhatikan oleh Allah. Dhawuh 3 Bila mengikuti Dzikrul Ghofilin, kalau tidak tahu artinya yang penting hatinya yakin. Dhawuh 4 Barusan ada orang bertanya: Gus, Dzikrul Ghofilin itu apa..? saya jawab: “Jamu”. Dhawuh 5 Dzikrul Ghofilin itu senjata pamungkas, khususnya menghadapi tahun 2000 ke atas Dhawuh 6 Ulama sesepuh yang dikirimi fatihah oleh orang-orang yang tertera atau tercantum dalam Dzikrul Ghofilin itu yang akan saya dan kalian ikuti di akhirat nanti. Dhawuh 7 Dekatlan kepada Allah..! kalau tidak bisa, dekatlah dengan orang yang dekat denganNya. Dhawuh 8 Kemanunggalan sema‟an Al Qur‟an dan Dzikrul Ghofilin adalah sesuatu yang harus di wujudkan oleh pendherek, pimpinan Dzikrul Ghofilin, dan jama‟ah sema‟an Al Qur‟an. Sebab antara sema‟an Al Qur‟an kaliyan Dzikrul Ghofilin ingkang sampun dipun simboli kaliyan fatihah miata marroh ba‟da kulli s halatin, meniko berkaitan manunggal. Dhawuh 9 Semoga Dzikrul Ghofilin ini menjadi ketahanan batiniah kita, sekaligus penyangga kita di hari Hisab (hari perhitungan amal). Itulah yang paling penting..! Dhawuh 10 Nuzulul Qur‟an yang bersamaan dengan turunnya hujan ini, semoga menjadi isyarat turunnya petunjuk kepada saya dan kalian semua, seperti firman Allah: “Ulaika „ala hudan min rabbihim wa ulaika hum almuflihun” (Mereka telah berada di jalan petunjuk , dan mereka adalah orang -orang yang beruntung). Dhawuh 11

” Dhawuh 17 Saya sendiri sebagai pencetus sema‟an Al Qur‟an ternyata kurang konsekuen. dan telinganya. mungkin tak cukup semalaman. aku besar seperti apa. untuk satu orang saja saya tidak bisa. bagaimana saya ini. yang tua juga harus berpikir. saya ini seorang yang dipaksakan untuk siap dipanggil kiai. lalu pulang. bahkan hadir sejak subuh.2 Barusan ada orang yang bertanya: Gus. aku tua seperti apa. Terkadang saya berpikir. Dhawuh 18 Berapa yang hadir setiap sema‟an? Jangan lebih lima persen. kelak kalau mati.. mulai surat Al fatihah dibaca sampai berakhir setelah doa khotmil Qur‟an malam berikutnya baru mereka pulang. sementara sami‟in datang dari jauh.. saya tidak mampu berbuat apa-apa. . Antara lain Man arada an yatakallam ma‟a Allah falyaqra‟ Al Qur‟an (siapa ingin berkomunikasi dengan Allah. Dhawuh 12 Sejak sekarang. yang kecil harus berpikir: kelak kalau besar. Sedang saya ini.?” saya jawab: “yang sial itu saya. yang besar harus berpikir. Nanti bila sami‟innya terlalu banyak. Hal ini tertera di dalam (kalau tidak salah) tiga hadits. Dhawuh 15 Seorang yang ikut sema‟an berturut-turut 20 kali saya jamin apa pun masalah yang sedang dihadapinya pasti akan beres/tuntas. Saya sadar. problem saya bertumpuk-tumpuk. baru datang kalau sema‟an Al Qur‟an akan diakhiri. hendaknya ia membaca Al Qur‟an). aku mati dalam keadaan seperti apa. Sebab pendengar lebih main hati. Jangankan untuk orang banyak. Dhawuh 13 Dalam sema‟an ada seorang pembaca Al Qur‟an. Dhawuh 14 Satu-satunya tempat yang baik untuk mengutarakan sesuatu kepada Allah adalah maje lis sema‟an Al Qur‟an. kira-kira masalah saya nanti tuntas atau tidak. saya tidak bisa membaca Al Qur‟an. Saya besok ke mana? Apa yang harus saya lakukan? Kami tidak punya modal? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan. Satu persatu harus dilayani. tinggal 1 kali lagi.? saya jawab: “Paham atau tidak. saya sudah mengikuti sema‟an 19 kali. Dhawuh 19 Kalau saya nongol. huffazhul Qur‟an dan sami‟in. saya hanya menangis dan membaca Al Fatihah. Seperti ditegaskan oleh sebuah hadits: Baik pembaca maupun pendengar setia Al Qur‟an pahalanya sama. karena mendengarkan saja besar pahalanya”. kalau tua kelak. yang penting sampean datang ke acara sema‟an. pikiran. Malah di dalam ulasan tokoh lain dikatakan: pendengar itu pahalanya lebih besar daripada pembacanya. Itu pun tidak pasti. Pendengar dituntut untuk lebih menata hati dan pikirannya dan lebih memfokuskan pendekatan diri kepada Allah. kok bertemu dengan orang yang mempunyai masalah seperti itu. Dhawuh16 Ada seorang datang kepada saya: “Gus.

