Herlin Ajeng Nurrahma - 01.208.

5670

EFEK SAMPING KORTIKOSTEROID

A. Efek Samping Sistemik a. Insufisiensi adrenal akut/krisis adrenal Penggunaan yg lama(>2 minggu) dan penghentian secara mendadak dapat menimbulkan inusifiensi adrenal akut. b. Habitus Cushing Kortikosteroid yang berlebihan akan memicu katabolisme lemak sehingga terjadi redistribusi lemak di bagian tertentu tubuh. Gejala yang timbul antara lain moon face, buffalo hump, penumpukan lemak supraklavikular, ekstremitas kurus, striae, acne dan hirsutism. c. Hiperglikemia dan glikosuria Karena kortikosteroid (glukokortikoid) berperan dalam memetabolisme glukosa yaitu melalui peningkatan glukoneogenesis dan aktivitas enzim glukosa-6-pospat d. Penurunan absorpsi kalsium intesinal Penelitian menunjukkan bahwa betametason serta prednison menyebabkan penurunan absorpsi kalsium di intestinal dalam jumlah signifikan. e. Keseimbangan nitrogen negatif Kortikosteroid juga menyebabkan mobilisasi asam amino dari jaringan ekstrahepatik, yang digunakan sebagai substrat untuk glukoneogenesis. Hal ini menyebabkan tingginya kadar asam amino dalam plasma, peningkatan pembentukan urea, dan keseimbangan nitrogen negatif. f. Mudah terkena infeksi Efek antiinflamatik ini terjadi melalui mekanisme salah satunya penekanan aktifitas fosfolipase sehingga mencegah pembentukan prostaglandin, prostasiklin, tromboksan dan leukotrien. Penekanan sistem imun ini bermanfaat untuk menghentikan reaksi peradangan, namun dapat memudahkan pasien terkena infeksi. g. Tukak peptik Tukak peptik merupakan komplikasi yang kadang-kadang terjadi pada pengobatan dengan kortikosteroid. h. Osteoporosis (steroid-induced osteoporosis) ortikosteroid dapat menurunkan kadar Ca2+ dalam darah dengan cara menghambat pembentukan osteoklast, namun dalam jangka waktu lama malah menghambat pembentukan tulang (sintesis protein di osteoblast) dan meningkatkan resorpsi sehingga memicu terjadinya osteoporosis. i. Miopatik

n. Hiperkoagubilitas darah Hiperkoagulabilitas darah dengan kejadian tromboemboli telah ditemukan terutama pada pasien yang mempunyai penyakit yang memudahkan terjadinya trombosis intravaskular. sehingga mempengaruhi kepekaan otak. dermatosis akneformis f. l. Psikosis Kemungkinan hal ini terjadi karena adanya gangguan keseimbangan elektrolit dalam otak. hipertrikosis setempat  pertumbuhan rambut dalam tubuh yang jumlahnya dianggap abnormal. g. Peningkatan tekanan darah efek retensi sodium yang mengakibatkan retensi air dan peninggian tekanan darah. B. Kortikosteroid juga menghambat hormonhormon gonad. yang menghambat growth hormone. k. Pertumbuhan terhambat Mekanisme terjadinya melalui stimulasi somatostatin. Efek Samping Topikal a. Selain itu bukti lain mengisyaratkan terjadi perubahan sitoskeleton yang menghambat pinositosis aqueous humor atau menghambat pembersihan glikosaminoglikans dan menyebabkan akumulasi. m. yang pada akhirnya menyebabkan gangguan proses penulangan sehingga menghambat pertumbuhan. j. Selain itu kortikosteroid menyebabkan kehilangan Ca 2+ melalui ginjal. Glaukoma (steroid-induced glaucoma) Diduga terdapat defek berupa peningkatan akumulasi glikosaminoglikan atau peningkatan aktivitas respons protein trabecular-meshwork inducible glucocorticoid (TIGR) sehingga menyebabkan obstruksi cairan. purpura e. hipopigmentasi h. akibatnya terjadi sekresi PTH yang meningkatkan aktivitas osteoklast meresorpsi tulang. striae atrofise c.Herlin Ajeng Nurrahma .5670 Katabolisme protein akibat penggunaan kortikosteroid yang dapat menyebabkan berkurangnya massa otot. telangiektasis d. atrofi.01. sehingga menimbulkan kelemahan dan miopatik.208. b. dermatitis peroral .

208. Inhibisi dari melanosit. suatu penurunan ketebalan rata-rata lapisan keratosit. 2. Efek Dermal Terjadi penurunan sintesis kolagen dan pengurangan pada substansi dasar. 2. Efek ini bisa dicegah dengan penggunaan tretinoin topikal secara konkomitan. Vasokontriksi yang lama akan menyebabkan pembuluh darah yang kecil mengalami dilatasi berlebihan.Herlin Ajeng Nurrahma . Kortikosteroid pada awalnya menyebabkan vasokontriksi pada pembuluh darah yang kecil di superfisial. yang terlihat seperti usia kulit prematur. Fenomena rebound. Komplikasi ini muncul pada keadaan oklusi steroid atau injeksi steroid intrakutan. suatu keadaan seperti vitiligo. Vasodilatasi yang terfiksasi. Ini nantinya akan terserap dan membentuk jaringan parut stelata.5670 Efek Epidermal Ini termasuk : 1.01. dengan pendataran dari konvulsi dermo-epidermal. dan kadang-kadang pustulasi. telah ditemukan.inflamasi lanjut. Penipisan epidermal yang disertai dengan peningkatan aktivitas kinetik dermal. yang bisa mengakibatkan edema. Efek Vaskular Efek ini termasuk : 1. . Pendarahan intradermal yang terjadi akan menyebar dengan cepat untuk menghasilkan suatu blot hemorrhage. Ini menyebabkan terbentuknya striae dan keadaan vaskulator dermal yang lemah akan menyebabkan mudah ruptur jika terjadi trauma atau terpotong.