dengan lelucon atau dengan pengarahan yang pas. sema‟an Al Qur‟an ini menurut saya adalah hiburan yang bersifat hasnah (bernilai baik). Dhawuh 28 . Itu pula yang benar-benar diyakini para pengikut sema‟an Al Qur‟an. Demikian juga orang-orang yang sakit. bila aku sudah tiada. saya adalah yang pertama memberitahukan kepada “anak -anak” tentang makna dan kegunaan sema‟an Al Qur‟an. Kebetulan saya menemukan satu pakem bahwa pertemuan yang dibarengi dengan alunan Al Qur‟an. Saya juga berpesan. Wahai tuhanku. selayaknya lahir batin ditata dengan baik. berilah manfaat dan berkah mereka. orang-orang terbaik berbaur dengannya. Setidaknya hal demikian ini hukumnya makruh. (3) Muhammad Herman. Dhawuh 26 Kelak. ia adalah wali penutup. membaca dan mendengarkannya. pendekat diri kita kepada Allah dan tabungan di hari akhir. Allah akan memberikan rahmat dan nikmatNya. yaitu (1) Syaikh Abdul Qodir Khoiri. Dhawuh 22 Saya mengambil langkah silang dengan mengatakan kepada anak-anak yang berkumpu agar sebulan sekali mengadakan pertemuan. Dhawuh 21 Alhamdulillah. Di tengah maraknya Al Qur‟an diseminarkan dan didiskusikan. seorang wali yang penuh kasih. hendaknya ia tidak meneliti siapa yang dimakamkan. Kumpulkan aku bersama mereka . Dhawuh 23 Di bukit ini terdapat 3 tiang kokoh (panutan). Di sini.3 Dan. Dhawuh 25 Tiga orang yang tidur ini hidup sebelum Wali songo. Dhawuh 24 Mengenai tata krama ziarah kubur. mereka kalau datang ke sini sembuh. seperti ki ai Fattah dan kiai Mundzir. seorang wali yang terus menjaga wudhunya demi menempuh jalan berkah. juga riwayat hidupnya. kalau seseorang berceramah. Juga. secara batiniah. (2) Abdul Sholih As-Saliki. yang saya tempati ini (makam tambak) bertambah ramai (makmur) Dhawuh 27 Saya disini hanya ittiba‟(mengikuti) kiai sepuh. Alhamdulillah masih ada kelompok kecil yang menyakini bahwa Al Qur‟an itu mengandung berkah. syukur bisa menghibur diri dengan hiburan yang berbau ibadah yang menyentuh rahmat dan nikmat Allah. setidaknya agak menghibur. Orang-orang banyak datang kesini. dulu pernah dibuat pertemuan kiai-kiai pondok besar. Jadi. saya dituntut untuk memberikan keterangan yang bisa mereka terima. syukur-syukur dari awal sampai akhir. ngobrol-ngobrol. guyon-guyon santai. Dhawuh 20 Semoga sema‟an dan Dzikrul Ghofilin ini kelak menjadi temp at duduk-duduk dan hiburan anak cucu kita semua.

kalau suamimu berani menjadi kiai harus sanggup hidup melarat. yang bukan sami‟in setia bukan pengikut yang aktif. Demikian juga dengan taraf ilmu seseorang. Ulama itu kata jamak yang artinya beberapa ilmuwan. lebih-lebih seperti saya. dhot. akan banyak sekali manfaatnya. Kiai dituntut untuk punya santri dan pesantren. ia akan bisa menenggelamkan. Ketepatan saja saya punya bapak yang bisa ngaji dan punya pesantren. walaupun kecil. Dhawuh 31 Huruf hijaiyah itu ada banyak ada ba‟. Nah. jim. Tapi kalau tidak bisa memanfaatkan. Dhawuh 37 Pondok pesantren ini. yakni membawa misi manusiawi. ada orang yang ilmunya sampai jim. tidak terlalu teoretis. dana yang benar-benar halal. Hanya salah satu pengikut sama‟an Al Qur‟an. dituntut untuk menggali dana yang lebih baik. dan kalau bisa memanfaatkan. Semua kiai dan ulama sekarang ini dituntut mengerti bahwa dirinya punya satu tugas dari Allah. saya ini orang yang terpaksa siap dipanggil kiai. desa ini pernah dibuat istirahat oleh pangeran Diponegoro. kepada para wali dan para kiai sepuh saja sulit. apalagi huruf hamzah dan ya‟. Nah. . kalau bisa bersabar. mbok ya biarkan hidup. Dhawuh 35 Di era globalisasi ini kita dituntut untuk lebih praktis. yang dalam biar di dalam. akan terasa seperti lautan. kalau kita memang mendambakan ridho Allah.4 Makam ini yang menemukan keturunan Pangeran Diponegaoro. Ulama dan kiai itu beda. Ada orang yang ilmunya cuma sampai ba‟. kita menyadari bahwa kaum ulama. hiburan “anak-anak” dan saya datang bukan atas nama apa-apa. itu harus kaya terlebih dahulu. sedang adiknya jadi pemimpin seni jaranan. Dhawuh 29 Berbaik sangka itu sulit. Dhawuh 36 Kalau ingin pondok pesantrennya besar. Dhawuh 32 Saya bukan kiai. Dhawuh 34 Akhirnya (maaf). Di desa ini tidak ada shalat dan tidak ada apapun. orang yang ilmunya seperti itu tidak paham k alau di omongi huruf tha‟. Dari berkelana itu lahirlah sema‟an Al Qur‟an. Jadi. yang satu menjadi dukun sunat tetapi kalau berdandan nyentrik. Saya juga bukan ulama. sampai ya‟. ada orang yang ilmunya sampai dhot saja. Dulu. Dhawuh 30 Di tambak itu. Itu pun tidak ada hubungannya dengan saya yang lebih banyak berkelana. Jangankan berbaik sangka kepada Allah. yang luar biar di luar. Dhawuh 33 Nanti. kaya inilah yang sulit. Keturunan Diponegoro ini ada dua.

masih ada kampus yang lebih besar. Di dalam pesantren sama sekali tidak diajarkan keterampilan. Dhawuh 45 Mbah. berlaku bodah saja. Kita harus banyak belajar. Dhawuh 40 Para santri itu lemah pendidikan keterampilannya. kuat dicoba apa tidak. Dhawuh 44 Seorang (santri) yang tak kuat menahan lapar. Di sana. kalau kamu sekolah. Dhawuh 41 Sukses dalam studi belum menjamin sukses dalam hidup. Pokoknya. Maksudnya. dan harus bisa pura-pura bodoh. nafkahnya hariannya? Mungkinkah mereka berumah tangga dengan kondisi seperti ini?. Dhawuh 43 Mbah. Kuat cobaan apa tidak. Kelak. Dhawuh 48 .5 Dhawuh 38 Saya punya pertanyaan buat diri saya sendiri: mampukah saya mengatarkan “anak -anak?” Sedang ulama saja banyak yang kurang mampu mengantarkan anak-anak untuk saleh dan sukses. sebab orang bodoh kini mengaku pintar. siapa saja itu. Godaan dan hawa nafsu. di pesantren-pesantren seperti Gontor dan pondok pabelan diajarkan keterampilanketerampilan. di luar kampus. Timbul pertanyaan: Bagaimana anak-anak kami nanti di masa mendatang. bahayanya orang (santri) itu di pondok bisa berani banyak utang. adalah kuliah tanpa bangku. kamu harus pintar membedakan antara orang bodoh dengan orang yang pura-pura bodoh. ekonominya. Dhawuh 42 Hidup ini sejak lahir hingga mati. kalau belum dikirim jangan mengharap-harap dikirim. Bagaimana caranya? Pura-pura saja. bisnisnya. salehnya meleset. Dhawuh 46 Sekarang. seseorang bisa mecicil (blingsatan). keterampilannya ada. lalu menghadap dengan niat mengaji. tapi tanpa dunia. jangan menunggu selesai mengaji. tapi wiridannya tidak ada. Sudah terlanjur sejak awalnya begitu. Dhawuh 39 Mbah. kamu itu ketika mengaji. Antara lain belajar dangdut Jawa. semua sudah diatur oleh Allah. Dhawuh 47 Dunia itu memang sedikit. ibu atau putra-putra ayah. kalau kamu menggantungkan kiriman dari rumah. dan belajar tolak berhala itu sulit sekali! Sulit sekali. belajar tolak berhala. Suksenya diraih. Saya senang pesantren yang ada wiridannya. mencari orang bodah itu sulit. di luar bangku. jika dipanggil ayah. manusia itu kalau punya keinginan. Tapi Alhamdulillah. langsung saja ditaruh kitabnya. di luar buku. yakni kampus Allah. hambatannya Cuma dua.

Ini adalah ilmu Jawa. Sayang. belum mengamini saja sudah senin kemis. Adapun orang yang berbuat buruk atau berniat buruk kepadamu akan saya potong tangannya. masih lebih terhormat dan lebih unggul melebihi siapa pun. di sektor informal. ini terlanjur salah kaprah. apalagi mengamini. Dhawuh 57 Saya ini kan lain. Kok jualan kopi sih? Padahal saya mendambakan menjadi karyawan bank. tidak perlu muluk-muluk mengkaji kitab kuning. Dhawuh 50 Kamu memilih kaya-sengsara atau melarat-terlunta? Maksudnya. Hingga rasa tasyakurlah yang lebih berkobar. tak ada batasannya demikian juga kaya dunia. Dhawuh 53 Orang kaya yang masuk surga itu syaratnya harus baik dengan tetangganya yang fakir.(Wahai dunia. aku telah menalak kamu. saya berdoa kepada tuhan agar orang selalu baik dan membantu kamu. tanya Gus Miek. asal halal. sungguh a ku telah mentalak kamu). kamu tak usah khawatir. Seorang yang kaya pasti ada yang di atasnya. nanti kamu repot lho. Gus Miek lalu berhenti dan berkomentar: Doa-doa seperti ini janan sampai kalian ikut mengamini. yang tetap bisa tertawa dan periang. kamu ingin kaya ya? Kalau sudah kaya. Kok ini? Kata mereka. dirimu saya carikan tempat yang lebih baik dari dunia ini. Dhawuh 56 Maaf. ini tidak konsekuen.6 Jadi orang itu harus mencari yang halal. saya yang terjepit. tanah tak punya. Dhawuh 55 Saat memimpin doa pada acara haul KH. Padahal ini halal menurut Allah dan sangat mulia. mereka salah menempatkan. tolong saya didoakan kaya. seorang yang melarat banyak temannya. Orang kaya pasti ada kurangnya. misalnya jualan kopi di ujung sana. Sedang hatinya terus mensyukuri keadaan-keadaannya. Royan. termasuk orang dermawan yang 99% hak milinya diberikan karena Allah. menjaga gengsi di hadapan manusia. Dhawuh 54 Seorang fakir yang tahan uji. Gus Miek membaca Ayyuha ad-dunya thallaqtuka fa‟anta thaliqah. Kalau saya mengatakannya secara salah. Dhawuh 49 Miskin dunia sedikitnya berapa. Dhawuh 52 Royan. Jangan malu mengerjakan yang kecil. biar terdengar keren dengan gaji tinggi. jangan sampai jadi tukang cukur merangkap jagal. . kalau saya harus mengatakan: Anda sebaiknya punya keterampilan. Walau income resmi enggak ada. tetap saja masih unggul fakir yang saleh tadi. kaya-sengsara itu adalah di dunia diganggu hartanya. Dhawuh 51 Gus. Buat membiayai anak saya. Djazuli Ustman. Kelak. Karena banyak sekali rekanan saya yang malu. tapi ada rekanan yang lucu-lucu. Bukan rasa kurang atau yang lain. bertambah dalam (terperosok) lagi. sedang di akhirat banyak pertanyaannya. “kaya buat apa?”. Nah.

tidak merasa lebih suci dari yang lain. silakan dengarkan. tapi kalau sudah tidak kuat. ya jangan dijauhi mereka itu karena nabi itu rahmatan lil alamin. Dhawuh 65 Kalau ada orang yang menjelek-jelekkan. hatinya ditata yang benar. Kalau masih kuat. tidak menghormati pada salah satu wirid yang jelas muktabar dengan pedoman-pedoman yang sudah terang. Dhawuh 66 Kita anggota sami‟in Dzikrul Ghofilin khususnya. khusus dan tegas Dhawuh 67 Tadi ada orang bertanya: Gus. Dhawuh 59 Jadilah seburuk-buruk manusia di mata manusia tetapi luhur di mata Allah. itulah ciri khas pengamal Dzikrul Ghofilin. Qodiriyah. jangan sebaliknya. Dhawuh 60 Tidak apa-apa dianggap seperti PKI tetapi kelak masuk surga. dan perbuatan itu yang penting ikhlas. tidak sempat melirik maksiat orang lain. Dhawuh 64 Kalau ada orang yang menggunjing aku. Dhawuh 63 Segala langkah. menyingkirlah. ayo ramah tamah secara lahir dan batin dengan orang lain. Kita harus mendukung kanan dan kiri yang sudah terlanjur mantab dalam Naqsabandiyah. walaupun berbeda wirid dan aliran. Dhawuh 68 . saya ini di kampung bersama orang banyak. beras dan gula. di tempat yang sami‟in tidak tahu. kita sama-sama manusia. temani saja. atau ustadzustadz Tarekat Mu‟tabarah. Sedang prinsipnya adalah bahwa pergaulan harus menjadikan cita-cita dan idaman kita tercapai. ucapan. Mungkin dia sendiri harus belajar untuk menerima kenyataan. Kalau memang senang mengikuti sunnah nabi. Kios itu saya percayakan pada seseorang. Dhawuh 62 Kunci sukses adalah bergaul. Jawab saya: Yang penting ingat pada Allah. Jangan sampai terpancing untuk tidak suka. jangan menjelek-jelekkan orang yang menjelekjelekkan.7 Dhawuh 58 Ada satu kios kecil yang isi dengan kebutuhan kampung seperti lombok. Termasuk untuk tidak untung. dengan siapa saja mempunyai hati yang baik. dengan sesame. Terserah dia! Dan. Dhawuh 61 Hidup itu yang penting satu. aku enggak usah kamu bela. tidak harus untung. keteladanan. dan di dalam bergaul kita harus ramah terhadap siapa saja. tidak pamrih apa-apa.

Seperti halnya orang-orang di sini bahagia. Demikian juga anaknya kiai. Tampak bahwa Ahmad bin Hambal tidak suka model unjuk rasa. Perempuan yang kaya. tetapi musibah kok datang dan pergi? Saya jawab: mungkin masih banyak dosanya. katanya aku ini sakit. Kalau masuk tempat hiburan yang diharamkan Islam. hanya fisikku saja yang tidak kuat karena aktivitasku ini hanya dari mobil ke mobil. Dhawuh 69 “Miftah. ibadah saya sudah bagus. ada orang yang bertanya: periuk terguling. jawab Miftah. lugu dan menyisihkan diri. semoga berpesta poralah mereka di akhirat nanti. Dhawuh 76 Anaknya orang biasa itu ada yang baik dan ada yang jelek. mungkin juga bakal diangkat derajat akhiratnya oleh Allah. contohnya Ahmad bin Hambal. yang paling baik bagi kita adalah berdoa. dia justru berdoa: “Ya Allah.8 Era sekarang. apa itu juga termasuk sabar? Hartanya hancur. bahasa gaul. aku sendiri tidak mengerti.” Ini kan doa yang mahal sekali dan sangat halus. entah sabar itu bagaimana. Dhawuh 75 Ada empat macam perempuan yan diidam-idamkan semua orang (lelaki). ada yang baik dan ada yang jelek. “Kalau kamu masih suka (bertarung) pencak. pikiran ruwet. demonstrasi anti ini anti itu. Dhawuh 71 Seorang yang diolok-olok atau dicela orang lain. apa itu termasuk orang yang sudah sabar? Seperti itu tidak bisa disebut sebagai orang sabar. bacalah Al Qur‟an. Dhawuh 72 Tadi. saya dituntut untuk lebih menguasai bahasa kata. anaknya nabi pun ada yang berisi dan ada yang kosong. dan bahasa hati. shalat saya juga bagus. dan tidak pernah libur. janganlah berkecil hati. apa itu termasuk sabar? Badanya sakit. perempuan bangsawan. siapa ingin berbincng-bincang dengan Allah. Dhawuh 77 . dan perempuan yang cantik. Lha bagaimana Gus. anak-istri rewel. seperti halnya Kau buat orang orang ini berpesta pora di tempat seperti ini. jangan mengharap baunya surga. Tapi ada satu kelebihan yan tidak dimiliki oleh ketiga perempuan itu. kamu masih tetap suka bertarung pencak silat?” Tanya Gus Miek. anaknya juga sakit. bagaimana ya. Jangankan anaknya orang biasa atau anaknya kiai. Dhawuh 73 Tadi ada yang bertanya: Gus. hati sumpek. orang yang selamat itu adalah orang yang apa adanya. Saya jawab: Jangan kecil hati. Apalagi seperti saya yang seorang musafir. saya ikut. apa perlu pikulan ini (tanggung jawab keluarga) saya lepaskan untuk mencari sungai yang dalam (buat bunuh diri). yaitu perempuan yang berbudi. semoga berbahagia pula mereka di akhirat nanti. istrinya meninggal. istrinya mati. Dhawuh 74 Orang-orang membacakan Al-Fatehah untukku. Kalau sudah begini.” Dhawuh 70 Saya lebih tertarik pada salah seorang ulama terdahulu. Aku ini tidak sakit. anaknya juga mati.

seperti penggabungan Indonesia. mbahnya di sana biar memanggil panotoprojo. ada orang yang bertanya: anak saya nakal. kecuali kalian yang sudah mengikuti sebagian tarekat mu‟tabarah. bagaimana Gus? Nasehat orang tua terhadap anaknya janganlah menggunakan bahasa militer. tidak menutup kemungkinan. Ya. . Mungkin begitu. bahasa gaul. Sehingga siapa pun dengan terpaksa untuk ikut dan patuh. dan kalau ingin selamat. semua itu menuntut kita menyusun ketahanan batiniah. ditekan justru menjadi-jadi. Sebetulnya putrid rekan-rekan ulama juga sudah banya yang terbawa arus. Siangapura. Tetapi ada juga yang tetap berjilbab karena sungkan lantaran orang tuanya mubaligh. mbahnya di sana yang bukan santri biar memanggil Herucokro. mbanya di sini biar memanggil sabuth. banyak hamba Allah yang bingung. kita sebagai orang tua harus diam kalau itu nanti terjadi. dia sama dengan menyinari alam ini. mbahnya di sini santri. berusaha bagaimana agar Allah sayang dan perhatian kepada kita semua. Dhawuh 82 Dunia ini semakin lama semakin gelap. Malaysia. Thailand. Mbahnya di sini biar memanggil Tajud karena santri. mengikuti imam Abu Hamid Al Ghazali. baik membaca Al Fatehah 100 kali. bagaimana sebaik-baiknya busana muslim itu? Jilbab kan banyak dipertentangkan akhirakhir ini? Pada akhirnya. sudah banyak yang terbawa arus. dilanggengkan membaca lafal Allah.” Dhawuh 83 Memiliki lidah atau mulut itu jangan dibirkan saja. Dhawuh 84 Hadirin tadi ada orang yang bertanya: Gus. Dhawuh 80 Menurut Anda. yang terbaik membaca apa ya? Saya jawab: Untuk wiridan. ya mulai sekarang kita harus berbenah. Dhawuh 79 Gus. Resepnya. Syaikh Ahmad Al Ghazali. mbahnya di sana bukan. sedang tanda-tanda musibah pun tampak di depan mata. dan sebagian sudah gila. Sahabat Muazd bin Jabbal berkata: “siapa yang ingat Allah di tengah-tengah dunia yang ramainya seperti pasar ini. Brunei. kenapa Anda menamakan anak Anda dengan bahasa Arab dan non Arab? Begini. Ini juga menjadi simbolnya Dzikrul Ghofilin. lebih baik dibuat zikir pada Allah. yang juga diijasahnya oleh adiknya. Dhawuh 78 Tadi. pendengar Al Qur‟an ini kalau usai shalat fardhu. ya sebagian ada yang masih mengikuti aturan. alas an saya menamakan dengan dua bahasa itu karena mbahnya dua. menata rumah tangga. tetap berjilbab. Secara umum. dan Filipina menjadi ASEAN. pakailah bahasa kata. ada bahasa dan busana ASEAN.9 Di tengah-tengah sulitnya kita mengarahkan istri. misalnya. dan bahasa hati. Dhawuh 81 Saya kira-kira dituntut untuk lebih menggalakkan ibadatul qalbi (ibadah dalam hati). dan sulitnya menciptakan sesuatu yang indah.

sangat perlu dilakukan sebentuk muhasabah. Di akhirat. Kita seharusnya bangga menjadi orang yang fakir. Dhawuh 88 Taqarrub (pendekatan) kita kepada Allah seharusnya menjadi obat penawar bagi kita. lebih-lebih sebelum diminta. ternyata kita belum apaapa. Dan. Saya ini terus terang tamak. barang yang kamu sayangi ketika diminta orang. Dhawuh 93 Coro pethek bodon. Dhawuh 90 Surga itu miliknya orang-orang yang sembahyang tepat pada waktunya. . Sebab sebagian penghuni surga itu adalah orang –orang fakir yang baik. Padahal saya punya persoalan khusu dengan Allah. itu saja. misalnya. dan diam-diam ingin kaya. berikan saja. Di akhirat. yang paling baik. apa pun yang diberikan Allah. Dhawuh 86 Saya punya penyakit yang orang lain tidak tahu. Artinya.10 Dhawuh 85 Trimah. Apa pun yang terjadi. Perempuan yang mau melahirkan juga datang. Dhawuh 92 Shalat itu. Dhawuh 91 Shalat itu. yang paling baik adalah berpikir di tengah-tengah membaca Al-Fatehah. Ungkapan orang yang datang kepada saya itu-itu saja: minta restu atau mengungkapkan kekurangan. Olih karena itu. Karena makin banyak orang berdatangan. pada usia sekitar 10 tahun. bila berbuat buruk satu. Dikira saya ini bidan. saya adalah hamba yang diceramahkan. tentu akan naik 1 strip lagi. jangan-jangan saya ini dianggap dukun tiban juru penolong atau orang sakti. Dhawuh 87 Persoalan mengenai hakikat hidup di dunia masih sering kita anggap remeh. jangan repot-repot. saya sering didekati orang. baca shalawat sekali. terutama yang berhubungan dengan materi. berbuat baik dua itu rugi. berbuat baik tiga itu baru untung. Sayang. Sejauh mana tauhid kita. Di akhirat. kamu pasti mau bertanya: Kiai.dikira saya itu siapa. mau bertanya begitu kan? Tidak sulit-sulit. pahalanya 10 kali lipat. sedang Allah yang sudah saya yakini adalah sutradara. wiridannya apa. di tengah-tengah Al-Fatehah harus jernih pikiran dan hati. berbuat baik satu itu rugi. Kita belum menjadi mukmin dan muslim yang kuat. bila berbuat buruk satu. terkadang kita belum bisa menciptakan keadaan yang demikian. lalu saya menyimpulkan: jangan-jangan saya ini senang dihormati orang. syukuri saja. Dhawuh 89 Dahulu. Dhawuh 94 Kalau kamu ingin meningkat satu strip. baca shallallah „ala Muhammad. bila berbuat buruk satu. yang penting benar. takabur yang terselubung. Itu naik 1 strip.

sudah kitabmu ditaruh saja. Akan tetapi. Dhawuh 99 Saya katakana kepada anak-anak. memasuki era globalisasi menuntut kita untuk lebih meyakini bahwa shalat lima waktu itu. Tanya Gus Miek lagi. Lho kowe ntukmu melu ujian ki mung golek ijasah. kalau kamu nanti sudah pulang dari mondok. siapa tidak senang lapar. jangan sampai ada yang berjaga lailatul Qodar. Dhawuh 98 “Kamu mau kemana sir?” Mau ngaji. Ini sesuai sabda nabi: “Orang itu yang baik berat badannya 50. terserah kamu saja: mau kau simpan atau kau siarkan. Jadi. ayo ikut saya. Dhawuh 100 Saya imbau. misalnya. ada sabda lain yang menguatkan : “Orang paling aku cintai di antara kalian adalah orang yang paling sedikit makannya.” Juga. dolan melu aku. bagi kita umat Islam. “jadi. ia bukan bagian dari ahli khalwat (menyendiri). “Ijasah. Dhawuh 102 Saya senang orang-orang Nganjuk karena orangnya kecil-kecil. sak niki. sini. surga bisa kamu peroleh dengan mengaji? Kalau begitu. Dhawuh 96 Kalau kamu mengerjakan kebaikan. serta sejumlah keterampilan positif.” jawab Siroj juga. Dzikrul Ghofilin jangan sampai diiklankan atau dipromosikan sebagai senjata pengatrol kesuksesan duniawi. kalau melakukan keburukan. bagaimana kelak di atas tahun 2000? Dunia ini semakin lama semakin panas. Dhawuh 101 Belum tahun 2000 saja sudah begini.11 Dhawuh 95 Seorang yang berani melakukan dosa. “Biar dapat apa?” Biar masuk surga. ubudiyah. . itu ibarat memikat burung perkutut. mau 10 saya buatkan. Maka. Dhawuh 104 Biarkan dunia ini maju. jangan suka menjadi orang terdepan. jawab Siroj. Quraiys: 4). Dhawuh 103 Miftah. Lapar adalah syarat untuk menghasilkan tujuan. e mbok sepuluh tak gaekne. harus berani pula bertobat. Yoh. Badhe tumut ujian. akan lebih baik kalau kemajuan di bidang lahiriah dan umumiyah ini dibarengi dengan iman. Kapan? tanya Gus miek . ayo ikut bersama saya ke Malang. Dhawuh 97 Kowe arep nandi Sir? Tanya Gus Miek. Artinya: Kalau kamu ikut ujian hanya untuk ijasah. sebaiknya kau simpan rapat-rapat.” Ini sesuai firman Allah: Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut (QS. Golek opo?. alasan kamu mengaji itu hanya untuk mencari surga? Jadi. semakin lama semakin panas. jawab Siroj. semakin lama semakin panas .

Dhawuh 105 Sir. akrablah dengan keluargaku. Maka wajar. Gerakan-gerakan spritual Gus Miek inilah. seperti melakukan ziarah ke makam-makam para wali yang ada di Jawa maupun di luar Jawa. Gus Miek tidak melupakan kepentingan manusia atau intraksi sosial (hablum minallah wa hablum minannas). gus miek KH. kalau kamu mau bertemu aku. dan KH. Namun. di mana dan kapan saja.Gus Miek salah-satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pejuang Islam yang masyhur di tanah Jawa dan memiliki ikatan darah kuat dengan berbagai tokoh Islam ternama. baik di dunia . taat. Dhawuh 106 Kalau mau mencari aku. kalau mau bertemu dengan aku. sedang kamu masih repot. otomatis kita tersentuh untuk bergegas selakukan itu. jika Gus Miek dikatakan pejuang agama yang tangguh dan memiliki kemampuan yang terkadang sulit dijangkau akal. Dhawuh 108 Mencari aku itu sulit. telah menjadi budaya di kalangan Nahdliyin (sebutan untuk warga NU). Hal itu dilakukan karena Gus Miek mempunyai hubungan dan pergaulan yang erat dengan (alm) KH. Dhawuh 107 Mbah. bacalah Al-Fatehah 100 kali. itu sama saja dengan bertemu aku. khususnya di Jawa Timur. 41kali. kalau kamu mau bertemu aku. Gus Miek memiliki spritualitas atau derajat kerohanian yang memperkaya sikap. dan pengikut hukum agama yang setia dan patuh. yakni berkumpul dengan para wali dan orang-orang saleh. Setidak-tidaknya.HAMIM DJAZULI (GUS MIEK KYAI NYELENEH) KH Hamim Tohari Djazuli atau akrab dengan panggilan Gus Miek lahir pada 17 Agustus 1940.beliau adalah putra KH. Apalagi kita yang mukmin.Hal terpenting lain untuk diketahui juga bahwa amalan Gus Miek sangatlah sederhana dalam praktiknya. kirimi saja aku Al-Fatehah. silakan baca surah Al-Fatehah. Dengan bangun pagi dan menyakini bahwa kegiatan shalat Subuh adalah senam olah raga yang paling baik. bagi orang Jawa bangun pagi itu tentu baik. serta melalui keterikatannya pada ritual ”dzikrul ghafilin” (pengingat mereka yang lupa). Hamid Pasuruan. Juga sangat sederhana dalam menjanjikan apa yang hendak didapat oleh para pengamalnya. Selain menjadi pejuang Islam yang gigih.12 adalah senam atau olah raga yang paling baik. dan patuh terhadap Tuhan. Achmad Siddiq. Jazuli Utsman (seorang ulama sufi dan ahli tarikat pendiri pon-pes Al Falah mojo Kediri).

club malam dibandingkan dengan menjadi seorang kyai yang tinggal di pesantren yang mengajarkan santrinya kitab kuning. beliau selalu mengenakan kaca mata hitam lantaran lantaran beliau sering menangis jika melihat seseorang yang “masa depannya” suram dan tak beruntung di akherat kelak.? lalu Gus Miek Membuka lebar Mulutnya dan mereka semua terperanjat kaget didalam Mulut Gus miek terlihat Laut yang bergelombang dan ternyata benar minuman keras tersebut dibuang kelaut. Pernah di ceritakan Suatu ketika Gus Miek pergi ke discotiq dan disana bertemu dengan Pengunjung yang sedang asyik menenggak minuman keras.Niac adalah surga perjudian bagi para cukong-cukong besar baik dari pribumi maupun keturunan . bahkan nimbrung dengan tukang becak. Gus Miek sering kali mengenakan celana jeans dan kaos oblong. perempuan itupun mundur tapi terus di kejar oleh Gus miek sambil tetap meniupkan asap rokok diwajah perempuan tersebut.ACHMAD DJAZULI USMAN Gus Miek seorang hafizh (penghapal) Al-Quran. hampir tiap malam beliau menyusuri jalan-jalan di jawa timur keluar masuk club malam. Dan Saat itu juga mereka diberi Hidayah Oleh Alloh SWt untuk bertaubat dan meninggalkan minum-minuman keras yang dilarang oleh agama. Dengan mendengarkan dan membaca Al-Quran.Ahamad Siddiq yang sering menemani Gus Miek) mengajukan pertanyaan yang sering mengganjal di hatinya.. padahal sudah jelas tadi Gus Miek meminum minuman keras tersebut..Achmad djazuli Usman KH. Perempuan tersebut mundur hingga terbaring di kamar dengan penuh ketakutan.Gus Miek yang masuk dengan segala kelebihannya mampu memenangi setiap permainan.!! aku hanya membuang minuman itu kelaut…!hal ini membuat mereka bertanya-tanya. maka aku memakai kaca mata hitam agar orang tidak tahu bahwa aku sedang menagis “jawab Gus miek Adanya sistem Da’wak yang dilakukan Gus miek tidak bisa di contoh begitu saja . setelah kejadian tersebut perempuan itu tidak tampak lagi di club malam itu. Tidak lupa. lalu gus miek langsung menuju watries (pelayan minuman) beliau menepuk pundak perempuan tersebut sambil meniupkan asap rokok tepat di wajahnya. penjual kopi di pinggiran jalan hanya untuk memberikan sedikit pencerahan kepada mereka yang sedang dalam kegelapan.beliaupun membentuk sema’an alquran dan jama’ah Dzikrul Ghofilin. pertama bagaimana perasaan Gus Miek tentang Wanita ? “Aku setiap kali bertemu wanita walaupun secantik apapun dia dalam pandangan mataku yang terlihat hanya darah dan tulang saja jadi jalan untuk syahwat tidak ada”jawab Gus miek. Gus Miek merasakan ketenangan dan tampak dirinya berdialog dengan Tuhan . Ajaran-ajaran beliau yang terkenal adalah suluk jalan terabas atau dalam bahasa indonesianya pemikiran jalan pintas. bagi Gus Miek. ketika tiba di sebuah club malam Gus miek masuk kedalam club yang di penuhi dengan perempuan-perempuan nakal. sehingga para cukong-cukong itu mengalami kekalahan yang sangat besar.13 maupun akhirat. Itulah salah salah satu Karomah kewaliyan yang diberikan Alloh kepada Gus Miek. Pertanyaan kedua Gus Farid menayakan tentang kebiasaan Gus Miek memakai kaca mata hitam baik itu dijalan maupun saat bertemu dengan tamu…”Apabila aku bertemu orang dijalan atau tamu aku diberi pengetahuaan tentang perjalanan hidupnya sampai mati. Pernah suatu ketika Gus Farid (anak KH. Diliputi rasa keanehan . Ketika beliau berda’wak di semarang tepatnya di NIAC di pelabuhan tanjung mas. ayah gus mik KH. gus miek selain dikenal sebagai seorang ulama besar juga dikenal sebagai orang yang nyeleneh beliau lebih menyukai da’wah di kerumunan orang yang melakukan maksiat seperti discotiq . Apabila aku bertemu dengan seseorang yang nasibnya buruk maka aku menangis. Niac pun yang semula menjadi surga perjudian menjadi neraka yang sangat menakutkan Satu contoh lagi ketika Gus miek berjalan-jalan ke Surabaya. jika sedang jalan-jalan atau keluar. Karena. Al-Quran adalah tempat mengadukan segala permasalahan hidupnya yang tidak bisa dimengerti orang lain. Gus Miek menghampiri mereka dan mengambil sebotol minuman keras lalu memasukkannya ke mulut Gus Miek salah satu dari mereka mengenali Gus Miek dan bertanya kepada Gus Miek.Gus miek angkat bicara “sampeyan semua ga percaya kalo aku tidak meminumnya tapi membuangnya kelaut.” Gus kenapa sampeyan ikut Minum bersama kami ? sampeyankan tahu ini minuman keras yang diharamkan oleh Agama ? lalu Gus Miek Menjawab “aku tidak meminumnya ….

Abdul Hamid juga seorang waliyalloh.Abdul Hamid (pasuruan) mengaku tidak sanggup melakukan da’wak seperti yang dilakukan oleh Gus Miek padahal Kh. .14 karena resikonya sangat berat bagi mereka yang Alim pun Sekaliber KH. Kyai yang nyeleneh dan unik akhirnya meninggalkan dunia dan menuju kehidupan yang lebih abadi dan bertemu dengan Tuhannya yang selama ini beliau rindukan. Tepat tanggal 5 juni 1993 Gus Miek menghembuskan napasnya yang terakhir di rumah sakit Budi mulya Surabaya (sekarang siloam).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful